Top PDF Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 1

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 1

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 1

Wirausaha, menurut asal katanya, terdiri atas kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Pengertian wirausaha, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Pelaku wirausaha, dikenal juga dengan sebutan wirausahawan atau entrepreneur, adalah seseorang yang memiliki kualitas jiwa kepemimpinan dan inovator pemikiran dalam melakukan usaha. Entrepreneur dapat diartikan juga sebagai seseorang yang mampu mewujudkan ide ke dalam sebuah inovasi yang sukses. Kewirausahaan, atau entrepreneurship, memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan eisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 1 Cover 2017

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 1 Cover 2017

Buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X berisikan materi pembelajaran prakarya yang terintegrasi dengan pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan prakarya dibagi ke dalam 4 cabang yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan. Materi dan tugas yang terdapat pada Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan berbeda-beda, sesuai dengan kekhasan keilmuannya. Namun demikian, keempatnya memiliki kesamaan dalam materi kewirausahaan.

1 Baca lebih lajut

Kelas VIII Matematika BS Sem 1

Kelas VIII Matematika BS Sem 1

Sediakan wadah air berbentuk kotak, berilah tanda ukuran ketinggian permukaan air yang mungkin terjadi (Jika kesulitan membuatnya, gunakan gelas pengukur yang biasa dijual di apotik atau toko alat-alat laboratorium). Kemudian buatlah koordinat Kartesius dengan sumbu-X menyatakan lama waktu penuangan air ke dalam kotak, dan sumbu-Y menyatakan tinggi permukaan air di dalam kotak. Lakukan percobaan air yang menetes dari keran (dengan kecepatan yang stabil) dan buatlah graik yang memuat hubungan antara lama air menetes dan tinggi permukaan. (Bagaimana kalau kotaknya diganti bentuk lain, tidak tegak lurus, tapi miring, menguncup dan lain sebagainya?)
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KURIKULUM 2013 PADA KELAS X  Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KURIKULUM 2013 PADA KELAS X Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras.

Sumber data yang digunakan pada penelitian ini antara lain: kegiatan observasi didalam kelas X atau pada saat kegiatan belajar mengajar prakarya dan kewirausahaan dilaksanakan, wawancara dengan narasumber yang dirasa akan memberikan data yang dibutuhkan, serta dokumentasi dari arsip kegiatan pembelajaran guru mapel. Sedangkan untuk narasumber, peneliti menitik beratkan pada informan yang ada didalam kegiatan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMA Negeri 1 Teras yaitu guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan serta beberapa siswa kelas X. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa narasumber akan bertambah apabila data yang diperoleh masih kurang memuaskan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Materi Kewirausahaan Kelas X Sem 2

Materi Kewirausahaan Kelas X Sem 2

1. Ki Empu Sungkowo Harumbrodjo (pembuat Keris) Empu Sungkowo adalah keturunan ke-17 Empu Supodriyo dari Kerajaan Majapahit abad XIV. Beliau adalah seorang pembuat keris yang bekerja di rumahnya yang dinamai Padepokan Djeno Harumborjo terletak di Dusun Gatak, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Beliau mempelajari seni pembuatan keris dari almarhum ayahnya, Empu Djeno Harumbrodjo, seorang pembuat keris yang diakui oleh pihak Keraton Yogyakarta.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Fasilitas Belajar Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2016/2017.

PENDAHULUAN Analisis Fasilitas Belajar Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2016/2017.

Hasil belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMK diharapkan mampu mencetak lulusan yang mandiri, memiliki bakat, dan kemauan menjadi entreprenuer atas materi yang diterima dalam pembelajaran maupun praktik dilapangan yang telah dilaksanakan selama di SMK. Agar dapat berkembang aspek pengetahuan, kecerdasan, keahlian dan kepibadian siswa, sekolah menengah kejuruan memerlukan aspek pendukung lainnya berupa fasilitas belajar.

5 Baca lebih lajut

ANALISIS FASILITAS BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN  Analisis Fasilitas Belajar Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Su

ANALISIS FASILITAS BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN Analisis Fasilitas Belajar Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Su

Lia Siti Soleah /A210130120 ANALYSIS OF FACILITIES STUDY AND INDEPENDENCE OF STUDENT LEARNING AND ENTREPRENEURSHIP craft LEARNING OUTCOMES IN CLASS X SMK MUMAMMADIYAH SUKOHARJO ON ACADEMIC YEAR OF 2016/2017. Thesis. Faculty Teacher and Education, University of Muhammadiyah Surakarta, April, 2017

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KURIKULUM 2013 PADA KELAS X  Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KURIKULUM 2013 PADA KELAS X Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras.

Prakarya dan Kewirausahaan dengan Kurikulum 2013 pada Kelas X di SMA Negeri 1 Teras ” sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana pendidikan jurusan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

 Kelas VII Matematika BS Sem 1

Kelas VII Matematika BS Sem 1

Dalam suatu acara syukuran kenaikan kelas, Dita mengundang teman- temannya ke rumahnya. Dita mempersiapkan dua kelompok yang sudah diatur pada dua meja. Meja X diberikan 2 kue, sedangkan meja Y diberikan 3 kue. Kue tersebut dibagi sama rata kepada anak yang menghadapi suatu meja. Undangan yang datang boleh memilih duduk di bangku meja mana pun. Antin adalah peserta undangan terakhir yang datang di acara tersebut, Antin melihat bangku meja X sudah ada 6 anak, dan meja B ada 8 anak. Jika Antin ingin mendapatkan bagian kue yang lebih banyak di antara kedua pilihan, maka seharusnya Antin memilih meja apa? Jelaskan.
Baca lebih lanjut

344 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Ditinjau Dari Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru Dan Cara Belajar Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Ditinjau Dari Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru Dan Cara Belajar Pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2014/2015.

Menurut Hamalik (2008:155), “Hasil belajar adalah tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri peserta didik yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan”. Wetherington (2003:155) mengungkapkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai individu melalui usaha yang dialami secara langsung dan merupakan aktivitas kecakapan dalam situasi tertentu. Hasil belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMK sebagai tolak ukur keberhasilan belajar bagi siswa SMK diman tujuan dari SMK adalah kelak menjadi lulusan yang mandiri. Dengan bekal pembelajaran kewirausahaan siswa diharapkan kelak dapat menjadi pengusaha sesuai dengan bidang keahlian yang dipelajari di SMK.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DITINJAU DARI PERSEPSI SISWA TENTANG KETRAMPILAN MENGAJAR GURU DAN  Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Ditinjau Dari Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru Dan Cara Belajar Pada Siswa Kelas X SMK Mu

HASIL BELAJAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DITINJAU DARI PERSEPSI SISWA TENTANG KETRAMPILAN MENGAJAR GURU DAN Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Ditinjau Dari Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru Dan Cara Belajar Pada Siswa Kelas X SMK Mu

1. Ibu tercinta, sebagai ungkapan rasa cinta, hormat, dan syukur. Terima kasih untuk setiap penggalan do’a terbaik disetiap langkahku, pengorbanan, kasih sayang, dan kerja keras yang sampai kapanpun tak akan mampu bagiku untuk membalasnya.

15 Baca lebih lajut

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 2

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 2

Prakarya dan Kewirausahaan 101 Makanan awetan dari bahan hewani adalah makanan yang dibuat dari SDA hewani, yang sudah melalui proses pengolahan yang tepat sesuai dan dikemas dengan baik, baik menggunakan pengawet (sesuai kriteria BPOM) maupun tidak sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang. Makanan awetan berasal dari beragam bahan yang bervariasi dan dapat berbeda di setiap daerah. Keragaman bahan tersebut membuka peluang mengembangan produk makanan awetan yang khas untuk setiap daerah. Makanan awetan berbahan dasar hewani yang saat ini beredar sudah cukup banyak, tetapi masih dapat dikembangkan lebih lanjut, baik kuantitas maupun kualitasnya. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, juga untuk dijual ke daerah lain dan/atau wisatawan/pendatang. Beberapa terobosan dapat dilakukan untuk mengangkat citra dan cita rasa makanan awetan tersebut. Upaya terobosan tersebut diharapkan dapat membuka peluang makanan awetan berbahan dasar hewani tersebut untuk didistribusikan ke daerah lain dan diekspor. Hal tersebut akan menjadi promosi yang positif untuk meningkatkan nilai jual makanan awetan berbahan dasar hewani dan pengembangan pariwisata daerah.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 2 Cover 2017

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BS Sem 2 Cover 2017

Buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X berisikan materi pembelajaran prakarya yang terintegrasi dengan pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan prakarya dibagi ke dalam 4 cabang yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan. Materi dan tugas yang terdapat pada Kerajinan, Rekayasa, Budidaya dan Pengolahan berbeda-beda, sesuai dengan kekhasan keilmuannya. Namun demikian, keempatnya memiliki kesamaan dalam materi kewirausahaan.

1 Baca lebih lajut

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Kelas VIII Prakarya BS Sem 1

Seperti yang diketahui bahwa produk olahan pangan setengah jadi dari bahan serealia, kacang-kacangan, dan umbi jadi yaitu produk berbentuk potongan pipih tebal dan tipis yang dikeringkan[r]

248 Baca lebih lajut

BS Prakarya 11 sem 1

BS Prakarya 11 sem 1

Buku Prakarya dan Kewirausahaan ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam mengasah potensi baik itu potensi yang terdapat pada diri, potensi yang ada di daerah dan kearifan lokal di sekitar kita untuk dapat di gali, dikembangkan menjadi betuk karya nyata yang bermanfaat bagi kehidupan. Industri kreatif yang berkembang saat ini, menjadi arena untuk berkarya dan bereksplorasi mempersiapkan diri menjadi calon-calon wirausaha pelaku industri kreatif. Budaya, sebagai sumber daya yang perlu dikembangkan merupakan salah satu bagian yang berpotensi selain sumber daya alam yang ada.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Materi Prakarya Kelas X Sem 1

Materi Prakarya Kelas X Sem 1

Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu  Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a–b–a–b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8–12 suku kata, 2 baris awal sebagai sam[r]

5 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X Semester 1

Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X Semester 1

Budidaya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih besar (tumbuh), dan berkembang (banyak). Kinerja ini membutuhkan perasaan seolah dirinya (pembudidaya) hidup, tumbuh, dan berkembang. Prinsip pembi- naan rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup pada tumbuhan atau hewan, namun dalam bekerja dibutuhkan sistem yang berjalan rutinitas, seperti kebiasaan hidup orang: makan, minum, dan bergerak. Maka, seorang pem- budidaya harus memahami kartakter tumbuhan atau hewan yang di’budi- daya’kan. Konsep cultivation tampak pada penyatuan diri dengan alam dan pema- haman tumbuhan atau binatang. Pemikiran echosystem menjadi langkah yang selalu dipikirkan keseimbangan hidupnya. Manfaat edukatif budidaya ini adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (echosystem) menjadi anak dan tenaga kerja yang berpikir sistematis, namun manusiawi dan penuh kesabaran. Hasil budidaya tidak akan dapat dipetik dalam waktu singkat melainkan membutuhkan waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran. Bahan dan perlengkapan teknologi budi- daya sebenarnya dapat diangkat dari kehidupan sehari-hari yang variatif karena setiap daerah mempunyai potensi kearifan yang berbeda. Budidaya telah dilaku- kan oleh pendahulu bangsa ini dengan teknologi tradisi, namun telah menunjuk- kan konsep budidaya yang memperhitungkan musim, tetapi belum mempunyai standar ketepatan dengan suasana/iklim cuaca maupun ekonomi yang sedang berkembang. Maka, pembelajaran prakarya-budidaya diharapkan mampu mene- mukan ide pengembangan berbasis bahan tradisi dengan memperhitungkan kebelanjutan materi atau bahan tersebut.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

Materi Kewirausahaan Kelas X Sem 1

Materi Kewirausahaan Kelas X Sem 1

Menurut Inpres No. 4 Tahun 1995, Kewirausahaan merupakan sikap, semangat, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya untuk mencari, menerapkan cara kerja, menciptakan teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

8 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan 1

Prakarya dan Kewirausahaan 1

Kurikulum 2013 membekali peserta didik pada Pendidikan Menengah dengan kemampuan kewirau- sahaan yang lahir dan tumbuh dalam sektor nyata. Diawali dengan pengamatan terhadap produk yang ada di pasar beserta ciri-cirinya, analisis struktur komponen pembentuk produk, analisis struktur dan rangkaian proses beserta peralatan yang diperlukan, termasuk analisis pasar, biaya, dan harga. Untuk mendukung keutuhan pemahaman peserta didik, pembelajarannya digabungkan dengan pembelajaran Prakarya sehingga peserta didik bukan hanya mampu menghasilkan ide kreatif tetapi juga merealisasikannya dalam bentuk purwarupa karya nyata dan dilanjutkan sampai pada kegiatan penciptaan pasar untuk mewujudkan nilai ekonomi dari kegiatan-kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013, pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan bagi peserta didik pada jenjang Pendidikan Menengah Kelas X harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang secara utuh dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlu- kan untuk menciptakan karya nyata, menciptakan peluang pasar, dan menciptakan kegiatan bernilai ekonomi dari produk dan pasar tersebut. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tema-tema karya populer yang sesuai untuk peserta didik Kelas X. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal yang relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BG

Kelas X Prakarya dan Kewirausahaan BG

Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan 141 pemasaran yang dilakukan. Tentu pemilihan media promosi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, yang juga mendukung proses pemasaran produk makanan awetan dari bahan nabati tersebut. Pada subbab sebelumnya, peserta didik diberi tugas membuat suatu perencanaan bisnis, dan mereka diharapkan sudah paham betul tentang usaha yang akan mereka jalankan, proses produksi dan perhitungan biaya produksi makanan awetan dari bahan nabati pilihannya. Guru kemudian membimbing untuk melakukan analisis dan diskusi yang baik di setiap kelompoknya, untuk memilih strategi pemasaran yang baik yang diharapkan dapat membantu penjualan produknya masing-masing. Sejalan dengan Tugas 5 pada Buku Siswa Prakarya da Kewirausahaan Kelas X semester 1, guru bisa bekerja sama dengan pihak sekolah, untuk menjelang akhir semester bisa dilakukan sejenis kegiatan market day atau pameran, untuk menampilkan produk kewirausahaan dari berbagai tingkatan kelas, dengan berbagai bidang usaha di sekolah tersebut. Acara tersebut sekaligus bisa menjadi ajang dalam latihan mempraktikkan sistem pemasaran langsung yang baik untuk karya peserta didiknya masing-masing.
Baca lebih lanjut

264 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...