Top PDF Kelekatan Attachment dan Pembentukan Kar

Kelekatan Attachment dan Pembentukan Kar

Kelekatan Attachment dan Pembentukan Kar

Hasil penelitian TenElshof & Furrow terhadap mahasiswa seminari dalam Hart, dkk (2010) menunjukkan bahwa individu dengan kelekatan aman memiliki tingkat kematangan spiritual yang lebih tinggi daripada individu dengan kelekatan tidak aman, dan bahwa kelekatan kepada orang tua dan mitra hubungan romantis mirip kelekatan kepada Tuhan. Sedangkan penelitian Hart, dkk sendiri menun- jukkan bahwa ada hubungan antara kelekatan pengasuh dengan kelekatan kepada Tuhan, kelekatan terhadap Tuhan dan Kelekatan orang dewasa, kelekatan kepada Tuhan dan religiu- sitas, serta kelekatan dan kematangan rohani. Penelitian tersebut menun- jukkan bahwa attachment yang diper- oleh anak dari pengasuh (ibu) menum- buhkan kedekatan kepada Tuhan di masa dewasa. Di sini dapat dikatakan bahwa kelekatan mempengaruhi tum- buhnya kecerdasan spiritual yaitu kemampuan seseorang memberi mak- na pada kehidupan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Microsoft Word   PENTINGNYA KELEKATAN ORANG TUA DALAM INTERNAL WORKING MODEL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Microsoft Word PENTINGNYA KELEKATAN ORANG TUA DALAM INTERNAL WORKING MODEL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Istilah Kelekatan (attachment) untuk pertama kalinya dikemukakan oleh seorang psikolog dari Inggris pada tahun 1958 bernama John Bowlby. John Bowlby (1907 – 1990), psikiater Inggris, menjelaskan bahwa “ maternal deprivation ” atau kekurangan kasih sayang ibu sering menyebabkan kecemasan(anxiety), kemarahan (anger), penyimpangan perilaku (delinquency), dan depresi. Kemudian formulasi yang lebih lengkap dikemukakan oleh Mary Ainsworth pada tahun 1969 (Mc Cartney dan Dearing, 2002). Kelekatan merupakan suatu ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksinya dengan orang yang mempunyai arti khusus dalam kehidupannya, biasanya orang tua (Mc Cartney dan Dearing, 2002). Bowlby (Haditono dkk, 1994) menyatakan bahwa hubungan ini akan bertahan cukup lama dalam rentang kehidupan manusia yang diawali dengan kelekatan anak pada ibu atau figur lain pengganti ibu. Pengertian ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Ainsworth mengenai kelekatan. Ainsworth (Hetherington dan Parke, 2001) mengatakan bahwa kelekatan adalah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan orang lain yang bersifat spesifik, mengikat mereka dalan suatu kedekatan yang bersifat kekal sepanjang waktu. Kelekatan merupakan suatu hubungan yang didukung oleh tingkah laku lekat (attachment behavior) yang dirancang untuk memelihara hubungan tersebut ( Durkin, 1995).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kelekatan Orangtua untuk Pembentukan untuk Pembentukan Karakter Anak

Kelekatan Orangtua untuk Pembentukan untuk Pembentukan Karakter Anak

ABSTRAK: Education plays an important role in developing the potential of learners, if potential learners can develop optimally then learners will have spiritual spiritual power. Learners are able to control themselves in accordance with piety to God, smart in accordance with the potential they have, have the skills that must be in accordance with the provisions of values and norms that apply, and have good behavior. At the present time there are often problems in educational institutions, especially learners many who commit violence and crimes, things like this are contrary to the educational goals that form the intelligent character of the nation's successor. The purpose of this study to see the effect of parental attachment to the formation of children's character. This research is a research library or Research library, research conducted through data collection or scientific papers. Primary data sources are the results of research or scientific papers along with books related to parental attachment and character formation of children. The result of this study is the attachment is the bond of affection and parental attitudes in parenting, parents are able to respond, and meet the needs of children, this relationship will form an emotional bond between the child with the parents and the child's closeness with the parents, from the relationship created a sense of security . This relationship will last for long periods of time even old age and will form patterns of attachment in children. Parents' attachment to their children is able to minimize criminal acts, violence, and negative behaviors that nowadays occur in society and school, not separated from parenting.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KELEKATAN AMAN (SECURE ATTACHMENT) ANAK PADA ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK KELOMPOK B TK PKK 37 DODOGAN JATIMULYO DLINGO BANTUL.

HUBUNGAN KELEKATAN AMAN (SECURE ATTACHMENT) ANAK PADA ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK KELOMPOK B TK PKK 37 DODOGAN JATIMULYO DLINGO BANTUL.

Orangtua mempunyai peran yang sangat besar dalam proses pembentukan kelekatan aman anak. Menurut Lemonda dan Rodrigues (2009: 2) ada tiga aspek dalam keluarga yang mempengaruhi proses pembelajaran atau pembentukan kelekatan aman anak, antara lain frekuensi partisipasi anak dalam keluarga, kualitas pengasuhan, dan keterlibatan anak. Frekuensi aktif partisipasi anak dalam keluarga akan membuat anak sering berinteraksi dengan sesama anggota keluarga termasuk dengan kedua orangtua. Dari seringnya interaksi lama kelamaan seorang anak bisa mengetahui karakter dan sifat dari masing-masing anggota keluarga. Anak akan mencoba memberikan respon yang seimbang atau mirip dengan aksi yang ia terima. Hal ini dapat membuat anak lebih mandiri karena sudah bisa memikirkan dan melaksanakan langkah-langkah dan perilaku yang bisa menyesuaikan atau memberikan respon seperti yang diharapkan oleh sesama anggota keluarga.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Gambaran kelekatan (attachment) antara ibu-bayi pada pemberian Asi eksklusif di kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan

Gambaran kelekatan (attachment) antara ibu-bayi pada pemberian Asi eksklusif di kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan

Kelekatan ibu dan bayi sangat berperan penting karena ibu sudah mengetahui sinyal-sinyal dari bayi itu sendiri karena kelekatan yang terjalin antara ibu dan bayi. (Gewirtz dalam Hetherington dan Parke, 1999) yang mengemukakan bahwa: Kelekatan antara ibu dan anak dimulai saat ibu menyusui bayi sebagai proses pengurangan rasa lapar yang menjadi dorongan dasar. Susu yang diberikan ibu menjadi primary reinforcer dan ibu menjadi secondary reinforcer . Kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi menjadi dasar terbentuknya kelekatan. Teori ini juga beranggapan bahwa stimulasi yang diberikan ibu pada bayi, baik itu visual, auditori dan taktil dapat menjadi sumber pembentukan kelekatan. Karena saat pemberian ASI ibu dan bayi bisa bercanda, ibu bisa mengajak bayi berbicara ,mengajarkannya memenggil namanya sendiri dan orang-orang yang ada disekitarnya.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Pengaruh Attachment Style Terhadap Kualitas  Persahabatan Pada Remaja

Pengaruh Attachment Style Terhadap Kualitas Persahabatan Pada Remaja

Erik Erikson juga percaya bahwa kegiatan menyusui yang dilakukan ibu akan mempengaruhi kekuatan perasaan aman yang ditunjukkan bayi melalui attachment bayinya. Erikson mengatakan bahwa keseluruhan respon yang diberikan ibu kepada bayinya lebih penting daripada kegiatan menyusui itu sendiri. Menurut Erikson, seorang pengasuh yang konsisten dalam merespon kebutuhan bayi akan mengembangkan perasaan trust kepada orang lain, sedangkan pengasuh yang tidak responsif dan tidak konsisten akan menimbulkan perasaan mistrust. Erikson juga menambahkan bahwa anak- anak yang belajar untuk tidak trust kepada pengasuhnya selama masa bayi akan menghindari atau akan menjadi ragu-ragu dalam membangun hubungan yang harus saling mempercayai (close mutual-trust relationship) sepanjang hidupnya.
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

Hubungan antara tipe kelekatan ( attachment style) dengan kecemburuan pada pasangan berpacaran mahasiswa fakultas Psikologi Unversitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Hubungan antara tipe kelekatan ( attachment style) dengan kecemburuan pada pasangan berpacaran mahasiswa fakultas Psikologi Unversitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

bergantung terhadap pasangan, dan tidak ada kekhawatiran bahwa pasangan akan meninggalkannya. kemudian avoidant dengan ciri tidak nyaman dalam kedekatan/keintiman dan kurang percaya terhadap pasangan, sulit mengizinkan diri sendiri untuk bergantung pada pasangan, gugup ketika orang lain terlalu dekat. Dan ambivalent memiliki ciri-ciri mempersepsikan pasangan terlalu jauh, bahwa pasangan tidak mencintai, dan ingin meninggalkan, ingin meleburkan diri sepenuhnya dengan pasangan, merasa pasangan tidak menginginkan kedekatan sebesar keinginannya. Ketiga tipe tersebut merupakan adaptasi dari tiga kategori yang dikemukakan oleh Ainsworth yang dibuat sebagai dasar gambaran dari pengaturan perbedaan individu dalam hal bagaimana orang dewasa berpikir, merasa, dan bertindak dalam suatu hubungan romantis (Fraley dan Shaver, 2000). Dipengaruhi oleh berbagi permasalahan yang ada dalam hubungan romantis, pasangan-pasangan akan mengembangkan kelekatan satu sama lain yang dapat berbeda-beda antara pasangan yang satu dengan yang lain. Tipe kelekatan ini akhirnya menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu hubungan romantis (Mischel et.al, 2004).
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

KELEKATAN REMAJA PUTRI DENGAN AYAHNYA  Kelekatan Remaja Putri dengan Ayahnya.

KELEKATAN REMAJA PUTRI DENGAN AYAHNYA Kelekatan Remaja Putri dengan Ayahnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelekatanremaja putri dengan ayahnya. Informan dalam penelitian ini di pilih secara purposive sampling. Adapun informan adalah remaja putri berjumlah 5 orang yang memiliki rentang usia 16-19 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Remaja putri menjadikan ayah sebagai figur kelekatan, dan kelekatan ini telah terjalin sejak masih kecil. Ayah sebagai figur lekat digambarkan sebagai sosok yang positif, yang baik, pengertian, mampu memberikan pengarahan-pengarahan yang positif dan tidak menghakimi serta mampu memenuhi keinginan dari remaja putri tersebut. Hal ini pula yang menjadikan komunikasi antara remaja putri dengan ayah baik, ayah menjadi tempat remaja untuk bercerita dan berkeluh kesah baik mengenai hal-hal terkait pendidikan hingga mengenai lawan jenis. Walaupun demikian, remaja putri belum bisa secara leluasa menggunakan haknya dalam mengambil keputusan, terlebih mengenai pendidikan. Ayah masih menjadi sosok pengambil keputusan utama. Hasil penelitian didapatkan bahwa remaja putri selain aktif dengan kegiatan sekolah, remaja juga aktif diluar kegiatan sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler dan les.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Semnas Kar mei ul Semnas Kar mei ul

Semnas Kar mei ul Semnas Kar mei ul

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk be[r]

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau.

Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau.

Aspek terakhir dalam kelekatan terhadap ibu yaitu communication. Dengan masing-masing nilai korelasi sebesar -0.106 (communication dengan stres sebagai respons), -0.220 (communication dengan stres sebagai stimulus), dan -0.125 (communication dengan stres terkait cognitive appraisal). Hubungan negatif yang dimiliki, berarti bahwa jika aspek communication mengalami peningkatan, maka stres akan mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya. Seorang mahasiswa perantau yang memiliki tingkat komunikasi tinggi dalam kelakatan terhadap ibu, akan membangun komunikasi dengan orangtua khususnya figur lekat (ibu) dengan baik. Walaupun berada jauh dari rumah atau keluarga, tingkat stres sebagai stimulus cenderung rendah karena komunikasi efektif yang terjalin antara ibu dan anak. Mahasiswa perantau dapat menceritakan masalah-masalah yang dialami di tempat perantau, sehingga orangtua dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kamumu (2014) bahwa komunikasi efektif dengan orangtua dapat menurunkan tingkat stres pada remaja.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN (INSECURE ATTACHMENT) DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA AKHIR PUTRI DALAM MASA BERPACARAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN (INSECURE ATTACHMENT) DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA AKHIR PUTRI DALAM MASA BERPACARAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Individu dengan tipe kelelakatan tidak aman (insecure attachment) memiliki kecenderungan untuk memiliki kemampuan manajemen konflik yang kurang baik (Mikulincer dan Shaver, 2007). Tipe kelekatan ini memungkinkan seseorang untuk cenderung mengambil jalan pintas dan menghalalkan segala cara dalam mengambil keputusan. Dengan demikian tipe kelekatan ini memungkinkan individunya untuk melakukan perilaku seksual pranikah tanpa didasari pemikiran yang panjang, ketika merasa relasi dengan pasangan tidak berjalan dengan baik (Birnbaum, 2006). Hal ini berbanding terbalik dengan individu yang memiliki kelekatan aman (secure attachment) yang memiliki konsep diri yang positif, sehingga memiliki skema yang positif dengan lingkungan (Mikulincer dan Goodman, 2006). Oleh sebab itu, individu dengan tipe ini akan memiliki kecenderungan untuk memiliki manajemen konflik yang baik, sehingga individu dapat mengembangkan perilaku yang lebih konstruktif (Kobak dan Hazan, 1991).
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Kita harus dapat menciptakan Peluang kar

Kita harus dapat menciptakan Peluang kar

Ukuran penampang penghantar A Ukuran yang dipilih untuk melayani suatu instalasi motor listrik minimum penghantar tersebut harus dapat dialiri oleh arus sebesar 125% kali arus pada be[r]

9 Baca lebih lajut

Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau

Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 258 mahasiswa perantau yang tidak tinggal bersama dengan orang tua, khususnya ibu. Dalam penelitian ini, tingkat stres diukur dengan tiga skala yang telah diadaptasi, yakni skala Symptoms of Stress (SOS) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.83); skala The Inventory of Students’ Recent Life Experiences (ICSRLE) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.93); dan skala Perceived Stress Scale (PSS) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.81). Kelekatan terhadap ibu diukur dengan adaptasi skala Inventory of Parent and Peer Attachment (Mother Version) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.86). Hasil uji korelasi product moment secara berturut-turut antara kelekatan terhadap ibu dengan SOS, ICSRLE, dan PSS adalah r = -0.192 (p= 0.01), r = -0.356 (p = 0.00), dan r = -0.140 (p = 0.12)., sehingga hipotesis diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Pembentukan Brand Attachment(Studi : Universitas Muhammadiyah Surakarta).

PENDAHULUAN Analisis Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Pembentukan Brand Attachment(Studi : Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Surakarta, maka followers @umsurakarta akan memberikan respon (melakukan comments, mention, dan repost ). Ketika pelanggan membutuhkan informasi tentang Universitas Muhammadiyah Surakarta, @umsurakarta ataupun followers @umsurakarta memberikan respon yang cepat, memberikan solusi tentang keluhan pelanggan serta memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan, maka akan terbentuklah brand satisfaction konsumen terhadap Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ketika @umsurakarta dapat memberikan infomasi tentang Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jujur dan tulus, serta dapat memberikan rekomendasi kepada konsumen, maka akan terbentuklah brand trust konsumen terhadap Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ketika brand satisfaction dan brand trust sudah terbentuk pada media sosial instagram @umsurakarta, maka pada brand relationship menyebabkan terbentuknya brand attachment. Brand attachment terbentuk karena terciptanya interaksi antara followers @umsurakarta dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui @umsurakarta.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KELEKATAN ORANG TUA-ANAK DAN KELEKATAN TEMAN SEBAYA  Risiko Penyalahgunaan Napza Ditinjau Dari Kelekatan Orangtua-Anak Dan Kelekatan Teman Sebaya.

RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KELEKATAN ORANG TUA-ANAK DAN KELEKATAN TEMAN SEBAYA Risiko Penyalahgunaan Napza Ditinjau Dari Kelekatan Orangtua-Anak Dan Kelekatan Teman Sebaya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orang tua-anak dengan risiko penyalahgunaan NAPZA dan hubungan kelekatan teman sebaya dengan risiko penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini dilakukan pada 339 remaja berusia 15-18 tahun yang memiliki perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Analisa data menggunakan analisis korelasi Product Moment dari person dan spearman menggunakan program bantu SPSS 19,0 For Windows Program. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kelekatan orang tua- anak terhadap risiko penyalahgunaan NAPZA anak yang dapat dilihat dari adanya nilai korelasi (r) sebesar -0,334 dengan signifikanii p = 0,000 ( p < 0,05), dan ada hubungan negatif antara kelekatan teman sebaya dengan risiko penyalahgunaan NAPZA yang dapat dilihat dari adanya nilai korelasi (r) sebesar -0,369 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil kategirisasi menunjukkan tingkat risiko penyalahgunaan NAPZA pada subjek penelitian ini tergolong dalam kategori rendah, tingkat kelekatan orang tua-anak pada subjek penelitian ini tergolong dalam kategori tinggi, dan tingkat kelekatan teman sebaya pada subjek penelitian ini tergolong dalam kategori tinggi. Kelekatan orang tua-anak diketahui berkontribusi sebesar 11,2%, dan kelekatan teman sebaya diketahui berkontribusi sebesar 10,4%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat 78,4 % faktor lain yang mempengaruhi risiko penyalahgunaan NAPZA. Adanya kelekatan orang tua-anak yang baik diharapkan remaja akan memiliki kemungkinan yang rendah terhadap risiko penyalahgunaan NAPZA.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KELEKATAN ORANGTUA-ANAK DAN KELEKATAN TEMAN SEBAYA  Risiko Penyalahgunaan Napza Ditinjau Dari Kelekatan Orangtua-Anak Dan Kelekatan Teman Sebaya.

RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KELEKATAN ORANGTUA-ANAK DAN KELEKATAN TEMAN SEBAYA Risiko Penyalahgunaan Napza Ditinjau Dari Kelekatan Orangtua-Anak Dan Kelekatan Teman Sebaya.

Santrock, (2003) mengutip perndapat Armsden & Greenberg bahwasannya ikatan yang aman dengan orang tua berhubungan dengan hubungan teman sebaya yang positif. Remaja yang memiliki ikatan yang aman dengan orang tuanya juga memiliki ikatan yang aman dengan teman sebayanya, remaja yang tidak memiliki ikatan yang aman dengan orang tuanya juga tidak memiliki ikatan yang aman dengan teman sebayanya. Hal tersebut sesuai dengan hasil analisa dari penelitian ini yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif antara kelekatan teman sebaya dengan risiko
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KELEKATAN REMAJA PUTRI DENGAN AYAHNYA  Kelekatan Remaja Putri dengan Ayahnya.

KELEKATAN REMAJA PUTRI DENGAN AYAHNYA Kelekatan Remaja Putri dengan Ayahnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelekatanremaja putri dengan ayahnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini di pilih secara purposive sampling. Adapun informan adalah remaja putri berjumlah 5 orang yang memiliki rentang usia 16-19 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa Remaja putri menjadikan ayah sebagai figur kelekatan, dan kelekatan ini telah terjalin sejak masih kecil. Ayah sebagai figur lekat digambarkan sebagai sosok yang positif, yang baik, pengertian, mampu memberikan pengarahan- pengarahan yang positif dan tidak menghakimi serta mampu memenuhi keinginan dari remaja putri tersebut. Hal ini pula yang menjadikan komunikasi antara remaja putri dengan ayah baik, ayah menjadi tempat remaja untuk bercerita dan berkeluh kesah baik mengenai hal-hal terkait pendidikan hingga mengenai lawan jenis. Walaupun demikian, remaja putri belum bisa secara leluasa menggunakan haknya dalam mengambil keputusan, terlebih mengenai pendidikan. Ayah masih menjadi sosok pengambil keputusan utama. Hasil penelitian didapatkan bahwa remaja putri selain aktif dengan kegiatan sekolah, remaja juga aktif diluar kegiatan sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler dan les. .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ORANG TUA DENGAN RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA  Hubungan Antara Kelekatan Orang Tua Dengan Risiko Penyalahgunaan Napza Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ORANG TUA DENGAN RISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA Hubungan Antara Kelekatan Orang Tua Dengan Risiko Penyalahgunaan Napza Pada Remaja.

Kelekatan ayah-anak memiliki rerata empirik (RE) 32,15 lebih besar dari rerata hipotetik (RH) 25,5 yang berarti bahwa kelekatan ayah-anak tergolong tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Karina dan Mulyati (2007) remaja-remaja lebih dekat dengan ayah yang memiliki karakter mudah untuk diajak bertukar pikiran, mudah diajak komunikasi, penyabar, suportif, memahami kelebihan dan kekurangan keluarga, membantu mengatasi masalah serta memiliki waktu yang lebih banyak dihabiskan dengan mereka. Remaja yang lekat dengan ayah memiliki kemampuan tinggi untuk berempati, menyesuaikan diri, dan dalam
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kelekatan (Attachment) pada Remaja Kembar

Kelekatan (Attachment) pada Remaja Kembar

Ada dua macam fi gur lekat, yaitu fi gur lekat utama dan fi gur lekat pengganti. Menurut Bowlby (dalam Durkin 1995) individu yang selalu siap memberikan respon ketika anak menangis tetapi tidak memberikan perawatan fisik cenderung dipilih sebagai figur lekat pengganti. Adapun individu yang memberikan perawatan fi sik namun tidak bersifat responsif tidak akan dipilih menjadi fi gur lekat. Kuan- titas waktu bukanlah faktor utama terjadinya kelekatan. Kualitas hubungan menjadi hal yang lebih dipentingkan karena dengan mengetahui lamanya anak berinteraksi belum tentu diketahui tentang apa yang dilakukan selama interaksi. Hal ini dibuktikan oleh Schaffer dan Emerson (dalam Hetherington dan Parke,1999; Durkin, 1995) yang menemukan bahwa bayi memilih ayah dan orang dewasa lainnya sebagai fi gur lekat, padahal bayi menghabiskan waktu lebih
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan antara kelekatan tidak aman dengan kepuasan berelasi pada perempuan yang menjalin hubungan pacaran jarak jauh di Yogyakarta

Hubungan antara kelekatan tidak aman dengan kepuasan berelasi pada perempuan yang menjalin hubungan pacaran jarak jauh di Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk menentukanapakah ada hubungan antara kelekatan tidak aman dengan kepuasan berelasi pada perempuan yang berpacaran. Konteks yang dipakai dalam penelitian ini adalah hubungan berpacaran jarak jauh. Data untuk penelitian ini dihasilkan dari skala yang disebarkan kepada 111 orang mahasiswi yang menjalin hubungan pacaran jarak jauh di Yogyakarta. Skala yang digunakan untuk mengukur kelekatan tidak aman adalah Experience in Close Relationships Questionnaire-Revised (ECR-R) yang dikembangkan oleh Fraley, Brennan, dan Waller (2000). Penelitian ini juga menggunakan skala milik Hendrick (1988), yaitu Relationships Assessment Scale untuk mengukur variabel kepuasan berelasi. Hasil penelitian diolah menggunakan SPSS 16.0 dan menunjukkan korelasi negatif sebesar -.534 dengan p=0.000. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kelekatan tidak aman dengan kepuasan berelasi.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...