Top PDF Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening

Hasil analisis tanggapan responden yang juga memperkuat hasil analisis diatas, pada variabel gaya kepemimpinan pada dimensi kepemimpinan direktif, atasan selalu memberikan perintah dengan jelas, kegiatan kantor selalu ditentukan oleh atasan, atasan selalu memberitahu bawahan tentang bagaimana cara mengerjakan suatu pekerjaan, ada hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan, atasan selalu menerapkan aturan untuk mengontrol bawahan. Dimensi kepemimpinan yang mendukung, atasan selalu mendukung pegawai dalam bekerja, selalu memberikan dukungan kepada pegawai yang berprestasi, memberikan motivasi kepada pegawai agar lebih bersemangat dalam bekerja. Dimensi kepemimpinan partisipatif, atasan sering berkonsultasi untuk merumuskan pekerjaan dengan pegawai, sering bekerjasama dengan pegawai dalam menyusun tugas pekerjaan, sering menggunakan partisipasi dari bawahan untuk melancarkan komunikasi, atasan selalu memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mendiskusikan masalah dengan pimpinan. Dimensi kepemimpinan berorientasi prestasi, atasan selalu memotivasi pegawai untuk lebih berprestasi dalam pekerjaan, atasan selalu memberikan hadiah bagi pegawai yang berprestasi dan selalu berorientasi bagaimana pegawai berprestasi dalam pekerjaan. Secara keseluruhan hasil tanggapan responden berada pada kategori tinggi yang artinya ketika gaya kepemimpinan di Bappeda Kabupaten Morowali semakin ditingkatkan maka akan meningkatkan motivasi kerja pegawai untuk bekerja.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Pratama | Katalogis 6754 22473 1 PB

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Pratama | Katalogis 6754 22473 1 PB

Hasil analisis tanggapan responden yang juga memperkuat hasil analisis diatas, pada variabel gaya kepemimpinan pada dimensi kepemimpinan direktif, atasan selalu memberikan perintah dengan jelas, kegiatan kantor selalu ditentukan oleh atasan, atasan selalu memberitahu bawahan tentang bagaimana cara mengerjakan suatu pekerjaan, ada hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan, atasan selalu menerapkan aturan untuk mengontrol bawahan. Dimensi kepemimpinan yang mendukung, atasan selalu mendukung pegawai dalam bekerja, selalu memberikan dukungan kepada pegawai yang berprestasi, memberikan motivasi kepada pegawai agar lebih bersemangat dalam bekerja. Dimensi kepemimpinan partisipatif, atasan sering berkonsultasi untuk merumuskan pekerjaan dengan pegawai, sering bekerjasama dengan pegawai dalam menyusun tugas pekerjaan, sering menggunakan partisipasi dari bawahan untuk melancarkan komunikasi, atasan selalu memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mendiskusikan masalah dengan pimpinan. Dimensi kepemimpinan berorientasi prestasi, atasan selalu memotivasi pegawai untuk lebih berprestasi dalam pekerjaan, atasan selalu memberikan hadiah bagi pegawai yang berprestasi dan selalu berorientasi bagaimana pegawai berprestasi dalam pekerjaan. Secara keseluruhan hasil tanggapan responden berada pada kategori tinggi yang artinya ketika gaya kepemimpinan di Bappeda Kabupaten Morowali semakin ditingkatkan maka akan meningkatkan motivasi kerja pegawai untuk bekerja.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN REMBANG

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN REMBANG

Karyawan Bappeda Kab. Rembang mempunyai apresiasi yang baik terhadap pimpinan yang memiliki sifat transparan, memiliki kepedulian yang tinggi kepada bawahan, mampu menjalin komunikasi secara terbuka dan baik kepada bawahan, mampu mendeskripsikan job description dengan baik kepada bawahan, mampu mendelegasikan tugas dengan jelas dan terarah, mampu membimbing dan menciptakan suasana kantor yang mendukung kinerja, dan mampu menciptakan ide-ide cemerlang yang mengarah pada perbaikan dan inovasi pada institusi. Hal ini bisa tercipta apabila pemimpin memiliki orientasi kognisi yang baik yaitu memiliki pengetahuan dan kepercayaan yang baik terhadap lingkungannya. Orientasi kognisi ini pada akhirnya akan membentuk sikap dan mempengaruhi gaya kepemimpinan seseorang (Koentjoroningrat, 1981). Gaya kepemimpinan seperti ini mendapat respon positif dari karyawan Bappeda yang sebagian besar (13 orang) berada pada rentang usia 31-40 tahun.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Suarni | Katalogis 6762 22505 1 PB

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Suarni | Katalogis 6762 22505 1 PB

Hasil ini juga didukung dengan tanggapan responden pada variabel iklim kerja berada pada kategori baik, yang artinya bahwa pegawai mengakui bahwa mereka membutuhkan iklim kerja agar memperoleh ketenangan dalam merencakanan pekerjaannya sehingga kinerjanya ditingkatkan. Gilles (1996) menyebutkan bahwa keberhasilan kinerja organisasi tidak hanya dapat dipandang dari satu faktor tertentu saja tetapi harus memperhatikan beberapa faktor yang diantaranya adalah iklim kerja yang kondusif bagi staf.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Analisis Jabatan, Struktur Organisasi Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Pengaruh Analisis Jabatan, Struktur Organisasi Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Kinerja yang baik secara produktivitas dihasilkan harus dilengkapi dengan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan perilaku (attitude). Dengan menerapkan sistem kompetensi ini dibutuhkan mendapatkan pegawai yang mempunyai kompetensi spesifik untuk dikembangkan yaitu pegawai yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan pada posisi masing-masing jabatan guna mencapai keberhasilan kerja dan tujuan organisasi. Wibowo (2012:324), mengemukakan kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan yang didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Menurut Marshall (2003:36), kompetensi adalah suatu hal yang sulit ditiru, Karena karakteristiknya memang berberda dan spesifik bagi masing ± masing individu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENUTUP PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

PENUTUP PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

Berdasarkan hipotesis yang dibangun pada penelitian ini dan telah terbukti dapat diterima, maka dapat disarankan pada pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Supiori terutama dalam mengoptimalkan kinerja pegawai. Kinerja pegawai dalam hal ini variabel gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja. Berdasarkan hasil pengujian, variabel tersebut berpengaruh positif secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai diamana, untuk mewujudkan pengaruh ideal, karena seorang atasan kadang mengambil tindakan tanpa memperdulikan kepentingan bawahannya.disamping itu atasan perlu memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan-masukan yang lebih komprehensif sehingga keputusan lebih efektif serta memberikan perhatian pribadi ini hendaknya sebagai atasan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbing bawahan yang sudah siap dipromosikan dan suka mengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI (TPP) DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Madjid | Katalogis 6757 22485 1 PB

PENGARUH TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI (TPP) DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Madjid | Katalogis 6757 22485 1 PB

Tanggapan responden yang juga pegawai pada Bappeda Kabupaten Morowali yang memperkuat hasil analisis regresi diatas, pada variabel tambahan penghasilan pegawai yang terdiri atas dimensi tanggung jawab kerja dan disiplin memberikan tanggapan yang baik. Artinya pegawai di BAPPEDA Kabupaten Morowali mengakui bahwa pekerjaannya selesai tepat waktu, pegawai juga tidak pernah meninggalkan tugas pekerjaannya, tambahan penghasilan sesuai jabatan. Namun pegawai mengakui bahwa tambahan penghasilan yang mereka terima belum memadai. Dari disiplin kerja, pegawai mengakui bahwa walaupun masih perlu ditingkatkan, namun pegawai telah tepat waktu masuk dan pulang kantor, selalu mengabsen ketika masuk dan pulang kantor. Namun dari hasil tanggapan responden juga menemukan bahwa penilaian atas tanggung jawab kerja dan disiplin pegawai dalam pemberian tambahan penghasilan pegawai masih perlu ditingkatkan lagi misalnya dengan cara melihat tanggung jawab pekerjaan dari masing-masing pegawai berdasarkan besarnya resiko pekerjaan dan juga pada disiplin pegawai bukan hanya dari tingkat kehadiran, tetapi juga pada disiplin dalam berpakaian, disiplin adminsitrasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Beti | Katalogis 6763 22509 1 PB

PENGARUH KOMPETENSI, DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MOROWALI | Beti | Katalogis 6763 22509 1 PB

3. Variabel motivasi pada dimensi kebutuhan akan kekuasaan pada Bappeda Kabupaten Morowali perlu ditingkatkan terutama kebutuhan ini sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. Kebutuhan akan kekuasaan ini berdasarkan distribusi frekuensi menempati mean paling kecil daripada dimensi kebutuhan akan prestasi, hal ini disebabkan karena pegawai Bappeda dalam bekerja lebih mengutamakan hasil/prestasi dari pada motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya atau peningkatan status prestasi pribadi. Dimensi motivasi yang berupa kebutuhan akan afiliasi lebih ditingkatkan, karena pegawai Bappeda dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai perencana diperlukan bekerja secara “team work” , menjaga hubungan sosial antara sesama instansi untuk lebih meningkatkan kinerja.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai

Analisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Adapun tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan fenomena tertentu secara lebih konkrit dan terperinci. Alasan mengapa tehnik analisis data ini yang digunakan karena kemampuannya untuk menggali informasi secara luas, terperinci dan mendalam mengenai fenomena sosial tertentu dan dipertegas dengan hasil analisis secara statistik, terutama yang berkaitan dengan variabel yang di teliti yang terjadi di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Dumai. Analisa data dilakukan dengan mengukur tingkat korelasi antara variabel-variabel terikat dengan variable bebas. Sedangkan pengolaan datanya dengan menggunakan bantuan program computer SPSS (statistical package for support service) Versi 17.0
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kompensasi Dan Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kompensasi Dan Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Selain itu, karakteristik pekerjaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai. Karakteristik pekerjaan merupakan dasar bagi produktivitas dan kepuasan kerja karyawan yang dirancang untuk memainkan peranan penting dalam kesuksesan dan kelangsungan hidup perusahaan. Robbins (2002:64) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan merupakan aspek internal dari suatu pekerjaan yang mengacu pada isi dan kondisi dari pekerjaan. Dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat, pekerjaan yang dirancang dengan baik akan mampu menarik dan mempertahankan tenaga kerja dan memberikan motivasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas. Karakteristik pekerjaan seorang karyawan jelas terlihat desain pekerjaan seorang karyawan. Desain pekerjaan menentukan bagaimana pekerjaan dilakukan oleh karena itu sangat mempengaruhi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TESIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

TESIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

Hanya doa yang dapat penulis panjatkan semoga Yang Maha Kuasa berkenan membalas semua kebaikan Bapak, Ibu, Saudara dan teman-teman sekalian. Akhir kata, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

Peningkatan kinerja pegawai senantiasa dilakukan agar dapat mencapai sasaran pelayanan prima bagi masyarakat, yaitu terciptanya pelayanan yang disajikan oleh aparatur pemerintah yang sesuai dengan standar, serta dapat menciptakan citra positif. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Supiori dalam meningkatkan kinerja pegawainya dihadapkan pada kendala yang timbul, yaitu masih rendahnya pemahaman tupoksi dari pegawai dalam mendukung pelaksanaan tugas. Dimana untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas yang ada setiap pegawai harus senantiasa memiliki pemahaman yang baik terhadap apa yang telah menjadi tupoksinya. tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi, Disiplin Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Pengaruh Kompetensi, Disiplin Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Perencanaan, Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel kompetensi, disiplin dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai Bappeda. Dari hal tersebut secara umum jika kompetensi terus ditingkatkan, didukung oleh disiplin pegawai akan

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

PENDAHULUAN PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN SUPIORI.

Adapun organisasi pemerintah satu diantaranya adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah( BAPPEDA). Kabupaten Supiori Berdasarkan sejarahnya, Badan Pemerintah Daerah tersebut terbentuk pada tanggal 24 Januari 2004 dengan melakukan perubahan Struktur Organisasi danTata Kerja (SOTK) baru di jajaran Pemerintah Kabupaten Supiori dengan merujuk pada Peraturan Gubernur Provinsi Papua tentang “Organisasi Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Inspektorat Dan Lembaga Teknis lainnya pada Daerah Kabupaten Supiori”. Dimana sebelumnya bernama ( BP3D dan BAWASDA) Kabupaten Supiori yang terbentuk berdasarkan Per aturan Daerah (PERDA)Nomor : 4 Tahun 2008. (Sumber: Laporan Sekda Bagian Kepegawaian dan Aparatur Daerah Kabupaten Supiori tahun 2013).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemimpinan Dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Pns) Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Pengaruh Kepemimpinan Dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Pns) Pada Badan Perencanaan Penelitian Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Morowali

Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusunan artikel ini dapat diselesaikan. Selesainya artikel ini banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak, utamanya kepada Ketua Tim Pembimbing Prof. Dr. Syahir Natsir, SE.,M.Si dan Anggota Tim Pembimbing Harnida Wahyuni Adda, SE.,M.A.,P.hD. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian, terutama bagi diri penulis.

7 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Diklat Dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

NASKAH PUBLIKASI Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Diklat Dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Badan Diklat dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 77 karyawan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 15. Teknik sampling yang dipakai adalah metode sensus dan teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dengan analisis faktor, uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Uji asumsi klasik dan analisis regresi liner berganda, untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN DIKLAT DAN LITBANG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SRAGEN

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN DIKLAT DAN LITBANG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SRAGEN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Badan Diklat dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 77 karyawan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 15. Teknik sampling yang dipakai adalah metode sensus dan teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dengan analisis faktor, uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Uji asumsi klasik dan analisis regresi liner berganda, untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN NGAWI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN NGAWI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Motivasi adalah dorongan, upaya dan keinginan yang ada di dalam diri ma- nusia yang mengaktifkan, memberi daya serta mengarahkan perilaku untuk melak- sanakan tugas-tugas dengan baik dalam lingkup pekerjaannya” (Hakim, 2006: 44). Robbins (2006: 32) mendefinisikan ”Moti- vasi sebagai proses yang ikut menentu- kan intensitas, arah, dan ketekunan indi- vidu dalam usaha mencapai sasaran”. Menurut Samsudin (2010: 281) menge- mukakan bahwa ”Motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan”, sedangkan menu- rut Liang Gie dalam Samsudin menyata- kan bahwa ”Motivasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh manajer dalam mem- berikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawan- nya, untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu”. Peneliti telah menguji pengaruh antara motivasi dengan kinerja karyawan, diantaranya adalah penelitian yang dila-
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Diklat Dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

PENDAHULUAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Diklat Dan Litbang Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

Menurut penelitian Setiyawan dan Waridin (2006) kinerja karyawan merupakan hasil atau prestasi kerja karyawan yang dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan oleh pihak organisasi. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Terdapat faktor negatif yang dapat menurunkan kinerja karyawan, di antaranya adalah menurunnya keinginan karyawan untuk mencapai prestasi kerja, tingkat absensi yang kurang, kurangnya ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan sehingga kurang menaati peraturan, serta program kerja yang tidak tercapai.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA PARIAMAN ARTIKEL

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA PARIAMAN ARTIKEL

Hasil studi juga menunjukan bahwa hipotesis 6 yang menyatakan Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja Pegawai dengan Kepuasan kerja sebagai variabel intervening terbukti dan diterima. Pada tahap ini pengaruh variabel kepemimpinan (X1) tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y) karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,554. Hal ini dapat diartikan bahwa kepuasan kerja (Z) berperan sebagai variabel full intervening antara kepemimpinan (X1) dan kinerja (Y). Temuan ini memberikan makna bahwa kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai mampu memediasi hubungan antara kepemimpinan yang diterima oleh pegawai dengan kinerja yang dihasilkannya. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Taruno dkk (2011), Melmambessy (2008), Brahmasari dan Agus (2009), Soegihartono (2012).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects