Top PDF Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Lembaga Pendidikan Islam Dasar Di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan  Lembaga Pendidikan Islam Dasar Di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Lembaga Pendidikan Islam Dasar Di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

This study aims to: (1) describe the Leadership of Women's School Principals in Nglegok, Blitar Regency; (2) describing the factors that support and hinder the leadership of women school principals in Nglegok, Blitar Regency. This research is a qualitative research. The research sites are Islamic Elementary Echool “Kreatif Zaid Bin Tsabit”, Primary School Ngoran 02, and Integrated Islamic Elementary School Wildan Mukholladun Nglegok Blitar. Resource persons for the study are principals, teachers, and operators. Data collection uses participant observation, interviews, and documentation. Data validity uses triangulation with data sources. Data analysis techniques by data reduction, data presentation, data analysis, drawing conclusions, and verification. The results showed: (1) Leadership of female school principals in Nglegok Sub-District, Blitar Regency had been going well, it was proven that the school principal had carried out several strategic policies. (2) Factors that support the leadership of female school principals in Nglegok District, Blitar Regency include: government policies, technological advances, increased awareness of the potential and existence of women, state recognition of women's potential, human rights enforcement and a democratic system. While the inhibiting factors are rigidity in interpreting the text of religion, feelings of doubt and lack of confidence in some women.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI

HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI

Dasar mereka (kalangan Islam) adalah Al-Quran, yaitu Surat An-Nissa ayat 34, yang berbunyi: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain wanita”. Sedangkan dalam Kitab Bibel memerintahkan hal yang senada dengan Qur’an, yaitu menolak wanita bila dijadikan pemimpin dikalangan ummat-ummatnya. Dasarnya adalah Kitab Perjanjian Baru yang dicantumkan dalam Kitab Bibel : 1Timothius 2:12 yang berbunyi :’Tiada Aku mengizinkan seorang perempuan mengajar atau memerintah atas laki-laki, (tetapi) hendaklah ia berdiam diri”. Dengan keterangan Al-Kitab ini manjadi jelaslah bagi kalangan ummat Nasrani, bahwa Tuhan Yesus dan Tuhan Bapak melalui Firman-Nya telah melarang ummat-Nya untuk mengangkat wanita sebagai pemimpin untuk memerintah mereka.Ayat ini otomatis menjadi pedoman yang jelas bagi ummat Nasrani, bahwa ajaran iman mereka menolak bila wanita dijadikan pemimpin ummat, siapapun dia dan darimana pun datangnya (Kadarwati, 1999).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan di Madrasah Ibtida’iyah se Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan di Madrasah Ibtida’iyah se Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas

Kepala sekolah yaitu orang yang mendorong, mempengaruhi, membimbing, mengarahkan para pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan orang tua siswa untuk bekerja sama dalam proses pencapaian tujuan. Peran kepala sekolah sangatlah penting dalam proses keberlangsungan dan keberhasilan suatu lembaga pendidikan, yang perlu adannya kepala sekolah yang mampu dalam mengambil keputusan atau berbagai persoalan yang ada di lingkungan madrasah yang di pimpinnya. Di mana kepemimpinan tidak terbatas oleh jenis kelamin, karena baik laki-laki maupun perempuan memiliki potensi yang sama dalam memimpin. Dan gaya kepemimpinan yang di anut oleh kepala madrasah dalam menjalankan kepemimpinanya secara tidak langsung dapat meningkatakan kualitas pemebelajaran di madrasah.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI.

Salah satu tolak ukur guru sebagai tenaga pengajar profesional adalah kinerja guru dalam mengajar pada tingkatan institusional, instruksional dan eksperiensial (Surya,2005:4). Hal ini menunjukkan guru merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memegang peranan pokok dan strategis di tingkat operasional dalam lembaga pendidikan yang mampu mendayagunakan faktor- faktor sumber daya yang ada dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat operasional, sehinga mutu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Peranan guru sebagai pelaku utama dalam tingkatan institusional, instruksional dan ekperiensial dipertegas dan diperluas dengan diimplementasikannya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR.

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR.

Studi yang berkaitan dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan (Mulyasa, 2009, hlm. 24). Kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah (Wahjosumidjo, 2010, hlm. 82). Lebih lanjut Supriadi (Suhardiman, 2012, hlm. 17) menyatakan bahwa; “Erat hubungannnya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunnya perilaku nakal peserta didik. Penelitian Edmonds (dalam Sagala, 2012, hlm 149) menyimpulkan bahwa tidak akan pernah ditemui lembaga pendidikan yang baik dipimpin oleh “pemimpin yang mutunya rendah”. Dengan kata lain lembaga pendidikan yang baik akan dipimpin oleh pemimpin yang baik pula.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar

Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar

Kualitas gaya kepemimpinan situasional juga dapat diukur dengan penetapan sasaran hasil dengan syarat yaitu sasaran individual harus mendukung pencapaian sasaran tingkat yang lebih tinggi dan diupayakan untuk disepakati oleh pihak yang berkepentingan secara langsung serta sasaran hasil itu dapat dicapai dengan tidak terlalu sulit dan tersedianya indikator kualitas kerja, baik individu maupun kelompok yang dapat diukur untuk setiap sasaran yang akan mewujudkan kemajuan ke arah sasaran untuk dipantau dan dievaluasi. Jadi pada prinsipnya bahwa gaya kepemimpinan situasional disini yang dimaksudkan adalah suatu pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan untuk dilaksanakan oleh bawahan dan dihasilkan dalam meningkatkan kinerja pegawai
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR STUDI KASUS KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI GIRIMARGO 1  KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR STUDI KASUS KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI GIRIMARGO 1.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR STUDI KASUS KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI GIRIMARGO 1 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR STUDI KASUS KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI GIRIMARGO 1.

Penelitian ini memunculkan teori hasil penelitian sebagai berikut : 1) kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan efektif, sehingga dalam tugasnya bila dijalankan dengan baik maka akan memudahkan dalam pencapaian tujuan. 2) kepala sekolah menampilkan nilai-nilai kepemimpinan yang baik, sehingga dalam menjalankan tugasnya kepala sekolah dapat dijadikan contoh / suri tauladan bagi guru-guru. Hal ini akan memudahkan dalam pencapaian tujuan.

14 Baca lebih lajut

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Pendidikan Agama Islam (PAI) sangatlah berpengaruh terhadap perilaku peserta didik. Di Indonesia, Pendidikan Agama termasuk kurikulum wajib yang harus di pelajari oleh peserta didik di lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pendidikan agama di sekolah memiliki peranan penting dalam pembinaan generasi bangsa Indonesia, hal ini ditandai dengan kemajuan-kemajuan luar biasa dalam pembangunan, baik dalam menciptakan manusia yang berakhlakul karimah, memiliki spiritualitas yang tinggi hingga memiliki fungsi yang dibutuhkan oleh agama, maupun masyarakat bangsanya. Hal ini seiring dengan Pendidikan Agama Islam dinilai pula memberikan sumbangsi bagi terdidiknya anak-anak bangsa yang senantiasa memiliki asas-asas ketauhidan sesuai dengan prinsip Islam dalam kehidupannya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kepemimpinan Transformasional bagi Kepala Sekolah Dasar

Kepemimpinan Transformasional bagi Kepala Sekolah Dasar

• • Bantu guru bekerja cerdas dengan cara secara aktif mencari pemaknaan yang berbeda dan meninjau kembali asumsi-asumsi yang dipegang, memposisikan masalah individu pada perspektif ya[r]

22 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Sekolah Kreatif SD Muhtadin (SD Muhammadiyah Kota Madiun).

DAFTAR PUSTAKA Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Sekolah Kreatif SD Muhtadin (SD Muhammadiyah Kota Madiun).

Nazir, Muhammad. 1988. Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, Agus P, Nurtanio… Mengembangkan Perilaku Assertif Kepala Sekolah, Jurnal International Fakultas Ilmu Pendidikan universitas Negeri Yogyakarta. Oemar Hamalik, 2002, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi,

4 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN LEMAHSUGIH KABUPATEN MAJALENGKA.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN LEMAHSUGIH KABUPATEN MAJALENGKA.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah berkontribusi terhadap efektivitas sekolah. Hal ini membuktikan bahwa iklim sekolah yang kondusif merupakan salah satu syarat yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan produktif. Iklim sekolah adalah suasana kerja di sekolah yang ditandai dengan adanya rasa aman dan nyaman, terjadinya interaksi yang baik antar personil, adanya keterbukaan, terciptanya suasana yang ceria, tradisi-tradisi, dan pelaksanaan kerja dan personalia tersebut yang dilandasi rasa tanggung jawab dan kepuasan kerja. Adanya hubungan yang baik antar personil akan berpengaruh terhadap munculnya tingkah laku sosial. Iklim kerja sekolah yang terbuka akan memberikan dorongan untuk menjajaki gagasan-gagasan dan cara baru guna mengerjakan sesuatu. Meskipun secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan iklim sekolah sudah kondusif, namun masih perlu peningkatan pada dimensi adanya dukungan pemimpin, pengawasan dan disiplin kerja. Dimensi ini perlu mendapat perhatian karena suasana kerja tidak akan kondusif apabila tidak ada dukungan pemimpin, pengawasan dan disiplin kerja. Dalam hal ini kepala sekolah perlu memberikan dukungan dan peluang dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi dari para anggota organisasi untuk berinovasi, lebih bebas mencari cara-cara baru dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepala sekolah hendaknya mensosialisasikan kebijakan-kebijakan sekolah yang telah dibuat agar dapat dipahami oleh seluruh guru dan staf sekolah. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sekolah sudah cukup
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KEPEMIMPINAN  KEPALA  SEKOLAH DASAR  DI SD NEGERI 1 NAMBUHAN  Pemberdayaan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.

PEMBERDAYAAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 1 NAMBUHAN Pemberdayaan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.

6. Kepala sekolah dan guru di SD Negeri 1 Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian, memberikan informasi dan atas kerjasama selama proses penelitian. 7. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP SEKOLAH EFEKTIFDI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GEGESIK KABUPATEN CIREBON.

PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP SEKOLAH EFEKTIFDI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GEGESIK KABUPATEN CIREBON.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa mengingat pengaruhnya yang signifikan terhadap sekolah efektif, maka perilaku kepemimpinan instruksional perlu juga diaplikasikan bukan hanya oleh kepala sekolah tetapi juga pejabat struktural pada level UPT/UPTD Pendidikan di Kecamatan. Selain hal itu perlu juga dilakukan kajian dan penelitian yang lebih lanjut khususnya mengenai variable kepemimpinan instruksional, hal ini karena konsep tentang kepemimpinan instruksional masih relatif baru, dan belum banyak dikaji dalam penelitian di Indonesia.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH WANITA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA.

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH WANITA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA.

Realisasi otonomi dalam bidang pendidikan diberikan pada tingkat sekolah dengan anggapan bahwa sekolah sebagai lembaga tempat penyelenggaraan pendidikan yang merupakan sebuah sistem dengan memiliki berbagai perangkat dan unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Secara internal sekolah memiliki perangkat kepala sekolah, guru, murid, kurikulum, sarana dan prasarana. Sementara secara eksternal sekolah memiliki dan berhubungan dengan instansi lain baik secara vertikal maupun horisontal yang sama-sama ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sekolah merupakan organisasi penyelenggara pendidikan yang langsung berhubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) sehingga sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman vang dihadapinya. Oleh karena itu perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan harus melibatkan sekolah sebagai penyelenggara terdepan dalam proses pendidikan. Otonomi pengelolaan sekolah mengandung arti bahwa sekolah diberi keleluasaan dalam mengelola sumber dayanya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah. Otonomi sekolah merupakan suatu upaya menampilkan kemandirian sekolah melalui pemberdayaan semua potensi yang tersedia ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pola Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam  melalui Kepemimpinan Kepala Madrasah Yang Ideal

Pola Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam melalui Kepemimpinan Kepala Madrasah Yang Ideal

Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan dengan berbagai fungsi dan perannya, tentunya orang yang penting bertanggung jawab atas segala aktifitasnya serta maju atau mundur, baik atau jelek, kualitas atau tidaknya sebuah pendidikan yang dipimpinnya. Maka tidak mengherankan bila dia di sebut sebagai orang pertama dan utama atas eksistensinya serta mutu pendidikan yang dipimpinnya. Apalagi sampai kini kita masih kesulitan untuk menghilangkan kesan, anggapan dan image masyarakat, bahwa sekolah yang berlebel Islam di sebut pendidikan kedua “second claas” dan bukannya lembaga First class atau lembaga unggulan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Apalagi dalam menghadapi kompetesi yang begitu ketat, baik antara lembaga pendidikan maupun outputnya, maka langkah-langkah dan inovasi pendidikan merupakan suatu yang tidak bisa ditawarkan lagi dan harus diwujudkan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Peran Dan Koordinasi Stakeholder Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar

Peran Dan Koordinasi Stakeholder Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar

Keberhasilan operasionalisasi kebijakan pengembangan kawasan minapolitan di kecamatan Nglegok sangat dipengaruhi oleh pemangku kepentingan atau stakeholder baik sebagai subject atau object dari kebijakan minapolitan. Menurut Gonsalves et al. yang dikutip oleh Iqbal (2007, h.90) menyebutkan bahwa stakeholder adalah siapa yang memberikan dampak dan/atau yang terkena oleh dampak dari suatu program, kebijakan, dan/atau pembangunan. Mereka bisa sebagai individu, kelompok, komunitas, atau suatu lembaga yang terdapat dalam setiap tingkat golongan masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut maka stakeholder pada pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Nglegok merujuk kepada anggota Tim Koordinasi dan Kelompok Kerja sesuai dengan Keputusan Bupati Blitar nomor 188/172/KPTS/409.012/2012 tentang Penetapan Tim Koordinasi dan Kelompok Kerja Pengembangan Kawasan Minapolitan Kabupaten Blitar. Stakeholder yang terlibat tersebut adalah : Bupati Blitar; Bappeda; Dinas Kelautan dan Perikanan; Dinas PU Binamarga dan Pengairan; Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang; Dinas Pertanian; Dinas Koperasi dan UMKM; Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya, dan Pariwisata; Dinas Perindustian dan Perdagangan; Badan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (3)

KEPEMIMPINAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (3)

Kepemimpinan sebagai seni mempengaruhi orang lain, orway tead cenderung memandang kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin. Hal tersebut mencerminkan kurangnya pengakuan hak, keinginan dan kebutuhan anggota kelompok atau tradisi serta norma kelompok.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU  PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SDIT Nur Hidayah Surakarta. Populasi dalam penelitian adalah semua guru SDIT Nur Hidayah Surakarta berjumlah 70 guru. Sampel diambil sebanyak 32 guru dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, uji t, koefisien determinasi, dan sumbangan efektif.

17 Baca lebih lajut

Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar

Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar

Kewirausahaan dalam dimensi kompetensi kewirausahaan memiliki makna nilai-nilai jiwa kewirausahaan serta semangat saling berintegrasi dan bersinergi. Kewirausahaan yang berintegritas menekankan pada karakteristiknya atau sifat- sifatnya, yakni kepala sekolah yang bersifat jujur, inovatif, pekerja keras, memiliki motivasi yang kuat, pantang menyerah, selalu mencari solusi terbaik, serta memiliki naluri kewirausahaan. Karakteristik itu untuk usaha mengembangkan sekolah, keberhasilan sekolah, melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin, menghadapi kendala yang terjadi di sekolah, dan mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah sebagai sumber belajar,tentunya memberikan manfaat besar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects