Top PDF Kesehatan Lingkungan dan Pola Hidup Masyarakat

Kesehatan Lingkungan dan Pola Hidup Masyarakat

Kesehatan Lingkungan dan Pola Hidup Masyarakat

Dalam PPRI Nomor 66 tahun 2014 disebutkan bahwa Kesehatan lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan/ atau gangguan kesehatan dari faktor resiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi maupun sosial (pasal 1 ayat 1). Untuk mencegah terjadinya degradasi atau kerusakan lingkungan dibutuhkan standar batu mutu yang ditetapkan pemerintah. Standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan lingkungan ditetapkan pada media lingkungan yang meliputi air, udara tanah, pangan, sarana dan bangunanan, vektor dan binatang pembawa penyakit. Sedangkan media lingkungan dimaksud berada pada permukiman, tempat kerja dan fasilitas umum, pasal 8 ayat 1 dan 2. Kesehatan lingkungan berkaitan erat dengan lingkungan hidup yang pada dasarnya terkait dengan perilaku manusia dan mahluk hidup lainya. Pada UU Nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup disebutkan bahwa Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya. Untuk mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup, Pemerintah telah mengeluarkan PP 34. MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2017 yang menyebutkan bahwa Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemanaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan pengawasan dan penegakan hukum. Kriteria yang digunakan untuk menghitung IKLH adalah : (1) Kualitas Air, yang diukur berdasarkan parameter-parameter TSS, DO, BOD,COD, Total Fosfat, Fecal Coli, dan Total Coliform; (2) Kualitas udara, yang diukur berdasarkan parameter-parameter: SO 2
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pola Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak pada Masyarakat Pendatang

Pola Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak pada Masyarakat Pendatang

Hasil pemeriksaan yang baik dilakukan sedini mungkin dan dilakukan makin sering sesuai dengan nasihat petugas. Ibu hamil yang cenderung makin sering melakukan pemeriksaan kehamilan, merupakan langkah awal yang baik untuk menjaga kelangsungan hidup bagi ibu hamil maupun bayinya. Tidak hanya ibu sebagai pasien yang harus mentaati petunjuk, dan petugas kesehatan harus dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar supaya ibu yang telah sadar memeriksakan kehamilan mendapat pelayanan dan hasil pemeriksaan yang memuaskan. Karena dengan pemeriksaan yang baik dapat mendeteksi dini kemungkinan kelainan kehamilan, pada keadaan selanjutnya akan menurunkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayinya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SIKAP TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SIKAP TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT

Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal (dari dalam diri manusia) maupun faktor eksternal (di luar diri manusia). Faktor internal ini terdiri dari faktor fisik dan fsikis. Faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor, antara lain sosial, budaya masyarakat, lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik individu, kelompok, maupun masyarakat dikelompokan menjadi empat (Blum, 1974) mengemukakan bahwa berdasarkan urutan pengaruh terhadap kesehatan, yaitu: (1) Lingkungan, yang mencakup lingkungan fisik, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya, (2) perilaku, (3) pelayanan kesehatan, (4) Hereditas (keturunan).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Memaknai Pentingnya Perawatan Kesehatan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

Memaknai Pentingnya Perawatan Kesehatan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

sehat. Kedua, terhadap pembentukkan peilaku sehat. Dengan memaknai kedua hal tersebut maka amat diharapkan setiap program pembangunan yang diselenggarakan di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap terbentuknya lingkungan dan perilaku sehat tersebut. Sedangkan secara mikro, semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus dapat makin mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh anggota masyarakat. Jika diketahui pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tersebut akan lebih efektif dan efisien jika dilaksanakn melalui upaya promotif dan preventif, bukan upaya kuratif dan rehabilitatif, maka seyogyanyalah kedua pelayanan yang pertaama tersebut dapat lebih diutamakan. Untuk terselengggaranya
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Aktualisasi Kebijakan Investasi Berbasis Lingkungan Hidup Melalui Pola Pembangunan Kota Di Surakarta

Aktualisasi Kebijakan Investasi Berbasis Lingkungan Hidup Melalui Pola Pembangunan Kota Di Surakarta

Daerah ( RPJMD ) Kota Surakarta tahun 2010-2015 salah satu agenda pembangunan adalah agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat agenda ini merupakan upaya nyata yang akan dilaksanakanuntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana telah diatur dalam Undang- Undang Penanaman Modal, maka tiap-tiap pemerintah daerah menjadi penyelenggara investasi di daerahnya. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Surakarta sebagai salah satu pemerintah daerah yang ramai dengan investor dalam maupun luar negeri belum memiliki peraturan daerah tentang penanaman modal. Padahal ketersediaan paraturan daerah sangat penting bagi suatu daerah, utamanya bagi Pemerintah Kota Surakarta. Total investasi menurut Kantor Penanaman Modal (KPM) dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Hingga Agustus 2011, telah mencapai Rp 1,7 triliun dan diperkirakan di tahun 2012 ditargetkan mencapai Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Nilai investasi tinggi ini, didukung pembangunan sedikitnya tiga hotel baru di Solo. 14
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendapatan Dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan

Pengaruh Pendapatan Dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan

Kebutuhan fisiologis terdiri dari kebutuhan dasar, dan yang bersifat primer. Kadang-kadang mereka dinamakan kebutuhan- kebutuhan biologikal dalam lingkungan kerja modern dan termasuk di dalamnya keinginan untuk mendapatkan pembayaran (upah/gaji), libur, rencana-rencana pensiun, periode-periode istirahat, lingkungan kerja yang menyenangkan, penerangan yang baik dan pada tempattempat kerja tertentu fasilitas AC. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak yang harus dipenuhi paling utama oleh manusia dalam menjalankan kehidupan kesehariannya. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya, besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Meningkatkan Status Kesehatan Melalui Pendidikan Kesehatan dan Penerapan Pola Hidup Sehat

Meningkatkan Status Kesehatan Melalui Pendidikan Kesehatan dan Penerapan Pola Hidup Sehat

Hidup sehat m em er lukan sit uasi, kondisi, dan lingk ungan y ang sehat . Oleh kar ena it u, kondisi lingkungan per lu benar - benar diper hat ikan agar t idak m er usak kesehat an. Kesehat an lingkungan har us dipelihar a agar m endukung kesehat an set iap or ang yang hidup di sekit ar nya. Mem elihar a ber ar t i m enj aga keber sihannya. Lingkungan kot or dapat m enj adi sum ber penyakit .

6 Baca lebih lajut

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah di Bidang Lingkungan Hidup

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah di Bidang Lingkungan Hidup

Latar belakang penelitian ini dilakukan bahwasanya di tingkat daerah dengan semangat otonomi daerah, daerah memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan potensi lokal demi kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal oleh karena itu Pemerintah Daerah melakukan kegiatan pembangunan daerah dengan menyusun kebijakan-kebijakan strategisnya. Negara Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis memberikan jaminan perlindungan terhadap hak setiap warga negara (Hak Asasi Manusia) untuk berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan di segala bidang kehidupan demi kesejahteraannya. Dalam kajian ini pola hubungan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam pembangunan daerah di bidang lingkungan hidup difokuskan pada partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah dan kebersihan kota yang secara yuridis dijamin oleh Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Persampahan Dan Kebersihan Kota Kabupaten Polewali Mandar junto Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 8 Tahun 2012 tentang Partisipasi Masyarakat. Oleh karena itu permasalahan yang dirumuskan adalah bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan kebersihan kota di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat? Metode pendekatan yang digunakan adalah peraturan perundang- undangan (statute approach) dengan menelaah keberadaan berbagai produk hukum daerah yang memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengelola sampah dan kebersihan kota di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ASPEK HUKUM KESEHATAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DIDALAM MAUPUN DILUARDISEKITAR PABRIK

ASPEK HUKUM KESEHATAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DIDALAM MAUPUN DILUARDISEKITAR PABRIK

Pembangunan Kawasan Industri (Pabrik) Pada dasarnya kegiatan industri dapat digo- longkan kedalam 2 (dua) bentuk utama, yaitu: Per- tama industri yang mengolah sumber alam sebagai bahan baku secara langsung, dan Kedua industri yang mengolah hasil industri lebih lanjut menjadi berbagai bentuk hasil. (Jhantami, 1993:13-14). Kedua bentuk tersebut mempunyai keluasan dam- pak lingkungan yang berbeda. Bentuk pertama lebih berhubungan dengan perusakan sumber alam dan media lingkungan. Bentuk kedua lebih banyak ber- hubungan dengan pembuangan kembali limbah ke alam, baik itu berupa sisa-sisa bahan baku maupun sisa-sisa bahan kimia pembantu yang tidak terpakai. Keduanya mempunyai pola pengelolaan lingkungan yang berbeda dalam upaya mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan manfaatnya. Didalam pengelolaan industri, tahap perencanaan investasi merupakan tahap awal yang penting, karena me-
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLA KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

POLA KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

1. Aparatur Negara merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan Good Governance bersama dengan dua pilar lainnya, yaitu dunia usaha (corporate governance) dan masyarakat (civil society). Ketiga unsur tersebut harus berjalan selaras dan serasi sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

40 Baca lebih lajut

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup pada Mahasiswa Pgsd melalui Pengelolaan Sampah Pola 3r

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup pada Mahasiswa Pgsd melalui Pengelolaan Sampah Pola 3r

Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab instansi tertentu saja, tetapi permasalahan sampah khususnya di ruteng Manggarai-Flores NTT sudah menjadi tanggungjawab pihak-pihak terkait (Stakeholder) seperti masyarakat adat, organisasi masyarakat, lembaga pemerintah maupun dunia pendidikan. Dunia pendidikan, baik pendidikan Dasar, Menengah maupun dalam pendididkan tinggi bertanggungjawab dalam menumbuhkan pola kebiasaan pada siswa dalam pengelolaan sampah. Mahasiswa sebagai ujung tombak penerus generasi muda sudah semestinya diberi fondasi dan bekal yang kuat dalam rangka peduli dan menjaga keutuhan ciptaanNya, hingga terjadi internalisasi nilai yang berupa perubahan tersistem berupa nilai-nilai yang sudah membudaya yaitu kalau nilai tersebut tidak dilakukan justru terasa aneh. (Amanah, 2015: 30)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

makalah kesehatan lingkungan masyarakat (1)

makalah kesehatan lingkungan masyarakat (1)

Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam rumah, terutama cahaya matahari, di samping kurang nyaman, juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya dalam rumah akan menyebabkan silau dan akhirnya dapat merusak mata. Ada dua sumber cahaya yang dapat dipergunakan, yakni :

13 Baca lebih lajut

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Pertambangan. Kuliah 3 Peraturan Perundang-undangan Lingkungan Hidup

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan Pertambangan. Kuliah 3 Peraturan Perundang-undangan Lingkungan Hidup

2.  sebagai alat untuk menuju kualitas lingkungan yang lebih baik, membangun kerjasama yang harmonis antara dunia industri dengan lingkungan sekitarnya untuk mencapai industri yang beretika yang pada akhirnya memberikan manfaat optimal bagi industri itu sendiri dan masyarakat sekitarnya.

28 Baca lebih lajut

BAB III PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN UPAYA PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP 3.1 PERLINDUNGAN HUKUM PREVENTIF DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP - PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SES

BAB III PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN UPAYA PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP 3.1 PERLINDUNGAN HUKUM PREVENTIF DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP - PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SES

Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk Usaha dan/atau Kegiatan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dengan diterapkannya prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dalam proses pelaksanaan pembangunan, dampak terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas pembangunan tersebut dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat disiapkan sedini mungkin. Perangkat atau instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan hal tersebut adalah Amdal dan UKL-UPL. Pasal 22 Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan bahwa setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal. Amdal tidak hanya mencakup kajian terhadap aspek biogeofisik dan kimia saja, tetapi juga aspek sosial ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting, sesuai dengan ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diwajibkan untuk memiliki UKL-UPL. Pelaksanaan Amdal dan UKL- UPL harus lebih sederhana dan bermutu, serta menuntut profesionalisme, akuntabilitas, dan integritas semua pihak terkait, agar instrumen ini dapat digunakan sebagai perangkat pengambilan keputusan yang efektif.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pola Hidup Sehat

Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pola Hidup Sehat

Pemerintah berupaya untuk menjaga kesehatan bagi lansia dengan menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lansiaseperti puskesmas (UU RI, 2009). Akan tetapi, lansia sendiri kurang dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada karena jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu posyandu lansia merupakan salah satu wujud upaya untuk menangani kesehatan masyarakat usia lanjut.

7 Baca lebih lajut

Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup 29

Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup 29

value sebesar 0.000 atau (p<0.05) yang berarti ada pengaruh perbedaan secara nyata rata-rata sikap responden sebelum dan setelah diberi perlakuan (penyuluhan), oleh karena (p < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perbedaan secara nyata rata-rata sikap responden sebelum dan setelah diberi perlakuan (penyuluhan). Sehingga dapat diartikan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu tentang ASI Eksklusif sesudah diberikan penyuluhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan Suryaningsih (2013), yang menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan rerata pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN HIDUP DI PT. POLYPET KARYAPERSADA CILEGON

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN HIDUP DI PT. POLYPET KARYAPERSADA CILEGON

Dengan tersedianya personil yang bertugas, fasilitas dan sarana, agar kegiatan menghadapi keadaan darurat terencana dan berhasil, maka PT. Polypet Karyapersada memberikan pelatihan penanggulangan keadaan darurat kepada seluruh karyawannya. Hal tersebut telah ssuai dengan kepmenaker No.186/MEN/1999 bab I pasal 2 ayat 2 huruf e tentang penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala. Untuk mengatasi keadaan darurat yang besar PT. Polypet Karyapersada telah menjalin kerja sama dengan industri-industri kimia lainnya di kawasan Ciwandan yang tergabung dalam Ciwandan Emergency Response Team (CERT). Selain dengan CERT juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Cilegon dan masyarakat sekitar perusahaan .
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

POLA HIDUP YANG TIDAK BAIK Vs POLA HIDUP (1)

POLA HIDUP YANG TIDAK BAIK Vs POLA HIDUP (1)

Bebas dari obat-obatan, tidak hanya Narkoba, obat-obatan jiuga akrab kehidupan kita sehari- hari, dari obat sakit kepala, obat Maag, di area flu, Rematik, Asam urat dan penyakit-penyakit yang timbul akibat masalah-masalah kesehatan lingkungan lainnya. Mungkinkah kita bisa bebas dari obat-obatan itu ? sekarang ini banyak yang pusing kepala memikirkan biaya sekolah yang mahal.

13 Baca lebih lajut

17682806 makalah kesehatan tentang lingkungan hidup

17682806 makalah kesehatan tentang lingkungan hidup

organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Lihat gambar 8.19. Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle).Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse). Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum. Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Selain penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan (reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-slogan reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...