Top PDF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

Jika ditinjau dari faktor penyebab kecelakaan kerja , Penyebab utamanya adalah kualitas tabung gas yang tidak layak terisi Acetyline (C2H2). Selain itu yang menimbulkan tabung gas meledak karna ada percikan listrik atau api sehingga membuat tabung gas yang bocor tersebut atau sudah tidak layak tersebut terbakar dan meledak.

27 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP  EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA.

EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA.

a. Klasifikasi responden berdasarkan usia ................................... ..... .... .. 32 2 b. Klasifikasi responden berdasarkan jenis kelamin .......................... 3 32 2 c. Klasifikasi responden berdasarkan pengalaman kerja ................... 33 3 d. Klasifikasi responden berdasarkan pendidikan terakhir ............... .. 34 4 4 4.4 Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K K3) pada Proye yek k Ko Kons nstr truk uksi di Yogyak kar arta ta ........... ........................ .. ............. 3 35 5 4.4.1 1 Ti Tinj njua uan n pe per r as aspe pek k .. ........... ..... ... ...................................................... 3 39 9 a. Kebijakan Kesela lama mata tan dan Kesehatan Kerja (K3) ........... ... 3 39 9 b. Pelatihan keselamata t n dan kesehatan kerja .................... .. ..... .. 4 40 c. Keselamatan dan kesehatan pekerja ........................ .. ........ ..... . . . 4 40 d d. Ke Kese sela lama mata tan n da dan keseha hata tan n li ling ngku kung ngan k kerja ja ....... ........ .. ....... ... 41
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KINERJA PADA KARYAWAN PT. PLN PERSERO SURAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KINERJA PADA KARYAWAN PT. PLN PERSERO SURAKARTA.

Berdasarkan kondisi seperti yang dijelaskan diatas, kerugian akibat kecelakaan dan terganggunya kesehatan seseorang akan sulit diatasi jika pihak manajemen tidak menyadari pentingnya program keselamatan dan kesehatan kerja karena pentingnya program tersebut yaitu sebagai salah satu alat manajemen untuk meningkatkan kinerja. Oleh karena itu, program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting karena ketika karyawan memberikan persepsi yang baik tentang program keselamatan dan kesehatan kerja, maka akan mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan karyawan akan lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja sehingga dalam bekerja, karyawan akan menunjukkan kinerja yang baik. Persepsi tentang program keselamatan dan kesehatan kerja itu bisa timbul ketika para karyawan mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan oleh perusahaan dimana setelah karyawan tersebut merasakan bahwa jaminan keselamatan dan kesehatan kerja dapat mendukung bagi aktivitas kerja karyawan lalu karyawan bisa memberi opini dan penilaian (Ruky, 2002). Bila karyawan merasa sehat dan aman dalam bekerja maka akan mempengaruhi dalam bekerja.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI.

TINJAUAN PUSTAKA STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI.

Aspek ketenagakerjaan dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada bidang konstruksi diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per-01/MEN/1980 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Konstruksi Bangunan. Peraturan ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum maupun pada tiap bagian konstruksi bangunan. Peraturan ini lebih ditujukan untuk bagian konstruksi bangunan, sedangkan untuk jenis konstruksi lain masih banyak aspek yang belum tersentuh. Disamping itu, besarnya sanksi untuk pelanggar terhadap peraturan ini masih sangat minim yaitu senilai seratus ribu rupiah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Keselamatan Kesehatan Kerja K3 docx

Keselamatan Kesehatan Kerja K3 docx

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu modal utama kesejahteraan tenaga kerja secara keseluruhan dan kestabilan perusahaan. Karena itu, setiap pekerja berhak atas keselamatan dan kesehatan kerja sebagai modal yang asasi untuk dapat menjalankan aktivitasa yang produktif dan perusahaan wajib melaksanakan program K3 secara konsisten sesuai dengan standar yang berlaku. Sebab, para pekerja baik di sektor swasta maupun pemerintah, sektor formal maupun informal pada hakekatnya merupakan jantungnya organisasi dan motornya produktivitas.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 (1)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 (1)

Gangguan keselamatan dan kesehatan kerja dapat terjadi dimana-dimana, baik secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya kerugian ekonomi atau kesehatan.dalam suatu proses yang sederhana maupun dalam proses-proses yang berat. Dengan meningkatnya proses industrialisasi dan pemakaian teknologi yang makin maju pada dewasa ini dan dimasa yang akan datang, akan memberikan kemungkinan yang besar timbulnya pengaruh terhadap pekerja, khususnya menyangkut keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

LATAR BELAKANG KEBIJAKAN LATAR BELAKANG KEBIJAKAN • K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak Kecalakaan kerja yang terjadi masih tinggi • Kecalakaan kerja yang t[r]

36 Baca lebih lajut

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA CV. YUDHISTIRA DI BOYOLALI.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA CV. YUDHISTIRA DI BOYOLALI.

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui dasar hukum peraturan K3 yang diterapkan pada CV. Yudhistira. Mengetahui kebijakan yang dilaksanakan CV. Yudhistira tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mengetahui upaya-upaya pengendalian resiko bahaya yang dilakukan untuk mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi tenaga kerja di CV. Yudhistira. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitif yaitu dengan menginteprestasikan (membaca, menyimak dan membandingkan) data yang ada kemudian menguraikan untuk menarik kesimpulan. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer meliputi hasil wawancara langsung dengan pihak yang terkait, dalam hal ini dengan staf dan karyawan CV. Yudhistira. Data sekunder diperoleh dari buku-buku, peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Yudhistira telah menetapkan peraturan-peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai regulasi perundang-undangan yang berlaku. CV. Yudhistira telah menerapkan kebijakan dalam perlindungan tenaga kerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan baik. Upaya pengendalian potensi bahaya yakni dengan melaksanakan kewajiban dan hak pengusaha dalam keselamatan kerja serta melaksanakan kewajiban dan hak tenaga kerja dalam keselamatan kerja. Saran yang dapat diajukan adalah Perusahaan perlu menambah pengetahuan tentang dasar hukum yang mengatur tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja supaya dasar hukum yang dipakai lebih beragam serta penerapannya lebih ditingkatkan lagi supaya mencapai tujuan yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3

Sedangkan peraturan Menteri terkait K3 banyak dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kesehatan. Seperti peraturan Menaker yang mewajibkan perusahaan memeriksakan kesehatan pekerjanya sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pemeriksaan kesehatan khusus. Pelbagai peraturan lain juga dikeluarkan Menaker antaralain peraturan yang mengatur syarat-syarat K3 dalam pemakaian lift listrik untuk pengangkutan orang dan barang, K3 pada konstruksi bangunan, syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan, kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja, tentang Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik, dan beberapa peraturan lain. Menaker juga secara khusus mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMK3). Dalam peraturan ini dijelaskan mengenai tujuan dan sasaran system manajemen K3, penerapan system manajemen K3, audit system manajemen K3, mekanisme pelaksanaan audit dan sertifikasi K3. Dalam lampiran peraturan tersebut diuraikan mengenai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K3 Yang terdiri dari: Komitmen dan kebijakan, Perencanaan, Penerapan, serta Pengukuran dan Evaluasi. Menteri Kesehatan juga menelurkan sejumlah peraturan terkait pelaksaan K3. Antara lain Keputusan Menteri Kesehatan tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Pedoman Keamanan Laboratorium Mikrobiologi dan Biomedis, dan Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAGIAN IKM DAN IKK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAGIAN IKM DAN IKK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi/taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja, program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. 1,2
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  Analisis Mengenai Penilaian Mahasiswa TS UAJY Terhadap Penerapan K3 Pada Proyek Konstruksi.

TINJAUAN PUSTAKA Analisis Mengenai Penilaian Mahasiswa TS UAJY Terhadap Penerapan K3 Pada Proyek Konstruksi.

Pemerintah bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenaga Kerja menerbitkan surat keputusan bersama no.Kep.174/MEN/1986-104/KPTS/1986 : pedoman Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada tempat kegiatan konstruksi. Pedo man yang selanjutnya disingkat sebagai “Ped oman K3 ko nstruksi” ini merupakan pedoman yang bisa dianggap standar unutk K3 bagi konstruksi di Indonesia.

10 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA.

TINJAUAN PUSTAKA STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA.

Aspek ketenagakerjaan dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada bidang konstruksi diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per-01/MEN/1980 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Konstruksi Bangunan. Peraturan ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum maupun pada tiap bagian konstruksi bangunan. Peraturan ini lebih ditujukan untuk bagian konstruksi bangunan, sedangkan untuk jenis konstruksi lain masih banyak aspek yang belum tersentuh. Disamping itu, besarnya sanksi untuk pelanggar terhadap peraturan ini masih sangat minim yaitu senilai seratus ribu rupiah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

1352-KST-Airframe dan Powerplant

1352-KST-Airframe dan Powerplant

Standar Kompetensi Lulusan Kemampuan yang Diuji 1 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja K3 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja K3 2 Menerapkan konsephuman factor Meng[r]

2 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3(KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA.

STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3(KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP STUDI TENTANG PENGARUH DAN PELAKSANAAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA.

Penelitian dengan menggunakan analisis mean, standar deviasi, dan analisis regresi dilakukan pada proyek konstruksi yang sedang dikerjakan di wilayah Surakarta dan Yogyakarta yang menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penulis bermaksud mengetahui pelaksanaan program K3 serta pengaruhnya terhadap produktivitas tenaga kerja di Surakarta dan Yogyakarta dengan melakukan penyebaran kuesioner.

12 Baca lebih lajut

Hubungan Persepsi terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas.

Hubungan Persepsi terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Produktivitas.

Sebagai perusahaan yang banyak berhubungan dengan bahan-bahan berbahaya bagi pekerjanya misalnya bahan bakar NG (Natural Gas) dan H2 sebagai bahan pendukung. Bahan-bahan tersebut berpotensi terbakar apabila tidak dikelola dengan hati-hati. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan beberapa program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk melindungi karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Program-program tersebut antara lain : safety lecture, alat perlindungan diri (APD), tim tanggap darurat, pemantauan (monitoring), pelatihan penggunaan alat pemadaman api ringan (APAR), pembuatan simbol-simbol K3 di areal perusahaan, dan program kesehatan.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA K3

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA K3

variabelMotivasiKerja (Z) secara parsial, adalahsebagai berikutVariabel Motivasi Kerja (Z) merupakan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) hal ini ditunjukkan dengan signifikan t sebesar 0,003 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Motivasi Kerja (Z) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).Variabel kinerja karyawan memiliki rata – rata kurang dari 4, meskipun rata – rata kinerjakurangdari 4 masih termasuk dalam kategori yang baik karena masih berada dalam selang 3,5 – 4,2. Hal tersebut dikarena adanya beberapa karyawan yang memiliki K3 yang baik namun masih ada yang melakukan tindakan ketidak diplinan dalam melakukan kerja seperti saling bercanda saat bekerja yang dapat menyebabkan kelalaian dalam bekerja, hal tersebut yang harus mendapatkan perhatian lebih agar karyawan dapat lebih disiplin lagi dalam bekerja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

1352-KSP-Airframe dan Powerplant

1352-KSP-Airframe dan Powerplant

Standar Kompetensi Lulusan Kemampuan yang Diuji 1 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja K3 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja K3 Melaksanakan prosedur K3 2 Melaksana[r]

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG - GAMBARAN UPAYA SOSIALISASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. TELKOM WITEL BANTEN TIMUR GEDUNG GRAHA TELKOM BSD TANGERANG TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG - GAMBARAN UPAYA SOSIALISASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. TELKOM WITEL BANTEN TIMUR GEDUNG GRAHA TELKOM BSD TANGERANG TAHUN 2016

Menurut H. W. Heinrich dalam Notoatmodjo (2007), penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi secara bersamaan.Penyebab kecelakaan kerja di Indonesia adalah perilaku dan peralatan yang tidak aman (Prastyo, 2012). Dalam hal ini, pengetahuan dan penggairahan keselamatan kesehatan kerja (K3) kepada tenaga kerja merupakan saran penting. Perlunya pencegahan terhadap kecelakaan dapat ditempuh dengan memberikan sosialisasi tentang keselamatan kesehatan kerja pada karyawan sebagai upaya untuk mengurangi dan mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERATURAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3)

PERATURAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3)

1 Tahun 1970, pasal 9: Pembinaan terhadap tenaga kerja Tiap tenaga kerja baru harus sudah memahami tentang : Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat[r]

33 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...