Top PDF Kewenangan Kelurahan Pasca Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kewenangan Kelurahan Pasca Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kewenangan Kelurahan Pasca Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Desentralisasi dapat diartikan sebagai penyerahan urusan oleh pemerintahan pusat kepada daerah berdasarkan azas otonomi. Kelurahan dapat diartikan sebagai všµl ^o} o •š š P}À Œvu vš_U atau pemerintah negara pada level masyarakat lokal. Kelurahan tidak lagi memiliki wewenang penuh dan otonom dalam hal penyelenggaraan pengambilan keputusan politik di wilayahnya. Posisi Lurah secara hukum berada di bawah pemerintah Kecamatan. Hal ini terlihat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahn Daerah. Penulisan ini mengunakan analisis diskriptif kualitatif, untuk mengetahui sejauhmana kewenangan Kelurahan dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan di wilayah kerjannya. Hasilnya jelas tergambar bahwa Kelurahan tidak lagi memiliki kewenangan dan fungsi steering yang penuh dalam hal koordinasi, pembinaan, fasilitasi, dan pengedalian dari fungsi rowing atau penyelenggara langsung suatu urusan di wilayah kerjannya. Kewenangan Kelurahan sudah terkosentrasi pada tingkat Kecamatan. Kondisi ini mengakibatkan pemerintahan di tingkat Kelurahan menjadi kaku, mekanis dan cendrung kurang dinamis. Pengambilan keputusan dan kebijakan pelayanan di tingkat Kelurahan juga diperediksi tidak bisa dilakukan secara cepat, oleh karena itu kewenangan atributif lebih tepat diberikan kepada Kelurahan untuk mendorong terciptanya hubungan langsung antara masyarakat umum selaku penerima jasa pelayanan, tanpa harus menunggu arahan atau petunjuk dari pemerintah Kecamatan. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan di tingkat Kelurahan, hendaknya pemerintah < u š v u u Œ]l v ^Œµ vP P Œ l_ Ç vP • l ‰ µv•µŒ ‰ Œ vPl š kerja kelurahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dan regulasi yang berlaku sehingga tidak menjadi penghambat bagi Kelurahan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.Skripsi ini berjudul : "Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah”.

8 Baca lebih lajut

Implikasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Implikasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

The focus of this study is the implications of the Act Number 23 of 2014 on local government for the implementation of social welfare by using desk study. The Act has implications either for the local authorities or for the regional and social affairs. Compulsory social affairs are a matter of basic services, and consequentially, local governments should prioritize the implementation of social welfare in the region both institutionally and financially. Concurrent affairs are the matters shared between the central government and local government divided into seven sub-areas. In the sub-field-based social rehabilitation of social institutions in addition to the rehabilitation of former drug abusers and people with HIV/AIDS implemented by the Provincial Government. Therefore, it is necessary to assign social homes of Technical Implementation Unit of The Ministry of Social Affairs to the Provincial Government. However, the transfer of social institutions will create constraints, namely: the beneficiaries of inter-provincial social homes and social institutions of Technical Implementation Unit of the Ministry of Social Affairs are available not in all provinces. This study recommends local governments to prioritize social welfare because it is an obligatory basic service and it does not carry out the transfer of Technical Implementation Unit of the Ministry of Social Affairs to the local governments. Keywords: the local government, social affairs, the type of social services.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Salah satu tujuan didirikanya suatu perusahaan adalah untuk mencari keuntungan atau laba, apapun konstruksi dan sistem yang diberlakukan dalam perusahaan tersebut. Kondisi demikian berlaku juga ketentuan dalam Badan Usaha Milik daerah (BUMD), terlebih lagi saat ini banyak BUMD yang berbentuk perseroan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pendapatan perusahaan dapat melakukan berbagai upaya. Dalam rangka menjaga eksistensi perusahaan agar mampu bersaing dengan perusahaan lain salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan perluasan usaha dan melakukan pembaharuan atau merestrukturisasi perusahaanya. Perluasan usaha secara internal dapat dilakukan tanpa melibatkan suatu unit-unit diluar perusahaan dan dengan jalan pemandirian perusahaan, dengan cara mendirikan perusahaan baru yang mandiri dalam arti status legal entity sebagai bagian dari perusahaan inti atau grup. 22
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan salah satu bentuk badan usaha yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah yang sesungguhnya memiliki karakteristik yang hampir tidak berbeda dengan BUMN, belum mempunyai regulasi pedoman penerpan prinsip-prinsip Good Corporate Governance padahal secara legal, BUMN dan BUMD sama-sama merupakan bagian dari keuangan negara.

1 Baca lebih lajut

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah - DOCRPIJM 1501484722BAB X ASPEK KELEMBAGAAN

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah - DOCRPIJM 1501484722BAB X ASPEK KELEMBAGAAN

PP tersebut mencantumkan bahwa bidang pekerjaan umum merupakan bidang wajib yang menjadi urusan pemerintah daerah, dan pemerintah berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap pemerintahkabupaten/kota.PP 38/2007 ini juga memberikan kewenangan yang lebih besar kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pembangunan di Bidang Cipta Karya. Hal ini dapat dilihat dari Pasal 7 Bab III, yang berbunyi: “(1) Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota, berkaitan dengan pelayanan dasar. (2) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: antara lainnya adalah bidang pekerjaanumum”. Dari pasal tersebut, ditetapkan bahwa bidang pekerjaan umum merupakan bidang wajib yang menjadi urusan pemerintah daerah, sehingga penyusunan RPI2-JM bidang Cipta Karya sebagai salahsatu perangkat pembangunan daerah perlu melibatkan Pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintahkabupaten/kota.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Sangat sulit untuk merinci dengan tegas tentang urusan rumah tangga daerah dan urusan rumah tangga pemerintah pusat, karena perincian yang mungkin dibuat tidak akan sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat baik di daerah maupun di pusat. Urusan-urusan yang tadinya termasuk lingkungan daerah karena perkembangan keadaan dapat dirasakan tidak sesuai lagi apabila masih diurus oleh daerah itu karena urusan tersebut sudah meliputi kepentingan yang lebih luas dari pada daerah itu sendiri. Sehubungan dengan hal itu, Pasal 5 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah menetapkan bahwa Perusahaan yang dapat didirikan oleh daerah ialah: perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut kemampuan/kekuatan masing-masing Daerah. Demikian pula tidaklah mungkin memberi perincian secara tegas dari cabang-cabang produksi yang penting bagi Daerah dan yang menguasai hajat hidup di Daerah oleh karena segala sesuatu erat hubungannya dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat di Daerah. Sebagai contoh yang harusnya diusahakan oleh Perusahaan Daerah yang modalnya untuk seluruhnya merupakan kekayaan Daerah dapat disebutkan Perusahaan Air Minum. Perusahaan Tanah untuk Pembangunan Perumahan, Perusahaan Pasar, Perusahaan Pembangunan Perumahan Rakyat. 35
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN PENYELENGGARAAN PELABUHAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Oleh: Mochamad Abduh Hamzah ABS

ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN PENYELENGGARAAN PELABUHAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH Oleh: Mochamad Abduh Hamzah ABS

perlu disadari bahwa pengertian “pengelolaan pelabuhan” sesungguhnya bukan dalam arti sempit sebagai pengelolaan dermaga dan infrastruktur fisik pelabuhan lainnya, melainkan juga menyangkut keselamatan lalu lintas pelayaran, sistem navigasi dan persandian, perijinan bagi kapal yang akan berlabuh atau berlayar, administrasi bongkar muat, dan sebagainya. Kewenangan teknis seperti itu sangat mensyaratkan kemampuan yang handal dari SDM dan perangkat sistem kediklatan pendukungnya. Tanpa adanya human-ware yang memadai, maka pengambilalihan pengelolaan pelabuhan hanya akan mendatangkan kerugian baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat di wilayah tersebut.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kedudukan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kedudukan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Peran Gubernur sebagai wakil pemerintah seringkali diabaikan oleh Bupati/Walikota dan hal ini seringkali menjadi keluhan para Gubernur dalam banyak forum. Pasal 18a Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak secara lengkap menetapkan bagaimana pengaturan pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota atau antara Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pasal ini mengamanatkan agar pembagian wewenang diatur dengan Undang-Undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. Urusan skala Provinsi dan urusan skala Kabupaten/Kota untuk setiap sektor belum dapat dirumuskan dengan jelas. Akibatnya banyak pelaku dan pemangku kepentingan yang memberi interpretasi yang berbeda-beda tentang mana urusan Provinsi dan mana urusan Kabupaten/Kota.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

POLITIK HUKUM PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA SETELAH BERLAKU UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

POLITIK HUKUM PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA SETELAH BERLAKU UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Tulisan ini membahas politik hukum pertambangan mineral dan batubara serta kewenangan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam pertambangan mineral dan batubara. Pertambangan mineral dan batubara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga demi keberlangsungan diperlukan peran pemerintah dalam hal pengelolaan, pembinaan dan pengawasan. Perubahan besar terjadi sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur mengenai pembagian urusan pemerintahan. Keberadaan Undang-Undang tersebut membuat kewenangan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara di Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota menjadi hapus.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Sherly Simanjuntak & Mahendra Putra Kurnia, 2013, “Analisis Yuridis Terhadap Perubahan Status Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Kaltim (BPD Kaltim) Dari Perusahaan Daerah Menjadi Perseroan Terbatas”, Jurnal Beraja Niti Volume 2 Nomor 10, Samarinda, 2014, hlm. 2 diakses melalui http//www. http://id.portalgaruda.org . tanggal 01 Juli 2017.

6 Baca lebih lajut

PERBUATAN TERCELA SEBAGAI SYARAT PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH - Repository UNRAM

PERBUATAN TERCELA SEBAGAI SYARAT PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH - Repository UNRAM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perbuatan tercela sebagai syarat pemberhentian dari jabatan dan untuk mengetahui kriteria perbuatan tercela sebagai syarat pemberhentian kepala daerah menurut Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di dalam peraturan perundang-undangan tidak temukan suatu batasan yang tegas dan jelas tentang definisi perbuatan tercela sebagai syarat pemberhentian dari jabatan. Hanya disebutkan bahwa perbuatan tercela adalah perbuatan yang dapat merendahkan harkat dan martabat dari pemangku jabatan dan jabatan itu sendiri. Dari kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia yang sangat beragam dapat dirumuskan perbuatan tercela yang dapat dijadikan syarat pemberhentian kepala daerah yaitu berzina, hubungan sesama jenis (LGBT), mabuk, dan memiliki gaya hidup berfoya-foya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pemakzulan Kepala Daerah yang Melakukan Nikah Siri Berdasarkan Pasal 67b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Pemakzulan Kepala Daerah yang Melakukan Nikah Siri Berdasarkan Pasal 67b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Demos berarti rakyat dan kratos berarti pemerintahan. Waktu itu dengan demokrasi dimaksudkan pemerintahan rakyat secara langsung. Yunani kuno yang terdiri dari banyak kota yang disebut polis diperintah langsung oleh rakyat secara bersama-sama. Hak untuk membuat keputusan-keputusan dijalankan secara langsung oleh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Hal ini dimungkinkan terutama karena luas wilayah tiap polis itu sangat terbatas dengan jumlah penduduk yang sedikit. Penduduk ini pun terdiri dari orang- orang yang mempunyai leasure yaitu keluangan waktu dan tidak harus bekerja untuk memenuhi keperluas- keperluan hidup sehari-hari. Pekerjaan- pekerjaan sehari-hari seperti mencari
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. mengamanatkan bahwa setiap kepala daerah wajib menyampaikan laporan

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. mengamanatkan bahwa setiap kepala daerah wajib menyampaikan laporan

Hasil audit BPK tahun 2013 menunjukkan bahwa semua pemerintah kabupaten/kota di DIY baik yang beropini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maupun Wajar Dengan Pengecualian (WDP), masih mempunyai temuan hasil pemeriksaan. Menurut Panduan Manajemen Pemeriksaan BPK (2008), temuan pemeriksaan (TP) merupakan temuan atau indikasi permasalahan yang diperoleh selama pemeriksaan. Temuan pemeriksaan merupakan suatu prosedur, praktik atau transaksi yang dilakukan auditi, menyimpang dari prosedur standar operasional (SOP), atau bahkan menyimpang dari peraturan dan hukun yang berlaku. Auditor harus melaporkan temuan pemeriksaan dalam laporan auditnya dan auditi berkewajiban untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DAMPAK UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014

DAMPAK UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014

Penyerahan sumber keuangan Daerah baik berupa pajak daerah dan retribusi daerah maupun berupa dana perimbangan merupakan konsekuensi dari adanya penyerahan Urusan Pemerintahan kepada Daerah yang diselenggarakan berdasarkan Asas Otonomi. Untuk menjalankan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya, Daerah harus mem- punyai sumber keuangan agar Daerah tersebut mampu memberikan pelayanan dan kesejahteraan kepada rakyat di Daerahnya. Pemberian sumber keuangan kepada Daerah harus seimbang dengan beban atau Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah. Keseimbangan sumber keuangan ini merupakan jaminan terselenggaranya Urusan Peme- rintahan yang diserahkan kepada Daerah. Ketika Daerah mempunyai kemampuan keuangan yang kurang mencukupi untuk membiayai Urusan Peme- rintahan dan khususnya Urusan Pemerintahan Wajib yang terkait Pelayanan Dasar, Pemerintah Pusat dapat menggunakan instrumen DAK untuk membantu Daerah sesuai dengan prioritas nasional yang ingin dicapai.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH.

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH.

. Otonomi Daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, pemerataan, keadilan, peran serta masyarakat, peningkatan daya saing daerah,efisiensi dan efektivitas. Pelaksanaan Otonomi Daerah berdampak terhadap peningkatan kewenangan pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan di daerah termasuk pelayananan bidang ketenagakerjaan. Objek dari penelitian ini untuk mengetahui (1) kewenangan pemerintah daerah dalam pelayanan bidang ketenagakerjaan (2) kendala-kendala yang menghambat pelayanan bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KEWENANGAN DPRD PROVINSI BALI DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014.

KEWENANGAN DPRD PROVINSI BALI DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014.

The representative body of the people in governance in Indonesia, is a manifestation of the exercise of democracy that promotes the highest power belongs to the people. The implementation of regional autonomy is part of the government system as stipulated in Law No. 23 Year 2014 on Regional Government.

12 Baca lebih lajut

Peranan Dprd Kabupaten Tolikara Dalam Pembentukan Peraturan Daerah Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

Peranan Dprd Kabupaten Tolikara Dalam Pembentukan Peraturan Daerah Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

infrastruktur memegang peranan penting bagi menunjang fungsi pembentukan peraturan daerah, selain penyediaan sarana dan prasarana sekretariatan belum memandai disamping sumber daya manusia internal maupun eksternal. Infrastruktur di Kabupaten Tolikara sangat minim terhadap semua aspek pembangunan, terutama membantu kualitas hidup masyarakat dalam ibukota karubaga kabupaten Tolikara seperti penerangan jalan (listrik) dari sejak kabupaten terbentuk tahun 2002 sampai tahun 2016 saat ini usia kabupaten menginjak 15 tahun tenaga pembangkit listrik masih gunakan dengan tenaga genset sistim pelayanan diberikan kepada konsumen (publik) penerangan lampu dengan sistim pergantian waktu per/(hari) tidak sampai dapat layanan full 24 (dua puluh empat jam) per/hari, namun lampu dinyalakan mulai jam 17:00 dimatikan jam 23:00 berlaku terus menerus, walaupun belum menjagkau layanan penerangan jalan semua wilayah kecamatan pemerintahan kabupaten.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pembatalan Terhadap Peraturan Daerah Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014

Pembatalan Terhadap Peraturan Daerah Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014

Namun fakta yang terjadi Menteri Dalam Negeri telah membatalkan/ menolak 3.143 (tiga ribu seratus empat puluh tiga) Peraturan Daerah yang dianggap bermasalah mengganggu iklim ekonomi dan investasi. Tercatat bahwa ini merupakan pembatalan Peraturan Daerah secara masif dari sisi kuantitas yang pernah dilakukan oleh pemerintah. 4 Sementara di sisi lain, pemerintah bersikukuh bahwa pembatalan Peraturan Daerah ini semata-mata dilakukan karena memang dibenarkan oleh Undang- Undang Pemerintahan Daerah. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan terhadap gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat untuk membatalkan Peraturan Daerah yang bermasalah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kewenangan Pemerintahan Daerah Otonom Dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Kewenangan Pemerintahan Daerah Otonom Dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Pasca Reformasi tahun 1998, membawa perubahan fundamental dalam sistem pendidikan nasional. 3 Perubahan sistem pendidikan tersebut mengikuti perubahan sistem pemerintah yang sentralistik menuju desentralistik atau yang lebih dikenal dengan otonomi pendidikan dan kebijakan otonomi nasional itu mempengaruhi sistem pendidikan Indonesia. 4 Sistem pendidikan Indonesia pun menyesuaikan dengan model otonomi. Kebijakan otonomi di bidang pendidikan (otonomi pendidikan) kemudian banyak membawa harapan akan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia di masa akan datang. 5 Penataan konsep penyelenggaraan pemerintahan daerah pasca reformasi, diakomodir dengan ditetapkannya Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang pemerintahan daerah ini merupakan produk pemerintahan Reformasi yang secara substansial menggeser model penyelenggaraan pemerintahan daerah dari model sentralistik menjadi model penyelenggaraan pemerintahan yang desentralistik. Paradigma seperti ini, dianut juga dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagai pengganti atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects