Top PDF Kinerja Penyuluhan di Nusa Tenggara Timur

Kinerja Penyuluhan  di Nusa Tenggara Timur

Kinerja Penyuluhan di Nusa Tenggara Timur

X1 = Karakter Individu Penyuluh (KIP): X11= Pendidikan Formal, X12= Pendidikan Non Formal, X13= Umur, X14= Jenis Kelamin, X15= Bidang Keahlian, X16= Masa Kerja, X17= Sifat Kosmopolitan, X18= Pendapatan Ekonomi, X19= Motivasi (ntrinsik dan ekstrinsik) X2 = Diklat Penyuluhan : X21= Kurikulum, X22= Pengalaman belajar, X23= Kompetensi Widyaiswara, X24= Komitmen Pengelola, X25= Sistim Evaluasi dan X26= Dukungan dana, sarana dan prasarana X3 = Lingkungan : X31a= Dukungan politik sebelum otonomi daerah X31a= Dukungan pemda sebelum otonomi daerah X3a= Dukungan dana, sarana dan prasarana sebelum otonomi daerah, X34= Perubahan Paradigma Penyuluhan, X35= Dukungan Masyarakat (kampus. LSM), X36= Dukungan Keluarga, X37= Dukungan Sumber Informasi, X38= Topografi dan Iklim X39= Teknologi Pertanian dan X4 = Struktur Organisasi Penyuluhan; X41= Ukuran Organisasi Penyuluhan, X42= Pengawasan, X43= Struktur Wewenang, X44= Struktur Komunikasi, X45= Pola Kepemimpinan dan X46= Sistim ‘reward and punishment”. Y1 = Kompetensi Penyuluh, Y11= Kompetensi Menyiapkan Penyuluhan, Y12= Kompetensi Melaksanakan Penyuluhan, Y13= Kompetensi Membuat Evaluasi dan Laporan Penyuluhan, Y14= Kompetensi Mengembangkan Profesionalisme, Y15 Komperensi mengembangkan Penyuluhan, Y16= Kompetensi Berkomunikasi, Y17= Kompetensi Berinteraksi Sosial ; Y2= Kinerja Penyuluhan. Y21= Manfaat organisasi penyuluhan, Y22= Kesesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan petani, Y23= Kepuasan petani atas penerapan metode penyuluhan, Y24= Manfaat kelompok tani dan lembaga ekonomi tani, Y25= Manfaat kepemimpinan tani, wanita dan pemuda tani, Y26= Kepuasan petani atas kompetensi penyuluh
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Untuk mendukung penataan kelembagaan, secara beriringan telah ditempuh upaya untuk memperkuat aspek ketatalaksanaan di lingkungan instansi pemerintah, seperti perbaikan standar operasi dan prosedur (SOP) dan penerapan e-government di berbagai instansi. Sejalan dengan pengembangan manajemen kinerja di lingkungan instansi pemerintah, seluruh instansi pusat dan daerah diharapkan secara bertahap dalam memperbaiki sistem ketatalaksanaan dengan menyiapkan perangkat SOP, mekanisme kerja yang lebih efisien dan efektif, dan mendukung upaya peningkatan akuntabilitas kinerja.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR  EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : beberapa angkutan jalur 1 dan 2 melakukan penyimpangan rute pada pagi hari di hari aktif sekolah. Jumlah penumpang pada jam-jam sibuk rata-rata sebesar 25 untuk jalur 1 dan 23 penumpang untuk jalur 2 dengan Load Factor 47,662% dan 48,553 %, (di bawah standar Pemerintah yaitu 70%). Kecepatan rata-rata masing-masing jalur yaitu 20,781 km/jam dan 20,374 km/jam, kecepatan ini sudah sesuai standar Pemerintah yaitu 30km/jam. Headway untuk jalur 1 sebesar 6,093 menit dan jalur 2 yaitu 3,298 menit. Headway jalur 1 sudah sesuai standar pemerintah tetapi untuk jalur 2 belum memenuhi standar yaitu 5-10 menit. Jumlah armada jalur 1 memiliki kelebihan 6 armada dan jalur 2 sebesar 15 armada.Untuk meningkatkan kinerja pelayanan angkutan umum, armada yang jumlahnya berlebihan dialihkan ke jalur jumlah armadanya lebih sedikit, tidak memperpanjang ijin trayek untuk kendaraan yang tidak laik pakai, tidak memberikan ijin operasi baru sampai survei load factor mencapai 70% dan beroperasi sesuai waktu operasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dalam mendukung pencapaian target dalam RPJM N 2015-2019 melalui Rencana Aksi Daerah 100-0-100, maka Ditjen Cipta Karya menyelenggarakan kegiatan Pengaturan, Pembinaan, Pengaw asan, dan Penyelenggaraan Pengurangan kaw asan kumuh perkotaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Pengembangan Permukiman.. Adapun indikator kinerja program Direktorat Pengembangan Kaw asan Permukiman adalah meningkatnya kontribusi penanganan kaw asan permukiman di kaw asan kumuh perkotaan yang sasaran kinerjanya di prvinsi NTT dan Program Infrasytruktur Permukiman Kumuh di Kabupaten Nagekeo disajikan dalam tabel-tabel beri
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Air M inum dan Sanitasi Berbasis M asyarakat (Pamsimas), Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKu), Sanitas Berbasisi M asyarakat (Sanimas), Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) dan study Evaluasi Kinerja Program Pemberdayaan M asyarakat Bidang Cipta Karya. Kegiatan responsif gender ini belum terdata secara adminsitasri, namun telah terlihat jelas resposif gender dalam perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan di tingkat Kabupaten N agekeo Cipta Karya. Sampai dengan tahun 2015 berdasarkan data BPS jumlah w anita yang bekerja di kabupaten N agekeo mencapai 21.375 jiw a atau 64.47% .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

sangat diperlukan dalam penyelenggaraan penyuluhan sehingga mampu menjawab berbagai persoalan penyuluhan pertanian. (Anwas, 2011; Hanafiah et al., 2013). Empat komponen penilaian yakni P13 (K:H = 3,86:4,62), P14 (K:H = 3,87:4,61), P15 (K:H = 4,15:4,67), dan P 17 (K:H = 3,74:4,59) berada pada kuadran III yakni mempunyai nilai harapan yang kecil atau petani merasa bahwa parameter ini kurang penting, tetapi kinerja yang ditunjukkan penyuluh telah memuaskan petani. Hal ini membuktikan bahwa petani di Kabupaten Ende belum berorientasi pada bisnis namun masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Dengan demikian, perlu perubahan pada paradigma penyuluhan di Kabupaten Ende agar berorientasi pada bisnis (Sadono, 2008).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Berita Resmi Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur No. 09/02/53 Th. XIX , 1 Februari 2016 2 Naiknya pertumbuhan produksi IBS NTT pada triwulan IV (q-to-q) NTT sebesar 3,57 persen dipengaruhi oleh kontribusi pertumbuhan positif dari sebagian besar jenis industri besar dan sedang yang ada di NTT. Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Makanan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 5,60 persen kemudian Industri Manufaktur Minuman mengalami kenaikan sebesar 3,00 persen, sedangkan Industri Manufaktur Furnitur mengalami penurunan sebesar -0,54 persen. Berbeda dengan pertumbuhan (q-to-q), pertumbuhan IBS NTT secara (y-on-y) menunjukkan semua jenis industri memberikan kontribusi pertumbuhan positif terhadap pertumbuhan sebesar 6,44 persen IBS. Industri Manufaktur Makanan mengalami kenaikan tertinggi dibanding jenis industri yang lain yaitu sebesar 7,89 persen, sedangkan Industri Manufaktur Minuman dan Furnitur masing-masing mengalami kenaikan sebesar 7,60 persen dan 5,01 persen.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

STUDI CITRA KOTA MAUMERE  DI NUSA TENGGARA TIMUR    STUDI CITRA KOTA MAUMERE DI NUSA TENGGARA TIMUR.

STUDI CITRA KOTA MAUMERE DI NUSA TENGGARA TIMUR STUDI CITRA KOTA MAUMERE DI NUSA TENGGARA TIMUR.

24 Gambar IV.9 Patung Suci Kristus Raja Gambar IV.10 Stadion “Gelora Samador” Gambar IV.11 Kawasan-kawasan Kota Gambar IV.12 Kawasan Perdagangan Gambar IV.13 Kawasan Pemukiman Islam / [r]

17 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN WEBSITE PARIWISATA DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR  PEMBANGUNAN WEBSITE PARIWISATA DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

PEMBANGUNAN WEBSITE PARIWISATA DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR PEMBANGUNAN WEBSITE PARIWISATA DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

Kebanyakan orang belum terlalu mengetahui mengenai seluk beluk potensi pariwisata yang ditawarkan oleh Propinsi Nusa Tenggara Timur. Wisatawan lebih melirik Pulau Bali dan Pulau Lombok sebagai tempat tujuan wisata. Padahal Propinsi NTT yang letaknya berdekatan dengan kedua pulau tersebut juga menawarkan banyak tempat pariwisata yang layak untuk dikunjungi.

19 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur PENGUMUMAN

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur PENGUMUMAN

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DINAS PERUMAHAN PENATAAN RUANG DAN KEBERSIHAN PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA JALAN BENPASI NO.02 – KEFAMENANU PENGUMUMAN PEMILIHAN LANGSUNG D[r]

2 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN DAERAH-DAERAH TINGKAT I BALI, NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR

PEMBENTUKAN DAERAH-DAERAH TINGKAT I BALI, NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR

b. bahwa setelah mendengar dan mempertimbangkan sedalam- dalamnya pendapat dari Panitia Pembagian Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Presiden No. 202/1956 perihal Nusa Tenggara dan laporan peninjauan Menteri Dalam Negeri tentang daerah itu serta memperhatikan kehendak masyarakat di Nusa Tenggara, Pemerintah berpendapat sudah tiba saatnya untuk membagi daerah Propinsi Nusa Tenggara termaksud dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No. 21 tahun 1950 (Lembaran Negara Republik Indonesia Serikat tahun 1950 No. 59) menjadi tiga daerah-daerah tingkat I dimaksud oleh Undang- undang No. 1 tahun 1957;
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

BUPATI MANGGARAI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BUPATI MANGGARAI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

b. melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Manggarai dan pihak-pihak terkait lainnya, untuk mendapatkan laporan update status/situasi, hal-hal prioritas yang perlu menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur;

15 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

Sumber Dana : APBN Tahun Anggaran 2016 Tahun Anggaran : 2016 Pagu Anggaran : Rp.570.000.000,- HPS : Rp.563.300.000,- Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor 09/PJ.ULP/BRG-AJT/T[r]

1 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur undangan3

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur undangan3

Pembangun an Setda Ntt Jam: 12.30-13.30 Makan Siang Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTT, ttd.[r]

2 Baca lebih lajut

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Pertumbuhan produksi industri manufaktur furnitur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 5,28 persen kemudian industri manufaktur barang galian bukan logam mengalam[r]

5 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

Timor Raya Km.36 Oelamasi PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI Nomor : 02/PK.1/PAN/TKD-SDA/2012 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Konstruksi Pada Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan dan [r]

2 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur

Sehubungan dengan telah selesai Masa Sanggah terhadap Pengumuman Pemenang Seleksi Pengadaan Jasa Konsultansi pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Dan Rencana Detail Kawasan Strategis Pariw[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects