Top PDF KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN MENURUT IMĀM Al-GHAZĀLĪ

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN MENURUT IMĀM Al-GHAZĀLĪ

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN MENURUT IMĀM Al-GHAZĀLĪ

Al-Ghazali membagi ilmu menjadi dua kategori; yaitu fard{u ‘ain dan fard{u kifa>yah. Menurut al-Attas, al-Ghazali telah memprioritaskan isi pengetahuan daripada methode. Namun, ini tidak berarti bahwa al-Ghazali mengabaikan metode. al-Ghazali berpendapat bahwa kemuliaan ilmu tergantung pada hasil dan keaslian prinsip (watha>qat al-dali>l wa qawwatihi), dan hal itu lebih penting daripada metode. Sebagai contoh, meskipun ilmu kedokteran tidak penting seperti matematika, tetapi kedokteran dianggap lebih penting bagi seorang individu. Demikian juga, ilmu agama yang lebih mulia dari ilmu kedokteran. Jadi, jika kurikulum pendidikan Islam mengacu pada klasifikasi al-Ghazali ilmu pengetahuan, pembelajaran diprioritaskan isin hal konten yang martabat ilmu itu sendiri. Oleh karena itu, muatan kurikulum pendidikan Islam seharusnya dimulai dari yang fard{u ‘ain untuk fard{u kifa>yah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS   (Kajian atas Pemikiran al-Ghazālī)

INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS (Kajian atas Pemikiran al-Ghazālī)

Dalil-dalil wujud (eksistensi Allah), tauhid (keesaan Allah) dan segala sifat kesempurnaan-Nya ada dua macam, yaitu alam semesta (makro kosmos) dan alam jiwa (mikro kosmos). Penelusuran bukti-bukti eksistensi, keesaan-Nya melalui penelitian dan perenungan terhadap alam semesta merupakan perbuatan mulia dan agung, sebagaimana firman- Nya, “penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia”. Oleh karenanya, Allah swt memerintahkan pada manusia untuk berpikir atas penciptaan langit dan bumi. Suatu gambaran perenungan; bila seseorang merenungkan daun yang kecil dari dedaunan sebuah pohon. Melihat pada pohon itu terdapat akar, batang, ranting dan daun- daun. Akar memiliki cabang akar-akar lain yang banyak. Bercabang lagi akar kecil. Akar kecil itu bercabang akar-akar yang halus sehingga tidak terlihat kasat mata. Maka ia akan mengetahui dan menyadari bahwa Khaliq sang pengatur daun itu penuh hikmah yang mengagumkan. Dia memberi kekuatan pada daun itu untuk menarik sari pati makanan dari tanah. Kemudian sari pati makanan itu dijalankan pada akar-akar hingga dibagi-bagikan pada setiap bagian daun-daun menurut ketentuan Allah swt. Jika ia telah mengetahui bahwa akalnya tidak mampu memikirkan secara detail cara penciptaan daun yang sekecil itu. Bagaimana diban- dingkan dengan penciptaan langit dan bumi beserta isinya, seperti matahari, bulan, bintang, planet, lautan, pohon, tumbuhan, gunung, hewan dan lain-lain. Ia pun tahu bahwa daun yang kecil dibandingkan dengan itu semua, tidaklah ada apa-apanya. Perenungan semisal ini mesti mengarahkan pengetahuan yang mendalam pada keagungan hikmah Allah dalam segenap ciptaan-Nya. Ia mengetahui bahwa setiap yang diciptakan mengandung mutiara hikmah yang agung, meskipun terkadang nalar akal tidak mampu menjangkauya. Hal itu akan membangkitkan kesadaran diri seraya berkata: Subhānaka Faqinā `Adzāb al-Nār. 42
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KONSEP IMĀM AL-GAZĀLĪ TENTANG CARA MEMPERBAIKI AKHLAK BURUK.

KONSEP IMĀM AL-GAZĀLĪ TENTANG CARA MEMPERBAIKI AKHLAK BURUK.

Islām (IPAI). Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal ini merupakan salah satu prosedur baku yang harus ditempuh sebelum memasuki proses penelitian. Proses pengajuan tema kepada TPPS, adapun tema yang diangkat oleh penulis adalah tentang Konsep Pendidikan Akhlak menurut Al- Gazālī (analisis cara memperbaiki akhlak buruk) , kemudian setelah itu, penulis meyusun suatu rancangan penelitian dalam bentuk proposal. Dengan aspek yang diteliti pada penelitian ini yaitu mengenai pendidikan akhlak menurut Al- Gazālī , kemudian cara mengobati bahaya lisan dan cara meredakan marah menurut Al- Gazālī .
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Dialektika Islam dan Ilmu Pengetahuan Studi Waḥdat al-‘Ulūm Menurut al-Ghazali

Dialektika Islam dan Ilmu Pengetahuan Studi Waḥdat al-‘Ulūm Menurut al-Ghazali

Konsep waḥdat al-„ulūm bertumpu pada kebenaran dan keyakinan bahwa semua pengetahuan berasal dari Tuhan. Tuhan memberikan pengetahuan-Nya kepada manusia melalui dua cara; Pidato dan ciptaan-Nya. Keduanya memiliki fungsi yang sama; keduanya adalah simbol Kebenaran (al-Ḥaqq). Keduanya berisi ayat-ayat muḥkamat (diperbaiki) dan juga ayat-ayat yang tidak jelas (mutashābihāt). Klasifikasi ayat-ayat Al-Qur'an (āyāt qur‟ānī) dan ayat-ayat alami (āyāt kawnī) menjadi muḥkamat dan mutashābihāt masih dapat diperdebatkan di kalangan cendekiawan Islam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kualitas ulama Islam dalam memahami pengajaran dan sains Islam. Oleh karena itu, kesatuan sains membutuhkan perlakuan yang sama antara ayat-ayat Alquran dan ayat-ayat kauni. Karena kebenaran itu satu, sedangkan Quran dan alam mengandung simbol atau tanda kebenaran. Pendekatan ini disebut oleh Theo - antropho centris.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Ilmu pengetahuan menurut islam di

Ilmu pengetahuan menurut islam di

Yang sering disebut-sebut sebagai momentum kemunduran umat Islam dalam bidang pemikiran dan pengem- bangan ilmu adalah kritik al-Ghazālī (1058-1111 M) – melalui Tahāfut al-Falāsifahnya –terhadap para filosof yang dinilainya telah menyimpang jauh dari ajaran Islam. Karena setelah itu, menurut Nurcholish Mad- jid, walaupun masih muncul beberapa pemikir muslim—seperti; Ibn Rusyd, Ibn Taymīyah, Ibn Khaldun, Mulla Sadr, Ahmad Sirhindi, dan Syah Waliyullah—pada umumnya para ahli menyatakan bahwa dunia pemiki- ran Islam setelah al-Ghazālī tidak lagi semarak dan gegap gempita seperti sebelumnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Ada beberapa klasifikasi centrifuge menurut jenisnya, antara lain :

Ada beberapa klasifikasi centrifuge menurut jenisnya, antara lain :

Sentrifugasi adalah suatu teknik pemisahan yang digunakan untuk menisahkan suspensi yang jumlahnya Sentrifugasi yang cepat menghasilakan gaya sentrifugal lebih besar [r]

9 Baca lebih lajut

PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN

PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN

Dapatkah sains dipersalahkan dan dijuluki sains Barat sekuler yang merusak? Kebetulan yang menemukan freon adalah saintis non- Muslim. Karena sains bersifat universal, sebenarnya mungkin juga saintis Muslim yang menemukannya. Bila demikian yang terjadi, bolehkah pada awal penemuannya bahan yang sangat berguna dalam proses pendinginan diklaim sebagai bagian dari hasil sains Islam, sains Barat, atau lainnya? Karena keterbatasan ilmu manusia, tidak semua dampak dapat diperkirakan. Ketika kini diketahui dampak buruknya, tidaklah adil untuk melempar tuduhan bahwa itu produk sains barat sekuler. Bisa jadi, bila dulu yang menemukannya orang Muslim dan diklaim sebagai hasil sains Islam maka sains Islam yang akan dihujat.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kritik Matan Hadis dengan Pendekatan Al-Qur’an: Studi Pemahaman Muḥammad Al-Ghazālī dan Jamāl Al-Bannā

Kritik Matan Hadis dengan Pendekatan Al-Qur’an: Studi Pemahaman Muḥammad Al-Ghazālī dan Jamāl Al-Bannā

Menceritakan Isḥāq berkata menceritakan kepadaku Mālik dari ‘Abdullāh bin Abī Bakr dari Ayahnya dari ‘Amrah, sesungguhnya ia mengkhabarkan bahwa ‘Ā’ishah mendengar dan menyebutkannya bahwa ‘Abdullāh bin ‘Umar berkata: “Sesungguhnya mayat akan disiksa karena tangisan orang yang masih hidup.” Maka ‘Ā’ishah berkata; “Semoga Allah mengampuni Abū ‘Abd al-Raḥman. Sesungguhnya dia tidak berdusta hanya saja kemungkinan dia lupa atau salah, bahwasanya Rasulullah saw. pernah melewati seorang wanita yahudi yang minta ditangisi, maka Rasulullah bersabda: “Mereka menangisinya, padahal dia (wanita yahudi) betul-betul tengah di siksa dikuburnya.” (HR. Aḥmad bin Ḥanbal dari ‘Amrah binti ‘Abd al-Raḥman, Musnad Aḥmad ibn Ḥanbal, juz VI, hal. 107, hadits no. 23802).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

MAKALAH KONSEP DASAR ILMU PENGETAHUAN AL

MAKALAH KONSEP DASAR ILMU PENGETAHUAN AL

Gejala kemagnetan dan kelistrikan berkaitan sangat erat. Sifat kemagnetan tidak hanya ditimbulkan oeh bahan magnetik, tetapi juga arus listrik. Dalam ilmu Fisika, medan magnet adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik. Inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet “permanen”). Sebuah medan magnet adalah medan vector, yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LARANGAN BAGI PEREMPUAN HAID MENURUT IBN HAZM

dalam TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI’AH dan RELEVANSINYA

dengan KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

LARANGAN BAGI PEREMPUAN HAID MENURUT IBN HAZM dalam TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI’AH dan RELEVANSINYA dengan KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN

Pembolehan sesuatu yang dilarang ( diharamkan) dalam keadaan dharurat atau karena hajat yang sangat mendesak sebagai keringanan bagi mukallaf. Misalnya barangsiapa yang dipaksa mengucapkan kata-kata yang mengkafirkan, dibolehkanbaginya mengucapkan kata-kata tersebut selama hatinya tetap beriman kepada Allah. (2). Pembolehan meninggalkan yang wajib karena uzur, di mana jika melaksanakan kewajiban itu akan menimbulkan kesulitan bagi si mukallaf. Misalnya, orang sakit atau sedang dalam bepergian dibolehkan tidak berpuasa di bulan Ramdhan. (3). Pemberian pengecualian sebagian berkaitan karena menyangkut kebutuhan masyarakat dalam hal muamalat. (4). Pembatalan hukum-hukum yang merupakan beban yang memberatkan bagi umat terdahulu, misalnya memotong bagian kain yang kena najis,mengeluarkan zakat seperempat harta dan lain sebagainya. Karena itu, kalau ketentuan bagi umat terdahulu itu diberlakukan bagi umat Islam, mereka akan banyak sekali menemukan kesulitan yang memberatkan. Lihat. Alaiddin Koto, Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqh...,hlm.56-58
Baca lebih lanjut

211 Baca lebih lajut

Konsep al-qur’an Terhadap dikotomi ilmu pengetahuan

Konsep al-qur’an Terhadap dikotomi ilmu pengetahuan

Dikotomi ilmu pengetahuan merupakan wacana yang selalu di apungkan dalam dunia pendidikan Islam sampai dewasa ini. Ilmu pengetahuan sebagai sebuah konsep yang holistik, tidak terdapat pendikotomian atau pemisahan antara Ilmu pengetahuan dengan isi kandungan Al-Qur‟an. Hal ini dapat diketahui ketika Al-Qur‟an berkata iqra‟ perintah membaca sebagai sumber ilmu pengetahuan, Al-Qur‟an berbicara tentang menawarkan kepada jin dan manusia untuk menembus ruang angkasa planet, Al-Qur‟an bercerita tentang penciptaan bumi dan langit serta pertukaran siang dan malam. Kesemuanya itu merupakan sebuah indikasi bahwa Al-Qur‟an sumber segala ilmu Pengetahuan. Sejarah telah mencatat masa keemasan diraih oleh kerajaan Islam seperti Abbasiyah dan Mua‟wiyah di Baghdad dan di Spanyol, telah melahirkan banyak tokoh muslim seperti imam Malik, Imam Syafi‟i, Abu Hanifah, Al- Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali dan sebagainya. Rentetan sejarah mengungkap bahwa ternyata para ilmuan tersebut tidak pernah mendikotimakan antara ilmu pengetahuan dengan al-Quran. 7 Ilmu pengetahuan dan Al-Quran adalah satu totalitas dan Integritas yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Manusia diberikan oleh Allah akal untuk mengkaji dan menganalisis apa saja yang terjadi dialam jagat raya ini sebagai pembelajaran untuk manusia sendiri. Penggunaan akal ini pada dasarnya adalah untuk memperteguh hati nurani (fitrah/dhamir) dalam dada manusia dalam meyakini kebenaran yang disampaikan oleh Al-Qur‟an bahwa tidaklah diciptakan segala sesuatu itu sia-sia. Manusia, sosok makhluk kreasi dan makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT, dikaruniai kemampuan berpikir dan mengembangkan akalnya dalam memahami hakikat dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan tersebut bersumber dari Al-
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemikiran Politik Al-Ghazālī Seputar Konsesi dan Kontroversi Pengangkatan Kepala Negara

Pemikiran Politik Al-Ghazālī Seputar Konsesi dan Kontroversi Pengangkatan Kepala Negara

Tampaknya yang pertama sekali mengembangkan konsep syawkah adalah al- Ghazālī, yang menulis: “Jadi menurut pendapat kita, imāmah ditegakkan oleh syawkah dan syawkah ditegakkan oleh mubāya‘ah”. Di dalam kesempatan ini al- Ghazālī menyatakan: “Syawkah tidak dapat tercapai tanpa dukungan mayoritas orang- orang kepercayaan pada zaman tersebut (mu’tabari kull al-zamān)”. Tetapi konsep syawkah ini dikembangkan al-Ghazālī untuk maksud yang berbeda. Pada zamannya orang- orang Turki dari Dinasti Saljuk adalah penguasa-penguasa yang sesungguhnya di kota Baghdad, mereka memerintah dengan julukan Sultan. Untuk memelihara integritas Dunia Islam, al-Ghazālī berusaha mengokohkan teori kompromi mengenai kekhalifahan. Al-Ghazālī berkata bahwa khilafah dapat ditegakkan melalui ayat yang disampaikan Nabi, melalui pewarisan kekuasaan dari khalifah yang sedang berkuasa, melalui penghibah otoritas (tafwidh) kepada seorang kuat yang karena kepatuhannya dan karena otoritas yang dihibahkan kepadanya itu sanggup memperoleh persetujuan orang-orang lain sehingga bersedia memberikan sumpah setia. 46
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kewajiban Menuntut Ilmu Menurut Al quran

Kewajiban Menuntut Ilmu Menurut Al quran

Kedua, laporan yang benar (al-khabar al-sadiq) berdasarkan otoritas yang terbagi menjadi dua, yaitu otoritas mutlak, yaitu yangdibawa oleh Nabi SAW berdasarkan wahyu dari al- Qur‟an dan Hadis Rasulullah SAW. Contoh dari otoritas mutlak adalah seperti oritas ketuhanan, al- Qur‟an, otoritas kenabian, serta otoritas nisbi, yaitu kesepakatan alim ulama dan kabar dari orang-orang yang terpercaya secara umum. Yang kedua, intelek, yang terdiri dari dua bagian, yaitu akal sehat (sound reason/ ratio), dan ilham (intuition). Sebagai penjelasan bahwa Islam tidak pernah mengecilkan peranan indra, yang dasarnya merupakan saluran yang sangat penting dalam pencapaian ilmu pengetahuan mengenai realitas empiris. Dalam hal ini metode yang bersangkutan dengan indra disebut dengan tajribi (eksperimen atau observasi) bagi objekobjek fisik (mahsusat). Metode observasi ini biasanya menggunakan sumber pengetahuan panca indra, namun, terkadang indra tidak akurat dalam memperoleh pengetahuan. Demikian pula pikiran, sebagai aspek intelek manusia, ia merupakan saluran penting yang dengannya diperoleh ilmu pengetahuan mengenai sesuatu yang jelas, yaitu perkara- perkara yang bisa dipahami dan dikuasai oleh akal, dan mengenai sesuatu yang bisa diserap dengan indra. Akal bukan hanya rasio, ia adalah mental logika. 23
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU MENURUT AL QURAN

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU MENURUT AL QURAN

Manusia sebenarnya diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang sadar. Kesadaran manusia itu dapat disimpulkan dari kemampuannya berpikir, berkehendak dan merasa yang di tuangkan dalam bentuk prilaku ataupun iman. Dengan pikirannya manusia mendapatkan (ilmu) pengetahuan. Menurut bahasa, kata ilmu adalah masdar yang maknanya sinonim dengan paham dan makrifat lilah bilah. Para ahli filsafat, mendefinisikan kata ilmu sebagai suatu gambaran yang dengan sifat itu orang yang mempunyainya akan menjadi jelaslah baginya sesuatu urusan. Menurut Abu Musa Al - Asy'ari, dikutip oleh Abdul Djalal, bahwa ilmu itu ialah sifat yang mewajibkan pemiliknya mampu membedakan dengan panca inderanya yang baik dan buruk, sehingga tidak mungkin mengakibatkan berlawanan. Menurut al-Ghazali, ilmu adalah mengetahui sesuatu menurut apa adanya, dan Ilmu itu adalah sebagian dari sifat-sifat Allah. Al-Ghazali mengatakan dalam ar – risalahal ladunniyah, bahwa ilmu adalah penggambaran jiwa yang berbicara (an - nafsannatiqah) dan jiwa yang tenang menghadapi hakikat berbagai hal masalah dan kebahagiaan yang dialami. Seorang yang 'alim adalah samudera yang berpengetahuan dan memiliki penggambaran luas dengan kebaikannya yang tinggi terhadap hak kebaikan yang ada dalam ajaran islam. Sedangkan objek ilmu adalah zat sesuatu yang ilmunya terukir dalam jiwa dan fikiran dan penuanggan dalam prilakunya ddasari oleh akhlak yang mulia.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Sains-Teknologi dan Ilmu Agama Menurut Bahasa al-Quran dan Hadis

Sains-Teknologi dan Ilmu Agama Menurut Bahasa al-Quran dan Hadis

Oleh itu adalah digalakkan setiap ilmuan agama bersama sarjana cendekiawan sains Islam sama-sama bergabung dalam apa juga hal terutamanya dalam bidang sains dalam mencari setiap yang tersirat dalam Al-Quran yang boleh dijadikan rujukan dan satu kajian inovasi baru dalam dunia sains selagi tidak bercanggah dengan hukum Islam dan tidak membawa kemudaratan kepada seluruh alam. Sekiranya cendekiawan sains Islam dan ilmuan agama bersatu, tidak mustahil syiar Islam akan menjadi lebih kukuh dan setiap kajian ilmu sains ini dapat dibuktikan perkaitannya dengan agama Islam hasil daripada gabungan cetusan idea cendekiawan sains Islam dan ilmuan agama.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SILABUS PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Al

SILABUS PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Al

dan menyusun laporan hasil percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik o Mencari informasi melalui studi pustaka untuk menemukan teori tentang hubungan antara besar gaya[r]

15 Baca lebih lajut

KONSEP ILMU LADUNNI MENURUT AL GHAZALI : TELAAH ATAS KITAB “AL RISALAH AL LADUNNIYYAH”.

KONSEP ILMU LADUNNI MENURUT AL GHAZALI : TELAAH ATAS KITAB “AL RISALAH AL LADUNNIYYAH”.

Para ahli fiqih (termasuk ahli kalam), berpendapat bahwa tasawuf adalah murtad karena menyalahi syari’ah dari as-sunnah. Pernyataan demikian tidak seluruhnya benar tetapi tidak sepenuhnya salah juga. Kebenarannya dapat dilihat dari praktek tasawuf yang berlaku ekstrim, seperti halnya penganut paham al-h}ulu>l , yaitu orang-orang yang mengatakan bahwa manusia dapat bersatu dengan Tuhan (Pantheisme). sekelompok sufi lain mengacuhkan syara’ dan asyik dalam keterlenaan hingga melalaikan kewajiban.

48 Baca lebih lajut

Paradigma Dan Konsep Ilmu Pengetahuan Dalam Al-qur`an

Paradigma Dan Konsep Ilmu Pengetahuan Dalam Al-qur`an

Eksperimen mer upakan kelanjutan dari metode-metode sebelumnya (observasi dan eksplorasi). Dengan metode ini telah muncul berbagai cabang ilmu di antaranya geologi. Geologi mempelajari gerak bumi, lapisan-lapisannya, serta hubungan dan perubahannya. Dalam hal ini, al-Qur`an memberikan dorongan kuat untuk melakukan penelitian tentang adanya kebenaran di balik fenomena fisik dari alam semesta. Pada gilirannya, hal ini akan membawa penemuan-penemuan baru di dalam ilmu pengetahuan mengenai sejarah alam, termasuk geologi, yang mempelajari tentang terjadinya perubahan bentuk secara besar-besaran pada lapisan atas bumi, strukturnya, perubahan cuaca, fosil, batu-batu karang dan sebagainya. 21 Ayat berikut ini dapat dijadikan penanda untuk menggali dan mengembangkan ilmu:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kontribusi Filsafat Islam  Terhadap Pendidikan Islam;  (Studi Analisis al-Ghazālī dan Ibnu Rusyd)

Kontribusi Filsafat Islam Terhadap Pendidikan Islam; (Studi Analisis al-Ghazālī dan Ibnu Rusyd)

3 Term modern, menurut Jürgen Habemas, adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan adanya era yang baru (new age), yang berfungsi membedakan dengan masa tertentu sebelumnya (the ancient). Bukan makna sempit masa setelah ‘renaissance’ dan ‘enlightenment’ karena kemunculan istilah ini sebenarnya sudah ada sejak Charles Agung abad ke-12. Sehingga, menurut Habermas, modern adalah suatu baru yang memiliki model baru keluar dari romantisme spiritual dan menggantinya dengan spirit kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kebebasan dari tekanan sejarah tertentu. Kemudian, dalam aliran filsafat pendidikan Islam, muncul aliran Idealisme atau perenialisme yang lahir atas fakta kebudayaan modern yang dianggap telah gagal dalam mencapai prospek ideal. Mengutip pendapat Mohammad Noor Syam, aliran ini disebut dengan ‘education as culture conservation’ atau ‘conservation road to culture’, yang pada intinya bahwa pendidikan adalah pemeliharaan kebudayaan dan semangat kembali untuk mencapai kepada kejayaan kebudayaan lama yang telah terbukti memberikan kebaikan yang ideal bagi kehidupan manusia. Ali Maksum dan Luluk Yunan Ruhendi, Paradigma Pendidikan Universal di Era Modern
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Konsep ilmu pengetahuan menurut pemikiran Syed Muh Ammad Naquib al-Attas dan Seyyed Hossein Nasr : studi komparatif

Konsep ilmu pengetahuan menurut pemikiran Syed Muh Ammad Naquib al-Attas dan Seyyed Hossein Nasr : studi komparatif

Sebagaimana yang dikutip oleh Adian Husaini, Wan Mohd. Nor Wan Daud menyatakan bahwa, Al-Attas mengklasifikasikan tiga faktor yang menghambat umat Islam berkembang, di antaranya; (1) problem terpenting umat ini adalah masalah ilmu pengetahuan, (2) ilmu pengetahuan modern tidak bebas nilai (netral), sebab dipengaruhi oleh pandangan-pandangan keagamaan, kebudayaan dan filsafat, yang mencerminkan kesadaran pengalaman manusia Barat, dan (3) umat Islam perlu melakukan isalmisasi ilmu pengetahuan masa kini dengan mengislamkan simbol-simbol linguistik mengenai realitas dan kebenaran. 7 Ia juga memaparkan bahwa perlunya mengingatkan masalah penggunaan bahasa atau istilah-istilah dasar dalam Islam dengan benar agar jangan sampai terjadi kekeliruan yang meluas dan kesilapan dalam memahami Islam serta pandangannya tentang hakikat dan kebenaran. Menurut Al-Attas, banyak istilah kunci dalam Islam yang kini menjadi kabur dan dipergunakan sewenang-wenang sehingga menyimpang dari makna yang sebenarnya. Ia menyebutnya sebagai penafi-islaman bahasa (de islamization of language). 8 Hamid Fahmy Zarkasyi wakil rektor UNIDA Gontor, yang merupakan murid langsung Al-Attas sewaktu masih belajar di Malaysia mengatakan bahwa; Syed Muh}ammad Naquib Al-Attas menyimpulkan problem terpenting umat Islam sekarang ini bukan politik, bukan ekonomi, bukan budaya, tetapi problem umat Islam sekarang ini adalah ilmu pengetahuan. Ternyata ilmu pengetahuan modern sekarang ini tidak bebas nilai, dan jika dibuktikan dalam filsafat ilmu, bahwa semua scientist di Barat tidak lepas dari paradigma scientist dan paradigma itu
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...