Top PDF Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

Formulasi sediaan lipstik terdiri dari komponen yaitu cera alba, lanolin, vaselin alba, Carnauba wax, setil alkohol, minyak mawar (Oleum rosae), butil hidroksitoluen, nipagin, carmin, dimana penambahan minyak jarak (Oleum ricini) dan minyak jagung (Oleum maydis) dengan berbagai perbandingan yaitu 100, 70:30, 60:40, 50:50, 30:70, 40:60, 100. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan mutu sediaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau penyimpanan selama 60 hari pada suhu kamar, uji oles, dan pemeriksaan pH, serta uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic test ).
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

KOMBINASI MINYAK JAGUNG (Oleum maydis) DAN MINYAK JARAK (Oleum ricini) SEBAGAI BAHAN DASAR LIPSTIK SKRIPSI

KOMBINASI MINYAK JAGUNG (Oleum maydis) DAN MINYAK JARAK (Oleum ricini) SEBAGAI BAHAN DASAR LIPSTIK SKRIPSI

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan kemudahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Kombinasi minyak jagung (oleum maydis) dan minyak jarak (oleum ricini) sebagai bahan dasar lipstik”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan ikhlas kepada Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi USU Medan yang telah memberikan fasilitas sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan. Ibu Dra. Fat Aminah, M.Sc., Apt., dan Ibu Dra. Juanita Tanuwijaya, M.Si., Apt., selaku pembimbing yang telah memberikan waktu, bimbingan dan nasehat selama penelitian hingga selesainya penyusunan skripsi ini. Prof. Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt., Drs. Agusmal Dalimunthe, M.S., Apt., dan Ibu Dra. Nazliniwaty, M.Si., Apt., selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik, saran dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak dan Ibu staf pengajar Fakultas Farmasi USU Medan yang telah mendidik selama perkuliahan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan 2.1.1 Habitat tumbuhan - Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan 2.1.1 Habitat tumbuhan - Kombinasi Minyak Jagung (Oleum Maydis) Dan Minyak Jarak (Oleum Ricini) Sebagai Bahan Dasar Lipstik

Lemak yang biasa digunakan adalah campuran lemak padat yang berfungsi untuk membentuk lapisan film pada bibir, memberi tekstur yang lembut, meningkatkan kekuatan lipstik dan dapat mengurangi efek berkeringat dan pecah pada lipstik. Fungsinya yang lain dalam proses pembuatan lipstik adalah sebagai pengikat dalam basis antara fase minyak dan fase lilin dan sebagai bahan pendispersi untuk pigmen. Lemak padat yang biasa digunakan dalam basis lipstik adalah lemak coklat, lanolin, lesitin, minyak nabati terhidrogenasi dan lain-lain.

12 Baca lebih lajut

IABILITAS MONOSIT YANG DIPAPAR Streptococcus viridans DAN DIINKUBASI DENGAN MINYAK ZAITUN (Oleum olivae)

IABILITAS MONOSIT YANG DIPAPAR Streptococcus viridans DAN DIINKUBASI DENGAN MINYAK ZAITUN (Oleum olivae)

Laboratorium Biologi Fakultas Farmasi Universitas Jember, dan Laboratorium Bioscience Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Pada penelitian ini digunakan sampel isolat monosit yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok yang diinkubasi dengan extra-virgin olive oil, kelompok yang diinkubasi dengan minyak zaitun konsentrasi 50%, kelompok yang diinkubasi dengan minyak zaitun konsentrasi 25%, dan kelompok kontrol (tidak diinkubasi minyak zaitun). Viabilitas atau kelangsungan hidup monosit diamati dengan pewarnaan trypan blue dimana sel monosit yang viable (hidup) memiliki membran sel yang tetap utuh dengan sitoplasma tetap bening setelah dipapar bakteri (tidak menyerap pewarnaan trypan blue). Analisa data yang digunakan yaitu uji kolmogorov smirnov untuk uji normalitas. Kemudian dilanjutkan Levene test untuk uji homogenitas. Jika data yang dihasilkan homogen dan normal, maka dilakukan uji statistik parametrik yaitu one way annova dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji HSD.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan Linier Alkyl Benzen Sulfonat (LAS) dari Linier Alkylbenzen (LAB) Dengan Proses Sulfonasi Kapasitas 85.000 Ton/Tahun

Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan Linier Alkyl Benzen Sulfonat (LAS) dari Linier Alkylbenzen (LAB) Dengan Proses Sulfonasi Kapasitas 85.000 Ton/Tahun

Proses sulfonasi dengan tipe batch memiliki empat unit proses dasar untuk netralisasi antara lain yaitu sulfonation, digestion, dilution, dan phase separation.Pada tahap sulfonasi, alkylbenzene dan oleum dicampur pada tekanan 1 atm inert. Reaksi sulfonasi berlangsung dengan eksotermik tinggi. Dan perpindahan panas tercapai dengan menggunakan reaktor jacket dan atau adanya resirkulasi pemakaian ulang penukar panas. Variabel kunci dalam mengontrol luas reaksi dan warna produk adalah temperatur, keluaran asam, waktu reaksi dan perbandingan oleum dengan alkylate. Kemudian produk meninggalkan zona sulfonasi yang kemudian dilanjutkan proses digested 15 sampai 30 menit agar reaksi berlangsung secara sempurna. Setelah proses digested, kemudian campuran dilarutkan (diluted) dengan air untuk menyempurnakan raksi. Produk kemudian diumpankan ke dalam tangki separator yang berdasarkan pada gravitasi pada lapisan asam sulfat yang keluar dari asam sulfonate ringan. Waktu separasi bergantung pada konfigurasi tangki separator, viskositas asam sulfat, temperatur dan tingkat aerasi dalam aliran umpan. (Bassam, 2005)
Baca lebih lanjut

352 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Sabut Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Tikus

Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Sabut Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Tikus

Bahan tumbuhan yang digunakan adalah sabut pinang (Areca catechu L.). Sabut dilepas dari buah pinang menggunakan rampago kemudian dipilah, sehingga didapat serabut atau sabut pinang. Beratnya ditimbang sebagai berat basah. Gambar sabut pinang dapat dilihat pada Lampiran 4, halaman 50. Sabut kemudian dikeringkan di lemari pengering pada suhu ± 40°C. Sampel yang telah kering biasanya ditentukan dari kerapuhan dan mudah patahnya bahan tumbuhan yang dikeringkan. Beratnya kemudian ditimbang, lalu dihaluskan dengan menggunakan blender, diayak dengan ayakan, sehingga didapat serbuk simplisia. Gambar serbuk simplisia sabut pinang dapat dilihat pada Lampiran 5, halaman 51. Serbuk simplisia dimasukkan ke dalam wadah plastik yang tertutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Sabut Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Tikus

Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Sabut Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Tikus

Bahan tumbuhan yang digunakan adalah sabut pinang (Areca catechu L.). Sabut dilepas dari buah pinang menggunakan rampago kemudian dipilah, sehingga didapat serabut atau sabut pinang. Beratnya ditimbang sebagai berat basah. Gambar sabut pinang dapat dilihat pada Lampiran 4, halaman 50. Sabut kemudian dikeringkan di lemari pengering pada suhu ± 40°C. Sampel yang telah kering biasanya ditentukan dari kerapuhan dan mudah patahnya bahan tumbuhan yang dikeringkan. Beratnya kemudian ditimbang, lalu dihaluskan dengan menggunakan blender, diayak dengan ayakan, sehingga didapat serbuk simplisia. Gambar serbuk simplisia sabut pinang dapat dilihat pada Lampiran 5, halaman 51. Serbuk simplisia dimasukkan ke dalam wadah plastik yang tertutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami)   Sebagai Pelembab Kulit Dalam   Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Normalnya, kulit sehat dilindungi dari kekeringan oleh bahan-bahan yang bisa menyerap air seperti asam amino, purin, pentose, choline, dan derivate asam fosfat yang jumlah totalnya 20% dari berat lapisan stratum corneum. Bahan-bahan yang larut dalam air tersebut dapat terangkat dari kulit oleh perspirasi atau pencucian jika bahan-bahan itu tidak dilindungi oleh lapisan lemak tipis yang tidak larut dalam air.Jika lapisan lemak tipis itu diangkat, bahan-bahan yang dapat larut airitu terbuka dan siraman air berikutnya akan mengangkat mereka, meninggalkan kulit yang sebagian atas sepenuhnya kehilangan karakter hidrofilik dan elastisitasnya. Demikian penghilang lapisan lemak kulit menyebabkan dehidrasi kulit (Tranggono dan Latifah, 2007).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji kelembaban kulit yang dilakukan selama 1 bulan dan uji iritasi selama 2 hari dalam penelitian Gusmely Siregar dengan judul “Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum sesami ) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim”dan memenuhi kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM,1985).

26 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Kosmetik berasal dari kata kosmetikos (yunani) yang berarti keterampilan, menghias, dan mengatur.Kosmetik adalah campuran bahan yang diaplikasikan pada anggota tubuh bagian luar seperti epidermis kulit, kuku, rambut, bibir, gigi, dan sebagainya dengan tujuan untuk menambah daya tarik, melindungi, memperbaiki, sehingga penampilannya lebih cantik dari semula (Muliyawan dan Suriana, 2013).

15 Baca lebih lajut

Formulasi Lipstik Menggunakan Kombinasi   Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil) Dan Minyak Jarak (Castor Oil) Sebagai Pelarut Zat Warna Sintetis

Formulasi Lipstik Menggunakan Kombinasi Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil) Dan Minyak Jarak (Castor Oil) Sebagai Pelarut Zat Warna Sintetis

Metode: Formula yang digunakan modifikasi resep standar dari Anne Young. Formulasi sediaan lipstik terdiri dari cera alba, lanolin, vaselin alba, carnauba wax, setil alkohol, parfum, butil hidroksi toluen, Tween 80, nipagin, pewarna sintetis (merk Smelling good) dan campuran minyak jarak dan minyak biji anggur dengan berbagai perbandingan berat yaitu 2:0; 1,5:0,5; 1:1; 0,5:1,5; 0:2. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama 90 hari pada suhu kamar, uji oles dan intensitas warna yang baik, uji iritasi dan uji kesukaan (hedonic test).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Formulasi Lipstik Menggunakan Kombinasi Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil) Dan Minyak Jarak (Castor Oil) Sebagai Pelarut Zat Warna Sintetis

Formulasi Lipstik Menggunakan Kombinasi Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil) Dan Minyak Jarak (Castor Oil) Sebagai Pelarut Zat Warna Sintetis

Bagi bibir yang begitu sempit ternyata tersedia berbagai macam kosmetika rias. Mungkin karena bibir dianggap sebagai bagian penting dalam penampilan seseorang. Kosmetika rias bibir selain untuk merias bibir ternyata disertai juga dengan bahan untuk meminyaki dan melindungi bibir dari lingkungan yang merusak, misalnya ultra violet. Ada beberapa macam kosmetika rias bibir, yaitu lipstik, lip crayon, krim bibir (lip cream), pengkilap bibir (lip gloss), penggaris bibir (lip liner), dan lip sealers (Wasitaatmadja, 1997).

21 Baca lebih lajut

Durasi Daya Repelen Minyak Cengkeh (Oleum caryophyllum) Terhadap Aedes sp. Pada Wanita Dewasa.

Durasi Daya Repelen Minyak Cengkeh (Oleum caryophyllum) Terhadap Aedes sp. Pada Wanita Dewasa.

Cengkeh mengandung minyak atsiri dengan nama dagang clove oil. Semua bagian tanaman yaitu akar, batang, daun dan bunganya mengandung minyak, tetapi kadar minyak paling tertinggi terdapat pada bunga (20%), sementara bagian lainnya hanya 4 – 6 %. Minyak cengkeh mengandung 70 – 93% eugenol (C 10 H 12 O 2 ). Eugenol sudah terbukti sebagai antijamur, antiseptik, dan

29 Baca lebih lajut

Durasi Daya Repelen Minyak Cengkeh (oleum caryophyllum) Terhadap Culex sp. Pada Wanita Dewasa.

Durasi Daya Repelen Minyak Cengkeh (oleum caryophyllum) Terhadap Culex sp. Pada Wanita Dewasa.

Filariasis yang ditularkan melalui Culex sp dapat dicegah dengan menggunakan repelen. DEET adalah repelen yang efektif, namun dapat menyebabkan efek toksik yang berat pada beberapa pengguna. Oleh karena itu perlu dicari alternatif yang dapat menggantikan DEET seperti minyak atsiri contohnya minyak cengkeh (Oleum caryophyllum).

30 Baca lebih lajut

Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata) Pada Tikus Dengan Metode Defekasi

Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata) Pada Tikus Dengan Metode Defekasi

Simplicia green cincau powder characterization and phytochemical screening done, then powder macerated with ethanol 96%. Furthermore, the ethanol extract of the green cincau antidiarrheal activity was tested in rat induced with 2 ml of oleum ricini using defecation method. Ethanol extract of green cincau was given orally a dose of 50, 100, and 150 mg/kg bw, as a comparison of loperamide HCl was given a dose of 1 mg/kg bw. Observation were done to diarrhea occurre every 30 minutes for 6 hours, includes: current start happening diarrhea, stool consistency, frequency and duration occurrence of diarrhea.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Metode Penelitian:Pada penelitian ini, krim pelembab mengandung asam stearat sebagai basis krim dan penambahan minyak wijen dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, gliserin 2% dan blanko. Pengujian kemampuan sediaan menggunakan alat skin analyzer untuk meningkatkan kelembaban kulit dengan menggunakan 10 orang sukarelawan. Beberapa pengujiannya yaitu uji homogenitas, penentuan tipe emulsi, pH, uji iritasi terhadap kulit dan pengamatan stabilitas secara visual selama 12 minggu pada suhu kamar dengan mengamati bau, warna, dan pecah atau tidaknya emulsi dari sediaan.

2 Baca lebih lajut

Keyword: Antidhiarrhea, Remek Daging Leaves, Oleum Ricini,

Keyword: Antidhiarrhea, Remek Daging Leaves, Oleum Ricini,

Diare merupakan penyakit infeksi usus yang menjadi masalah kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia.Pengobatan menggunakan obat kimia dapat menimbulkan efek samping.Perlu dilakukan pengobatan alternatif herbal. Daun re-mek daging adalah tanaman yang digunakan untuk pengobatan diare, senyawa aktif yang teridentifikasi dalam daun remek daging yaitu flavonoid, alkaloid, tannin dan fenolik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun remek daging sebagai antidiare. Uji efek antidiare ektrak daun remek daging terhadap mencit jantan dilakukan dengan cara memberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare. Ekstrak daun remek daging diberikan dengan dosis 19 mg/KgBB dan 38 mg/Kg BB diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan terhadap saat mulai diare yaitu konsistensi feses setiap 30 menit selama 8 jam. Sebagai pembanding digunakan Loperamid HCL dosis 1 mg/KgBB. .Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan Anova Satu Arah yang kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun remek daging memiliki efek antidiare (p<0,05) jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Adapun dosis 19 mg/KgBB merupakan dosis terbaik dengan efek antidiare secara statistik hampir sama dengan efek antidiare Loperamid.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

FORMULASI LIPSTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI MINYAK BIJI ANGGUR (Grapeseed oil) DAN MINYAK JARAK (Castor oil) SEBAGAI PELARUT ZAT WARNA SINTETIS SKRIPSI

FORMULASI LIPSTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI MINYAK BIJI ANGGUR (Grapeseed oil) DAN MINYAK JARAK (Castor oil) SEBAGAI PELARUT ZAT WARNA SINTETIS SKRIPSI

Metode: Formula yang digunakan modifikasi resep standar dari Anne Young. Formulasi sediaan lipstik terdiri dari cera alba, lanolin, vaselin alba, carnauba wax, setil alkohol, parfum, butil hidroksi toluen, Tween 80, nipagin, pewarna sintetis (merk Smelling good) dan campuran minyak jarak dan minyak biji anggur dengan berbagai perbandingan berat yaitu 2:0; 1,5:0,5; 1:1; 0,5:1,5; 0:2. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama 90 hari pada suhu kamar, uji oles dan intensitas warna yang baik, uji iritasi dan uji kesukaan (hedonic test).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...