Top PDF KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

4. Bapak dan Ibu dosen Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada penulis selama studi perkuliahan. 5. Bapak dan Ibuku yang tak pernah lelah memberikan doa, perhatian dan kasih

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Cerita Cinta Enrico Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Di Sma.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Cerita Cinta Enrico Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Di Sma.

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi yang berjudul “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Cerita Cinta Enrico Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA”, tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LIYEDAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LIYEDAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra.

Segala puji syukur senantiasa penulis ucapkan terima kasih kepada Allah Swt yang telah melimpahkan berkat dan karunia-Nya. Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra. Penyusunan skripsi ini digunakan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah Swt. Atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA” ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Stara 1 Pendidikan Bahasa Sastra dan Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di S

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di S

Tujuan ini adalah (1) memaparkan latar sosio historis pengarang Ayu Utami, (2) mendeskripsikan struktur yang menbangun novel Lalita karya Ayu Utami, (3) mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Lalita karya Ayu Utami, (4) Mengimplementasikan konflik batin dalam novel Lalita karya Ayu Utami sebagai bahan ajar studi di SMA. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah konflik batin dalam novel Lalita karya Ayu Utami. Sumber data yang dipakai adalah sumber data primer dalam novel Lalitakarya Ayu Utami diterbitkan oleh penerbit Gramedia setebal 251 dan sumber data sekunder Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Teknik analisis data meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Latar sosio historis pengarang (2) Struktur novel Lalita karya Ayu Utami difokuskan pada tema, alur, penokohan, dan latar. Tema dalam novel ini adalah misteri Candi Borobudur. Alur novel Lalita ini adalah alur campuran. Tokoh dalam novel terdiri dari tokoh utama (Lalita), tokoh pendamping (Sandi Yuda, Parang Jati, dan Marja), tokoh bawahan (Janaka,Oscar, Ansheldan Jisheng). Latar meliputi latar tempat (di Plasa Indonesia, Jalan Teuku Umar, Wilayah Menteng Jakarta, Borobudur, Candi Mendut, di Bandung kampus (ITB), dan Jawa Timur). Latar waktu dalam novel Lalita ini mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2010. Pada tahun 2008 pembukaan Restoran Buddha Bar dan ditutup tahun 2010. Latar sosial (Perjalanan bawah sadar dan kehidupan sehari-hari dengan alam mimpi dan Masyarakat desa meyakini bahwa vampir adalah takhayul belaka). (3) Konflik batin tokoh utama dalam novel Lalita terdapat 3 konflik. a) Konflik mendekat-mendekat, yaitu Lalita merasakan senang di dalam hidupnya ketika mengagumi seorang laki-laki. b) Konflik batin menghindar-menghindar, terdapat dua konflik yaitu 1) konflik antara percaya dan tidak percaya, 2) konflik antara sedih dan kekecewaan. c) Konflik batin mendekat-menghindar, terdapat dua konflik yaitu 1) konflik antara keinginan dan rasa bersalah, 2) konflik antara senang dan kecewa. (4) Hasil penelitian ini juga dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran sastra di SMA khususnya kelas XI.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sma.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sma.

Konflik menghindar-menghindar ( Avoidance-Avoidance Conflict ) ini terjadi ketika Lalita dan Janaka yang diketahui oleh Yuda. Pada saat Yuda ketemu Janaka, bahwa Janaka adalah musuh bebuyutan sejak berabad-abad. Konflik antara percaya dan tidak percaya bahwa kakaknya yang bernama Janaka itu sangat rajin menyumbang rumah ibadah hanya untuk mencuci uang kotornya. Konflik terjadi lagi ketika Janaka menceritakan kepada Yuda semua misteri yang ada pada Lalita. Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Lalita pada saat dia ditelanjangi dan menghapus wajahnya. Pada saat itu polisi menemukan Lalita dalam keadaan telanjang dan terikat. Di rumah Lalita pada saat Lalita mengalami pemerkosaan yang sangat menyakitkan itu di ketahui oleh Yuda. Kemudian konflik terjadi hilangnya Buku Indigo yang menjadikan konflik semakin rumit dan peristiwa pemerkoasaan dan perampokan di rumah Ibu Lalita menjadikan Parang Jati dan Marja gelisah.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA PADA NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA:  Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA PADA NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA: Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra.

Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan latar sosio-historis Tere Liye; (2) memaparkan struktur yang membangun novel Pulang karya Tere Liye; (3) mengungkapkan konflik batin tokoh utama novel Pulang karya Tere Liye; (4) mendeskripsikan implementasi novel Pulang karya Tere Liye sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat dan kutipan dalam novel Pulang karya Tere Liye. Sumber data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer pada penelitian ini adalah novel Pulang karya Tere Liye dan sumber data sekunder pada penelitian ini adalah biografi pengarang novel Pulang karya Tere Liye. Data-data tersebut divalidasi dengan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan model pembacaan semiotik terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian ini (1) latar sosio-historis Tere Liye; (2) struktur yang dikaji dalam penelitian novel Pulang karya Tere Liye terdiri dari tema dan fakta cerita. Terdapat tokoh kompleks (bulat) dan tokoh sederhana (pipih). Alur dalam novel ini adalah alur campuran. Latar dibedakan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Tema novel Pulang karya Tere Liye adalah perjuangan seorang laki-laki yang mempertahankan kejayaan Keluarga Tong, (3) konflik batin tokoh utama novel Pulang karya Tere Liye ditinjau dari psikologi sastra dibagi menjadi tiga jenis konflik yaitu konflik mendekat-mendekat ( approach-approach conflict ), konflik mendekat-menjauh ( approach-avoidance conflict ), dan konflik menjauh-menjauh ( avoidance-avoidance conflict ), dan (4) hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XII semester II dengan KD 3.1 dan KI 4.1.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

serempak dua hal yang sama-sama tidak menarik atau tidak disukainya dan harus memilih salah satu, seperti contoh ketika Srintil pergi ke Dawuhan ketika disuruh pulang oleh Nyai Kartareja karena ada Pak Marsusi yang hendak bertemu dengannya akan tetapi Srintil memilih pergi. Contoh lagi ketika Srintil memutuskan untuk tidak melayani laki- laki lagi, Ia hanya ingin meronggeng layaknya seorang ronggeng. Ketiga, konflik mendekat-menghindar (approach-advoidance conflict), konflik ini terjadi apabila seseorang menghadapi serempak antara yang menarik dan yang tidak menarik dan harus memilih salah satu daripadanya, seperti contoh Srintil kecewa karena Rasus menolaknya ketika ia hendak menyerahkan kehormatannya. Contoh lainnya ketika hendak disuruh dukun ronggeng untuk bertemu dengan Pak Marsusi, Srintil lebih memilih bersama Goder.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

 BAB I   Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

BAB I Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Cerita dalam novel memiliki banyak konflik yang dialami oleh tokoh utama yaitu Srintil. Konflik yang dialami oleh Srintil sebagai tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk berupa konflik batin karena konflik tersebut hanya dialami oleh diri Srintil. Konflik batin akan dikaji melalui pendekatan psikologi sastra. Melalui psikologi sastra diharapkan dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. Dapat diuraikan berdasarkan pernyataan diatas alasan dalam penelitian ini sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Konflik batin tokoh utama dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari serta implikasinya terhadap pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di MTS Al-Mansuriyah, Kec Pinang, Kota Tangerang

Konflik batin tokoh utama dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari serta implikasinya terhadap pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di MTS Al-Mansuriyah, Kec Pinang, Kota Tangerang

Kerinduan rasus akan sosok Emaknya ternyata kemudian ditemukan dan digambarkan sosok Emaknya ke dalam diri Srintil, anak perawan Dukuh Paruk berusia sebelas tahun, yang merupakan teman sepermainan Rasus. Ia pun seorang yatim piatu. Orang tuanya adalah pasangan suami istri pembuat tempe bongkrek yang menyebabkan malapetaka itu terjadi. Di usianya yang masih sebelas tahun, Srintil sudah pandai menari. Ini terbukti ketika dia sedang bermain dengan Rasus, Warta, dan Darsun, dengan luwes ia melenggaklenggokan tubuhnya berdendang layaknya seorang ronggeng. Bakat Srintil ini diketahui kakeknya, Sakarya. Menurut Sakarya, cucunya telah kerasukan indang ronggeng. Indang adalah semacam wangsit yang di mulikan di dunia peronggengan. Sudah sebelas tahun lamanya Dukuh Paruk tanpa ronggeng dan alunan calung. Dukuh Paruk tanpa ronggeng bukanlah Dukuh Paruk Srintil akan mengembalikan citra dari pedukuhan itu Sakarya menceritakan semua tentang cucunya kepada Kartareja, dukun ronggeng Dukuh Paruk. Dan akhirnya Srintil di asuh oleh Kartareja agar menjadi seorang ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Di Indonesia, perkembangan karya sastra sangat membanggakan. Dewasa ini banyak sekali diterbitkan novel mutakhir dengan berbagai macam tema dan isinya. Pada dasarnya novel yang diterbitkan merupakan gambaran kehidupan sosial masyarakat dari berbagai aspeknya. Berbeda dengan novel- novel dahulu, novel terbitan sekartang rata-rata pengarangnya adalah wanita, yang menonjolkan tokoh wanita sebagai tokoh utama. Namun, selain itu ada pula novel yang berisi mengenai suatu kehid upan masyarakat yang tokohnya juga wanita. Contohnya Para Priyayi, Pengakuan Pariem, Ronggeng Dukuh Paruk. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk mengkaji novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dengan tinjauan psikologi sastra. Ahmad Tohari sebagai penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk seorang sastrawan yang kreatif hal ini terbukti dengan karyanya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

Psikologi sastra dapat digunakan untuk menelaah psikologi tokoh dalam novel. Pendekatan psikologi sastra ini digunakan karena fokus menelaah aspek perwatakan sehingga dapat membantu menganalisis novel yang kental dengan masalah psikologis. Teori yang digunakan adalah teori kepribadian Freud yang memandang manusia cenderung pada alam bawah sadarnya. Schellenberg (dalam Ratna, 2013:62) menyatakan semua gejala yang bersifat mental dan bersifat tidak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. Hal inilah yang menarik karena kepribadian seseorang menurut Freud digolongkan menjadi tiga bagian yaitu id, ego, dan superego. Ketiga bagian itu memiliki peran yang berbeda, namun dari perpaduan ketiga bagian tersebut keadaan batin seseorang dapat terlihat.Teori Freud juga memuat konsep mekanisme pertahanan diri dan konflik. Mekanisme pertahanan diri dan konflik itu dibagi menjadi sembilan bentuk, yaitu represi, sublimasi, proyeksi, pengalihan, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi dan apatis, serta fantasi dan stereotype.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

10 Melalui bahasa sebagai medium sastra agaknya Tohari ingin menyampaikan gagasan bahwa dalam bekerja, berkarya seni, berkeluarga, bermasyarakat, atau apa pun yang dilakukan manusia termasuk menolong orang lain, hanya untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Itulah wujud dari pengamalan Tohari terhadap ayat al-Quran bahwa ”Wamaa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduu‖. Artinya, ‖ Dan Aku (Tuhan) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdikan diri kepada- Ku.‖ Tohari melontarkan gagasan-gagasan sangat mendasar tentang religiositas sebagai wujud pengamalannya atas ajaran Islam secara kaffah, menyeluruh. Inilah esensi dari hakikat takwa yakni beriman kepada Allah dengan segala sifat-Nya dan beramal shalih, berbuat kebajikan bagi umat manusia dan seluruh alam.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG  KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Berdasarkan analisis struktural, tema dalam novel Orang-orang Proyek adalah idealisme dan kejujuran harus ditegakkan dalam situasi apa pun. Alur dalam novel ini maju atau progresif. Tokoh utamanya adalah Kabul, sedangkan tokoh tambahannya adalah Ir. Dalkijo, Pak Tarya, Pak Basar, Wati, dan Mak Sumeh. Latar novel ini menggunakan latar tempat di sebuah desa yang dialiri Sungai Cibawor. Latar waktu yakni kurun waktu tahun 1991 sampai tahun 1992. Latar sosial yang digambarkan adalah kehidupan masyarakat pedesaan.

11 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

2. Kajian mengenai realisasi kesantunan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pertimbangan untuk bahan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah, mulai dari tingkat menengah sampai tingkat tinggi. Misalnya pada standar kompetensi menulis (mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen) dan kompetensi dasar menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar), guru dapat memanfaatkan novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai model pemilihan tuturan oleh pengarang dalam mengekspresikan ide atau gagasannya ke dalam bentuk cerita. Pemilihan bahan pengajaran yang diambil dari seleksi tuturan-tuturan dalam novel ini sekaligus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santun. Hal ini tentunya diharapkan juga dapat dilakukan dalam aspek keterampilan berbahasa yang lain yakni, menyimak, berbicara, dan membaca. Kondisi seperti ini kiranya dipikirkan kembali karena berbahasa santun dalam berkomunikasi secara formal maupun nonformal akan berdampak positif pada keberlangsungan dan efek yang timbul dari komunikasi tersebut.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

PENDAHULUAN KONFLIK BATIN TOKOH KABUL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Novel Orang-orang Proyek dipilih untuk diteliti karena memiliki nilai sastra yang tinggi, di dalamnya terdapat cerita menarik, terutama konflik- konflik yang dialami tokoh utama Kabul. Meski tidak tahan karena selalu konflik dengan atasannya, Kabul selalu ingin bertahan sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat. Di tengah kondisi itu, Kabul menemukan kesejukannya sendiri saat berjumpa dengan sahabat lamanya, yang juga kepala desa di desa itu. Begitu juga dengan kisah cintanya dengan Wati, sekretarisnya di proyek jembatan. Ahmad Tohari mampu menggambungkan kisah romantis dan politis dengan sangat baik. Bahkan perkataan bijak, diskusi filosofis dan agama juga muncul dalam beberapa bagian cerita.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk telah menganalisis struktur untuk memberikan penjelasan gambaran bagi guru ketika membimbing siswa tentang struktur yang ada dalam novel tersebut. 2) Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk untuk memperoleh pengetahuan, motivasi, dan inovatif. 3) Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari juga menganalisis latar sosial budaya yang masih kehidupan miskin dan keterbelakangan untuk mendapatkan kemudahan pengapresiaan karya sastra. 4) Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan luas mengenai relevansi struktur dan tinjauan sosiologi dalam novel tersebut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL PUSPARATRI  KARYA NURUL IBAD: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Novel Pusparatri Karya Nurul Ibad: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL PUSPARATRI KARYA NURUL IBAD: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Novel Pusparatri Karya Nurul Ibad: Tinjauan Psikologi Sastra.

6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, khususnya Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah yang telah memberikan sebagian ilmunya kepada penulis dengan tulus ikhlas selama ini;

11 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL  Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

Berdasarkan analisis struktural, tema dalam novel Sang Maharani adalah kemanusiaan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan. Alur dalam novel ini maju-mundur atau flashback . Tokoh utamanya adalah Maharani, sedangkan tokoh tambahannya adalah Ayu, Jenderal Van Houten, Arik, Janoear, Sari, Moetiara, Nyonya Shopia, Nyonya Lastri, Tuan Takeshi, Hartono, Dokter Ali, dan Nancy. Latar novel ini menggunakan latar tempat di tempat di Batavia, Sunda Kelapa, Glodok, Condet, Bandung, Yogyakarta, Kali Ciliwung, Ancol dan Pasar Baru. Latar waktu yakni kurun waktu tahun 1942 sampai tahun 1945. Latar sosial yang digambarkan adalah kehidupan Maharani yang penuh dengan lika-liku.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL PUSPARATRI  KARYA NURUL IBAD: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Novel Pusparatri Karya Nurul Ibad: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL PUSPARATRI KARYA NURUL IBAD: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Novel Pusparatri Karya Nurul Ibad: Tinjauan Psikologi Sastra.

Psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah yang berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam sastra. Aspek-aspek kemanusiaan inilah yang merupakan objek utama psikologi sastra sebab semata-mata dalam diri manusia itulah aspek kejiwaan dicangkokkan dan diinvestasikan. Penelitian psikologi sastra dilakukan melalui dua cara. Pertama, melalui pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap suatu karya sastra. Kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek penelitian, kemudian ditentukan teori-teori psikologi yang dianggap relevan untuk melakukan analisis (Ratna, 2007:344).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...