Top PDF KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SLLAMAH AL QASS KARYA ALI AHMAD BA KATSIR (Analisis Struktural dengan Pendekatan Psikologi Sastra).

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SLLAMAH AL QASS KARYA ALI AHMAD BA KATSIR (Analisis Struktural dengan Pendekatan Psikologi Sastra).

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SLLAMAH AL QASS KARYA ALI AHMAD BA KATSIR (Analisis Struktural dengan Pendekatan Psikologi Sastra).

93 3.2.5 Solusi Pengarang Terhadap Konflik Internal Tokoh Dalam Novel Sallãmah al-Qass ……….[r]

4 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KERUDUNG SANTET GANDRUNG KARYA HASNAN SINGADIMAYAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA��

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KERUDUNG SANTET GANDRUNG KARYA HASNAN SINGADIMAYAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA��

sebagai objek penelitian dilandasi bahwa dalam novel ini menampilkan budaya dalam kearifan lokal, kesalahan masyarakat dalam menilai penari gandrung yang diidentikkan dengan seks dan pemakaian santet, selain itu juga mengungkapkan bahwa sesungguhnya santet bukanlah ilmu jahat. Bukan hanya itu, novel ini juga menceritakan tentang percintaan antara tiga tokoh yang di dalamnya melibatkan santet, dengan melalui peristiwa-peristiwa yang memanas dan juga memilukan. Adapun penelitian menitik beratkan pada aspek batin tokoh utama melalui pendekatan psikologi sastra yang menelaah karya sastra dengan bantuan ilmu psikologi, dengan judul “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Nove l Kerudung
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

PENDAHULUAN Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

Karya sastra ada hubungannya dengan psikologi. Woodworth dan Marquis (dalam Walgito, 1997: 8) memberikan gambaran bahwa psikologi itu mempelajari aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas secara motorik, kognitif, maupun emosional. Oleh karena itu, psikologi merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta mempelajari tingkah laku atau aktivitas-aktivitas, dimana tingkah laku dan aktivitas-aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Jika dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian yang dialami oleh Maharani dalam novel, maka Novel Sang Maharani ini sangatlah tepat bila dikaji dengan pendekatan psikologi sastra.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL BIDADARI TAK BERSAYAP KARYA BUDI SATRIO: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL BIDADARI TAK BERSAYAP KARYA BUDI SATRIO: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Karya sastra masih ada hubungannya dengan psikologi. Woodworth dan Marquis (dalam Walgito, 1997: 8) memberikan gambaran bahwa psikologi itu mempelajari aktivitas-aktivitas individu baik aktivitas secara motorik, kognitif, maupun emosional. Oleh karena itu, psikologi merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta mempelajari tentang tingkah laku atau aktivitas-aktivitas. Tingkah laku dan aktivitas-aktivitas itu sebagai manivestasi hidup kejiwaan. Jika dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian yang dialami oleh Bimo dalam novel, maka novel Bidadari Tak Bersayap ini sangatlah tepat apabila dikaji melalui pendekatan psikologi sastra.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Analisis yang digunakan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah menggunakan pendekatan Psikologi Sastra. Pedekatan ini digunakan untuk menganalisis konflik batin tokoh tama. Konflik batin tokoh Srintil dikaji menggunakan tiga aspek, yaitu konflik mendekat- mendekat (approach-approach conflict), misalnya Srintil ketika akan melaksanakan malam bukak-klambu sebagai syarat menjadi seorang ronggeng dan mendapatkan upah berupa uang atau perhiasan., konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict) misalnya Srintil pergi ke Dawuhan ketika disuruh pulang oleh Nyai Kartareja karena ada Pak Marsusi yang hendak bertemu dengannya, dan konflik mendekat- menghindar ((approach-advoidance conflict) misalnya Srintil kecewa ketika Rasus menolaknya ketika ia hendak menyerahkan kehormatannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL WO AI NI ALLAH KARYA VANNY CHRISMA W: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL WO AI NI ALLAH KARYA VANNY CHRISMA W: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Pendekatan Psikologi Sastra’’. Hasil penelitiannya (1) tokoh Tinung mengalami konflik dengan dirinya maupun orang tuanya akibat tidak terpenuhinya id, ego, dan super ego yang tidak berfungsi secara harmonis sehingga membuat Tinung memutuskan untuk terjun menjadi cabaukan; (2) konflik batin akibat tidak seimbangnya id, ego, dan super ego dialami oleh tokoh Tan Peng Liang yakni selalu merasakan perasaan tidak tenang, bimbang dan keraguan; (3) tokoh Tan Soe Bie mengalami konflik batin akibat meningkatnya implus id yang menekan ego dan super ego sehingga membuat jiwanya terguncang; (4) persaingan antara Tokoh Thio Boen Hiap dengan Tan Peng Liang menimbulkan konflik yang menyebabkan kondisi jiwanya terguncang akibat meningkatnya impuls id yang menekan ego dan super ego. Konflik tersebut membuat Thio Boen Hiap tidak bahagia sehingga menimbulkan konflik batin dalam dirinya.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

 BAB I   Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

BAB I Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Cerita dalam novel memiliki banyak konflik yang dialami oleh tokoh utama yaitu Srintil. Konflik yang dialami oleh Srintil sebagai tokoh utama novel Ronggeng Dukuh Paruk berupa konflik batin karena konflik tersebut hanya dialami oleh diri Srintil. Konflik batin akan dikaji melalui pendekatan psikologi sastra. Melalui psikologi sastra diharapkan dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. Dapat diuraikan berdasarkan pernyataan diatas alasan dalam penelitian ini sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RINTIHAN DARI  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Rintihan Dari Lembah Lebanon Karya Taufiqurrahman Al-Azizy: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RINTIHAN DARI Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Rintihan Dari Lembah Lebanon Karya Taufiqurrahman Al-Azizy: Tinjauan Psikologi Sastra.

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan unsur-unsur yang membangun novel Rintihan dari Lembah Lebanon, dan (2) mendeskripsikan konflik batin tokoh utama yang terkandung dalam novel Rintihan dari Lembah Lebanon karya Taufiqurrahman al-Azizy dengan menggunakan tinjauan psikologi sastra. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Rintihan dari Lembah Lebanon tinjauan psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Rintihan dari Lembah Lebanon karya Taufiqurrahman al-Azizy. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah artikel dari internet dan data-data yang bersumber dari buku acuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik validasi dalam penelitian ini yaitu menggunakan trianggulasi sumber. Adapun analisis datanya yaitu dengan teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian berdasarkan analisis struktural pada novel Rintihan dari Lembah Lebanon yaitu tema tentang cinta suci seorang pemuda kepada kekasihnya. Alur dalam novel ini, yaitu alur mundur (Regresif). Tokoh-tokoh yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tokoh utama yaitu Alif dan tokoh tambahan yaitu Aziz, Naysila, Lubna, Ehud, Soimah, Salman, Maria, Ghufron, dan Kang Rahmat. Latar dalam novel ini menggunakan latar tempat di kota Surakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Lebanon. Latar waktu terjadi selama kurang lebih 4,5 sampai 5 tahun, yaitu antara tahun 2006 sampai tahun 2011. Latar sosial yang digambarkan adalah Alif seorang anak yatim piatu yang harus tinggal di pondok pesantren sesuai dengan wasiat ayahnya. Unsur- unsur dalam novel tersebut yaitu tema, alur, penokohan dan latar saling berhubungan sehingga menciptakan sebuah keutuhan karena semuanya terjalin dengan baik. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, wujud konflik batin dalam novel Rintihan dari Lembah Lebanon adalah (1) konflik mendekat-mendekat, (2) konflik mendekat-menjauh,dan (3) konflik menjauh-menjauh. Hasil penelitian ini juga dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran di SMA khususnya kelas XI.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL  Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL Konflik Batin Tokoh Utama Novel Sang Maharani KArya Agnes Jessica : Tinjauan Psikologi Sastra.

Berdasarkan analisis struktural, tema dalam novel Sang Maharani adalah kemanusiaan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan. Alur dalam novel ini maju-mundur atau flashback . Tokoh utamanya adalah Maharani, sedangkan tokoh tambahannya adalah Ayu, Jenderal Van Houten, Arik, Janoear, Sari, Moetiara, Nyonya Shopia, Nyonya Lastri, Tuan Takeshi, Hartono, Dokter Ali, dan Nancy. Latar novel ini menggunakan latar tempat di tempat di Batavia, Sunda Kelapa, Glodok, Condet, Bandung, Yogyakarta, Kali Ciliwung, Ancol dan Pasar Baru. Latar waktu yakni kurun waktu tahun 1942 sampai tahun 1945. Latar sosial yang digambarkan adalah kehidupan Maharani yang penuh dengan lika-liku.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Di Indonesia, perkembangan karya sastra sangat membanggakan. Dewasa ini banyak sekali diterbitkan novel mutakhir dengan berbagai macam tema dan isinya. Pada dasarnya novel yang diterbitkan merupakan gambaran kehidupan sosial masyarakat dari berbagai aspeknya. Berbeda dengan novel- novel dahulu, novel terbitan sekartang rata-rata pengarangnya adalah wanita, yang menonjolkan tokoh wanita sebagai tokoh utama. Namun, selain itu ada pula novel yang berisi mengenai suatu kehid upan masyarakat yang tokohnya juga wanita. Contohnya Para Priyayi, Pengakuan Pariem, Ronggeng Dukuh Paruk. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk mengkaji novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dengan tinjauan psikologi sastra. Ahmad Tohari sebagai penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk seorang sastrawan yang kreatif hal ini terbukti dengan karyanya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KONFLIK Konflik Batin Tokoh Dewi Dalam Novel Menari Di Atas Awan Karya Maria A. Sardjono: Tinjauan Psikologi Sastra.

KONFLIK Konflik Batin Tokoh Dewi Dalam Novel Menari Di Atas Awan Karya Maria A. Sardjono: Tinjauan Psikologi Sastra.

Hasil penenilian berdasarkan analisis struktural novel Menari di Atas Awan yaitu tema tentang percintaan dengan latar keluarga yang berbeda. Alur novel ini adalah alur maju. Tokoh-tokoh yang dianalisis adalah Dewi, Rayhan, Didit, Tita, Totok, Ibu Susetyo, Fifi, dan Neny. Latar tempat dalam novel ini di Jakarta meliputi Ancol, Institut Kesenian Jakarta dan Taman Ismail Marzuki, Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Solo, Bali, dan London (Inggris). Latar waktu terjadi pada tahun 2008-2009, ditandai dengan terjadinya krisis finansial global dan masuknya facebook di Indonesia. Latar sosialnya adalah kehidupan Dewi yang sederhana dan dua keluarga yang status sosialnya berbeda jauh.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB 1  Konflik Batin Dalam Novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar: Tinjauan Psikologi Sastra.

BAB 1 Konflik Batin Dalam Novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar: Tinjauan Psikologi Sastra.

Agnes Davonar adalah sebuah fenomenal dalam dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai penulis amatir disebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan 5 novel online dan 140 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya. Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes Davonar”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes Davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MANJALI DAN CAKRABIRAWA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

PENDAHULUAN KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MANJALI DAN CAKRABIRAWA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

dapat terjadi karena kajian didasarkan pada pemahaman arti kebahasaan yang bersifat lugas atau berdasarkan arti denotatif dari suatu bahasa (Santosa dalam Wati, 2010: 124). Pembacaan hermeneutik adalah pembacaan yang bermuara pada ditemukannya satuan makna karya sastra (novel) secara utuh dan terpadu (Santosa dalam Wati, 2010: 124). Oleh karena itu, pada tahap pembacaan tersebut, pembaca berusaha melihat kembali dan melakukan perbandingan berkaitan dengan yang telah dibaca pada proses pembacaan tahap pertama. Pembaca berada di dalam sebuah efek dekoding. Artinya, pembaca mulai dapat memahami bahwa segala sesuatu yang pada awalnya, pada pembacaan tahap pertama, terlihat sebagai ketidakgramatikalan, ternyata merupakan fakta-fakta yang saling berkaitan (Bramantio dalam Wati, 2010: 28).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sma.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sma.

Karya sastra dapat berupa novel, puisi, cerpen, drama yang dapat dinikmati dan diapresiasi oleh siapapun. Fenomena kehidupan itu beraneka ragam baik yang mengandung aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, kemanusiaan, keagamaan, moral, dan gender. Dengan daya imajinatifnya, berbagai realitas kehidupan yang dihadapi sastrawan itu diseleksi, direnungkan, digali, diolah, kemudian diungkapkan dalam karya sastra yang lazim bermediumkan bahasa. Sastra dan manusia sangat erat, karena pada dasarnya keberadaan sastra sering bermula dari persoalan dan permasalahan yang ada pada manusia dan lingkungan sekitar, kemudian imajinasi yang tinggi seseorang pengarang tinggal menuangkan masalah-masalah yang ada disekitarnya menjadi sebuah karya sastra.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Bintang Anak Tuhan Karya Kirana Kejora: Kajian Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Bintang Anak Tuhan Karya Kirana Kejora: Kajian Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Endraswara (dalam Minderop, 2011:59) mengemukakan bahwa, psikologi sastra adalah sebuah interdisiplin antara psikologi dan sastra.Sedangkan menurut Ratna (2007, 349) Psikologi sastra adalah model penelitian interdisilpin dengan menetapkan karya sastra sebagai memiliki posisi yang lebih dominan. Atas dasar khazanah sastra yang sangat luas, yang dievokasi melalui tradisi yang berbeda-beda, unsur-unsur psikologis pun menampilkan aspek-aspek yang berbeda-beda. Dengan kalimat lain, sebagai bagian studi multikultural, analisis psikologis dibangun atas dasar kekayaan sekaligus perbedaan khazanah kultural bangsa. Di satu pihak, novel tidak melukiskan tokoh-tokoh dari semestaan yang sama, di pihak lain, novel juga tidak menampilkan tokoh sebagai manusia secara individual. Sebagai sistem simbol, dalam novel terkandung keberagaman tokoh sebagai representasi multikultural, tokoh-tokoh sebagai spesies. Pada gilirannya karakterisasi dibangun atas dasar dan dipahami melalui hakikat multikultural dan spesies (Ratna, 2007:349).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Bintang Anak Tuhan Karya Kirana Kejora: Kajian Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Bintang Anak Tuhan Karya Kirana Kejora: Kajian Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dimana pun dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pun pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU:TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU:TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Secara umum, alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita. Istilah alur biasanya terbatas pada peristiwa-peristiwa yang terhubung secara klausal saja. Dua elemen dasar yang membangun alur adalah konflik dan klimaks. Setiap karya fiksi setidak-tidaknya memiliki ‘konflik internal’ (yang tampak jelas) yang hadir melalui hasrat dua orang karakter atau hasrat seorang karakter dengan lingkungannya. Klimak adalah saat ketika konflik terasa sangat intens sehingga ending tidak dapat dihindari lagi. Klimaks merupakan titik yang mempertemukan kekuatan- kekuatan konflik dan menentukan bagaimana oposisi tersebut dapat terselesaikan (Stanton, 2007: 26-32)
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di S

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Lalita Karya Ayu Utami: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di S

Tujuan ini adalah (1) memaparkan latar sosio historis pengarang Ayu Utami, (2) mendeskripsikan struktur yang menbangun novel Lalita karya Ayu Utami, (3) mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Lalita karya Ayu Utami, (4) Mengimplementasikan konflik batin dalam novel Lalita karya Ayu Utami sebagai bahan ajar studi di SMA. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah konflik batin dalam novel Lalita karya Ayu Utami. Sumber data yang dipakai adalah sumber data primer dalam novel Lalitakarya Ayu Utami diterbitkan oleh penerbit Gramedia setebal 251 dan sumber data sekunder Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Teknik analisis data meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Latar sosio historis pengarang (2) Struktur novel Lalita karya Ayu Utami difokuskan pada tema, alur, penokohan, dan latar. Tema dalam novel ini adalah misteri Candi Borobudur. Alur novel Lalita ini adalah alur campuran. Tokoh dalam novel terdiri dari tokoh utama (Lalita), tokoh pendamping (Sandi Yuda, Parang Jati, dan Marja), tokoh bawahan (Janaka,Oscar, Ansheldan Jisheng). Latar meliputi latar tempat (di Plasa Indonesia, Jalan Teuku Umar, Wilayah Menteng Jakarta, Borobudur, Candi Mendut, di Bandung kampus (ITB), dan Jawa Timur). Latar waktu dalam novel Lalita ini mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2010. Pada tahun 2008 pembukaan Restoran Buddha Bar dan ditutup tahun 2010. Latar sosial (Perjalanan bawah sadar dan kehidupan sehari-hari dengan alam mimpi dan Masyarakat desa meyakini bahwa vampir adalah takhayul belaka). (3) Konflik batin tokoh utama dalam novel Lalita terdapat 3 konflik. a) Konflik mendekat-mendekat, yaitu Lalita merasakan senang di dalam hidupnya ketika mengagumi seorang laki-laki. b) Konflik batin menghindar-menghindar, terdapat dua konflik yaitu 1) konflik antara percaya dan tidak percaya, 2) konflik antara sedih dan kekecewaan. c) Konflik batin mendekat-menghindar, terdapat dua konflik yaitu 1) konflik antara keinginan dan rasa bersalah, 2) konflik antara senang dan kecewa. (4) Hasil penelitian ini juga dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran sastra di SMA khususnya kelas XI.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH ASWATAMA DALAM NOVEL MANYURA KARYA YANUSA NUGROHO SEBUAH PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA

KONFLIK BATIN TOKOH ASWATAMA DALAM NOVEL MANYURA KARYA YANUSA NUGROHO SEBUAH PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA

Karya sastra menggambarkan masalah kehidupan, baik jiwa atau aspek kehidupan melalui media ekspresi pengarangnya. Kehidupan itu sendiri mempunyai ruang dan orientasi gerak yang tiap-tiap individu berbeda. Pada dasarnya psikologi dan sastra mempunyai kaitan erat dengan manusia dalam masyarakatnya. Psikologi dapat memberikan gambaran-gambaran atau penjelasan yang bermanfaat tentang sastra, terutama tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan perasaan dalam sastra. Berbagai persamaan tujuan antara psikologi dan sastra mendasari adanya suatu pendekatan psikologi terhadap suatu karya sastra. Sastra dapat memanfaatkan psikologi karena sastra merupakan aktivitas ekspresi manusia. Tokoh-tokoh dalam adalah manusia-manusia yang terdiri dari unsur fisik dan psikis. Oleh karena itu, unsur psikologi sangat berperan dalam penokohan. Novel psikologi pada umumnya dengan jelas masih menunjukkan usaha novelis untuk mengubah dan mereka bentuk yang ada padanya, kemudian diangkatnya dari tingkat kemungkinan mental ke tingkat memberi keterangan yang terperinci tentang pelaku-pelaku ceritanya (Atmaja, 1986 : 70).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...