Top PDF Konsep Demokrasi Politik Dalam Islam

Konsep Demokrasi Politik Dalam Islam

Konsep Demokrasi Politik Dalam Islam

makin populer pasca terbunuhnya Ali bin Abi Thalib karena umat Islam melakukan bid’ah (aktivitas yang tak diajarkan oleh Nabi SAW) sehingga dibedakan antara ahli bid’ah dengan ahli sunah. Aswaja berpola pikir (a) Ahlu ar-ra’yi (lebih banyak menggunakan akal dalam ijtihad). Imam Abu Hanifah mendasarkan ajaran 4XUDQ KDGLV LMPDN TL\DV GDQ LVWLKVDQ +DQDÀ\DK EHUNHPEDQJ di Turki, Afghanistan, Mesir, Asia Tengah, Pakistan, India, Irak, Brazil, Amerika Latin, (b) Ahlu alh}adi>s lebih banyak menggunakan hadis dalam menetapkan hukum Islam daripada akal, seperti UXMXNDQ LPDP PD]KDE 6\DÀ·L 0DOLNL +DPEDOL GDQ +DQDÀ Mazhab Maliki (pengikut Imam Malik bin Anas) berkembang di Afrika Utara, Mesir, Sudan, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Mazhab 6\DÀ·L SHQJLNXW ,PDP 0XKDPPDG ,GULV DV\ 6\DÀ·L EHUNHPEDQJ di Mesir, Suriah, Pakistan, Arab Saudi, India Selatan, Thailand, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, dan Indonesia. Mazhab Hambali berkembang di Arab Saudi, Suriah, dan beberapa QHJDUD $IULND 0D]KDE +DQDÀ EHUNHPEDQJ GL 6SDQ\RO PHVNL kian menipis. Dinamika Aswaja di Nusantara dipengaruhi karya ulama yang terbit pada abad ke-17 sebagaimana Nuruddin Ar- 5DQLUL NLWDE ÀNLK OHQJNDS SHUWDPD EHUEDKDVD 0HOD\X $EGXO Rauf Singkel (tafsir 30 juz berbahasa Melayu), Muhamad Yusuf al-Makassari. Pada abad ke-18 dimotori Abdus Shamad al- 3DOHPEDQL 0XKDPDG 1DÀV DO %DQMDUL $EDG NH WDPSLOQ\D Nawawi al-Bantani dan Ahmad Khatib al-Minangkabawi, keduanya belajar di Mekah dan Madinah. Perkembangan Aswaja di Indonesia, khususnya di Jawa, ditopang Walisongo. Kaum Sunni Indonesia berprinsip keagamaan sebagai dasar pemahaman \DQJ WDN PHQDÀNDQ WUDGLVL %LGDQJ WHRORJL EHUDOLUDQ $V\·DUL\DK GDQ EHUPD]KDE ÀNLK HPSDW \DQJ PHPULRULWDVNDQ 0D]KDE 6\DÀ·L NDUHQD OHELK ÁHNVLEHO 12
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Demokrasi dan Partisipasi Politik dalam

Demokrasi dan Partisipasi Politik dalam

Konsep demokrasi semula lahir dari pemikiran mengenai hubungan Negara dan hukum di Yunani Kuno dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara antara abad 4 SM- 6 M. pada waktu itu, dilihat dari pelaksanaannya, demokrasi yang dipraktekkan bersifat langsung( direct democracy), artinya hak rakyat untuk membuat keputusan- keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga Negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Di Yunani Kuno, demokrasi hanya berlaku untuk warga Negara yang resmi. Sedangkan penduduk yang terdiri dari budak, pedagang asing, perempuan dan anak-anak tidak dapat menikmati hak demokrasi. Gagasan demokrasi yunani Kuno lenyap ketika bangsa Romawi dikalahkan oleh suku Eropa Barat dan Benua Eropa memasuki abad pertengahan (600-1400). Walaupun begitu, ada sesuatu yang penting yang menjadi tonggak baru berkenaan dengan demokrasi abad pertengahan, yaitu lahirnya Magna Charta. Dari piagam tersebut, ada dua prinsip dasar: Pertama, kekuasaan Raja harus dibatasi; Kedua, HAM lebih penting daripada kedaulatan Raja. Dalam Negara modern demokrasi tidak lagi bersifat langsung, tetapi merupakan demokrasi berdasarkan perwakilan (representative democracy). Setelah sempat tenggelam, akhirnya terjadi dua peristiwa penting yang mendorong gagasan demokrasi muncul kembali yaitu , terjadinya Raissance dan Reformasi. Raissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat pada sastra dan budaya Yunani Kuno, dasarnya adalah kebebasan berpikir dan nertindak bagi manusia tanpa boleh ada orang lain yang membatasi dengan ikatan-ikatan. Sedangkan Reformasi yang terjadi adalah revolusi agama yang terjadi di Eropa Barat abad 16.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Then, the theory used in this research is the theory of democracy, and the political theory of Islam which later used the authors to analyze the paradigm of acceptance of democracy in the Islamic political movement by the Partai Keadilan Sejahtera and Hizbut Tahrir Indonesia.

2 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Puji syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PARADIGMA PENERIMAAN DEMOKRASI DALAM GERAKAN POLITIK ISLAM (STUDI ANALISIS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA).” Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam jenjang perkuliahan Strata 1 pada Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan skripsi ini tidak lepas dari hambatan dan kesulitan, namun berkat bimbingan, bantuan, nasehat dan saran serta kerjasama dari berbagai pihak, khususnya Dosen pembimbing, segala hambatan tersebut akhirnya dapat diatasi dengan baik. Dalam penulisan skripsi ini tentunya tidak lepas dari kekurangan, baik aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi penelitian yang disajikan. Semua ini didasarkan dari keterbatasan yang dimiliki penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna sehingga penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Politik hukum pemerintahan Soeharto tentang Demokrasi politik

Politik hukum pemerintahan Soeharto tentang Demokrasi politik

Senada dengan Suhardiman, Menteri Dalam Negeri Supardjo Rustam mengatakan bahwa “undang-undang tersebut harus dilihat sebagai masalah sederhana dan mudah. Tidak ada kesulitan yang akan dihadapi tiap ormas. Lebih dari itu dia juga menegaskan bahwa ormas harus mendefinisikan ulang diri mereka sendiri berdasarkan undang-undang ini dan menginfestasaikan peranan serta aktivitas sesuai dengan keunikannya dalam menerapkan program-program mereka. Jadi, posisi sosial ormas akan sejajar dengan posisi partai- partai politik, meskipun tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.berdasarkan semangat undang-undang ini, Rustam melanjutkan, seluruh ormas bebas menentukan peran mereka sendiri. Meskipun demikian, tidak seperti PPP, yang secara bulat menerima Pancasila sebagai asas tunggalnya, tanggapan umat Islam terhadap Pancasila sebagai asas tunggal bagi seluruh ormas dapat dibagi kedalam dua kategori, yaitu
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

DEMOKRASI DAN KEKUASAAN POLITIK PETAHANA

DEMOKRASI DAN KEKUASAAN POLITIK PETAHANA

Diskusi konsep demokrasi dan kekuasaan politik disebutkan oleh Haugaard (2010:1049) yang menjelaskan Demokrasi adalah sebuah bunga yang mudah rusak yang mensyaratkan bentuk khusus dari kekuasaan dan persepsi kewenangan. Ia menerangkan kekuasaan politik yaitu kekuasaan yang ditaklukan melalui kewenangan, didasari tindakan yang dilakukan. Kewenangan mensyaratkan sebuah perihal demokrasi yang dalamnya terkandung norma kesamaan, norma keseimbangan, tertib, bertanggung jawab. Untuk term kekuasaan politik disini akan membahas khusus incumbent oleh beberapa riset sarjana. Seperti yang dilakukan Gordon & Landa (2009) meneliti incumbent dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang bermanfaat untuknya. Atau lebih dikenal dengan ‘diskon kampanye.’ Ini berdampak untuk biaya lebih kecil untuk kembali bertarung. Dibandingkan penantang dengan biayanya lebih meningkat untuk kampanye, dan dukungan incumbent memunculkan keuntungan unik dengan kemampuan menjalin hubungan kelompok kepentingan atau elit dalam sebuah kabupaten. Diskusi keuntungan incumbent serupa pengkaji lainnya yaitu Weisberg (2002:339) di Amerika. Persaingan presiden Amerika dari Partai Demokrat dan penantangnya dari Partai Republik. Terdapat keuntungan-keuntungan : (i) kelesuan politik: pemilih cenderung memilih incumbent yang relevan dengan pepatah “If ain’t broke, don’t fix it”; (ii) dapat belajar dari pengalaman masa pemilu sebelumnya yaitu biaya kesuksesan kampanye, pekerjaan politik apa saja selama menjabat, dan perbaikan kesalahan untuk ikut bertarung kembali;(iii) incumbent mampu mempersatukan partai-partai, sehingga penantang kesulitan memperbaiki celah- celah pada waktu pemilihan; (iv) mampu mengontrol setiap kegiatan menstimulasi ekonomi, dan mampu mengontrol agenda-agenda; (v) dapat berkampanye tanpa harus selalu berkampanye—“The Rose Garden Strategy”; (vi) mengklaim bahwa mereka adalah kandidat yang mampu melalukan perubahan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Implementasi Demokrasi Politik di Indone

Implementasi Demokrasi Politik di Indone

politik selalu berkaitan dengan alokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif (perintah) yaitu suatu cara untuk mempengaruhi oranglain dengan penggunaan kekuasaan dan distribusi. Sebagaimana yang Bertrand Russel katakan mengenai kekuasaan, bahwa kekuasaan adalah konsep yang mendasar dalam ilmu social, seperti halnya energy dalam konsep ilmu alam. Dan juga pendapat menurut Muchtar Affandi kekuasaan adalah kapasitas, kapabilitas, atau kemampuan untuk mempengaruhi, menyakinkan, mengendalikan, menguasai dan memerintah orang lain. Jadi dari pendapat diatas bisa disimpulkan bahwa struktur politik adalah suatu badan atau organisasi yang didalamnya terdapat unsur-unsur atau komponen pembentuk politik yang saling berhubungan serta mempunyai kekuasaan untuk mempengaruhi ‘oranglain’. Yang dimaksud oranglain disini adalah masyarakat luas. Dan dalam struktur politik kita dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat suatu Negara dipengaruhi oleh dua factor utama, yaitu factor fisik (geografi dan demografi) dan factor social (teknologi, lembaga, kebudayaan). Berikut lebih detailnya mengenai factor fisik dan factor social:
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Aktivisme Politik Mahasiswa Islam Membangun Demokrasi Pasca Orde Baru

Aktivisme Politik Mahasiswa Islam Membangun Demokrasi Pasca Orde Baru

konstruksi sosial Peter L Berger. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pada proses konstruksi pemahaman demokrasi dilakukan oleh Pengurus Besar HMI dengan melakukan diskusi, pelatihan kepemimpinan dan pembuatan jurnal. Pemahaman ini dilegitimasi yang disandarkan pada Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Kemudian diinternalisasikan dalam rumusan RUU Politik. Pengaruhnya terhadap dinamika demokrasi di Indonesia yakni sebagai pendukung ideologi Pancasila, membangun sistem politik yang pro- demokrasi dan pembangunan Civil Society. HMI sebagai organisasi keagamaan yang berbasis Islam mampu menerima demokrasi sebagai ajaran Islam. Penelitian ini menjadi antitesis dari kelompok- kelompok yang menolak demokrasi. HMI menerima bahkan mendorong demokrasi demi untuk kepentingan nasional. Kontribusi pemikiran dan kepemimpinan melalui keterlibatan elit-elitnya di dalam membangun demokrasi dan pergumulan penegakan demokrasi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Pandangan ketiga adalah kelompok yang pro demokrasi berbeda dari uraian di atas , kelompok pemikran ketiga ini melihat bahwa Islam di dalam dirinya demokratis karena menerima sepenuhnya demokrasi sebagai sesuatu yang universal. Aliran ini menyatakan bahwa tidak ada pemisahan antara Islam dan demokrasi. Demokrasi inhern atau bagian integral dari islam dan oleh karenanya demokrasi tidak perlu dijauhi dan malah menjadi bagian dari urusan islam. Islam di dalam dirinya demokratis tidak hanya karena konsep musyawarah (syura), tetapi ia juga mencakup tentang persetujuan (ijma’) dan penilaian interpretatif yang mandiri (ijtihad). 17 Pemikir-pemikir islam yang termasuk dalam pandangan ini diantaranya : Muhammad Abduh (1845-1905), Rasyid Ridha (1865-1935), Syaikh Muhammad Syaltut, Ali Abd Al-Razzaq (1888-1966), Khalid Muhammad Khalid, Muhammad Husain Haikal, Toha Husain (1891), Zakaria Abd Mun’im Ibrahim Al-Khatib Mahmud Aqqad, Muhammad Imarah dari Mesir, Sadek Jawad Sulaiman dari Oman, Mahmoud Mohamed Taha dan Abdullahi Ahmad Al-Na’im dari Sudan, Bani Sadr dan Mehdi Bazargan dari Iran, Abbasi Madani dari Aljazair, dan Hasan Al-Hakim dari Uni Emirat Arab, Fazlur Rahman pemikir Pakistan yang menetap di Amerika Serikat, dan beberapa pemikir dari Indonesia, seperti Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid. 18
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Paper Politik Dan Demokrasi pdf

Paper Politik Dan Demokrasi pdf

Politik merupakan salah satu konsep ilmu yang pada dewasa ini menjadi sangat penting untuk dipelajari, karena berdasarkan fenomena yang ada di dalam kehidupan kita politik selalu berdampingan dengan lingkungan kehidupan sekitar kita. Seperti apa yang dikatakan oleh Aristoteles yaitu bahwa politik adalah master of science, yang dapat diartikan secara garis besarnya bahwa politik itu adalah berkaitan dengan apa yang akan dan tidak akan kita lakukan. Maka dari itulah berarti politik selalu berhubungan dengan apa yang akan kita lakukan dalam kehidupan kita. Kemudian disis lain yang tidak kalah penting selain politik adalah demokrasi. Demokrasi adalah salah satu bentuk atau sistem dalam pemrintahan suatu negara yang menekankan pada prinsip partisipatif. Di Indonesia sendiri sudah sejak lama sekali kita membudayakan hidup berdemokrasi. Jika dikaji dari sistem pemerintahan negaranya bentuk demokrasi yang kita anut adalah demokrasi Pancasila,yaitu demokrasi yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

1. PENGERTIAN DEMOKRASI ISLAM Sebenarnya, istilah demokrasi-islam merupakan istilah yang mengalami contradictio in terminis.Sebab demokrasi-Islam terdiri dari dua istilah yang mewakili dua konsep yang asing antara satu dengan yang lain. Islam adalah sebua

1. PENGERTIAN DEMOKRASI ISLAM Sebenarnya, istilah demokrasi-islam merupakan istilah yang mengalami contradictio in terminis.Sebab demokrasi-Islam terdiri dari dua istilah yang mewakili dua konsep yang asing antara satu dengan yang lain. Islam adalah sebua

Sebuah demokratis yang muncul dari dalam wilayah agama islam harus menerima gagasan tentang kedaulatanTuhan: ia tidak dapat meletakkan ’’kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar’’ (pasal 1 ayat 2), tapi justru harus memperlihatkan bagaimana kedaulatan rakyat beserta gagasan bahwa warga Negara memiliki hak dan tanggung jawab yang sebanding untuk mewujudkan keadilan dan kasih sayang mengekspersikan otoritas Tuhan. sama halnya, ia tidak dapat menolak gagasan bahwa hukum Tuhan di dahulukan daripada hukum manusia, tapi justru memperlihatkan bagaimana pembentukan hukum yang demokratis menghormati prioritas tersebut. Bagian terbesar syariat tidak diterapkan secara explicit oleh Tuhan. syariat justru mengandalkan upaya interpretasi agen manusia untuk menghasilkan dan melaksanakan hukum-hukumnya. Namun sesungguhnya syariat merupakan nilai inti yang harus dilestarikan oleh masyarakat. Paradoks ini ditampilakan dalam bentuk ketegangan antara kewajiban untuk hidup berlandaskan hukum Tuhan dengan kenyataan bahwa hukum tersebut terbentuk semata melalui penetapan interpretassi subjektif manusia. Syariat merupakan gagasan ideal Tuhan, berada di atas langit, dan tidak terpengaruh atau tercemar oleh ketidak pastian. Oleh karena itu, syariat bersifat kekal,
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Konsep Demokrasi Islam Dalam Pandangan Kuntowijoyo (Studi Pada Sejarah Peradaban Islam)

Konsep Demokrasi Islam Dalam Pandangan Kuntowijoyo (Studi Pada Sejarah Peradaban Islam)

dihadapi bersama ialah berlomba dengan waktu. Sebelum tatanan internasional itu berlaku pada tahun 2020, Ta’awun nasional harus sudah selesai. Runtuhnya komunisme di Eropa Timur yang tidak berarti bahwa cita- cita sosialisme sudah runtuh, seolah-olah memberi kesempatan bagi sistem kapitalis untuk berkembang. Hal itu juga memberi kesempatan dan tantangan baru bagi sistem sosial yang berjalan sesuai dengan jalan demokrasi, tapi tetap merupakan masyarakat ta’awun.

12 Baca lebih lajut

ISLAM DAN DEMOKRASI: Respon Umat Islam Indonesia terhadap Demokrasi

ISLAM DAN DEMOKRASI: Respon Umat Islam Indonesia terhadap Demokrasi

Istilah Demokrasi pertama sekali diperkenalkan oleh Herodotus sekitar 3000 tahun yang lalu di Mesir Kuno, kemudian dikembangkan oleh para pemikir Yunani Kuno pada masa klasik 3 . Secara etimologi, kata demokrasi berasal dari kata Demos (rakyat) dan Kratos (kekuasaan/pemerintahan), dari bahasa Yunani. Dalam sejarah, istilah demokrasi telah dikenal sejak abad ke-5 SM, yang merupakan respon terhadap pengalaman buruk sistem monarkhi dan kediktatoran di negara-negara kota Athena (Yunani Kuno). Ketika itu demokrasi dipraktikkan sebagai sistem dimana seluruh warga negara membentuk lembaga legislatif. Hal ini dimungkinkan oleh kenyataan jumlah penduduk negara-negara kota kurang lebih sepuluh ribu jiwa dan bahwa wanita, anak kecil serta para budak tidak mempunyai hak politik. Tidak ada pemisahan kekuasaan ketika itu dan semua pejabat bertanggung jawab sepenuhnya pada Majelis Rakyat yang
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Demokrasi dan Pluralisme Politik pdf

Demokrasi dan Pluralisme Politik pdf

Akibat dari sistem “banci” ini maka kedua lembaga ini di Indonesia tidak pernah berdiri kokoh dalam menjalankan fungsinya. Hubungan kedua lembaga ini menjadi semakin rumit jika dikaitkan dengan konsep pluralisme politik di mana nilai demokrasi disandarkan pada keragaman kepentingan dan penyebaran kekuasaan. Kenyataan ini dapat dilihat dari berbagai bentuk hubungan “rumit” antara legislatif dan eksekutif yang dipertontonkan oleh para elit politik parlemen dan elit politik eksekutif baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Dalam membahas anggaran misalnya, yang terlihat dominan adalah hubungan negatif (kolaborasi kepentingan) dan hubungan konflik (saling memaksa mempertahankan kepentingan).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Rekonstruksi Konsep Ketatanegaraan Islam terhadap Sistem Pemerintahan Demokrasi Presidensial di Indonesia

Rekonstruksi Konsep Ketatanegaraan Islam terhadap Sistem Pemerintahan Demokrasi Presidensial di Indonesia

Dahlan juga mengingatkan, bahwa kekeliruan yang fatal jika memahami artikulasi wahyu sebagai ideologi. Pada hal wahyu itu adalah jauh lebih tinggi tingkatannya dari ideologi. Wahyu yang datangnya dari Allah, sementara ideologi hanya muncul dari pikiran manusia semata. Kekeliruan ini juga paralel dengan pemahaman yang salah tentang apa itu Islam, selain mungkin juga karena pemahaman yang kurang tepat mengenai apa itu ideologi. Terlepas pendapat-pendapat diatas masih debatabel, akan tetapi fakta yang mempersepsikan Islam sama dengan Ideologi, sebagaimana banyak dianut oleh penggerak-penggerak dan para politisi dunia Islam (Ali Syariati, Malik Bin Nabi, dan Osama Bin Laden), termasuk tawaran khilafah Hisbut Tahrir dan Khilafah ISIS, justru sering sekali membawa akibat yang parah bagi ummat Islam diberbagai belahan dunia. Seperti realitas ummat Islam yang mengenaskan di Aljazair, Irak, Iran, Libya, Bosnia, Afganistan, Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman dan beberapa negara bekas Uni Soviet. Kondisi serupa juga mulai menjadi ancaman serius di Indonesia. Hal mana konflik politik semacam ini sering kali PHQLPEXONDQ SHUVRDODQ \DQJ DNKLUQ\D PHQHPXL NHEXQWXDQ LEDUDW ³MDODQ WDN DGD XMXQJ´ 6HPDFDP NRQIOLN SROLWLN \DQJ ³WDN NXQMXQJ EHUNHVXGDKDQ´ GHPLNLDQ LVWLODK kampiun politik Deliar Noer.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ISLAM DAN DEMOKRASI (Telaah Pemikiran Politik M. Husein Haikal)

ISLAM DAN DEMOKRASI (Telaah Pemikiran Politik M. Husein Haikal)

terjamin secara harmonis). Menurut Haikal bahwa di dalam Islam tidak terdapat satu sistem pemerintahan yang baku. Umat Islam bebas menganut sistem pemerintahan yang bagaimana- pun asalkan sistem tersebut menjamin persamaan antara para warga negaranya, baik hak maupun kewajiban, dan juga di muka hukum, dan pengelolaan urusan Negara diselenggarakan atas Syura’ (musyawarah), dengan berpegang pada tata nilai moral dan etika yang diajarkan Islam bagi peradaban manusia, bahkan kalaupun teori politik barat bermuatan positif itupun harus digunakan setelah diselektif secara kritis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

menegaskan wajibnya berhukum dengan hukum Islam, misal dalam surat Al Maidah ayat 44 yang menyebutkan bahwa barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, maka bisa dihukumi sebagai orang kafir, dalam ayat 45 disebut sebagai orang fasik dan dalam ayat 47 disebut sebagai orang dzalim. Alasan kedua, berdasarkan pengalaman yang ada menunjukkan bahwa perjuangan Islam melalui demokrasi bukanlah jalan yang tepat. Shiddiq mencontohkan beberapa negeri-negeri Muslim yang pernah mengalami fakta tersebut. “Misal di Palestina, gerakan Islam Hamas menang dalam pemilu tetapi kemudian diboikot. Di Aljazair ada partai FIS yang memenangkan pemilu juga kemudian dibatalkan hasil pemilunya. Di Turki ada partai Refah pimpinan Erbakan memenangkan pemilu tapi kemudian hasil pemilu
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Samarah,Ihsan, 2002,Biografi Singkat Taqiyuddin al-Nabhani, Bogor: Al-Izzah Press Singodimejo, Kasman, 1978, Masalah Kedaulatan, Jakarta : Bulan Bintang, cet. Pertama Suryabrata,Sumadi, 1998, Metode Penelitian, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, Cet. ke 12 Thaha, Idris, 2005, Demokrasi Religius: Pemikiran Politik Nurcholish Madjid dan M. Amien Rais, Teraju

6 Baca lebih lajut

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Paradigma Penerimaan Demokrasi Dalam Gerakan Politik Islam (Studi Analisis : Pemikiran Politik Islam Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia)

Berkaitan dengan karakter ini, Partai Keadilan Sejahtera menerima nilai-nilai universal dari demokrasi, yang notabene bukan nilai islam. Nilai dan semangat demokrasi dalam kondisi bangsa yang ada saat ini, lebih memungkinkan masyarakat leluasa menyampaikan pendapat, mengekspresikan diri dan meyalurkan potensinya membentuk kekuatan kebersamaan. Nilai demokrasi yang berdasarkan pada pembentukan partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan kekuasaan negara tidak bertentangan dengan nilai-nilai islam. Namun perlu diingat, bahwa penyelanggaraan negara disini didasarkan pada nilai-nilai syuro, dimana penyelenggaraan pemerintah dalam sebuah negara didasarkan pada ajaran Al- Qur’an dan sunnah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KONSEP DAN APLIKASI PUBLIC RELATIONS POLITIK PADA KONTESTASI POLITIK DI ERA DEMOKRASI (Pemilihan Langsung)

KONSEP DAN APLIKASI PUBLIC RELATIONS POLITIK PADA KONTESTASI POLITIK DI ERA DEMOKRASI (Pemilihan Langsung)

Dengan demikian, citra politik seseorang akan membantu dalam pemahaman, penilaian, dan pengidentifikasian peristiwa gagasan, tujuan, atau pemimpin politik. Citra membantu memberikan alasan yang dapat diterima secara subyektif tentang mengapa segala sesuatu hadir sebagaimana tampaknya, tentang preferensi politik dan tentang penggabungan dengan orang lain (Nimmo, 2006). Citra politik akan menjadi perhatian penting jika seseorang menganggap bahwa dalam memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis hanya dapat diatasi dan dilakukan oleh Negara. Orang bertukar citra politik melalui komunikasi sebagai cara untuk menyelesaikan konflik dan mencari konsensus dalam upaya manusia dan masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar (Arifin, 2003).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...