Top PDF ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Pada soal ini yang tidak terpenuhi pada pemakaian ejaan. Pada soal, cuplikan drama dan pilihan jawaban nomor 26 tidak menggunakan bahasa yang sesuai dengana kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Penggunaan bahasa yang kurang tepat terjdi pada pilihan jawaban C. Bentuk dari kesalahan ini pada penggunaan huruf kapital sebuah nama orang, yaitu sumbu, C. Kapatuhan sumbu pada keputusan baginda Maharaja Jenar. Penulisan nama pada pilihan jawaban ini bisa salah mengakibatkan perbedaan makna jika mereka teliti dalam membaca dan memahaminya. Jika kata sumbu tidak menggunakan huruf kapital awalanya akan memiliki arti yang lain, yaitu benang yang terdapat dalam kompor minyak tanah. Maka dalam penulisan soal pada tingkat nasional harus benar-benar diperhatikan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan : (1) aspek materi pada soal sastra Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMK tahun 2014-2015, (2) aspek konstruksi pada soal sastra Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMK tahun 2014-2015, (3) aspek bahasa pada soal sastra Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMK tahun 2014-2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal ujian nasional Tingkat SMK tipe I. Sumber data dalam penelitian ini adalah soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Tingkat SMK tahun 2014-2015 20 tipe soal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi. Validasi data menggunakan trianggulasi teori. Teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah (1) berdasarkan karakteristik dari aspek materi, delapan soal sastra ini dinyatakan layak sebesar 100%; (2) pada aspek konstruksi dinyatakan layak sebesar 62,5%, sedangkan yang kurang layak sebesar 37,5%; (3) pada aspek bahasa soal sastra ini dinyatakan layak sebesar 75%, sedangkan yang kurang layak sebesar 25%. Pada aspek konstruksi yang tidak sesuai dengan karakteristik ini ada tiga soal yang tidak sesuai dengan panjang pilihan jawabaan yang relatif sama; delapan soal tidak menggunakan gambar, tabel, grafik dan sejenisnya; serta semua pilihan jawaban tidak adanya pilihan jawaban berbentuk angka/waktu yang disusun berdasarkan urutan/kronologisnya. Sedangkan pada aspek bahasa yang kurang layak dua soal yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia pada pemakaian ejaan, dan dua pilihan jawaban mengulang kata/kelompok kata yang sama.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

PENDAHULUAN Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Penelitian yang berjudul “Analisis Bur tir Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMK Tahun Ajaran 2014/2015” meneliti tentang kelayakan isi teks pada soal Ujian Nasional yang menggunakan teori telaah isi. Peneliti memilih soal Ujian Nasional Bahasa Indonesiakarena soal ujian jarang diteliti. Hal itu terjadi karena soal ujian nasional sudah layak dan semua beranggapan tidak perlu diteliti. Selain itu juga soal ini diujikan tingkat nasional sehingga mereka tidak perlu meneliti dan memperbaiki untuk soal selanjutnya. Sehingga penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kelayakan soal serta mengetahui penyebab menurun atau naiknya hasil ujian ini dari tahun sebelumnya. Kelayakan soal ini digunakan untuk mengetahui apakah soal ini sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang ada serta penyusunan sesuai dengan pedoman yang telah ada. Tahap evaluasi soal ini didasarkan dengan pedoman penulisan butir soal. Peneliti memilih soal sastra sebagai data , karena soal sastra berkaitan dengan bacaan karya sastra dan sastra memiliki banyak interpretasi sehingga perlu untuk disatukan pendapat atau interpretasi tersebut untuk memilih jawaban yang memiliki kebenaran yang paling kuat. Pedoman ini meliputi aspek materi, aspek konstruksi, dan aspek bahasa.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/ MTs

Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/ MTs

pendidikan antara kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara. Objek penelitian ini adalah Paket Tes 01 dan 03 Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA program studi IPA tahun pe­ lajaran 2005/2006. Sumber data utama adalah 1.234 lembar jawaban siswa pada Paket 01 dan 2.842 lembar jawaban Paket 03. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kuali­ tatif dilakukan dengan menganalisis aspek materi, konstruksi dan bahasa. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan Teori Tes Klasik dan Teori Respon Butir 1 parameter (Rasch Model). Hasil analisis kualitatif menunjuk­ kan bahwa setiap butir yang terdapat pada Paket Tes 01 dan 03 berkualitas baik. Pada Paket 01 lima butir soal dan pada Paket 03 satu butir soal tidak memenuhi kriteria pada aspek konstruksi. Dalam penelitian Lababa (2007) memiliki persamaan dengan pene­ litian ini pada penggambilan sampel soal. Sama­sama menggunakan sampel soal­soal ujian nasional, sama menggunakan mata pe­ lajaran Bahasa Indonesia dan sama menggu­ nakan alat penelitian validitas konstruk pada tiap butir soal. Metode penelitian sama­sama menggunakan metode kualitatif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL  UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN   Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

memanfaatkan sesuatu yang lain, diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Penelitian ini menggunakan trianggulasi teori. Trianggulasi teori, menurut Lincoln dan Guba, (1981 : 307 ) dalam Moleong, (2011 : 331) berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori. karena dalam penerapan analisis data dengan data yang diperoleh diharapkan akan mendapatkan hasil akhir yang berkaitan dengan komposisi soal antara aspek bahasa dengan aspek sastra, kesesuain soal dengan KI KD kurikulum 2013 serta SK KD kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan komparasi soal ujian akhir semester gasal antara SMP N 1 Surakarta dengan SMP N 3 Sragen, maka peneliti dapat menggunakan teori tentang KI KD kurikulum 2013 dan SK KD kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kemudian disangkutpautkan dengan fokus masalahnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

VALIDITAS  SOAL-SOAL  UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP/ MTs  Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

VALIDITAS SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP/ MTs Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

Pengujian tingkat validitas konstruk Widoyoko (2011:130) pengujian validitas yang dilakukan dengan melihat kesesuaian konstruksi butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir seperti yang disebutkan dalam tujuan pembelajaran atau mengukur sesuatu sesuai dengan definisi yang digunakan. Validitas konstruk mengacu pada sejauh mana instrument mengukur konsep dari suatu teori yaitu menjadi dasar penyusunan instrument. Untuk menguji tingkat validitas konstruk soal ujian nasional menggunakan bentuk soal pilihan ganda, penelaahannya dengan menggunakan bentuk format soal pilihan ganda. Format penelaahan soal bentuk Pilihan Ganda dengan menggunakan 3 macam aspek mengembangkan pendapat Safari (2008: 7). Ketiga aspek penelaahan butir soal pilihan ganda yaitu aspek materi, aspek konstrusi, dan aspek bahasa. Dari 3 aspek itu dijabarkan lagi dalam 18 persyaratan.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

VALIDITAS   SOAL-SOAL  UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP/ MTs   Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

VALIDITAS SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP/ MTs Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

Tujuan penelitian ini ingin mengetahui Tingkat Validitas Isi dan Tingkat Validitas Konstruk pada soal-soal Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP / MTs. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Metode penelitian kualitatif yang penulis gunakan sebagai alat bantu dalam analisis adalah 1) untuk mengetahui tingkat validitas isi penulis menggunakan cara mencocokkan butir soal dengan indikator yang terdapat dalam SKL mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun ajaran 2010-2011. 2) untuk tingkat validitas konstruk penulis menggunakan alat bantu format penelaahan butir soal pilihan ganda dengan menggunakan aspek materi, aspek konstruk, dan aspek bahasa/budaya mengembangkan pendapat Safari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL  UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN   Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, karunia, dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 di Smp N 3 Sragen dan Smp N 1 Surakarta ” dengan baik. Penyusunan skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan motivasi dari semua pihak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kisi-Kisi Bahasa Indonesia IBB 2013

Kisi-Kisi Bahasa Indonesia IBB 2013

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 MATA PELAJARAN: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA-IBB Level [r]

2 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

DAFTAR PUSTAKA Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SMP/ MTs.

Candra Setia Murni. 2008. “ Analisis Validitas Kostruksi Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasa rkan kurikulum 2004 di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang ” . Malang. Diakses 2 Agustus 2010

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Muatan Nilai Karakter Dalam Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Smp Tahun Pelajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Muatan Nilai Karakter Dalam Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Smp Tahun Pelajaran 2014/2015.

Penelitian ini mengkaji nilai karakter yang terdapat pada soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP tahun pelajaran 2014/2015. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengembangan konsep teoretik integrasi khususnya dalam bidang bahasa dan pengajarannya. Lebih spesifiknya mengacu pada teori karakter. Nilai karakter yang didapat dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penanaman dan peningkatan karakter siswa di sekolah.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kontribusi Wh-Questions, Yes/No Questions, Dan Modal Auxiliaries Terhadap Hasil Tes Part Ii : Questions And Answers Dalam Toeic Like Test Siswa Kelas Xii Smkn 8 Surakarta.

PENDAHULUAN Kontribusi Wh-Questions, Yes/No Questions, Dan Modal Auxiliaries Terhadap Hasil Tes Part Ii : Questions And Answers Dalam Toeic Like Test Siswa Kelas Xii Smkn 8 Surakarta.

Dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti halnya bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris juga terdapat beberapa ketrampilan yang harus diperhatikan dan dipelajari untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan tersebut antara lain : Listening (mendengarkan), Reading (membaca), Speaking (berbicara), dan Writing (menulis). Pembelajaran bahasa Inggris dikatakan efektif jika dalam pembelajaran tersebut dapat mencakup keempat ketrampilan di atas sebagai suatu kesatuan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  PEMBANGUNAN APLIKASI LATIHAN SOAL TINGKAT SMA BERBASIS WEB.

LANDASAN TEORI PEMBANGUNAN APLIKASI LATIHAN SOAL TINGKAT SMA BERBASIS WEB.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, forum merupakan tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas (http://kbbi.web.id/forum). Sedangkan diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah (http://kbbi.web.id/diskusi). Sehingga forum diskusi dapat diartikan sebagai sebuah tempat pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Salah satu forum diskusi adalah Yahoo! Answer, yangmana dalam forum ini pengguna dapat mengetahui berbagai macam informasi dengan memberikan pertanyaan sesuai dengan topik, kemudian pengguna lain dapat menanggapinya dengan memberikan jawaban.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

34564244 Kelas11 b Indo Studi Bahasa Nurita

34564244 Kelas11 b Indo Studi Bahasa Nurita

Namun, mata indah yang setajam sembilu itu, hanya sekilas saja memandang Rohmat. Tidak ada ucapan silakan. Tidak ada orang lain yang lebih penting. Bagi Hadiyoni, jumlah penduduk sekabupaten Nganjuk itu cuma satu, Sukaji, Ketua BPD. Dan memang menurut tata krama tak ada orang lain, karena Rohmat memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu, meskipun biasanya memang demikian dan hampir semua warga desa rata-rata juga seperti itu, dan maklum, mereka lebih suka mengintip saja dari jendela kaca ruangan; Hadiyoni melanjutkan pembicaraan: "Bagaimana? Kau belum menjawab pertanyaanku, kan? Apa benar Peraturan Daerah melarang Kades nonton dengan Ketua BPDnya?" tanya Hadiyoni dengan melendot.
Baca lebih lanjut

290 Baca lebih lajut

Lampiran I Permen Nomor 59 th 2014 a Struktur Kurikulum dan KI

Lampiran I Permen Nomor 59 th 2014 a Struktur Kurikulum dan KI

Sebagai contoh, peserta didik Kelas X yang memilih Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat mengambil 3 mata pelajaran yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, dan Antropologi. Lintas minatnya dapat mengambil mata pelajaran: (1) Biologi, Fisika, dan Kimia; (2) Geografi, Sejarah, dan Ekonomi; (3) Matematika, Sosiologi, dan Bahasa Jerman; atau (4) Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang. Alternatif (1), (2), dan (3) merupakan contoh lintas minat di luar peminatan yang dipilihnya, sedangkan alternatif (4) merupakan contoh lintas minat di dalam peminatan yang dipilihnya. Peserta didik dapat menentukan pilihannya masing-masing, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang dimiliki SMA/MA. SMA/MA yang tidak memiliki Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat menyediakan pilihan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi atau salah satu mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan mata pelajaran lintas minat yang dapat diambil peserta didik dari Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Tokoh Utama Amba Dalam Novel Karya Laksmi Pamuntjak dan Implementasinya terhadap Pembelajaran Sasta di SMA

Analisis Tokoh Utama Amba Dalam Novel Karya Laksmi Pamuntjak dan Implementasinya terhadap Pembelajaran Sasta di SMA

Novel literer adalah novel bermutu sastra, novel literer menyajikan persoalan-persoalan kehidupan manusia secara serius. Di samping memberikan hiburan, novel serius juga terimplisit tujuan memberikan pengalaman berharga kepada pembaca, atau paling tidak mengajak meresapi dan merenungkan secara lebih sungguh-sungguh tentang permasalahan yang dikemukakan. Masalah percintaan banyak juga diangkat ke dalam novel serius. Namun, ia bukan satu-satunya masalah yang penting dan menarik untuk diungkap. Masalah kehidupan amat kompleks, bukan sekedar cinta asmara, melainkan juga hubungan sosial, ketuhanan, maut, takut, cemas, dan bahkan masalah cinta itu pun dapat ditujukan terhadap berbagai hal, misalnya cinta kepada orang tua, saudara, tanah air, dan lain-lain. masalah percintaan (asmara) dalam karya fiksi memang tampak penting, terutama untuk mempelancar cerita. Namun, barangkali, masalah pokok yang ingin diungkap pengarang justru di luar pecintaan itu sendiri.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI HARYANTO BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI HARYANTO BAB I

Apabila membaca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 102 Tahun 2013 dan Peraturan Kepala Balitbang Kememdikbud Nomor 001/H/HK/2014 maka untuk Ujian Sekolah tidak ada bedanya antara Ujian Sekolah dengan Ujian Nasional (khususnya di SD/ Madrasah) seperti yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Baik dari segi penyusunan bahan ujian, pelaksanaan, maupun penilaian hasilnya. Secara tidak langsung penggantian istilah tersebut hanya untuk menjawab keberatan-keberatan masyarakat yang menilai bahwa Ujian Nasional merupakan penilaian sesaat dan tidak komprehensip dalam menilai peserta didik karena hanya mengedepankan aspek pengetahuan. Padahal dalam pendidikan penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap seharusnya mendapatkan porsi yang sama.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

Hasil analisis butir soal ujian sekolah dasar ini, tiap kriteria menunjukkan hasil sebagai berikut: validitas butir yang memenuhi kriteria sebanyak 47%, tingkat kesulitan soal yang memenuhi kriteria 38%, butir soal yang memenuhi kriteria daya beda 42%, dan untuk efektifitas butir pengecoh 94% serta tingkat reliabilitasnya memenuhi persyaratan. Dari penggabungan keseluruhan kriteria tersebut, diketahui ada 14 butir soal atau 28% memenuhi semua kriteria yang ditetapkan (layak) dan 36 butir soal atau 72% tidak memenuhi satu atau lebih kriteria sehingga dinyatakan tidak layak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pendekatan Pemb Bhs Jawa di SMA

Pendekatan Pemb Bhs Jawa di SMA

3. Belajar dari pelaksanaan pembelajaran muatan lokal kurikulum 1994, guru sebagai pelaksana kurang memahami apa yang ditulis dalam GBPP, dan tanpa keyakinan yang penuh mereka melaksanakan saja sesuai dengan kemampuan menangkap apa yang dimaksud. Sesuai dengan kebiasaan mengajar sehari-hari, kebanyakan guru hanya menjelaskan saja---bukan memahami mengarah pada mencintai (salah satu aspek afektif), tetapi hanya mengetahui teori yang verbalisrtik (aspek kognitif saja). Dengan kurikulum yang mulai berlaku sekarang yang dikenal dengan nama “Kurikulum Berbasis Kompetensi”, di mana guru memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan silabus, guru secara kreatif dapat mengembangkan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan karenanya akan membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan kreatif.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP 2014

Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP 2014

Sebentar lagi musim penghujan akan segera tiba. Sejumlah persiapan pun dilaku- kan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatisipasi masalah banjir yang kerap menjadi langganan kala musim penghujan datang. Selain melakukan normalisasi waduk, Pemprov DKI pun mulai melakukan simulasi terkait penyaluran logistik kepada warga saat banjir. Pemprov DKI mempelajari berdasar- kan hasil evaluasi dari musibah banjir yang terjadi pada awal tahun sebelumnya.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...