Top PDF KONTROL SOSIAL AREMANIA TERHADAP AREMA(Analisis Isi Program Arema Corner bulan Juni diRadio Citra Protiga Malang 87, 9 Malang News Channel )

KONTROL SOSIAL AREMANIA TERHADAP AREMA(Analisis Isi Program Arema Corner bulan Juni diRadio Citra Protiga Malang 87, 9 Malang News Channel )

KONTROL SOSIAL AREMANIA TERHADAP AREMA(Analisis Isi Program Arema Corner bulan Juni diRadio Citra Protiga Malang 87, 9 Malang News Channel )

Kontrol sosial yang banyak masuk dalam program Arema Corner di Radio Citra Protiga Malang pada bulan Juni adalah kontrol sosial yang ditujukan oleh Aremania kepada pemain klub sepakbola[r]

3 Baca lebih lajut

PENGARUH TERPAAN BERITA KONFLIK DUALISME AREMA TERHADAP LOYALITAS AREMANIA (Studi Pada Aremania Korwil Ngaglik Kecamatan Sukun Malang)

PENGARUH TERPAAN BERITA KONFLIK DUALISME AREMA TERHADAP LOYALITAS AREMANIA (Studi Pada Aremania Korwil Ngaglik Kecamatan Sukun Malang)

Media massa sebagai perangkat sosial yang berpengaruh dalam menciptakan suatu opini publik mempunyi peranan yang efektif untuk mensosialisasikan tentang informasi-informasi terbaru yang terjadi ditengah- tengah masyarakat. Peran media sangat kuat, hal ini terbukti dengan segala tingkah laku yang dilakukan oleh masyarakat adalah hasil kontribusi dari media massa. Saat ini banyak orang mengnggap bahwa sesuatu hal yang menurut media baik, maka orang tersebut juga berpikir baik. Begitu juga dengan sebaliknya. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa dunia nyata yang ada pada masyarakat saat ini merupak refleksi dari pesan-pesan yang telah disampaikan oleh media massa. Dalam penyampaiannya, terdapat suatu efek pada media massa. Keith R. Stamm dan John E. Bowes dalam Pengantar Komunikasi Massa, secara sederhana membagi efek media massa ini menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Efek Primer didapat jika komunikan memahami pesan-pesan yang dikomunikasikan oleh media. Efek primer meliputi terpaan, perhatian, dan pemahaman. Sedangkan efek Sekunder dialami oleh seorang komunikan jika pesan yang disampaikan oleh media menimbulkan suatu perubahan sikap pada audiens.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL PT. AREMA INDONESIA

PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL PT. AREMA INDONESIA

Penelitian ini didasari oleh Studi pada Media Officer PT. Arema Indonesia. Peneliti melakukan penelitian Bagaimana Manajemen Public Relations dalam Pengelolaan Media Sosial. Media Sosial menjadi alternatif media baru bagi Public Relations untuk menyambung hubungan positif Perusahaan dengan publiknya. Facebook, Twitter, YouTube, Blog, dan lainnya menjadi media baru yang digunakan oleh Public Relations dalam menjalin komunikasi dengan publiknya dengan terlibat dalam perbincangan (conversation) dan menciptakan buzzwords. Hal ini menuntut Media Officer PT. Arema Indonesia untuk melakukkan manajemen yang baik untuk menjalin Komunikasi dengan publiknya, yaitu Aremania. Manajemen Media Sosial dilakukan untuk mendapatkan manfaat yang positif yaitu, membangun komunikasi dua-arah, terciptanya saling pengertian dan hubungan baik, sehingga berdampak pada citra positif Perusahaan.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Sikap aremania mengenai logo Arema FC - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Sikap aremania mengenai logo Arema FC - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pada penelitian ini, kriteria Aremania yang dijadikan responden adalah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, mengetahui perubahan logo Arema FC melalui media sosial instagram, twitter, facebook dan website Arema FC serta berusia 18 tahun hingga 60 tahun. Peneliti memilih kategori usia 18 hingga 60 tahun karena pada usia tersebut, individu sudah dapat dikatakan dewasa secara sah. Pada masa dewasa, seseorang dianggap telah dapat menentukan dan mengembangkan sikap-sikap serta keinginan- keinginan baru secara mandiri. Mereka juga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian diri secara mandiri (Hurlock, 1980:246).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

IDENTITAS AREMANIA DALAM KOMUNIKASI VIRTUAL STUDI KASUS PADA GRUP FACEBOOK AREMANIA JAKMANIA VS BONEK VIKING Repository - UNAIR REPOSITORY

IDENTITAS AREMANIA DALAM KOMUNIKASI VIRTUAL STUDI KASUS PADA GRUP FACEBOOK AREMANIA JAKMANIA VS BONEK VIKING Repository - UNAIR REPOSITORY

Penelitian tentang identitas Aremania pada komunitas virtual Facebook, sepanjang yang penulis ketahui, belum banyak dilakukan. Hal tersebut menambah ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian tentang identitas Aremania, tetapi dilakukan dengan metode yang berbeda, pada masyarakat yang berbeda, sehingga dapat membukan kajian baru mengenai artikulasi identitas Aremania di dunia virtual. Penelitian tentang identitas Aremania ini dilakukan dengan metode studi kasus yang menekankan kedalaman pengetahuan tentang fenomena identitas Aremania di grup AJBV yang dilakukan melalui serangkaian proses yang intensif dan terinci (Rahardjo 2017). Dalam penelitian ini akan digunakan terminologi Aremania yang merujuk pada komunitas suporter Arema beserta individu yang menjadi anggota. Dengan demikian, apabila kemudian informan menyebut „Arema‟ maka secara otomatis merujuk pada „Aremania‟. Selain itu, Aremania yang dimaksud oleh peneliti diposisikan sebagai komunitas suporter Arema secara keseluruhan, sebab Aremania terdiri dari banyak korwil yang memiliki karakteristik spesifik dan tidak menutup kemungkinan memiliki perbedaan identitas antar korwil. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut peneliti melakukan kegiatan penelitian pada komunitas virtual dalam grup Aremania di media sosial Facebook yang bernama “Aremania Jakmania Vs Bonek Viking” yang selanjutnya disingkat “AJBV”. Hal-hal yang menjadi fokus perhatian peneliti adalah slogan, chant, bahasa walikan, gambar, dan omongan dalam grup AJBV yang digunakan Aremania untuk mengomunikasikan identitasnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN FACEBOOK SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KOHESIVITAS SUPORTER AREMA INDONESIA FC Studi pada Media Officer Arema Indonesia FC sebagai Pengelola Arema Indonesia Football Club)

PENGELOLAAN FACEBOOK SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KOHESIVITAS SUPORTER AREMA INDONESIA FC Studi pada Media Officer Arema Indonesia FC sebagai Pengelola Arema Indonesia Football Club)

Divisi Media Officer dalam Arema Indonesia FC merupakan jelmaan dari Divisi Humas. Perubahan ini terjadi karena mengikuti struktur organisasi professional yang dianjurkan oleh Federation of International Football Association (FIFA) sebagai organisasi dunia yang mengurusi dunia persepakbolaan. Kegitan-kegiatan yang dilakukan oleh Media Officer adalah menjadi penjembatan antara kepentingan klub dengan kepentingan stakeholdernya, terutama dengan suporternya (Aremania). Kegiatan-kegiatan menjembatani ini dilakukan dengan berbagai cara dan berbagai media. Keberadaan internet saat ini menjadi media yang digunakan oleh Media Officer Arema Indonesia FC, mulai dari official website hingga situs-situs jejaring sosial.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PROSES KOMUNIKASI SATUAN TUGAS AREMA DALAM PENGENDALIAN MASSA(Studi Pada Satuan Tugas Arema)

PROSES KOMUNIKASI SATUAN TUGAS AREMA DALAM PENGENDALIAN MASSA(Studi Pada Satuan Tugas Arema)

towards a positive and not harm others, namely the communication process. Communication processes that occur in Arema task force, involving all personnel inside. It starts from the base-level personnel such as police chief / military commander, until the lowest level of Arema fans.

2 Baca lebih lajut

PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN Oleh : Umi Sumbulah ABSTRACT - PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN

PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN Oleh : Umi Sumbulah ABSTRACT - PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN

Dengan demikian, pemakaian cadar dan kerudung atau penutup kepala, sesungguhnya tidak saja merupakan tradisi Islam, tetapi telah ada jauh sebelum Islam datang. Dalam tardisi Kristen, pemakaian kerudung atau penuup kepala telah dilakukan oleh St. Paul untuk membangun satu bagian pelembagaan Kristen. Dalam agama Yahudi, Yunani dan Byzantium yang berada dalam peradaban Laut Tengah bagian Timur, cadar melibatkan arti sosial yang semakin kompleks. Namun demikian, dalam tardisi agama-agama dunia, tradisi cadar atau kerudung dan penutup kepala, lebih terasa khas dalam trdisi Islam dibanding dalam tradisi agama-agama selainnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUKUM SEBAGAI KONTROL integrasi  SOSIAL

HUKUM SEBAGAI KONTROL integrasi SOSIAL

Sekarang kita meningkat kepada pembicaraan mengenai sistem sosial. Sesudah memperhatikan uraian dimuka, sistem sosial itu dapat kita sebut sebgai suatu cara mengorganisasi kehidupan orang dalam masyarakat. Masyarakat ini mempunyai anggota yang terdiri dari individu-individu. Didalam wadah masyarakatitu individu di satu dengan yang lain berhubungan, melakukan kontak-kontak untuk berbagai keperluan. Hubungan-hubungan ini ternyatatidak bersifat kacau, melankan merupakan proses yang berjalan secara teratur. Sistem sosial mempertahankan agar proses itu berjalan secara teratur demikian itu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN Oleh : Umi Sumbulah ABSTRACT - PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN

PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN Oleh : Umi Sumbulah ABSTRACT - PERKAWINAN SEBAGAI SIMBOLISASI KONTROL SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN

Dengan demikian, pemakaian cadar dan kerudung atau penutup kepala, sesungguhnya tidak saja merupakan tradisi Islam, tetapi telah ada jauh sebelum Islam datang. Dalam tardisi Kristen, pemakaian kerudung atau penuup kepala telah dilakukan oleh St. Paul untuk membangun satu bagian pelembagaan Kristen. Dalam agama Yahudi, Yunani dan Byzantium yang berada dalam peradaban Laut Tengah bagian Timur, cadar melibatkan arti sosial yang semakin kompleks. Namun demikian, dalam tardisi agama-agama dunia, tradisi cadar atau kerudung dan penutup kepala, lebih terasa khas dalam trdisi Islam dibanding dalam tradisi agama-agama selainnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PROSES KOMUNIKASI SATUAN TUGAS AREMA DALAM PENGENDALIAN MASSA(Studi Pada Satuan Tugas Arema)

PROSES KOMUNIKASI SATUAN TUGAS AREMA DALAM PENGENDALIAN MASSA(Studi Pada Satuan Tugas Arema)

Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif karena ingin menggambarkan secara seutuhnya apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan sehingga data yang didapat direkam agar [r]

2 Baca lebih lajut

RESPON AREMANIA TERHADAP TAYANGAN LIGA DJARUM INDONESIA 2007 DI ANTV (Studi pada Aremania Koordinator wilayah Junrejo)

RESPON AREMANIA TERHADAP TAYANGAN LIGA DJARUM INDONESIA 2007 DI ANTV (Studi pada Aremania Koordinator wilayah Junrejo)

Salah satu tayangan yang bersifat hiburan adalah tayangan sepak bola liga djarum Indonesia 2007 yang ditayangkan di Antv.. Tayangan ini menampilkan pertandingan sepak bola liga Indonesia[r]

2 Baca lebih lajut

Media dan kontrol sosial di masa

Media dan kontrol sosial di masa

Salah satu peran media adalah menjaga keteraturan sosial dan kontrol sosial. Kontrol sosial tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat karena menurut Prof. Dr. H.M. Burhan Bungin, definisi masyarakat adalah kelompok-kelompok orang yang menempati sebuah wilayah ( territorial ) tertentu, yang hidup secara relatif lama, saling berkomunikasi, memiliki simbol- simbol dan aturan tertentu serta sistem hukum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebagai bagian dari anggota masyarakat tersebut serta relatif dapat menghidupi dirinya sendiri.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penyimpangan dan Kontrol Sosial terkait

Penyimpangan dan Kontrol Sosial terkait

Ketiga adalah pengasingan, dimana individu menolak cara dan tujuan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat pada kasus dimana banyak individu yang melarikan diri dari kenyataan dengan menjadi anti-sosial, mabuk, memakai narkoba, sex bebas akibat terlantar, dan lain sebagainya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan dari dalam diri individu tersebut dan juga bisa dikarenakan adanya gangguan dari sosiologisnya. Di Indonesia sendiri, hal ini sering terjadi bahkan hingga ada kasus yang sampai pada bunuh diri. Jika kita kaji lebih mendalam, hal ini berkemungkinan disebabkan oleh stress karena terlalu besarnya cita – cita masyarakat dan kurang mampunya seorang individu untuk mencapai hal tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HAKIKAT BAHASA SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL

HAKIKAT BAHASA SEBAGAI ALAT KONTROL SOSIAL

Bahasa sebagai alat kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat memahahmi. Masing-masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol-simbol lain yang menunjukkan arah komunikasi. Bahasa sebagai alat kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk: aturan, anggaran dasar, undang-undang dan lain- lain. Sebagai alat kontrol sosial memiliki arti sebagai suatu media yang dapat mempengaruhi sikap, tingkah laku, maupun kepribadian seseorang. Dengan bahasa kita dapat mengubah sifat atau kepribadian seseorang hanya dengan kata-kata. Sebagai contoh misalkan teman anda akan merokok di suatu tempat pada saat itu teman-teman anda membaca suatu pemberitahuan yang menyatakan bahwa di tempat itu dilarang merokok maka teman anda akan mencari tempat lain atau pun tidak jadi merokok di tempat itu. Contoh sederhana seperti itu sudah bisa membuktikan bahwa bahasa memiliki fungsi sebagai alat kontrol sosial yang dapat mengubah sifat atau tingkah laku seseorang. Bahasa sebagai lat kontrol juga dapat diartikan sebagai suatu bahasa yang digunakan untuk mengontrol suatu kegiatan manusia, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu, bahasa sebagai alat kontrol sosial juga dapat diartikan bahwa peranan bahasa ini sangatlah penting untuk melakukan kontrol ketika menyampaikan sesuatu kepada lawan bicaranya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Sosial dan Kontrol Pribadi bag

Pengaruh Sosial dan Kontrol Pribadi bag

Validasi sosial Kita umumnya lebih bersedia dalam memenuhi permintaan untuk melakukan beberapa tindakan jika tindakan tersebut konsisten dengan apa yang kita percaya dilakukan atau dipi[r]

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN KETERAMPILAN SOSIAL DENGAN  KECANDUAN INTERNET PADA SISWA SMK  Hubungan Antara Kontrol Diri Dan Keterampilan Sosial Dengan Kecanduan Internet Pada Siswa SMK.

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN KETERAMPILAN SOSIAL DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA SISWA SMK Hubungan Antara Kontrol Diri Dan Keterampilan Sosial Dengan Kecanduan Internet Pada Siswa SMK.

yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecerdasan emosi, minat, motif, pengetahuan, dan usia. Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga terutama orang tua menentukan bagaimana kemampuan kontrol diri seseorang. Aspek dari kontrol diri yaitu, behavioral control, cognitive control, decisional control, informational control, dan retrospective control. Ciri-ciri individu yang memiliki kontrol diri rendah yaitu bertindak impulsif, memilih tugas sederhana, senang mengambil resiko,mudah kehilangan kendali emosi. Sedangkan ciri individu dengan kontrol diri tinggi yaitu tekun, dapat menyesuaikan perilaku sesuai dengan aturan, tidak emosional, toleran. Pada masa remaja terdapat dua hal penting yang menyebabkan remaja melakukan pengendalian diri yaitu yang pertama adalah hal yang bersifat eksternal seperti adanya perubahan tingkah laku seperti perubahan penggunaan internet, kehidupan materi, aspek pendidikan, kehidupan seks, perubahan dalam bidang kekerasan, yang kedua adalah mas badai dan tekanan bagi remaja seperti konflik dengan orang tua, gangguan suasana hati, melakukan tingkah laku yang beresiko.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...