Top PDF Sifat Kristal dan Sifat Listrik Film Litium Tantalat Silikat (LiTaSiO5) terhadap Variasi Suhu serta Waktu Annealing

Sifat Kristal dan Sifat Listrik Film Litium Tantalat Silikat (LiTaSiO5) terhadap Variasi Suhu serta Waktu Annealing

Sifat Kristal dan Sifat Listrik Film Litium Tantalat Silikat (LiTaSiO5) terhadap Variasi Suhu serta Waktu Annealing

Pada Gambar 4.9, ketika suhu annealing 800°C semakin lama waktu annealingnya menunjukkan nilai konstanta dielektriknya semakin meningkat sebaliknya pada suhu annealing 850 ° C dan 900 ° C. Pada Gambar 4.10, ketika suhu annealing 800°C menunjukkan nilai konstanta dielektrik awalnya meningkat kemudian pada waktu annealing 22 jam konstanta dielektriknya menurun. Pada suhu annealing 850 ° C menunjukkan nilai konstanta dielektrik awalnya menurun kemudian pada waktu annealing 22 jam konstanta dielektriknya meningkat dan pada suhu 900 ° C semakin lama waktu annealing nilai konstanta dielektriknya semakin menurun. Gambar 4.11 terlihat bahwa ketika suhu annealing 800°C dan 850°C semakin lama waktu annealingnya menunjukkan nilai konstanta dielektriknya semakin menurun sedangkan pada suhu annealing 900 ° C menunjukkan nilai konstanta dielektrik awalnya menurun kemudian pada waktu annealing 22 jam konstanta dielektriknya meningkat. Dari Gambar 4.9, 4.10 dan 4.11 ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi nilai konstanta dielektrik yaitu suhu annealing, waktu annealing, ketebalan film dan frekuensi. Seiring dengan kenaikan suhu annealing pada film, akan menurunkan nilai konstanta dielektriknya. Hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya konsentrasi zat karena penguapan yang terjadi semakin besar seiring dengan meningkatnya suhu annealing. Ketika frekuensi yang digunakan semakin besar maka nilai kapasitansi semakin kecil. Penurunan nilai kapasitansi menjadikan nilai konstanta dielektrik film makin kecil.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Uji Sifat Listrik dan Sifat Struktur Fotodioda Ferroelektrik Film Barium Strontium Titanate (Ba0,5Sr0,5TiO3) berdasarkan Perbedaan Waktu Annealing

Uji Sifat Listrik dan Sifat Struktur Fotodioda Ferroelektrik Film Barium Strontium Titanate (Ba0,5Sr0,5TiO3) berdasarkan Perbedaan Waktu Annealing

meningkatkan kekuatan tarik dan penurunan elestisitas bahan [35]. Annealing pada variasi suhu dapat berfungsi untuk membentuk orientasi kristal yang bersesuaian dengan orientasi kristal substrat. Pada suhu tinggi tertentu, ukuran butir tampak lebih beraturan dibandingkan dengan suhu rendah [36]. Selama annealing akan terjadi penyusunan kembali dislokasi untuk mengurangi energi kisi, sedangkan batas butir tidak mengalami migrasi. Proses rekristalisasi akan mengubah sifat struktur kisi yang terdeformasi diganti oleh kisi baru tanpa regangan melalui proses nukleasi dan pertumbuhan. Butir tumbuh dari inti yang terbentuk di matriks yang terdeformasi. Besarnya laju kristalisasi tergantung jumlah deformasi sebelumnya, suhu annealing dan kemurnian bahan [35].
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Karakterisasi Film Litium Tantalat (LiTaO3) terhadap Variasi Suhu dan Waktu Annealing

Pembuatan dan Karakterisasi Film Litium Tantalat (LiTaO3) terhadap Variasi Suhu dan Waktu Annealing

Struktur kristal dipelajari menggunakan metode x-ray diffraction (XRD). Orde panjang gelombang sinar-x hampir sama dengan jarak antar atom pada kristal, maka sinar-x dapat didifraksi oleh kristal. Pola difraksi sinar-x muncul akibat hamburan atom-atom yang terletak pada bidang hkl dalam kristal dan pola intensitas difraksi mengandung informasi penting mengenai struktur kristalografi suatu bahan. 21

45 Baca lebih lajut

STRUKTUR KRISTAL, SIFAT LISTRIK (RESISTIVITAS), DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS ZnO DENGAN DOPING Al YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE DC MAGNETRON SPUTTERING.

STRUKTUR KRISTAL, SIFAT LISTRIK (RESISTIVITAS), DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS ZnO DENGAN DOPING Al YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE DC MAGNETRON SPUTTERING.

Untuk mencegah terjadi resputering dan meningkatkan derajat ionisasi pada film tipis yang terbentuk, maka di bawah target dipasang magnet permanen dengan tujuan membuat perangkap elektron dari medan magnet yang dihasilkan. Jumlah elektron yang menuju anoda berkurang karena elektron banyak terperangkap medan magnet, sehingga effisiensi ionisasi gas argon meningkat. Proses sputtering menghasilkan panas pada daerah target, untuk menjaga kekuatan magnet agar tidak hilang karena panas maka daerah target dialiri dengan air pendingin. Untuk lebih jelasnya sistem reaktor dc magnetron sputtering ditunjukkan pada Gambar 2.3 dan Gambar 2.4.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing      Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet      dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Vibrating Sample Magnetometer (VSM) merupakan salah satu jenis peralatan yang digunakan untuk mempelajari sifat magnetik bahan. Dengan alat ini akan dapat diperoleh informasi mengenai besaran-besaran sifat magnetik sebagai akibat perubahan medan magnet luar yang digambarkan dalam kurva histeresis, sifat magnetik bahan sebagai akibat perubahan suhu, dan sifat-sifat magnetik sebagai fungsi sudut pengukuran atau kondisi anisotropik bahan. Salah satu keistimewaan VSM adalah merupakan vibrator elektrodinamik yang dikontrol menggunakan arus balik. Sampel dimagnetisasi dengan medan magnet homogen. Jika sampel bersifat magnetik, maka medan magnet akan memagnetisasi sampel dengan meluruskan domain magnet. Momen dipol magnet sampel akan menciptakan medan magnet di sekitar sampel, yang biasa disebut magnetic stray field. Ketika sampel bergetar, magnetic stray field dapat ditangkap oleh coil. Medan magnet tersebar tersebut akan menginduksi medan listrik dalam coil yang sebanding dengan momen magnetik sampel. Semakin besar momen magnetik, maka akan menginduksi arus yang makin besar.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Karakterisasi Sifat Fisik, Sifat Optik dan Sifat Listrik Kaca TZBPN BAB 0

Karakterisasi Sifat Fisik, Sifat Optik dan Sifat Listrik Kaca TZBPN BAB 0

Skripsi yang penulis susun sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan gelar sarjana sains ini penulis beri judul “ Karakterisasi Sifat Fisik, Sifat Optik dan Sifat Listrik kaca TZBPN ”. Terselesaikannya skripsi ini adalah suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi penulis. Setelah sekitar lebih dari satu semester penulis harus berjuang untuk bisa menyelesaikan skripsi. Kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih. Atas bantuannya yang sangat besar selama proses pengerjaan skripsi ini, ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

dan Muljadi, 2012, “Aplikasi Magnet Permanen di Indonesia Data Pasar dan Pengembangan Material Magnet, Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan Teknik, 1-5... Departemen Fisika Fakultas Mate-[r]

3 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

LAMPIRAN 2 Densitas Dari Dimensi Sampel Berbentuk Pelet Data Dimensi Dari Setiap Waktu Milling Menghitung Densitas dari setiap waktu Milling dengan persamaan : 1.Sampel pelet milli[r]

5 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Oil Sludge Pertamina Sebagai Bahan Baku Dalam Pembuatan Keramik Konstruksi

Pemanfaatan Limbah Oil Sludge Pertamina Sebagai Bahan Baku Dalam Pembuatan Keramik Konstruksi

Telah dilakukan pembuatan keramik untuk material konstruksi dengan bahan baku serbuk sludge yang berasal dari limbah oil sludge Pertamina dan kaolin sebagai bahan pengikat. Variasi komposisi serbuk sludge antara lain: 50, 55, 60, s.d. 95 % (dalam % massa) serta penambahan kaolin: 5, 10, 15, s.d. 50 % (dalam % massa), temperatur sinter adalah 1200 0 C dengan variasi waktu penahanan selama 1, 2, dan 3 jam. Dimensi sampel uji yang dibuat dalam dua bentuk, yaitu silinder rigid dan balok. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi: densitas, porositas, kuat tekan, kekerasan vickers, kuat patah, kuat impak, dan analisis mikrostruktur dengan X-ray diffractometer (XRD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa keramik yang dihasilkan pada komposisi 50 % (massa) serbuk sludge, 50% (massa) kaolin, temperatur sinter 1200 0 C, dan waktu penahanan selama 3 jam merupakan hasil yang optimum. Pada komposisi tersebut, keramik yang dihasilkan memiliki karakteristik sebagai berikut: densitas = 1,13 g/cm 3 , porositas = 34,48 %, kuat tekan = 662,32 kgf/cm 2 , kekerasan vickers = 111,4 kgf/mm 2 , kuat patah = 326,44 kgf/cm 2 , dan kuat impak = 1,70 J/cm 2 . Hasil analisis mikrostruktur dengan XRD menunjukkan bahwa phasa dominan yang terbentuk adalah sodium-calcium-silicate dan sillimanite, dan phasa minor: cordierite, arsenic-oxide, sodium-cadmium-phosphate, dan indialite.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Di dalam kisi kristal, tempat kedudukan sederetan ion atau atom disebut bidang kristal. Bidang kristal ini berfungsi sebagai cermin untuk merefleksikan sinar –X yang datang. Posisi dan arah dari bidang kristal ini disebut indeks miller. Setiap kristal memiliki bidang kristal dengan posisi dan arah yang khas, sehingga jika disinari dengan sinar –X pada analisis XRD akan memberikan difraktogram yang khas pula. Dari data XRD yang diperoleh, dilakukan identifikasi puncakpuncak grafik XRD dengan cara mencocokkan puncak yang ada pada grafik tersebut dengan database ICDD. Dan dapat juga diketahui % Volume fasa yang dicari, yaitu untuk mengetahui berapa persen fasa mayor dan fasa minor. Dengan persamaan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Proses milling dalam pembuatan magnet permanen berbasis NdFeB adalah salah satu hal terpenting yang dapat memengaruhi sifat dan kualitas magnet permanen yang dihasilkan.Variasi waktu milling yang digunakan pada penelitian ini adalah 16,24,48,72 jam.Kemudian dilakukan uji karakterisasi dengan: Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran partikel setiap efek variasi waktu, alat uji X-Ray Diffraction (XRD) digunakan untuk mengetahui struktur dari fasa – fasa yang terbentuk selama proses milling dilakukan dengan efek variasi waktu milling, Scanning Electron Microscope (SEM) digunakan untuk mengetahui
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Gambar 4.2. Grafik Densitas dari setiap waktu milling 38 Gambar 4.3. Pola XRD untuk milling Selama 16 Jam 39 Gambar 4.4. Pola XRD untuk milling Selama 24 Jam 40 Gambar 4.5. Pola XRD untuk milling Selama 48 Jam 41 Gambar 4.6 Pola XRD untuk milling Selama 72 Jam 42 Gambar 4.7. Hasil Pengukuran Mikrostruktur NdFeB milling 72 Jam 43

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

bahkan hingga sekarang masih menguasai 52% pasar magnet permanen dunia. Beberapa kelebihan yang dimiliki material ini adalah anisotropi magnetokristallin dan temperature curie yang tinggi serta saturasi magnetisasi yang besar. Kelebihan lain material tersebut adalah memiliki stabilitas kimia yang baik serta tahan terhadap korosi, disamping itu memiliki sifat sensitivitas listrik yang relative tinggi sehingga memiliki peluang untuk digunakan sebagai material magnet untuk aplikasi pada gelombang electromagnet. Barium Hexaferrite (BaFe12O19) adalah material magnet kelas ferrimagnetik dengan lima ion Fe menempati kisi berbeda. Ferrimagnetik ini memiliki saturasi magnetik total dan koersivitas magnetik yang paling tinggi diantara kelas ferrite lainnya sehingga telah banyak dieksplorasi untuk berbagai aplikasi teknologi seperti permanen magnet dan penyimpanan data memori. Sifat-sifat ekstrinsik material kelas Barium Hexaferrite sangat bergantung pada mekanika proses dan metoda yang digunakan. (Priyono, 2010).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Karakteristik Optik Dan Listrik Film Tipis Litao3 Di Atas Substrat Si Tipe P(100) Pada Variasi Suhu Annealing

Karakteristik Optik Dan Listrik Film Tipis Litao3 Di Atas Substrat Si Tipe P(100) Pada Variasi Suhu Annealing

pita energi, Li menempati pada 2s state, Ta pada state 5d dan O pada state 2d. Oksigen memperbesar nilai band gap sebesar 4 ev. Diatas pita valensi kebanyakan oksigen dengan p state yang mengambarkan besarnya densitas transisi logam d state pada pita valensi yang artinya tingkatan state p oksigen pada dua material hybrid ditingkatan d. Apabila dua material terjadi hybridisasi antara transisi konduksi pada tingkatan d state dan p state oksigensehingga hal inilah yang menjadi alasan oksigen berubah arah ke transisi konduksi. Hibridisasi menunjukan karakteristik keteraturan suatu bahan.Dengan peningkatan suhu anneling diharapkan akan mengurangi densitas O pada molekul hal ini terjadi karena O memperbesar nilai energi gap.Nilai indek bias terbesar pada suhu 800 0 C
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Densitas serbuk BaFe12O19 hasil 24 jam milling Mengukur Bulk density dengan menggunakan rumus: �= � 2.1 Bulk density eksperimen hasil milling 3 jam... Data Hasil Vibrating Sample Mag[r]

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Komposisi Poliester Terhadap Sifat Magnet Dan Mekanik Pada Pembuatan Bonded Magnet Pr- Fe-B.. Magnet dan Aplikasinya 2013.[r]

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Prinsip dasar dari XRD adalah hamburan elektron yang mengenai permukaan kristal. Bila sinar dilewatkan ke permukaan kristal, sebagian sinar tersebut akan terhamburkan dan sebagian lagi akan diteruskan ke lapisan berikutnya. Sinar yang dihamburkan akan berinterferensi secara konstruktif (menguatkan) dan destruktif (melemahkan). Hamburan sinar yang berinterferensi inilah yang digunakan untuk analisis.Difraksi sinar X hanya akan terjadi pada sudut tertentu sehingga suatu zat akan mempunyai pola difraksi tertentu. Pengukuran kristalinitas relatif dapat dilakukan dengan membandingkan jumlah tinggi puncak pada sudut- sudut tertentu dengan jumlah tinggi puncak pada sampel standar.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

24 jam, hal ini disebabkan karena rontoknya bola-bola besi pada saat waktu milling berlangsung. Kemudian serbuk dikarakterisasi menggunakan VSM (Vibrating Sample Magnetizer) dan diperoleh sifat magnetik permanen, sifat magnetik saturasi, remanensi, koersivitas dan energi produk yang cenderung menurun. Dari hasil VSM dapat dilihat bahwa hasil milling 3 jam memiliki sifat magnetik terbaik, kemudian dilakukan kompaksi dan sintering dengan variasi temperatur 900 ℃ , 1000 ℃ , 1100 ℃ , dan 1200 ℃ pada serbuk BaFe 12 O 19 dengan waktu milling 3 jam. Dari Hasil sintering
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

Pengaruh Waktu Milling Terhadap Sifat Fisis, Sifat Magnet Dan Struktur Kristal Pada Magnet Barium Heksaferit

24 jam, hal ini disebabkan karena rontoknya bola-bola besi pada saat waktu milling berlangsung. Kemudian serbuk dikarakterisasi menggunakan VSM (Vibrating Sample Magnetizer) dan diperoleh sifat magnetik permanen, sifat magnetik saturasi, remanensi, koersivitas dan energi produk yang cenderung menurun. Dari hasil VSM dapat dilihat bahwa hasil milling 3 jam memiliki sifat magnetik terbaik, kemudian dilakukan kompaksi dan sintering dengan variasi temperatur 900 ℃ , 1000 ℃ , 1100 ℃ , dan 1200 ℃ pada serbuk BaFe 12 O 19 dengan waktu milling 3 jam. Dari Hasil sintering
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH OIL SLUDGE PERTAMINA (2)

PEMANFAATAN LIMBAH OIL SLUDGE PERTAMINA (2)

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa penambahan serbuk sludge (dalam % massa) cenderung menurunkan nilai kuat tekan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan serbuk sludge yang banyak dengan pengikat (kaolin) yang sedikit akan berakibat lemahnya daya ikat antar partikel. Sehingga untuk memperoleh kuat tekan yang optimum diperlukan campuran dengan komposisi tertentu, dalam hal ini diperoleh saat variasi pencampuran 50 % sludge dan 50 % kaolin. Sedangkan pengaruh lama waktu penahanan pada suhu sintering cenderung meningkatkan kuat tekan pada keramik. Hal ini karena pada proses sintering dimungkinkan partikel-
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...