Top PDF Kualitas Tidur Dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

Kualitas Tidur Dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

Kualitas Tidur Dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

Gangguan tidur juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, di antaranya adalah suara bising dari keluarga, sorot lampu ruangan yang terlalu terang dan suhu ruangan yang terlalu panas (Potter & Perry, 2005). Pada penelitian ini didapati ada 57% responden yang pernah berada pada lingkungan yang terkadang menimbulkan suara bising dan 35% di antaranya mengalami gangguan tidur ringan. Menurut Hanning (2009), kebisingan dapat menyebabkan tertundanya tidur dan juga dapat membangunkan seseorang dari tidur. WHO (2004) juga menyatakan hal yang sama namun WHO menambahkan bahwa sebagian besar responden tidak mengeluhkan kurang tidur tetapi memiliki tidur yang non-restoratif, mengalami kelelahan dan atau sakit kepalapada saat bangun pagi dan kantuk yang berlebihan di siang hari.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi

Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi

Penelitian ini hanya dilakukan pada 35 orang responden penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Medan Johor. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan judul penelitian ini sebaiknya mempunyai sampel yang lebih banyak yang mewakili dari beberapa Wilayah Kerja Puskesmas. Di samping itu perlu diperhatikan apakah gejala klinis dari penderita hipertensi yang menyebabkan tidurnya terganggu sebelum diidentifikasi tingkat gangguannya dan juga perlu diidentifikasi skala tiap-tiap bagian dari faktor gangguan tidur yang dialami oleh penderita hipertensi seperti faktor fisik yaitu pusing, rasa tidak nyaman, sulit bernafas, sukar tidur, dan mudah lelah serta faktor lingkungan yaitu suara/ kebisingan, sorot lampu ruangan yang terlalu terang, dan suhu ruangan yang terlalu panas. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk menambahkan pertanyaan terbuka pada kuesioner faktor-faktor gangguan tidur untuk mengetahui adanya faktor lain yang menyebabkann gangguan tidur selain gejala fisik penyakit tertentu maupun lingkungan.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Tidur 1.1. Defenisi Tidur - Kualitas Tidur Dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Tidur 1.1. Defenisi Tidur - Kualitas Tidur Dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

1998). Persepsi mengenai kualitas tidur itu sangat bervariasi dan individual yang dapat dipengaruhi oleh waktu yang digunakan untuk tidur pada malam hari atau efesiensi tidur. Beberapa penelitian melaporkan bahwa efisiensi tidur pada usia dewasa muda adalah 80-90% (Dament et al, 1985; Hayashi & Endo, 1982 dikutip dari Carpenito, 1998). Di sisi lain, Lai (2001) dalam Wavy (2008) menyebutkan bahwa kualitas tidur ditentukan oleh bagaimana seseorang mempersiapkan pola tidurnya pada malam hari seperti kedalaman tidur, kemampuan tinggal tidur, dan kemudahan untuk tertidur tanpa bantuan medis. Kualitas tidur yang baik dapat memberikan perasaan tenang di pagi hari, perasaan energik, dan tidak mengeluh gangguan tidur. Dengan kata lain, memiliki kualitas tidur baik sangat penting dan vital untuk hidup sehat semua orang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KUALITAS TIDUR DAN FAKTOR FAKTOR GANGGUA

KUALITAS TIDUR DAN FAKTOR FAKTOR GANGGUA

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur dan faktor- faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang penderita hipertensi yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari data demografi responden, kualitas tidur dan faktor- faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor

Penderita diabetes mellitus, umumnya mengeluh sering berkemih, merasa haus, merasa lapar, rasa gatal-gatal pada kulit, dan keluhan fisik lainnya seperti mual, pusing dan lain-lain. Gejala klinis tersebut, pada malam hari juga dialami oleh penderita penyakit diabetes mellitus, hal ini tentu dapat mengganggu tidurnya. Terjadinya gangguan tidur akan berdampak pada meningkatnya frekuensi terbangun, sulit tertidur kembali, ketidakpuasan tidur yang akhirnya mengakibatkan penurunan kualitas tidur. Disamping itu, kurang tidur selama periode yang lama dapat menyebabkan penyakit lain atau memperburuk penyakit yang ada (Potter & Perry, 2005) serta berdampak pada lamanya proses penyembuhan (Miller, 2004; Suryani, 2004).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Sehubungan dengan akan dilakukannya penelitian tentang “Kualitas Tidur dan Faktor-Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Teladan”, maka peneliti berharap dapat menggunakan Sleep Quality Questionaires (SQQ) yang telah Ibu buat untuk thesis Ibu dengan judul “Sleep Quality and Factors Interfering with Sleep Among Hospitalized Elderly in Medical Units, Medan Indonesia”.

16 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Secara umum penderita hipertensi mengalami gangguan tidur karena beberapa kondisi fisik dan kondisi lingkungan yang dialaminya sehingga berdampak pada kualitas tidur yang buruk dan akan mempengaruhi peningkatan tekanan darah seseorang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teladan Medan. Teknik pengumpulan sampel peelitian ini menggunakan metode covinience sampling dengan sampel penelitian adalah 37 orang penderita hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuisoner data demografi, kuisoner kualitas tidur dan kuisoner faktor-faktor gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak dapat tidur dengan baik yang dapat dilihat dari total waktu tidur pada malam hari 5-6 jam (43%), frekuensi terbangun 3-4 kali pada malam hari (38%), dan lama waktu yang dibutuhkan untuk tertidur 31-60 menit (35%). Mayoritas responden mengalami gangguan tidur karena kondisi fisik seperti pusing (81%), nokturia (64%), dan rasa tidak nyaman (57%) dan mengalami gangguan tidur karena kondisi lingkungan seperti ventilasi yang tidak baik (76%), suara bising (73%) dan ruangan yang tidak nyaman (59%). Berdasarkan hasil penelitian diperlukan adanya rekomendasi untuk mengatasi kualitas tidur yang buruk dan fakor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Secara umum penderita hipertensi mengalami gangguan tidur karena beberapa kondisi fisik dan kondisi lingkungan yang dialaminya sehingga berdampak pada kualitas tidur yang buruk dan akan mempengaruhi peningkatan tekanan darah seseorang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teladan Medan. Teknik pengumpulan sampel peelitian ini menggunakan metode covinience sampling dengan sampel penelitian adalah 37 orang penderita hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuisoner data demografi, kuisoner kualitas tidur dan kuisoner faktor-faktor gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak dapat tidur dengan baik yang dapat dilihat dari total waktu tidur pada malam hari 5-6 jam (43%), frekuensi terbangun 3-4 kali pada malam hari (38%), dan lama waktu yang dibutuhkan untuk tertidur 31-60 menit (35%). Mayoritas responden mengalami gangguan tidur karena kondisi fisik seperti pusing (81%), nokturia (64%), dan rasa tidak nyaman (57%) dan mengalami gangguan tidur karena kondisi lingkungan seperti ventilasi yang tidak baik (76%), suara bising (73%) dan ruangan yang tidak nyaman (59%). Berdasarkan hasil penelitian diperlukan adanya rekomendasi untuk mengatasi kualitas tidur yang buruk dan fakor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Perbandingan Kualitas Tidur pada Pasien Diabetes Melitus Laki-laki dan Perempuan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar

Perbandingan Kualitas Tidur pada Pasien Diabetes Melitus Laki-laki dan Perempuan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar

Dewi, M. P. (2011). Kualitas Tidur dan Faktor-faktor Gangguan Tidur Pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor. Skripsi. Medan: Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Ghifaajah. (2012). Pengaruh pemberian aktivitas ROM (Rage of Motion) terhadap

5 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Secara umum penderita hipertensi mengalami gangguan tidur karena beberapa kondisi fisik dan kondisi lingkungan yang dialaminya sehingga berdampak pada kualitas tidur yang buruk dan akan mempengaruhi peningkatan tekanan darah seseorang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teladan Medan. Teknik pengumpulan sampel peelitian ini menggunakan metode covinience sampling dengan sampel penelitian adalah 37 orang penderita hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuisoner data demografi, kuisoner kualitas tidur dan kuisoner faktor-faktor gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak dapat tidur dengan baik yang dapat dilihat dari total waktu tidur pada malam hari 5-6 jam (43%), frekuensi terbangun 3-4 kali pada malam hari (38%), dan lama waktu yang dibutuhkan untuk tertidur 31-60 menit (35%). Mayoritas responden mengalami gangguan tidur karena kondisi fisik seperti pusing (81%), nokturia (64%), dan rasa tidak nyaman (57%) dan mengalami gangguan tidur karena kondisi lingkungan seperti ventilasi yang tidak baik (76%), suara bising (73%) dan ruangan yang tidak nyaman (59%). Berdasarkan hasil penelitian diperlukan adanya rekomendasi untuk mengatasi kualitas tidur yang buruk dan fakor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas tidur penting bagi setiap orang terhadap tidur bersifat subjektifitas, yang hanya dapat dinilai berdasarkan indikator kondisi tubuh saat bangun tidur (Mukhlidah, 2011). Seseorang dengan kualitas tidur yang baik tentunya tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk (Hidayat, 2006). Secara umum kualitas tidur juga berhubungan dengan adanya
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Budisetio (2001) menyatakan bahwa faktor risiko (determinan) hipertensi adalah faktor-faktor yang bila semakin banyak menyertai penderita akan menyebabkan tekanan darah tinggi. Kamso (2000) menyatakan bahwa penyebab hipertensi pada lansia antara lain : faktor konstitusi (jenis kelamin, umur, genetik), intake nutrisi, status biokimia (hiperglikemia, dyslipidemia), komposisi tubuh (obesitas), gaya hidup (merokok, aktifitas fisik, alkohol, stres), penyakit ginjal serta faktor sosial ekonomi (pendidikan, pendapatan perkapita, status perkawinan, status pekerjaan, dan hubungan sosial).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

umur >40 tahun di Pulau Jawa mencapai 41,9%, dengan perincian daerah perkotaan 39,9% dan pedesaan 44,1% (Setiawan, 2004). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI bahkan menunjukkan prevalensi hipertensi nasional sebesar 31,7%. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke, sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan (Riskesdas, 2007).

8 Baca lebih lajut

Pola Tidur dan Gangguan Tidur Klien Hipertensi di Puskesmas Helvetia

Pola Tidur dan Gangguan Tidur Klien Hipertensi di Puskesmas Helvetia

Kualitas tidur dan faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas medan teladan.. Sleep Disorders and Headache.[r]

3 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular dan Hematologi.. Jakarta: Salemba Medika.[r]

4 Baca lebih lajut

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas Tidur dan Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Medan Teladan

Kualitas tidur adalah perasaan segar dan siap mengahadapi hidup baru setelah bangun tidur. Kualitas tidur bersifat subjektifitas yang hanya dapat dinilai berdasarkan indikator kondisi tubuh saat bangun tidur (Mukhlidah, 2011). Konsep ini meliputi beberapa karakteristik seperti waktu yang diperlukan untuk memulai tidur, frekuensi terbangun pada malam hari, lama tidur, kedalaman tidur dan ketenangan (Eser, 2007). Kualitas tidur menyangkut pengkajian subjektif yaitu seberapa menyegarkan dan tenangnya tidur mereka dan pengkajian objektif yang dapat diketahui dari rekaman poligrafi, gerakan pergelangan tangan, gerakan kepala dan mata (Mac Arthur, 1997; Nisrina, 2008).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Hasil penelitian secara statistik menunjukkan obesitas (p=0,003 dengan OR 7,431), merokok (p=0,013 dengan OR 3,599), olahraga (p=0,023 dengan OR 3,471), pola makan (p=0,004dengan OR 3,971), dan konsumsi alkohol (p=0,027 dengan OR 3,816) berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor.

2 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lanjut Usia - Iin Purnamasari BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lanjut Usia - Iin Purnamasari BAB II

Orang yang bekerja dengan shif dan seringnya perubahan shifharus menyusun aktifitas sehingga orang tersebut siap untuk tidur padawaktu atau saat yang benar atau tepat. Latihan yang moderat biasanya mengkonduksi tidur. Akan tetapi latihan yang berlebihan dapat menyebabkan lambat atau tertundanya tidur. Kemampuan seseorang untuk relak sebelum memasuki tidur merupakan faktor yang pentingyang mempengaruhi kemampuannya untuk jatuh tidur.

23 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia, Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta Majalah Kedokteran Indonesia, Volu[r]

5 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

Petunjuk pengisian: berikan tanda check list √ pada setiap kolom jawaban yang tersedia di bawah ini sesuai dengan kondisi dan situasi yang anda alami.. Saya berolahraga sesuai yang dia[r]

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...