Top PDF Kualitas Pelayanan Publik pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat

Kualitas Pelayanan Publik pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat

Kualitas Pelayanan Publik pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat

Sehubungan dengan ini pemerintah telah membuat suatu undang-undang tentang Agraria yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 atau yang lebih dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA Nomor 5 tahun 1960 yang lahir pada tanggal 24 September 1960). Setelah adanya UUPA No.5 Tahun 1960 dengan salah satu isinya adalah tata cara pembuatan sertifikat tanah di Indonesia, seperti dasar hukum pendaftaran tanah, objek pendaftaran tanah, dan lain-lain supaya adanya penertiban penggunaan tanah. Karena sering dijumpai masyarakat yang tidak tahu dan tidak paham tentang penggunaan hak atas tanah yang merupakan suatu hal yang harus diketahui dan memerlukan suatu pembuktian atau alat bukti yaitu sertifikat tanah yang menyatakan tanah itu adalah benar-benar miliknya. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 tahun 2005 Tentang Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan di lingkungan Badan Pertanahan Nasional, dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dipandang perlu dilakukan penyederhanaan dan percepatan pelayanan pertanahan tertentu kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan jenis dan waktu penyelesaian pelayanan pemeriksaan (pengecekan) sertifikat, peralihan hak, hak tanggungan, pemecahan, pemisahan dan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA PEGAWAI, KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PEGAWAI MELALUI ETIKA PELAYANAN PUBLIK PADA PROGRAM PTSL (PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PATI TESIS

PENGARUH KINERJA PEGAWAI, KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PEGAWAI MELALUI ETIKA PELAYANAN PUBLIK PADA PROGRAM PTSL (PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PATI TESIS

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh kinerja pegawai, kualitas pelayanan terhadap etika pelayanan dan kinerja pegawai, kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat melalui etika pelayananpublik Pada Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di Kantor Pertanahan Kabupaten Patipada Kantor Pertanahan Kabupaten Pati.

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Pelayanan publik yang merupakan salah satu kebutuhan dalam rangka pemenuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan sepertinya masih menjadi impian, dan jauh dari harapan. Rendahnya tingkat produktivitas aparatur Negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta munculnya praktek KKN dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang mampu memunculkan pelayanan yang bersifat diskriminatif. Pengaduan masyarakat merupakan bentuk ungkapan ketidakpuasan masyarakat atas kualitas pelayanan yang diterima yang sering berujung lahirnya tuntutan publik, seringkali dipandang sebagai hal yang buruk bagi kehidupan suatu organisasi, termasuk birokrasi. 7
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Sebelum lahirnya Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan pelayanan publik, misalnya telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat, dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63/ KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Bahkan saat ini telah ada dan telah ditetapkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Undang – Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman. Oleh karena itu keberadaan beberapa regulasi sebagimana disebutkan di atas merupakan rambu – rambuatau instrumen yang bersifat teknis yuridis, dalam hal ini dapat dijadikan suatu dasar untuk menjadi pedoman penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih bersifat operasional. Sebab pelayanan publik sebagai salah satu wujud dari penyelenggaraan otonomi daerah saat ini amat dibutuhkan adanya suatu model pelayanan yang ideal demi mencapai peningkatan kualitas pelayanan publik itu sendiri.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PENGURUSAN DOKUMEN PERTANAHAN DI KANTOR KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI | Rini | Katalogis 7572 25158 1 PB

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PENGURUSAN DOKUMEN PERTANAHAN DI KANTOR KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI | Rini | Katalogis 7572 25158 1 PB

Dimensi tangible yaitu fasilitas fisik, perlengkapan, dan penampilan petugas pelayanan. Hal ini berkaitan dengan hal-hal yang terlihat dalam pelayanan seperti fasilitas ruang tunggu, sarana dan prasarana, serta kemudahan informasi yang bisa didapatkan masyarakat dari fasilitas yang ada. Tentunya semakin baik fasilitas fisik tersebut dan dapat diandalakan menurut persepsi pengguna pelayanan maka akan mempengaruhi penilaiaan terhadap kualitas pelayanan. Dalam hal ini, Menurut Parasuraman (2001:78): “Masyarakat akan mempunyai persepsi bahwa suatu birokrasi mempunyai kualitas pelayanan yang baik bila memiliki sarana fasilitas fisik perkantoran, perlengkapan, ruang tunggu, dan lain-lain serta penampilan (kerapian) personil secara fisik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.” Pentingnya penyediaan fasilitas fisik yang memadai juga tercermin dalam UU RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik pasal 15 poin (d) dan (e) yang menyatakan: “ menyediakan sarana, prasarana, dan/ atau fasilitas pelayanan publik yang mendukung terciptanya iklim pelayanan yang memadai; memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik. ”
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Kualitas Pelayanan Pembuatan Sertifikat Tanah Di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Semarang

Analisis Kualitas Pelayanan Pembuatan Sertifikat Tanah Di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Semarang

Publik sebagai berikut : (1) Administrasi Publik meliputi implementasi kebijaksanaan pemerintah yang telah ditetapkan oleh badan-badan perwakilan politik (2) Administrasi Publik dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Hal ini terutama meliputi pekerjaan sehari-hari pemerintah. (3) secara global administrasi publik adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah, pengaruh kecakapan, dan teknik-teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap sejumlah orang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KINERJA PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PACITAN (Studi Kasus Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan) - STIE Widya Wiwaha Repository

KINERJA PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PACITAN (Studi Kasus Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan) - STIE Widya Wiwaha Repository

berkas-berkas sudah dipenuhi serta sudah di daftarkan dengan no berkas 38470/2015, akan tetapi sampai saat ini sertifikat belum jadi dan masih dalam proses. Bahkan sudah dilaporkan ke bagian Pengaduan, tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Begitu pula dengan yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat yang dikutip dari situs Lapor.go.id atas laporan Sdr. Luciana Kardjono Tanggal 14 M ei 2016 . 08.37. Laporan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tentang keluhan atas kelambatan administrasi dalam pembuatan pemisahan (splitting) sertifikat tanah di daerah Cigugurgirang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Surat permohonan tersebut atas nama Ipah Yuningsih, Hak M ilik 10.31.02.06.1.01776 dengan nomor resi pendaftaran: 18529/2015 dan waktu pengajuan bulan Agustus 2015, hingga saat ini (1 M ei 2016, atau sudah sembilan bulan), proses belum selesai. M enurut sepengetahuan Pemohon dan berdasarkan informasi dari pihak BPN, proses splitting paling lama adalah 3 (tiga) bulan. Semua proses pengukuran tanah sudah selesai dilakukan sebelum November 2015. Ketika ditanyakan kembali pada pihak BPN Kabupaten Bandung Barat pada bulan M aret 2016, jawabannya adalah belum bisa dipastikan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Pelayanan publik yang selama ini cenderung di citrakan jelek terus menjadi masalah, baik itu di tingkat publik maupun di lingkungan pemerintahan itu sendiri. Perkembangan zaman pun mengharuskan pemerintah harus membuat suatu strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Hal inilah yang di lakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kualitas pelayanannya dengan menerapkan sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dibidang pertanahan terhadap masyarakat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Pelayanan publik yang selama ini cenderung di citrakan jelek terus menjadi masalah, baik itu di tingkat publik maupun di lingkungan pemerintahan itu sendiri. Perkembangan zaman pun mengharuskan pemerintah harus membuat suatu strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Hal inilah yang di lakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kualitas pelayanannya dengan menerapkan sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dibidang pertanahan terhadap masyarakat.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Pertanahan (KKP) ini, atau Kantor Petanahan Kabupaten Langkat mulai menerapkan sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) yang tujuannya ialah untuk meningkatkan kualitasnya dalam memberikan pelayanan kepada publik. Dalam penerapan sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP), telah dikeluarkan ju jenis-jeanis layanan baru yang akan diberikan secara online dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah disebutkan dalam UU ITE (UU No 18 Tahun 2008). Beberapa layanan informasi yang telah disiapkan dalam BPN web permohonan. Layanan-layanan lainnya adalah layanan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengecekan sertipikat dan untuk pendaftaran pelayanan secara online dan juga layanan online untuk masyarakat yaitu dengan menyiapkan layanan e-form sebagai sarana pengisian form pendaftaran pertanahan secara online.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelayanan Publik pada Kantor Distrik Karas Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat

Efektivitas Pelayanan Publik pada Kantor Distrik Karas Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat

antara biaya dan hasil, sedangkan efektivitas secara langsung dihubungkan dengan pencapaian tujuan. Kamus Ilmiah Populer mendefinisikan efektivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan. Efektifitas merupakan salah satu dimensi dari produktivitas, yaitu mengarah kepada pencapaian unjuk kerja yang maksimal, yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu.

11 Baca lebih lajut

Pelayanan Publik di Kantor Desa Bulontio Barat  Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara

Pelayanan Publik di Kantor Desa Bulontio Barat Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara

pelayanan yang diterima oleh masyarakat terasa belum memenuhi harapan semua pihak, karena tidak disiplinnya aparat Desa yang sering datang terlambat dan pulang terlalu cepat mengakibatkan sering ditutupnya kantor Desa disaat jam kerja yang seharusnya buka pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.00 wita, sehingga masyarakat yang butuh pelayanan kecewa dan akhirnya tidak terlayani, hal ini dikarenakan masih rendahnya disiplin serta kurangnya pemahaman aparat Desa tentang pentingnya pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan administrasi baik itu pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Usaha (SKU), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang masih dipungut biayaSeiring dengan itu rendahnya kualitas pengetahuan aparat berpengaruh juga pada belum maksimalnya pelayanan, ditambah lagi ketikaaparat pemberi pelayanan tidak hadir, sehingga hak masyarakat terabaikan. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik, jadi tidak heran lagi sering didengar tuntutan perubahan yang ditujukan kepada aparatur pemerintah yang menyangkut pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Dalam hal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, masyarakat dalam setiap pertemuan/rapat selalu menyuarakan keluhan dan harapan kepada pemerintah Desa Bulontio baratuntuk dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik, namun harapan ini terkesan hanya angin lalu dan tidak pernah dilaksanakan ataupun dirubah dengan maksimal.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kantor Camat Jailolo Kabupaten Halmahera Barat

Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kantor Camat Jailolo Kabupaten Halmahera Barat

dkk (2002) di beberapa daerah di Indonesia menemukan bahwa kinerja birokrasi pelayanan publik di daerah masih jauh dari yang diharapkan dilihat dari aspek akuntabilitas, responsivitas, efisiensi, dan orientasi pelayanan. Hal itu menurut Dwiyanto dkk (2002) ditunjukkan oleh masih sering diabaikannya kepentingan pengguna jasa dalam penyelenggaraan pelayanan publik; norma dan kriteria pelayanan masih ditentukan oleh prosedur dan juklak atau juknis; masih lemahnya kemampuan instansi pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat pengguna jasa; keseriusan menempatkan kualitas pelayanan sebagai sentral dari perilaku birokrasi masih amat jauh sebagaimana terlihat dari kecenderungan energi yang dihabiskan instansi-instansi pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik masih amat terbatas.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Tinjauan Hukum tentang Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan ( Studi Kasus Pada Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang )

Sebelum lahirnya Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan pelayanan publik, misalnya telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat, dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63/ KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Bahkan saat ini telah ada dan telah ditetapkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Undang – Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman. Oleh karena itu keberadaan beberapa regulasi sebagimana disebutkan di atas merupakan rambu – rambuatau instrumen yang bersifat teknis yuridis, dalam hal ini dapat dijadikan suatu dasar untuk menjadi pedoman penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih bersifat operasional. Sebab pelayanan publik sebagai salah satu wujud dari penyelenggaraan otonomi daerah saat ini amat dibutuhkan adanya suatu model pelayanan yang ideal demi mencapai peningkatan kualitas pelayanan publik itu sendiri.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pengurusan Dokumen Pertanahan Di Kantor Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi

Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pengurusan Dokumen Pertanahan Di Kantor Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi

Tidak membedakan antara berkas pemohon dokumen pertanahan antara masyarakat satu dengan yang lainnya selama persyaratan mereka memenuhi syarat merupakan sikap tegas pegawai dalam pelayanan sehingga akan menimbulkan prilaku yang adil terhadap seluruh lapisan masyarakat yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru. Islamy (2002:4) mengemukakan bahwa setiap, jenis, produk, proses dan mutu pelayanan yang disediakan pemerintah harus tersedia dan dapat diakses dan diberikan secara adil dan merata kepada segenap anggota masyarakat tanpa kecuali.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN INDRAMAYU

KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN INDRAMAYU

Barata (2006) selanjutnya menyatakan bahwa kemampuan diri merupakan kemampuan minimal yang harus ada pada diri seseorang terkait dengan wawasan pengetahuan dan ketrampilannya, yaitu memiliki pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bidang tugasnya, memiliki daya kreativitas cukup baik, memahami cara berkomunikasi dengan baik, memahami pengetahuan dasar hubungan interpersonal dan psikologi sosial, memahami cara memposisikan diri dalam berbagai situasi sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan dan mampu mengendalikan emosi. Kemampuan diri tesebut merupakan sebagian ciri pribadi yang memiliki pengetahuan prima dibidang tugasnya sehingga diharapkan dapat menjadikan petugas sebagai fasilitator pelayanan publik menjadi pribadi yang memiliki kemampuan prima dan dapat mengembangkan budaya pelayanan prima dilingkungan kerja dimana tujuan akhir dari layanan yang prima adalah untuk kepuasan pelanggan. Untuk mengetahui kontribusi dari setiap indikator kepada masing-masing dimensi kepuasan dapat diketahui melalui gambar SEM. Dari hasil pengolahan data diperoleh model SEM (Gambar 1).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Implementasi Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Pada tahun 2015 ini merupakan tahun keenam setelah diterapkannya sistem KKP di Kantor Pertanahan Kab.Langkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pada tahun ini juga berdasarkan laporan resmi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat tahun 2015 bahwa pelayanan yang diberikan para pegawai Kantor Pertanahan Kab.Langkat mulai mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, karena pada tahun ini Kantor Pertanahan Kab.Langkat melakukan perbaikan-perbaikan atas apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dari tahun-tahun sebelumnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat oleh para pegawai Kantor Pertanahan Kab.Langkat, seperti menambahkan personil yang berkualitas, dan memberikan pelatihan- pelatihan kepada pegawai lainnya yang dianggap perlu dibidang komputerisasi atau bidang lainnya yang dianggap perlu untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, akan tetapi permasalahan di tahun ini ialah dimasalah jaringan internet yang selalu mengalami error connection.
Baca lebih lanjut

187 Baca lebih lajut

Kualitas pelayanan sertifikasi tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali

Kualitas pelayanan sertifikasi tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali

Kemampuan merupakan suatu yang perlu dikuasai dalam manajemen organisasi. Tiga jenis kemampuan dasar yang dimiliki orang-orang dalam manajemen organisasi agar dapat berdaya guna dan berhasil, yaitu kemampuan teknik (technical skill), kemampuan bersifat manusia (human skill), dan kemampuan membuat konsepsi (conseptual skill). Adanya kemampuan perlu didukung dengan keterampilan yang memadai. Bagi petugas sangat diperlukan ketrampilan melaksanakan tugas yang pada umumnya menggunakan empat unsur, yaitu otot, saraf, perasaan dan pikiran dengan bobot berbeda sesuai dengan jenis tugasnya. Dalam bidang pelayanan yang menonjol dan paling cepat di rasakan oleh orang-orang yang menerima layanan adalah ketrampilan pelaksanaannya. Mereka inilah yang membawa “bendera” terhadap kesan atas baik buruknya layanan.
Baca lebih lanjut

217 Baca lebih lajut

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) SIDOARJO.

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) SIDOARJO.

Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan keadaan sebenarnya dari obyek yang akan diteliti, guna memperoleh data yang akurat atau mendekati kebenaran. Disini peneliti memilih dan menetapkan tempat penelitian pada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan dan alasan bahwa penulis ingin mengetahui kualitas pelayanan publik di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Sidoarjo dalam hal kualitas pelayanan pengurusan pertanahan dan pada waktu observasi awal menurut masyarakat pelayanan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Sidoarjo tersebut belum dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

peranan penting untuk menyediakan layanan publik yang prima bagi semua penduduknya sesuai yang telah diamanatkan dalam Undang- Undang. Dalam pasal 1 Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik disebutkan pengertian pelayanan publik sebagai berikut :“Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangkapemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects