Top PDF Kualitas Permukiman dan Karakteristik Sosial Ekonomi di Kecamatan Umbulharjo

Kualitas Permukiman dan Karakteristik Sosial Ekonomi di Kecamatan Umbulharjo

Kualitas Permukiman dan Karakteristik Sosial Ekonomi di Kecamatan Umbulharjo

Kecamatan Umbulharjo merupakan salah satu kecamatan yang memiliki persentase penduduk tertinggi di Kota Yogyakarta. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggal dan bermukim mengakibatkan terjadiya perubahan fisik cukup pesat. Kecamatan Umbulharjo pun mengalami perubahan penurunan kualitas pemukiman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi penghuni, mengidentifikasi kualitas permukiman, dan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosial ekonomi penghuni dan kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pemilihan sampel menggunakan metode cluster sampling yang dilanjutkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, obervasi, dan pengumpulan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi sosial ekonomi penghuni di Kecamatan Umbulharjo sudah cukup baik.Tingkat kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo termasuk sedang. Karakteristik sosial ekonomi penghuni dengan kualitas permukiman memiliki korelasi dengan kualitas permukiman sehingga kondisi sosial ekonomi penghuni mempengaruhi kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI MEDAN DAN FASILITAS SOSIAL EKONOMI UNTUK PERMUKIMAN DI KECAMATAN MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGAH.

IDENTIFIKASI MEDAN DAN FASILITAS SOSIAL EKONOMI UNTUK PERMUKIMAN DI KECAMATAN MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGAH.

Sutikno, (1982) dalam makalahnya yang berjudul: “Peranan Geomorfologi Dalam Aspek-Aspek Keteknikan”, memberikan penjelasan-penjelasan tentang peranan geomorfologi dalam hubungannya dengan aspek-aspek keteknikan. Peranan geomorfologi ditekankan pada bentuklahan, matrial penyusun, proses geomorfologi, sedangkan pada aspek-aspek keteknikan yang dibahas terbatas pada aspek-aspek yang berkaitan dengan lahan seperti bangunan , jalur jalan dan penyediaan air minum. Untuk perencanaan suatu lokasi keteknikan dibutuhkan informasi yang cukup mengenai karakteristik lahan yang menentukan keawetan bangunan, nilai ekonomis bangunan dan dampak proyek keteknikan terhadap lingkungan sekitar.Peranan geomorfologi dalam perencanaan lokasi permukiman terutama memperhatikan konfigurasi relief bentuklahan. Lokasi yang paling baik adalah yang paling banyak memberikan keuntungan ekonomis dan kemungkinan dibangun lebih cepat.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN DI SEKITAR PASAR, TERMINAL, DAN STASIUN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2013.

HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN DI SEKITAR PASAR, TERMINAL, DAN STASIUN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2013.

Aisa Mayang Purnamasari. HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN DI SEKITAR PASAR, TERMINAL, DAN STASIUN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2013 (SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS XII KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS POLA PERSEBARAN DAN INTERAKSI SPASIAL ANTARA DESA DAN KOTA). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Mei 2016.

11 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN TOMUAN KECAMATAN SIANTAR TIMUR.

KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN TOMUAN KECAMATAN SIANTAR TIMUR.

tinggal atau perumahan. Pola kehidupan masyarakat yang tinggal didaerah kumuh sangat banyak jika dilihat dari faktor sosial ekonomi nya. Penanganan kawasan permukiman kumuh sesungguhnya perlu dilakukan tidak saja di kawasan-kawasan permukiman kumuh yang menjadi bagian kota metropolitan dan atau kota besar, tetapi juga perlu dilakukan di kawasan-kawasan permukiman kumuh yang ada di kota sedang dan kecil. Penanganan kawasan permukiman kumuh di kota besar, sedang, dan kota kecil menjadi cukup strategis manakala kawasan itu memiliki kaitan langsung dengan bagian-bagian kota metropolitan seperti kawasan pusat kota metropolitan, kawasan pusat pertumbuhan kota metropolitan, maupun kawasankawasan lain misalnya kawasan industri, perdagangan, pergudangan, dan perkantoran. Selain memiliki kaitan langsung, diduga kawasan permukiman kumuh di daerah penyangga memberi andil kesulitan penanganan permukiman kumuh yang ada di kota metropolitan. Untuk itulah perlu dilakukan identifikasi lokasi kawasan permukiman kumuh di daerah penyanggaBerdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis tertarik untuk meneliti tentang karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SILALAS KECAMATAN MEDAN BARAT.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SILALAS KECAMATAN MEDAN BARAT.

Karakteristik lingkungan permukiman sangat penting diketahui, karena melihat akhir-akhir ini pertumbuhan lingkungan permukiman mengalami peningkatan yang sangat pesat disebabkan oleh tingginya pertumbuhan penduduk dan akhirnya mengakibatkan padatnya suatu tempat lokasi lingkungan permukiman. Karakteristik lingkungan permukiman adalah sifat-sifat dasar lingkungan atau peranan dalam lingkungan. Karakteristik lingkungan permukiman berpengaruh pada kondisi ekonomi, sosial, budaya dan tingkat kepadatan masyarakat, oleh karena itu manusia harus memilih bahan kontruksi yang tepat dan mendirikan bangunan dengan struktur yang kokoh juga merancang bentuk bangunan sesuai keadaan lingkungan agar kondisi permukiman bisa tertata ruang lingkupnya dengan baik, Oleh sebab itu penulis mengangkat topik untuk melakukan study/survey di permukiman Kelurahan Silalas tentang Karakteristik lingkungan permukiman, agar lebih mengenal bagaiman karakteristik lingkungan permukiman di kelurahan Silalas.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Arahan Peran Pemuda Dalam Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Dan Ekonomi Keluarga Nelayan

(Studi Kasus: Permukiman Nelayan Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros)

Arahan Peran Pemuda Dalam Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Dan Ekonomi Keluarga Nelayan (Studi Kasus: Permukiman Nelayan Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros)

Indonesia memiliki wilayah pesisir sepanjang 81.000 kilometer yang secara keseluruhan pantainya dihuni oleh banyak penduduk yang tersebar di desa-desa nelayan yang sangat banyak jumlahnya, yang tersebar disepanjang pesisir pantai. Desa-desa di pesisir pantai pada dasarnya memiliki perbedaan dalam karakteristiknya, ada desa nelayan yang bermata pencaharian sebagian besar pada perikanan laut, pada sektor pertanian, dan sektor perdagangan. Dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dibedakan yaitu termasuk tinggi, menengah, dan rendah, dan masih banyak perbedaan karakteristik lainnya.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

KAJIAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BERDASARKAN KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN TAHUN 2018

KAJIAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BERDASARKAN KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN TAHUN 2018

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya berupa ilmu, kesehatan dan keselamatan. Atas Kehendaknya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “KAJIAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BERDASARKAN KUALITAS PERMUKIMAN KECAMATAN BAYAT TAHUN 2018”

17 Baca lebih lajut

KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN PASARKLIWON KOTA SURAKARTA Margareth Mayasari retha.nezgmail.com Su Ritohardoyo ritohardoyoymail.com Abstract - KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN PASARKLIWON KOTA SURAKARTA

KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN PASARKLIWON KOTA SURAKARTA Margareth Mayasari retha.nezgmail.com Su Ritohardoyo ritohardoyoymail.com Abstract - KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN PASARKLIWON KOTA SURAKARTA

Kota merupakan wilayah akumulasi penduduk yang membentuk sistem jaringan kehidupan manusia dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dengan corak materialistik yang mewarnainya (Kurniasih, 2007). Kegiatan utama dari lingkungan kota bukan pertanian tetapi lahan yang tersedia berfungsi sebagai kawasan permukiman, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Masalah kependudukan khususnya di daerah perkotaan yang sering menjadi bahan pembicaraan adalah permukiman. Pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan alami menimbulkan masalah permukiman terutama masalah hunian liar atau daerah permukiman kumuh yang
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS DI PERMUKIMAN PADAT KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG.

ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS DI PERMUKIMAN PADAT KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG.

Keberadaan permukiman ini seharusnya ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik agar menjadi suatu kawasan hunian yang nyaman untuk ditinggali, namun kenyataannya kondisi fisik permukiman padat yang berada di Kecamatan Sukajadi ini berada pada kondisi yang kurang baik, hal tersebut dapat terlihat dari kondisi bangunan yang sangat rapat dengan kualitas konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola, sanitasi umum dan drainase tidak berfungsi, serta sampah yang belum dikelola secara baik. Kondisi fisik tersebut selanjutnya akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mencakup tingkat pendapatan rendah, norma sosial yang longgar, budaya kemiskinan dan memiliki sikap dan perilaku yang apatis. Kondisi tersebut sering juga mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, sumber pencemaran, sumber penyebaran penyakit dan perilaku menyimpang, yang berdampak pada kehidupan kota keseluruhannya.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH.

Kualitas lingkungan secara sederhana dapat diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal dan selaras bagi kelangsungan hidup suatu wilayah. Adapun kualitas lingkungan permukiman dapat dilihat adanya kondisi baik atau buruknya suatu wilayah atau kawasan yang dijadikan tempat tinggal maupun tempat usaha serta kegiatan lainnya yang dapat mendukung perikehidupan dan penghidupan, yang didalamnya terdiri dari kondisi rumah, sarana dan prasarana lingkungan serta bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Adapun jenis atau variabel daripada kualitas lingkungan permukiman adalah banjir; air minum/air bersih; sanitasi; pembuangan sampah; saluran air limbah; lokasi permukiman; jalan masuk; keadaan umum bangunan; lay-out bangunan; kepadatan umum bangunan; umur kampung atau permukiman; kepadatan penduduk; sekolah; sikap penduduk atau partisipasi masyarakat; dan pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

KAJIAN HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PERMUKIMAN DENGAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN  Kajian Hubungan Tingkat Kualitas Permukiman Dengan Kondisi Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

KAJIAN HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PERMUKIMAN DENGAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN Kajian Hubungan Tingkat Kualitas Permukiman Dengan Kondisi Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

beberapa variable diantaranya adalah tingkat ekonomi masyarakat. Tingkat ekonomi ini menciptakan gaya hidup pada masyarakat. Dimana jika suatu masyarakat dengan tingkat ekonomi yang memadai pastinya memiliki gaya hidup yang baik dalam memelihara kondisi lingkungan permukiman. Untuk menciptakan kondisi kesehatan masyarakat yang baik dan sehat serta usaha untuk mengurangi jumlah kasus penyakit yang terjadi pada tiap tahunya perlunya adanya pembenahan yang dilakukan tidak hanya pada sektor fisik saja namun dapat dilakukan pada sektor sosial yaitu tingkat ekonomi pada masyarakat untuk menciptakan masyrakat yang peduli akan lingkungan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Konsumsi Beras Organik ( Kasus: Kecamatan Medan Johor )

Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Konsumsi Beras Organik ( Kasus: Kecamatan Medan Johor )

ukuran keluarga. Dengan menggunakan Model Regresi Linier Berganda, dijelaskan bahwa harga beras organik memilik hubungan yang negatif terhadap permintaan beras organik. Sedangkan harga beras lain, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan dan ukuran keluarga memiliki hubungan yang positif terhadap permintaan beras organik. Analisis penilaian konsumen beras organik menggunakan Model Fish Bein untuk mengetahui sikap konsumen terhadap suatu atribut produk tertentu berdasarkan pada perangkat kepercayaan dan diberi bobot oleh evaluasi terhadap atribut tersebut. Menurut penilaian konsumen, konsumen sangat mementingan atribut kualitas, rasa, kehigienisan, harga, dan kemudahan diperoleh dalam mengkonsumsi beras organik. Sedangkan atribut kemasan dan prestise tidak terlalu menjadi perhatian konsumen.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EVALUASI SOSIAL EKONOMI UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SIMO KABUPATEN BOYOLALI.

EVALUASI SOSIAL EKONOMI UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SIMO KABUPATEN BOYOLALI.

Dewasa ini, permukiman menjadi masalah yang terjadi hampir di seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia. Beberapa masalah permukiman yang dirasakan adalah pemenuhan kebutuhan permukiman bagi penduduk yang semakin meningkat, penurunan kualitas lingkungan dan penyediaan lahan bagi permukiman. Pertambahan penduduk yang relatif cepat, yaitu dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa pada tahun 2000 rata-rata pertumbuhan 1,8 %, menyebabkan bertambahnya penyediaan tempat tinggal (permukiman) menjadi hal yang sangat mendesak. Penduduk Indonesia tersebar menjadi tidak merata di pedesaan dan diperkotaan. Akibatnya kota akan dibebani keharusan penyediaan sarana dan prasarana bagi penduduk, termasuk permukiman dengan segala fasilitasnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI PERMUKIMAN SEKITAR PASAR DAN TERMINAL PECANGAAN KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2005

ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI PERMUKIMAN SEKITAR PASAR DAN TERMINAL PECANGAAN KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2005

Berdasarkan Tabel 15 dan Gambar 15 di atas, dapat diketahui bahwa jenis mata pencaharian yang paling banyak di 3 (tiga) desa adalah sektor terbesar industri sebesar 152 jiwa (33,93%) untuk Desa Pecangaan Kulon, sektor jasa untuk Desa Pecangaan Wetan sebesar 94 jiwa (28,31%). Sedangkan di Desa Pulodarat jenis mata pencaharian yang paling banyak adalah petani yaitu sebesar 84 jiwa (27,27 %). Hal ini disebabkan di Desa Pecangaan Kulon terdapat industri rumah tangga yaitu industri tahu dan tempe, pakaian jadi atau konfeksi serta adanya pabrik plastik dan pasar Pecangaan sebagai penggerak sektor ekonomi sehingga jenis pekerjaan yang paling banyak adalah di sekitarnya adalah industri. Sektor jasa merupakan sektor yang paling banyak di Desa Pecangaan Wetan karena didukung dengan adanya terminal sebagai sarana transportasi, wartel dan kantor pos sebagai jasa komunikasi. Di Desa Pulodarat jenis mata pencaharian yang paling banyak adalah petani karena sebagian besar tanah di Desa Pulodarat berupa sawah dan masih banyak lahan kosong. Jenis mata pencaharian penduduk yang paling sedikit di 3 (tiga) desa tersebut adalah penggalian yaitu 2 jiwa (0,45%) untuk Desa Pecangaan Kulon dan 3 jiwa (0,97 %) untuk Desa Pecangaan Wetan dan Desa Pulodarat berjumlah3 jiwa juga (0,97 %).
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS FISIK BANGUNAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN

PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS FISIK BANGUNAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN

Kualitas permukiman adalah derajat kemampuan permukiman untuk memenuhi kebutuhan hidup penghuninya. Kualitas permukiman yang baik dapat ditentukan dari kondisi fisik bangunan serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjangnya. Permukiman secara sempit diartikan sebagai tempat tinggal atau bangunan tempat tinggal. Perumahan di perdesaan dibangun menurut kondisi alam sekitar dengan tekhnik yang sangat sederhana tanpa memperhatikan segi estetika.Kecamatan Gubug sebagai wilayah agraris dengan sektor pertanian sebagi penghasilan utama masyarakatnya. Sebagai masyarakat yang tinggal di perdesaan, masyarakat desa memiliki karakteristik sosial tersendiri dan dari segi ekonomipun masyarakat desa tidak sama dengan masyarakat yang tinggal di kota besar.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Konsumsi Beras Organik ( Kasus: Kecamatan Medan Johor )

Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen Terhadap Konsumsi Beras Organik ( Kasus: Kecamatan Medan Johor )

Bakti Nugraha (120304122) dengan judul skripsi Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen terhadap Konsumsi Beras Organik (Kasus: Kecamatan Medan Johor). Di bawah bimbingan ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan ibu Siti Khadijah, SP, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi konsumen beras organik di Kecamatan Medan Johor dan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi konsumen terhadap konsumsi beras organik di Kecamatan Medan Johor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Kecamatan Medan Johor dipilih karena berdasarkan hasil pra survei Kecamatan Medan Johor merupakan daerah yang terdapat penjual beras organik yang cukup besar di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Metode Analisis Deskriptif dan Metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian karakteristik sosial ekonomi konsumen beras organik dilihat dari umur terbanyak yaitu rentan 50 – 59 tahun sebanyak 18 konsumen, dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yaitu 16 tahun (S1) sebanyak 22 konsumen, dilihat dari pendapatan terbanyak dengan jumlah Rp 8.500.000 – Rp 10.000.000 yaitu sebanyak 15 konsumen, dilihat dari jumlah anggota keluarga terbanyak yaitu rentan 4 – 5 konsumen sebanyak 37 dan dilihat berdasarkan kondisi kesehatan konsumen tertinggi yaitu sedang tidak sehat sebanyak 29 konsumen. Karakteristik konsumen meliputi umur, tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan secara serempak berpengaruh nyata terhadap konsumsi beras organik. Secara parsial umur, jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan berpengaruh nyata terhadap konsumsi beras organik, sedangkan tingkat pendidikan dan pendapatan secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi beras organik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Wisata Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman

Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Wisata Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman

mewakili individu, dan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengolahan data menggunakan teknik tabel frekuensi dari tabel dan tabel silang atau tabel perbandingan untuk menentukan hasil dari responden. Analisis yang digunakan merupakan analisis pola keruangan berupa interaksi para pedagang dengan pembeli. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin pedagang mayoritas perempuan dengan persentase 77% dan 26% yang berjenis kelamin laki – laki dengan usia produktif serta banyak dari pelaku usaha yang memiliki tingkat pendidikan akhir SMA. Banyaknya para pedagang yang berasal dari satu desa dengan tempat pariwisata memudahkan para pedagang untuk melakukan kegiatan ekonomi terutama terhadap masyarakat setempat serta dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat. Perubahan terhadap ekonomi dan sosial pelaku usaha dimana penghasilan para pedagang tidak menentu yang dipengaruhi jumlah pengunjung, para pedagang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga secara keseluruhan,
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP KUALITAS ANAK USIA DINI DI KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP KUALITAS ANAK USIA DINI DI KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

Penelitian ini juga sesuai dengan program pemerintah yang dituangkan kedalam UU pasal 7 ayat (1) yaitu, jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun, dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Alasan pemerintah untuk menetapkan kebijakan ini karena biasanya apabila terlalu muda untuk menikah maka fertilitasnya tinggi. Selain itu, pengalaman dan wawasan yang berkaitan dengan usia tersebut tentunya nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas hidup anak. Kebijakan pemerintah ini juga didukung oleh pendapat Nurul Solikha Noviani (2011) yang menyatakan bahwa pada usia itu remaja telah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam pengelolaan kesehatan reproduksi. Hal itu berpengaruh pada kesehatan pasangan maupun generasi anak dari pasangan muda tersebut.. Jadi, di masa mendatang usia remaja menikah pertama pada usia dewasa. Dengan tumbuhnya usia menikah semakin dewasa dapat menunjang keberhasilan KB melalui menurunya angka anak dilahirkan tiap ibu atau total fertility rate (TFR).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Karakteristik Sosial Ekonomi Permukiman Informal Bantaran Sungai Deli

Karakteristik Sosial Ekonomi Permukiman Informal Bantaran Sungai Deli

Disamping itu, juga ditemukan adanya kaitan erat antara kondisi sosial ekonomi responden yang menetap dilingkungan I, II, III, IV, IX, dan X kelurahan hamdan kota Medan yang menyebabkan munculnya pemukiman informal ini, yang mereka tempati boleh dikatakan dulunya secara gratis dikarenakan sebahagian besar merupakan jalur hijau tanah milik negara, yang seyogyanya tidak boleh di bangun.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects