Top PDF Laporan Pendahuluan Soft Tissue Tumor 2

Laporan Pendahuluan Soft Tissue Tumor 2

Laporan Pendahuluan Soft Tissue Tumor 2

Menurut (http://blog.asuhankeperawatan.com/materilengkap), tanda dan gejala tumor jaringan lunak tidak spesifik, tergantung pada lokasi dimana tumor berada, umumnya gejalanya berupa adanya suatu benjolan dibawah kulit yang tidak terasa sakit. Hanya sedikit penderita yang mengeluh sakit, yang biasanya terjadi akibat perdarahan atau nekrosis dalam tumor, dan bisa juga karena adanya penekanan pada saraf-saraf tepi.

10 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN TINDAKAN DEBRIDEMENT dan EVAKUASI ABSES PADA  Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. P DENGAN TINDAKAN DEBRIDEMENT dan EVAKUASI ABSES PADA Asuhan Keperawatan Pada Tn. P Dengan Spondilitis Tuberculosis Dan Soft Tissue Tumor Femur Dekstra Di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

Implementasi Keperawatan Implementasi keperawatan dilakukan jam 09.00 WIB, memberikan tindakan mengkaji penyebab kecemasan klien (diagnosa 1). Respon klien, klien mengatakan takut operasinya gagal. Klien terlihat tegang dan gelisah. Pada jam 09.05 WIB, menjaga ketenangan ruangan (diagnosa 1). Respon, ruangan tenang tidak ada kegaduhan. Pada jam 09.10 WIB, menjelaskan prosedur dan tindakan dengan singkat dan jelas dan mengajak klien bercakap – cakap tentang kota asal klien, awal sakit, dan menganjurkan klien untuk berdo’a serta memotivasi klien (diagnosa 1, 2). Respon klien, klien mengatakan klien berasal dari Pacitan, klien mengatakan ± 1,5 bulan yang lalu klien sudah operasi pada kaki kanan dan punggungnya, lalu kemarin klien datang untuk kontrol post operasi ke poliklinik
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE CA PAYUD

LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE CA PAYUD

Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan konsentrasi zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya terkena, adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain, kerentanan jaringan dan individu. 2. fase in situ: 1-5 tahun

15 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor Regio Oksipital

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor Regio Oksipital

Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumors (STT) adalah proliferasi jaringan mesenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh. Dapat timbul di tempat di mana saja, meskipun kira-kira 40% terjadi di ekstermitas bawah, terutama daerah paha, 20% di ekstermitas atas, 10% di kepala dan leher, dan 30% di badan.

15 Baca lebih lajut

Referat Soft Tissue Tumor

Referat Soft Tissue Tumor

Bayi perempuan mempunyai resiko tiga kali lebih besar untuk menderita hemangioma dibanding bayi laki-laki, dan insidensi meningkat pada bayi prematur. Kurang lebih 55% hemangioma ditemukan pada saat lahir, dan perkembangannya pada saat minggu pertama kehidupan. Dulunya, hemangioma menunjukkan fase proliferasi awal, involusinya lambat, dan kebanyakan terjadi resolusi yang komplit. Jarang sekali hemangioma menunjukkan pertumbuhan tumor pada saat lahir. Walaupun perjalanan penyakit dari hemangioma sudah diketahui, sangat sulit untuk memprediksi durasi dari pertumbuhan dan fase involusi untuk setiap individu. Superfisial hemangioma biasanya mencapai ukuran yang maksimal sekitar 6-8 bulan, tapi hemangioma yang lebih dalam mungkin berproliferasi untuk 12-14 bulan. Pada beberapa kasus dapat mencapai 2 tahun. Onset dari involusi lebih susah untuk diprediksi tapi biasanya digambarkan dari perubahan warna dari merah menyala ke ungu atau keabu-abuan. Kira-kira 20-40% dari pasien mempunyai sisa perubahan dari kulit, hemangioma pada ujung hidung, bibir, dan daerah parotis biasanya involusinya lambat dan sangat besar. Hemangioma superfisial pada muka sering meninggalkan noda berupa sikatrik. 15,20
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Tumor Kolon

Laporan Pendahuluan Tumor Kolon

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

11 Baca lebih lajut

Referat Soft Tissue Tumor

Referat Soft Tissue Tumor

Bedah adalah yang paling umum untuk perawatan jaringan lunak tumors. Jika memungkinkan, dokter akan menghapus kanker dan margin yang aman dari jaringan sehat di sekitarnya. Penting untuk mendapatkan margin bebas tumor untuk mengurangi kemungkinan kambuh lokal dan memberikan yang terbaik bagi pembasmian dari tumor. Tergantung pada ukuran dan lokasi dari tumor, mungkin, jarang sekali, diperlukan untuk menghapus semua atau bagian dari lengan atau kaki. 2. Terapi radiasi

15 Baca lebih lajut

Case Soft Tissue Tumor

Case Soft Tissue Tumor

Pasien datang ke poliklinik bedah umum RS MRM dengan keluhan benjolan Pasien datang ke poliklinik bedah umum RS MRM dengan keluhan benjolan sebesar buah apel di kepala bagian belakang sebelah kanan sejak 2 tahun yang sebesar buah apel di kepala bagian belakang sebelah kanan sejak 2 tahun yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan pusing dan mual sejak 2 minggu terakhir. lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan pusing dan mual sejak 2 minggu terakhir. Riwayat trauma kepala disangkal, riwayat demam disangkal, keluar nanah Riwayat trauma kepala disangkal, riwayat demam disangkal, keluar nanah disangkal, keluar darah disangkal, nyeri pada benjolan disangkal, riwayat muntah disangkal, keluar darah disangkal, nyeri pada benjolan disangkal, riwayat muntah menyembur disangkal, benjolan di bagian tubuh lain disangkal.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan  ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TUMOR KANDUNG KEMIH

Laporan Pendahuluan ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TUMOR KANDUNG KEMIH

Gangguan pola eliminasi BAK berhubungan dengan tumor kandung kemih atau ca buli dan reseksi intravesika atau kemoterapi. Pola eliminasi BAK kembali normal atau pasien mempertahankan pola BAK secara teratur, kandung kemih kosong dengan kriteria tidak ada nyeri iritasi saat BAK. 1. Jelaskan pada pasein bahwa urgensi atau frekuensi disebabkan oleh tumor kadnung kemih. 2. Anjurkan pasien mempertahankan intake cairan yang adekuat (1500 ml).

9 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN STT SOFT TISSUE TUMO

LAPORAN PENDAHULUAN STT SOFT TISSUE TUMO

Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak atau Soft Tissue Tumors (STT) adalah proliferassi jaringan mesenkimal yang terjadi dijaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh. Dapat timbul di tempat di mana saja, meskipun kira-kira 40% terjadi di ekstermitas bawah, terutamadaerah paha, 20% di ekstermitas atas, 10% di kepala dan leher, dan 30% di badan. Tumor jaringan lunak tumbuh centripetally, meskipun beberapa tumor jinak, sepertiserabut luka. Setelah tumor mencapai batas anatomis dari tempatnya, maka tumor membesar melewati batas sampai ke struktur neurovascular. Tumor jaringan lunak timbul di lokasi sepertilekukan-lekukan tubuh.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR (STT)

Mendiagnosa tumor jinak jaringan lunak dapat melengkapi kekurangan dari X-ray dan CT-scan, MRI dapat melihat tampilan luar penampang berbagai tingkatan tumor dari semua jangkauan, tumor jaringan lunak retroperitoneal, tumor panggul memperluas ke pinggul atau paha, tumor fossa poplitea serta gambar yang lebih jelas dari tumor tulang atau invasi sumsum tulang, adalah untuk mendasarkan pengembangan rencana pengobatan yang lebih baik.

17 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR

Bedah adalah yang paling umum untuk perawatan jaringan lunak tumors. Jika memungkinkan, dokter akan menghapus kanker dan margin yang aman dari jaringan sehat di sekitarnya. Penting untuk mendapatkan margin bebas tumor untuk mengurangi kemungkinan kambuh lokal dan memberikan yang terbaik bagi pembasmian dari tumor. Tergantung pada ukuran dan lokasi dari tumor, mungkin, jarang sekali, diperlukan untuk menghapus semua atau bagian dari lengan atau kaki.

8 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR

LAPORAN PENDAHULUAN SOFT TISSUE TUMOR

Gejala dan tanda tumor jaringan lunak tidak spesifik, tergantung pada lokasi di mana tumor berada, umumnya gejalanya berupa adanya suatu benjolan dibawah kulit yang tidak terasa sakit. Hanya sedikit penderita yang mengeluh sakit, yang biasanya terjadi akibat pendarahan atau nekrosis dalam tumor, dan bisa juga karena adanya penekanan pada saraf- saraf tepi, dalam tahap awal tumors jaringan lunak biasanya tidak menimbulkan gejala karena jaringan lunak yang relatif elastis, tumors dapat tumbuh lebih besar, mendorong samping jaringan normal, sebelum mereka merasa atau menyebabkan masalah. kadang gejala pertama biasanya gumpalan rasa sakit atau bengkak. dan dapat menimbulkan gejala lainnya, seperti sakit atau rasa nyeri, karena dekat dengan menekan saraf dan otot. Jika di daerah perut dapat menyebabkan rasa sakit abdominal umumnya menyebabkan sembelit.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Soft Tissue Tumor

Laporan Pendahuluan Soft Tissue Tumor

erupakan bentuk eksisi dasar, dengan arah yang sejajat dengan garis dan lipatan kulit. !erbandingan panjang dan lebar minamal ' dengan sudut 0 drajat. risan tegak lutus atau lebih meluas kedalaman dampai dengan subkutis. ila perlu dapat dilakuakan undermaining yang kalau dimuka tepat diba%ah dermis dan kalau sklap diderah subdaleal. !erdarahan yang terjadi dikulit dapat ditekan beberapa saat saat dan bila perlu dilakukan hemostasis dengan elektrokoagulasi tetapi jangan berlebihan terutama pada daerah dermis. !erdarahan dari pembuluh darah ke"il dapat dielektrokoagualasi tetapu yang besar harus diikat. esi  lesi yang dieksisi berbentuk elips akan menghasilkan parut yang lebih panjang dan dari lesi aslinya. Tujuan utama mengeksisi lesi berbentuk elips adalah engurangi terbentuknya sisa kulit> telinga anjing (dog ears). $og ears dapar diperbaiki dengan memanjangkan elips atau membuang jaringan berlebihan dan menutupnya dengan bentuk  atau ?. 2. &ksisi %adge
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Variasi Ekspose Terhadap Kontras Jaringan Lunak (soft tissue) Dengan Menggunakan Radiografi

Analisis Variasi Ekspose Terhadap Kontras Jaringan Lunak (soft tissue) Dengan Menggunakan Radiografi

Kontras radiografi pada prinsipnya dibentuk oleh perbedaan intensitas sinar- X setelah menembus objek yang sampai ke film (reseptor). Variasi pola derajat kehitaman film (densitas) yang terang berasal dari bagian pasien yang mempunyai nilai koefisien attenuasi yang tinggi, dimana semua sinar-X hampir diserap oleh jaringan. Sedangkan pola film dengan densitas yang hitam dihasilkan oleh jarigan dengan nilai koefisien attenuasi yang rendah sehingga hampir semua sinar-X dapat menembus jaringan serta banyak sinar-X yang sampai ke film. Perbedaan gelap dan terang pada film radiografi inilah yang dikenal sebagai kontras radiograf. Faktor yang mempengaruhi nilai intensitas sinar-X adalah perbedaan nilai koefisien attenuasi dan perbedaan ketebalan pada objek. Jaringan lunak penyusun tubuh seperti otot (muscle) dan lemak (fat) pada prinsipnya nilai koefisien attenuasi hampir sama, sehingga secara teori penyusun kontras radiografnya rendah. Kenaikan nilai tegangan tabung (kV) membuat nilai koefisien attenuasi mengakibatkan perbedaannya sangat kecil. Pada akhirnya kenaikan nilai tegangan tabung berakibat penurunan nilai kontras. Dari latar belakang diatas maka, penulis dapat menarik suatu kesimpulan sementara (hipotesa) terdapat pengaruh yang jelas variasi pemilihan tegangan tabung (kV) dan nilai arus tabung dikali waktu (mAs) terhadap kontras pada teknik radiografi jaringan lunak. Kesimpulan sementara sekaligus menjadi ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam dalam bentuk skripsi yang akan dipaparkan dengan judul “Analisis variasi ekspose terhadap kontras jaringan lunak (soft-tissue) dengan menggunakan radiografi”.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

44.1 BLOOD INTERFACING IMPLANTS - I-7 Soft Tissue Replacements

44.1 BLOOD INTERFACING IMPLANTS - I-7 Soft Tissue Replacements

healing process; and (5) be easily applied during surgery. The two common types of tissue adhesives currently used are based on alkyl-o-cyanoacrylates and fibrin. The latter is a natural adhesive derived from fibrinogen, which is one of the clotting components of blood. Although fibrin is used in Europe, its use in the United States has not been approved because of the risk of its contamination with hepatitis and/or immune disease viruses. Due to its limited mechanical strength (tensile strength and elastic modulus of 0.1 and 0.15 MPa, respectively), fibrin is used mostly as a sealant and for adjoining delicate tissues as in nerve anastomoses. Meanwhile, two members of the cyanoacrylate family of adhesives, n-butyl- and iso-butyl-cyano-acrylates, are used in a number of countries as sealants, adhesives, and blocking agents. They are yet to be approved for use in the United States because of the lack of sufficient safety data. Due to a fast rate of polymerization and some limited manageability in localizing the adhesive to the specific surgical site, the in vivo performance of cyanoacrylates can be unpredictable. Because of the low strength of the adhesive joints or sealant films produced on in vivo polymerization of these cyanoacrylates, their applications generally are limited to use in traumatized fragile tissues (such as spleen, liver, and kidney) and after extensive surgery on soft lung tissues. A major safety concern of these alkyl cyanoacrylates is related to their nonabsorbable nature. Hence, a number of investigators have directed their attention to certain alkoxy-alkyl cyanoacrylates which can be converted to polymeric adhesives with acceptable absorbable profiles and rheological properties. Methoxypropyl cyanoacrylate, for example, has demonstrated both the absorbability and high compliance that is advantageous to soft tissue repair.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Key words: Cephalometric, mesiodistal width, soft tissue profile, Buginese,

Key words: Cephalometric, mesiodistal width, soft tissue profile, Buginese,

Kemungkinan yang paling besar pengaruhnya terhadap oklusi adalah variasi besar dan bentuk gigi. Lebar mesiodistal gigi dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Antara satu ras dengan lainnya berbeda pula. Pengaruh genetik sangat kuat, yaitu dengan estimasi untuk gambaran morfologis m; sebesar 90%. Meskipun demikian, 1 lingkungan cukup berpengaruh, terbukti laporan Cotton dkk yang dikutip oleh De 1 ditunjukkan bahwa orang Amerika yang h negaranya dibanding dengan yang lahir di J dan Cina mempunyai ukuran yang be Pengaruh lingkungan diantaranya adalah yang sangat penting pada saat tumbuh kei baik masih dalam kandungan maupun setelah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Tumor Spino Orbita

Laporan Pendahuluan Tumor Spino Orbita

Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui nervus optikus ke otak, melalui sklera ke jaringan orbita dan sinus  paranasal, dan metastasis jauh ke sumsum tulang melalui pembuluh darah. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat, dapat menonjol ke dalam badan kaca. Di  permukaan terdapat neovaskularisasi dan pendarahan. Warna iris tidak normal.

15 Baca lebih lajut

44.1 BLOOD INTERFACING IMPLANTS - 7 soft tissue replacements

44.1 BLOOD INTERFACING IMPLANTS - 7 soft tissue replacements

healing process; and (5) be easily applied during surgery. The two common types of tissue adhesives currently used are based on alkyl-o-cyanoacrylates and fibrin. The latter is a natural adhesive derived from fibrinogen, which is one of the clotting components of blood. Although fibrin is used in Europe, its use in the United States has not been approved because of the risk of its contamination with hepatitis and/or immune disease viruses. Due to its limited mechanical strength (tensile strength and elastic modulus of 0.1 and 0.15 MPa, respectively), fibrin is used mostly as a sealant and for adjoining delicate tissues as in nerve anastomoses. Meanwhile, two members of the cyanoacrylate family of adhesives, n-butyl- and iso-butyl-cyano-acrylates, are used in a number of countries as sealants, adhesives, and blocking agents. They are yet to be approved for use in the United States because of the lack of sufficient safety data. Due to a fast rate of polymerization and some limited manageability in localizing the adhesive to the specific surgical site, the in vivo performance of cyanoacrylates can be unpredictable. Because of the low strength of the adhesive joints or sealant films produced on in vivo polymerization of these cyanoacrylates, their applications generally are limited to use in traumatized fragile tissues (such as spleen, liver, and kidney) and after extensive surgery on soft lung tissues. A major safety concern of these alkyl cyanoacrylates is related to their nonabsorbable nature. Hence, a number of investigators have directed their attention to certain alkoxy-alkyl cyanoacrylates which can be converted to polymeric adhesives with acceptable absorbable profiles and rheological properties. Methoxypropyl cyanoacrylate, for example, has demonstrated both the absorbability and high compliance that is advantageous to soft tissue repair.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Tumor Tiroid Pada Ny

Laporan Pendahuluan Tumor Tiroid Pada Ny

Terapi ini diberikan pada pasien yang sudah menjalani tiroidektomi total dengan maksud mematikan sisa sel kanker post operasi dan meningkatkan spesifisitas sidik tiroid untuk deteksi kekambuhan atau penyebaran kanker. Terapi ablasi tidak dianjurkan pada pasien dengan tumor soliter berdiameter kurang 1mm, kecuali ditemukan adanya penyebaran.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...