Top PDF Laporan Praktikum ADPG ke 2

Laporan Praktikum ADPG ke 2

Laporan Praktikum ADPG ke 2

Gambar 6 Tampilan sheet FFQ setelah paste special Tahap selanjutnya adalah sub total data tersebut, yaitu dengan mem-block semua kolom atau dengan menggunakan Ctrl + A.. Kemudian klik d[r]

11 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum ADPG ke 3

Laporan Praktikum ADPG ke 3

Selanjutnya tambahkan sheet baru dan beri nama “TKG”. TKG adalah tingkat kecukupan gizi. Langkah pertama adalah meng-copy kolom A5, energi, protein, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C dari sheet “AKG 2” ke sheet “TKG”. Kemudian paste special value pada baris ke 2 atau pada kolom A2. Diatas setiap kolom yang sudah di-copy ditambah 2 kolom baru dan beri nama “Kecukupan” dan “konsumsi”. Berikut merupakan tampilan dari sheet “TKG”.

24 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum ADPG ke 1

Laporan Praktikum ADPG ke 1

Pengolahan dta yang seanjutnya adalah dengan menambahkan kolom ART pada sheet “Sosial Ekonomi” dan menambah sheet baru setelah sheet “Sosial Ekonomi” dan diberi nama “Sosial Ekonomi” 2. Pada kolom Art diisi dengan “1”, hal ini mewakili jumlah anggota, sehingga nanti dapat dihitung dengan mudah. Selanjutnya keseluruhan data dari A5 dan ART di-copy ke sheet “Sosial Ekonomi” 2, kemudian keseluruhan di block dan di klik sub total dan pilih ART lalu ok.

31 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM FERMENTASI RAGI (2)

LAPORAN PRAKTIKUM FERMENTASI RAGI (2)

Adapun, kami sedang mempelajari topik jamur sehingga praktikum ini sangatlah tepat untuk kami jadikan bahan pembelajaran praktek. Praktikum ini pun tidak hanya terpusat pada pembelajaran akan jamur semata. Sebagai seorang murid yang masih belia, kami senantiasa belajar dari setiap hal yang ada. Hal tersebut juga mencakup bagaimana belajar menyusun laporan yang baik, mempersiapkan segala sesuatunya untuk praktikum, etika dalam melaksanakan percobaan atau penelitian, dan masih banyak lagi. Untuk mencapai itu semua, kami pun menguasai dengan tuntas materi yang akan dipraktekkan terlebih dahulu. Dengan menguasai materi tersebut, kami memastikan bahwa pengalaman ini tidak akan berlalu begitu saja.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA (2)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA (2)

Langkah pertama yang dilakukan dalam praktikum isoterm adsorbsi ini adalah melakukan pemanasan arang terlebih dahulu. Pemanasan dihentikan pada saat timbul asap, bukan pada saat arang menjadi berwarna merah (membara). Ketika arang dipanaskan, pori-pori pada permukaan arang akan membuka sehingga nantinya arang menjadi aktif dan dapat digunakan untuk mengabsorbsi asam asetat secara maksimal. Apabila pemanasan arang terlalu lama, akibatnya arang akan berubah menjadi abu dan tidak lagi dapat digunakan sebagai absorben lagi.

12 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Kimia Fisika (2)

Laporan Praktikum Kimia Fisika (2)

Secara teori peningkatan konsentrasi suatu larutan menyebabkan kemungkinan terjadinya tumbukan semakin banyak, sehingga peluang tejadinya tumbukan efektif lebih banyak. Akibatnya laju reaksi akan semakin meningkat artinya, waktu yang dibutuhkan suatu zat bereaksi menjadi lebih cepat. Hal tersebut sesuai dengan hasil pegamatan dari praktikum, dimana pada saat konsentrasi larutan sebesar 0,240385 M , waktu yang dibutuhkan larutan hingga terjadi endapan hanya sekitar 16,84 detik, sehingga diperoleh laju reaksi sebesar 0,05938242 Detik. Sebaliknya pada saa konsentrasi larutan diturunkan menjadi 0, 1923078 M , waktu yang dibutuhkan hingga terjadi endapan bertambah, yaitu 19,57 detik . hal tersebut terus erlanjut higga konsentrasi larutan sebesar 0,0240385 M M , membutuhkan waktu 176 Detik untuk membentuk endapan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK (2)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK (2)

Asam asetat adalah golongan asam lemah yang dapat terionisasi sebagian yang dapat menghanntarkan listrik dengan lemah, sedangkan asam asetat glasial merupakan asam asetat murni, karena m[r]

20 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum KIMIA (2). docx

Laporan Praktikum KIMIA (2). docx

Tujuan : membuat es puter menerapkan sifat penurunan titik beku dalam larutan Rumusan masalah : Alat dan bahan : 1.. Susu kental manis vanilla dan coklat 4.[r]

1 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR (2)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR (2)

Novi Nurhadi A1F012039 Program Studi : Pendidikan Fisika FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU... Novi Nurhadi A1F012039 Program Studi : Pendidikan Fisika FAKU[r]

3 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biologi Umum (2)

Laporan Praktikum Biologi Umum (2)

molekul-molekul dalam lingkungan sel yang teratur (Campbell, 2010). Metabolisme terbagi atas 2 yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah proses pemecahan senyawa yang lebih kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana (McKee, Truddy. 2003). Perubahan ini terjadi dalam jasad hidup, pemecahan ini dapat bersifat hidrilitik atau oksidatif yang dikatalisa oleh enzim yang disintesa oleh jasad hidup itu sendiri. Tujuan pemecahan ini adalah untuk mendapatan energi yang tersimpan dalam senyawa tersebut. Pada proses ini energy itu dibebaskan secara bertahap dan kemudian disimpan dalam senyawa energi. Karena reaksi ini menghasilkan energi maka reaksinya termasuk eksotermis (eksergonik). Contoh peristiwa katabolisme adalah fermentasi (Martoharsono. 1993).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI (2)

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI (2)

TUGAS PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Oleh : Syukur Jaya Mendrofa 201501072 Dosen Pengampu : Endang Setiawati, M.. Kom JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER “YOS SUDARS[r]

8 Baca lebih lajut

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI (2)

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI (2)

Pada gambar di atas, ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu : - Dinding Sel - Epidermis - Nukleus - Membran inti - Sklereid Fungsi dari masing- m[r]

19 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN HAMA DAN (2)

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN HAMA DAN (2)

Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah praktikum kimia ini dapat lebih baik lagi.

9 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI 2 STERILI

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI 2 STERILI

Dalam melakukan sterilisasi perlu diketahui mana alat yang terbuat dari bahan yang tahan dan tidak tahan panas maupun bahan yang memiliki batas panas maksimal yang mampu diterimannya.. H[r]

13 Baca lebih lajut

laporan praktikum mikrobiologi pengenala (2)

laporan praktikum mikrobiologi pengenala (2)

Pengajaran melalui praktikum laboratorium adala kegiatan penerapan metoda ilmiah, terdapat banyak klaim bahwa kegiatan praktikum laboratorium dapat meningkatkan sikap kritis, keterampilan proses sains ataupun sikap ilmiah praktikan. Biasanya berbagai materi praktikum yang dilakukan oleh praktikan tergolong luar biasa, yaitu bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta sains maupun memverifikasi teori-teori sains (Sumintono, 2010).

12 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Babi 2 pdf

Laporan Praktikum Babi 2 pdf

Mengukur Tebal Lemak Punggung (TLP) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan cara manual dan menggunakan alat berupa loin meter yang merupakan cara terbarukan atau modern. Mengukur TLP secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa pengukur TLP yang terbuat dari besi tipis dengan keterangan angka seperti penggaris. Menurut Badan Standarisasi Nasional Indonesia (2013), pengukuran TLP dilakukan di beberapa titik pada bagian tubuh ternak babi yaitu, (1) di atas tulang rusuk pertama, (2) di atas tulang rusuk terakhir, (3) tepat diatas lipatan persendian paha babi pada posisi tegak. Titik pengukuran TLP dapat dilihat pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR (2)

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR (2)

Contoh : data bilangan 5, 2, 6 dan 4 dapat diurutkan naik menjadi 2, 4, 5, 6 atau diurutkan turun menjadi 6, 5, 4, 2. Pada data yang bertipe char, nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang lain didasarkan pada urutan relatif (collating sequence) seperti dinyatakan dalam tabel ASCII (Lampiran) Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurutkan antara lain :

24 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK (2)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK (2)

umumnya mineral itu adalah ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Proses titrasi dilakukan mirip dengan titrasi pembakuan larutan EDTA yaitu menggunakan indicator EBT dan larutan dapar pH 10. Hanya saja sampel yang digunakan adalah air. Setelah dilakukan titrasi dan didapatkan titik ekuivalennya, dapat ditentukan kesadahan total dari air yaitu sebesar 771,264 ppm. Selain menghitung kesadahan total, juga dilakukan praktikum untuk menentukan kesadahan tetap air . Dalam percobaan ini sampel air dipanaskan terlebih dahulu dan disaring untuk menghilangkan bakteri atau pengotor air lainnya dalam air. Setelah dilakukuan titrasi dan didapatkan titik ekuivalennya,didapatkan kesadahan tetap dari sampel air yaitu 187,2 ppm.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Thermoregulation of Girolando cows during summertime, in Pernambuco State, Brazil

Thermoregulation of Girolando cows during summertime, in Pernambuco State, Brazil

ABSTRACT. This work was carried out to evaluate the physiological thermoregulation responses of Girolando- breed dairy cows kept in feedlot during summertime. A total of 15 animals were used, belonging to three genetic groups: 1/2, 5/8 and 3/4 Holstein-Gir (HG), with five cows from each genetic group, distributed in a completely randomized design, in subplots. The physiological parameters were sweat rate (SR), respiratory rate (RR), epidermis temperature (ET) and coat surface temperature (CST), and were evaluated once a week, during nine weeks, from December 2009 to February 2010, totaling 135 observations. Throughout the experimental period, climatic data were recorded using an automated weather station, and later used to calculate the different thermal comfort indexes: THI (temperature-humidity index), BGHI (black globe temperature and humidity index) and RTL (radiant thermal load). 1/2 HG animals showed the highest SR and lowest RR, ET and CST of all three genetic groups, while 3/4 HG cows had the lowest mean SR and highest ET and CST. 5/8 HG cows had intermediate values for SR, ET and CST. Mean RR values did not differ between 5/8 and 3/4 HG cows. It was concluded that animals from genetic groups 3/4 and 5/8 HG showed greater sensibility to heat stress than 1/2 HG cows.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

CORRELATION BETWEEN SKULL SIZE AND AGE IN HUNGARIAN GREY CATTLE

CORRELATION BETWEEN SKULL SIZE AND AGE IN HUNGARIAN GREY CATTLE

Relationships between age and certain cranial measurements were studied on 108 skulls of Hungarian Grey cattle kept in the Osteological Collection of the Hungarian Agricultural Museum. These skulls originated from individuals of 2 to 16 years of age. The cranial measurements were plotted in diagrams and the character of their relationship to age was studied using linear regression equations. The correlation factor shows a close link between the change of size and the progress of age. In the case of 20 measurement age-dependent increase could be observed, while a decrease occurred only in 3 measurements. Twenty-four measurements were independent of the individuals’ age. In case of 14 sizes the correlation is medium, in case of 8 sizes the correlation is closer than medium and in case of 2 sizes the correlation is very close. In general, the widths and lengths of the skull, the frontal bone and the facial cranium vary with age. Among length values the basal size of the cerebral cranium grows to a lesser extent, while the width dimensions change more significantly as age progresses. The total length of the upper cheektooth row [P1-3+M1-3 (measurement 20)], the molar row [M1-3 (measurement 21)] and the upper premolar row [P1-3 (measurement 22)] tend to decrease with age due to intradental erosion. The length and the basis circumference of the horn cores might be expected to grow with age. The length of the horn (47a) grows 10 mm, the circuit of the horn core base (44) grows 4,22 mm annually. Bartosiewicz observed in his studies annual growth of 18 mm in cows, and that of 38 mm in oxen (Bartosiewicz 2005. 310.) Other horn core and horn measurements hardly show any increase. It seems that inheritance plays a role not only in the shape of horns but also in the length of both the horn core and the horn sheath. Horn size is also influenced by the age of castration in oxen. The basal length [St-B (14)] of the neurocranium has an interesting picture. The data of dimensions form two distinct groups, which may represent two different types of skull. The difference between the two size range is higher than 50 mm. Skulls with longer basal neurocraniums are more common.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...