Top PDF laporan tutorial skenario 2 blok pediatri

laporan tutorial skenario 2 blok pediatri

laporan tutorial skenario 2 blok pediatri

Sistem imun merupakan sistem koordinasi respons biologik yang bertujuan melindungi integritas dan identitas individu serta mencegah invasi organisme dan zat yang berbahaya dilingkungan yang dapat merusak dirinya. Pada anak dengan usia di diantara dua bulan sampai dengan tiga tahun, terdapat peningkatan risiko terkena penyakit serius akibat kurangnya IgG yang merupakan bahan bagi tubuh untuk membentuk sistem komplemen yang berfungsi mengatasi infeksi. Pada anak dibawah usia tiga tahun pada umumnya terkena infeksi virus yang berakhir sendiri tetapi bisa juga terjadi bakteremia yang tersembunyi (bakteremia tanpa tanda fokus). Demam yang terjadi pada anak dibawah tiga tahun pada umumnya merupakan demam yang disebabkan oleh infeksi seperti influenza, otitis media, pneumonia, dan infeksi saluran kemih. Bakteremia yang tersembunyi biasanya bersifat sementara dan dapat sembuh sendiri akan tetapi juga dapat menjadi pneumonia, meningitis, arthritis, dan pericarditis (Jenson dan Baltimore, 2006). 2. Common Cold
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL BLOK TELINGA HIDUNG TEN

LAPORAN TUTORIAL BLOK TELINGA HIDUNG TEN

Patofisiologi rhinitis alergi: merupakan suatu penyakit inflamasi yang diawali dengan tahap sensitisasi dan diikuti dengan tahap provokasi. Pada kontak pertama makrofag atau monosit berperan sebagai sel penyaji (APC) allergen yang menempel di permukaan mukosa. Setelah itu terbentuk fragmen pendek dan bergabung dengan molekul HLA kelas II membentuk MHC kelas II yang kemudai akan dipresentasikan ke sel TH0. Kemudian sel penyaji akan melepas sitokin seperti IL 1 yang akan mengaktfikan TH0 menjadi TH 1 dan TH 2.

30 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Pasien pada kasus ini dilihat dari gejala dan hasil pemeriksaan kemungkinan mengalami abortus iminens. Abortus iminens (keguguran mengancam) yang termasuk ke dalam abortus spontan (keguguran yang disebabkan oleh sebab-sebab alami). Abortus iminens ditandai dengan perdarahan flek-flek (bisa sampai beberapa hari), rasa sakit seperti saat menstruasi bisa ada atau tidak, serviks dan OUE masih tertutup, dan PP test (+). Pasien sebaiknya melakukan istirahat total (bed rest) 2-3 hari bebas perdarahan untuk mempertahankan kehamilan.

35 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 2 Trauma

Laporan Tutorial Skenario 2 Trauma

Pada pasien dalam skenario merupakan syok hipovolemik. Penatalaksanaan pada pasien syok hipovolemik adalah dengan peningkatan  perfusi jaringan dengan oksigenasi. Kemudian peningkatan preload dengan infus. Pemberian infus tidak secara langsung menormalkan tekanan darah dan denyut nadi melainkan melalui peningkatan preload. Kehilangan volume darah pada syok  hipovolemik dapat diatasi dengan pemberian kristaloid ( ringer laktat, ringer astat dan NaCl), koloid serta tranfusi darah. Sedangkan kehilangan fungsi pompa pada syok cardiogenik dapat diatasi dengan pemberian dopamine, dobutamin, noradrenalin, diuretic dan vasodilator.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial FIX Skenario 4 Blok 17 (Kelompok 5)

Laporan Tutorial FIX Skenario 4 Blok 17 (Kelompok 5)

1. Tinkutra podofilin 10 % - 25 % . Setelah melindungi kulit di sekitarnya dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi , oleskan tingtur pada lesi dan biarkan selama 4 - 6 jam kemudian cuci . Jika belum sembuh , dapat diulangi setelah 3 hari . Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc karena dapat bersifat toksik dengan gejala mual , muntah , nyeri , abdomen , gangguan nafas , dll . Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil . 2.Podofilotoksin ( podofiloks ) bahan ini merupakan zat aktif yang terdapat di dalam podofilin . Setelah pemakaian podofiloks , dalam beberapa hari akan terjadi destruksi pada jaringan KA. Reaksi iritasi pada pemakaian podofiloks lebih jarang terjadi dibandingkan dengan podofilin dan reaksi sistemik belum pernah dilaporkan . Obat ini dapat dioleskan sendiri oleh penderita sebanyak dua kali sehari selama tiga hari berturut - turut .
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

BLOK PERAWATAN KURATIF DAN REHABILITATIF KEDOKTERAN GIGI II SKENARIO 2 LAPORAN TUTORIAL. Oleh Kelompok 3

BLOK PERAWATAN KURATIF DAN REHABILITATIF KEDOKTERAN GIGI II SKENARIO 2 LAPORAN TUTORIAL. Oleh Kelompok 3

Yaitu cengkeram yang fungsinya selain dari retensi dan stabilisasi protesa, juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penja[r]

49 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Lbm 2 Blok 4.3

Laporan Tutorial Lbm 2 Blok 4.3

Peran dan Fungsi Tenaga Kesehatan Pada Home Care.. Kondisi fisik   b.[r]

18 Baca lebih lajut

 Laporan Tutorial Skenario 1 PSIKIATRI

Laporan Tutorial Skenario 1 PSIKIATRI

Sejak kurang lebih 2 minggu ini tetangga saya, seorang laki-laki berusia 24 tahun berperilaku aneh dan tidak seperti biasanya, yaitu sering bicara sendiri, tidak mau mandi, dan mondar-mandir ke aluar – masuk rumah. Hal ini terjadi setelah dia dikeluarkan dari tempat kerjanya di Jakarta, sehingga saya menduga dia sedang mengalami stress yang berat. Saat pulang ke rumahnya dari Jakarta, dia tampak bingung dengan pakaian kusut dan kumal seperti tidak pernah dicuci.

51 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL Blok 3.4 Gangguan Urogenitalia

LAPORAN TUTORIAL Blok 3.4 Gangguan Urogenitalia

2. Mengapa testis yang tidak turun dapat berisiko keganasan dan kemandulan? Testis yang tidak turun masih berada di rongga abdomen. Suhu di dalam rongga abdomen adalah ± 37 o C, lebih tinggi ± 1 o C daripada suhu di dalam skrotum. Dengan demikian, testis yang masih berada di rongga abdomen selalu terpapar dengan suhu yang lebih tinggi daripada testis normal. Hal ini merupakan stressor yang dapat merusak sel-sel testis. Bila stressor ini terjadi secara terus-menerus dan proses adaptasi tidak dapat mengkompensasinya, maka sel-sel testis akan mengalami perubahan ke arah keganasan. Suhu tubuh yang tinggi serta kerusakan atau perubahan sel testis tersebut juga dapat mengakibatkan gangguan spermatogenesis sehingga berujung pada kemandulan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 12 Modul 4

Laporan Tutorial Blok 12 Modul 4

Pada anak-anak, proses demineralisasi pada karies gigi berjalan lebih cepat dibanding orang tua, hal ini disebabkan : (1) email gigi yang baru erupsi lebih mudah diserang selama belum selesai maturasi setelah erupsi (meneruskan mineralisasi dan pengambilan flourida) yang berlangsung terutama satu tahun setelah erupsi; (2) remineralisasi yang tidak memadai pada anak-anak, bukan karena perbedaan fisiologis, tetapi sebagai akibat pola makannya (sering makan makanan kecil); (3) lebar tubuli pada anak-anak mungkin menyokong terjadinya sklerotisasi yang tidak memadai; dan (4) diet yang buruk dibandingkan dengan orang dewasa, pada a nak-anak terdapat jumlah ludah dari kapasitas buffer yang lebih kecil, diperkuat oleh aktivitas proteolitik yang lebih besar 
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial b1 Blok 15 Stroke Fix

Laporan Tutorial b1 Blok 15 Stroke Fix

Otak terdiri dari sel-sel otak yang disebut neuron, sel-sel penunjang yang dikenal sebagai sel glia, cairan serebrospinal, dan pembuluh darah. Semua orang memiliki jumlah neuron yang sama sekitar 100 miliar, tetapi koneksi di antara berbagi neuron berbeda-beda. Pada orang dewasa, otak membentuk hanya sekitar 2% (1200-1400 gram) dari berat tubuh total, tetapi mengkonsumsi sekitar 20% oksigen dan 50% glukosa yang ada di dalam darah arterial. Dalam jumlah normal darah yang mengalir ke otak sebanyak 50-60ml per 100 gram jaringan otak per menit. Jumlah darah yang diperlukan untuk seluruh otak adalah 700-840 ml/menit, dari jumlah darah itu di salurkan melalui arteri karotis interna yang terdiri dari arteri karotis (dekstra dan sinistra), yang menyalurkan darah ke bagian depan otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum anterior, yang kedua adalah vertebrobasiler, yang memasok darah ke bagian belakang otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum posterior, selanjutnya sirkulasi arteri serebrum anterior bertemu dengan sirkulasi arteri serebrum
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

13670_347644230-Laporan-Skenario-1-Blok-Psikiatri-Kelompok-B1.pdf

13670_347644230-Laporan-Skenario-1-Blok-Psikiatri-Kelompok-B1.pdf

Umumnya dimulai dengan suatu obat klasik, terutama klorpromazin bila diperlukan obat sedatif, trifluoperazin bila sedasi tidak dikehendaki, atau pimozida jika  pasien perlu diaktifkan. Efek antipsikotika menjadi nyata setelah 2-3 minggu. Bila sesudah masa latensi, obat-obat tersebut kurang efektif, perlu dicoba obat-obat lain dari kelompok kimiawi lain. Flufenazin dekanoat digunakan sebagai profilakse untuk mencegah kambuhnya penyakit. Thioridazin berguna pada lansia untuk mengurangi GEP dan gejala antikolinergis. Obat-obat klasik terutama edektif untuk meniadakan simptom positif dan efeknya baru nampak setelah beberapa bulan. Pengobatan perlu dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan lebih rendah untuk mencegah residif, selama minimal 2 tahun dan tak jarang seumur hidup.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Perbedaan Pencapaian Tujuan Pembelajaran Skenario Blok Imunologi Sebelum dan Sesudah Diskusi Tutorial pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Perbedaan Pencapaian Tujuan Pembelajaran Skenario Blok Imunologi Sebelum dan Sesudah Diskusi Tutorial pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hasil Penelitian: Rata-rata nilai pretest-posttest sebelum dan sesudah diskusi tutorial sebesar 28,51-60,85 untuk skenario 1, 22,34-62,55 untuk skenario 2, dan 16,81-65,32 untuk skenario 3. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan p = 0,000 untuk nilai pretest-posttest ketiga skenario.

1 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario B Blok 16 L8

Laporan Tutorial Skenario B Blok 16 L8

Gejala rinitis timbul setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi antar virus. Gejala klinis pada infeksi Rhinovirus terjadi 10-12 jam setelah inokulasi intranasal, sedangkan masa inkubasi virus Influenza adalah 1-7 hari. Secara umum, keparahan gejala meningkat secara cepat, mencapai puncak dalam 2-3 hari, dan setelah itu membaik. Rata-rata lama terjadi rinitis adalah 7-14 hari, tetapi pada beberapa pasien gejala dapat menetap hingga 3 minggu. Gejala pada anak sangat berbeda dengan dewasa. Adanya sekret hidung dan demam merupakan gejala yang sering ditemukan selama tiga hari pertama. Sekret hidung yang semula encer dan jernih akan berubah menjadi lebih kental dan purulen. Sekret yang purulen tersebut tidak selalu menunjukkan adanya infeksi bakteri, tetapi berhubungan dengan peningkatan jumlah sel PMN. Sekret berwarna putih atau kuning berhubungan dengan adanya sel PMN, sedangkan sekret berwarna kehijauan disebabkan oleh aktivitas enzim sel PMN.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Surveilans aktif menggunakan petugas khusus surveilans untuk kunjungan berkala ke lapangan, desa-desa, tempat praktik pribadi dokter dan tenaga medis lainnya, puskesmas, klinik, dan rumah sakit, dengan tujuan mengidentifikasi kasus baru penyakit atau kematian, disebut penemuan kasus (case finding), dan konfirmasi laporan kasus indeks. Kelebihan surveilans aktif, lebih akurat daripada surveilans pasif, sebab dilakukan oleh petugas yang memang dipekerjakan untuk menjalankan tanggungjawab itu. Selain itu, surveilans aktif dapat mengidentifikasi outbreak lokal. Kelemahan surveilans aktif, lebih mahal dan lebih sulit untuk dilakukan daripada surveilans pasif.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok THT

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok THT

akin sering anakanak terserang S7A makin besar  kem!ngkinan ter&a$inya A( 7a$a bayi $an anak ter&a$inya A $i,erm!$ah karena8 1( mor)ologi t!ba e!stachi!s yang ,en$ek lebar $an letaknya agak hori#ontalM 2( sistem kekebalan t!b!h masih $alam  ,erkembanganM >( a$enoi$ ,a$a anak relati) lebih besar $iban$ing orang $ewasa $an sering terin)eksi sehingga in)eksi $a,at menyebar ke telinga tengah( 3ebera,a )aktor lain m!ngkin &!ga berh!b!ngan $engan ter&a$inya ,enyakit telinga tengah se,erti alergi $is)!ngsi siliar  ,enyakit hi$!ng $an:ata! sin!s $an kelainan sistem im!n(
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

?ola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak 7ajar di mana ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa degenerasi hidropik Se(ara makroskopis, mola hidatidosa mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi (airan jernih, dengan ukuran  bervariasi dari beberapa milimeter sampai ! atau 2 (m Cejala mola hidatidosa berupa  perdarahan per vaginam berulang-ulang dan darah (enderung ber7arna (oklat 3gejala utama5, amenore, mual, muntah dan pusing yang lebih hebat dari kehamilan biasa Cejala perdarahan biasanya terjadi antara bulan pertama sampai bulan ke tujuh dengan rata-rata !2-!0 minggu Sering juga ditemukan anemia pada penderita akibat  perdarahan tersebut 3Pra7irohardjo, 285 *anda mola hidatidosa bisa berupa adanya  pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan, tidak terabanya bagian janin pada  palpasi dan tidak terdengarnya denyut jantung janin sekalipun uterus sudah membesar 
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi NO (nitrat Oksida) yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyebabkan otot polos berkontraksi dan timbul spasme koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu tampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kebutuhan energi sel- sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel- sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

Independent learning is that learning, that changed behaviour, that results from aktivities carried on by learner in space and time, learners whose environment is different from that of the school, learners who may be guided by teachers, but who are not dependent upon them, learners who accept degrees of freedom and responsibility in initialing and carrying out the activities that lead to learning.2 Dari kutipan di atas, yang disebut belajar mandiri adalah belajar yang mengubah hasil prilaku dari kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam waktu, tempat, dan lingkungan belajar yang berbeda dengan sekolah, siswa dibimbing oleh guru tetapi tidak tergantung (sepenuhnya) kepada mereka, siswa memperoleh kebebasan dan tanggung jawab dalam mengatur dan melaksanakan kegiatan-kegiatan belajar. Dalam belajar mandiri, siswa mempunyai kebebasan untuk belajar tanpa harus menghadiri pelajaran yang diberikan guru. Siswa dapat mempelajari pokok bahasan atau topik pelajaran tertentu dengan membaca modul cetak, buku atau melihat dan mendengarkan program media pembelajaran tanpa bantuan atau dengan bantuan terbatas dari orang lain. Sejalan dengan Keegan, Moore mengutip pendapat Wedermeyer (1971, p. 550), bahwa:
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Gastrointestinal-FIX

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Gastrointestinal-FIX

'apat dilakukan dengan membuat insisi paraumbili5al kanan kemudian menekan se5ara halus bagian usus yang masuk !intussuspektum# ke arah usus yang dimasuki !intususipien#. Selain itu dapat dilakukan tindakan laparoskopi. Pada dasarnya tindakan non operati didahulukan ke5uali jika tindakan nonopada kontraindikasi absolut berupa peritonitis dan perorasi. Apabila demikian maka dilakukan tindakan operati. !Blan5o, 2+7#

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...