Top PDF Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

luteum Oogenesis dan sekresi estrogen berlangsung di dalam )olikel ovarium selama separuh oertama siklus reproduksi Pada kira-kira pertengahan siklus, )olikel yang matang melepaskan sebuah ovum 3ovulasi5 :olikel yang kosong tersebut kemudian diubah mnejadi korpus luteum, yang menghasilkan estrogen serta progesterone selama separuh terakhir siklus >nit endokrin ini mempersiapkan uterus sebagai tempat yang (o(ok untuk  melakukan implantasi apabila ovum yang dilepaskan dibuahi "pabila tidak terjadi  pembuahan dan implantasi, korpus luteum berdegenerasi "kibat penarikan hormon yang mendukung lapisan endometrium untuk menjadi sangat berkembang menyebabkan disintegrasi dan terlepas, menghasilkan darah haid Se(ara simultan )ase )olikel baru dimulai kembali .aid berhenti dan lapisan dalam endometrium memeprbaiki diri di  ba7ah kadar estrogen yang meningkat yang berasal dari )olikel yang baru matang
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL BLOK TELINGA HIDUNG TEN

LAPORAN TUTORIAL BLOK TELINGA HIDUNG TEN

Patofisiologi rhinitis alergi: merupakan suatu penyakit inflamasi yang diawali dengan tahap sensitisasi dan diikuti dengan tahap provokasi. Pada kontak pertama makrofag atau monosit berperan sebagai sel penyaji (APC) allergen yang menempel di permukaan mukosa. Setelah itu terbentuk fragmen pendek dan bergabung dengan molekul HLA kelas II membentuk MHC kelas II yang kemudai akan dipresentasikan ke sel TH0. Kemudian sel penyaji akan melepas sitokin seperti IL 1 yang akan mengaktfikan TH0 menjadi TH 1 dan TH 2.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario B Blok 16 L8

Laporan Tutorial Skenario B Blok 16 L8

Pasien diminta untuk membuka mulut tanpa mengeluarkan lidah, 1/3 dorsallidah ditekan dengan menggunakan spatel lidah. Jangan melakukan penekan yang terlalu keras pada lidah atau memasukkan spatel terlalu jauh hingga mengenai dinding faring oleh karena hal ini dapat merangsang refleks muntah. Cermin nasofaring yang sebelumnya telah dilidah apikan, dimasukkan kebelakang rongga mulut dengan permukaan cermin menghadap ke atas.Diusahakan agar cermin tidak menyentung dinding dorsal faring.. Perhatikan struktur rongga nasofaring yang terlihat pada cermin.Amati septum nasi bagian belakang, ujung belakang konka inferior, medius dansuperior, adenoid (pada anak), ada tidak secret yang mengalir melalui meatus.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial FIX Skenario 4 Blok 17 (Kelompok 5)

Laporan Tutorial FIX Skenario 4 Blok 17 (Kelompok 5)

1. Tinkutra podofilin 10 % - 25 % . Setelah melindungi kulit di sekitarnya dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi , oleskan tingtur pada lesi dan biarkan selama 4 - 6 jam kemudian cuci . Jika belum sembuh , dapat diulangi setelah 3 hari . Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc karena dapat bersifat toksik dengan gejala mual , muntah , nyeri , abdomen , gangguan nafas , dll . Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil . 2.Podofilotoksin ( podofiloks ) bahan ini merupakan zat aktif yang terdapat di dalam podofilin . Setelah pemakaian podofiloks , dalam beberapa hari akan terjadi destruksi pada jaringan KA. Reaksi iritasi pada pemakaian podofiloks lebih jarang terjadi dibandingkan dengan podofilin dan reaksi sistemik belum pernah dilaporkan . Obat ini dapat dioleskan sendiri oleh penderita sebanyak dua kali sehari selama tiga hari berturut - turut .
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

 Laporan Tutorial Skenario 1 PSIKIATRI

Laporan Tutorial Skenario 1 PSIKIATRI

Skizofrenia dapat ditemukan pada semua kelompok masyarakat dan di berbagai daerah. Insiden dan tingkat prevalensi sepanjang hidup secara kasar hampir sama di seluruh dunia. Gangguan ini mengenai hampir 1% populasi dewasa dan biasanya onsetnya pada usia remaja akhir atau awal masa dewasa. Pada laki-laki biasanya gangguan ini mulai pada usia lebih muda yaitu 15-25 tahun sedangkan pada perempuan lebih lambat yaitu sekitar 25-35 tahun. Insiden skizofrenia lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan dan lebih besar di daerah urban dibandingkan daerah rural (Sadock, 2003).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

13670_347644230-Laporan-Skenario-1-Blok-Psikiatri-Kelompok-B1.pdf

13670_347644230-Laporan-Skenario-1-Blok-Psikiatri-Kelompok-B1.pdf

Umumnya dimulai dari suatu obat klasik, terutama bila diperlukan efek sedatif lorpromazin, trifluoperazin bila sedasi tidak dikehendaki, atau pimozida jika pasien  justru perlu [r]

32 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL Blok 3.4 Gangguan Urogenitalia

LAPORAN TUTORIAL Blok 3.4 Gangguan Urogenitalia

2. Mengapa testis yang tidak turun dapat berisiko keganasan dan kemandulan? Testis yang tidak turun masih berada di rongga abdomen. Suhu di dalam rongga abdomen adalah ± 37 o C, lebih tinggi ± 1 o C daripada suhu di dalam skrotum. Dengan demikian, testis yang masih berada di rongga abdomen selalu terpapar dengan suhu yang lebih tinggi daripada testis normal. Hal ini merupakan stressor yang dapat merusak sel-sel testis. Bila stressor ini terjadi secara terus-menerus dan proses adaptasi tidak dapat mengkompensasinya, maka sel-sel testis akan mengalami perubahan ke arah keganasan. Suhu tubuh yang tinggi serta kerusakan atau perubahan sel testis tersebut juga dapat mengakibatkan gangguan spermatogenesis sehingga berujung pada kemandulan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 12 Modul 4

Laporan Tutorial Blok 12 Modul 4

Pada anak-anak, proses demineralisasi pada karies gigi berjalan lebih cepat dibanding orang tua, hal ini disebabkan : (1) email gigi yang baru erupsi lebih mudah diserang selama belum selesai maturasi setelah erupsi (meneruskan mineralisasi dan pengambilan flourida) yang berlangsung terutama satu tahun setelah erupsi; (2) remineralisasi yang tidak memadai pada anak-anak, bukan karena perbedaan fisiologis, tetapi sebagai akibat pola makannya (sering makan makanan kecil); (3) lebar tubuli pada anak-anak mungkin menyokong terjadinya sklerotisasi yang tidak memadai; dan (4) diet yang buruk dibandingkan dengan orang dewasa, pada a nak-anak terdapat jumlah ludah dari kapasitas buffer yang lebih kecil, diperkuat oleh aktivitas proteolitik yang lebih besar 
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Perbedaan Pencapaian Tujuan Pembelajaran Skenario Blok Imunologi Sebelum dan Sesudah Diskusi Tutorial pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Perbedaan Pencapaian Tujuan Pembelajaran Skenario Blok Imunologi Sebelum dan Sesudah Diskusi Tutorial pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hasil Penelitian: Rata-rata nilai pretest-posttest sebelum dan sesudah diskusi tutorial sebesar 28,51-60,85 untuk skenario 1, 22,34-62,55 untuk skenario 2, dan 16,81-65,32 untuk skenario 3. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan p = 0,000 untuk nilai pretest-posttest ketiga skenario.

1 Baca lebih lajut

Bahan tutorial 1 blok 16

Bahan tutorial 1 blok 16

Human Growth Hormon (HGH) atau Hormon Pertumbuhan Manusia adalah hormon yang bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai dia tumbuh besar. Setelah manusia sudah bertumbuh besar, bukan berarti hormon ini tidak berguna, akan tetapi hormon ini bertugas untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada kondisi yang prima. HGH mempengaruhi hampir semua sel dalam tubuh kita, meremajakan kulit dan tulang, regenerasi jantung, hati, paru- paru dan ginjal serta membawa fungsi organ dan jaringan tubuh kembali ke tingkat muda. Kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi HGH adalah kelenjar Pituitary. Hormon pertumbuhan (GH) adalah berbasis poli-protein- hormon peptida . Ini merangsang pertumbuhan, sel reproduksi dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya. Ini adalah asam amino-191, satu rantai polipeptida hormon yang disintesis, disimpan, dan dikeluarkan oleh somatotroph sel dalam sayap lateral hipofisis anterior kelenjar. Somatotropin mengacu pada hormon pertumbuhan diproduksi native dan alami pada hewan, sedangkan somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan , dan disingkat “rhGH” pada manusia.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BLOK REPRODUKSI

BLOK REPRODUKSI

Dalam modul Sistem Reproduksi ini terdapat empat skenario dimana setiap skenario berbahasa Inggris diselesaikan dalam dua kali pertemuan selama satu minggu. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok terdiri dari sekitar 10 orang sampai 13 orang mahasiswa dan dibimbing oleh seorang tutor sebagai fasilitator. Dalam diskusi tutorial perlu ditunjuk satu orang sebagai ketua diskusi yang bertugas memimpin jalannya diskusi dan satu orang sebagai sekretaris yang bertugas menuliskan jalannya diskusi. Ketua diskusi dan sekretaris ditunjuk secara bergiliran untuk setiap skenario agar semua mahasiswa mempunyai kesempatan berlatih sebagai ketua dan sekretaris dalam diskusi. Oleh karena itu perlu dipahami dan dilaksanakan peran dan tugas masing-masing dalam tutorial sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

BLOK 12 REPRODUKSI

BLOK 12 REPRODUKSI

Dalam modul ini terdapat lima skenario sebagai triger dalam diskusi tutorial yang diselesaikan dalam waktu lima minggu dan dilanjutkan dengan minggu keenam untuk ujian. Modul ini dilaksanakan menggunakan strategi PBL (Problem Based Learning), dengan diskusi tutorial sebagai jantung dari seluruh kegiatan. Kegiatan belajar yang lain meliputi kuliah, praktikum dan skills laboratorium dilaksanakan untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan peserta didik telah siap menjalani seluruh rangkaian pendidikan dokter.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BLOK PERAWATAN KURATIF DAN REHABILITATIF KEDOKTERAN GIGI II SKENARIO 2 LAPORAN TUTORIAL. Oleh Kelompok 3

BLOK PERAWATAN KURATIF DAN REHABILITATIF KEDOKTERAN GIGI II SKENARIO 2 LAPORAN TUTORIAL. Oleh Kelompok 3

Mula-mula dibuat adonan sesuai dengan perbandingan P/W yaitu 3:1, setelah dicapai konsistensi yang tepat dimasukkan ke dalam sendok cetak dengan merata, kemudian dimasukkan ke dalam mulut pasien dan tekan posisi ke atas atau ke bawah sesuai dengan rahang yang dicetak. Di samping itu dilakukan muscle triming agar bahan cetak mencapai lipatan mukosa. Posisi dipertahankan sampai setting, kemudian sendok dikeluarkan dari mulut dan dibersihkan dari saliva. Hasil cetakan diisi dengan stone gips dan di-boxing.

49 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi NO (nitrat Oksida) yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyebabkan otot polos berkontraksi dan timbul spasme koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu tampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kebutuhan energi sel- sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel- sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

Dijelaskannya pula sarana untuk mendapatkannya, disertai bagaimana nikmatnya memiliki ilmu, kemuliaannya, dan urgensinya dalam mengenal ke- Maha Agung-an Sang Khalik dan mengetahui rahasia penciptaan serta menunjukkan tentang hakikat ilmiah yang tetap. Sebagaimana firman-Nya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam (baca tulis). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Q.S. Al ‘Alaq [96]: 1-5).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Pada skenario pasien datang dengan keluhan amenore, mual muntah, dan payudara tegang. Ketiganya merupakan tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang meliputi amenore (berhentinya menstruasi), mual (nausea) dan muntah (emesis), ngidam (menginginkan makanan tertentu), syncope (pingsan), kelelahan, payudara tegang, sering miksi, konstipasi atau obstipasi, dan pigmentasi kulit. Amenore terjadi karena konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya folikel de graaf dan ovulasi sehingga menstruasi tidak terjadi. Namun, amenore juga dapat disebabkan oleh penyakit kronik tertentu, tumor pituitary, perubahan dan faktor lingkungan, malnutrisi, dan biasanya terjadi gangguan emosional seperti ketakutan akan kehamilan. Mual muntah pada kehamilan dapat terjadi karena pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi yang disebut morning sickness. Apabila mual muntah terjadi berlebihan dan mengganggu aktivitas disebut hiperemesis gravidarum. Penderita badannya lemah sampai tidak dapat beraktivitas bisa terjadi karena mual muntah hebat yang berlebihan. Tegangnya payudara fisiologis bisa dikarenakan pada waktu haid, dan juga bisa dikarenakan oleh proses kehamilan. Pada waktu haid payudara agak membesar dan tegang dan pada beberapa wanita timbul rasa nyeri (mastodenia); perubahan ini kiranya ada hubungan dengan perubahan vascular dan limfogen. Pada saat kehamilan, beberapa minggu sesudah konsepsi timbul perubahan- perubahan pada kelenjar payudara. Payudara jadi penuh, tegang, areola lebih banyak mengandung pigmen, dan puting sedikit membesar.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

laporan tutorial skenario 2 blok pediatri

laporan tutorial skenario 2 blok pediatri

Selain antihistamin tipe 1 generasi 1, dokter dapat memberikan antipiretik untuk demam lebih dari 38,5 o C (ada sumber lain mengatakan 38,3 O C) antipiretik yang dapat diberikan antara lain paracetamol (asetaminofen) atau ibuprofen. Parasetamol diberikan karena memiliki efek menurunkan panas dan mengurangi rasa sakit.Dosis yang dapat diberika pada balita usia 3 tahun adalah 10-15 mg/kg berat badan secara peroral setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 2,6 gram/hari. Pilihan lain yang dapat diberikan adalah ibuprofen, yang selain memiliki efek antipiretik, ibuprofen memiliki efek antiinflamasi. Dosis yang dapat diberikan untuk anak usia 3 tahun (6 bulan hingga 12 tahun) 5-10 mg/kg berat badan/dosis peroral dengan pemberian setiap 6-8 jam tidak lebih dari 40 mg/kg berat badan setiap harinya (Windle et al., 2015).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok THT

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok THT

a$alah antagonis H1 yang beker&a secara inhibitor kom,etiti) ,a$a rese,tor H1 sel target $an mer!,akan ,re,arat )armakologik yang  ,aling sering $i,akai sebagai inti ,ertama ,engobatan rhinitis alergi( 7emberian $a,at $alam kombinasi ata! tan,a kombinasi $engan $ekongestan secara ,eroral( Antihistamin $ibagi $alam 2 golongan yait! golongan antihistamin generasi1 ;klasik< $an generasi 2 ;non se$ati)<( Antihistamin generasi1 bersi)at li,o)ilik sehingga $a,at menemb!s sawar $arah otak ;mem,!nyai e)ek ,a$a SS7< $an ,lasenta serta mem,!nyai e)ek kolinergik( 7re,arat sim,atomimetik golongan agonis a$renergik al)a $i,akai $ekongestan hi$!ng oral $engan ata! tan,a kombinasi $engan antihistamin ata! tro,ikal( Nam!n ,emakaian secara tro,ikal hanya boleh !nt!k bebera,a hari sa&a !nt!k  menghin$ari ter&a$inya rinitis me$ikamentosa( 7re,arat kortikosteroi$ $i,ilih bila ge&ala tra!ma s!mbatan hi$!ng akibat res,ons )ase lambat  berhasil $iatasi $engan obat lain( Iang sering $i,akai a$alah kortikosteroi$ tro,ikal ;beklometosa b!$esoni$ )l!soli$ )l!tikason mometason)!roat $an triamsinolon<( 7re,arat antikolinergik to,ikal a$alah i,ratro,i!m bromi$a berman)aat !nt!k mengatasi rinore karena akti)itas inhibisi rese,tor kolinergik ,erm!kaan sel e)ektor  ;!lyar&o 2006<(
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu munculnya penyakit di luar kebiasaan (base line condition) yang terjadi dalam waktu relatif singkat serta memerlukan upaya penanggulangan secepat mungkin, karena dikhawatirkan akan meluas, baik dari segi jumlah kasus maupun wilayah yang terkena persebaran penyakit tersebut. Kejadian luar biasa juga disebut sebagai peningkatan kejadian kasus penyakit yang lebih banyak daripada eksternal normal di suatu area atau kelompok tertentu, selama suatu periode tertentu. Informasi tentang potensi KLB biasanya datang dari sumber-sumber masyarakat, yaitu laporan pasien (kasus indeks), keluarga pasien, kader kesehatan, atau warga masyarakat. Tetapi informasi tentang potensi KLB bisa juga berasal dari petugas kesehatan, hasil analisis atau surveilans, laporan kematian, laporan hasil pemeriksaan laboratorium, atau media lokal (Tamher. 2004).
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok 11 Fix

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok 11 Fix

Diagnosis pasti dari 9+ memenui semua # kriteria B onset %epat, tanda tanda efusi telinga tenga yang dibuktikan dengan memperatikan tanda mengembangnya membran timpani, t[r]

40 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...