Top PDF Latar Belakang Wanita Melakukan Perkawinan Usia Dini

Latar Belakang Wanita Melakukan Perkawinan Usia Dini

Latar Belakang Wanita Melakukan Perkawinan Usia Dini

Rukun dan syarat dalam perkawinan menentukan suatu perbuatan hukum, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Sebagaimana yang dikemukakan oleh M. Idris (2004: 48) bahwa dalam kesepakatan para ulama akad nikah itu baru terjadi setelah dipenuhinya rukun- rukun dan syarat-syarat nikah, yaitu: 1) Adanya calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan; 2) Calon pengantin itu kedua-duanya sudah dewasa dan berakal (akil baligh); 3) Persetujuan bebas antara calon mempelai tersebut (tidak ada paksaan); 4) Harus ada wali bagi calon pengantin perempuan; 5) Harus ada mahar (mas kawin) dari calon pengantin laki-laki yang diberikan setelah resmi menjadi suami istri kepada istrinya; 6) Harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi yang adil dan laki-laki Islam merdeka; 7) Harus ada upacara ijab dan qabul; 8) Sebagai tanda telah resmi terjadinya akad nikah (perkawinan) maka seyogianya diadakan walimah (pesta pernikahan) walaupun hanya sekedar saja.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan merupakan hal yang sakral bagi manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan merupakan hal yang sakral bagi manusia yang

Jadi dari ketentuan diatas jelaslah bahwa, undang-undang perkawinan pada prinsipnya memperketat terjadinya perceraian, dimana menentukan perceraian hanya dapat dilaksanakan dihadapan sidang pengadilan, juga harus disertai alasan-alasan tertentu untuk melakukan perceraian. Putusnya perkawinan itu dapat terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan perceraian maka dari berbagi peraturan tersebut dapat diketahui ada dua macam perceraian yaitu cerai gugat dan cerai talak.                                                             
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak sebagai hasil dari suatu perkawinan merupakan bagian yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak sebagai hasil dari suatu perkawinan merupakan bagian yang

Namun, Pada kenyataannya tidak semua keinginan orang yang telah menikah ini dapat terwujud, keinginan untuk memperoleh keturunan dari darah daging mereka sendiri. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, salah satu cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami istri adalah dengan melakukan pengangkatan anak (adopsi) terhadap anak orang lain yang disetujui.

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam realita

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam realita

Perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam realita kehidupan umat manusia . Dengan adanya perkawinan rumah tangga dapat ditegakkan dan dibina sesuai dengan norma agama dan tata kehidupan masyarakat.Tujuan dari perkawinan itu adalah membentuk suatu keluarga sakinah mawaddah warrahma. perlu diatur dengan syarat dan rukun tertentu, agar tujuan yang disyari’atkannya perkawinan tercapai. Perkawinan menghalalkan apa yang tanpa itu sangat terlarang dan sangat memalukan terutama dipihak keluarga wanita. Perkawinan yang diharapkan menurut hukum perkawinan nasional yaitu ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga / rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Latar Belakang Upaya serta Persepsi Masyarakat terhadap Perkawinan Di Bawah Umur.

PENDAHULUAN Latar Belakang Upaya serta Persepsi Masyarakat terhadap Perkawinan Di Bawah Umur.

tahun dan bagi wanita yang telah mencapai umur 16 tahun. Pasal 7 UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan menentukan bahwa usia ideal bagi dilangsungkannya perkawinan adalah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Namun demikian, ketentuan usia minimal yang harus dipenuhi seringkali dilanggar dengan berbagai alasan. Salah satu alasan itu sebagaimana dikemukakan oleh Sanderowitz dan Paxman (dalam Sarwono, 1994) adalah “bahwa karena remaja berfikir secara emosional untuk melakukan perkawinan,
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan merupakan bersatunya seorang laki-laki dengan seorang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan merupakan bersatunya seorang laki-laki dengan seorang

Berubahnya status seorang wanita karir dari lajang menjadi seorang istri atau ibu menuntutnya untuk berfikir lebih jauh mengenai masa depan karir yang dibangun dan keluarganya. Sebagian wanita yang bekerja sebelum menikah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya setelah menikah dan memusatkan diri pada kegiatan rumah tangga, namun tidak jarang ada yang tetap bekerja setelah menikah dan berusaha untuk menjalankan kedua peran tersebut dengan sebaik-baiknya. Putrianti (2007) menyatakan bahwa semakin banyak istri yang bekerja dapat menimbulkan konflik pada saat mereka telah berkeluarga, konflik tersebut dapat terjadi bila istri tidak mampu berperan secara seimbang.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAMBARAN LATAR BELAKANG ANAK JALANAN USIA REMAJA YANG MELAKUKAN PENYALAHGUNAAN INHALAN DI GENERASI ANTI NARKOTIKA DAN KRIMINALITAS (G.A.N.K) BANDUNG.

GAMBARAN LATAR BELAKANG ANAK JALANAN USIA REMAJA YANG MELAKUKAN PENYALAHGUNAAN INHALAN DI GENERASI ANTI NARKOTIKA DAN KRIMINALITAS (G.A.N.K) BANDUNG.

Penyalahgunaan zat dan obat-obatan yang banyak dilakukan anak jalanan adalah inhalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran latar belakang anak jalanan usia remaja yang melakukan penyalahgunaan inhalan di Generasi Anti Narkotika dan Kriminalitas (G.A.N.K.) Bandung. Pengambilan sampel adalah total sampling dengan 40 responden. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil pengujian menggunakan nilai mean disimpulkan bahwa terdapat latar belakang . Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (65%) dilatarbelakangi oleh individu, sebagian kecil (35%) dilatarbelakangi oleh keluarga, sebagian (42,5%) dilatarbelakangi oleh inhalan, dan sebagian besar (75%) dilatarbelakangi oleh teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada gambaran latar belakang yang mendukung terhadap penyalahgunaan inhalan pada anak jalanan usia remaja. Dari penelitian ini diharapkan memberi masukan kepada lembaga yang menangani anak jalanan dan keperawatan dalam pengadaan program bagi anak jalanan seperti pendidikan afektif, penyediaan pilihan yang bermakna dan personal and sosial skills training.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

  BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah 1.1.1 Latar Belakang - Tuturan Dalam Upacara Perkawinan Di Tapanuli Selatan

  BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah 1.1.1 Latar Belakang - Tuturan Dalam Upacara Perkawinan Di Tapanuli Selatan

Tuturan (1) sampai (3) di atas merupakan jenis tuturan langsung dengan menggunakan modus imperatif, yakni penutur meminta petutur untuk melakukan sesuatu. Dari segi fungsinya, tuturan di atas termasuk ke dalam tindak tutur direktif. Selain itu tuturan tersebut bermakna ilokusi, artinya penutur tidak hanya mengutarakan maksudnya, tetapi juga melakukan sesuatu.

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

PENDAHULUAN Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

Ketidakpuasan seks dapat disebabkan oleh perubahan bentuk tubuh yang tidak ideal setelah perkawinan. Bagi pria, perut menjadi semakin buncit dan bagi wanita, selain perut buncit bentuk payudara sudah tidak kencang lagi, keadaan ini secara anatomi akan mempengaruhi karena anatomi tubuh manusia sangat berperan penting dalam melakukan aktivitas seksual (Setiati, 2006).

4 Baca lebih lajut

BAB I LATAR BELAKANG - Akibat dari melakukan bedong Bayi

BAB I LATAR BELAKANG - Akibat dari melakukan bedong Bayi

merapat. Hal itu membuat kepala tulang paha mudah keluar dari mangkuk asetabulum maka atas sebab itulah pembedongan ketat pada bayi sudah ditinggalkan karna terbukti dapat menimbulkan masalah pada sendi panggul. Pada sebagian besar negara maju bahkan sudah dilakukan program skrining nasional untuk deteksi dini DDH karena biaya yang harus dikeluarkan untuk menangani DDH ini jauh lebih murah dibandingkan stadium lanjut apabila tidak ditangani dini pada saat pasien mencapai usia produktif DDH akan menurunkan kualitas hidup secara signifikan karena mobilitas pasien akan sangat terganggu. Pada usia tua pasien akan mengalami proses degeneratif/ pengapuran leih awal sehingga sering membutuhkan tindakan operasi penggatian sendi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LATIHAN AEROBIK DENGAN AKTIVITAS SEKSUAL PADA WANITA USIA 20 – 40 TAHUN DALAM PERKAWINAN  Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

HUBUNGAN LATIHAN AEROBIK DENGAN AKTIVITAS SEKSUAL PADA WANITA USIA 20 – 40 TAHUN DALAM PERKAWINAN Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

Ketidakpuasan seks dapat disebabkan oleh perubahan bentuk tubuh yang tidak ideal setelah perkawinan. Bagi pria, perut menjadi semakin buncit dan bagi wanita, selain perut buncit bentuk payudara sudah tidak kencang lagi, keadaan ini secara anatomi akan mempengaruhi karena anatomi tubuh manusia sangat berperan penting dalam melakukan aktivitas seksual (Setiati, 2006).

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA DUDA LANJUT USIA YANG MENIKAH LAGI (Studi Kasus pada Duda Lanjut Usia Di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang) - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA DUDA LANJUT USIA YANG MENIKAH LAGI (Studi Kasus pada Duda Lanjut Usia Di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang) - repository perpustakaan

Konsep penyesuaian perkawinan menuntut kesediaan dua individu untuk mengakomodasikan berbagai kebutuhan, keinginan, dan harapan pasangan (Sadarjoen, 2005). Hal ini sejalan dengan pendapat DeGenova (Rumondor, 2011) mendefinisikan penyesuaian perkawinan sebagai proses memodifikasi, beradaptasi dan mengubah pola perilaku dan interaksi pasangan maupun individu untuk mencapai kepuasan maksimun dalam hubungan. Kemudian fokus pembahasan dalam penyesuaian perkawinan antara lain pengambilan keputusan, penyesuaian peran, penyelesaian masalah, resolusi konflik, kepuasan perkawinan, konsensus perkawinan, ekspresi afeksi, komunikasi, dan kohesi (Sabbeth & Leventhal, 1984).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan bagian hidup yang sakral, karena harus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan bagian hidup yang sakral, karena harus

Program Studi Magister Kenotariatan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, dengan judul ”Kedudukan Anak Terhadap Harta Warisan Dari Orang Tuanya Yang Perkawinannya Tidak Dicatatkan di Dinas Kependudukan” yang memfokuskan penelitian tentang masalah kewarisan, sedangkan penelitian ini memfokuskan pada akibat-akibat hukum yang timbul dari perkawinan yang tidak didaftarkan seperti mengenai status janda, hak asuh anak, pembagian harta bersama. Jadi permasalahan yang diteleliti mempunyai cakupan yang lebih luas. Dengan demikian, penelitian ini adalah asli sehingga dapat dipertanggung jawabkan kemurniannya karena belum ada yang melakukan penelitian yang sama.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

WANITA SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN LATAR BELAKANG DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

WANITA SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN LATAR BELAKANG DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Secara kodrati, wanita merupakan mahluk yang lemah, yang membutuhkan perlindungan dan di karuniai sifat khas kewanitaan yang banyak di tuntut dan di soroti yaitu keindahan, kelembutan, dan kerendahan hati yang merupakan sifat tradisional. Tetapi keadaan telah menunjukan bahwa di antara makhluk tuhan yang tergolong mempunyai sifat lemah lembut, terdapat juga mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang dirasakan oleh kaum wanita suatu hal yang menyalahi perasaan lemah lembut yang di milikinya. Perbuatan mana telah melangkah pada hal-hal yang menusuk perasaan khususnya dari kalangan wanita itu sendiri.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Latar Belakang - DAMPAK SERING MENONTON TELEVISI PADA ANAK USIA SEKOLAH

Latar Belakang - DAMPAK SERING MENONTON TELEVISI PADA ANAK USIA SEKOLAH

Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan adalah baik, maka dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor tersebut. Ditinjau dari faktor umur, paling banyak adalah berumur 9- 10 tahun 12 responden (40%). Dengan umur ini responden sebenarnya sudah termasuk masa kanak-kanak akhir, anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak- anak yang usianya lebih muda. Mereka senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung dan cukup matang untuk berpikir, Anak usia ini juga dapat mempertimbangkan secara logis hasil dari sebuah kondisi atau situasi serta tahu beberapa aturan atau setrategi berpikir, seperti penjumlahan, pengurangan, penggandaan, mengurutkan sesuatu secara berseri dan mampu memahami operasi dalam sejumlah konsep, seperti. Dalam upaya memahami alam sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indra, Hal ini adalah karena mereka tidak lagi mengandalkan persepsi penglihatannya, melainkan sudah mampu menggunakan logikanya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LATIHAN AEROBIK DENGAN AKTIVITAS SEKSUAL PADA WANITA USIA 20-40 TAHUN DALAM  Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

HUBUNGAN LATIHAN AEROBIK DENGAN AKTIVITAS SEKSUAL PADA WANITA USIA 20-40 TAHUN DALAM Hubungan Latihan Aerobik Dengan Aktivitas Seksual Pada Wanita Usia 20-40 Tahun Dalam Perkawinan.

Latar Belakang: Kehidupan seksual yang sehat merupakan salah satu faktor menentukan kebahagiaan dalam perkawinan. Seks sangatlah berperan dalam membangun kehidupan rumahtangga. Hasil wawancara peserta latihan aerobik di Sanggar Puspa Aerobik didapatkan bahwa tujuan mereka latihan aerobik selain untuk meningkatkan kebugaran tubuh juga untuk menurunkan berat badan, yang mengganggu berbaga i aktivitas termasuk aktivitas seksual.

16 Baca lebih lajut

Hubungan antara penyesuaian diri dalam perkawinan dengan kepuasan dalam perkawinan pada wanita yang bekerja.

Hubungan antara penyesuaian diri dalam perkawinan dengan kepuasan dalam perkawinan pada wanita yang bekerja.

Latar belakang pendidikan dapat memberi kontribusi yang positif terhadap perkawinan karena dengan memiliki pengetahuan yang luas individu dapat lebih banyak belajar untuk menyesuaikan diri guna mencapai kepuasan dalam perkawinan. Havinghurst (dalam Monks dkk, 1989) berpendapat bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang dapat menentukan tugas apa yang dapat dilakukan seseorang dalam hidupnya. Memperoleh pendidikan yang tinggi dapat mempengaruhi tercapainya kepuasan dalam perkawinan karena dengan memiiki pendidikan formal yang tinggi diharapkan individu menjadi lebih mampu untuk menjalankan tugasnya sesuai bidang yang dijalani berdasarkan pengalaman yang telah dilalui. Subjek dalam penelitian ini memiliki pendidikan yang kebanyakan adalah diploma dalam bidang keperawatan dan kebidanan, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan pengetahuan yang dimiliki subjek mampu menjalankan tugasnya dalam merawat anak-anak dan suami sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai perawat atau bidan yang harus melayani pasien dengan baik.
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

Latar Belakang Tindakan Kenakalan Anak pada Usia  13 sampai 17 Tahun

Latar Belakang Tindakan Kenakalan Anak pada Usia 13 sampai 17 Tahun

Di sini penulis ingin memberikan pengertian tentang kenakalan anak usia remaja yaitu anak-anak usia remaja yang suka melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan dan mengganggu ketentraman masyarakat. Intinya bahwa kenakalan anak usia remaja itu adalah perbuatan yang melanggar norma-norma sosial, agama, hukum, etika, serta ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di masyarakat. Faktanya, menunjukkan bahwa kenakalan anak usia remaja di daerah sudah sangat mengkhawatirkan. Dimana yang melatarbelangi tindakan kenakalan anak tersebut kebanyakan karena terpengaruh oleh pergaulan dan lingkungan sosialnya. Anak usia remaja yang melakukan kenakalan banyak berasal dari keluarga yang berkecukupan, karena anak-anak tersebut kurang mendapat kasih sayang dari orang tua yang terlalu sibuk bekerja dan hanya memikirkan materi saja. Salah satu faktor yang menyebabkan seorang anak melakukan tindakan kenakalan karena mereka merasa memiliki banyak waktu untuk bergaul dengan teman-temannya. Ketidak harmonisan hubungan keluarga dalam hal ini antara kedua orang tua dengan anak yang menyebabkan anak tidak betah dirumah dan mencari kesenangan di luar rumah
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Batas usia minimal melakukan perkawinan di Indonesia perspektif Imam Mazhab

Batas usia minimal melakukan perkawinan di Indonesia perspektif Imam Mazhab

Dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini mempunyai dampak negatif baik bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Menurut para sosiolog, ditinjau dari sisi sosial, pernikahan dini dapat mengurangi harmonisasi keluarga. Hal ini disebabkan oleh emosi yang masih labil, gejolak darah muda dan cara pikir yang belum matang. Melihat pernikahan dini dari berbagai aspeknya memang mempunyai banyak dampak negatif. Oleh karenanya, pemerintah hanya mentolerir pernikahan diatas umur 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Perkembangan kehidupan manusia tentunya banyak melalui masa-masa tertentu. Dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi orangtua, tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TAHAPAN USIA REMAJA WANITA YANG MELAKUKAN PERKAWINAN USIA MUDA DI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TAHAPAN USIA REMAJA WANITA YANG MELAKUKAN PERKAWINAN USIA MUDA DI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) khususnya UPTB (Unit Pelaksana Teknis Bagian) Sukowono untuk melakukan penyuluhan kepada pihak orang tua tentang akibat negatif yang bisa ditimbulkan oleh perkawinan usia muda. UPTB dapat bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan seperti KUA dan Pak Kyai untuk melaksanakan penyuluhan. Pihak Kecamatan Sukowono meningkatkan tingkat

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects