Top PDF Legenda Desa Ing Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek (Tintingan Folklor)

Legenda Desa Ing Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek (Tintingan Folklor)

Legenda Desa Ing Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek (Tintingan Folklor)

Buta Cakil minangka salah sawijining paraga kang kondhang ing jagad pewayangan. Dheweke salah sawijining paraga kang antagonis. Cakil nduweni watak ora bisa meneng, lan ora nduwe unggah-ungguh. Salah sawijining tandha kanggo nengeri Buta Cakil yaiku untune kang nyakil utawa njathil. Mula ing kene bisa disimpulake yen legendha Desa Cakul yaiku saka salah sawijining paraga ing pewayangan yaiku Buta Cakil. Buta Cakil nduweni sipat kang ala, yaiku seneng nyakili wong liya utawa seneng nggawe larane wong liya. Mula ing kene kang dimaksud jeneng Cakul yaiku saka jeneng salah sawijining Buta Cakil. Ing kasunyatane biyen Desa Cakul iku pecah dadi loro yaiku Cakul sisih wetan lan Cakul sisih kulon. Kekarone iki ora bisa rukun. Cakul sisih kulon yaiku nyakup Dusun Nglaran, Dusun Njuron, lan Dusun Klandri. Wong kang ana ing dusun kuwi wong kang senengane marang samubarang kang maksiat, mendem, main, lan liya- liyane. Nanging yen sisih wetan, yaiku Dusun Karangsudo, Dusun Plapar lan Dusun Nglangon iku masyarakate wis ngerti agama lan kagolong masyarakat kang agamis. Senajan sadesa nanging Cakul sisih wetan lan Cakul sisih kulon iki kaya awan karo bengi, ora ana gathuke. Ananging suwene- suwe saiki kekarone wis bisa rukun. Masyarakat Cakul Kulon wis akeh kang sianu agama, saiki Desa Cakul uga kondhang minangka salah sawijining desa kang agamis. Makna jeneng desa kang dijupuk saka salah sawijining paraga wayang, Buta Cakil bisa diandharake yen sipat masyarakat kang ana ing Desa Cakul biyen nduweni sipat kaya Buta Cakil. Masyarakate seneng gawe rerusuh, seneng nyakili liyan. Nanging ing jaman saiki masyarakat kang urip ing Desa Cakul iki kagolong masyarakat kang agamis, pranyata sejarah desa kang peteng ing jaman biyen ora ndadekake masyarakat Desa Cakul jaman saiki nuladhani sipat masyarakat ing jaman biyen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengorganisasian masyarakat dalam konservasi keanekaragaman hayati vegetasi sebagai upaya pelestarian alam: studi di Desa Petung Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pengorganisasian masyarakat dalam konservasi keanekaragaman hayati vegetasi sebagai upaya pelestarian alam: studi di Desa Petung Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Keempat Kelompok Wanita Tani (KWT), yakni KWT Dahlia RT 04, Anugrah RT 09 dan Margo Ayem RT 16 yang ada di Desa Petung. KWT Dahlia dan Anugrah sudah tidak efektif dalam berkegiatan. Untuk KWT Margo Ayem selama ini hanya berkegiatan seputar pengolahan pasca panen yaitu produksi keripik singkong yang terdiri dari varian rasa original, pedas manis, manis dan keripik mbote rasa bawang yang dijual seharga 5000/bungkus dengan isi 1,5 ons. Jadi hasil panen singkong dan mbote dari petani ataupun anggota kelompok dijual ke KWT Margo Ayem. Kemudian kegiatan simpan pinjam dan arisan yang diadahkan setiap bulannya pada tanggal 14. Serta mengikuti pelatihan-pelatihan pengolahan pangan yang diadahkan oleh dinas petanian dan kecamatan. Melihat dari kegiatan KWT selama ini, dapat disimpulkan adanya KWT belum berpengaruh pada isu usaha konservasi vegetasi tutupan lahan
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

Pemberdayaan kelompok Wanita Tani Dahlia melalui optimalisasi janggelan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pemberdayaan kelompok Wanita Tani Dahlia melalui optimalisasi janggelan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

1.227.000= Rp. 4.023.000. Pendapatan bersih petani padi yaitu sebesar Rp. 4.023.000 dalam satu musim (4 bulan). Sedangkan jika dikalkulasikan menjadi pendapatan perbulan, maka penghasilan perbulannya Rp. 1.005.750 penghasilan tersebut didapat jika digarap sendiri oleh petani, akan tetapi disini petani tidak mengerjakan sendiri masih dibantu oleh buruh, untuk yang tanam padi buruh di Desa Siki tidak mau dibayar dengan uang tetapi minta bayaran gabah setelah panen cara pembayarannya rata-rata tanam 1 hari panen 2 hari jadi tenaga kerjanya sama dengan 3 hari. Sawah dengan ukuran 1500M hanya membutuhkan 2 orang buruh untuk tanam, 1 orang buruh mendapatkan 40kg gabah, jika 2 orang buruh berarti 40x2= 80kg x 3500= Rp. 280.000, penghasilan bersih petani diperoleh dari penghasilan kotor – pengeluaran buruh yaitu Rp. 4.023.000 - Rp. 280.000 = Rp. 3.743.000/musim atau Rp. 935.750/bulan. Jadi semakin banyak pengeluaran semakin sedikit pendapatan.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Pengorganisasian masyarakat dalam mengurangi kerentanan dan risiko bencana tanah longsor di Dusun Ngandong Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pengorganisasian masyarakat dalam mengurangi kerentanan dan risiko bencana tanah longsor di Dusun Ngandong Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Hasil timeline di atas bahwa bencana di Desa Siki sangat beragam terutama bencana geologi, hidrometeorologi, dan lingkungan. Mulai dari tahun 1976 terjadi kebakaran di hutan karena kelalaian warga setempat yang membakar sampah di area kebun cabe dan kebakaran meluas di area hutan. Kemudian tahun 2006 kejadian tanah gerak disertai longsor yang menimpa Dusun Ngandong setinggi 63 meter yang menyebabkan jalan rusak dan beberapa rumah terancam. Hasil wawancara dengan Tono (56 Tahun) selaku Kepala Dusun Ngandong menyatakan bahwa setelah kejadian tanah gerak dan di sertai longsor setiap tahunnya sampai sekarang pasti ada longsor meskipun kecil. Padahal kondisi tanah gembur, tanaman yang ditanam juga mengikat tanah seperti sengon laut kemudian tumpangsarinya ditanamai singkong. 11
Baca lebih lanjut

181 Baca lebih lajut

DIMENSI CAPACITY BUILDING PEREMPUAN DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN FEMINISASI KEMISKINAN DI KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK

DIMENSI CAPACITY BUILDING PEREMPUAN DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN FEMINISASI KEMISKINAN DI KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK

Aspek lain yang juga perlu diperhatikan adalah pemberian motivasi agar mereka lebih termotivasi untuk lebih berdaya dan tidak hanya untuk sekedar pemenuhan kebutuhan fisiologis namun juga kebutuhan rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Oleh sebab itu, pemberian motivasi tidak hanya sebelum bantuan tersebut diserahkan namun juga pasca penyerahan bantuan dengan cara mengadakan pertemuan rutin kelompok yang didampingi oleh pendamping desa, dimana masyarakat tersebut dapat saling bertukar pengalaman dan ide sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

”Optimalisasi industri pengolahan Jahe untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” upaya pemberdayaan Petani Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

”Optimalisasi industri pengolahan Jahe untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” upaya pemberdayaan Petani Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

menjadi buruh pabrik dan bangunan, lantaran pendidikan rendah. Padahal masyarakat memiliki kuasa terhadap sumber daya alam berupa lahan tegalan, lahan perhutani, lahan kering, lahan sawah dan lahan pemukiman yang merupakan bagian lahan luas di Desa Siki. Permasalahannya adalah masyarakat tidak memiliki bekal kemampuan untuk bisa membuka usaha sendiri agar bisa keluar dari kungkungan menjadi pekerja. Ada yang menginisiasi pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada petani dalam mengelola hasil panen lokal agar menjadi barang yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Faktor penunjang ini sangat dibutuhkan untuk menyadarkan masyarakat Desa Siki akan pentingnya pengolahan hasil panen dalam peningkatan pendapatan petani. Sehingga petani tidak mengalami ketergantungan kepada para tengkulak dalam pemasaran hasil panennya tetapi mempunyai kemampuan untuk mengelola hasil panen secara mandiri.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEIKUTSERTAAN DALAM PELATIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA MASYARAKAT DI DESA PANDEAN KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK

HUBUNGAN ANTARA KEIKUTSERTAAN DALAM PELATIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA MASYARAKAT DI DESA PANDEAN KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK

Data di atas didukung oleh hasil observasi dan dokumentasi dalam penelitian ini. Di mana keikutsertaan dalam pelatihan menunjukkan motivasi seseorang, begitu pula pada masyarakat yang pernah mengikuti pelatihan, mereka termotivasi untuk berwirausaha dibidang budidaya ikan air tawar karena mereka memiliki keahlian dalam membudidayakan ikan air tawar yang diperoleh dari pelatihan tersebut. Pelatihan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelatihan budidaya ikan air tawar yang diselenggarakan oleh Sanggar Kegiatan Belajar trenggalek yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengelolaan yang baik dari lembaga pelatihan sesuai dengan hasil dokumentasi mengenai adanya tujuan khusus dilaksanakannya pelatihan sebagai suatu pedoman pelaksanaan yang dilengkapi jadwal pelatihan dan pelatih yang kompeten. Dalam hal ini pengelolaan atau manajemen pelatihan merupakan faktor yang utama diselenggarakannya sebuah pelatihan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Apabila semua indikator tersebut berjalan sesuai dengan tujuan, maka pelatihan tersebut dinyatakan berhasil.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Leksikon Upacara Adat Ing Desa Taksikmadu Kecamatan Watulimokabupaten Trenggalek

Leksikon Upacara Adat Ing Desa Taksikmadu Kecamatan Watulimokabupaten Trenggalek

Panliten iki kalebu jinis panliten linguistik sinkronis nduweni ciri linguistik saka jinise wektu, asipat dheskriptif, lan asipat horizontal analisis. Dhata sajrone panliten iki yaiku istilah lan tembung-tembung kang digunakake ing upacara adat sembonyo, kang diolehi saka nyemak lan wawancara saka para panutur ing Desa Taksikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Dhata kang kasil banjur diklumpukake diperang adhedhasar pamerange leksikon ing upacara adat sembonyo. Dhata kasebut banjur dijlentrehake kanthi jlentrehan komponen makna kanggo ngerteni sesambungan paradhigmatike, banjur dijlentrehake kanthi jlentrehan struktur batin kanggo ngerteni sesambungan sintagmatike. Saliyane iku, kanggo mbuktekake jinise sesambungan sintagmatik uga nggunakake metodhe agih (dhistribusional), mligine teknik ganti (subtitusi). Asile njlen trehake dhata banjur disuguhake kanthi metodhe formal lan informal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengorganisasian masyarakat melalui pengolahan lahan pekarangan dalam memaksimalkan program kawasan rumah pangan lestari di Dusun Krajan, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek

Pengorganisasian masyarakat melalui pengolahan lahan pekarangan dalam memaksimalkan program kawasan rumah pangan lestari di Dusun Krajan, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek

Pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2017 peneliti berkunjung ke rumah-rumah Kepala Dusun Desa Sumberbening. Desa Sumberbening terbagi menjadi 4 Dusun yakni Dusun Mloko, Dusun Krajan, Dusun Crabak dan Dusun Pelem. Pada tanggal 14 tersebut peneliti berkunjung ke Kepala Dusun Mloko, Krajan dan Crabak. Dari kunjungan di Mloko peneliti lebih banyak diberikan gambaran tentang potensi lokal yakni kopi selunglung 74 yang menjadi ciri khas Desa Sumberbening. Kopi ini sudah dikelola dan dikemas dengan baik oleh salah satu masyarakat Desa Sumberbening dan peminatnya hingga saat ini semakin bertambah, namun sayangnya masih banyak masyarakat yang kurang memanfaatkan peluang ini sehingga saat permintaan banyak sering barang tidak ada. Sedangkan kunjungan di Krajan peneliti lebih banyak mendapatkan gambaran tentang krajinan pengolahan sampah. Hal ini karena secara iseng peneliti bertanya tentang wadah minuman mineral yang dibuat dari limbah sampah minuman mineral juga. Di Desa Sumberbening ada salah satu warga yang mempunyai bisnis tersebut. Sedangkan kunjungan ke Crabak, peneliti lebih banyak mendapatkan gambaran tentang masalah pertanian dimana jumlah sawah lebih sedikit dibandingkan dengan luasan hutan, oleh karena itu banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan.
Baca lebih lanjut

219 Baca lebih lajut

Bentuk dan Fungsi Tari Gandhong Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek

Bentuk dan Fungsi Tari Gandhong Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang terletak di bagian selatan dari wilayah Propinsi Jawa Timur, tepatnya sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung, sebelah selatan dengan Samudera Indonesia, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo. Kabupaten Trenggalek terbagi menjadi 14 kecamatan, sekitar 7 kecamatan yang mayoritas desanya dataran, yaitu: Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Kampak, Kecamatan Tugu, Kecamatan Karangan, Kecamatan Tugu dan Kecamatan Durenan. Kecamatan yang desanya berada di pegunungan dan dekat pantai ada 7 kecamatan yaitu: Kecamatan Panggul, Kecamatan Dongko, Kecamatan Suruh, Kecamatan Bendungan, Kecamatan Watulimo, Kecamtan Pule, dan Kecamatan Munjungan. Trenggalek merupakan kabupaten kecil yang memiliki keindahan alam dan potensi pariwisata yang melimpah, karena wilayahnya yang dekat pantai dan pegunungan. Kabupaten Trenggalek dari beberapa daerahnya juga banyak memiliki berbagai objek budaya dan kesenian yang khas diantaranya yaitu di Kecamatan Dongko terdapat kesenian Jaranan Turonggo yakso, di Kecamatan Tugu terdapat kesenian ritual adat Sinongkelan, di Kecamatan Watulimo terdapat ritual Larung Sembunyo, di Kecamatan Suruh terdapat kesenian Tiban, dan di Kecamatan Munjungan Terdapat kesenian longkangan dan Tari Gandhong. Kabupaten Trenggalek juga memiliki obyek seni pertunjukan tradisional yang berada di Kabupaten Trenggalek yang tersebar di berbagai wilayah seperti Tayub, Tiban, dan Jaranan. Kabupaten Trenggalek selain memiliki kesenian khas yaitu Jaranan Turonggo Yakso, juga memiliki tarian yang khas dari beberapa daerahnya seperti di Dusun Nglancur Desa Bangun Kecamatan Munjungan yaitu Tari Gandhong. Objek kesenian tersebut merupakan lokal jenius karena dari masing-masing kesenian memiliki ciri khas yang berbeda tergantung masyarakat dan alam sekitarnya, seperti yang dikemukakan oleh Soedarsono (1978:5) dalam buku yang berjudul Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari, bahwa kesenian banyak memiliki cabang seni, salah satunya adalah tari. Suatu alat ekspresi dan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pendampingan masyarakat melalui konservasi sumber mata air yang berkelanjutan di desa Petung Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pendampingan masyarakat melalui konservasi sumber mata air yang berkelanjutan di desa Petung Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Dalam menjalankan seluruh proses kehidupan, manusia memang tidak bisa melepaskan diri dari air. Semua aktivitas manusia dalam sehari – hari sangat berkaitan dengan kebutuhan air. Demikian halnya alam dan yang ada di dalamnya, semua makhluk sangat membutuhkan air untuk berkembang-biak atau sekedar mempertahankan diri untuk dapat hidup. Begitu pentingnya air bahkan dapat mengakibatkan dampak negatif yang sangat luar biasa apabila keberadaanya tidak mencukupi kebutuhan makhluk hidup yang membutuhkan. Sumber mata air khususnya yang berada di wilayah RT 14 Dusun Krajan Desa Petung sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Sumber mata air yang ada menjadi satu – satunya sumber mata air yang masih bisa di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari – hari. Meskipun menurut informasi dari warga, sumber mata air hanya bisa dimanfaatkan pada saat musim penghujan saja. Saat musim kemarau tiba, sumber mata air tersebut potensi airnya berkurang sangat drastis hingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Tradhisi Sinongkelan Ing Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek

Tradhisi Sinongkelan Ing Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek

Tradhisi Sinongkelan yaiku salah sawijining tradhisi resik desa sing dianakake saben taun ing desa Prambon kecamatan Tugu kabupaten Trenggalek. Warga masyarakat isih percaya tradhisi kasebut amarga tinggalane para leluhur. Tradhisi Sinongkelan iki dianakake saben sasi Sela dina Jemuwah pasaran Legi, tradhisi iki manggon ing desa Prambon, kecamatan Tugu, Trenggalek. Tradhisi iki dianakake minangka rasa syukur marang Allah SWT lan para leluhur sing babad desa Prambon. Tradhisi iki isih dianakake supaya panen tansaya makmur lan ora ana bebaya ing desa.Underane panliten iki yaiku (1) Kepriye mula bukane anane Tradhisi Sinongkelan, (2) Kepriye tatalakune adicara Tradhisi Sinongkelan, (3) Apa wae jinis ubarampe lan uga maknane kang ana ing Tradhisi Sinongkelan , (4) Kepriye pamawas masyarakat desa Prambon tumrap Tradhisi Sinongkelan. Tujuwan panliten yaiku kaperang dadi loro, yaiku tujuwan umum lan khusus. Tujuwaning panliten umum yaiku panliten iki kanggo menehi gegambaran anane Tradhisi Sinongkelan ing desa Prambon kecamatan Tugu kabupaten Trenggalek supaya bisa dimangerteni masyarakat, kanggo dhokumentasi, kanggo sarana nglestarekake budaya Jawa, kanggo inventarisasi, kanggo golek nilai budaya sarta, kanggo ndhudhah nilai budaya sarta ngrembakane ilmu folklor sing dadi perangane kabudayan Jawa. Tujuwan khususe yaiku ngandharake ngenani mula bukane Tradhisi Sinongkelan. Ngandharake tatalaku Tradhisi Sinongkelan. Ngandharake jinis ubarampe lan uga maknane kang ana ing Tradhisi Sinongkelan. Ngandharake ngenani pamawas masyarakat desa Prambon tumrap Tradhisi Sinongkelan.Paedah panliten iki, yaiku nambahi kawruh ngenani tradhisi utamane Tradhisi Sinongkelan ing desa Prambon kecamatan Tugu Trenggalek. Nglestarekake kabudayan Jawa saka warisan leluhur ing desa Prambon kecamatan Tugu Trenggalek. Kanggo dhokumentasi, mligine tumrap masyarakat desa Prambon ing babagan kabudayan amrih tansah dijaga lan diuri-uri supaya bisa dimengerteni kabeh dhaerah saka sajabane desa Prambon.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengorganisasian masyarakat hutan melalui sistem agroforestri menuju kampung iklim di Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pengorganisasian masyarakat hutan melalui sistem agroforestri menuju kampung iklim di Desa Siki Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Setelah memahami karakter desa dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA), peneliti mulai berimajinasi dan membayangkan penelitian yang akan dilakukan melalui data sementara yang diperoleh mengenal karakter desa secara cepat. Melihat masyarakat di Duusun Gondang Desa Siki rata-rata merupakann petani lahan kering yang menggunakan lahan hutan sebagiai media pertanian, dan melihat kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim dari waktu ke waktu. Peneliti mencoba melakukan penelitian lebih jauh tentang masyarakat petani hutan dengan cara pengelolaanya, dan ancaman perubahan iklim yang dirasakan masyarakat. Lokasi penelitian yang diambil adalah Dusun Gondang Desa Siki, karena diwilayah ini terdapat hutan yang beragam mulai dari hutan lindung, hutan produksi, dan hutan rakyat. Masyarat Dusun Godang merupakan masyarakat petani hutan, yang setiap hari menggantungkan sumber daya hutan.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

Membangun partisipasi masyarakat melalui pengelolaan sampah sebagai upaya penyelamatan lingkungan di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Membangun partisipasi masyarakat melalui pengelolaan sampah sebagai upaya penyelamatan lingkungan di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

yang dibayarkan oleh setiap anggota. Arisan yang pertama bernilai Rp. 10.000,- ini merupakan arisan yang tidak wajib, setiap orang boleh mengikuti lebih dari satu arisan. Seperti Bu Warni yang mengikuti 5 arisan ini, maka Bu Warni setiap pertemuan membayar 50.000,-. Arisan yang kedua bernilai 5000,- untuk satu orang, arisan ini diberikan kepada si pemilik rumah pada saat pertemuan pengajian. Ibu-ibu menganggapnya ini sebagai pembayaran atas konsumsi yang telah diberikan. Setelah dilakukan pembayaran arisan dilanjut dengan pembukaan atau sambutan oleh tuan rumah, namun selama peneliti mengikuti pengajian sejak bulan oktober-april, pembukaan ini biasa dilimpahkan oleh pemilik rumah kepada Ibu Wandi. Kemudian dilanjutkan dengan membaca yasin tahlil yang biasa dipimpin oleh Ibu Shidiq atau jika tidak berhalangan hadir dipimpin oleh Bapak Shidiq selaku tokoh agama di Desa Sumberbening. Ketika Bapak Shidiq hadir dan memimpin pengajian biasannya akan ada sedikit ceramah agama, seperti pada tanggal 16 Maret 2018 di rumah Ibu Suparmi RT 22. Bapak Shidiq membahas tentang amalan- amalan yang dilakukan pada bulan rajab. Dan pada tanggal 30 Maret 2018 di rumah Ibu Warni RT 24, Bapak Shidiq membahas tentang isra‟ mi‟raj Nabi Muhammad SAW.
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

Pemberdayaan kelompok wanita tani dalam peningkatan hasil panen bawang merah di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pemberdayaan kelompok wanita tani dalam peningkatan hasil panen bawang merah di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Sebenarnya di Desa Sumberbening ini baru saja ada program KRPL yakni kawasan rumah pangan lestari, dimana kegiatanya memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis sayuran dan bawang- bawangan, tujuan diadakanya program tersebut membantu perekonomian warga, diharapkan masyarakat bisa mandiri dalam ketahanan pangan, segala jenis sayur yang mereka tanam bisa mereka konsumsi pribadi tanpa membeli ketengkulak, lebih-lebih bisa mereka jual kepasar atau tengkulak sayur yang ada di desa tersebut. Mayoritas sayuran yang masyarakat jual hanya bawang daun saja dimana harga daun bawang mayoritas rendah sehingga banyak masyarakat yang tidak begitu rajin untuk mengembangkanya perekonomian masyarakatpun belum optimal dengan adanya program KRPL tersebut dan masih perlu adanya pengoptimalan dari apa yang didimiliki masyarakat salah satunya penanaman bawang merah yang sekarang sudah melonjak naik hingga 24 ribu / kg.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Pendampingan Anggota Posyandu Desa Pringapus untuk Mengurangi Risiko Kekurangan gizi pada Balita di Desa Pringapus Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Pendampingan Anggota Posyandu Desa Pringapus untuk Mengurangi Risiko Kekurangan gizi pada Balita di Desa Pringapus Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

masih terkesan setengah hati. Dalam buku saku penanggulangan masalah gizi ada beberapa instrument yang menginstruksikan untuk melakukan pendampingan aktif kepada rumah tangga yang memiliki balita gizi buruk. Pendampingan aktif tersebut berupa kunjungan rumah setiap bulannya. Dalam kunjungan rumah itu, keluarga di damping dalam pengimplementasian pola hidup sehat dan makanan sehat untuk balita. Sayangnya pendampingan intensif ini tidak dilakukan di Desa Pringapus. Pemdes hanya menyediakan bantuan PMT untuk balita penyandang status gizi buruk. Yang menarik, PMT yang diterima oleh masyarakat tidak semuanya digunakan semestinya. Beberapa PMT tidak dikonsumsi oleh belita yang mengalami status gizi buruk. PMT yang diterima oleh masyarakat akan diberikan kepada sanak saudara yang ada untuk oleh-oleh ketika berkunjung. Kemudian banyak program yang hanya bersifat karikatif seperti adanya rembuk Bawah
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Membangun kemandirian peternak sapi perah di Desa Surenlor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

Membangun kemandirian peternak sapi perah di Desa Surenlor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

Selama ini para peternak selalu ketergantungan dengan bantuan-bantuan dari pemerintah maupun Dinas Peternakan.Mereka belum bisa memikirkan bagaimana harus mengembangkan bisnis mereka secara mandiri. Ini dikarenakan kecembururan sosial oleh desa tetangga yang mendapatkan bantuan-bantuan dari dinas terkait. karenanya mereka juga mengharapkan hal serupa. Ini ditunjukan dari keinginan-keinginan mereka yang diungkapkan ketika dalam FGD paling banyak mengarah pada keinginan adanya subsidi obat, kandang, karpet, milkcan 2 dan lain-lain.

21 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DALAM PEMBERIAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)(Studi di Sekolah Dasar Negeri I Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek)

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DALAM PEMBERIAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)(Studi di Sekolah Dasar Negeri I Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek)

Education fund as one of input component of instrument (instrumental input) having important role in carrying out education in school. In each;every effort attainment of education target, good is target of having the character quantitative and also qualitative, education expense or fund have role which very determine. Governmental therefore and Parliament Republic of Indonesia compensation reduction oil fuel subsidy (PKPS-BBM) by giving school operational aid (BOSS). Giving Fund BOSS aim to for improvement access people to education which with quality the make-up of execution is obliged to learn education of base nine year. Pursuant to condition, hence this research try to comprehend farther about "Implementation Policy of Government Sub-Province of Trenggalek In Giving of Fund BOSS in Elementary School Country Countryside of Karangsoko".
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Tindak Tutur Menging Ing Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung

Tindak Tutur Menging Ing Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung

adhedhasar pananggape mitra tutur kuwi ditemtokake dening lageyane panutur. Panutur kang nggunakake cara blaka langsung tanpa abang- abang lambe saperangan gedheditampa kanthi ditindakake dening mitra tutur.Panutur kang nggunakake cara ora blaka langsung bisa katampa katindakake lan katampik katindakake. Panutur kang nggunakake cara ora blaka ora langsung akeh- akehe katampik ora katindakake.Mitra tutur nggunakake cara kinesik nalika nampa utawa nampik yen sumbere TTM yaiku solahbawa. Mitra tutur kang nampa utawa nampik TTM mung nggunakake cara verbal yen sumbere TTM kuwi pocapan.TTM kang katampa katindakake lumrahe ditindakake mitra tutur sing nduweni status ekonomi sosial cendhek lan sedhengan, relasi sosial adoh, umur enom lan umur tuwa. TTM kang katampa ora katindakake lumrahe ditindakake mitra tutur sing nduweni status ekonomi sosial sedhengan, jinis kelamin lanang, umur enom lan umur tuwa relasi sosial cedhak. TTM kang katampik katindakake lumrahe ditindakake mitra tutur sing nduweni umur enom, relasi sosial adoh, jinis kelamin lanang lan wadon. TTM kang katampik ora katindakake lumrahe ditindakake mitra tutur sing nduweni status ekonomi sosial sedhengan lan dhuwur, relasi sosial cedhak, umur bocah lan umur tuwa. Panliten iki uga ngasilake anane ukara menging kang ukarane bisa awujud tembung, frasa lan klausa. Dene teks ing TTM ditemtokake dening konteks.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LEGENDA  TAQBE BANGKOLO PADA MASYARAKAT DESA JIA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA  Legenda Taqbe Bangkolo Pada Masyarakat Desa Jia Kecamatan Sape Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (Ntb) Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di

LEGENDA TAQBE BANGKOLO PADA MASYARAKAT DESA JIA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA Legenda Taqbe Bangkolo Pada Masyarakat Desa Jia Kecamatan Sape Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (Ntb) Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di

Hasil temuan penelitian ini yaitu; (1) struktur pada cerita legenda Taqbe Bangkolo memperlihatkan adanya struktur luar atau permukaan yaitu relasi-relasi antara unsur ataupun episode-episode yang berdasarkan ciri-ciri empiris dari relasi-relasi cerita itu sendiri, sementara struktur dalam atau batin yaitu unsur-unsur yang tidak selalu tampak pada sisi empiris dari fenomena yang kita pelajari; (2) resepsi masyarakat terhadap legenda Taqbe Bangkolo terdapat resepsi aktif yaitu seluruh masyarakat desa Jia tidak ada satu pun yang berani mengkonsumsi ikan Bangkolo; (3) fungsi legenda Taqbe Bangkolo terdiri dari sistem proyeksi, sebagai alat pendidikan, sebagai hiburan, dan sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektif; (4) implementasi legenda Taqbe Bangkolo melalui pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects