Top PDF MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma. - 123dok.com

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Sebuah perbandingan antara Srintil dengan Emak yang dihubungkan dengan kata “bagai”. Kemiripan lahir yang terlihat di antaranya Emak mempunyai senyum yang bagus seperti Srintil, suaranya lembut, sejuk, suara perempuan sejati. Persamaan antara Srintil dengan tokoh Emak itu dibangun sendiri oleh tokoh Rasus. Sedikit demi sedikit, lama-lama hal yang direkam sendiri itu dijadikan kepastian dalam hidup Rasus. Menurut bentuknya majas simile di atas menggunakan persamaan tertutup karena dalam ungkapan tersebut mengandung perincian mengenai sifat persamaan itu, yakni “citra perempuan sejati”.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

MAJAS  NOVEL TRILOGI  RONGGENG  DUKUH  PARUK  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Puji syukur yang dalam penulis panjatkan atas kebesaran Allah swt yang telah menganugerahkan berbagai karunia. Salah satu karunia yang penulis rasakan adalah diberikan kenikmatan untuk menyelesaikan tesis dengan judul ”Majas dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA”.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

PENDAHULUAN Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Karya sastra terjelma dari sebuah proses kreasi imajinasi seorang sastrawan, melalui lahirnya refleksi berbagai pelangi kehidupan dalam lingkungan sosialnya yang penuh warna. Pelangi kehidupan itu beraneka ragam baik yang mengandung aspek sosial budaya, politik, ekonomi, kemanusiaan, keagamaan, moral, kepribadian jender maupun kemasyarakatan. Keprofesionalan dan daya kreativitasnya serta lika-liku pelangi kehidupan yang mewarnai dunia sastrawan kemudian dipahami, direnungkan, dianalisis, diwarnai, diramu dan diolah serta dilahirkan menjadi sebuah karya sastra yang mengandung pesona keindahan dipaparkan dengan mutiara-mutiara bahasa yang indah, unik, menarik dan menyenangkan untuk dinikmati. Pemaparan sastrawan dalam sebuah karya sastranya kemudian diterjemahkan dan ditafsirkan oleh pembaca, berkaitan dengan potensi- potensi bahasa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

DAFTAR PUSTAKA Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Rohmi, Siti. 2010. “Kekerasan dalam Rumah tangga pada Novel Nikah Semusim: Kajian Feminisme Sastra dan Implementasinya dalam Pemebelajaran Sastra di Kelas VIII SMP N 1 Bancak”. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

4 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

PENDAHULUAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Salah satu ciri khusus yang tampak dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, yaitu penggunaan gaya kata yang khas bernuansa pedesaan. Hal ini, selain dipengaruhi oleh latar cerita dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari juga dipengaruhi oleh latar kehidupan Ahmad Tohari yang akrab dengan dunia pedesaan. Profesi Ahmad Tohari sebagai wartawan turut mewarnai pemakaian bahasa dan gaya kata yang bervariatif. Menurut Al-Ma’ruf (2009:53) dalam karya sastra terdapat banyak gaya kata antara lain kata konotatif, kata konkret, kata serapan bahasa asing, kata sapaan khas dan nama diri, kata seru khas Jawa, kata vulgar, kata dengan objek realitas alam, dan kosakata bahasa Jawa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Karya sastra merupakan imajinasi pengarang yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Imajinasi pengarang dituangkan dalam bentuk bahasa yang kemudian dinikmati oleh pembaca. Pengarang mempunyai bahasa yang khas dalam menuangkan hasil pikirannya ke dalam karya sastra. Wellek dan Weren (1993:109) menjelaskan sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Seni kreatif sastra menggunakan manusia dan segala macam segi kehidupannya sebagai media dalam menyampaikan ide. Kehadiran karya sastra tidak pernah terlepas dari identitas pengarangnya karena sebuah karya sastra bersumber dari lingkungan atau masyarakat pengarang. Salah satu yang tidak pernah terlepas atau selalu kental dengan pengarang yaitu dari latar belakang karya sastra itu sendiri. Latar belakang inilah yang akan mengarahkan karya sastra pada tujuan penelitian karya sastra tersebut berupa apa saja yang melatarbelakangi, bagaimana kondisi kejiwaan, bagaimana situasi masyarakat sekitarnya, faktor religi, latar belakang sosial-budaya atau masalah historis politik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, memaparkan gaya kata dalam novel trilogi RDP dengan kajian stilistika. Kedua, mendeskripsikan relevansi gaya kata dalam novel trilogi RDP Tohari dengan kajian stilistika sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek kajian penelitian ini berupa gaya kata dalam novel trilogi RDP dan bahan ajar sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata yang merupakan gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari sebagai penulis dalam novel trilogi RDP. Selain itu, SKKD mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA yang dapat direlevansikan dengan gaya kata yang telah dianalisis dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik lanjutan HBSP, metode pembacaan model semiotik, yaitu heuristik dan hermeneutik, dan teknik analisis komparatif. Hasil penelitian ini menyatakan gaya kata dalam novel RDP digolongkan dalam 8 gaya kata, yaitu kata konotatif, kata konkret, kata sapaan khas dan nama diri, kata serapan bahasa asing, kata dengan objek realitas alam, kata vulgar, dan kata seru khas Jawa, dan kosakata bahasa Jawa. Dari Kedelapan jenis kata tersebut yang paling dominan digunakan Ahmad Tohari adalah konotatif. Selanjutnya, relevansi gaya kata dengan SK dan KD mata pelajaran Bahasa Indonesia dinyatakan pada KD 7.2. Menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dan KD 5.2. Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel. Relevansi tersebut dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indoensia di SMA.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN   Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Adapun gaya kata yang terdapat di dalam novel RDP dapat dijadikan sebagai materi ajar oleh guru untuk memberikan arahan kepada peserta didik mengenai gaya bahasa sebagai unsur instrinsik pembangun karya sastra yang di dalamnya terdapat gaya kata sesuai dengan indikator pembelajaran. Gaya kata dapat dijadikan contoh hasil apresiasi sastra dan proses pengidentifikasian kata-kata yang digunakan pengarang untuk menyampaikan pikiran/ gagasannya. Selain itu, dengan membaca secara komprehensif novel RDP , peserta didik dapat mengenal budaya Jawa dan kehidupan masyarakat Jawa sebagai salah satu wujud keanekaragaman budaya Indonesia.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Srintil adalah gadis Dukuh Paruk. Dukuh Paruk adalah sebuah desa kecil yang terpencil dan miskin. Segenap warganya memiliki suatu kebanggaan tersendiri karena mewarisi kesenian ronggeng yang senantiasa menggairahkan hidupnya. Tradisi itu nyaris musnah setelah terjadi musibah keracunan tempe bongkrek yang mematikan belasan warga Dukuh Paruk sehingga lenyaplah gairah dan semangat kehidupan masyarakat setempat. Untunglah mereka menemukan kembali semangat kehidupan setelah gadis cilik pada umur belasan tahun secara alamiah memperlihatkan bakatnya sebagai calon ronggeng ketika bermain-main di tegalan bersama kawan-kawan sebayanya (Rasus, Warta, Darsun). Permainan menari itu terlihat oleh kakek Srintil, Sakarya, mereka sadar bahwa cucunya sungguh berbakat menjadi seorang ronggeng. Berbekal keyakinan itulah, Sakarya menyerahkan Srintil kepada dukun ronggeng Kartareja. Harapan Sakarya kelak Srintil menjadi seorang ronggeng yang diakui oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Perkembangan (kapitalisasi) sosial mengantarkan seni hiburan rakyat ini ‘dipaksakan hidup’ dengan imbalan. Upah pertunjukan dan tradisi saweran dalam pentas ronggeng telah menggeser makna dirinya yang bersifat ‘sakral’ menjadi ‘profan’. Masyarakat yang semula menggunakan ronggeng untuk upacara tasyakuran dan menambah kerukunan antarwarga mulai kehilangan keseimbangan kosmosnya. Ronggeng seolah menjadi lahan baru tempat sejumlah orang bisa mengais rezeki. Tak heran kalau banyak perempuan muda di desa mulai melirik belajar menari dan menyanyi untuk segera pentas ronggeng. Bahkan ketika grup-grup ronggeng mulai berdesakan dan kondisi ekonomi di pedesaan terasa kandas, banyak grup ronggeng yang melakukan migrasi ke kota untuk menjajakan kebolehannya dengan berkeliling.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Penelitian perubahan unsur intrinsik novel Ronggeng Dukuh Paruk ke dalam skenario film Sang Penari merupakan penelitian yang menggunakan teori resepsi sastra yang meneliti tentang reaksi pembaca terhadap sebuah teks/karya. Salah satu wujud reaksi pembaca tersebut adalah menciptakan karya baru yang idenya berasal dari karya sebelumnya. Proses penciptaan tersebut pada akhirnya menyebabkan perubahan unsur-unsur pembangun antara karya baru dan karya sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi dalam skenario film Sang Penari yang merupakan hasil alih wahana dari novel Ronggeng Dukuh Paruk, proses alih wahana tersebut menyebabkan perubahan sehingga saat cerita dalam novel diubah ke dalam skenario film ada beberapa bagian cerita dalam skenario film yang berubah, proses perubahan itu berupa penyerapan karya (ekserp) dan pengembangan karya (ekspansi) yang terjadi pada unsur-unsur intrinsiknya, maka dari itu dibuat rumusan masalah yang berhubungan dengan perubahan yang terjadi ketika novel Ronggeng Dukuh Paruk dialihwahanakan ke dalam skenario Sang Penari (1) bagaimanakah perubahan tema (minor) novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam skenario film Sang Penari?; (2) bagaimanakah perubahan tokoh novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam skenario film Sang Penari?; (3) bagaimanakah perubahan unsur alur novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam skenario film Sang Penari?; (4) bagaimanakah perubahan unsur latar novel Ronggeng Dukuh Paruk dalai skenario film Sang Penari?
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, Kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

10 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Salah satu novelis besar di Indonesia adalah Ahmad Tohari. Namanya melejit lewat novel berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Dia dilahirkan di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan terakhirnya adalah di tingkat SMA. Cerpennya berjudul “Jasa-jasa buat Sanwirya” mendapat Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederland Wereldomroep. Novelnya Di Kaki Bukit Cibalak (1986) mendapat salah satu hadiah Sayembara Penulisan Roman DKJ 1979. Novel Kubah (1980) dan Jantera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P&K. Novel lainnya berjudul Lintang Kemukus Dini Hari (1986), Bekisar Merah (1993), dan Lingkar Tanah Lingkar Air (1995). Selain itu, beberapa kumpulan cerpen juga telah dihasilkannya, yakni Senyum Karyamin (1989) dan Nyanyian Malam (2000). Pada tahun 1995, dia menerima Hadiah Sastra ASEAN.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Kesenian ronggeng tumbuh dan berkembang di daerah Banyumas. Kesenian tradisi ini terdiri atas ronggeng (penari) dan peralatan gamelan calung (bambu) yang terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang kesemuanya terbuat dari bamboo wulung (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Satu grup calung minimal memerlukan tujuh orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/ ronggeng / lengger. Di antara gerakan khas tarian ronggeng adalah gerakan geyol (goyang pinggul), gedheg (pacak gulu, goyang leher), dan lempar sampur. Ronggeng (tayub, lengger, ledhek) berdasarkan sejarah, mitos, dan tradisi pernah menjadi legenda dan
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

lap penel warna lokal novel ronggeng 2009

Makin lama tinggal di luar tanah airku yang kecil, aku makin mampu menilai kehidupan di pedukuhan itu secara kritis. Kemelaratan di sana terpelihara secara lestari karena kebodohan dan kemalasan penghuninya. Mereka puas hanya menjadi buruh tani. Atau berladang singkong kecil-kecilan. Bila ada sedikit panen, minuman keras memasuki setiap pintu rumah. Suara calung dan tembang ronggeng menimabobokan Dukuh Paruk. Maka benar kata Sakarya, bagi orang Dukuh Paruk kehidupan tanpa calung dan ronggeng terasa hambar. Calung dan ronggeng pula yang memberi kesempatan mereka bertayub dan minum ciu sepuas-puasnya (hlm. 86)
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Pengembangan Model Inovatif Dalam Analisis Makna Karya Sastra Melalui Kajian Stilistika: Studi Kasus Trilogi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas limpahan rahmat dan berkah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan Penelitian Tim Pascasarjana Ditlitabmas Ditjen Dikti tahun II 2014 dan menyelesaikan laporan tahunan penelitian ini (tahun II 2014). Penelitian ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dan kontribusi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga penulis layangkan kepada Direktur Ditlitabmas Ditjen Dikti Kemendikbud, Ketua LPPM UMS, Bapak Agus Ulinuha, Ph.D., Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, Ketua Prodi Magister Pangkajian Bahasa Sekolah Pascasarjana UMS, Prof. Dr. Markhamah, M.Hum. dan teman-teman dosen di prodi Magister Pengkajian Bahasa (MPB) Sekolah Pascasarjana UMS dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan dukungan dan dorongan sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan penelitian ini. Semoga Allah Swt. menjadikan amal kebajikan mereka sebagai ibadah kepada-Nya. Amin.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

MEMBANGUN NILAI NILAI MULTIKULTURALISME MULTIKULTURALISME

Kajian ini menggali secara mendalam tentang sinergi kebijakan pengembangan literasi sastra di sekolah dan masyarakat dengan gerakan sosial. Di Indonesia pemerintah menyadari bahwa literasi sastra merupakan hal yang penting. Setidaknya hal ini tercermin dalam empat Nawacita yang dicanangkan pemerintah dan diikuti beberapa kebijakan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Walaupun sudah ada kebijakan pemerintah, namun budaya menulis dan membaca belum membumi di Indonesia. Artinya kebijakan tersebut belum memiliki dampak positif yang masif di tengah-tengah masyarakat. Merujuk pada pemikiran Teori Kritis Mazhab Frankfurt yang dicetuskan Max Horkheimer, Theodor W Adorno, dan Habermas maka kebijakan pemerintah tentang literasi sastra itu perlu bersinergi dengan gerakan sosial yang dibangun masyarakat. Bila dijalankan dengan cara kerja teori kritis, maka kebijakan pemerintah tentang literasi sastra akan berdampak positf. Hal ini karena teori kritistidak hanya untuk memahami pengalaman kehidupan orang-orang dalam konteks sosialnya atau untuk menemukan ketidakbenaran dalam suatu konstruksi sosial kemasyarakatan, akan tetapi teori kritis mewajibkan adanya upaya sadar untuk menyatukan teori dan tindakan. Artinya dalam teori kritis ada upaya yang harus dilakukan dengan sadar untuk melakukan gerakan berdasarkan teori-teori yang sudah ada. Secara sederhana setidaknya hal tersebut dapat dilihat pada contoh kasus yang menjadi pembahasan dalam kajian ini yaitu Forum Lingkar Pena (FLP) yang menjadi gerakan sosial masif sejak tahun 1997 hingga sekarang. FLP menjadi gerakan sosial yang berhasil mewarnai ranah kesusastraan Indonesia dengan segala ideologi pendukungnya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis menggali secara mendalam persoalan-persoalan literasi sastra melalui interprestasi data kepustakaan, observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Melalui hasil kajian ini, secara sederhana dapat dilihat bahwa gerakan pembudayaan membaca dan menulis sudah berhasil dilakukan oleh FLP selama lebih dari 21 tahun keberadaannya di Indonesia. Apa yang dilakukan FLP akan lebih berdampak positif terhadap masyarakat jika disinergikan dengan kebijakan pemerintah terhadap gerakan literasi di sekolah dan masyarakat. Artinya melalui kajian ini dapat dilihat bahwa kebijakan pemerintah akan efektif jika bersinergi dengan gerakan sosial masyarakat.
Baca lebih lanjut

487 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

The first step of this research is colleting the quotes of the novel that is in the novel and classitying it into the language styles that had been found. Based on the result of the classified language style, then the researcher analyzed the meaning and the characteristic of the language style of novel Jantera Bianglala pragmatically, then concluded the use of language style on the novel Jantera Bianglala. Each text that contained language style, the researcher can understand and clarity the content by searching on the novel alone so that the researcher can grab the internal dynamics of the novel thorough the language style.the subject of this research is Ahmad Tohari novel Ronggeng Dukuh Paruk Jantera Bianglala.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...