Top PDF Makalah Bahan Baku Pembuatan Pakan Buatan

Makalah Bahan Baku Pembuatan Pakan Buatan

Makalah Bahan Baku Pembuatan Pakan Buatan

Pakan terdiri dari dua macam yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah pakan yang di konsumsi oleh organisme yang disediakan secara alami dari alam yang ketersediaanya dpat dibudidayakan oleh manusia. Sedangkan, Pakan Buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan bahan baku yanng mempunyai kandungan gizi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Di antara kedua jenis pakan tersebut, terdapat kelebihan dan kekurangannya.Oleh karena sebab itu, peternak perlu memperhatikan perbedaan kedua jenis pakan tersebut agar dapat menentukan saat yang tepat untuk menggunakan pakan alami atau pakan buatan. Pakan alami biasanya digunakan dalam bentuk hidup dan agak sulit untuk mengembangkanya, karena memperlukan perlakuan khusus sebelum pakan tersebut diberikan kepada ikan. Sedangkan pakan buatan,dapat diartikan secara umum sebagai pakan yang berasal dari olahan beberapa bahan pakan yang memenuhi nutrisi yang diperlukan. Pakan buatan sering dijumpai dalam bentuk pellet (Syahputra, 2005).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PAKAN BUATAN YANG BERBAHAN BAKU LOKAL DALAM PAKAN PEMBESARAN LOBSTER AIR TAWAR CAPIT MERAH

PENGARUH DOSIS PAKAN BUATAN YANG BERBAHAN BAKU LOKAL DALAM PAKAN PEMBESARAN LOBSTER AIR TAWAR CAPIT MERAH

Salah satu kendala yang dihadapi pada budidaya lobster air tawar saat ini adalah belum diproduksi secara komersial pellet khusus untuk pembesaran cherax. Meskipun sering di temukan pada buku mengenai dosis pemberian pakan untuk lobster air tawar di kalangan petani yaitu 3% dari bobot tubuh lobster. Namun nilai tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan minimnya kajian ilmiah tentang penentuan dosis pemberian pakan buatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan bahan baku lokal untuk pembesaran cherax melalui penetapan dosis pakan yang tepat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

FORMULASI PAKAN BUATAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL UNTUK PENDEDERAN UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii (de Man) TESIS

FORMULASI PAKAN BUATAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL UNTUK PENDEDERAN UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii (de Man) TESIS

Pengujian pakan dilakukan pada kultur yang menggunaklan wadah akuarium berukuran 30 cm x 20 cm x 30 cm yang masing-masing diisi sembilan liter air tawar dan udang galah stadia juvenil dengan berat awal rata-rata yaitu 0,0221 ± 0,0017 gram, dan panjang rata-rata yaitu 1,2 ± 0,05 cm sebanyak 36 individu/akuarium. Penelitian dilakukan selama 60 hari periode kultur dengan menggunakan tiga replikat per perlakuan. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari sebanyak 10% dari bobot biomassa udang. Kualitas air dijaga dengan mengganti 30% dari total volume air setiap hari. Parameter udang galah yang diukur adalah laju pertumbuhan (GR), kesintasan (SR) dan konversi pakan (FCR), sedangkan parameter kualitas air yang diukur meliputi; suhu air, oksigen terlarut (DO), pH dan kadar amonium (NH 4 + ).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tabel 2 Data impor beberapa bahan baku pakan (ribu ton) Jenis Bahan Baku

Tabel 2 Data impor beberapa bahan baku pakan (ribu ton) Jenis Bahan Baku

Bungkil kedelai atau biasa disebut Soyabean Meal merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan pakan ternak setelah jagung. Jagung sebagai sumber energi utama digunakan sebesar 50% dari total komposisi pakan, sedangkan bungkil kedelai sebagai sumber protein utama 25-30%, dan 20-25% ingredient lainnya seperti tepung ikan, tepung tulang, tepung beras, CGM, DDG‟s, vitamin dan lain sebagainya tergantung dari jenis pakan yang diproduksi. Meskipun terdapat beberapa produk yang dapat digunakan sebagai sumber protein, namun ditinjau dari sisi ketersediaan pasokan, harga dan formulasi ingredient, bungkil kedelai masih belum dapat digantikan oleh produk lain. Dengan total produksi pakan sekitar 13 juta ton, maka industri pakan membutuhkan bungkil kedelai sekitar 3.5 juta ton per tahunnya yang mana seluruhnya didapatkan melalui impor. Data impor beberapa bahan baku pakan ternak dapat dilihat pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH AKUNTANSI BIAYA BIAYA BAHAN BAKU

MAKALAH AKUNTANSI BIAYA BIAYA BAHAN BAKU

Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat di peroleh dari pembelian lokal, impor atau pengolahan sendiri. Dalam memperoleh bahan baku perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli bahan baku, tetapi mengeluarkan biaya-biaya pembelian, pengundangan dan biaya peroehan lain-lain. Biaya bahan baku merupakan komponen biaya yang terbesar dalam pembuatan produk jadi. Dalam perusahaan manufaktur, bahan baku diolah menjadi produk jadi dengan mengeluarkan biaya konversi. Bahan yang digunakan untuk produksi diklasifikasikan menjadi bahan baku (bahan langsung) dan bahan pembantu (bahan tidak langsung). Bahan langsung yaitu bahan yang digunakan untuk produksi yang dapat
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IbM PEMBUATAN BATU ALAM BUATAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU TEMPURUNG, KARANG, PASIR DAN SEMEN

IbM PEMBUATAN BATU ALAM BUATAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU TEMPURUNG, KARANG, PASIR DAN SEMEN

d. Proses perendaman dilakukan sekitar 3 hari untuk mendapatkan kekerasan batu alam yang diinginkan, kemudian dilakukan penggosokan dengan menggunakan mesin gerinda mata besi sehingga akan timbul tekstur sayak/tempurung kelapa dan bintik-bintik batu karang yang akan bersinar ketika terkena cahaya matahari dan lampu. Batu alam buatan ini sebaiknya digunakan pada dinding ruangan, untuk menambah keindahan ruangan.

11 Baca lebih lajut

PRODUKSI PAKAN BUATAN

PRODUKSI PAKAN BUATAN

Mesin dan alat pembuatan pakan sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri (impor) dengan kapasitas produksi yang cukup besar. Sementara untuk skala kecil, jumlahnya masih sedikit. Peralatan yang dibuat secara lokal biasanya memiliki kapasitas produksi sekitar 200 – 300 kg pelet/jam. Mesin dan peralatan ini sebagian besar dibuat dengan bahan konstruksi lokal namun sudah cukup memadai untuk pengolahan pakan bagi pembudidaya ikan/udang yang akan memproduksi pakan sendiri. Sedangkan peralatan/mesin impor, sampai sejauh ini hanya diproduksi oleh beberapa negara saja, antara lain Inggris, Amerika, Jerman, Swiss, Belanda, China, dan Taiwan. Kapasitas produksi mesin impor ini relatif juga jauh lebih besar karena biasanya digunakan dalam pabrik pakan (feed mill) dengan kapasitas lebih dari 10.000 ton/bulan. Karena kapasitasnya yang cukup besar tersebut, maka harga mesin impor pun relatif lebih mahal, namun memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan mesin lokal.
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

Makalah pembuatan pakan ternak sapi berb (1)

Makalah pembuatan pakan ternak sapi berb (1)

Pakan adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan). Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya. Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash. Bahan pakan adalah (bahan makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak. Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan seperti protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedangkan bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel

Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel

Biodiesel adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan yang bersifat dapat diperbarui seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan- hewanan. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang tinggi, untuk itu terdapat banyak jenis bahan baku biodiesel yang berpotensi untuk dijadikan suplemen bahan bakar motor diesel di Indonesia (Hambali, dkk., 2007). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai material dalam pembuatan biodisel adalah ampas tahu. Ampas tahu merupakan limbah industri pengolahan kedelai menjadi tahu yang kebanyakan hanya digunakan sebagai alternatif bahan pakan ternak (Mahfudz, 2006). Komponen anorganik dalam ampas tahu antara lain adalah kalsium, posforus, dan lain-lain. Sedangkan komponen organik yang dimaksud antara lain lemak dan protein. Protein dalam ampas tahu inilah yang menjadi pertimbangan produksi tempe gembus, sedangkan lemak dalam ampas tahu masih sedikit dikembangkan menjadi sesuatu
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Fermentasi : Teknologi Sederhana Pengolahan Bahan Baku Lokal Dalam Pembuatan Pakan Ikan

Fermentasi : Teknologi Sederhana Pengolahan Bahan Baku Lokal Dalam Pembuatan Pakan Ikan

Fungsi pakan bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang diperlukan untuk pertumbuhan ikan serta perkembangbiakannya. Sistem budidaya intensif yang kini marak diterapkan di Indonesia menjadikan pakan buatan sebagai faktor penting karena menentukan koefisien teknis kegiatan budidaya seperti efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup ikan, hasil panen, dan lama waktu budidaya. Kegiatan produksi pakan membutuhkan beberapa pengetahuan dasar yang harus dimiliki yakni nutrisi ikan, bahan baku pakan, formulasi pakan, dan prose pembuatan pakan. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu faktor yang sangat penting adalah pakan yang diberikan. Agar dapat tumbuh dengan baik dan optimal, ikan atau udang sangat membutuhkan nutrien yang baik. Komponen-komponen kebutuhan gizi pada ikan atau udang sama dengan mahluk hidup lain, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar dapat melakukan proses fisiologi dan biokimia selama hidupnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

FORMULASI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN BAKU RUMPUT LAUT UNTUK PERTUMBUHAN ABALON, Haliotis squamata

FORMULASI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN BAKU RUMPUT LAUT UNTUK PERTUMBUHAN ABALON, Haliotis squamata

Respons abalon yang diberi pakan percobaan selama 168 hari disajikan pada Tabel 2. Sintasan abalon berkisar antara 91,3%-93,5% dan tidak dipengaruhi oleh pakan percobaan termasuk pakan kontrol (P>0,05). Beberapa kematian abalon selama percobaan terjadi setelah dilakukan pengukuran karena terjadi luka saat penanganan. Pada percobaan pendederan abalon H. laevigata menggunakan pakan buatan dan Ulva sp., Daume et al. (2007) melaporkan bahwa sintasan abalon yang diberi pakan buatan justru lebih tinggi (77%-82%) dibandingkan dengan yang diberikan pakan alga segar (62%-65%). Abalon yang diberi pakan percobaan yang diformulasi dengan bahan tepung rumput laut menghasilkan bobot akhir abalon yang tidak berbeda nyata (P>0,05) seperti halnya parameter pertambahan bobot, panjang cangkang, dan lebar cangkang. Namun abalon yang diberi pakan Pk-2 (campuran 35% Ulva sp., 20% Gracilaria sp. tambak, 8% Gracilaria sp. laut dan 4% Sargassum sp.) cenderung menghasilkan pertambahan bobot, panjang cangkang, dan lebar cangkang yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi pakan percobaan Pk-1 dan Pk-3. Secara keseluruhan pertumbuhan yang meliputi bobot akhir, pertambahan bobot, panjang cangkang, dan lebar cangkang abalon yang diberi pakan Gracilaria sp. segar asal tambak adalah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pakan lainnya (P<0,05). Hal yang sama dilaporkan Mai et al. (1995) untuk abalon H. tuberculata dan H. discus hanai yang diberi pakan alga merah Palmaria palmata segar tumbuh lebih baik dibandingkan dengan yang diberi pakan pelet kering. Tanpa memperhatikan proporsi dari masing-masing tepung rumput laut dalam pakan, semua pakan percobaan mempunyai kandungan makronutrien pro- tein (24,78%-25,09%), lemak (6,43%-6,72%), dan karbohidrat (11,11%-12,13%) yang hampir sama (Tabel 1). Pada percobaan sebelumnya Giri et al. (2015) melaporkan bahwa pakan pelet kering dari campuran tepung rumput laut Gracilaria sp. tambak dengan Ulva sp. (2:1) atau campuran Gracilaria sp. tambak dengan Sargassum sp. (2,3:1) memberikan respons pertumbuhan abalon H. squamata yang baik. Namun hasil inipun masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan abalon H. squamata yang diberi pakan Gracilaria sp. segar asal tambak. Giri et al. (2014) melaporkan bahwa abalon yang diberi pakan rumput laut segar Gracilaria sp. tambak dan Ulva sp. dengan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EVALUASI BAHAN BAKU PAKAN DAN PENGEMBANGAN PAKAN BUATAN UNTUK BUDIDAYA PEMBESARAN ABALON (Haliotis squamata)

EVALUASI BAHAN BAKU PAKAN DAN PENGEMBANGAN PAKAN BUATAN UNTUK BUDIDAYA PEMBESARAN ABALON (Haliotis squamata)

Empat jenis rumput laut yaitu: Ulva sp., Gracilaria sp. dari hasil budidaya di tambak, Gracilaria sp. dan Sargassum sp. yang tumbuh secara alami di laut me- rupakan bahan yang cukup berlimpah ketersediaan- nya. Rumput laut ini dalam bentuk segar juga telah dilaporkan sebagai makanan alami abalon di alam atau digunakan sebagai pakan pada budidaya abalon. Komposisi proksimat keempat rumput laut ini ter- tera pada Tabel 3. Kandungan bahan kering Ulva sp. adalah 4,68% terendah dibandingkan dengan tiga je- nis rumput laut lainnya. Sedangkan Sargassum sp. ter- nyata mempunyai kandungan bahan kering tertinggi (23,62%). Walaupun kandungan bahan kering Ulva sp. paling rendah tetapi kandungan proteinnya adalah tertinggi (23,59%). de Padua et al. (2004) melaporkan kandungan protein Ulva lactuca berkisar 15,23%-18,35% dan Ulva fasciata 13,30%-16,13% bervariasi dipenga- ruhi musim dan lingkungan tumbuhnya. Memperha- tikan kandungan proteinnya, maka Ulva sp. merupa- kan salah satu bahan baku pakan potensial untuk abalon. Gracilaria sp. baik dari hasil budidaya di tam- bak maupun yang dari laut mempunyai kandungan protein 14,3%-15,2%; jauh lebih rendah dari kandung- an protein Ulva sp. Demikian juga halnya dengan Sar- gassum sp. yang kandungan proteinnya paling rendah (7,94%). Ungson (2003) melaporkan kandungan pro-
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel

Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel

Biodiesel merupakan salah salah satu energi terbarukan yang diperoleh dari minyak nabati atau minyak hewani dan bisa digunakan sebagai bahan bakar layaknya bahan bakar fosil (petrodiesel). Biodiesel mempunyai sifat yang sangat mirip dengan petrodiesel, tetapi memiliki energi pembakaran dan angka setana yang lebih tinggi (>60) sehingga proses pembakaran menjadi lebih efisien, juga sekaligus dapat melumasi piston mesin. Pada minyak nabati terdapat banyak oksigen sehingga pembakaran lebih sempurna. Karena itu, gas buangannya tidak berbahaya, bersih, dan ramah lingkungan. Selain itu dengan biodiesel, mesin lama yang menggunakan bahan bakar fosil tetap bisa digunakan tanpa perlu dimodifikasi. Secara tidak langsung hal ini merupakan nilai tambah ekonomis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol dengan Bahan Baku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)

Pembuatan Bioetanol dengan Bahan Baku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)

Alkohol dibuat dengan cara memfermentasi bahan yang mengandung gula. Secara alami, gula terdapat dalam buah-buahan misalnya anggur. Gula juga dapat dihasilkan dari pati dalam padi-padian dan umbi-umbian. Fermentasi minuman beralkohol dilakukan oleh jamur jenis Saccharomyces cerevisiae (jenis utama) dan beberapa jenis lainya seperti ragi. Pembuatan alkohol diperlukan kondisi asam (pH yang rendah), perlu ditambahkan asam. Adapun suhu yang dibutuhkan berkisar antara 29-37 o C. Agar kadar alkohol yang dihasilkan tinggi selain proses fermentasi dilakukan juga proses penyulingan (Arisworo dan Yusa, 2006).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Serat Kapuk sebagai Bahan Baku Pembuatan Mikrokristalin Selulosa

Serat Kapuk sebagai Bahan Baku Pembuatan Mikrokristalin Selulosa

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil serat kapuk (Ceiba Pentandra) terbesar di dunia. Pada tahun 2013, luas perkebunan tanaman kapuk di Indonesia mencapai 157.283 ha dengan produksi 61.273 ton serat kapuk per tahun. Namun, saat ini pemanfaatan serat kapuk di Indonesia sebagian besar masih terbatas sebagai bahan pengisi untuk bantal, guling, atau kasur. Serat kapuk pada dasarnya memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, yaitu dengan kandungan yang dapat mencapai 64%. Tingginya kandungan selulosa tersebut menunjukkan potensi dari serat kapuk sebagai sumber mikrokristalin selulosa, yaitu bagian kristalin dalam orde mikro yang diekstraksi dari selulosa. Pembuatan mikrokristalin selulosa dilakukan melalui dua tahap, yaitu alkalisasi dan hidrolisis. Proses alkalisasi dilakukan dengan merendam serat kapuk di dalam larutan NaOH 17,5% selama 8 jam pada suhu 100 °C untuk memperoleh selulosa alfa dari serat kapuk. Proses hidrolisis dilakukan dengan merendam serat kapuk hasil alkalisasi ke dalam larutan H 2 SO 4 dengan variasi konsentrasi
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Buah Tomat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Nata.

Pemanfaatan Buah Tomat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Nata.

Tomat (Tomato) merupakan buah yang tidak tahan lama (mudah rusak) dengan masa penyimpanan 7-8 hari saat pasca panen sehingga perlu alternatif lain dalam pemanfaatannya. Alternatif tersebut dapat menjadi produk makanan dan minuman melalui proses fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang disebut nata. Pembuatan nata dengan bahan baku buah tomat ini memiliki karbohidrat sebagai substrat pembentuk nata. Di kalangan masyarakat banyak beredar nata de coco yang di buat dari kelapa, maka dengan banyaknya nata de coco di pasaran maka dari itu kami membuat sebuah inovasi dari buah tomat yang di kenal dengan nata de tomato yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia. Dalam pembuatan nata, fermentasi merupakan suatu reaksi oksidasi di dalam sistem biologi yang menghasilkan energi. Sehinggga pembuata nata akan terbentuk dengan sempurna sehingga terasa enak jika dikomsumsi. Dengan pemanfaatan bahan baku yang menggunakan buah tomat di harapkan dapat diterima konsumen karena manfaatnya yang sehat bagi tubuh yang tidak kalah enak dan berkualitas dengan nata de coco.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sampah Sayuran Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol

Pemanfaatan Sampah Sayuran Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol

Sebagian besar etanol di dunia, saat ini digunakan sebagai bahan bakar. Produksi etanol menggunakan bahan baku pertanian melalui fermentasi dari karbohidrat yaitu bahan-bahan yang mengandung gula seperti gula tebu, gula bit, molase (tetes), sari buah dan lain lain. Etanol atau etil-alkohol adalah alkohol yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat etanol tidak beracun, dapat digunakan sebagai pelarut farmasi dan industri makanan serta minuman, tidak berwarna, tidak berasa tapi memilki bau yang khas, dan bisa memabukkan jika diminum (Juwita, 2012)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...