Top PDF Media sosial untuk institusi dalam

Media sosial untuk institusi dalam

Media sosial untuk institusi dalam

Dari sinilah negeri kita banyak dimanfaatkan oleh negara-negara produsen media sosial untuk menggarap pangsa pasarnya di Indonesia, hal ini terlihat dengan tampilnya Facebook Indonesia dan Google Indonesia yang telah mengawali bisnisnya di negeri banyak pulau ini. Kembali ke topik tentang institusi, seberapa bermanfaatkah media sosial untuk institusi? Bila dikaji melalui ilmu pemasaran, media sosial merupakan alat promosi tergratis yang cukup berbekal fasilitas internet namun mampu menggaet pelanggan dengan cukup banyak. Bayangkan bila promosi menggunakan media lain seperti televisi, koran atau billboard yang harus mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk memasarkan sebuah produk, dengan media sosial, budget akan bisa dikurangi namun dengan tidak meninggalkan media lama.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MEDIA SOSIAL studi  DAN PELAJAR

MEDIA SOSIAL studi DAN PELAJAR

1. Hasil penilaian 31 jawaban responden dari 5 pertanyaan mengenai latar belakang responden dalam penggunaan Media Sosial dapat disimpulkan bahwa sekitar 87,1% Pelajar mengetahui cara untuk mendapatkan informasi dari Media Sosial. 19% bahwa pelajar menggunakan media sosial untuk sharing.

11 Baca lebih lajut

Representasi selegram Indonesia di media sosial twitter - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Representasi selegram Indonesia di media sosial twitter - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dari dimensi teks (diksi), pilihan frase 'rusak moral' ditujukan kepada aw- karin dan gaga. Disebutkan juga istilah swag, yakni gaya anak muda kekinian yang pencitraannya cenderung ke arah negatif. Dari segi penyebaran dan kon- sumsi teks, teks didistribusikan melalui media sosial twitter dan merujuk pada pengguna dalam kategori tertentu yang memahami istilah swag dan perkem- bangannya di negara lain, dalam hal ini Thailand. Dari dimensi sosial, konten atau konsumsi publik yang disajikan selebgram awkarin dan gaga, tidak berke- sesuaian dengan standar norma yang berlaku.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL di

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL di

Sekolah mulai lahir ketika kebudayaan telah menjadi sangat kompleks, se- hingga pengetahuan yang dianggap perlu tidak mungkin lagi ditangani dalam ling- kungan keluarga. Dalam perkembangan beberapa generasi selanjutnya lahirlah “gu- ru” yaitu orang yang waktunya dipergunakan sepenuhnya untuk mengajar. Pada ta- hap itulah ketika telah terdapat orang-orang yang berspesialisasi guru dan anak-anak didik dalam kelas yang formal yang berlangsung di luar lingkungan keluarga, dan ketika itulah ditemukan cara yang pantas untuk mendidik anak-anak tersebut, baru- lah dapat dikatakan lembaga pendidikan telah lahir. 11
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

9. Jurnal Dunia Virtual dalam Media Sosial

9. Jurnal Dunia Virtual dalam Media Sosial

Simbolisme pada karya penulis ini lebih dikaitkan dengan warna, penulis menggunakan warna-warna untuk memaknai hal-hal atau sifat tertentu, seperti warna biru yang menggambarkan media sosial facebook. Warna kuning yang menggambarkan sifat ceria. Warna merah jambu yang menggamabrkan sifat feminim. Warna putih yang menggambarkan sifat tenang, bersih, serta dingin Penulis ingin memberi kesan-kesan tertentu yang dijelaskan lebih lanjut pada tiap deskripsi karya. Tidak semua penggunaan warna yang dipakai penulis memiliki makna, hanya di beberapa bagian tertentu. Bentuk-bentuk yang dimunculkan penulis merupakan hasil representasi dari hal-hal yang penulis temukan dalam media sosial. Penulis memunculkan sosok figur dengan kesan ceria tetapi juga misterius. Figur yang ditampilkan tidak semuanya memiliki wajah reinterpertasi dari macam-macam pengguna media sosial yang diwujudkan dari pengalaman dan pengamatan penulis sebagai latar belakangnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

1. COVER PENGANTAR TA

1. COVER PENGANTAR TA

DUNIA VIRTUAL DALAM MEDIA SOSIAL PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI LUKIS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Oleh: AMALIA PERMA[r]

1 Baca lebih lajut

Penggunaan Media Sosial Untuk Memaksimalkan Penerapan E Government Adimas Bagus Dewanto Putra

Penggunaan Media Sosial Untuk Memaksimalkan Penerapan E Government Adimas Bagus Dewanto Putra

Risiko pertama yang mungkin terjadi adalah risiko komunikasi, dimana secara garis besar ada 3 hal yang mungkin terjadi yaitu, kelalaian, misinformation, serta informasi internal atau rahasia bocor melalui penggunaan media sosial [7]. Kelalaian dapat terjadi jika informasi penting tidak ikut dimasukkan ke dalam informasi yang dibagian melalui media sosial, kemudian untuk misinformation dapat terjadi jika fakta atau yang disampaikan kurang jelas [7], lalu informasi internal atau rahasia bocor terjadi akibat informasi tersebut disimpan di dalam media sosial meskipun secara pribadi namun tetap saja membuka peluang peretasan terjadi. Jika risiko ini terjadi maka dapat berdampak buruk pada citra pemerintah karena berita tersebut menjadi berita negatif yang tersebar dengan cepat di masyarakat melalui internet [7].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Optimalisasi Media Sosial Untuk Berwirau

Optimalisasi Media Sosial Untuk Berwirau

Fokus output bisnis makin kuat karena dalam setiap tindakan promosi harus terjadi penjualan usaha. Penjualan akan memutar aktivitas produksi. Penjualan akan mendapatkan margin laba bersih usaha. Tingkat profitabilitas yang positif tentu memperbesar peluang usaha untuk berkembang. Sehingga memperbaiki performance usaha seperti usaha formal yang memiliki standar menejemen. Bisnis adalah keterpaduan sub-sub sistem : produksi, pemasaran, personalia, keuangan (finance) dan administrasi perkantoran dengan maksud dan motif untuk memperbesar nilai aktiva (harta kekayaan) dari nilai investasi awal.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Sosial Media untuk Pendidikan nilai

Sosial Media untuk Pendidikan nilai

Saling sapa didalam situs jejaring sosial secara perlahan akan meningkatkan kualitas persahabatan, perhatian dan empati sesama teman yang saling terhubung secara online. Sapaan kepada teman lainnya membuat teman yang disapa merasa diperhatikan, berbagi photo, berbagi video, berbagi cerita, ini akan meningkatkan rasa kepedulian satu sama lain walaupun mereka tidak pernah bertemu secara nyata. Bentuk-bentuk perhatian seperti ini mampu mempererat tali persahabatan diantara teman dalam jejaring sosial maka secara alami mereka akan menjaga kualitas pertemanan mereka. Hal yang sederhana namun memberikan efek yang sangat baik dalam membentuk suatu komunitas yang saling menjaga persahabatan sesama teman.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pentingnya Media Sosial untuk Membangun

Pentingnya Media Sosial untuk Membangun

Pada kesempatan tersebut, Endri mengungkapkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memposting atau menyebarluaskan informasi, baik berita tertulis maupun foto. Hal tersebut dikarenakan adanya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor 11 tahun 2008. Selain itu, Endri juga membagi tips seputar penulisan opini untuk dimuat di media massa.

2 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK EFEKTIFIT

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK EFEKTIFIT

Jika melihat bauran promosi tersebut, media sosial terbukti dapat memegang peranan sebagai Integrated Marekting Communication (IMC). Media sosial mampu melakukan fungsi bauran promosi secara terpadu, bahkan sampai terjadinya proses transaksi, dimana ketika pelanggan telah menjadi user yang tergabung dalam akun media sosial yang dimiliki oleh perusahaan, baik itu pertemanan atau fan page (dalam facebook), follower (dalam Twitter) atau istilah lain yang digunakan oleh beberapa penyedia media sosial. Maka perusahaan akan secara otomatis dapat menjalin komunikasi secara terus menerus, sehingga perusahaan dapat melakukan komunikasi secara persuasif dan memperkenalkan produk-produknya di kemudian hari (Siswanto, 2013).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

di bawah saja yang penting bagus

di bawah saja yang penting bagus

Abstrak. Institusi pendidikan dokter saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup drastis. Dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi pada pendidikan dokter sejak tahun 2006, telah terjadi pergeseran paradigma pendidikan dokter dari yang berbasis pada penguasaan disiplin ilmu kepada paradigma yang berbasis pada penguasaan kompetensi. Perubahan ini menyebabkan perlunya institusi pendidikan dokter membangun kesehatan organisasinya untuk mewujudkan akuntabilitas sosial. Transformasi pendidikan dokter pada kenyataannya tak bisa dipisahkan dari visi dan misi institusi. Identitas yang sesungguhnya dari institusi dapat diimplemantasikan dan direleksikan pada semua aspek institusi. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam membangun kesehatan organisasi institusi pendidikan dokter untuk mencapai akuntabilitas sosial di antaranya: (1) membangun budaya institusi berbasis nilai, hal ini bisa dilakukan melalui menumbuhkembangkan idealisme, membangun karakter dan komunitas (Raka, 2008); (2) menciptakan suasana institusi yang kondusif; (3) melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap semua aspek baik terhadap kurikulum, metode pembelajaran maupun sistem penilaian; (4) mengembangkan program institusional yang futuristik, namun tetap mempertahankan kearifan lokal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SISTEM MEDIA YANG DEMOKRATIS UNTUK INDON

SISTEM MEDIA YANG DEMOKRATIS UNTUK INDON

Peran media massa dalam kehidupan sosial ---menurut berbagai literatur--- tidak diragukan lagi. Walau kerap dipandang secara berbeda beda, namun tidak ada yang menyangkal atas perannya yang signifikan dalam masyarakat modern. Mc Quail misalnya, dalam bukunya Mass Communication Theories (2000: 66), merangkum pandangan khalayak terhadap peran media massa. Setidaknya ada enam perspektif dalam hal melihat peran media. Pertama, melihat media massa sebagai window on events and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa. Kedua, media juga sering dianggap sebagai a mirror of events in society and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak bersalah jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padahal sesungguhnya, angle, arah, dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Makalah Sosiologi Agama Institusi Keagam

Makalah Sosiologi Agama Institusi Keagam

Institusi religius ialah suatu bentuk organisasi yang tersusun relatif tetap atas pola kelakuan, peranan-peranan dan relasi-relasii yang terarah dan mengikat individu, mempunyai otoritas formal dan sanksi hokum untuk mencapai kebutuhan dasar yang berkenaan dengan dunia supra-empiris. Jawaban mengapa agama secara de facto adalah institusi sosial, jikalau dalam institusi sosial non keagamaan orang menginginkan tercapainya secara pasti kebtuhan sosial dasar, maka dalam institusi keagamaan orang menginginkan tercapainya kebutuhan dasar yang berkeenan dengan kepentingan dunia supra-empiris. Bagi manusia religius kepentingan akhirat merupakan kepentingan yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Itu semua harus dapat dicapai dengan pasti, karena itu semua dijadikan norma satu- satunya dan segala-galanya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Hubungan Media Elektronik Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Di Smp Negeri 2 Surakarta BAB I

Hubungan Media Elektronik Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Di Smp Negeri 2 Surakarta BAB I

Masa remaja adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam kehidupan seseorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa kanak- kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial (Andika, 2010).

4 Baca lebih lajut

ETIKA PEMBERITAAN PARTAI POLITIK DI TELEVISI (KASUS PEMBERITAAN PARTAI DEMOKRAT DI METRO TV DAN TV ONE)

ETIKA PEMBERITAAN PARTAI POLITIK DI TELEVISI (KASUS PEMBERITAAN PARTAI DEMOKRAT DI METRO TV DAN TV ONE)

Media massa dalam melaksanakan aktivitasnya mengacu pada sistem etika dan moral yang merupakan suatu sistem prinsip untuk memandu tindakannya. Etika merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan, sedangkan moral adalah pelaksanaan dari etika tersebut. Terhadap media massa perlu diterapkan suatu sistem etika adalah karena tiga alasan penting. (Haryatmoko, 2007:38) Pertama, media memiliki kekuasaan dan efek yang sangat dahsyat bagi publik, sehingga dapat saja media massa melakukan manipulasi informasi dan mengalienasi audiens. Oleh karena itu etika ini akan dapat melindungi publik dan posisinya lemah dalam sistem komunikasi massa ini. Kedua, etika menjadi penyeimbang antara kebebasan berekspresi dan tanggungjawab. Hal ini karena dalam prakteknya, setiap peningkatan kebebasan tidak berarti selalu membawa peningkatan tanggungjawab yang setara. (Johanessen, 1996: 7) Ketiga, mencoba menghindari sedapat mungkin logika instrumental. Logika ini cenderung mengabaikan nilai dan makna sebagai tujuan, melainkan menfokuskan diri pada instrument atau menjadikan yang sifatnya instrument menjadi tujuan. Logika instrument ini biasanya terkait dengan determinisme ekonomi dan teknologi, di mana kepentingan komersial atau penerapan teknologi media dipandang lebih penting dibandingkan melaksanakan tugasnya menyampaikan kebenaran informasi kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...