Top PDF MEKANISME PENGEMBALIAN KERUGIAN DAERAH AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP APBD (Studi di Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sleman)

MEKANISME PENGEMBALIAN KERUGIAN DAERAH AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP APBD (Studi di Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sleman)

MEKANISME PENGEMBALIAN KERUGIAN DAERAH AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP APBD (Studi di Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sleman)

nomor 2 tahun 2015 jo. undang-undang nomor 9 tahun 2015 tentang pemerintahan daerah menyatakan bahwa daerah memiliki kewenangan mandiri untuk mengurus sendiri daerahnya (desentralisasi fiskal). Ketika melakukan pengembalian ke APBN tentu itu merupakan pengingkaran terhadap desentralisasi. Ketika kita mencoba untuk merunut ke belakang salah satu isu penting yang dan terus mengemuka pasca reformasi tahun 1998 adalah tentang pembangunan daerah-daerah, kepincangan dan kesenjangan antara daerah, serta hubungan antara pusat dan daerah. Sejak saat itu, serangkaian kebijakan “Otonomi Daerah” dalam berbagai wujud. Pemberian otonomi yang luas dan desentralisasi pemerintah daerah melahirkan pandangan baru dalam pengelolaan keuangan darah dan anggaran daerah. Oleh karena itu berkaca dari adanya fakta demikian maka penulis mengambil judul sebagai berikut: MEKANISME PENGEMBALIAN KERUGIAN DAERAH AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP APBD
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

UPAYA JAKSA SELAKU EKSEKUTOR DALAM EKSEKUSI PUTUSAN PIDANA TAMBAHAN PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA  AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI  ( Studi Pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat )

UPAYA JAKSA SELAKU EKSEKUTOR DALAM EKSEKUSI PUTUSAN PIDANA TAMBAHAN PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI ( Studi Pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat )

Ulasan-ulasan diatas jika dihubung-kan dengan kasus-kasus yang dicontohkan dalam karya ilmiah ini maka akibat hukum yang ditimbulkan jika keuangan negara tidak dapat dikembalikan adalah menjalani hukuman subsidair sesuai dengan isi putusan hakim yang inkracht. Hal ini dikarenakan ke tiga kasus yang dicontohkan alam karya ilmiah ini masih memasuki tahap menjalani hukuman pidana pokok dan pelacakan aset kembali. Menurut hasil wawancara yang dilakukan dengan Jaksa Fungsional mengatakan: “Jaksa telah memprediksi dari tiga terpidana hanya 2 dapat membayar uang pengganti dan 1 perkarka diatas tidak ada aset terpidana. hingga saat ini tidak ditemukan meskipun tahap pelacakkan aset dan terpidana lebih memilih untuk melakukan subsidair/pidana penjara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA MELALUI PENJATUHAN SANKSI PEMBAYARAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA MELALUI PENJATUHAN SANKSI PEMBAYARAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

Pengembalian kerugian keuangan negara merupakan konsekuensi dari akibat tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, sehingga untuk mengembalikan kerugian tersebut diperlukan sarana yuridis yakni dalam bentuk pembayaran uang pengganti. Ketentuan dalam Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU PTPK tersebut, jika terpidana membayar uang pengganti, seharusnya dapat menutupi kekurangan terhadap kerugian keuangan negara berdasarkan selisih kerugian negara dengan harta benda pelaku yang telah dirampas (pelaksanaan pensitaan pada tahap pra ajudikasi) 6 atau apabila pelaku tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan maka harta benda yang sebelumnya disita dapat dilelang guna membayar kerugian negara dan esensinya adalah untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  SANKSI PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA TERHADAP PIHAK KETIGA YANG MENERIMA HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENDAHULUAN SANKSI PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA TERHADAP PIHAK KETIGA YANG MENERIMA HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI.

Keuangan negara sebagai bagian terpenting dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang pengelolaannya diimplemantasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan pilar utama pembiayaan penyelenggaraan negara. Untuk itu (Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia (LNRI) Nomor 4286, Pressindo, Jakarta, 2009: 126) dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara, pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional, terbuka, dan bertanggungjawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGEMBALIAN ASET TINDAK PIDANA KORUPSI

PENGEMBALIAN ASET TINDAK PIDANA KORUPSI

yang dirugikan sebagai penggugat harus membuktikan secara nyata bahwa telah ada kerugian negara yakni kerugian keuangan negara akibat atau berkaitan dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka, terdakwa, atau terpidana, adanya harta benda milik tersangka, terdakwa, atau terpidana berupa hasil tindak pidana korupsi yang dapat digunakan untuk pengembalian kerugian keuangan negara, selain itu seperti umumnya penanganan kasus perdata, membutuhkan waktu yang relatif panjang sampai ada putusan hukum yang berkekuatan hukum tetapbahkan setelah itu ada lagi upaya hukum luar biasa seperti peninjauan kembali. Belum lagi halangan karena pada saat akan di eksekusi muncul gugatan perlawanan atau bantahan dari pihak ketiga (derden verzet) terhadap harta yang akan dieksekusi.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Model Pengembalian Aset (Asset Recovery) Sebagai Alternatif Memulihkan Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Model Pengembalian Aset (Asset Recovery) Sebagai Alternatif Memulihkan Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Aset negara yang dikorupsi tidak saja merugikan negara secara sempit, tetapi juga merugikan negara beserta rakyatnya. Pendekatan formal prosedural melalui hukum acara pidana yang berlaku sekarang ternyata belum mampu untuk mengembalikan kerugian negara. Padahal kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi merupakan aset negara yang harus diselamatkan. Oleh karenanya, diperlukan cara lain untuk menyelamatkan aset negara tersebut. Yaitu dengan pengembalian aset pelaku tindak pidana korupsi (asset recovery). Ketika melihat negara dari perspektif korban, maka negara harus memperoleh perlindungan, dalam hal ini pemulihan dari kerugian yang diderita akibat tindak pidana korupsi. Tulisan ini mengkaji model pengembalian aset hasil kejahatan korupsi dalam proses penegakan hukum baik melalui jalur pidana yang memaksimalkan peran jaksa sebagai jaksa penuntut umum dalam membuktikan kesalahan terdakwa dan penerapan pidana uang pengganti sebagai pidana tambahan maupun melalui gugatan perdata dengan mengoptimalkan peran jaksa pengacara negara.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA DALAM PROSES PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENDAHULUAN PENGARUH PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA DALAM PROSES PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KORUPSI.

Masalah korupsi ini terkait dengan kompleksitas masalah, antara lain masalah moral/sikap mental, masalah pola hidup kebutuhan/tuntutan ekonomi dan kesejahteraan sosial ekonomi, masalah struktur/sistem ekonomi, masalah sistem/budaya politik, masalah mekanisme pembangunan dam lemahnya birokrasi/prosedur administrasi (termasuk sistem pengawasan) di bidang keuangan dan pelayanan publik. 1 Korupsi juga menjadi pintu masuk berkembang suburnya terorisme dan kekerasan oleh sebab kesenjangan sosial dan ketidakadilan masih berlanjut atau berlangsung, sementara sebagian kecil masyarakat dapat hidup lebih baik, lebih sejahtera, mewah di tengah kemiskinan dan keterbatasan masyarakat pada umumnya. Munculnya aksi-aksi teror disebabkan oleh melebarnya kesenjangan dan                                                             
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Asset Recovery  Dalam Tindak Pidana Korupsi Upaya Pengembalian Kerugian keuangan  Negara

Asset Recovery Dalam Tindak Pidana Korupsi Upaya Pengembalian Kerugian keuangan Negara

Selain jumlah kasus yang semakin meningkat, yang paling penting juga menyangkut kerugian keuangan negara dari seluruh tindak pidana korupsi yang terjadi. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean mengungkapkan, kerugian negara akibat korupsi 2005 sampai 2009 mencapai Rp689,19 miliar. Data KPK memperlihatkan, angka itu berasal dari berbagai proyek pengadaan barang dan jasa dengan nilai sekitar Rp1,9 Triliun. Kerugian negara tersebut sebagian besar terjadi karena proses penunjukan langsung dalam proyek pengadaan barang dan jasa. "Kerugian negara jenis ini mencapai Rp647 miliar atau 94 persen dari total kerugian negara, Sementara sisa kerugian negara diakibatkan oleh praktik
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Peran Kejaksaan dalam Pengembalian Kerugian Keuangan Negara pada Perkara Tindak Pidana Korupsi

Peran Kejaksaan dalam Pengembalian Kerugian Keuangan Negara pada Perkara Tindak Pidana Korupsi

lingkungan sosial, masalah kebutuhan/tuntutan ekonomi dan kesejahteraan sosial- ekonomi, masalah struktur/sistem ekonomi, masalah sistem/budaya politik, masalah mekanisme pembangunan dan lemahnya birokrasi/prosedur administrasi (termasuk sistem pengawasan) di bidang keuangan dan pelayanan publik” (Sulistia, 2012:189). Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) menyebutkan secara tegas bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum, pengertian negara hukum sesungguhnya mengandung makna bahwa suatu negara menganut ajaran dan prinsip-prinsip supremasi hukum dimana hukum dijunjung tinggi sebagai pedoman dan penentu arah kebijakan dalam menjalankan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara (Witanto, 2013:1). Semangat itulah yang kemudian melahirkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pengembalian Kerugian  Keuangan Negara Dengan Penanganan  Kasus Tindak Pidana Korupsi

Hubungan Antara Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Dengan Penanganan Kasus Tindak Pidana Korupsi

Selain dari norma hukum yang saling bertentangan, keadaan konkretnya juga jelas-jelas telah bertentangan dengan Pasal 4 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keadaan tersebut dapat dilihat dari hasil RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional) yang melibatkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepala Kepolisian Daerah dan Gubernur se-Indonesia bersama Jaksa Agung, Kapolri dan Presiden Jokowidodo, di Istana Presiden, Senin 24 Agustus 2015 yang lalu. Berdasarkan RAKERNAS tersebut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA MELALUI PENJATUHAN SANKSI PEMBAYARAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENDAHULUAN PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA MELALUI PENJATUHAN SANKSI PEMBAYARAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

Pengembalian kerugian keuangan negara merupakan konsekuensi dari akibat tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, sehingga untuk mengembalikan kerugian tersebut diperlukan sarana yuridis yakni dalam bentuk pembayaran uang pengganti. Ketentuan dalam Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU PTPK tersebut, jika terpidana membayar uang pengganti, seharusnya dapat menutupi kekurangan terhadap kerugian keuangan negara berdasarkan selisih kerugian negara dengan harta benda pelaku yang telah dirampas (pelaksanaan pensitaan pada tahap pra ajudikasi) 6 atau apabila pelaku tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan maka harta benda yang sebelumnya disita dapat dilelang guna membayar kerugian negara dan esensinya adalah untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Problematika Gugatan Perdata Oleh Jaksa Pengacara Negara Dalam Upaya Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Akibat Tindak Pidana Korupsi.

Problematika Gugatan Perdata Oleh Jaksa Pengacara Negara Dalam Upaya Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Akibat Tindak Pidana Korupsi.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa gugatan perdata oleh Jaksa Pengacara Negara untuk pengembalian kerugian keuangan Negara merupakan upaya lanjutan setelah instrumen pidana tidak sepenuhnya mengembalikan kerugian keuangan Negara dan upaya negosiasi dengan terpidana atau ahli waris terpidana tidak berhasil. Dalam pelaksaanaan gugatan perdata oleh Jaksa Pengacara Negara terkendala oleh tidak diketahui keberadaan terpidana dan juga harta kekayaan terpidana, terpidana telah jatuh miskin, terhadap asset yang disita dan telah dilakukan lelang akan tetapi tidak ada peminatnya dengan alasan lokasi tidak strategis ataupun harga yang terlalu tinggi sehingga tidak bisa untuk pengembalian kerugian keuangan Negara. Strategi kejaksaan untuk pengembalian kerugian keuangan Negara adalah optimalisasi fungsi dan tugas Kejaksaan pada bidang penyidikan dan bidang intelijen. Jaksa Pengacara Negara menghimbau terpidana atau ahli waris terpidana untuk membayar tuggakan uang pengganti, penelusuran harta kekayaan terpidana hingga ke ahli waris, melakukan blokir terhadap harta kekayaan terpidana atau ahli waris jika terpidana meninggal.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI PERIODE TAHUN 2005-2010.

PENDAHULUAN PERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI PERIODE TAHUN 2005-2010.

Dalam kasus korupsi para penegak hukum seperti Polisi, Jaksa, dan Hakim berperan serta dalam penegakan hukum, dan ketiga instansi tersebut saling berkaitan. Dalam Penulisan Hukum ini yang akan dibahas oleh penulis adalah mengenai pengembalian kerugian negara yang dilakukan oleh Instansi Kejaksaan di Kabupaten Sleman, karena menurut pandangan penulis pengembalian kerugian negara oleh kejaksaan ini kurang optimal. Ini dapat dilihat dari siaran Apa Kabar Jogja di RBTV pada tanggal 23 November 2010 yang berupa pemaparan dari Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Tyas Muharto setelah mendapat penjelasan dari Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Juniman Hutagalung di Kejaksaan Negeri Sleman yang mengatakan kepada media bahwa dibagian Seksi Datun kerugian Negara di Sleman sebesar 511 juta rupiah dan uang yang tertagih baru sekitar sebesar 3 juta rupiah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSIPERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN PERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI PERIODE TAHUN 2005-2010.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSIPERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN PERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI PERIODE TAHUN 2005-2010.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERAN KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI PERIODE TAHUN 2005-2010 Diajukan Oleh: AGUNG SUSILO WIBOWO NPM :[r]

11 Baca lebih lajut

Pengembalian Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi terhadap Putusan Pengadilan yang Telah Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap

Pengembalian Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi terhadap Putusan Pengadilan yang Telah Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap

Banyaknya masalah yang terjadi setelahnya adanya putusan, membuat penanganan terhadap kerugian negara tidak optimal yang nanti akan dilakukan oleh jaksa selaku eksekutor. Dengan melihat rumusan mengenai pengertian pada Pasal 1 angka 22 Undang- undang Nomor 1 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa kerugian negara/daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan hukum baik sengaja maupun lalai. Pengertian serupa terdapat juga dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan pada Pasal 1 angka 15 yang menyatakan: ^< ŒµP] v v P Œ l Œ Z adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik • vP i u µ‰µv o o ]_X
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Model Pengembalian Aset (Asset Recovery) Sebagai Alternatif Memulihkan Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Model Pengembalian Aset (Asset Recovery) Sebagai Alternatif Memulihkan Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Aset negara yang dikorupsi tidak saja merugikan negara secara sempit, tetapi juga merugikan negara beserta rakyatnya. Pendekatan formal prosedural melalui hukum acara pidana yang berlaku sekarang ternyata belum mampu untuk mengembalikan kerugian negara. Padahal kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi merupakan aset negara yang harus diselamatkan. Oleh karenanya, diperlukan cara lain untuk menyelamatkan aset negara tersebut. Yaitu dengan pengembalian aset pelaku tindak pidana korupsi (asset recovery). Ketika melihat negara dari perspektif korban, maka negara harus memperoleh perlindungan, dalam hal ini pemulihan dari kerugian yang diderita akibat tindak pidana korupsi. Tulisan ini mengkaji model pengembalian aset hasil kejahatan korupsi dalam proses penegakan hukum baik melalui jalur pidana yang memaksimalkan peran jaksa sebagai jaksa penuntut umum dalam membuktikan kesalahan terdakwa dan penerapan pidana uang pengganti sebagai pidana tambahan maupun melalui gugatan perdata dengan mengoptimalkan peran jaksa pengacara negara.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN JAKSA DALAM PELAKSANAAN PENGEMBALIAN UANG PENGGANTI KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENDAHULUAN PERAN JAKSA DALAM PELAKSANAAN PENGEMBALIAN UANG PENGGANTI KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI.

Perkembangan peradaban dunia selalu membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan tampak lebih nyata. Seiring dengan itu pula bentuk- bentuk kejahatan juga senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang semakin canggih dan beranekaragam. Kejahatan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan senantiasa turut mengikutinya. Kejahatan masa kini memang tidak lagi selalu menggunakan cara-cara lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun seiring dengan perjalanan usia bumi ini. Bisa dilihat contohnya seperti, kejahatan dunia maya (cybercrime), tindak pidana pencucian uang (money laundering), tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MEKANISME PERAMPASAN ASET MENGGUNAKAN NON CONVICTION BASED ASSET FORFEITURE SEBAGAI UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI

MEKANISME PERAMPASAN ASET MENGGUNAKAN NON CONVICTION BASED ASSET FORFEITURE SEBAGAI UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perampasan aset dengan Non-Conviction Based Assets Forfeiture (NCB) yang didalamnya menerapkan teori pembuktian terbalik terhadap pelaku tindak pidana korupsi sejak tahap pemeriksaan awal dalam sistem peradilan pidana (tahap penyidikan), sudah diatur dalam United Nations Convention against Corruption (UNCAC) 2003, dan telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003). Mekanisme NCB telah digunakan dan berhasil dalam upaya melakukan perampasan aset hasil tindak pidana di berbagai negara seperti Amerika, Australia dan Filipina, sehingga peneliti menyarankan agar NCB dapat diterapkan dalam Sistem Peradilan di Indonesia sebagai upaya mengembalikan kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh tindak pidana korupsi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERAN JAKSA DALAM PELAKSANAAN PENGEMBALIAN UANG PENGGANTI KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI.

PENUTUP PERAN JAKSA DALAM PELAKSANAAN PENGEMBALIAN UANG PENGGANTI KERUGIAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI.

1. Peran Jaksa dalam pelaksanaan pengembalian uang pengganti kerugian negara akibat tindak pidana korupsi, adalah dalam waktu sebulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, harta benda pelaku/koruptor dilelang untuk menutupi uang negara yang dikorupsi. Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara yang lamanya tidak melebihi ancaman maksimum pidana pokoknya.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects