Top PDF Memilih Subjek dan Menemukan Informasi

Memilih Subjek dan Menemukan Informasi

Memilih Subjek dan Menemukan Informasi

yang m em bedakan adalah penelitian sejarah berusaha m encari sum ber- sum ber inform asi yang baru atau belum terpakai, atau m encari inform asi baru m engenai.[r]

6 Baca lebih lajut

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK | Sutriadi | AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika 8970 29443 1 PB

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK | Sutriadi | AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika 8970 29443 1 PB

Kemudian pada tahap strategi, subjek SN menemukan alternatif jawaban lain dalam menyelesaikan permasalahan. SN memilih jawaban yang paling sesuai, yaitu dengan mengubah ukuran panjang bak air. Alasan subjek memilih alternatif tersebut, yaitu karena jika menggunakan solusi yang pertama biaya yang dibutuhkan lebih mahal. Subjek SN memberikan alasan yang logis memilih alternatif tersebut yaitu berdasarkan kondisi nyata. Kesimpulan akhir yang dikemukakan secara lisan sama dengan kesimpulan yang dituliskan, namun kesimpulan yang dikemukakan secara lisan lebih lengkap karena ditambahkan bahwa cara yang paling tepat adalah mengubah panjangnya. Hal ini menunjukkan bahwa subjek menyimpulkan solusi akhir dengan tepat. Yang terakhir dilakukan subjek adalah memeriksa kembali langkah, dan kesimpulan akhir yang dibuat. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Hadi dan Radiyatul (2014) bahwa langkah terakhir dari penyelesaian masalah adalah melakukan pengecekan atas apa yang telah dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa subjek berpikir secara terbuka dalam menyelesaikan permasalahan luas permukaan dan volume balok. Oleh karena itu, berdasarkan tahapan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Jacob & Sam (2008), subjek SN dapat menstrategi permasalahan luas permukaan dan volume balok.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KISI KISI UTS B. JAWA KELAS 9 SEMESTER 1   GANJIL KTSP soalbagus.com

KISI KISI UTS B. JAWA KELAS 9 SEMESTER 1 GANJIL KTSP soalbagus.com

2 Menemukan informasi dari beberapa artikel media cetak melalui kegiatan membaca intensif - Memilih artikel yang disukai melihat di buku paket bahasa jawa - Membaca artikel - Merumus[r]

2 Baca lebih lajut

T1 202010094 Full text

T1 202010094 Full text

Soal nomor 3, subjek ZW, DK dan RA dapat melalui tahap berpikir kritis yang pertama, yaitu clarification, tahap dimana siswa dapat merumuskan masalah dengan tepat dan jelas. Subjek ZW, DK dan RA dapat menemukan pertanyaan yang penting dalam masalah. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa subjek ZW, DK dan RA melalui tahap assessment. Tahap selanjutnya adalah inference. Subjek ZW dan DK dapat melalui tahap ini dengan baik, sedangkan subjek RA tidak melalui tahap ini. Hal ini dikarenakan subjek RA tidak dapat membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang telah diperoleh. Tahap yang terakhir adalah strategies. Subjek ZW dapat melalui tahap ini karena ia dapat berpikir secara terbuka dalam menyelesaikan masalah. Berbeda dengan ZW, subjek DK dan RA tidak melalui tahap ini. Subjek DK dapat menjelaskan dengan baik langkah penyelesaian yang sudah ia temukan, namun ia tidak dapat menemukan langkah lain untuk menyelesaikan soal atau jawaban lain. Subjek RA dapat menjelaskan langkah penyelesaian yang sudah ia temukan, namun langkah penyelesaian dan jawaban akhirnya salah. Selain itu, subjek RA tidak dapat menemukan langkah lain untuk menyelesaikan soal tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Khairul Umam Department of mathematic Education, Syiah Kuala University Email: khumam77yahoo.com Ismi Anti Department of mathematic Education, Syiah Kuala University Email: ismi.anti93gmail.com Abstrak - ANALISIS KEMAMPUAN SISWA BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA

Khairul Umam Department of mathematic Education, Syiah Kuala University Email: khumam77yahoo.com Ismi Anti Department of mathematic Education, Syiah Kuala University Email: ismi.anti93gmail.com Abstrak - ANALISIS KEMAMPUAN SISWA BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA

Berpikir kritis adalah suatu aktivitas mental yang dilakukan untuk mengevaluasi kebenaran sebuah pernyataan. Umumnya evaluasi berakhir dengan putusan untuk menerima, menyangkal, atau meragukan kebenaran pernyataan yang bersangkutan. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang berkenaan dengan matematika masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena terbatasnya kemampuan penghafalan konsep atau prosedur untuk menyelesaikan soal sesuai dengan materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu kelas VIII-2 yang berjumlah 21 siswa. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi kubus dan balok. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes kemampuan siswa menyelesaikan soal kubus dan balok. Soal yang diberikan berbentuk essay sebanyak 5 soal dan wawancara. Data penelitian bersumber dari hasil tes kemampuan siswa dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa berpikir kritis matematika tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan siswa telah memenuhi seluruh tahap berpikir kritis, mulai dari klasifikasi, assessment, inferensi, dan strategi dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Siswa pada kelompok ini mengetahui apa saja informasi yang terdapat pada soal, mampu menjelaskan maksud dari soal, dapat menemukan langkah untuk menyelesaikan soal, dan bahkan dapat menemukan cara lain untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Hasil penelitian ini adalah kemampuan siswa berpikir kritis matematika pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh adalah tinggi. dimana siswa mampu memenuhi keempat indikator berpikir ktitis yaitu klasifikasi, assessment, inferensi, dan strategi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN - 09.40.0077 MAWAR LISTIYORINI   BAB V

BAB V PEMBAHASAN - 09.40.0077 MAWAR LISTIYORINI BAB V

Melihat kepercaraan diri subyek, menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kepercayaan diri yang baik di mana ketiga termasuk orang yang mudah bergaul dengan teman-temannya, terbuka, dan baik sama orang serta mampu berkomunikasi dengan baik. Hanya saja pada Subjek 3 tidak terlalu percaya diri bila di lingkungan masyarakat yang dsitu tergadap banyak orang untuk tampil di hadapannya. Hanya saja berkaitan dengan keaktifan dalam menemukan calon pasangan hidup, Subjek 1 kurang aktif hal ini disebabkan Subjek 1 telah menemukan calon pasangan hidupnya dari teman kerjanya, Subjek 1 telah memutuskan memilih pasangan sejak subjek menemukan kecocokan dengan teman kerjanya. Rasa nyaman dan kemantapanlah yang subjek cari dari pasangan yang dipilihnya. Subjek juga merasa bahwa usia yang dirinya sudah matang untuk memilih pasangan hidup. Begitu juga Subjek 3 termasuk orang yang tidak aktif dalam menemukan calon pasangannya karena memiliki lebih dari satu calon. Sedangkan pada Subjek 2 termasuk aktif dalam menemukan calon pasangannya baik melalui teman, maupun melalui media sosial, keinginannya dekat terus dan menjalin komunikasi terus sering komunikasi lewat SMS-an atau telpon.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP N 16 Surakarta Materi Bangun Datar Berdasarkan Langkah Krulik Dan Rudnick Ditinjau Dari Tingkat Kecemasan Matematika - UNS Institutional Repository

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP N 16 Surakarta Materi Bangun Datar Berdasarkan Langkah Krulik Dan Rudnick Ditinjau Dari Tingkat Kecemasan Matematika - UNS Institutional Repository

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh:1) Subjek dengan kecemasan matematika tinggi mampu melakukan proses membaca dan berpikir maupun mengeksplorasi dan merencanakan dengan baik. Sedangkan pada langkah berikutnya yaitu proses memilih strategi, subjek masih mengalami hambatan dalam memilih langkah awal penyelesaian yang tepat.Pada langkah menemukan jawaban subjek masih melakukan beberapa kesalahan pada saat proses perhitungan matematika, disamping hal tersebut subjek belum melakukan proses merefleksi dan generalisasi hasil pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik. 2) Subjek dengan kategori kecemasan matematika sedang mampu melakukan proses pemecahan masalah dengan baik secara keseluruhan, namun subjek pada kategori ini masih mengalami hambatan dalam melakukan prosedur matematika dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari kesalahan perhitungan atau pun ketidaktelitian pada saat melakukan perhitungan, disamping itu subjek masih belum melakukan proses refleksi dan generalisasi dengan baik. 3) Subjek pada kategori kecemasan matematika rendah mampu melakukan proses pemecahan masalah dengan baik dan benar.Walaupun demikian, subjek pada kategori ini masih mengalami hambatan dalam menyimpulkan solusi akhir dari permasalahan yang didapat merupakan penyelesaian yang tepat atau bukan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MENYIMAK EKSPLORATIF UNTUK MENEMUKAN HAL

MENYIMAK EKSPLORATIF UNTUK MENEMUKAN HAL

Kita harus membiasakan menyimak dengan membuat catatan hal- hal penting dari informasi yang kita simak. Kita dapat membuat catatan dalam bentuk daftar, kerangka atau kluster, kita juga perlu mengunakan kata-kata kunci, frase atau kalimat dalam mencatat. d. Mengelompokkan Informasi

8 Baca lebih lajut

S PLB 1004940 Chapter3

S PLB 1004940 Chapter3

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal/SSR, yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan pada suatu subjek dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perlakuan yang diberikan secara berulang-ulang dalam waktu tertentu. Penelitan ini bertujuan mencari tahu pengaruh implemntasi metode Glenn Doman terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu. Hal ini dapat diketahui dengan melihat ada atau tidaknya perbedaan mengenai kemampuan membaca subjek sebelum diberikan intervensi, saat diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Pemahaman tentang Fungsi Kuadrat Berdasarkan Teori Apos pada Siswa Kelas X Jurusan Permesinan SMK Negeri 2 Salatiga T1 202010089 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Pemahaman tentang Fungsi Kuadrat Berdasarkan Teori Apos pada Siswa Kelas X Jurusan Permesinan SMK Negeri 2 Salatiga T1 202010089 BAB V

Perlu memperhatikan pembelajaran matematika yang lebih melibatkan pemahaman siswa berdasarkan teori APOS (Action, Process, Object, And Schema) dalam menemukan dan mengkonstruksi suatu konsep atau prinsip matematika, misalnya siswa dilibatkan secara aktif dalam menemukan rumus dan konsep dari suatu materi matematika, serta dapat mengaitkan materi-materi matematika yang telah diberikan kepada siswa sebelumnya untuk membantu siswa dalam memahami materi matematika selanjutnya.

2 Baca lebih lajut

Tata Laksana Acceptance And Commitment Therapy

Tata Laksana Acceptance And Commitment Therapy

Nilai adalah arah menuju mana seseorang bergerak dalam kehidupan dan merupakan panduan arah perilaku serta tujuan. Nilai berbeda dengan tujuan. Perbedaan utamanya adalah nilai itu tidak dapat dicapai. Nilai sepenuhnya hadir sejak awal perjalanan seseorang. Nilai merupakan sesuatu yang dilakukan atau kualitas yang sedang dilakukan, dan tidak akan pernah berakhir. Misalnya subjek ingin mejadi seseorang yang penuh kaish. Hal itu bukan berarti bahwa setelah subjek bisa mencintai seseorang dalam beberapa bulan maka akan selesai, seperti ketika subjek membangun rumah atau selesai setelah mendapat gelar sarjana. Cinta akan selalu ada dan selalu dilakukan, karena cinta itu adalah arah bukan benda atau objek. Sedangkan tujuan itu dapat dicapai, peristiwa yang diinginkan secara khusus, dan hal-hal tersebut bisa didapatkan atau tidak. Tujuan adalah kejadian, situasi, atau objek yang bisa dicapai secara konkret. Apabila tujuan tercapai, berarti seseorang telah lengkap.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

ORGANISASI INFORMASI pengideksan subjek, pengindeksan dan pengabstrakan.docx

ORGANISASI INFORMASI pengideksan subjek, pengindeksan dan pengabstrakan.docx

Perkuliahan Organisasi Informasi: Pengindeksan subyek, pengindeksan, pengabstrakan, dan thesaurus melalui 2 strategi utama yaitu: ekspository dan inquiry. Ekspository dilakukan dalam membahas materi-materi inti yang lebih bersifat teoritis, sedangkan inqury dilakukan untuk menkaji lebih dalam materi-materi yang bersifat aplikatif.

6 Baca lebih lajut

Gambaran Proses, Faktor Penyebab, Serta Tantangan Penganut Paham Ateisme

Gambaran Proses, Faktor Penyebab, Serta Tantangan Penganut Paham Ateisme

Ateis dikarakteristikkan dengan penolakkan atas kehadiran Tuhan. Penolakan terhadap Tuhan tidak terjadi begitu saja, berbagai macam faktor dapat mempengaruhi seseorang menjadi ragu terhadap kehadiran Tuhan dan pada akhirnya memilih jalan ateis. Seorang individu akan melewati berbagai proses atau tahapan menuju paham ateisme. Individu yang memilih paham ateisme akan memiliki hambatan jika berada dikelompok mayoritas beragama. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses seseorang menuju paham ateis, faktor apa saja yang menyebabkannya, dan tantangan yang dihadapi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang penganut paham ateisme dengan background agama Islam. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi penelitian studi kasus. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel theory-based. Hasil penelitian menunjukan, subjek melewati 5 tahapan proses seperti detachment, doubt, dissociation, transision, declarasion. Adapun faktor penyebabnya adalah perkembangan sains, intimidasi secara intelektual, dan kemunafikan, ketidakadilan, dan perilaku buruk orang beragama. seorang ateis akan mengalami kesulitan berada dilingkungan umum yang mayoritas beragama. Hasil penelitian ini tidak dimaksudkan untuk mengeneralisasi suatu populasi.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Analisis penggunaan sumber informasi dalam skripsi mahasiswa sekolah tinggi ilmu ekonomi bina bangsa serang-banten tahun 2009-2013

Analisis penggunaan sumber informasi dalam skripsi mahasiswa sekolah tinggi ilmu ekonomi bina bangsa serang-banten tahun 2009-2013

Direktori (buku Petunjuk) sama seperti katalog, namun yang didaftar dalam direktori adalah nama-nama orang atau lembaga berikut alamat masing-masing yang berkaitan dengan sesuatu atau sejumlah bidang ilmu. Dalam buku direktori ahli ekonomi Indonesia, misalnya dapat diketahui daftar alfabetis nama-nama pemakai ahli ekonomi Indonesia berikut alamat masing-masing sehingga pemakai buku tersebut dapat menghubungi langsung para ahli yang bersangkutan bila ingin mendapatkan informasi mengenai ekonomi yang belum termasuk dalam bahan-bahan pustaka. 29 Direktori menyajikan informasi mengenai orang, organisasi, atau dokumen yang ada pada sebuah periode ataupun bidang khusus. Direktori dibedakan menurut jenisnya sebagai berikut: Direktori buku yang tersedia dipasar, direktori buku yang akan terbit, direktori organisasi, direktori nama, Direktori proyek penelitian, direktori tesis dan disertasi, direktori kontrak. 30 Contoh: Directory of Special Libraries and Information Resource in Indonesia.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PENGUJIAN ANOMALI PROFITABILITAS MENGGUN. pdf

PENGUJIAN ANOMALI PROFITABILITAS MENGGUN. pdf

Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Cohen (2002) menjelaskan bahwa perusahaan dengan high profit memberikan average return yang lebih tinggi. Walaupun Fama dan French (2008) menjelaskan bahwa profitabilitas anomali itu hanya terdapat dalam kasus saham kecil. Artman, Finter dan Kempf (2011) menemukan average return yang meningkat adalah sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan portofolio profitabilitas di masa yang akan datang.

15 Baca lebih lajut

MENEMUKAN MASALAH DALAM pembelajaran menemukan PENELITIAN

MENEMUKAN MASALAH DALAM pembelajaran menemukan PENELITIAN

d. Masalah tidak boleh merepresentasikan masalah posisi moral dan etika. Memilih topik atau menetapkan permasalahan penelitian merupakan langkah paling awal dari keseluruhan kegiatan penelitian, Sehingga sebenarnya permasalahan penelitian dapat dicari pada semua aspek kehidupan baik yang menimpa pelaksana kesehatan maupun obyek dari pelaksana bidang kesehatan. Untuk dapat memberikan gambaran secara terstruktur tentang sumber masalah ini, dapat dijelaskan bahwa secara garis besar permasalahan penelitian dapat dicari dan dikaji melalui pengalaman pribadi, deduksi teori, penelitian sebelumnya, dengan analisis sistem dengan mempertimbangkan sebab akibat dari suatu masalah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Investigasi Proses Visualisasi Matematis: Studi Kasus Siswa Field- Independent Dalam Menyelesaikan Soal Non-Kontekstual

Investigasi Proses Visualisasi Matematis: Studi Kasus Siswa Field- Independent Dalam Menyelesaikan Soal Non-Kontekstual

Menurut   8 visualisasi merupakan suatu proses kognitif atau sebuah tindakan dimana seorang individu itu meningkatkan koneksi antara sebuah konstruk internal dan sesuatu yang mengakses melalui indra. Sebuah koneksi dapat dibuat dua arah. Sebuah tindakan visualisasi yang terdiri dari konstruksi mental dari objek atau proses, dimana seorang individu akan mengasosiasikan dengan objek atau peristiwa yang diterima olehnya secara eksternal. Alternatifnya, sebuah tindakan visualisasi mungkin terdiri dari konstruksi pada media eksternal seperti kertas, papan atau layar komputer, objek atau proses dimana individu itu mengidentifikasi dengan objek atau proses dalam pikirannya. Visualisasi juga didefinisikan sebagai proses mentransformasi informasi ke bentuk persepsi sehingga hasil yang dipaparkan tampak dengan menghubungkan data yang ada
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah - Representasi nasionalisme dalam film King - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah - Representasi nasionalisme dalam film King - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

dalam Wibowo (2009: hal 7) secara terminologis, semiotika dapat diidentifikasikan sebagai ilmu yang mempelajari sederatan luas objek- objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Pada dasarnya, analisis semiotika memang merupakan sebuah ikhtiar untuk merasakan sesuatu yang perlu ditanyakan lebih lanjut ketika membaca teks atau wacana tertentu. Analisisnya bersifat paradigmatic dalam artian berupaya menemukan makna termasuk hal-hal yang tersembunyi dalam teks.

12 Baca lebih lajut

T1 202010150 Full text

T1 202010150 Full text

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menggunakan konsep, prinsip, dan pemecahan masalah verbal pada materi SPLDV. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa SMA kelas XI tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes tertulis dan wawancara. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ketiga subjek mengalami kesulitan dalam konsep, satu subjek mengalami kesulitan belajar prinsip, dan dua subjek mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan verbal. Analisis kesulitan juga memberikan hasil bahwa terdapat subjek yang melakukan lebih dari satu tipe kesulitan dalam penyelesaian soal SPLDV. Kesulitan-kesulitan tersebut menunjukkan bahwa subjek masih harus diberikan penguatan konsep, prinsip dan pemecahan masalah verbal secara bertahap dan berulang dengan penjelasan, petunjuk, untuk meminimalisasi bahkan memperbaiki kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM IV INTERVIEW INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM IV INTERVIEW INDONESIA

Perilaku subjek yang muncul selama wawancara berlangsung yaitu pada awal nya wajah subjek terlihat bingung hal ini ditandai dengan pergerakan bola mata yang melihat sekeliling, seluruh isi ruangan.pada saat dimulai pertanyaan ekspresi wajahnya mulai berubah tampak lebih ceria dengan menjawab pertanyaan sedikit tertawa dan sering tersenyum ketika diajukan topik wawancara.ditengah-tengah wawancara subjek mulai bermain dengan tangannyya, dengan siku ditempel keduanya dimeja kemudian bermain-main dengan jari-jari tangan kirinya sering melakukan perubahan posisi kaki,dan menggerakkan pinggang ketika menjawab pertanyaan, menggeleng-gelengkan kepala. Pergerakan mata sering keatas ,kemudian kekanan dan juga kebawah setiap diajukan pertanyaan yang mendalam frekuuensi berkedip terlihat lebih jarang sesekali berhenti dan bola mata menatap keatas dengan tangan dikaitkan diatas meja. Pada akhir wawancara subjek terlihat lebih santai dan lebih sering tersenyum.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...