Top PDF Trik Mengatasi Masalah Manajerial Kepala Sekolah Memasuki Era Pkks Melalui Pendekatan “Colla-coop”di SMP Kabupaten Sintang

Trik Mengatasi Masalah Manajerial Kepala Sekolah Memasuki Era Pkks Melalui Pendekatan “Colla-coop”di SMP Kabupaten Sintang

Trik Mengatasi Masalah Manajerial Kepala Sekolah Memasuki Era Pkks Melalui Pendekatan “Colla-coop”di SMP Kabupaten Sintang

Abstrak: Penyusunan penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk membahas langkah- langkah yang telah dilakukan pengawas sekolah sebagai Pembina kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya, dengan pendekatanColla-Coop” sebagai trik untuk mengatasi masalah manajerial kepala sekolah memasuki era PKKS. Kepala Sekolah dituntut memiliki kompetensi manajerial dalam melaksanakan tupoksinya dalam memimpin sekolah, yang setiap tahun diukur dan dinilai dengan instrumen PKKS. Pengawas sekolah sebagai pembina memandang perlu melakukan pendampingan kepada kepala sekolah agar tupoksi manajerial dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah sebagai trik untuk mengatasi masalah tersebut, adalah sebagai berikut: 1) Pengarahan dan review tentang tupoksi dan kompetensi Kepala Sekolah sesuai standar; 2) Bedah instrumen PKKS; 3) Workshop berbagi tugas menyusun dokumen bukti fisik yang harus dilakukan kepala sekolah, 4) Pengumpulan hasil draf akhir dan disitribusi komulatif, dan 5) Review program masing-masing sekolah. Pelaksanan trik pendekatanColla-Coop” lancar, karena setiap kepala sekolah merasa kegiatan tersebut wajib dilakukannya dan hasil produk kegiatan merasa harus dimiliki. Kendala kecil terjadi berkaitan dengan kemampuan IT kepala sekolah, namun dapat diatasi dengan baik. Hasil akhir kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah ini adalah setiap kepala sekolah memiliki produk draf program sekolah dan wawasan tentang tugas manajerial seperti
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TRIK MENGATASI MASALAH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MEMASUKI ERA PKKS MELALUI PENDEKATAN COLLA-COOP DI SMP KABUPATEN SINTANG

TRIK MENGATASI MASALAH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MEMASUKI ERA PKKS MELALUI PENDEKATAN COLLA-COOP DI SMP KABUPATEN SINTANG

Abstract: This school action research aimed at discussing the steps that school supervisors have taken as principal coaches in implementing their tasks, with the "Colla- Coop" approach as a trick to overcome the principal managerial problems entering the PKKS era. The principal is required to have managerial competence in implementing his / her task and function in leading the school, which is annually measured and assessed by PKKS instrument. School supervisors as a coach, deem it is necessary to provide assistance to the principal for managerial duties so it can runs according to predetermined standards. Activities conducted by school supervisors as a trick to overcome the problem, are as follows: 1) Briefing and review of school principal's task, function and competence according to standard; 2) PKKS instrument review; 3) Doing workshops in order to share the task of preparing the physical evidence documents to be done by the principal, 4) Collection of final draft results and the cumulative distribution, and 5) Review of each school program. The implementation of the "Colla-Coop" approach trick ran well, because every principal thought that the activity is obligatory and the product of the activity feels it must be owned. Minor constraints occur with regard to the principal's IT skills, but it could be handled well. The final outcome of this school supervisor's activity was each principal has a draft program of school programs and insights on managerial duties such as the PKKS instrument demands, which should be further developed in each school, as well as building the character of responsibility and cooperation.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDEKATAN COLLA-COOP TRIK MENGATASI MASALAH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MEMASUKI ERA PKKS DI KEC. KARANGANYAR TAHUN 2014/2015

PENDEKATAN COLLA-COOP TRIK MENGATASI MASALAH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MEMASUKI ERA PKKS DI KEC. KARANGANYAR TAHUN 2014/2015

Penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah yang telah dilakukan pengawas sekolah sebagai Pembina kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya, dengan pendekatanColla-Coop” sebagai trik untuk mengatasi masalah manajerial kepala sekolah memasuki era PKKS. Kepala Sekolah dituntut memiliki kompetensi manajerial dalam melaksanakan tupoksinya dalam memimpin sekolah, yang setiap tahun diukur dan dinilai dengan instrumen PKKS. Tupoksi kepala sekolah dalam Permendiknas nomor 28 tahun 2010 tentang Guru yang diberi tugas tambahan, meliputi: 1) Merencanakan Program sekolah; 2) Melaksanakan Rencana Kerja sekolah; 3) Melaksanakan pengawasan dan evaluasi; 4) Menjalankan kepemimpinan sekolah; dan 5) Menerapkan sistem informasi sekolah. Standar kompetensi kepala sekolah dalam Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah, melipiti 5 Kompetensi: Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, dan Sosial. Berdasarkan regulasi permendikbud di atas, dalam instrumen PKKS dijabarkan menjadi 6 dimensi kompetensi: 1) Kepribadian dan Sosial; 2) Kepemimpinan Pembelajaran; 3) Pengembangan Sekolah; 4) Manajemen Sumber Daya; 5) Kewirausahaan; dan 6) Supervisi Pembelajaran. Hasil PKKS pada tahun pertama (2013/2014) perlu ditingkatkan hasilnya, dengan indikator belum terpenuhinya bukti fisik yang dituntut harus ada saat penilaian. Pengawas sekolah sebagai pembina memandang perlu melakukan pendampingan kepada kepala sekolah agar tupoksi manajerial dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah sebagai trik untuk mengatasi masalah tersebut, adalah sebagai berikut: 1) Pengarahan dan review tentang tupoksi dan kompetensi Kepala Sekolah sesuai standar; 2) Bedah instrumen PKKS; 3) Workshop berbagi tugas menyusun dokumen bukti fisik yang harus dilakukan kepala sekolah, yang dilaksanakan bertahap dengan tahapan penyusunan draf, presentasi, revisi dan finalisasi yang dilakukan berdaur ulang; 4) Pengumpulan hasil draf akhir dan disitribusi komulatif, dan 5) Review program masing-masing sekolah. Pelaksanan trik pendekatanColla-Coop” lancar, karena setiap kepala sekolah merasa kegiatan tersebut wajib dilakukannya dan hasil produk kegiatan merasa harus dimiliki. Kendala kecil terjadi berkaitan dengan kemampauan IT kepala sekolah, namun dapat diatasi dengan baik. Hasil akhir kegiatan yang dilakukan pengawas sekolah ini adalah setiap kepala sekolah memiliki produk draf program sekolah dan wawasan tentang tugas manajerial seperti tuntutan instrumen PKKS, yang harus dikembangkan lebih lanjut di sekolah masing-masing, serta terbangun karakter tanggung jawab dan kerjasama.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pendekatan “colla-coop” Trik Mengatasi Masalah Manajerial Kepala Sekolah Memasuki Era Pkks Di Kec. Karanganyar Tahun 2014/2015

Pendekatan “colla-coop” Trik Mengatasi Masalah Manajerial Kepala Sekolah Memasuki Era Pkks Di Kec. Karanganyar Tahun 2014/2015

Trik pendekatanColla-Coop ” untuk meningkat kompetensi manajerial kepala sekola h memasuki era PKKS. PendekatanColla- Coop ” adalah pendekatan collaboratif dan cooperatif, yaitu pendekatan pembimbingan dan pendampingan kepala sekolah yang berbasis kolaborasi dan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan masalah dan untuk mencapai tujuan bersama. Karena kompleknya komponen manajerial yang dikelola kepala sekolah, kolaborasi dan kerja sama antar sesama kepala sekolah sangat diperlukan. Kebersamaam dalam memecahakan masalah dan pekerjaan, akan membuat pekerjaan yang banyak dan berat akan terasa ringan dengan tidak mengesampingkan kualitasanya. Kolaborasi dan kerjasama antar kepala sekolah dilakukan melalui kegiatan kolektif dalam forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3)S.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN    KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Situs SMP Negeri 3 Polanharjo Klaten).

KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Situs SMP Negeri 3 Polanharjo Klaten).

Komunikasi horisontal kepala sekolah merupakan komunikasi sesame kepala sekolah dalam mengupayakan penjaminan mutu / kualitas pendidikan meru[akan suatu kesesuaian / kecocokan antara barang adan jasa dengan standar yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan sehingga terciptanya kepuasan pelanggan. Sekolah berusaha melakukan penjaminan mutu pendidikan berorientasi pada konsumen, ada penekanan pada disain dan proses manajemen kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh organisasi memperhatikan keluhan dari konsumen sehingga terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Profil Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era

Profil Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era

20. Mengakui kesalahan dan beradaptasi untuk berubah. Asumsi yang mendasarinya adalah manajer (pemimpin) pendidikan adalah manusia, yang tidak luput dari kesalahan. Jika melakukan suatu kesalahan, seorang manajer (pemimpin) pendidikan harus memiliki keberanian untuk mengakui kesalahannya tanpa harus mengorbankan pihak lain atau mencari kambing hitam. Lakukan evaluasi dan perbaikilah kesalahan pada masa-masa yang akan datang. Jika memang kesalahan yang dilakukannya sangat fatal, baik secara moral, sosial, maupun yuridis atau justru dia terlalu sering melakukan kesalahan mungkin yang terbaik adalah adanya kesadaran diri bahwa sesungguhnya dia tidak cocok dengan tugas dan pekerjaan yang diembannnya, dan itulah pilihan yang terbaik bagi dirinya dan organisasi. Dengan memiliki kedua puluh sikap kepemimpinan yang telah diuraikan di atas maka kepala seko lah diharapkan mampu memimpin partner kerjanya ke arah yang lebih baik dan pada akhirnya tentunya diharapkan mutu pendidikan di negeri tercinta ini semakin lama akan semakin membaik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Upaya Membantu Guru Mengatasi Kesulitan Mengajar di SMP

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Upaya Membantu Guru Mengatasi Kesulitan Mengajar di SMP

Adapun simpulan khusus dari penelitian ini Pertama, aspek-aspek supervisi pendidikan diantaranya perencanaan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, pengelolan kegiatan pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik, penilaian kemajuan siswa, memberikan umpan balik yang bermakna, membuat dan meng- gunakan media pembelajaran, pemanfaatan lingkungan sebagai media sumber pembelajaran, pembimbingan dan pelayanan terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama yang prestasi belajarnya rendah, mengelola kelas sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondunsif, menyusun dan mengelola catatan kemajuan belajar siswa sudah sebagian besar dilakukan oleh para guru yang disupervisi oleh kepala sekolah di SMPN 1 Bengkulu Selatan. Aspek supervisi akademik mengenai pembim- bingan dan pelayanan terhadap siswa dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah (BK) dapat juga dibantu oleh guru-guru senior yang ditugaskan untuk itu.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

CARA MENGATASI MASALAH PADA SISWA SMP YANG  Cara Mengatasi Masalah Pada Siswa Smp Yang Terindikasi Emotional Problem.

CARA MENGATASI MASALAH PADA SISWA SMP YANG Cara Mengatasi Masalah Pada Siswa Smp Yang Terindikasi Emotional Problem.

Alhamdulillah, segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkah rahmat dan hidayahNya, memberikan kekuatan, kesabaran dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Cara Mengatasi Masalah pada Siswa SMP yang terindikasi Emotional Problem dapat selesai dengan lancar.

17 Baca lebih lajut

Materi penguatan dan manajerial kepala sekolah

Materi penguatan dan manajerial kepala sekolah

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL GURU Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17 Permenneg PAN & RB No.16/2009, pasal 17 Guru Penata Muda, IIIa Penata Muda Tingkat I, IIIb Penata, IIIc Pe[r]

32 Baca lebih lajut

Trik Jitu Untuk Mengatasi Sanbox Atau De

Trik Jitu Untuk Mengatasi Sanbox Atau De

Adakah batasan jumlah backlink yang aman dalam sehari ? Sebenarnya tidak ada teori yang jelas mengenai hal ini. Kalau backlink dilakukan secara manual dan sendiri tidak jadi masalah, karena ada kemampuan terbatas dari seseorang untuk melakukan backlink dalam sehari. Yang jadi masalah adalah jika backlink dilakukan menggunakan BOT atau Automatic Software SEO, seperti Nohand Seo, GSA SER, Scrapebox,

2 Baca lebih lajut

Kompetensi Manajerial KEPALA SEKOLAH. pdf

Kompetensi Manajerial KEPALA SEKOLAH. pdf

Mengacu pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 bahwa Kompetensi Kepala Sekolah ada 5 macam, antara lain: (1) Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepala sekolah dalam menampilkan dirinya atau performance diri sebagai pribadi yang bertanggungjawab, kreatif, memiliki motivasi, (2) Kompetensi sosial adalah kemampuan kepala sekolah dalam membina hubungan dengan berbagai pihak serta aktif dalam kegiatan organisasi profesi. (3) Kompetensi Supervisi Akademik adalah kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik yakni menilai dan membina guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa. (4) Kompetensi Kewirausahaan adalah kemampuan untuk mengembangkan kepentingan pendidikan di satuan pendidikan yang bersifat sosial (inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan) bukan untuk kepentingan komersial. (5 ) Kompetensi Manajerial adalah Kemampuan mengendalikan seluruh sumber daya dalam satuan pendidikan untuk mencapai visi, dan misi, serta tujuan satuan pendidikan.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH JIL

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH JIL

Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert Baden Powell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk anak-anak Inggris, dengan tujuan agar menjadi manusia Inggris, warga Inggris dan anggota masyarakat Inggris yang baik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan kerajaaan Inggris Raya ketika itu. Beliau menulis “Scouting for Boys” sebuah buku yang berisi pengalaman di alam terbuka bersama pramuka dan latihan-latihan yang diperlukan Pramuka.Gagasan Boden Powell dinilai cemerlang dan sangat menarik sehingga banyak negara-negara lain mendirikan kepanduan. Diantaranya di negeri Belanda dengan nama Padvinder atau Padvinderij. Gagasan kepanduan dibawa oleh orang Belanda ke Indonesia yang pada masa itu merupakan daerah jajahan Hindia Belanda (Nederlands Oost Indie) , dengan mendirikan Nederland Indischie Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-pandu Hindia-Belanda.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

POLA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH STANDAR NASIONAL (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 JEPARA).

POLA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH STANDAR NASIONAL (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 JEPARA).

Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memilki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang berbasis potensi sumberdaya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan otonomi serta pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan (BSNP, 2006: 1)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Evaluasi Program Manajerial Kepala Sekolah

Evaluasi Program Manajerial Kepala Sekolah

Keberhasilan Kepala Sekolah dalam mengelola sekolahnya tidak terlepas dari kemampuan Kepala Sekolah sebagai pemimpin dalam melaksanakan peran serta fungsi manajerial di lembaga yang dipimpinnya. Maka dari itu seorang Kepala Sekolah dituntut memiliki kecakapan serta kesiapan dalam mengelola sekolah. Kecakapan dan kesiapan yang dimaksud adalah kemampuan manajerial sebagaimana diatur dalam Permendiknas No 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Dengan kemampuan manajerial yang baik diharapkan setiap Kepala Sekolah mampu meningkatkan kualitas serta menjadi pendorong dan penegak disiplin bagi para guru agar mereka mampu menunjukkan profesionalisme dan produktivitas kinerja secara maksimal. Dengan perkataan lain, keberhasilan sekolah memerlukan adanya kepemimpinan Kepala Sekolah yang berkualitas. Hal itu diharapkan akan terwujud manakala Kepala Sekolah menguasai 3 (tiga) kemampuan dasar yaitu 1) kemampuan konseptual (conceptual skills), 2) kemampuan kemanusiaan (human skills) dan 3) kemampuan teknis (technical skills) (Wahjosumidjo, 2013: 349).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah

instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah

INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH NO PERNYATAAN SKALA PENILAIAN TP P JR SR SL Kepala Sekolah : 1 Melibatkan Guru dalam penyusunan program jangka panjang Seko[r]

2 Baca lebih lajut

Materi penguatan dan manajerial kepala sekolah

Materi penguatan dan manajerial kepala sekolah

PENGUATAN MATERI • PENYUSUSNAN PROGRAM DAN RENCANA KEGIATAN MODEL AKTULAISASI KEPRAMUKAAN BERANGKAT DARI ANALSIS KOMPETENSI MAPEL • MODEL AKTUALISASI DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PROYEK[r]

18 Baca lebih lajut

Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh

Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh

Penyusunan program dalam meningkatkan kinerja personil sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh dimulai dengan penyusunan panitia pelaksana kegiatan yang selalu dibuat pada awal tahun pelajaran, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah. Kepala mengungkapkan keinginan sekolah menjadi lembaga pendidikan yang menyiapkan tamatan yang terampil dan berkualitas SDM, berakhlak mulia, berwawasan lingkungan dan bertaraf nasional.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN PRODUKTIVITAS SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA.

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN PRODUKTIVITAS SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA.

Menurut Sugiyono (2007: 117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sukardi (2007: 53) menambahkan bahwasanya populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam suatu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. Ia juga menambahkan bahwa populasi dapat berupa: guru, siswa, kurikulum, fasilitas, lembaga sekolah, hubungan sekolah dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS TERHADAP KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA.

PENGARUH SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS TERHADAP KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, identifikasi terhadap masalah yang dipaparkan yakni sistem politik yang tidak stabil menyebabkan ketidakpastian dalam alokasi anggaran belanja untuk pendidikan, rendahnya sikap mental kepala sekolah dalam hal disiplin dan motivasi kerja, minimnya partisipasi kepala sekolah dalam kegiatan pembinaan di KKKS yang menyebabkan sempitnya wawasan yang dimiliki, pengangkatan kepala sekolah yang belum transparan, dan perilaku kepemimpinan yang tidak transparan berujung pada menurunnya rasa memiliki dari stakholder sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu akibat pada salah satu penilaian kepala sekolah melalui Uji Kompetensi kepala sekolah yang belum mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam kondisi ideal kepala sekolah dituntut memiliki kelima dimensi kompetensi yakni dimensi kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kemampuan manajerial seorang kepala sekolah amat menentukan, karena dengan kemampuan yang dimilikinya dapat menggambarkan kearah mana tujuan sekolah akan dibangun.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH, PARTISIPASI MASYARAKAT, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI DI KABUPATEN ASAHAN.

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH, PARTISIPASI MASYARAKAT, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI DI KABUPATEN ASAHAN.

Masyarakat menggantungkan harapannya terhadap kualitas pelayanan pendidikan disekolah. Pelayanan tersebut mencakup mutu sekolah yang diharapkan memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan di masa depan. Semua itu berawal dari kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. SMP sebagai pendidikan dasar menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter anak. Namun kenyataannya masih tinggi kesenjangan yang terjadi, diantaranya SDM yang ada disekolah masih rendah. Menurut Luddin (2005: 130), sekolah-sekolah juga telah kehilangan fokus tentang fungsinya. Hasil penelitian BPKP dalam Darwin (2011: 7) mengungkapkan bahwa telah terjadi ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan ditingkat sekolah.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects