Top PDF Mengenal Konsep-Konsep Anak Berkebutuhan Khusus dalam PAUD

Mengenal Konsep-Konsep Anak Berkebutuhan Khusus dalam PAUD

Mengenal Konsep-Konsep Anak Berkebutuhan Khusus dalam PAUD

Pengertian anak berkebutuhan khusus memiliki arti yang lebih luas apabila dibandingkan dengan pengertian anak luar biasa. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam pendidikannya memer-lukan pelayanan yang spesifik dan berbeda dengan anak pada umumnya ( Depdiknas, 2007 ). Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidak mampuan mental, emosi dan fisik. Yang termasuk anak berkebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrhita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa, anak cacat dan juga anak cerdas istimewa dan akat istimewa. Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak secara siqnifikan mengetahui keluhan/ penyimpangan (fisik, mental, intelektual social dan emisional), dalam proses tumbuh kembang dibandingkan dengan anak-anak lain yang sesuai sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Dengan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan anak-anak secara umum atau anak-anak seusiannya. Anak yang dikatakan berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya. 6
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penanganan dini anak berkebutuhan khusus

Penanganan dini anak berkebutuhan khusus

Anak berkebutuhan khusus (selanjutnya ABK) adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik, pertumbuhan atau perkembangan dibandingkan dengan anak-anak lain. Karena itulah mereka memerlukan perhatian, pelayanan dan penangananan secara khusus. Oleh karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, maka ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk ABK antara lain: tuna netra, tunarunguwicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autisme, kesulitan belajar, gangguan perilaku, anak berbakat, hiperaktif, ADHD, dan indigo. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Sekecil apapun anak berkebutuhan khusus masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Hal ini karena, pada dasarnya setiap anak mempunyai keunikan tersendiri, dan bahkan banyak di antara mereka memiliki prestasi yang tidak kalah dengan anak-anak yang lain. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar. Seperti dalam UU SPN, warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus (UUSPN, pasal 5 ayat 2). Untuk itu kita wajib memberi kesempatan kepada mereka untuk memperoleh kesempatan belajar. Mereka harus kita beri kesempatan seluas-luasnya agar dapat mandiri sesuai dengan kondisinya masing-masing, khususnya bagi mereka yang mengikuti program pendidikan di Pos PAUD.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIRDASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

TUGAS AKHIRDASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

Galeri merupakan wadah untuk mengapresiasikan karya seseorang dan menampung hasil karya-karya para seniman dan tempat interaksi antara seniman dan karyanya dengan masyarkat. Umumnya galeri untuk seseorang dengan kondisi normal pada galeri yang dirancang kali ini dengan standar aksesibelitas Anak Berkebutuhan Khusus dengan mengusung tema Acsesibel to all untuk itu Bangunan galeri ini dirancang sebaik mungkin dan memiliki rasa nyaman, aman untuk penggunanya serta benda-benda seni yang berada didalamnya. Peran Galeri Kesenian Untuk Anak berkebutuhan khusus adalah memberi wadah untuk anak berkebutuhan khusus agar lebih berkreasi. Sasaran Merancang Galeri Kesenian sebagai Wadah atau Fasilitas untuk Anak Berkebutuhan Khusus supaya dapat mengekspresikan bakat yang sesuai dengan standar aksesibilitas dan kenyamanan dengan konsep Arsitektur modern di Surakarta,
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Guru Paud Dalam Menyusun Program Pembelajaran Individual Anak Berkebutuhan Khusus Di PAUD Permata Bunda

Peningkatan Keterampilan Guru Paud Dalam Menyusun Program Pembelajaran Individual Anak Berkebutuhan Khusus Di PAUD Permata Bunda

Pada Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini banyak terdapat anak berkebutuhan khusus antara lain anak yang memiliki hambatan perilaku, cerdas istimewa dan bakat istimewa dan anak autis. Permasalahan yang terjadi banyak guru PAUD yang belum mengetahui tentang penyusunan program pembelajaran individual. Maka dari itu guru memerlukan pelatihan dalam melakukan penyusunan program pembelajaran individual.

6 Baca lebih lajut

Studi Deskripsi : Perekonomian Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Terhadap Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Studi Deskripsi : Perekonomian Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Terhadap Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

wajib untuk memenuhi hak-hak anaknya yang berkebutuhan khusus. Menurut Heward (2003) dalam(Vani et al., 2015) menyatakan bahwa efektivitas berbagai program penanganan arti efektivitas sendiri adalah suatu pencapaian tujuan yang diambil secara tepat dan akurat, dalam arti sebagai orangtua harus memiliki suatu pencapaian tujuan secara tepat dalam penanganan bagi anaknya yang berkebutuhan khusus, orangtua memberikan penanganan secara tepat seperti pelayanan pendidikan yang maksimal bagi anak berkebutuhan khusus dan peningkatan kemampuan hidup anak berkebutuhan khusus akan sangat ditentukan oleh peran serta dan dukungan penuh dari orangtua sebab orangtua adalah pihak yang mengenal dan memahami berbagai aspek dalam diri seseorang dengan jauh lebih baik daripada orang-orang yang lain. Hak-hak anak berkebutuhan khusus diantara lain adalah mendapatkan pendidikan yang layak bagi mereka selain pendidikan ABK juga berhak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orangtua. Untuk mengukur pengaruh faktor ekonomi orang tua terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus maka penelitian ini difokuskan pada pengaruh ekonomi orangtua menegah kebawah terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dengan subyek 15 orangtua ABK di SLB Tunas Harapan IV Sumobito. Hasil angket dan wawancara kepada orangtua dengan menggunakan 5 indikator mengenai pengaruh ekonomi orangtua terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus dapat di deskripsikan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

View of IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH PAUD KABUPATEN JEMBER

View of IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH PAUD KABUPATEN JEMBER

keilmuan mereka tentang anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya, pada penerimaan siswa baru, guru sudah melakukan identifikasi anak berkebutuhan khusus tapi hanya berdasarkan informasi orang tua. Guru tidak melakukan identifikasi tambahan pasca anak masuk sekolah. Hal yang demikian ini mengakibatkan banyaknya permasalahan yang kemudian timbul di sekolah. Dari permasalahan tersebut beberapa guru mengaku kebingungan tentang cara mengatasi permasalahan yang dihadapi. Kondisi orang tua yang tidak selalu bekerja sama dengan baik dan kurang komunikatif menjadikan guru kebingungan dalam mencari solusi untuk perkembangan anak yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kesadaran dan Pengetahuan untuk Penanganan Awal Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga PAUD Pesanggrahan Jakarta

Kesadaran dan Pengetahuan untuk Penanganan Awal Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga PAUD Pesanggrahan Jakarta

Saat ini, jumlah ABK di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan hasil survey BPS pada tahun 2005, diperkirakan dari 22,8 juta penduduk dengan rentang usia 5-14 tahun, 4,2 juta atau 10 persen diantaranya merupakan anak berkebutuhan khusus. Angka tersebut diyakini Kepala BKKBN Dr Fasli Jalal sudah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir ini, mengingat makin mudahnya kita menemukan anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang baik secara fisik, intelektual, emosi maupun sosial ditengah masyarakat ( http://poskotanews.com/2013/07/19/jumlah- anak-berkebutuhan-khusus-meningkat/ ). Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah lembaga yang memiliki arti penting bagi anak usia dini, termasuk ABK. Di dalam PAUD, para ABK memerlukan penanganan khusus sehingga dapat sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki (Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (Orang tua, Keluarga, dan Masyarakat), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jakarta, 2013). Di sisi lain, berdasarkan NSPK Juknis Penyelenggaraan Pos PAUD dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) jelas tercantum bahwa penyelenggara Program PAUD harus menerapkan sejumlah prinsip PAUD, a.l berorientasi pada kebutuhan si anak, sesuai dengan perkembangan anak dan sesuai dengan keunikan tiap individu. Dengan demikian, seharusnya saat di PAUD, AUD yang merupakan ABK perlu penanganan khusus dari pendidik PAUD.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MENGENAL  KONSEP-KONSEP SEDERHANA MELALUI BERMAIN TEBAK-TEBAKAN  Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Mengenal Konsep-Konsep Sederhana Melalui Bermain Tebak-Tebakan Pada Anak Kelompok B Di TK Pertiwi 2 Sido

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MENGENAL KONSEP-KONSEP SEDERHANA MELALUI BERMAIN TEBAK-TEBAKAN Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Mengenal Konsep-Konsep Sederhana Melalui Bermain Tebak-Tebakan Pada Anak Kelompok B Di TK Pertiwi 2 Sido

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat selesai. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

15 Baca lebih lajut

Pengertian anak berkebutuhan khusus menu

Pengertian anak berkebutuhan khusus menu

Konsep anak berkebutuhan khusus (children with special needs) memiliki makna dan spektrum yang lebih luas dibandingkan dengan konsep anak luar biasa (exceptional children). Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang secara pendidikan memerlukan layanan yang spesifik yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus ini memiliki apa yang disebut dengan hambatan belajar dan hambatan perkembangan (barier to learning and

4 Baca lebih lajut

Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Selama itu anak-anak yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel) disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara tidak disadari sistem pendidikan SLB telah membangun tembok eksklusifisme bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Tembok eksklusifisme tersebut selama ini tidak disadari telah menghambat proses saling mengenal antara anak-anak difabel dengan anak-anak non-difabel. Akibatnya dalam interaksi sosial di masyarakat kelompok difabel menjadi komunitas yang teralienasi dari dinamika sosial di masyarakat. Masyarakat menjadi tidak akrab dengan kehidupan kelompok difabel. Sementara kelompok difabel sendiri merasa keberadaannya bukan menjadi bagian yang integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Silabus PENDIDiKAN  ANAK  BERKEBUTUHAN  KHUSUS

Silabus PENDIDiKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

mahasiswa dapat mencapai kompetensi 1) Hakekat anak berkebutuhan khusus, 2) Hakekat layanan bagi anak bekebutuhan khusus, 3) Hak-hak yang dimiliki anak berkebutuhan khusus, 4) Konsep layanan anak berkebutuhan khusus,5) Karakteristik anak berkebutuhan kusus, 6) Layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus, 7) Layanan peididikan anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar.

2 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ipi274656

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ipi274656

Keterbatasan (disability) mengacu pada terbatasnya fungsi seseorang sehingga meng- halangi kemampuan individu tersebut. Cacat (handicap) adalah suatu kondisi yang dibebankan pada seseorang yang memiliki keterbatasan. Kondisi ini dapat dibebankan oleh masyarakat, lingkungan fisik, atau sikap orang itu sendiri. 9 Penjelasan yang serupa juga diutarakan oleh David Smith tentang perbedaan konsep antara istilah disability dan handicap. Diasability adalah keadaan actual, fisik, mental dan emosi. Misalnya orang yang buta atau tuli, mereka memiliki disability, ketidak- mampuan, yaitu orang tersebut tidak dapat mendengar atau melihat. Handicap adalah keter- batasan yang terjadi pada individu oleh karena disability. Keterbatasan ini seringkali lebih disebabkan oleh sikap dan anggapan disbanding kebutuhan yang objektif. Misalnya, wanita yang tunarungu mungkin akan lebih sulit untuk hidup dan bekerja di masyarakat dikarenakan prasangka dari orang lain daripada disebabkan oleh ketidak- mampuan untuk mendengar. 10
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Khususnya Anak Berkebutuhan Khusus

Khususnya Anak Berkebutuhan Khusus

Catatan 30 November 07 Ketika dikeluhi teman se- sama orang tua anak au- tistik, istri saya dengan percaya diri memberi na- sehat: "jangan teralu disi- bukkan dengan menor- malkan anak-anak kita, coba kenali potensi yang ada pada mereka dan be- rikan fasilitas untuk me- nguatkan potensi itu." Kami sendiri kadang juga panik. Sampai sekarang saya dan istri saya masih meraba-raba Ahmad Isa kelak akan menjadi seperti apa. Satu fase besar telah terlampoui. Sampai usia 6 tahun, Ahmad Isa masih buang air di celana. Me- masuki usia ke 7 dia su- dah mengenal baik fungsi WC. Kesadaran fungsi speech sebagai media ko- munikasi semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

 PENDAHULUAN  Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

PENDAHULUAN Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

Pentingnya sarana kesenian untuk Anak Berkebutuhan Khusus ialah membantu atau sebagai penunjang terlaksananya pendidikan yang ada di Indonesia yang sebagaimana pendidikan itu penting untuk meningkatkan perkembangan dan perwujudan diri individu terutama untuk pembangunan bangsa dan negara. Tujuan utama pendidikan menyedikan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal sehingga dia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai kebutuhan pribadinya dan masyarakat. Perkembangan kwalitas sumber daya Manusia terletak pada penemuan perkembangan bakat bakat kreatifitas yang perlu dikenali dan dirangsang sejak dini karena setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk itu mereka membutuhkan pendidikan berbeda beda pula. Jenis Kesenian yang ada di Surakarta berbagai macam mulai dari kesenian tradisional rakyat yang lebih bebas bentuknya, diantaranya
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MENGENAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS | Abdullah | MAGISTRA 388 729 1 SM

MENGENAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS | Abdullah | MAGISTRA 388 729 1 SM

Anak kelainan dalam aspek mental adalah anak yang memiliki penyimpangan kemampuan berpikir secara kritis, logis dalam menanggapi dunia sekitarnya. Kelainan pada aspek mental ini dapat menyebar ke dua arah, yaitu kelainan mental dalam arti lebih (supernormal) dan kelainan mental dalam arti kurang (subnormal). Kelainan mental dalam arti lebih atau anak unggul, menurut tingkatannya dikelompokkan menjadi: (a) anak mampu belajar dengan cepat (rapid learner), (b) anak berbakat (gifted), dan (c) anak genius (extremely gifted). Karakteristik anak yang termasuk dalam kategori mampu belajar dengan cepat jika hasil kecerdasan menunjukkan, bahwa indeks kecerdasannya yang bersangkutan berada pada rentang 110-120, anak berbakat jika indeks kecerdsannya berada pada rentang 120-140, dan anak sangat berbakat atau genius jika indeks kecerdasannya berada pada rentang di atas 140.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASIGALERI KESENIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

NASKAH PUBLIKASIGALERI KESENIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Galeri Kesenian Anak Berkebutuhan Khusus TUNDAKAURU di Surakarta(Dengan Konsep Arsitektur Modern ).

Pentingnya sarana kesenian untuk Anak Berkebutuhan Khusus ialah membantu atau sebagai penunjang terlaksananya pendidikan yang ada di Indonesia yang sebagaimana pendidikan itu penting untuk meningkatkan perkembangan dan perwujudan diri individu terutama untuk pembangunan bangsa dan negara. Tujuan utama pendidikan menyedikan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal sehingga dia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai kebutuhan pribadinya dan masyarakat. Perkembangan kwalitas sumber daya Manusia terletak pada penemuan perkembangan bakat bakat kreatifitas yang perlu dikenali dan dirangsang sejak dini karena setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk itu mereka membutuhkan pendidikan berbeda beda pula.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Penerapan Konsep A.B.L.E. Pada Ruang Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Cerebral Palsy

Penerapan Konsep A.B.L.E. Pada Ruang Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Cerebral Palsy

aksesibilitas, maka dari itu ergonomi yang digunakan harus tepat untuk membuat anak aman dan nyaman menggunakannya. Dalam mendesain sebuah ramp harus diperhatikan beberapa elemen, mulai dari handrail yakni pegangan yang ada di samping kanan kiri, hingga kemiringannya. Perlu diketahui bahwa kemiriangan dari ramp tidak boleh lebih dari tujuh derajat. Dan juga setiap 900 cm atau 9 meter dari panjang ramp tersebut perlu adanya tempat untuk istirahat (Kusuma & Budiono, 2014). Bahan pegangan tangan harus terbuat dari bahan yang tahan api, mudah dibersihkan dan memiliki lapisan permukaan yang bersifat non-porosif (tidak mengandung poripori). Selain ergonomi, antropometri juga penting diperhatikan. Astuti (2019) menyebutkan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTAR KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MAHASISWA PG-PAUD STKIP CITRA BAKTI NGADA, KECAMATAN GOLEWA, KABUPATEN NGADA

HUBUNGAN ANTAR KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MAHASISWA PG-PAUD STKIP CITRA BAKTI NGADA, KECAMATAN GOLEWA, KABUPATEN NGADA

Menurut Erikson (Danim, 2013: 66), tugas perkembangan masa kanak-kanak menengah adalah untuk mencapai industri (industry) atau perasaan kompeten secara sosial. Kompetisi (atletik, aktivitas keberanian) dan penyesuaian sosial (mencoba untuk membuat dan menjaga teman-teman) menandai tahap perkembangan ini. Anak yang berhasil mengembangkan industri akan membantunya membangun rasa percaya diri (self – esteem) atau sikap evaluatif terhadap diri sendiri yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri yang diperlukan untuk membentuk hubungan sosial yang efektif dan abadi. Kebanyakan anak laki-laki dan perempuan mengembangkan rasa percaya diri yang positif, seperti dalam hal pemahaman, pemaknaan dan pengendalian diri ditengah-tengah masa kanak- kanak mereka.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

03. Parenting Anak Berkebutuhan Khusus

03. Parenting Anak Berkebutuhan Khusus

Pertama-tama tentunya ibu dan ayah harus tahu tentang pola perkembangan anak. Selanjutnya, dengan dibantu oleh guru dan pegawai kesehatan, orangtua memantau perkembangan anak melalui DDTK pada kartu KMS ataukartu DDTK. Dengan begitu, ibu dan ayah akan tahu, apakah perkembangan anaknya sudah sesuai atau belum. Jika sudah diketahui bahwa anak didiagnosis dengan kebutuhan khusus tertentu, maka perbanyak pengetahuan dan informasi tentang gangguan atau penyakit yang diderita oleh anak. Dengan demikian ibu dan ayah bisa memperlakukan anak secara lebih tepat, karena orangtua adalah orang yang paling mengetahui karakteristik dan kondisi anak. Juga, perbanyak diskusi dengan ahlinya tentang pengetahuan dan informasi yang didapatkan orangtua untuk kepentingan si anak secara proporsional (seimbang).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS   RETARDASI MEN

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS RETARDASI MEN

Wajar bagi anak tunagrahita dalam tingkah lakunya sering menampilkan tingkah laku nakal. Dengan kata lain bahwa anak-anak ini berpotensi untuk mengganggu ketenangan lingkungannya, terhadap benda-benda ataupun manusia di sekitarnya, apalagi mereka yang hiperaktif. Sebenarnya sebagian dari mereka cenderung suka berdiam diri dan menjauhkan diri dari keramaian sehingga hal ini dapat berakibat fatal bagi dirinya, karena dapat saja terjadi bunuh diri. Untuk mengimbangi kondisi ini sangat perlu imbangan kegiatan dalam waaktu luang, sehinggaa mereka dapat terjauhkan dari kondisi yang berbahaya, dan pula tidak sampai mengganggu ketenangan masyarakat maupun keluarga sendiri.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...