Top PDF MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED.

Pendekatan open-endedmemberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk menggunakan berbagai kompetensi yang dimilikinya dalam memecahkan masalah. Yuniawati (Alhadad, 2010: 6) mengemukakan bahwa “pendekatan open- endedmerupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu siswa melakukan problem solving secara kreatif dan menghargai keragaman berpikir yang mungkin timbul selama proses problem solving ”. Pendekatan ini juga memungkinkan siswa untuk menggunakan semua aspek kecerdasan termasuk mengekspresikan gagasan yang dimilikinya. Dengan demikian kemampuan berkomunikasi matematis siswa memiliki banyak peluang untuk berkembang.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1200315 Title

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1200315 Title

Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Oleh Sarah Fauzia Sebuah skripsi yang diajukan u[r]

3 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED - repository UPI T MTK 1204653 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED - repository UPI T MTK 1204653 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED Oleh TUTI HERNAWATI S.Pd UNSIL, 1996 Se[r]

3 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED.

Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Salah satu tujuan Undang-Undang di atas adalah menciptakan siswa yang mandiri, kreatif dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka diperlukan suatu pembelajaran yang menumbuhkan proses berpikir anak yang kreatif, logis, dan self-esteem yang tinggi. Menurut Sumarmo (2007) “ pendidikan matematika pada hakikatnya memiliki dua arah pengembangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa akan datang” . Kebutuhan masa kini, pembelajaran matematika mengarah kepada pemahaman matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Kebutuhan di masa yang akan datang mempunyai arti lebih luas yaitu memberikan kemampuan nalar yang logis, sistematis, kritis dan cermat serta berpikir obyektif dan terbuka yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari serta menghadapi masa depan yang selalu berubah. Dengan demikian pembelajaran matematika hendaknya mengembangkan proses dan keterampilan berpikir siswa.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

t mtk 1005028 table of content

t mtk 1005028 table of content

Usep Kosasih, 2012 Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Komunikasi Matematis Siswa Smp Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Open-Ended Universitas Pendidikan Indonesia | repo[r]

3 Baca lebih lajut

S MAT 1103667 Bibliography

S MAT 1103667 Bibliography

Rosita, N.T. (2013). Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Open-Ended Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa (Studi Kuasi-Eksperimen Pada Salah Satu SMP Negeri Di Kabupaten Bandung) . Sigma didaktika, VOL I NO II. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

4 Baca lebih lajut

S MAT 1200315 Bibliography

S MAT 1200315 Bibliography

58 Sarah Fauzia, 2016 PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP Universitas Pendidikan Indon[r]

4 Baca lebih lajut

T MTK 1204653 Appendix26

T MTK 1204653 Appendix26

269 Lampiran 6.3 Tuti Hernawati, 2014 Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan logis matematis serta self-esteem siswa SMP melalui pembelajaran dengan pendekatan open-ended Univ[r]

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED

Pembelajaran dengan pendekatan open-ended biasanya dimulai dengan memberikan problem terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin juga banyak jawaban (yang benar) sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang menurut Shimada (1997) dalam pembelajaran matematika, rangkaian dari pengetahuan, ketrampilan, konsep, prinsip atau aturan diberikan kepada siswa biasanya melalui langkahmi langkah. Tentu saja rangkaian ini diajarkan tidak sebagai hal yang saling terpisah atau saling lepas namun harus disadari sebagai rangkaian terintegrasi sengan kemampuan dan sikap daro seorang siswa, sehingga di dalam pikirannya akan terjadi pengorganisasian intelektual yang optimal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

T MTK 1201448 Chapter 5

T MTK 1201448 Chapter 5

1. Pendekatan open-ended dengan setting kooperatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, sehingga guru bisa menjadikan pendekatan ini sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

3 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DI SMP

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DI SMP

orisinil (originality). Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada aspek berpikir lancar (fluency) termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 2,65 atau 66,18%, siswa dapat menuliskan lebih dari satu jawaban akhir yakni menuliskan lebih dari satu ukuran panjang, lebar, dan tinggi balok dengan benar meskipun masih terdapat kesalahan dalam menggambarkan balok sesuai dengan ukuran yang telah dituliskan. Kemampuan berpikir kreatif matematis dalam menyelesaikan soal open-ended pada aspek berpikir luwes (flexibility) termasuk dalam kategori rendah dengan rata-rata skor 1,59 atau 39,71% siswa belum mampu menghasilkan jawaban akhir yang bervariasi dalam menyelesaikan soal open-ended. Serta kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada aspek berpikir orisinil (originality) termasuk dalam kategori sangat rendah dengan rata-rata skor 0,82 atau 20,59%, siswa belum mampu memberikan jawaban akhir lain atau jawaban akhir baru dalam menyelesaikan soal open- ended. Berdasarkan data di atas, kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada aspek berpikir orisinil (originality) merupakan kemampuan berpikir kreatif dengan rata-rata skor terendah yang artinya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada aspek berpikir orisinil (originality) lebih rendah dibandingkan pada aspek berpikir lancar (fluency) dan luwes (flexibility). Aspek berpikir orisinil (originality) siswa rendah karena dalam proses pembelajaran tidak terbiasa dengan soal-soal terbuka, sehingga berpikir orisinil ini jarang ditemui oleh siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Pendekatan Pembelajaran Open Ended terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa T1 202009096 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Pendekatan Pembelajaran Open Ended terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa T1 202009096 BAB II

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil wawancara bersama guru mata pelajaran matematika Hj. Sri Mulyani, S.Pd mengatakan bahwa masalah kreativitas siswa yang rendah dalam proses menyelesaikan soal matematika, keadaan dimana siswa diberikan kesempatan untuk menggunakan cara yang berbeda oleh guru, namun siswa tetap menggunakan cara yang diberikan oleh guru ketika menyampaikan pembelajaran serta dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Melihat realita yang ada maka diberlakukan pretest yang bertujuan mengukur tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang dilihat sebelum implementasi pendekatan pembelajaran open ended. Hasil yang ditunjukan pretest menyebutkan mayoritas siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis rendah maka dipilih pendekatan pembelajaran open ended yang bertujuan menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu, oleh karena definisi tersebut maka pendekatan pembelajaran open ended cocok dijadikan solusi dari kurangnya kreativitas siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DENGAN PEMBELAJARAN BIASA DI SMP NASRANI 1 MEDAN T.A 2014/2015.

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DENGAN PEMBELAJARAN BIASA DI SMP NASRANI 1 MEDAN T.A 2014/2015.

Dari 35 siswa, cara penyelesaian yang ditemukan hanyalah 1 cara saja dan semuanya salah perhitungan untuk menentukan volume dari bejana tersebut. Sebagian besar siswa sudah membagi bejana menjadi dua bagian, namun semua siswa salah dalam menentuan panjang, lebar, dan tinggi dari bejana. Ini terjadi karena siswa kurang berpikir kreatif dalam menyelesaikan soal tersebut. Dari 35 siswa kelas IX-A SMP Nasrani 1 Medan, ada 11 (31,42%) siswa yang menjawab seperti gambar (1.a), ada 13 (37,14%) siswa yang menjawab seperti gambar (1.b). Sementara 11 ( 31,42%) siswa yang tidak menjawab soal tersebut. Dilihat dari banyak ragam jawaban dan metode penyelesaian, menunjukkan kefasihan dan keluwesan siswa dalam menyelesaikan soal masih kurang. Karena tidak ada ditemukannya jawaban dan penyelesaian unik dan berbeda dapat disimpulkan kebaruan siswa dalam menyelesaikan masalah masih lemah.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

S MAT 1200315 Abstract

S MAT 1200315 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dan fakta rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional dan untuk mengetahui kualitas peningkatan kemampuan berpikir kreatif matimatis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended, serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika setelah menggunakan pendekatan open-ended . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi ekperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Bandung, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas dari populasi tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekaran open-ended dan siswa yang memperoleh pembelajran dengan menggunakan pendekatan konvensioanal. Kualitas peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended tergolong tinggi, sikap yang ditunjukkan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended adalah positif.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

t mtk 1005028 chapter1

t mtk 1005028 chapter1

Pada sisi lain bagi siswa yang memiliki pengalaman prestasi yang baik, pendekatan apapun yang digunakan selalu dapat diikuti dengan baik. Patut diduga bahwa bagi siswa yang memiliki pengalaman prestasi siswa yang baik, pendekatan apapun yang digunakan mungkin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajarnya. Berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan menengah dan bawah. Pendekatan pembelajaran yang tepat akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan belajarnya. Hal ini berdampak pula pada kompetensi yang akan dicapainya. Sangat memungkinkan bagi siswa kategori sedang atau rendah pendekatan open-endeddapat memberikan perbedaan dalam meningkatkan berpikir kreatif siswa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T MTK 1204653 Abstract

T MTK 1204653 Abstract

Adapun tujuan penlitian ini adalah: 1 Untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan open ended lebih baik [r]

2 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SMP DALAM MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL MELALUI PENDEKATAN ADVOKASI DENGAN PENYAJIAN MASALAH OPEN-ENDED.

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA SMP DALAM MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL MELALUI PENDEKATAN ADVOKASI DENGAN PENYAJIAN MASALAH OPEN-ENDED.

Pada hakekatnya, visi pendidikan matematika mulai dari pendidikan dasar sampai ke pendidikan tinggi, memiliki dua arah pengembangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. Visi pertama mengarahkan pembelajaran matematika untuk pemahaman konsep dan idea matematika yang kemudian diterapkan dalam menyelesaikan masalah rutin dan non rutin, bernalar, berkomunikasi dan menyusun koneksi matematis dan ilmu pengetahuan lainnya. Visi kedua dalam arti yang lebih luas dan mengarah ke masa depan, matematika memberikan kemampuan bernalar yang logis, sistimatis, kritis dan cermat, mengembangkan kreatifitas, kebiasaan bekerja keras dan mandiri, sifat jujur, berdisiplin, dan sikap sosial, membutukan rasa percaya diri, rasa keindahan terhadap keteraturan sifat matematika serta mengembangkan sikap obyektif dan terbuka yang sangat diperlukan dalam menghadapi masa depan yang selalu berubah. Sebagai implikasi dari kedua visi tersebut, pembelajaran matematika pada jenjang sekolah manapun hendaknya mengembangkan kemampuan matematika peserta didik baik pada berpikir tingkat rendah seperti menghitung, melaksanakan prosedur rutin dan algoritmik maupun pada berpikir tingkat tinggi yang diperlukan untuk pengembangan diri peserta didik dikemudian hari. Utari Sumarmo (2005:1)
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Persamaan Linear Satu Variabel Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa (Pada Kelas VII SMP Batik Surakarta Tahun 2016/2017).

DAFTAR PUSTAKA Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Persamaan Linear Satu Variabel Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa (Pada Kelas VII SMP Batik Surakarta Tahun 2016/2017).

Fatah, A., Suryadi, D., Sabandar, J., & Turmudi. (2016). Open-Ended Approach: An Effort In Cultivating Students’ Mathematical Creative Thinking Ability and Self-Esteem In Mathematics. Journal on Mathematics Education , 7(1), 11-20. Fizriyani, W. (2016). Nilai Matematika Paling Turun pada UN 2016 . Jakarta:

4 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED - repository UPI S MAT 1204549 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED - repository UPI S MAT 1204549 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VIII di Salah Satu SMP di Kota Bandung SKRIPSI diajukan[r]

3 Baca lebih lajut

T MTK 1402443 Chapter5

T MTK 1402443 Chapter5

9. Pada kelas dengan pendekatan open-ended, kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis adalah dalam hal membuat hubungan antar informasi yang diberikan untuk menyusun model matematika berupa persamaan. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal berpikir kreatif matematis adalah pada semua indikator terutama pada indikator orisinalitas dan elaborasi. Pada kelas dengan pendekatan konvensional, kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis adalah pada kedua indikator yaitu menyatakan situasi matematis kedalam bentuk gambar atau model matematika berupa persamaan dan menyakakan ide matemtis kedalam bahasa sendiri. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal berpikir kreatif matematis adalah pada semua indikator.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...