Top PDF MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

Dalam upaya meningkatkan kualitas matematika, maka perlu terus dilakukan usaha-usaha untuk mencari penyelesaian terbaik guna meningkatkan kreativitas berupa pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam matematika. Untuk itu diperlukan usaha-usaha apa yang dilakukan oleh guru berupa inovasi-inovasi dalam pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar dapat lebih bermakna bagi siswa. Hendriana (2009 : 5) mengatakan bahwa pola pembelajaran ceramah dan ekspositori ini kurang menanamkan pemahaman konsep, karena siswa kurang aktif. Sehingga, jika siswa diberi soal yang berbeda dengan soal yang telah diselesaikan oleh gurunya, maka siswa akan kesulitan untuk menyelesaikan, karena mereka tidak memahami konsep.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

t mtk 0908440 chapter5

t mtk 0908440 chapter5

4. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW) lebih baik daripada yang pembelajarannya menggunakan cara konvensional (KONV). Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pembelajaran TTW berada dalam kualifikasi tinggi, sedangkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik yang pembelajarannya dengan cara konvensional berada dalam kualifikasi sedang.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE(TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DAN BERPIKIR KRITIS.

MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE(TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DAN BERPIKIR KRITIS.

Model kooperatif tipe think talk write sangat efektif dan efisien meningkatkan kegemaran menulis terhadap siswa SDN Sukajadi 9, Kota Bandung, khususnya menulis karangan deskripsi. Ini karena menulis karangan deskripsi sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang melibat kegiatan berpikir dalam pengorganisasian ide, ketepatan pemilihan kata, ketepatan penulisan kalimat dan paragraf, dan ejaan untuk mencapai pembentukan karangan kompleks. Akhadiah (1988:43) mengatakan bahwa “latihan keterampilan menulis pada hakikatnya adalah pembiasaan berpikir/bernalar secara tertib dalam bahasa yang tertib pula”. Model pembelajaran ini melibatkan siswa proses berpikir secara individual, kemudian siswa berdiskusi sebagai sarana untuk mengungkapkan dan merefleksi pikirannya sebelum menulis, dan akhirnya, siswa dapat menulis karangan deskripsi yang logis membicarakan pada satu topik saja setelah siswa berdiskusi.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1002343 Title

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MAT 1002343 Title

ii PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TTW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP oleh Meigy Nugroho Sebuah skripsi[r]

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

Pada penelitian ini, dikaji penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dikaitkan dengan peningkatan kemampuan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran langsung (2) Mengetahui bagaimana respon siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-postest. Sampel pada penelitian ini adalah 33 siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dan 34 siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran langsung, diambil secara acak dari semua kelas VII di SMP Negeri 45 Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis yang mengukur kemampuan komunikasi siswa dan angket respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) lebih tinggi dibandingkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran langsung. Siswa dalam kelas yang mendapatkan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran ini.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) DISERTAI ASSESSMENT FOR LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) DISERTAI ASSESSMENT FOR LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

Model pembelajaran TTW merupakan model pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik menuangkan hasil ide – ide kreatifnya melalui kegiatan berpikir, berbicara, dan menulis. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir dari peserta didik mampu terdorong dengan aktif dan mampu terlibat langsung bila diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write. Pada saat kegiatan pembelajaran di kelas, peserta didik dibagi menjadi 5 – 6 kelompok dan saling berinteraksi dengan anggota kelompoknya. Peserta didik saling berpikir dan mengeluarkan ide – ide kreatifnya dalam memecahkan persoalan matematika yaitu pada materi kubus dan balok. Selanjutnya peserta didik mendiskusikan hasil pemikiran kreatifnya pada kelompok sehingga proses berpikir kreatif dalam kelompok menjadi aktif. Tahap terakhir yaitu menuliskan hasil diskusi pada lembar kerja kelompok. Kegiatan berpikir, berbicara dan menulis yang dilakukan peserta didik dapat melatih aspek kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan kebaruan.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN SIKAP POSITIF SISWA TERHADAP MATEMATIKA.

PENGARUH PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN SIKAP POSITIF SISWA TERHADAP MATEMATIKA.

Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dewasa ini, matematika sebagai ilmu pengetahuan yang banyak peranannya dalam perkembangan ilmu dan teknologi sumbangannya cukup besar, seperti Aljabar untuk komputer, Numerik untuk teknik. Contoh tersebut merupakan penggunaan ilmu matematika dalam bidang ilmu dan teknologi. Matematika sebagai suatu disiplin ilmu memiliki karakteristik yang berbeda dengan ilmu lainnya karena matematika bukan hanya pengetahuan tentang objek tertentu tetapi juga menuntut cara berpikir untuk mendapatkan pengetahuan itu, matematika menyajikan suatu cara bagaimana manusia itu berpikir. Hal ini sesuai dengan penjelasan Johnson dan Rising dalam Suherman (2001:19) mengatakan bahwa matematika merupakan pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu ialah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

S MAT 1002343 Table of Content

S MAT 1002343 Table of Content

Meigy Nugroho, 2014 penerapan model kooperatif tipe think talk write ttw dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa smp Universitas Pendidika[r]

2 Baca lebih lajut

S MAT 1002343 Chapter3

S MAT 1002343 Chapter3

Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok pretes-postes ( pretest-posttest control group design ). Dasar pertimbangan dalam memilih disain ini adalah karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika melalui pembelajaran langsung. Adapun disain penelitiannya sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika

Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika

Pentingnya kemampuan pemecahan masalah ini juga ditunjukkan dari hasil Program for International Assesment of Student (PISA) pada tahun 2012 menyatakan skor rata-rata siswa dalam pembelajaran matematika adalah 375 dan mendapatkan peringkat ke-64 dari 65 peserta, sedangkan pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara. Hasil TIMSS pada tahun 2011 menyatakan skor rata-rata matematika siswa adalah 386 dan mendapatkan peringkat ke-41 dari 45 peserta, sedangkan pada tahun 2015 Indonesia berada pada ranking ke-36 dari 49 negara. Berdasarkan hasil TIMSS yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia masih jauh di bawah median internasional yang berada pada nilai 500, level tinggi hanya dicapai 2%, sedangkan level menengah 15%, dan secara kumulatif kemampuan matematika siswa Indonesia mencapai level rendah yaitu 43% siswa kelas VIII. Dimensi penilaian pada TIMSS meliputi dimensi konten dan dimensi kognitif yang masing-masing terdiri dari tiga domain yaitu mengetahui fakta dan prosedur (pengetahuan), menggunakan konsep, penerapan dan pemecahan masalah (Rizki Herlina Wati Putri, 2017). Salah satunya hasil dari penelitian yang dilakukan Suraji (2018) di SMP pada Pekanbaru menganalisis bahwa terdapat permasalahan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X

Berdasarkan rekap nilai ulangan akhir kelas X SMA Negeri 1 Temanggung semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 diketahui bahwa peserta didik yang mencapai KKM hanya sebanyak 38,43% dari jumlah keseluruhan peserta didik. Menurut guru mata pelajaran matematika, peserta didik masih kesulitan dalam belajar matematika yang abstrak. Karena belajar matematika abstrak bagi peserta didik, maka kemampuan berpikir kritis mereka kurang berkembang. Penggunaan strategi TTW berbantuan LKPD dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran TTW berbantuan LKPD efektif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik yang ditunjukkan dengan: (1) hasil tes kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan strategi pembelajaran TTW berbantuan LKPD mencapai kriteria ketuntasan minimal secara klasikal; (2) kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Baca lebih lanjut

315 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) MENGGUNAKAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Saat pelaksanaan pre-test didapat bahwa siswa belum dapat menyelesaikan masalah (soal) yang diberikan sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian di kelas indikator kemampuan pemecahan masalah maupun pada kelas indikator berpikir kritis. Hal ini terlihat pada indikator kemampuan pemecahan masalah, dari soal 1 sampai 4 dimana pada tahapan memahami masalah sebesar 63,46% menunjukan bahwa sebenarnya untuk tahap ini siswa sudah baik dalam memahami suatu masalah. Tetapi skor tersebut berbanding terbalik pada hasil tahapan selanjutnya yaitu membuat rencana dan menghitung hasil sebesar 23,80% dan 28,37%. Tahapan terakhir juga terlihat bahwa pada tahap memeriksa hasil, skor siswa berada di kategori kurang yaitu sebesar 20,19%. Sedangkan pada kelas indikator kemampuan berpikir kritis, dari 5 soal yang diberikan pada tahapan menginterpretasi sebesar 73,38% hal ini menunjukkan bahwa dalam menginterpretasi soal siswa sudah masuk dalam kategori baik. Indikator menganalisis soal siswa mendapatkan hasil sebesar 37,04% yang masuk dalam kategori cukup, pada indikator yang ketiga yaitu mengevaluasi hasil yang didapat adalah sebesar 34,03% juga termasuk dalam kategori cukup. Sedangkan pada indikator terakhir yaitu menginferensi hasil yang didapat sangat kecil yaitu 19,44% yang masuk ke dalam kategori kurang baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

t mtk 0908440 chapter1

t mtk 0908440 chapter1

1. Bagi siswa, penerapan pembelajaran dengan Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) sebagai salah satu sarana untuk melibatkan aktivitas siswa secara optimal dalam memahami konsep matematika sehingga konsep yang semula abstrak akan lebih cepat dipahami secara terintegrasi. Dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) belajar siswa menjadi bermakna karena ia dapat melihat hubungan antara konsep yang dipelajarinya dengan konsep yang dikenalnya. Hal ini diharapkan membuat siswa mengubah pandangannya dengan tidak menganggap lagi matematika sebagai pelajaran yang sulit dan siswa sebenarnya memiliki kemampuan untuk mempelajari mata pelajaran ini sehingga pada akhirnya siswa diharapkan lebih mempunyai kepercayaan diri dalam belajar matematika.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

T MTK 1402443 Bibliography

T MTK 1402443 Bibliography

Sumarmo, U., Hidayat, W., Zulkarnaen, R., Hamidah., Sariningsih, R. (2012). Mengembangkan kemampuan dan disposisi berpikir logis, kritis, dan kreatif matematik siswa SMA melalui pembelajaran berbasis masalah dan strategi think-talk-write. Makalah dimuat dalam Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 17, No.1, 17-33. Makalah dimuat juga dalam D. Suryadi, Turmudi & E. Nurlaelah (Penyunting), Kumpulan Makalah: Berpikir dan disposisi matematik serta pembelajarannya. Jurusan Pendidikan Matematika. FP MIPA-UPI, 2015, 375-397.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE PADA SISWA SMA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE PADA SISWA SMA.

Dengan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) siswa dikelompokkan pada kelompok-kelompok kecil tanpa membedakan jenis kelamin, suku, tingkat sosial dan kecerdasan siswa. Dari kelompok ini akan timbul rasa sosial tinggi, rasa untuk saling harga menghargai dan bekerja sama dalam untuk mencapai tujuan. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa akan lebih aktif karena terjadi proses diskusi atau interaksi diantara siswa dalam kelompoknya. Melalui kegiatan diskusi, percakapan dalam mengungkapkan ide-ide matematika dapat membantu siswa mengembangkan pikirannya, sehingga siswa yang terlibat dalam perbedaan pendapat dari suatu permasalahan akan memahami konsep matematika dengan lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa. Dalam hal ini peneliti memilih pembelajaran kooperatif tipe think-talk- write.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIK ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE DENGAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIK ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE DENGAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sebagai pembaharuan kurikulum berbasis kompetensi, dituangkan tujuan pembelajaran matematika sebagai berikut: 1) melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan; 2) mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serta coba-coba; 3) mengembangkan kemampuan memecahkan masalah; dan 4) mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan (Depdiknas : 2003a).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 ANGKOLA TIMUR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 ANGKOLA TIMUR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE.

mengarahkan dan membentuk pelajar menuju pada kepribadian yang baik. United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dalam Rusman (2013:131) mengemukakan bahwa “ ada empat pilar pendidikan yaitu (1). learning to know atau belajar untuk mengetahui, (2). learning todoatau belajar untuk berkarya, (3). learning to beatau belajar menjadi diri sendiri dan (4). learning to live together atau belajar untuk hidup bersama ” . Dari pilar pendidikan diatas learning to be atau belajar menjadi diri sendiri berkaitan dengan kepribadian yang baik yaitu kemandirian belajar, rasa tanggungjawab dan kepribadian yang baik yang akan berefek positif pada pilar ke empat learning to live together atau belajar untuk hidup bersama. Salah satu kepribadian yang harus dimiliki oleh siswa sebagai perwujudan belajar yang dapat membentuk jati diri adalah sikap kemandirian belajar siswa yang tinggi. Kualitas pemahaman konsep siswa turut mempengaruhi kemandirian belajar matematika siswa. Karena jika siswa tidak memahami dengan benar suatu konsep matematika tentu saja siswa tidak akan mampu untuk mandiri dalam belajar matematika.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

“Pengaruh Pembelajaran Think-Talk-Write Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa”.

“Pengaruh Pembelajaran Think-Talk-Write Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa”.

mereka peroleh dari hasil bacaan individual mereka atau mendiskusikan kesulitan- kesulitan yang mereka temui dari masalah yang diberikan. Pada tahap ini siswa melakuan komunikasi dengan dengan teman satu kelompoknya menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami, berdasarkan hasil dari aktivitas think. Pada aktivitas talk ini individu dituntut untuk memahami setiap orang memiliki gagasan yang berbeda, menghormati argumen orang lain, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dalam mengemukakan argumennya, hal-hal tersebut merupakan sikap individu dalam kemampuan berpikir kritis menurut Dhand. 41 Selain itu, pada aktivitas talk ini terdapat komponen yang sangat penting ada pada lingkungan belajar berpikir kritis matematika yaitu komunikasi, melalui komponen ini siswa dituntut untuk bernalar, menjelaskan konsep, mendeskripsikan persoalan, menganalisis solusi dan membuktikan. 42 Setelah terjadinya sharing ide, bernalar, menganalisis dan membuktikannya bersama teman-teman satu kelompoknya mengenai solusi dari masalah yang disajikan diharapkan semua siswa yang berada dalam satu kelompok akan memilih jawaban mana yang ia gunakan, apakah jawaban berdasarkan tahap think atau jawaban yang disampaikan oleh teman sekelompoknya yang dirasa lebih tepat. Dari hal-hal yang telah dikemukakan diatas dapat dirumuskan pada tahapan talk mampu mengasah kemampuan siswa untuk mempertajam analisisnya.
Baca lebih lanjut

247 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004120 Bibliography

kd Tasik 1004120 Bibliography

Hodiyah, Dedeh. (2009). Implementasi Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Koneksi Matematik Siswa SMA (Tesis). Program S2 Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia.

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN PEMECAHAN MASALAH

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN PEMECAHAN MASALAH

siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing)/evaluasi (evaluating) dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, meliputi: (a) pada tahap berpikir (think), peserta didik membaca dan mamahami LKPD yang dibagikan secara individu dan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dipahami. (b) pada tahap berdiskusi (talk), peserta didik terdiri dari 4 orang, berdiskusi secara berpasangan kemudian dipertukarkan dengan pasangan lain dalam kelompoknya, dan diberikan kesempatan untuk bertanya. (c) pada tahap menulis (write), setelah berdiskusi menyatukan pendapat, peserta didik menuliskan hasil diskusinya secara individual, (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah tersebut sebagai berikut: pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik 72,85 meningkat menjadi 89,63 pada siklus II. Pada siklus I, terdapat 18 siawa (45%) yang telah mencapai nilai KKM namun ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai. Sedangkan dari hasil tes siklus II, terdapat 33 peserta didik (82,5%) yang telah mencapai nilai KKM dan ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...