Top PDF Meningkatkan Kemampuan Dasar Kognitif Anak melalui Pembelajaran Sentra Persiapan

Meningkatkan Kemampuan Dasar Kognitif Anak melalui Pembelajaran Sentra Persiapan

Meningkatkan Kemampuan Dasar Kognitif Anak melalui Pembelajaran Sentra Persiapan

Seperti halnya yang sekarang ini dilaksanakan di TKIT Raudhatul Jannah Kota Cilegon dalam proses pembelajaran, dengan menerapkan pola pembelajaran sentra persiapan. Kegiatan belajar megajar dilaksanakan dengan menggunakan berbagai media yang telah disediakan, anak diarahkan serta dibimbing untuk mengenal konsep- konsep dasar kognitif yang telah disediakan oleh guru. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti memfokuskan penelitian pada kajian “Meningkatkan Kemampuan Dasar kognitif Anak melalui Pembelajaran Sentra Persiapan”, dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas pada Kelompok B2 Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Raudhatul Jannah (TKIT RJ) Kota Cilegon Tahun pelajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Efektivitas Pembelajaran Model Sentra Persiapan terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun di RA Al-Halimiyah Lekok Pasuruan

Efektivitas Pembelajaran Model Sentra Persiapan terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun di RA Al-Halimiyah Lekok Pasuruan

berhitung anak melalui pembelajaran sentra persiapan dengan mengangkat study ”Efektivitas Pembelajaran Sentra Persiapan terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 tahun di RA Al-Halimiyah lekok Pasuruan.” Desain dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian: Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran sentra persiapan di RA Al-Halimiyah Lekok Pasuruan menurut penulis sudah cukup baik, karena berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan pada tahap pra pembelajaran sentra, penelitian tahap I dan tahap II setelah pembelajaran sentra persiapan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan bermain di sentra persiapan pat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun di RA Al-Halimiyah Lekok Pasuruan. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis pembelajaran berhitung anak dengan menggunakan jari atau menulis angka di papan tulis, terlihat pada tahap pra pembelajaran sentra persiapan sebesar 54%. Ini berarti kemampuan berhitung anak belum berkembang sesuai harapan. Pada tahap I setelah pembelajaran sentra persiapan rata-rata keberhasilan sebesar 71% yang berarti kemampuan motorik halus anak berkembang sesuai harapan. dan pada tahap II terjadi peningkatan rata-rata kemampuan berhitung anak mencapai 89% yang berarti kemampuan motorik halus anak sudah berkembang sangat baik dilihat dari penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berhitung dengan model pembelajaran sentra persiapan dapat berpengaruh terhadap kognitif anak usia 4-5 tahun di RA Al-Halimiyaha Lekok Pasuruan. Hasil tersebut dapat diketahui dengan adanya peningkatan skor berhitung pada anak antara sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran sentra persiapan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USI

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USI

Artikel ini adalah studi konseptual tentang pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini dengan pembelajaran matematika di sentra balok. Pembelajaran matematika sebenarnya selalu berada dalam kehidupan kita sehari- hari, termasuk anak usia dini. Kadang ada pendapat yang menyatakan bahwa anak usia dini belum boleh diajarkan matematika, padahal dengan pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Penggunaan bahasa yang logis, mudah dipahami anak, dan proses pembelajarannya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, maka pembelajaran matematika menjadi suatu yang sangat menyenangkan. Pemilihan untuk membelajarkannya di sentra balok adalah banyak media tersedia, seperti bentuk, warna, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BERCERITA, BERPUISI, DAN MENYANYI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR (BBM-PBISD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SERTA MEMAKSIMALKAN KINERJA OTAK KIRI DAN OTAK KANAN ANAK.

BERCERITA, BERPUISI, DAN MENYANYI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR (BBM-PBISD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SERTA MEMAKSIMALKAN KINERJA OTAK KIRI DAN OTAK KANAN ANAK.

Berdasarkan Tabel 1 mengenai pening- katan kemampuan kognitif siswa, saat pra- siklus hasil belajar siswa yang diuji denga pretes menunjukkan nilai rata-rata kelas men- capai 60,65 dengan prosentase ketuntasan be- lajar sebesar 29% dari seluruh jumlah siswa di kelas III. Pada siklus I saat penerapan tek- nik bercerita, berpuisi dan menyanyi sebagai teknik untuk meningkatkan kemampuan kog- nitif siswa, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 75,25 dengan prosentase ke- tuntasan kelas mencapai 57%. Hal ini dianggap penelitin dan guru sebagai bentuk positf dengan menggunakan teknik bercerita, berpuisi dan bernyanyi dalam upaya me- ningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga, hasil dari refleksi ini kemudian ditindakjuti pada siklus II dengan meningkatkan penggunaan teknik bercerita, berpuisi dan menyanyi dengan penggunaan media udan evaluasi yang lebih tinggi dan berbobot dibandingkan pada siklus I.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI MEDIA APLIKASI POWERPOINT.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI MEDIA APLIKASI POWERPOINT.

Sebagian besar pembelajaran di sekolah selalu berhubungan dengan mengingat dan berpikir yang termasuk ke dalam aktivitas kognitif, dimana faktor perkembangan kognitif merupakan peran penting bagi keberhasilan anak dalam belajar. Oleh karena itu, seorang guru dalam pembelajaran terlebih-lebih pada anak tunagrahita ringan sebaiknya materi yang diberikan disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitifnya. Sebagaimana diungkapkan oleh Abdurrahman (2003: 255) bahwa “Kemampuan kognitif dan segala sesuatu yang terkait dengan berpikir berbeda-beda untuk tiap tahap perkembangannya, maka guru harus menyesuaikan bahan pelajaran d engan tahap perkembangan anak”. Para ahli psikologi berpandangan bahwa perkembangan berlangsung secara berurutan tahap demi tahap dan bersifat prerequisite. Artinya bahwa individu pada dasarnya belajar secara bertahap, apa yang dipelajari sebelumnya menjadi dasar bagi proses belajar selanjutnya. Proses belajar lebih lanjut cenderung lebih kompleks dari proses belajar sebelumnya. Hal ini berarti bahwa materi yang bersifat dasar sebaiknya disajikan lebih dahulu sebelum materi yang lebih kompleks.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK  KELOMPOK B MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN   upaya meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok b melalui metode pembelajaran eksperimen di tk darul hikmah sragen tahun pelajaran 2013/2014.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK KELOMPOK B MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN upaya meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok b melalui metode pembelajaran eksperimen di tk darul hikmah sragen tahun pelajaran 2013/2014.

Pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini harus melibatkan partisipasi aktif dari anak, salah satunya dengan bermain. Bermain dengan objek yang ada di lingkungannya merupakan cara belajar anak dan ketika bermain inilah anak berinteraksi dengan lingkungan. Pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak, baik fisik, emosi, kognisi maupun sosial anak. Pembelajaran pendidikan di sekolah bertujuan membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap pengetahuan, keterampilan, daya cipta dan menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar dengan mengembangkan nilai-nilai agama (moral), fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosi, dan seni.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran Bcct Sentra Persiapan Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Membaca Anak Di Pre-School Intan Permata Aisyiyah Makam Haji Tahun 2012.

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Bcct Sentra Persiapan Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Membaca Anak Di Pre-School Intan Permata Aisyiyah Makam Haji Tahun 2012.

Dewasa ini orang tua seringkali merasa cemas melihat anaknya belum bisa membaca. Mereka khawatir jika anak mereka tidak bisa membaca maka anak tersebut akan mengalami kesulitan untuk diterima di sebuah Sekolah Dasar. Pada dasarnya tidak ada aturan yang mengharuskan bahwa anak yang akan memasuki Sekolah Dasar harus bisa membaca, tetapi pada prakteknya banyak Sekolah Dasar yang menerapkan test baca tulis pada penyaringan siswa baru. Atas dasar inilah banyak orang tua yang mendesak para guru di lembaga pendidikan anak usia dini untuk melakukan pembelajaran yang berorientasi pada membaca. Sementara itu, praktek pendidikan anak usia dini seharusnya melaui bermain, termasuk dalam mengenalkan anak pada kemampuan membaca.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Inquiry Pada Anak Kelompok B Di Ra Ummul Khair

Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Inquiry Pada Anak Kelompok B Di Ra Ummul Khair

Dalam proses pembelajaran, tujuan utama pembelajaran melalui metode inquiry adalah menolong peserta didik untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Penekanan utama dalam proses belajar dengan inquiry terletak pada kemampuan peserta didik untuk memahami kemudian mengidentifikasi dengan cermat dan teliti, lalu diakhiri dengan memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang tersaji. Metode inquiry memiliki titik tekan yang menjadi perhatian utama bukan terletak pada solusi atau jawaban yang diberikan, tetapi pada proses pemetaan masalah dan kedalaman pemahaman atas masalah yang menghasilkan penyajian solusi atau jawaban yang valid dan meyakinkan. Peserta didik bukan hanya mampu untuk menjawab „apa‟, tetapi juga mengerti „mengapa‟ dan „bagaimana‟.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

Media Pembelajaran Ular Tangga Bilangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun

Media Pembelajaran Ular Tangga Bilangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun

dini seharusnya berbentuk kegiatan bermain yang memiliki sebuah alur, sehingga anak menjadi antusias dan aktif terlibat dalam proses kegiatan pembelajaran, pengalaman, pengamatan, mengkategorikan, dan mengekspresikan kemampuan anak sendiri sambil menerima orang lain dengan tujuan akhir untuk bisa memecahkan masalah dan pemahaman dasar anak. Khususnya dalam kemampuan mengenal konsep bilangan yang abstrak, maka diperlukan strategi pembelajaran yang melibatkan pengalaman mereka terhadap lingkungan sekitar. Terlebih, anak usia dini masih berada pada tahap berpikir konkrit, sehingga strategi yang digunakan guru
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Akuatik

Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Akuatik

Proses pembelajaran akuatik erat kaitannya dengan prinsip psikologis. Susanto (2012) menjelaskan prinsip-prinsip psikologis yang harus dikembangkan terhadap diri anak dalam mengikuti pembelajaran akuatik agar penguasaan lebih efektif dan efisien diantaranya adalah memupuk rasa senang, keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, dan meningkatkan ketekunan belajar. lebih lanjut, proses pembelajaran merupakan bentuk usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran guna mencapai tujuan yang diharapkan (Susanto, 2012). Pembelajaran dipandang sebagai sebuah penyediaan lingkungan terencana untuk aktivitas belajar anak, maka keberhasilan penyediaan lingkungan merupakan faktor kunci dalam mendapatkan perilaku dan perubahan belajar yang diharapkan pada anak. Pembelajaran untuk anak usia dini berbeda dengan pembelajaran yang diselenggarakan di jenjang sekolah dasar. Rochmah (2012) menyebutkan bahwa pembelajaran bagi anak usia dini bukan berorientasi pada sisi akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan (kecerdasan jamak). Dengan demikian, pendidikan anak usia dini yang diselenggarakan harus dapat mengakomodasi semua aspek pekembangan anak dalam suasana yang menyenangkan dan menimbulkan minat anak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN MONOPOLI IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN MONOPOLI IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Salah satu untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran IPA tersebut dengan membuat dan mengembangkan media yang menarik bagi siswa. Media yang dikembangkan adalah permainan monopoli berisikan tentang materi pelajaran IPA. Permainan edukatif berbentuk monopoli ini tentunya sangat digemari oleh anak, bahkan kalangan orang dewasa juga menyukai permainan ini. Fungsi permainan monopoli adalah sebagai media dan sumber belajar siswa dalam mempelajari materi IPA pada saat proses pembelajaran berlangsung. Monopoli tersebut dibuat dan dimodifikasi sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Terdapat beberapa materi pembelajaran, petak-petak wilayah bergambar yang sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pembelajaran, dan di dalam monopoli tersebut, juga terdapat beberapa pertanyaan untuk mengasah kemampuan peserta didik pada saat permainan sedang berlangsung. Menurut (Vikagustanti, et al., 2014) media permainan monopoli ini dapat melatih daya ingat siswa dalam penguasaan konsep materi, melatih dan mendorong keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapatnya, dan melatih penguasaan dan pemahaman konsep materi. Pemanfaatan permainan monopoli sebagai media pembelajaran IPA pada jenjang sekolah dasar diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif, interaktif, efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif siwa, dan menyenangkan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BCCT SENTRA PERSIAPAN UNTUK MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK   Penerapan Model Pembelajaran Bcct Sentra Persiapan Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Membaca Anak Di Pre-School Intan Permata Aisyiyah Makam Haji Tahun 2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BCCT SENTRA PERSIAPAN UNTUK MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK Penerapan Model Pembelajaran Bcct Sentra Persiapan Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Membaca Anak Di Pre-School Intan Permata Aisyiyah Makam Haji Tahun 2012.

Usia dini ini merupakan periode emas dalam keseluruhan tapahan kehidupan anak. Tahapan usia ini juga sering kita sebut dengan masa golden age. Disebut golden age karena pada masa inilah anak mengalami perkembangan secara signifikan. Anak mengalami perkembangan otak mencapai 50% dari total keseluruhan perkembangan otak hingga usia anak mencapai 4 tahun, selanjutnya akan berkembang lagi mencapai 80% hingga usia anak mencapai 8 tahun, selebihnya otak anak hanya akan berkembang sebanyak 20% hingga anak mencapai usia dewasa. Melihat statistik perkembangan tersebut dapat kita ketahui betapa penting periode emas ini. Tentu saja dengan catatan bahwa pada masa ini anak mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangannya. Karena pada usia dini ini anak-anak juga masing sangat rentan yang apabila penanganannya tidak tepat justru dapat merugikan anak itu sendiri. Penanganan yang dimaksud ialah pemberian stimulus guna merangsang potensi-potensi yang dimiliki anak dan seluruh aspek perkembangan anak. Aspek perkembangan anak meliputi aspek nilai moral agama, kognitif, bahasa dan fisik motorik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Matematika Di AR-Rohman Kabupaten Simalungun

Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Matematika Di AR-Rohman Kabupaten Simalungun

Kegiatan pengembangan pembelajaran matematika untuk anak usia dini dirancang agar anak mampu menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan matematika yang memungkinkan mereka untuk hidup dan bekerja pada abad mendatang yang menekankan pada kemampuan memecahkan masalah. Berhitung merupakan bagian dari matematika, yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar. Berhitung di raudhatul athfal diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, berhitung di raudhatul athfal dilakukan secara menarik dan bervariasi 10 .
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN PADA ANAK DI KB   Pengembangan Kemampuan Kognitif Melalui Metode Pembelajaran Eksperimen Pada Anak Di KB Berlian Menuran Baki Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014.

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN PADA ANAK DI KB Pengembangan Kemampuan Kognitif Melalui Metode Pembelajaran Eksperimen Pada Anak Di KB Berlian Menuran Baki Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014.

Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengembangan Kemampuan Kognitif Melalui Metode Pembelajaran Eksperimen Pada Anak di KB Berlian Menuran Baki Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014”.

16 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF  ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK   Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Bermain Balok Anak Kelompok A Di TK Aisyiyah 1 Sragen Tahun 2013 / 2014.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Bermain Balok Anak Kelompok A Di TK Aisyiyah 1 Sragen Tahun 2013 / 2014.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dengan kegiatan bermain balok di TK Aisyiyah 1 Sragen tahun 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di TK Aisyiyah 1 Sragen dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A di TK Aisyiyah 1 Sragen yang berjumlah 25 anak. Data kemampuan kognitif anak dalam kegiatan bermain balok dikumpulkan dengan metode observasi. Pelaksanaan kegiatan bermain balok dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis komparatif yaitu membandingkan hasil capaian anak dengan indikator yang ditargetkan. Analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif dengan kegiatan bermain balok. Hal ini ditunjukkan dengan hasil masing-masing siklus yaitu siklus I 60% dan siklus II 80,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bermain balok dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam kegiatan bermain balok anak kelompok A di TK Aisyiyah 1 Sragen tahun 2012/2013.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Melalui  Permainan Kartu Angka Dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak dalam Mengenal  Benda-benda

Melalui Permainan Kartu Angka Dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak dalam Mengenal Benda-benda

satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pemahaman, penalaran,pengetahuan ( pengertian ) yaitu bagaimana individu memahami lingkungan. Menurut Piaget ( Santrock, 2007 : 48 ) kognitif adalah bagaimana cara anak berpendapat dan menginterprestasikan objek dan kejadia-kejadian disekitarnya. Piaget menyatakan bahwa anak secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan mengenai empat tahap perkembanagn kognitif dua proses yang mendasari perkembangan tersebut adalah organisasi dan adaptasi. Dengan mpengorganisasian pengamatan dan pengalaman kita menyesuaikan pemikiran kita dengan ide – ide baru. Piaget percaya bahwa kita beradaptasi dalam dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi saat menggabungkan informasi keadaan pengetahuan mereka agar cocok dengan informasi dan pengetahuan baru.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

CONTOH RKH SENTRA PERSIAPAN PAUD

CONTOH RKH SENTRA PERSIAPAN PAUD

 Mendiskusikan aturan main  Minta ijin jika akan pindah main  Bermain sampai selesai  Membereskan mainan setelah selesai bermain  Merancang transisi urutan main 2 variabel : Ana[r]

3 Baca lebih lajut

CONTOH RKH SENTRA PERSIAPAN PAUD

CONTOH RKH SENTRA PERSIAPAN PAUD

* Pijakan saat main :  Mengobservasi dan mendokumentasikan perilaku bermain anak  Memperluas bahasa anak dengan menanyakan beberapa hal tentang kegiatan main yang sedang dilakukan [r]

2 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF  ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK   Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Bermain Balok Anak Kelompok A Di TK Aisyiyah 1 Sragen Tahun 2013 / 2014.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Bermain Balok Anak Kelompok A Di TK Aisyiyah 1 Sragen Tahun 2013 / 2014.

Alhamdullilah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya dan inayah-Nya kepada kita semua. Solawat serta salam tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW karena beliau semua ditunjukkan jalan yang terang. Upaya meningkatkan kemampuan kognitif dalam kegiatan bermain balok sering dikenalkan di lembaga pendidikan anak usia dini. Bermain balok sering dikenalkan pada anak jaman dulu masih balok tidak berwarna, tapi sekarang sudah banyak balok yang berwarna-warni. Pada kenyataannya bermain balok dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dengan bermain balok anak dapat peluang untuk berhitung dan mengelompokkan. Melalui bermain anak akan lebih senang dan semangat dalam belajar terutama pada anak usia dini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAMUPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dalam Mengenal Konsep Bilangan Melalui Bermain Kartu Angka Bergambar (Penelitian Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi I Jimbung Kabupat

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAMUPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dalam Mengenal Konsep Bilangan Melalui Bermain Kartu Angka Bergambar (Penelitian Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi I Jimbung Kabupat

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan anak dalam pembelajaran melalui bermain kartu angka bergambar pada anak kelompok B TK Pertiwi I Jimbung Kabupaten Klaten tahun 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di TK Pertiwi I Jimbung Kabupaten Klaten. Subjek penelitian adalah anak TK Pertiwi I Jimbung Kabupaten Klaten tahun 2011/2012 yang berjumlah 9 anak. Data kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan dikumpulkan dengan metode observasi dan data pelaksanaan metode bermain kartu angka bergambar melalui metode observasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis komparatif yaitu membandingkan hasil capaian anak dengan indikator yang ditargetkan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan melalui bermain kartu angka bergambar. Hal ini diketahui dari hasil pada setiap siklus, yaitu siklus I kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan anak 62,65%, siklus II meningkat menjadi 72,21%, siklus III meningkat menjadi 83,02%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui bermain kartu angka bergambar dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan anak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects