Top PDF MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

Sejalan dengan tujuan pembelajaran matematika yang tertuang di dalam KTSP sebelumnya, Mullis, et al. (2009: 20) dalam Assessment Frameworks mengungkapkan terdapat tiga ranah kognitif matematika, yakni knowing (pengetahuan), applying (penerapan), dan reasoning (penalaran). Ranah-ranah kognitif tersebut merupakan kemampuan yang dijadikan dasar dalam pengembangan soal-soal untuk studi The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan penalaran merupakan tahap berpikir matematika yang mencakup kapasitas untuk berpikir secara logis dan sistematis, termasuk di dalamnya penalaran intuitif dan induktif yang didasarkan terhadap pola dan sifat keteraturan yang dapat digunakan dalam menyelesaikan soal-soal yang tidak rutin, serta soal-soal yang memuat kemampuan penalaran memungkinkan menuntut seseorang menggunakan pengetahuan dan pemahamannya dalam wilayah matematika yang berbeda (Mullis, et al., 2009: 45). Pernyataan Mullis, et al mengimplikasikan bahwa dalam pembelajaran matematika diharapkan (1) siswa dalam menyelesaikan masalah tidak hanya mengingat prosedur penyelesaian, (2) siswa mengeksplorasi pola, tidak hanya sekedar mengingat rumus, (3) dan siswa memformulasikan dugaan, tidak hanya mengerjakan latihan rutin (Schoenfeld; Reys, Suydam, Lindquist & Smith, dalam Dahlan 2011: 4.9).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL - repository UPI T MAT 1308101 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL - repository UPI T MAT 1308101 Title

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL Oleh: Eka Yudha S.Pd Universitas Lampung, 2006 Sebuah [r]

3 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP

Berdasarkan simpulan penelitian di atas, dapat diketengahkan beberapa saran, sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis, disarankan kepada para guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking dalam pembelajaran di sekolah sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa; (2) Pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinkingmerupakan pembelajaran yang menuntut tingkat imajinasi yang tinggi dalam membuat metafora sesuai dengan konsep matematika yang dipelajari. Sebaiknya guru membuat desain materi yang matang, sehingga pembelajaran dapat berlangsung maksimal dalam meningkatkan kemampuan yang ingin dicapai; (3) Dikarenakan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking sama-sama berada pada kategori batas atas klasifikasi sedang, maka diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat membuat bahan ajar yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis; (4) Penelitian pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking ini sebelumnya belum pernah diteliti pada jenjang Sekolah Dasar dan perguruan tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian pada level sekolah tersebut mendapatkan generalisasi hasil yang lebih beragam.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MULTIPLE INTELLIGENCES (MI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MULTIPLE INTELLIGENCES (MI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

logis, kreatif dalam menarik kesimpulan dari beberapa data yang mereka dapatkan, selain itu penalaran merupakan kemampuan matematis yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, sebagaimana dijelaskan oleh Baroody (Dahlan, 2004) bahwa “ penalaran dapat secara langsung meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu jika siswa diberi kesempatan untuk menggunakan keterampilan bernalarnya dalam melakukan pendugaan-pendugaan berdasarkan pengalamannya sendiri, maka siswa akan lebih mudah memahami konsep”. Oleh karena itu kemampuan penalaran penting untuk dimiliki siswa, namun kemampuan penalaran siswa selama ini belum sesuai dengan harapan.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL.

Inquiry co-operation model merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada proses penyelidikan, penemuan suatu konsep (pengetahuan) dan penyelesaian masalah. Melalui proses penyelidikan yang dilakukan selama pembelajaran, siswa menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari melalui bimbingan guru. Guru aktif mengkreasi suatu situasi atau permasalahan yang akan menjadi topik penyelidikan siswa, memberikan arahan, serta mengkondisikan agar siswa dapat mengungkapkan perspektifnya, bertanya, dan menjawab pertanyaan- pertanyaan yang dikemukakan oleh guru ataupun siswa yang lain. Sementara siswa aktif dalam melakukan penyelidikan terhadap suatu situasi atau permasalahan yang telah disusun sedemikian rupa oleh guru, mengungkapkan perspektifnya, bertanya, memformulasikan kembali suatu konsep, mencari berbagai alternatif strategi penyelesaian, dan menggunakan strategi tersebut dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Pembelajaran inquiry co-operation model memuat delapan komponen, yaitu: (a) getting in contact ; (b) locating; (c) identifying; (d) advocating; (e) thinking aloud; (f) reformulating; (g) challenging; dan (h) evaluating.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

s mat 1009508 chapter5

s mat 1009508 chapter5

2. Pembelajaran dengan pendekatan Metaphorical Thinking merupakan pembelajaran yang menuntut tingkat imajinasi yang tinggi dalam membuat metafora sesuai dengan konsep matematika yang dipelajari. Sebaiknya guru membuat desain materi yang matang, sehingga pembelajaran dapat berlangsung maksimal dalam meningkatkan kemampuan yang ingin dicapai. 3. Dikarenakan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking sama- sama berada pada kategori batas atas klasifikasi sedang, maka diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat membuat bahan ajar yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING BERBANTUAN KOMPUTER.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING BERBANTUAN KOMPUTER.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah peningkatan penalaran dan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan PMTBK dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu MTs Negeri Cimahi. Sampel dalam penelitian ini dipilih sebanyak 2 kelas dari kelas VIII. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan PMTBK dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes penalaran dan komunikasi matematis, angket motivasi belajar, pedoman observasi dan pedoman wawancara. Pengolahan data peningkatan pemahaman konsep dan kompetensi strategis matematis menggunakan uji Mann-Whitney dan anova satu jalur dan anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan PMTBK lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvenisonal, (2) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis yang signifikan ditinjau dari kategori kemampuan awal matematika siswa, (3) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kategori kemampuan awal matematika siswa dalam meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa, dan (4) Motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran dengan PMTBK meningkat.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

T MTK 1201386 Table of content

T MTK 1201386 Table of content

Riva Lesta Ariany, 2014 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MULTIPLE INTELLIGENCES MI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP Universitas Pendidikan Ind[r]

8 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMPETENSI STRATEGIS MATEMATIS SISWA SMP.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMPETENSI STRATEGIS MATEMATIS SISWA SMP.

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu dalam dunia pendidikan yang memegang peranan penting dalam perkembangan sains dan teknologi. Matematika juga bermanfaat dalam pengembangan berbagai bidang keilmuan yang lain. Dengan belajar matematika siswa dapat berlatih menggunakan pikirannya secara logis, analitis, sitematis, kritis dan kreatif serta memiliki kemampuan bekerjasama dalam menghadapi berbagai masalah serta mampu memanfaatkan informasi yang diterimanya. Untuk mengembangkan kompetensi tersebut, menurut TIM Kurikulum (2007:1) di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sekarang diberlakukan, disusun standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagai landasan pembelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SERTA MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK: studi kuasi eksperimen pada salah satu SMP di jakarta barat.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SERTA MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK: studi kuasi eksperimen pada salah satu SMP di jakarta barat.

Menurut Martinah (dalam Multahadah 2015, hlm. 8) mengupas tentang motivasi berprestasi sebagai keinginan seseorang untuk dapat menyelesaikan tugas yang sulit secara baik, bekerja sebaik-sebaiknya untuk memperoleh kesuksesan, menyelesaikan tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan, dan mengerjakan tugas dengan kualitas lebih baik dari pada orang lain. Dalam proses belajar, motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak kesulitan. Menurut Colman (dalam Sandhu, 2014, hlm. 3) Motivasi berprestasi adalah bentuk sosial motivasi yang melibatkan gerakan yang kompetitif untuk memenuhi standar keunggulan. Menurut Fatchurrohman (2011, hlm. 63) pengertian motivasi berprestasi adalah kesungguhan atau daya dorong seseorang untuk berbuat lebih baik dari apa yang pernah dibuat atau diraih sebelumnya maupun yang dibuat atau diraih orang lain. Motivasi berprestasi berperan penting dalam menunjang keberhasilan belajar, seseorang yang memiliki motivasi berprestasi yang kuat cenderung akan melakukan berbagai upaya untuk dapat menguasai mata pelajaran matematika yang dipelajarinya, sehingga peran motivasi berprestasi menjadi penting bagi siswa SMP dalam mempersiapkan proses belajar matematika. Selain itu, motivasi berprestasi akan berimplikasi pada pencapaian kompetensi yang dipelajarinya sebagai persiapan siswa untuk kehidupan dalam bermasyarakat.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendekatan Metaphorical Thinking Terhadap Kemampuan Penalaran Analogi Matematik Siswa

Pengaruh Pendekatan Metaphorical Thinking Terhadap Kemampuan Penalaran Analogi Matematik Siswa

Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa Barat ” menemukan bahwa berdasarkan data penelitian, diketahui bahwa skor rerata kemampuan analogi matematis siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol secara berturut-turut adalah 15,00 dan 14,00. Kemudian hasil pengujian uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata skor siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada taraf signifikansi α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan analogi matematis siswa yang belajar menggunakan metode discovery lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode ekspositori. Hal ini dikarenakan melalui metode Discovery siswa dituntut untuk membuat analogi dalam menemukan konsep, prosedur dan prinsip matematika. Selain itu siswa mengaitkan kesamaan (analogi) konsep yang telah mereka dapatkan/ketahui sebelumnya dengan konsep yang sedang dipelajari guna menemukan konsep baru tentang materi yang sedang dipelajari, sehingga sejak awal siswa yang belajar dengan metode discovery telah terlatih menggunakan analogi dalam menyelesaikan masalah matematika. 36
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

Potensi pesisir sangat potensial untuk dikembangkan melalui pembelajaran matematika, dengan menciptakan generasi muda yang semangat dan berpola pikir matematis. Walaupun hal itu demikian, akan tetapi pemerintah belum mencurahkan perhatian lebih untuk mengembangkan potensi pesisir dalam pembelajaran. Sebagaimana dijelaskan Kadir (2009: 2) bahwa banyak daerah menjadikan mata pelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal untuk melestarikan bahasa daerah yang digunakan masyarakat setempat. Inisiatif ini bukan sesuatu yang salah, tetapi sayangnya banyak potensi daerah pesisir yang juga mesti mendapat perhatian karena lebih dibutuhkan tetapi belum mendapatkan perhatian dari setiap lembaga pendidikan. oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama untuk lebih memperhatikan potensi pesisir yang ada. Melalui proses pembelajaran dalam kelas yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa di wilayah pesisir, akan menyadarkan mereka bahwa matematika begitu penting untuk dipelajari dalam mengembangkan potensi yang ada. Pendekatan yang tepat dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Selain itu, Nurhadi dan Senduk (2003: 4) mengemukakan bahwa ada 5 (lima) alasan mengapa pembelajaran kontekstual dikembangkan sekarang ini yaitu sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA

PENGARUH PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA

Melihat fenomena tersebut, penulis merasa perlu untuk mencari solusi agar pembelajaran matematika lebih menarik bagi siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Metaphorical Thinking. Pendekatan Metaphorical Thinking ini, menuntut siswa aktif dalam meningkatkan aktivitas belajarnya baik secara kognitif maupun fisik. Selain itu pendekatan ini akan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap pengetahuan yang sudah dimilikinya. Ketika pendekatan ini diterapkan, suasana proses pembelajaran akan terkesan menyenangkan, oleh karena itu penulis berharap agar pendekatan ini dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa pada mata pelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

Potensi pesisir sangat potensial untuk dikembangkan melalui pembelajaran matematika, dengan menciptakan generasi muda yang semangat dan berpola pikir matematis. Walaupun hal itu demikian, akan tetapi pemerintah belum mencurahkan perhatian lebih untuk mengembangkan potensi pesisir dalam pembelajaran. Sebagaimana dijelaskan Kadir (2009: 2) bahwa banyak daerah menjadikan mata pelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal untuk melestarikan bahasa daerah yang digunakan masyarakat setempat. Inisiatif ini bukan sesuatu yang salah, tetapi sayangnya banyak potensi daerah pesisir yang juga mesti mendapat perhatian karena lebih dibutuhkan tetapi belum mendapatkan perhatian dari setiap lembaga pendidikan. oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama untuk lebih memperhatikan potensi pesisir yang ada. Melalui proses pembelajaran dalam kelas yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa di wilayah pesisir, akan menyadarkan mereka bahwa matematika begitu penting untuk dipelajari dalam mengembangkan potensi yang ada. Pendekatan yang tepat dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Selain itu, Nurhadi dan Senduk (2003: 4) mengemukakan bahwa ada 5 (lima) alasan mengapa pembelajaran kontekstual dikembangkan sekarang ini yaitu sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

Di tingkat Internasional laporan The International Mathematics Science Study (TIMSS) tahun 1999 (Saragih 2007:22) menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas dua SMP Indonesia relatif lebih baik dalam menyelesaikan soal-soal tentang fakta dan prosedur tetapi sangat lemah dalam menyelesaikan soal-soal tidak rutin yang berkaitan dengan jastifikasi atau pembuktian, pemecahan masalah yang memerlukan penalaran matematika, menemukan hubungan antara data–data atau fakta yang diberikan. Akibatnya posisi belajar anak-anak Indonesia berada pada urutan 34 dari 38 negara peserta, masih kalah jauh dari negara Singapura yang menempati peringkat pertama dan Malaysia yang berada pada posisi 16 (Darhim, 2004:43 ) Sedangkan pada TIMSS tahun 2003 dari 40 negara, Indonesia berada pada rangking 34, Korea berada di rangking nomor dua, di bawah Singapura
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual - repository UPI T MTK 1207120 title

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual - repository UPI T MTK 1207120 title

Tesis yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Kontekstual” merupakan tugas akhir untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan Matematika di Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya tesis ini.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Metaphorical Thinking terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Metaphorical Thinking terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kemampuan komunikasi matematis di Indonesia sebagai salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa ini ternyata masih pada tingkat rendah. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya karena pada proses belajar kurang melibatkan siswa, yang ada hanyalah transfer ilmu dari guru kepada siswa sehingga proses belajar hanya terjadi pada satu arah yang mengakibatkan siswa hanya belajar menghafal materi yang disampaikan oleh guru. Faktor lainnya adalah model pembelajaran yang digunakan masih kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Untuk itu diperlukan suatu model/ pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Model pembelajaran metaphorical thinking diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis tersebut. Hal ini sesuai dengan pemaparan sebelumnya bahwa Heris Hendriana dalam penelitiannya mendefinisikan metaphorical thinking sebagai suatu proses berpikir untuk memahami dan mengkomunikasikan konsep-konsep abstrak dalam matematika menjadi hal yang lebih konkrit dengan membandingkan 2 hal yang berbeda makna.
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Metaphorical Thinking

Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Metaphorical Thinking

Menurut Vegnaud, representasi merupakan elemen yang sangat penting dalam teori pengajaran dan pembelajaran matematika, tidak hanya karena penggunaan dari sistem-sistem simbolik yang sangat penting dalam matematik, sintaks dan semantik yang kaya, bervariasi, dan universal, tetapi juga untuk dua alasan episitimologi yang kuat: (1) matematika memainkan bagian yang esensial dalam mengkonseptualisasikan dunia nyata; (2) matematika memberikan kegunaan yang sangat luas dari homomorpisma dimana reduksi struktur satu sama lain merupakan hal yang esensial. 5 Representasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam pembelajaran matematika. Meskipun tidak tercantum secara tersurat dalam tujuan pembelajaran matematika di Indonesia, namun secara tersirat pentingnya representasi tampak pada tujuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika, karena untuk menyelesaikan masalah matematis, diperlukan kemampuan membuat model matematika dan menafsirkan solusinya yang merupakan indikator representasi.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

Pembelajaran Dengan Pendekatan Metaphorical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa SMP

Pembelajaran Dengan Pendekatan Metaphorical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa SMP

Pengembangan kemampuan pemahaman dan penalaran selama proses belajar dititikberatkan pada kemampuan menghubungkan antara konsep matematika dan fenomena nyata yang ada disekitar. Konsep berpikir yang menekankan pada hubungan antara matematika dan fenomena nyata yang ada disekitar menurut (Carreira, 2001:67) antara lain adalah methaporical thinking. Methaporical thinking memiliki metafora sebagai konsep dasar dalam berpikir. Akibatnya dari sejumlah konsep matematika yang dipelajari berdasarkan pengalaman yang dimiliki siswa dapat dengan mudah membangun sebuah model matematika dengan interpretasi yang akurat (Hendriana, 2009:6). Diperlukan adanya proses yang integratif antara model matematika dan aplikasinya sehingga konsep berpikir matematik siswa dapat diimbangi dan diberi gambaran secara konkret dalam memudahkan menguasai konsep matematik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Metaphorical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis dan Habits of Mind Siswa SMP.

Penerapan Pendekatan Metaphorical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis dan Habits of Mind Siswa SMP.

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pendekatan metaphorical thinking dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis dan habits of mind siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Ruseffendi (2010) mengungkapkan bahwa desain kelompok kontrol non-ekivalen tidak berbeda dengan desain penelitian kelompok kontrol pretes-postes, kecuali dalam pengelompokkan subjek. Pada desain kelompok kontrol non-ekivalen, subjek tidak dikelompokkan secara acak. Alasan pemilihan desain ini dikarenakan di lapangan sering tidak memungkinkan untuk mengelompokkan subjek secara acak. Pada penelitian ini, terdapat dua kelompok sampel penelitian, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen pada penelitian ini adalah kelompok yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan metaphorical thinking, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Pada kedua kelompok akan diberikan pretes dan postes menggunakan instrumen yang sama.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...