Top PDF Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Penerapan Supervisi Akademik Pada SDN Tri Tunggal

Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Penerapan Supervisi Akademik Pada SDN Tri Tunggal

Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Penerapan Supervisi Akademik Pada SDN Tri Tunggal

Tim Direktorat Profesi Pendidik Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan juga telah merumuskan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik ialah mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya (Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas. 2004). Menurut Arikunto (2006) supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang dapat membantu guru dalam mengembangkan kenampuannya mengelola proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran. Asmani (2012) menyebutkan bahwa supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian,esensi supervisi akademik itu saama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran melainkan membantu guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 12 SUNGAI LIMAU

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 12 SUNGAI LIMAU

meningkatkankompetensi pedagogik mulai dari pengertian, aspek, prinsip dan cara meningkatkan kompetensi pedagogikyang baik. Kemudian, peneliti meminta guru untuk membuat program meningkatkan kompetensi pedagogik yang akan digunakan untuk tahun ajaran 2016/2017. Pada tahapan ini, peneliti meminta guru untuk membuat kerangka dasar program meningkatkan kompetensi pedagogik yang akan dibuat. Kemudian, peneliti memberikan bantuan dan bimbingan kepada guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan Supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan hasil analisis dari lembaran nilai observasi, maka ditemukakan bahwa secara keseluruhan rata-rata guru masih belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai yang diperoleh oleh guru masih berada dibawah nilai 80. Pada siklus satu ini rata-rata dalam kemampuan pedagogik guru masih berada pada kategori kurang dengan nilai 51.30 Hal ini berarti, tindakan yang diberikan masih belum berhasil. Untuk itu, kegiatan ini dilanjutkan pada siklus II.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Jika mencermati visi pendidikan tersebut, semuanya mengarah pada mutu pendidikan yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Mutu pendidikan ternyata dipengaruhi oleh banyak komponen. Menurut Syamsuddin (2005: 66) ada tiga komponen utama yang saling berkaitan dan memiliki kedudukan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Ketiga komponen tersebut adalah kurikulum, guru, dan pembelajar (siswa). Ketiga komponen itu, guru menduduki posisi sentral sebab peranannya sangat menentukan. Dalam pembelajaran seorang guru harus mampu menerjemahkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum secara optimal. Walaupun system pembelajaran sekarang sudah tidak theacher center lagi, namun seorang guru tetap memegang peranan yang penting dalam membimbing siswa. Bahkan berdasarkan seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang memadai baik di bidang akademik maupun pedagogik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN SUPERVISI KELOMPOK TEKNIK LOKAKARYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI SMAN 1 HURAGI – KAB. PADANG LAWAS.

PENERAPAN SUPERVISI KELOMPOK TEKNIK LOKAKARYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI SMAN 1 HURAGI – KAB. PADANG LAWAS.

optimal. Tidak kompetennya seorang guru dalam mengajar memiliki arti bahwa guru masih memiliki kinerja mengajar yang rendah. Padahal kinerja mengajar bagi seorang guru sangat penting karena merupakan pondasi dari terlaksananya kualitas pendidikan di kelas, yang merupakan unit terkecil dari sistem pendidikan. Berbicara tentang kompetensi guru, tidak terlepas dari peraturan yang menaunginya. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Permendiknas tersebut menegaskan bahwa setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Indikator kompetensi pedagogik untuk guru mata pelajaran meliputi: (1) menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual; (2) menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik; (3) mengembangkan kurikulum; (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik; (5) memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran; (6) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilki; (7) berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik; (8) menyelenggaran penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; (9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk pembelajaran; (10) melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN

Hasil kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran setelah dilakukan bimbingan kelompok pada tindakan pada siklus I menunjukkan bahwa kinerja guru pada komponen perencanaan pembelajaran, yang paling rendah adalah dalam pemilihan dan pengorganisasian materi ajar dengan sekor rerata 63 (enam puluh tiga) danpemilihan media pembalajaran dengan sekor rerata 64 (enam puluh empat) sedangkan pada komponen pelaksanaan pembelajaran yang memperoleh rerata sekor terendah yaitu pada penguasaan bahan ajar dengan rerata sekor 64 (enam puluh empat), dan pada komponen abilitas guru sekor rerata terendah pada keterampilan bertanya dengan sekor rerata 62 (enam puluh dua).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI - Test Repository

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI - Test Repository

Kepala sekolah segai seorang supervesor memiliki andil yang besar terhadap guru PAI dalam mengembangkan kompetensi profesional guru melalui tehnik kunjungan kelas observasi kelas dan per cakapan pribadi. Terbukti guru PAI mampu menyusun silabus, RPP, mengajar dengan metode yang variatif, menggunakan media pembelajaran yang menarik, mengajar dengan proyektor serta melakukan penelitian tindakan kelas. Begitu juga guru PAI di SMP al huda dan MIBS selalu aktif mengikuti kegiatan MGMP. Kemudian kepala sekolah menindaklanjuti hasil supervisi dengan mengadakan rapat dengan guru PAI dan membuat program pengembangan kurikulum yang PAI. Namun dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah terdapat kendala, seperti guru senior yang motivasinya kurang, sehingga ketika pelaksanaan supervisi kurang maksimal.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 4 Masbagik Utara

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 4 Masbagik Utara

Program bermutu bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kinerja/kemampuan guru, kualifikasi, dan kinerja/kemampuan guru guru. Salah satu komponen strategis Program bermutu untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan yang terwadahi dalam komponen 2 program bermutu seperti kegiatan KKGS dll. Program pada komponen 2 ini terkait dengan usaha memantapkan struktur pengembangan mutu guru pada tingkat lokal. Salah satu kegiatannya adalah pemberdayaan berbagai forum dan kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Dalam upaya pemberdayaan kelompok kerja atau kelompok kerja tersebut, program bermutu mengembangkan Model Belajar bermutu serta Paket Pembelajaran bermutu yang akan menjadi salah satu aktivitas utama dari kelompok kerja dan forum tersebut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Taman Kanak-Kanak melalui Kegiatan Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di Gugus I Kecamatan Selat

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Taman Kanak-Kanak melalui Kegiatan Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di Gugus I Kecamatan Selat

satuan pendidikan. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab di atas, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan keterampilan tertentu. Kemampuan dan keterampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalisme guru. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. Tugas guru erat kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, oleh karena itu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan mutu guru untuk menjadi tenaga profesional. Agar peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil. Sebagaimana dikemukakan Tilaar (1999: 104) peningkatan kualitas pendidikan tergantung banyak hal, terutama mutu gurunya. Untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional maka perlu diadakan pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan, dan menjadikan guru sebagai tenaga kerja perlu diperhatikan, dihargai dan diakui keprofesionalannya. Untuk membuat mereka menjadi professional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baik melalui pemberian penataran, pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yanglain seperti peningkatan disiplin, pemberian motivasi, pemberian bimbingan melalui supervisi, pemberian insentif, gaji yang layak dengan keprofesionalannya sehingga memungkinkan guru menjadi puas dalam bekerja sebagai pendidik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERANAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI SD - Test Repository

PERANAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI SD - Test Repository

Peran kompetensi pedagogik Guru PAI dalam mengajar adalah sebagai pengelola proses belajar mengajar PAI, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan tidak membosankan. 54 Apalagi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kurang mendapat perhatian dalam pemikiran peserta didik, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan Islam yang harus mereka capai yaitu meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Kompetensi Guru, Supervisi Akademik, Silabus Dan RPP PENDAHULUAN - UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SDN 09 KOTO PULAI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR

Kata Kunci: Kompetensi Guru, Supervisi Akademik, Silabus Dan RPP PENDAHULUAN - UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SDN 09 KOTO PULAI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR

Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegaiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama adalah 1) Membuat program tahunan 2) Membuat silabus 3) Membuat program semester 4) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran 5) Dan membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsure tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2017/2018 di SDN 09 Koto Pulai, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauh mana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatakan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Berkelanjutan Di SDN 01 Nambangan Kidul Kota Madiun

Upaya Meningkatakan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Berkelanjutan Di SDN 01 Nambangan Kidul Kota Madiun

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahakn, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No. 14 tahun 2005 : 2) Dengan demikian, dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban : 1) merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; 2) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; 3) bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran; 4) menjunjung tinggi peraturan perundang- undangan, hokum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan 5) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dengan Supervisi Akademik di Madrasah Ibtidaiyah Yaspuri Lowokwaru Malang

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dengan Supervisi Akademik di Madrasah Ibtidaiyah Yaspuri Lowokwaru Malang

Abstrak: Kepala sekolah sebagai supervisor haruslah selalu berusaha memperbaiki cara guru mengajar, cara siswa belajar, meningkatkan mutu pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, dan dapat tercapai tujuan pendidikan di sekolahataumadrasah.Pelaksanaan ideal supervisi akademik oleh kepala madrasah di MI Yaspuri Lowokwaru Malang masih kurang maksimal. Hal ini dapat diindikasikan pada kenyataan bahwa supervisi belum mampu dilakukan secara berkala dan belum ada tindak lanjut dari hasil supervisi sebagai upaya perbaikan atau peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan, yaitu Penelitian Tindakan Sekolah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II, dapat dilihat bahwa ada kenaikan nilai yang diperoleh dari masing-masing guru kecuali untuk seorang guru. Bila dibandingkan nilai yang diperoleh secara rata-rata pada siklus I adalah 74.29, dan nilai yang diperoleh pada siklus ke II rata-rata sebesar 79.38 maka mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5.09. Artinya dengan pelaksanaan supervisi, mengalami peningkatan nilai rata-rata guru sebesar 5,09, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI PELATIHAN BERJENJANG

MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI PELATIHAN BERJENJANG

Kompetensi social adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, (Buchari Alma, 2009: 142). Menurut Depdiknas, 2007 kompetensi social dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi inti antara lain: (1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi, (2) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, (3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman social budaya, dan (4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Oleh karena itu guru professional harus mengembangkan komunikasi dengan orang tua siswa, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang berkelanjutan antara sekolah dengan orang tua, serta masyarakat pada umumnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri 177 Jakarta

Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri 177 Jakarta

Jawaban: setau saya, untuk kepala sekolah yang lama itu belum ada yang spesifik mengadakan pembinaan tentang karakter. Untuk Kepala sekolah yang baru juga belum ada. Karena masih baru sekali menjabat, baru mulai dari bulan Januari 2015. Tapi sudah kami usulkan adanya satu pembinaan buat guru kelas, wali kelas. Mungkin kami juga mengusulkan, dalam membina anak-anak kami sampaikan melalui wakil kepala sekolah, bahwa ketika memberikan pengarahan pada siswa, maka mohon untuk tidak di ruang guru. gunakanlah ruang BK. Ruangan BK disini cukup luas. Saya juga katakan bahwa pola penanganannya pun bukan lagi harus menunjuk-nunjuk siswa tersebut. saya menyampaikan bahwa itu kurang tepat. harusnya di sini (ruang BK). Kalau disana, semua guru-guru nanti ikut untuk men- judge. Ketika besoknya saya panggil. Mereka (siswa) nangis. Ternyata salah paham antara guru dengan siswa tersebut. seharusnya kan cari tahu dulu latarbelakangnya seperti apa, kenapa masalah itu bisa terjadi. Jangan sampai terjadi kesalahan. Saya maklum, karena tugas guru kelas dan wali kelas kan banyak, nah kalau guru BK kan memang khusus untuk mencegah kelakuan negatif siswa, atau bahkan mencarikan solusi ketika timbul masalah.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Supervisi Kunjungan Kelas untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SDN Cukil 01 Tengaran Kabupaten Semarang

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Supervisi Kunjungan Kelas untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SDN Cukil 01 Tengaran Kabupaten Semarang

diperbaiki, karena tidak hanya satu sekolah saja tetapi lebih lingkup luas. Sehingga, jika ingin menanamkan kedisiplinan pun sulit dilakukan, karena masih cenderung banyak yang meremehkan dan cemburu dengan keadaan sekolah lain yang biasa saja. 5. Bersangkutan dengan guru

9 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SDN

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SDN

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam peningkatan kinerja guru yaitu motivasi kerja guru (Supardi 2013;50). Motivasi adalah merupakan daya penggerak bagi seseorang untuk mencapai keinginannya yang dapat menciptakan kegairahan kerja agar mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai tujuan dan kepuasan, sesuai dengan pendapat para ahli (Hasibuan, 2014; Dale H.Schunk, 2012; Usman, 2014; Torang, 2013)

10 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Pengawas untuk Meningkatkan Kemampuan Pedagogik Guru pada SMK Negeri 1 Mesjid Raya Aceh Besar

Supervisi Akademik Pengawas untuk Meningkatkan Kemampuan Pedagogik Guru pada SMK Negeri 1 Mesjid Raya Aceh Besar

Supervisi akademik adalah bantuan profesional yang diberikan oleh supervisor kepada guru untuk meningkatkan kompetensinya agar ia mampu mengembangkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang 1) Perencanaan supervisi akademik yang disusun oleh pengawas, 2) Pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas dan (3) Tindak lanjut hasil supervisi akademik oleh pengawas. Dengan mempergunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, subjek penelitian pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru di SMK Negeri 1 Mesjid Raya, dan analisis kualitatif, penelitian ini menunjukkan hasil: 1) Perencanaan supervisi akademik yang disusun oleh pengawas sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, 2) Pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sudah efektif baik dilihat dari teknik yang digunakan, maupun prosedur pelaksanaannya, (3) Tindak lanjut hasil supervisi akademik yang dilaksanakan pengawas dapat membantu guru mengatasi masalah yang dialaminya. Disarankan agar pola pelaksanaan supervisi akademik yang dilaksanakan pengawas pada SMKN hendaknya dipertahankan terus karena dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI  PEDAGOGIK GURU DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK   Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMP Al-Islam 1 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMP Al-Islam 1 Surakarta.

7. Kepala sekolah SMP Al-Islam 1 Surakarta H.Muftin Addin, S.Pd atas izin yang diberikan untuk melaksanakan penelitian dan menyelesaikan skripsi ini, serta staf pengajar, rekan-rekan guru BK dan staf TU yang telah banyak membantu dalam pengumpulan berbagai data dari sekolah. Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan.

19 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IN HOUSE TRAINING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN RPP BERKARAKTER

PELAKSANAAN IN HOUSE TRAINING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN RPP BERKARAKTER

This study aims to improve the pedagogical competence of teachers in preparing nation character lesson plan through the implementation of In House Training (IHT) in SDN Banyuwangi Wongsorejo academic year 2013-2014. The experiment was conducted at SDN Wongsorejo, Odd semester academic year 2013-2014, took over three months. The subject of research was all teachers by totaling 34 people. The method of collecting data is through documentation, observation, interview and assignment. This research was conducted using action research design is designed through two cycles with procedure: (1) planning (planning), (2) the implementation of the action (action), (3) observation (observation), (4) reflection (reflection) in each cycle. The results showed that an increase in pedagogical first cycle 71 points was rated “good" second cycle increased to 91 points rated “excellent“. This increase is evidenced by the results of the assessment planning learning process in arranging character lesson plan that is first cycle 78 points was rated "good", the second cycle 93 points was rated "excellent". It can be concluded that the implementation of In House Training can improve the pedagogical competence of teachers in arranging character lesson plan in SDN Wongsorejo academic year 2013-2014
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU PRODUKTIF MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMK NEGERI 1 POPAYATO

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU PRODUKTIF MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMK NEGERI 1 POPAYATO

Keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada lembaga pendidikan formal tidak terlepas dari kemampuan profesional guru melalui penguasaan berbagai kompetensi dasar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Pada dasarnya mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan bagi seorang guru berhadapan dengan sekelompok siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan bimbingan atau petunjuk agar mereka menjalani proses belajar secara maksimal dalam suasana yang kondusif. Kemampuan guru merupakan faktor yang utama dalam proses kegiatan belajar mengajar yang diharapkan mampu melihat situasi belajar yang dapat menumbuhkan minat dan motifasi belajar siswa, dalam hal ini guru bertindak sebagai motifator sekaligus fasilitator yang maksimal sehingga dapat memberikan respon dan penguatan kepada siswa mentransfer materi pelajaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects