Top PDF Metode Pembinaan Remaja Masjid dalam Pembinaan Remaja di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Metode Pembinaan Remaja Masjid dalam Pembinaan Remaja di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Metode Pembinaan Remaja Masjid dalam Pembinaan Remaja di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Hal – hal di atas merupakan sebagian kecil tantangan yang datang dari luar yang ingin memadamkan sinar terang syiar Islam. Para remaja masjid, sebagai elemen umat Islam yang bertanggung jawab mengibarkan panji-panji Islam tidak boleh tinggal diam. Mereka hendaknya mampu mempertahankan syiar Islam, ketika Islam digerogoti oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Islam semarak di bumi. Selain itu, contoh lain misalnya para remaja masjid harus jeli mewaspadai menyangkut genjarnya gerakan kaum misionaris Kristen di daerah pemukiman umat Islam, khususnya yang bertaraf ekonomi lemah, kelompok muslim dhuafa. Misionaris itu beroperasi dengan dalih memenuhi pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya, intinya “membantu” meringankan beban kelompok sasaran mereka. Setelah kaum muslim dhuafa banyak berhutang budi, kaum misionaris Kristen itu menyodori kelompok yang mereka mau “membantu” kitab Injil. Dhuafa yang lemah iman tersebut dengan mudah “menjual” akidah dan masuk pengikut ajaran kristiani. 27
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Metode Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Mental Akhlak Remaja di Desa Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

Metode Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Mental Akhlak Remaja di Desa Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

Remaja dalam psikologi dikenal dengan kata adolescence yang berasal dari kata latin adolescere (kata bendanya adolesscentia yang berarti remaja) yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. 1 Masa remaja merupakan salah satu di antara dua masa rentangan kehidupan individu, di mana terjadi pertumbuhan fisik yang sangat pesat. 2 Istilah adolescence juga memunyai arti yang lebih luas, yang mencakup kematangan mental, emosi dan fisik. 3 Pandangan ini diungkapkan oleh Piaget, “secara umum psikologi usia remaja berinteraksi dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak”. Secara terminologi, remaja berarti mendekati kematangan secara fisik, akal, dan jiwa serta sosial. 4
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Metode Pembina Pondok Pesantren Darul Istiqamah dalam Pembinaan Kecerdasan Spiritual Santri di Desa Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

Metode Pembina Pondok Pesantren Darul Istiqamah dalam Pembinaan Kecerdasan Spiritual Santri di Desa Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

M. Yusuf menambahkan bahwa pemberian hukuman adalah salah satu bentuk agar santri tidak melanggar aturan-aturan di pondok. Pemberian hukuman terbagi atas 3 jenis yaitu: 1. pemberian hukuman ringan seperti, santri berambut panjang, memanggil orang lain dengan nada keras dan kasar dan memakai celana pendek akan dikenakan hukuman seperti membersihkan masjid, dan menyapu halaman pondok. 2. Pemberian hukuman sedang seperti mewarnai rambut, membawa alat elektronik, benda tajam dan obat-obat terlarang akan di kenakan hukuman seperti, membersihkan wc asrama, wc masjid, membaca Alquran kurang lebih 1 juz. 3. Pemberian hukuman berat dilakukan terhadap santri yang melakukan pelanggaran seperti melakukan tindakan asusila, mencuri, menonton/membaca barang-barang yang mengandung pornografi, merokok, dan bertengkar dengan santri lain akan diberikan hukuman seperti di Skorsing, di botak, di denda, dan bahkan ada yang di pulangkan jika seringkali melakukan pelanggaran yang sama. 91 f. Pemberian hadiah
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Partisipasi Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Partisipasi Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Didasarkan hasil penelitian ini ditemuukan bahwa DPK BKPRMI Aek Natas sebagai organisasi dakwah islam dapat berpartisipasi dalam pembinaan akhlak remaja di Desa Terang Bulan untuk masyarakat yang lebih baik dan berbudi pekerti yang mulia. Dengan berbagai aneka program yang direncanakan, dilaksanakan dan dimanfaatkan bersama para remaja dan masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan DPK BKPRMI Aek Natas dalam pembinaan remaja yaitu dengan 2 metode: : Keteladanan dan Pembiasaan. Dan adapun pembinaan Remaja Masjid yaitu dengan membuat kegiatan bersama dengan Remaja Masjid seperti wirit yasin, kajian bulanan, psantren ramadhan, kegiatan PHBI. Dan adapun kegiatan sosial yaitu melakukan seminar, safari silaturahmi, bakti sosial, santunan anak yatim piatu dan kaum dhu’afa, kemah dakwah, dan pernikahan.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

METODE PEMBINA PONDOK PESANTREN DARUL ISTIQAMAH DALAM PEMBINAAN KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI DI DESA TIMBUSENG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA

METODE PEMBINA PONDOK PESANTREN DARUL ISTIQAMAH DALAM PEMBINAAN KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI DI DESA TIMBUSENG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA

M. Yusuf menambahkan bahwa pemberian hukuman adalah salah satu bentuk agar santri tidak melanggar aturan-aturan di pondok. Pemberian hukuman terbagi atas 3 jenis yaitu: 1. pemberian hukuman ringan seperti, santri berambut panjang, memanggil orang lain dengan nada keras dan kasar dan memakai celana pendek akan dikenakan hukuman seperti membersihkan masjid, dan menyapu halaman pondok. 2. Pemberian hukuman sedang seperti mewarnai rambut, membawa alat elektronik, benda tajam dan obat-obat terlarang akan di kenakan hukuman seperti, membersihkan wc asrama, wc masjid, membaca Alquran kurang lebih 1 juz. 3. Pemberian hukuman berat dilakukan terhadap santri yang melakukan pelanggaran seperti melakukan tindakan asusila, mencuri, menonton/membaca barang-barang yang mengandung pornografi, merokok, dan bertengkar dengan santri lain akan diberikan hukuman seperti di Skorsing, di botak, di denda, dan bahkan ada yang di pulangkan jika seringkali melakukan pelanggaran yang sama. 91 f. Pemberian hadiah
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Biaya Peternakan Sapi Rakyat di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa - Repositori UIN Alauddin Makassar

Analisis Perbandingan Biaya Peternakan Sapi Rakyat di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa - Repositori UIN Alauddin Makassar

Penelitian yang dilakukan di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa pada bulan Januari-Maret 2018 ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbandingan biaya dalam usaha peternakan sapi rakyat dan mengetahui kelayakan usaha peternakan di desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dimana dilakukan pengumpulan data dengan mengambil beberapa elemen kemudian dianalisis menggunakan dua cara yaitu analisis deskriptif dan analisis ekonomi. Analisis deskriptif untuk mengetahui keadaan usaha ternak sapi potong dan analisis ekonomi untuk mengetahui komposisi biaya produksi, penerimaan, pendapatan serta B/C pada usaha ternak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai B/C pada semua peternak, baik skala kecil, menengah hingga skala besar menunjukkan angka di atas 1 (B/C > 1) sehingga dapat dikatakan bahwa peternakan tersebut layak dilakukan dan dapat memberi keuntungan bagi para peternak tersebut dan usaha yang paling menguntungkan yaitu peternakan dengan skala usaha besar (>10 ekor) dengan nilai B/C yaitu 6,07.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PERAN MASJID NURUL HAQ DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI DESA GONILAN KECAMATAN KARTASURA  Peran Masjid Nurul Haq Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012.

PERAN MASJID NURUL HAQ DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI DESA GONILAN KECAMATAN KARTASURA Peran Masjid Nurul Haq Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012.

Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana peran masjid Nurul Haq dalam pembinaan akhlak remaja di desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti masjid ini dengan tujuan mengetahui peran masjid Nurul Haq dalam pembinaan akhlak remaja di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), angket dan dokumentasi. Dalam analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan cara berfikir induktif dan deduktif yaitu menganalisiss data yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus, kemudian dari fakta atau peristiwa yang khusus tadi ditarik generalisasi yang bersifat umum dan selanjutnya ditarik suatu kesimpulan dari pernyataan umum menuju pernyataan khusus.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI KUALITAS AIR PADA MATA AIR DI DESA BELABORI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA

UJI KUALITAS AIR PADA MATA AIR DI DESA BELABORI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA

5. Sulistyorini, dkk (2015) Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur khususnya sumber mata air di Desa Karangan Hilir, dan Desa Batu Lepoq Kecamatan Karangan serta sumber mata air di Desa Bukit Harapan Kecamatan Kaliorang. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 3 bulan Tahun 2015, dan analisis sampel air dilakukan di Laboratorium Analisis Terpadu FPIK Universitas. Prosedur dalam penelitian ini secara umum terdiri dari studi kepustakaan, orientasi lapangan dan pengambilan sampel air. Sampel air yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan, untuk masing masing lokasi diambil 3 botol (±1800 ml) dengan diberi perlakuan tertentu agar suhu konstan tetap terjaga bertujuan untuk mempertahankan dan mengawetkan sifat fisik, kimia dan biologi sampel air tersebut Metode dalam penelitian ini adalah metode survey langsung dan analisis laboratorium. Lokasi survey sumber mata air ditentukan secara sengaja. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu menggambarkan hasil perbandingkan data kualitas air hasil uji laboratorium dengan baku mutu yang berlaku dan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan kajian kepustakaan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Metode Bimbingan Penyuluhan Islam dalam Pembinaan Akhlak Remaja di Desa Bubun Lamba Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang

Metode Bimbingan Penyuluhan Islam dalam Pembinaan Akhlak Remaja di Desa Bubun Lamba Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang

Hasniar megatakan bahwa penyuluh agama Islam berinisiatif untuk mengaktifkan remaja masjid agar dapat membina remaja untuk senantiasa beriman, berilmu dan beramal sholeh dalam rangka mengabdi kepada Allah swt untuk mencapai keridhahannya. Pembinaan akhlak pada remaja dilakukan dengan mengadakan pertemuan di masjid Babul Khair setiap hari jum’at pukul 04:00 sore untuk diadakan pembinaan akhlak pada remaja tersebut. Adapun materi-materi yang disampaikan penyuluh agama Islam yaitu tentang rendah hati, malu dari perbuatan yang munkar, sifat membangkang, mengikuti jalan orang-orang yang beriman, pemimpin yang terpercaya. 13 Adapun jadwal pembinaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam dapat dilihat melalui table berikut:
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peran Masjid Nurul Haq Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012.

PENDAHULUAN Peran Masjid Nurul Haq Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2012.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2006: 73), sampel yang diambil harus reseprentatif artinya dapat mewakili populasinya. Adapun metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penarikan sampel bertujuan. Maksudnya sampel disesuaikan dengan data yang diperlukan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari pengurus masjid, ustadz/ustadzah, dan remaja Masjid dengan jumlah sebanyak 15 orang, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini sesuai dengan pendapat ( Suharsimi, 1989 : 107 ), dengan kisi-kisi apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya dan apabila subyeknya lebih besar dapat diambil antara 10% - 15% atau lebih.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBINAAN MORAL DALAM  MEMBENTUK KARAKTER REMAJA  (Studi Kasus Remaja Peminum Tuak di Kelurahan Suli Kecamatan Suli Kabupaten Luwu)

PEMBINAAN MORAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA (Studi Kasus Remaja Peminum Tuak di Kelurahan Suli Kecamatan Suli Kabupaten Luwu)

Hambatan yang dihadapi dalam pembinaan remaja ada factor 2 faktor yaitu factor internal dan ekstrenal. Factor internal yaitu: (1) Pengetahuan yang dimiliki anak remaja di Kelurahan Suli tersebut lebih banyak dari pada orang tua, sehingga nasehat orang tua kadang-kadang dianggap dongeng belaka, (2) tingkat keadaan para remaja akan hari depan tidak sama, sehingga menyebabkan langkah-langkah yang telah dilakukan dengan benar kadang- kadang menyimpang, dan (3) sulitnya mengetahui kemampuan anak remaja yang masih terpendam karena sifat anak remaja yang kadang-kadang cenderung pasif (pemalu). Hambatan eksternal yang di jumpai dalam pembinaan moral dan karakter remaja dari keluarga yaitu arus globalisasi dan reformasi media massa dan elektronika sehingga mudah ditiru oleh oleh para remaja, kurang adanya sarana dan prasarana dalam pengembangan minat dan bakat para remaja diKelurahan tersebut, dan adanya dana yang pas- pasan yang dimiliki oleh pembina moral dan karakter remaja
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Pertambangan Batuan Terhadap Perubahan 

 

Penggunaan Lahan di Desa Lojoboko Kecamatan Parangloe

Kabupaten Gowa

Pengaruh Pertambangan Batuan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Lojoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Desa Lonjoboko merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Bentanglahan Desa Lonjoboko berupa wilayah daratan yang berbukit. Kondisi hidrologi Desa Lonjoboko dilintasi oleh aliran Sungai Jeneberang yang menjadikan desa ini memiliki potensi tambang batuan. Jenis tambang batuan yang potensial di Desa Lonjoboko adalah pasir, batu kali, tanah, batu gunung, sirtu dan batu pecah. Seiring dengan meningkatnya produksi dari Kawasan Tambang Batuan, beberapa tahun belakangan di Desa Lonjoboko telah banyak mengalami perubahan lahan yang semula berupa lahan pertanian, menjadi kawasan pertambangan dan industri pengelolaan hasil tambang. Olehnya itu, maka dibutuhkan penelitian ilmiah mengenai “Pengaruh Pertambangan Batuan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertambangan batuan terhadap perubahan penggunaan lahan terkait adanya aktivitas pertambangan batuan dan faktor – faktor yang mempengaruhinya, dan mendeskripsikan arahan strategi penataan kawasan tambang batuan di Desa Lonjoboko.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

Eksistensi KUA dalam Pembinaan Keluarga Sakinah Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa

Eksistensi KUA dalam Pembinaan Keluarga Sakinah Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Bontomarannu menganggap keberadaan kantor urusan agama hanya sebagai tempat pencatatan pernikahan, sehingga masih kurang masyarakat yang datang langsung untuk melaksanakan bimbingan. 2) Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh pihak kantor urusan agama adalah pembinaan secara individu dan kelompok. 3) Melaksanakan kursus calon pengantin. 4) Memfungsikan Pembantu Pegawai Pencatat Nika (P3N) yang bertugas di setiap desa. 5) Pembinaan jiwa keagamaan terhadap keluarga. 6) Terbatasanya SDM yang professional. 7) Masih banyak masyarakat yang belum menyadari arti pentingnya penasehatan dan ada juga pasangan yang dilihat dari segi pemahaman keagaamaannya masih kurang. 8) Pada proses pembinaan sulit memahami materi yang disampaikan, disebabkan karena pendidikannya yang rendah.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

BAB IV PERANAN REMAJA DALAM PEMBINAAN MORAL A. PERANAN REPSHOL DAN OMK DALAM PEMBINAAN MORAL - PERANAN REMAJA DALAM PEMBINAAN MORAL ( Study Perbandingan Antara REPSHOL Dan OMK Di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu ) - Raden Intan Repository

BAB IV PERANAN REMAJA DALAM PEMBINAAN MORAL A. PERANAN REPSHOL DAN OMK DALAM PEMBINAAN MORAL - PERANAN REMAJA DALAM PEMBINAAN MORAL ( Study Perbandingan Antara REPSHOL Dan OMK Di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu ) - Raden Intan Repository

Walaupun di Desa Panutan Kecamatan Pagelaran tidak pernah terjadi bentrok antar Agama malahan disini tanpa kita meminta dan mengajak pun masyarakat disini sudah sering Gotong Royong dalam kegiatan-kegiatan membangun desa, selain itu juga terkait keamanan dan ketertiban. Namun dengan berjalannya waktu dan permasalahan-permasalahan yang mulai muncul di masyarakat tidak menutup kemungkinan kedepannya akan terjadi hal-hal yang tidak terduga, inilah upaya-upaya yang saya rumuskan bersama dengan kawan- kawan yang lain untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak terduga, karena sering dengar pepatah “Sedia Payung Sebelum Hujan” . 30
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN EKONOMI REMAJA MASJID : STUDI PENDAMPINGAN EKONOMI REMAJA MASJID MELALUI BARANG BEKAS DI DESA CANDIPARI KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO.

PEMBERDAYAAN EKONOMI REMAJA MASJID : STUDI PENDAMPINGAN EKONOMI REMAJA MASJID MELALUI BARANG BEKAS DI DESA CANDIPARI KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO.

membuat hiasan hijab dari bahan botol minuman yang sudah didaur ulang. Etyk Maysaroh salah satu yang memiliki pengetahuan cara pemanfaatan barang bekas sesuai dengan gambar nomor 3. Jumlah botol bekas yang digunakan belum terlalu besar karena keterbatasan jumlah sumber daya manusia yang mana para remaja masih bersekolah. Hal ini tidak menjadi kendala bagi fasilitator untuk pemberdayaan ekonomi remaja masjid Al maghfur. Hasil kegiatan ini didasarkan pada asset dan potensi yang dimiliki para remaja serta kemampuan mereka dalam segala hal yang berkaitan dengan pendampingan ini. Selain itu, yang menjadi bahan pertimbangan bagi pendamping disini adalah tidak semua remaja Candipari mau bergabung dengan remaja masjid oleh karena itu tidak mudah dalam proses pendampingan ini secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Perilaku Remaja Pengguna Miras (Studi di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa)

Perilaku Remaja Pengguna Miras (Studi di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa)

2. Desi Maria Ulfah (2005) “Faktot-faktor Penggunaan Minuman Keras di kalangan Remaja di Desa Losari Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga.” Berdasarkan penelitian (1) Faktor-faktor yang melatar belakangi di antaranya, faktor rasa ingin tahu, pelarian dari masalah yang dihadapi, mudahnya remaja mendapatkan minuman keras, faktor ekonomi, faktor pendidikan agama.(2) Lingkungan pergaulan di Desa Losari Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi terhadap kalangan remaja yang mempunyai kebiasaan minum- minuman keras, dan sering mengadakan nongkrong di pinggir jalan, sampai larut malam. Dan kadang diselingi minum-minuman keras, dengan cara patungan Karena umumnya kalangan remaja di Desa Losari perekonomiannya menengah kebawah. (3) Kontrol Orang Tua Terhadap Kalangan Remajanya di Desa Losari Walaupun pendidikan agama diperkenalkan sejak kecil oleh orang tuanya, akan tetapi karena, setelah memasuki usia remaja tidak tidak diperkenalkan kembali, sehingga anak yang memasuki usia remaja cenderung melakukan penyimpangan dari ajaran agama dengan minum-minuman keras. 14
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN JIWA KEAGAMAAN MASYARAKAT DI DESA PATTALLASSANG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA

PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN JIWA KEAGAMAAN MASYARAKAT DI DESA PATTALLASSANG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA

Skripsi ini berjudul, “ Peran Penyuluh Agama Dalam Pembinaan Jiwa Keagamaan Masyarakat di Desa Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa ”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, meskipun telah melalui beberapa proses menuju kesempurnaan. Berkat doa dan usaha serta bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang senantiasa mendapat rahmat dan lindungan dari Allah swt. maka rintangan dan halangan dapat teratasi dengan baik, sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini sebagaimana yang ada di hadapan pembaca sekarang. Oleh karena itu, penulis tidak lupa mengucapkan terimah kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa moril maupun berupa material terkhusus kepada :
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Tanggungjawab Orang Tua dalam Pembinaan Keimanan pada Anak Remaja di Kecamatan Peudada Bireuen

Tanggungjawab Orang Tua dalam Pembinaan Keimanan pada Anak Remaja di Kecamatan Peudada Bireuen

/HELK ODQMXW GLMHODVNDQ EDKZD ³orang tua memberikan pengetahuan agama yang benar kepada remaja sebagai jalan untuk memberi penguatan keimanan kepada keluarga yaitu dengan mendidik nafsu agar terus menerus melakukan tarbiyah ruhaniyah. remaja yang sudah memiliki keimanan kepada Allah. Keimanan yang teguh kepada Allah akan memberikan kemudahan dalam menjalankan kehidupan´ +DO LWX VHVXDL GHQJDQ SHWXQMXN Allah dalam al-4XU¶DQ DUWLQ\D ³ Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonlah ampun kepada mereka, bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal´.(Qs. Ali Imran: 159).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa

Penerapan sistem agroforestri disuatu daerah memiliki prospek yang baik dimana agroforestri sebagai suatu sistem yang memadukan berbagai jenis tanaman dalam satu lahan akan memungkinkan naiknya produktivitas hasil panen setiap tanaman (Mahendra, 2009). Meningkatnya total produksi per satuan luas lahan dengan penerapan sistem agroforestri akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kajian mengenai pendapatan masyarakat dalam pengelolaan agroforestri dan pola agroforestri yang diterapkan oleh petani menjadi dibutuhkan guna mengetahui seberapa besar pengaruh pengelolaan agroforestri tersebut terhadap pendapatan masyarakat. Dengan semakin besar pendapatan masyarakat akan menjadi pendorong minat dan usaha masyarakat untuk terus mengembangkan hutan rakyat melalui sistem pengelolaan agroforestri. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian tentang pendapatan petani dalam pengelolaan sistem agroforestri menjadi sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komponen agroforestry pada hutan rakyat di Kecamatan Parangloe dan menghitung pendapatan petani dari setiap komponen agroforestry tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

TINGKAT KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN HUTAN DI DESA BORISALLO KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

TINGKAT KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN HUTAN DI DESA BORISALLO KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

Dusun Lantaboko Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Gowa yang sebagian besar penduduknya melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan. Umumnya masyarakat di wilayah ini menjadikan pembuatan gula aren sebagai sumber mata pencaharian utama. Selain itu, masyarakat masih memanfaatkan hutan dengan membuka lahan untuk bercocok tanam, memungut hasil hutan kayu dan non kayu. Berdasarkan hal yang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui ketergantungan masyarakat terhadap kawasan hutan di Dusun Lantaboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk aktivitas masyarakat dalam kawasan hutan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects