Top PDF MIKROORGANISME PENYEBAB FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR

MIKROORGANISME PENYEBAB FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR

MIKROORGANISME PENYEBAB FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR

v KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Segenap puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul “ Mikroorganisme Penyebab Fluor albus Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar ”.

23 Baca lebih lajut

KARYA TULIS AKHIR MIKROORGANISME PENYEBAB FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR. Oleh : PRIMI NAZHYA ANANDA FAKULTAS KEDOKTERAN

KARYA TULIS AKHIR MIKROORGANISME PENYEBAB FLUOR ALBUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR. Oleh : PRIMI NAZHYA ANANDA FAKULTAS KEDOKTERAN

Segenap puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul “Mikroorganisme Penyebab Fluor albus Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar”.

18 Baca lebih lajut

STUDI TERHADAP MANAJEMEN ENERGI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR.

STUDI TERHADAP MANAJEMEN ENERGI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR.

pertumbuhan penduduk yang tidak terbendung, menimbulkan kebutuhan energi yang terus meningkat. Dari total kebutuhan energi di Indonesia, hampir 95% dipenuhi dari bahan bakar fosil dan 50%-nya merupakan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan dalam sektor industri (bahan bakar mesin), transportasi (bensin, solar dan avtur) dan rumah tangga (minyak tanah). Bahan bakar fosil adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petroleum, dan gas alam. Dalam pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik, bahan bakar fosil digunakan untuk menggerakkan turbin melalui proses pembakaran. Pembakaran ini akan menghasilkan karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab terjadinya pemanasan global. (www.wikipedia.com). Berbeda halnya dengan energi fosil yang tidak bisa diperbaharui dan jumlahnya terbatas, energi non fosil adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, prosesnya berkelanjutan sehingga ketersediaannya menjadi tidak terbatas. Contohnya adalah air, matahari dan angin.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Diabetic Foot Ulcer, HbA1c. PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah kronis dan bervariasi. Hal ini disebabkan oleh kelainan pada sekresi insulin, kelainan kerja insulin, ataupun keduanya. 1 Penyebab diabetes melitus sangat

6 Baca lebih lajut

ABSTRAK KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA WANITA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN

ABSTRAK KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA WANITA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian wanita tertinggi di dunia. Di Indonesia sendiri kanker payudara menempati urutan kedua setelah kanker serviks, dengan prevalensi tertinggi adalah di DI Yogyakarta. Insiden kanker payudara diperkirakan akan meningkat setiap tahun. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai karakteristik kanker payudara wanita di RSUP Sanglah, mengingat kurangnya penelitian mengenai karakteristik kanker payudara wanita di Indonesia. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti antara lain mengetahui karakteristik kanker payudara wanita di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014-2015. Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah manfaat akademis, yaitu hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dan bahan evaluasi untuk penelitian selanjutnya. Manfaat klinis yang diharapkan adalah hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi untuk RSUP Sanglah serta menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan Kota Denpasar dalam penanggulangan kanker payudara.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar ABSTRAK ABSTRACT

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar ABSTRAK ABSTRACT

ABSTRAK Indonesia memiliki angka morbiditas dan mortalitas diare yang tinggi, dimana kontaminasi makanan oleh Eschercia Coli merupakan salah satu penyebab diare. Es daluman merupakan salah satu minuman yang digemari masyarakat Bali yang dalam pembuatan sampai penyajian daluman sangat rentan akan kontaminasi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Eschercia coli khususnya serotipe O157 pada daluman yang dijual pedagang es daluman di Kota Denpasar.

15 Baca lebih lajut

GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA ULKUS KORNEA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR, BALI

GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA ULKUS KORNEA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR, BALI

mata, mengingat pemakaian alat pelindung diri saat bekerja belum optimal dilaksanakan di Indonesia (Riskesdas, 2013). Ulkus kornea memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya komplikasi berupa perforasi, endoftalmitis, prolaps iris, sikatrik kornea, katarak, glaukoma sekunder dan perluasan ulkus (PERDAMI, 2012). Ulkus kornea disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti jamur, bakteri, serta virus dan apabila kekeruhan tersebut terlambat didiagnosis atau diterapi akan mengakibatkan kerusakan pada stroma kornea dan jaringan parut. Faktor yang mengakibatkan terjadinya ulkus kornea antara lain karena trauma, pemakaian lensa kontak, kekurangan gizi, adanya kelemahan atau gangguan pada permukaan mata, dan kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya (Katara, dkk., 2013;
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KETERLAMBATAN BICARA DAN BAHASA PADA ANAKDI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR.

HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KETERLAMBATAN BICARA DAN BAHASA PADA ANAKDI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR.

Penyebab keterlambatan bicara sangat banyak dan bervariasi. Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat. Penyebab keterlambatan bicara bisa terjadi gangguan mulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, otot atau organ pembuat suara. Beberapa penyebab utama keterlambatan bicara diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional termasuk gangguan yang paling ringan dan saat usia tertentu akan membaik. Penyebab lain yang relatif jarang adalah kelainan organ bicara, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, afasia reseptif, dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan bisa disebabkan lingkungan sepi, dua bahasa, status ekonomi sosial, teknik pengajaran salah, sikap orangtua (Judarwanto, 2013).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

MIKROALBUMINURIA SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK STROKE ISKEMIK AKUT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR

MIKROALBUMINURIA SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK STROKE ISKEMIK AKUT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR

Stroke iskemik didefinisikan sebagai episode disfungsi neurologis yang disebabkan oleh infark pada otak, medula spinalis, dan retina, berdasarkan pada bukti patologis, pencitraan, atau gejala klinis yang menetap lebih dari 24 jam atau diakhiri dengan kematian, tanpa penyebab selain vaskular. 7 Diagnosis stroke ditegakkan sesuai pemeriksaan klinis neurologis yang ditemukan dan dikonfirmasi dengan menggunakan CT scan kepala tanpa kontras dan tidak ditemukannya gambaran hiperdense pada CT scan kepala tanpa kontras.

9 Baca lebih lajut

Prevalensi Kelompok Gen blactx-m-1 pada Klebsiella pneumoniae di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Prevalensi Kelompok Gen blactx-m-1 pada Klebsiella pneumoniae di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

menyebabkan resistensi terhadap antibiotik melalui mekanisme hidrolisis terhadap komponen tertentu antibiotik, khususnya pada antibiotik golongan beta-laktam. 3 Kelompok enzim CTX-M 1 dikode oleh kelompok gen bla CTX-M-1 . Identifikasi terhadap prevalensi gen penyebab resistensi masih jarang dilakukan di Indonesia. Padahal dengan melakukan identifikasi terhadap gen tersebut dapat diketahui pola penyebaran gen dan potensi suatu bakteri untuk mengalami resistensi terhadap antibiotik dari golongan tertentu. Sehingga, identifikasi terhadap prevalensi kelompok gen bla CTX-M-1 penting untuk dilakukan mengingat peran kelompok gen bla CTX-M-1 yang besar dalam menimbulkan strain
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Korelasi antara kadar hemoglobin dan fungsi kognitif pada penyandang hemodialisis regular di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Korelasi antara kadar hemoglobin dan fungsi kognitif pada penyandang hemodialisis regular di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

penyesuaian dengan faktor lain [RO=1,07 (IK95% 0,86 sampai 1,33)]. 11 Studi terhadap komunitas berusia dewasa juga mendapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara penurunan kadar Hb dan gangguan kognitif setelah dilakukan penyesuaian terhadap demografi, kondisi penyakit kronis, status kesehatan, dan inflamasi [RO=1,39 (IK95% 0,94 sampai 2,04). 8 Pada penelitian ini ditemukan korelasi yang lemah dan tidak bermakna antara kadar Hb dengan skor MMSE pada penyandang HD reguler (r=0,13; P=0,18). Meskipun terdapat bukti bahwa penyebab spesifik anemia menyebabkan gangguan fungsi kognitif, tetapi belum diketahui anemia yang merupakan penyebab terjadinya gangguan kognitif. Selain itu, diperkirakan anemia merupakan penanda dari berbagai kondisi yang berkaitan dengan gangguan kognitif, seperti inflamasi, frailty, dan penurunan status kesehatan, sehingga ini yang diperkirakan menyebabkan tidak didapatkan korelasi antara anemia dan gangguan kognitif setelah dilakukan penyesuaian. 8
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI

Tahun 2006, PGK menempati urutan ke sembilan penyebab kematian terbanyak di Amerika Serikat. 2 Di Indonesia, diperkirakan insiden PGK berkisar 100-150 per satu juta penduduk dan prevalensinya sekitar 200-250 per satu juta penduduk pada tahun 2005. 3 Menurut World Health Organization (WHO), antara tahun 1995-2025 diperkirakan akan terjadi peningkatan pasien dengan penyakit ginjal sebesar 41,4% di Indonesia. 4

7 Baca lebih lajut

Analisis Kejadian Nyaris Cedera Pada Instalasi Rawat Inap C di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2015.

Analisis Kejadian Nyaris Cedera Pada Instalasi Rawat Inap C di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2015.

Kejadian Nyaris Cedera adalah suatu kejadian yang dapat berpotensi mengakibatkan cedera yang seharusnya tidak terjadi. Ditemukan angka pelaporan insiden KNC pada tahun 2014 yang jumlahnya cukup tinggi yaitu 2469 insiden, namun belum dilaksanakan analisis mendalam dengan menjabarkan berdasarkan Tipe Insiden, Sub Tipe Insiden, Pelapor, Potensi Korban, Divisi Kejadian, Penyebab (petugas), Faktor Pemicu,dan juga sebagai bahan perbaikan kedepan untuk mencegah potensi KNC terkait faktor-faktor tersebut. Dan juga untuk tahun 2015, pihak RSUP Sanglah belum melaksanakan analisis kejadian nyaris cedera secara kesuluruhan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

TESIS FAKTOR RISIKO SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR KURNIASIH WIDAYATI NIM

TESIS FAKTOR RISIKO SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR KURNIASIH WIDAYATI NIM

Most of the characteristic of educated mothers >junior high school 61% and productive aged 20-35 years old (93%), mostly work in the private sector 43%, means of payment by health insurance 35% respectively. From the results of bivariate analysis, we got baby sex factors OR = 0.4 (95% CI: 0.1 to 1.2), maternal occupation OR = 3.5 (95% CI: 1.1 to 11.7) maternal age OR = 2.6 (95% CI: 0.8 to 8.4) and low birth weight babies OR = 6.6 (95% CI: 1.9 to 24.2), asphyxia OR = 2.3 (95% CI: 0.7 to 7.3), flour albus OR = 3.3 (95% CI: 0.7 to 21.0), the urinal tract infection suspect mothers OR = 4.5 (95% CI: 0.4 to 227, 1) and referrenced babies OR = 2.0 (95% CI: 0.6 to 6.2), incubated babies OR = 4.1 (95% CI: 1.2 to 14.3), baby with infusions OR = 9.3 (95% CI: 1.7 to 92.1), baby with oxygen supplay OR = 7.0 (95% CI: 1.9 to 29.7), baby with CPAP OR = 3.3 (95% CI: 0.7 to 21.0) is a risk factor for neonatal sepsis. On multivariate analysis, independent risk variables with the incidence of sepsis was LBW OR = 20.2 (95% CI: 1.4 to 289.7) meanwhile the sex of the babies, maternal ages, asphyxia, flour albus, suspect UTI, referenced babies and other invasive are not sepsis risk factors.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ABSTRAK PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI

ABSTRAK PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI

Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit serius dan telah menjadi masalah kesehatan diberbagai belahan dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Penyakit ginjal kronik adalah penyakit yang progresif dan ireversibel, dimana berkurangnya kemampuan ginjal dalam fungsi ekskresinya yang ditandai dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) ≤60 mL/min/1,73 m 2 selama 3 bulan atau lebih. Pada tahun 2006, penyakit ginjal kronik menempati urutan ke sembilan sebagai penyebab kematian terbanyak penduduk Amerika Serikat. Di Indonesia, diperkirakan insiden penyakit ginjal kronis berkisar 100-150 per satu juta penduduk dan prevalensinya sekitar 200-250 per satu juta penduduk pada tahun 2005. World Health Organization (WHO) memperkirakan akan terjadi peningkatan pasien dengan penyakit ginjal di Indonesia sebesar 41,4% antara tahun 1995-2025. Anemia sering terjadi pada pasien PGK. Prevalensi dan keparahan anemia pada penyakit ginjal kronis meningkat sesuai dengan peningkatan keparahan penyakit. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab anemia pada pasien penyakit ginjal kronis, diantaranya karena berkurangnya produksi eritropoietin, berkurangnya umur eritrosit, anemia efek toksik uremia, anemia karena defisiensi besi, inflamasi serta karena perdarahan. Anemia dapat mengganggu sejumlah aktifitas fisiologis sehingga dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang rutin dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronis untuk mempertahankan cairan, elektrolit, dan membuang sisa-sisa metabolisme dari tubuh. Terapi ini dapat memperpanjang umur pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien PGK di RSUP Sanglah Bali.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ALL RAS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KANKER KOLOREKTAL METASTASIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI.

HUBUNGAN ALL RAS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KANKER KOLOREKTAL METASTASIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI.

Penyebab KKR sangat komplek, meliputi faktor lingkungan dan genetik. Faktor ini dapat merubah mukosa normal menjadi premalignansi polip adenomatous dan menjadi KKR dalam tahunan (Libutti dkk, 2008). Sebagian besar kasus KKR bersifat sporadis, hal ini merupakan indikasi bahwa faktor predisposisi genetik atau keluarga jarang terjadi. Saat ini diperkirakan 15-30% kasus mempunyai komponen herediter, berdasarkan timbulnya kanker pada generasi pertama atau kedua keluarga. Kejadian KKR pada individu tanpa riwayat keturunan mengindikasikan tingginya sindroma genetik sebagai predisposisi KKR seperti familial polyposis (FAP) atau hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) dan memiliki dua kali risiko berkembang menjadi kanker kolorektal (Fearon dan Bommer, 2008).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA AIDS DAN INFEKSI OPORTUNISTIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI 2013 SAMPAI JUNI 2014

ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA AIDS DAN INFEKSI OPORTUNISTIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI 2013 SAMPAI JUNI 2014

Proporsi penderita AIDS berdasarkan pekerjaan terdapat paling tinggi pada penderita dengan pekerjaan pegawai swasta dengan proporsinya 43%, diikuti penderita dengan pekerjaan wiraswasta (12,8%), dan ibu rumah tangga (9,5%). Wiraswasta dinilai sebagai pekerjaan dengan mobilitas yang tinggi dan lebih sering berada di luar rumah serta berhubungan dengan orang banyak. Pegawai swasta yang secara pendidikan seharusnya lebih paham tentang HIV/AIDS tidak menjamin kelompok tersebut terbebas dari kelompok berisiko. Faktor stres terhadap pekerjaan, jauh dari keluarga (istri dan keluarga), kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan rendahnya kesadaran tentang tindakan pencegahan penularan HIV diidentifikasi sebagai penyebab penularan HIV.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TINEA FASIALIS. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TINEA FASIALIS. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Epidemiologi Tinea fasialis merupakan penyakit yang biasa terjadi. Ini terjadi di seluruh dunia. Namun, seperti dengan infeksi jamur kulit lainnya, lebih umum terjadi di daerah tropis dengan suhu tinggi dan kelembaban. Tinea fasialis dapat muncul pada segala usia dimana puncaknya terjadi pada anak-anak dan mereka yang berusia 20-40 tahun. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa wanita mungkin lebih sering terinfeksi daripada pria . Pada wanita, infeksi dermatofit pada wajah dapat didiagnosis

13 Baca lebih lajut

Universitas Udayana/Rumah Sakit Pusat Sanglah Denpasar

Universitas Udayana/Rumah Sakit Pusat Sanglah Denpasar

Pemberian osmoterapi pada saat awal tindakan kraniotomi sebelum dilakukan membuka duramater merupakan salah satu tindakan untuk menghasilkan relaksasi otak. Sampai saat ini hanya 2 obat yang dipakai untuk tujuan osmoterapi yaitu manitol dan salin hipertonik. Infus manitol intravena disebut sebagai standar baku terapi untuk penanganan peningkatan tekanan intrakranial. 4 Meskipun manitol mendominasi pilihan osmoterapi selama beberapa tahun, terdapat beberapa keterbatasan dari manitol. Kejadian hiperosmolalitas sering terjadi dan kadar osmolaritas serum >320 mOsmol/L berhubungan dengan efek samping ginjal dan sistem saraf pusat. Kejadian diuresis osmotik akibat pemberian manitol dapat menyebabkan hipotensi terutama pasien yang hipovolemia. 5
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...