Top PDF Modal Manusia dan Distribusi Pendapatan Keluarga

Modal Manusia dan Distribusi Pendapatan Keluarga

Modal Manusia dan Distribusi Pendapatan Keluarga

Modal manusia bukan merupkan jaminan kuat bagi pemberi pinjaman. Pengeluaran investasi ini tidak dapat dibiayai dengan peminjaman dana dari pasar modal. Sehingga, diasumsikan bahwa orang tua terpaksa harus membiayai investasi modal manusia anaknya apakah dengan menjual aset, mengurangi konsumsinya, rnengurangi konsumsi anak, atau dengan meningkatkan aktivitas kerja anak. Pengurangan konsumsi akan menaikkan utilitas marginal konsumsi tersebut secara relatif terhadap utilitas marginal dari sumberdaya yang diinvestasikan pada anak. Ini akan mengurangi keinginan orang tua untuk melakukan pengeluaran investasi modal manusia anak. Akibatnya, bila orang tua tidak dibolehkan meninggalkan hutang pada anaknya, maka jumlah yang diinvestasikan pada anak dan konsumsi orang tua akan berkurang. Sehingga, orang tua kaya cenderung melakukan konsurnsi lebih banyak dan investasi yang lebih besar pada anak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Dampak investasi sumberdaya manusia dan transfer pendapatan terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan di Indonesia

Dampak investasi sumberdaya manusia dan transfer pendapatan terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan di Indonesia

Model pertumbuhan endogen mempunyai kemiripan struktural dengan model neoklasik, namun sangat berbeda dalam hal asumsi yang mendasarinya dan kesimpulan yang ditarik darinya. Perbedaan teoritis yang paling signifikan berasal dari dikeluarkannya asumsi neoklasik tentang hasil marjinal yang semakin menurun atas investasi modal, memberikan peluang terjadinya skala hasil yang semakin meningkat (increasing returns to scale) dalam produksi agregat, dan sering kali berfokus pada peran eksternalitas dalam menentukan tingkat pengembalian investasi modal. Dengan mengasumsikan bahwa investasi sektor publik dan swasta dalam sumberdaya manusia menghasilkan ekonomi eksternal dan peningkatan produktivitas yang membalikkan kecenderungan hasil yang semakin menurun yang alamiah, teori pertumbuhan endogen berupaya menjelaskan keberadaan skala hasil yang semakin meningkat dan pola pertumbuhan jangka panjang yang berbeda-beda antarnegara. Dan karena teknologi masih memainkan peran penting dalam model-model ini, tidak ada perlunya lagi untuk menjelaskan pertumbuhan jangka panjang.
Baca lebih lanjut

588 Baca lebih lajut

Analisi ketimpangan distribusi pendapatan di Sulawesi.

Analisi ketimpangan distribusi pendapatan di Sulawesi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketimpangan distribusi pendapatan di Sulawesi selama periode tahun 2011 sampai dengan 2015. Selain itu penelitian ini juga mengidentifikasi bagaimana pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap ketimpangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Williamson dan regresi data panel.

18 Baca lebih lajut

Dampak  Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, dan Modal Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota  Di Provinsi Kalimantan Barat

Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, dan Modal Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat

255 pencapaian pendidikan yang diwujudkan dalam seseorang yang bekerja. Kebijakan pemerintah dalam menggunakan anggaran untuk pengeluaran bidang pendidikan yang lebih tinggi bertujuan sebagai alat yang efektif untuk mengurangi ketimpangan pendidikan dan juga dalam rangka memperkecil ketimpangan pendapatan antar daerah. Modal manusia menunjukkan bahwa tingkat dan distribusi sekolah untuk seluruh penduduk menentukan distribusi pendapatan (Backer & Chiswick 1966; Mincer 1974). Oleh karena itu, dalam model memperkirakan bahwa penawaran dan permintaan orang yang berpendidikan mempengaruhi ketimpangan pendapatan dalam masyarakat. Sementara itu modal manusia menjelaskan hubungan positif antara ketimpangan pendidikan yang diukur dengan variasi tingkat sekolah, rata-rata sekolah terhadap ketimpangan pendapatan bisa positif dan negatif. Selama beberapa tahun terakhir, masalah hubungan sebab akibat antara kemiskinan dan pendidikan, dan dampak dari kegiatan pelatihan dan pendidikan terhadap distribusi pendapatan telah menjadi perhatian oleh para ekonom. Dalam hal ini, para penentang teori human capital percaya bahwa cara terbaik untuk meningkatkan pemerataan pendapatan dalam jangka panjang adalah dengan berinvestasi pada modal manusia. Becker & Chiswick (1966) menyakini bahwa berinvestasi dalam pendidikan dapat menghasilkan keseimbangan dalam pemerataan pendapatan yang lebih baik. Di sisi lain, menggunakan fungsi pendapatan, Mincer (1970) berpendapat bahwa selain pendapatan dasar, yang tidak tergantung pada pendidikan, pendapatan setiap orang dipengaruhi oleh investasi pada pendidikan. Ketika tingkat investasi dalam pendidikan dan tingkat hasilnya meninkat, maka pendapatan pribadinya pun juga ikut meningkat.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Terdapat Ketimpangan Distribusi Pendapatan pada Keluarga Miskin (Studi Kasus di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)

Terdapat Ketimpangan Distribusi Pendapatan pada Keluarga Miskin (Studi Kasus di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)

Dengan F tabel 5,61 dan Ftest 9,470, yang berarti secara simultan semua variabel dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha. Sedangkan melalui t test menunjukan bahwa t tabel 1,64 dan t hitung untuk variabel modal, lama usaha dan pendidikan lebih besar dari t tabel, sedangkan untuk jumlah tanggungan keluarga t hitung lebih kecil dari t tabel. Dengan demikian maka secara partial variabel jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh terhadap pendapatan usaha menunjukan perubahan kearah perbaikan, yaitu dari ketidak merataan sedang ke kemerataan tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan ekonomi produktif ternyata dapat memperbaiki pendapatan distribusi pendapatan masyarakat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PRODUKTIVITAS LAHAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN BERDASARKAN PENGUASAAN MODAL PADA USAHATANI CABAI DATARAN TINGGI DI PROVINSI BENGKULU

PRODUKTIVITAS LAHAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN BERDASARKAN PENGUASAAN MODAL PADA USAHATANI CABAI DATARAN TINGGI DI PROVINSI BENGKULU

Karakteristik responden yang dimaksud pada penelitian ini adalah umur, pendidikan, jumlah tenaga kerja dalam keluarga, jenis kepemilikan lahan garapan dan asal modal usahatani. Umur petani menunjukkan produktif atau tidaknya tenaga kerja yang terlibat dalam usahatani cabai. Petani responden pada penelitian ini rata-rata berada pada usia produktif yaitu 37,39 tahun dengan tingkat pendidikan rata-rata 8,94 tahun. Pada usia produktif kegiatan usahatani dapat dikerjakan dengan optimal dengan curahan tenaga kerja fisik yang tersedia (Nuryanti dan sahara, 2008). Menurut Soekartawi (1988) bahwa makin muda petani biasanya mempunyai semangat untuk ingin tahu apa yang belum mereka ketahui, sehingga mereka berusaha untuk lebih cepat melakukan adopsi inovasi walaupun sebenarnya mereka masih belum berpengalaman dalam soal adopsi inovasi tersebut, begitu pula pendidikan bahwa mereka yang berpendidikan tinggi akan relatif lebih cepat dalam mengadobsi teknologi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh modal dan saluran distribusi terhadap pendapatan petani kopi gayo (Studi Kasus Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah)

Pengaruh modal dan saluran distribusi terhadap pendapatan petani kopi gayo (Studi Kasus Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah)

b. Penelitian Rusdiah (2008), yang berjudul Pengaruh Modal Dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Usaha Tani Nanas ( Studi Khasus Desa Purba Tua Baru, Kec.Silimakuta, Kab.Simalungun) dengan variabel independen modal dan pemasaran. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan petani nanas didesa tersebut sebanyak 452 kepala keluarga (KK). Yang menjadi variabel dependen adalah pendapatan petani nanas. Data yang digunakan terdiri dari primer dan data skunder. Data primer di peroleh langsung dari wawancara dengan petani sampel dengan menggunakan data kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa lembaga atau instansi dan ditambah dengan literatur yang berkaitan dengan penlitian ini metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus yaitu semua petani yang ada dalam populasi dijadikan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis menunjukan bahwa modal pengaruh signifikan positif terhadap pendapatan, dimana nilai signifikan 0,000 < 0,05 atau nilai t hitung > t tabel yaitu 6,021 > 1,980 dan β sebesar 0,597. Pemasaran tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dimana nilai signifikan 0,029 < 0,05 atau nilai t hitung < t tabel yaitu - 2,2220< 1,980 dan β sebesar -0,182.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Dampak investasi sumberdaya manusia dan transfer pendapatan terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan di Indonesia

Dampak investasi sumberdaya manusia dan transfer pendapatan terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan di Indonesia

Model pertumbuhan endogen mempunyai kemiripan struktural dengan model neoklasik, namun sangat berbeda dalam hal asumsi yang mendasarinya dan kesimpulan yang ditarik darinya. Perbedaan teoritis yang paling signifikan berasal dari dikeluarkannya asumsi neoklasik tentang hasil marjinal yang semakin menurun atas investasi modal, memberikan peluang terjadinya skala hasil yang semakin meningkat (increasing returns to scale) dalam produksi agregat, dan sering kali berfokus pada peran eksternalitas dalam menentukan tingkat pengembalian investasi modal. Dengan mengasumsikan bahwa investasi sektor publik dan swasta dalam sumberdaya manusia menghasilkan ekonomi eksternal dan peningkatan produktivitas yang membalikkan kecenderungan hasil yang semakin menurun yang alamiah, teori pertumbuhan endogen berupaya menjelaskan keberadaan skala hasil yang semakin meningkat dan pola pertumbuhan jangka panjang yang berbeda-beda antarnegara. Dan karena teknologi masih memainkan peran penting dalam model-model ini, tidak ada perlunya lagi untuk menjelaskan pertumbuhan jangka panjang.
Baca lebih lanjut

289 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Distribusi Pendapatan pdf

Analisis Pengaruh Distribusi Pendapatan pdf

Kualitas sumberdaya manusia menjadi faktor utama penggerak pembangunan. Tingginya ketimpangan pendapatan serta pengangguran mengakibatkan terhambatnya pembangunan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah yang ada yaitu dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui sektor pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Distribusi Pendapatan, Tingkat Pengangguran, dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia tahun 2010-2015. Melalui regresi data panel dengan model Fixed Effect diperoleh hasil bahwa variabel distribusi pendapatan dan pengeluaran pemerintah sektor pendidikan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IPM. Sedangkan variabel tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Adapun secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai R2 sebesar 0,9644 artinya ketiga variabel tersebut berpengaruh sebesar 96,44% terhadap IPM dan 3,56% IPM dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS INVESTASI MODAL MANUSIA DALAM

ANALISIS INVESTASI MODAL MANUSIA DALAM

Kecerdasan interpersonal (interpersona intelligence) atau kemampua manusia dalam mempersepsi dan membuat perbedaan dalam suasana intensi, motivasi, dan perasaan antar orang, termasuk sensitivitas, ekspresi muka, suara, mimik, kemampuan membedakan aneka ragam wacana interpersonal, dan kemampuan secara efektif merespons wacana hubungan interpersonal secara pragmatis. Kecer da sa n intr a per sona l (intr a per sona l intelligence), berupa pengetahuan diri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif atas dasar basis keilmuan yang ada padanya, misalnya, kemampuan untuk secara akurat dalam memahami potret diri, baik keunggulan maupun kelemahan, kesadaran atas kesukaan pribadi, intensi motivasi, temperamen, kesukaan, kemampuan untuk berdisiplin diri, pemahaman diri, dan harga-diri.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Manajemen Pengetahuan dan Modal Manusia

Manajemen Pengetahuan dan Modal Manusia

Namun, menurut Cut Zurnali (2008), modal intektual lebih dari sekedar penjumlahan ketiga elemen ini. Hal ini berkaitan dengan bagaimana membiarkan pengetahuan dari sebuah perusahaan bekerja dan menciptakan nilai. Modal intelektual mampu menghasilkan peningkatan nilai organisasi dan dimaksudkan untuk membolehkan perusahaan mendapatkan keuntungan dari peluang yang ada lebih baik dari yang didapatkan para pesaing dan memberikan peningkatan penghasilan dimasa depan.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH DISTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA

PENGARUH DISTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA

meningkatkan kinerja karyawan ialah menerapkan learning organization didalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia dan organisasinya. Learning organization adalah organisasi yang senantiasa memperluas kemampuannya untuk menciptakan hasil yang benar-benar diharapkan, dima na setiap individu dimotivasi untuk bersama-sama secara kolektif dan terus- menerus belajar dalam usaha mencapai hasil yang baik dan sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan bersama antara organisasi dan individu didalamnya. Untuk mendukung jalannya learning organization

1 Baca lebih lajut

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN KEMISKINAN

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN KEMISKINAN

99 perkotaan dan menambah jumlah pasokan tenaga kerja di pasar tenaga kerja informal. Gambaran ini memperkuat tesis Harris Todaro (1978) yang menunjukkan bahwa aliran tenaga kerja desa ke kota akan terus berlangsung jika perbedaan upah desa dan kota tetap terjadi. Tambahan pasokan tenaga kerja di sektor informal ini akan menekan upah di sektor informal dan membesar segmentasi pasar tenaga kerja di daerah perkotaan. Sementara itu deregulasi ekonomi telah menimbulkan ekspansi bisnis yang sangat cepat. Namun di pihak lain pasar tenaga kerja Indonesia belum siap dalam mengantisipasi kecepatan permintaan tenaga kerja terdidik sehingga menciptakan tekanan upah dalam jangka pendek. Kombinasi antara penurunan upah di pasar tenaga kerja informal dan lonjakan upah di pasar tenaga kerja terdidik telah memperburuk distribusi upah dan gaji di daerah perkotaan. , terjadi lonjakan dari pendapatan atas balas jasa atas modal dan tanah dalam lima tahun terakhir untuk semua kelompok pendapatan. Di desa kenaikan terbesar justru dinikmati oleh buruh tani dan pemilik tanah di bawah 0,5 ha sementara di daerah perkotaan justru sebaliknya. Fenomena di daerah perkotaan lebih sukar dijelaskan mengingat marjin keuntungan untuk industri manufaktur cenderung makin kecil sejalan dengan makin ketatnya kompetisi, namun tingkat konsentrasi untuk beberapa industri cenderung meningkat. Ini berarti terjadi makin kuat ketimpangan dalam distribusi atas balas jasa modal dan tanah. Spekulasi tanah telah memperkuat proses aglomerasi pemilikan tanah yang akhirnya memperburuk distribusi pendapatan. , eksistensi rezim proteksi di industri manufaktur termasuk industri pengolah hasil pertanian mendorong peningkatan eksistensi kelompok pencari rente yang jelas berakibat negatif terhadap distribusi pendapatan. , kebijakan subsidi pemerintah yang cenderung anti pemerataan. Kecuali untuk subsidi sekolah dasar, SLTP, puskemas, subsidi pemerintah untuk SLTA, rumah sakit, minyak tanah, perguruan tinggi dan solar sangat regresif sifatnya. Artinya subsidi ini lebih banyak dinikmati oleh kelompok “ & ”. Sebagai gambaran, 83 87% dari subsidi perguruan tinggi dan Solar dinikmati oleh 20% kelompok masyarakat berpendapatan tinggi sementara yang lainnya cenderung moderat. Jika kita bandingkan antara desa dan kota, jelas bahwa 90% subsidi ini jatuh pada masyarakat kota. Berdasarkan argumen argumen di atas tidak ada salah dengan deregulasi. Memburuknya distribusi pendapatan justru disebabkan karena eksistensi rezim proteksi yang menghambat pembangunan di sektor industri pertanian.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

MASALAH DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISK

MASALAH DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISK

modal, keterbatasan kesempatan berusaha dan bekerja, posisi tawar yang lemah; (2) dari sisi permintaan antara lain karena kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan bagi usaha mereka dan permintaan yang rendah akibat inflasi dan kenaikan harga BBM sejak 2005 sehingga terjadi penurunan daya beli konsumen yang berakibat pada tidak meningkatnya pendapatan relatif bagi usaha kecil dan rumah tangga, sektor informal, petani, buruh dan pekerja/pegawai kecil. Kelompok masyarakat berpendapatan tinggi relatif tidak terpengaruh secara berarti dengan adanya inflasi dan kenaikan harga BBM serta kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan dibanding kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Lebih lanjut dikatakan, bahwa kesempatan kerja di sektor-sektor seperti industri besar, bangunan, perdagangan dan keuangan memang memberikan pendapatan dan nilai tambah yang tinggi namun ketersediaannya terbatas dan lebih banyak di perkotaan daripada di perdesaan yang didominasi oleh sektor primer, sehingga menimbulkan ketimpangan pendapatan terutama antara perkotaan dengan pedesaan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Struktur Pasar, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

Struktur Pasar, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

Perhatian pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan sudah terlihat sejak dari awal tahap pembangunan. Trilogi pembangunan selalu mengandung unsur pemerataan. Unsur pemerataan ini bahkan lebih dirinci lagi menjadi delapan jalur pemerataan. Banyak pengamat menilai kebijiaksanaan ini sebagai kebijaksanaan makro yang tidak memberikan serangan langsung terhadap masalah kemiskinan. Walaupun belum banyak dikaji pengaruh kebiajksanaan makro tersebut terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan, suatu kebijaksanaan mikro bagi pengurangan jumlah penduduk miskin sangat dirasakan keperluannya. Karena hanya kebijaksanaan mikro yang dianggap mampu menyerang kemiskinan secara langsung. Kiranya hal ini pulalah yang merupakan lahirnya Program Inpres Desa Tertinggal atau IDT yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi kemiskinan sekaligus mempercepat perkembangan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di desa desa miskin menuju kondisi ketangguhan, ketahanan dan kemandirian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara

b. Christy (2009) melakukan penelitian dengan judul hubungan antara belanja alokasi umum, belanja modal dan kualitas pembangunan manusia. Christy meneliti tahun 2004 sampai 2006 pada Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah. Hasil regresi sederhana diperoleh nilai signifikansi yang sangat kecil (0,000) berkaitan dengan pengaruh belanja modal terhadap IPM. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi ini relatif tepat untuk memprediksi besarnya IPM. Dengan demikian hipotesis 2 yang menyatakan bahwa belanja modal berpengaruh terhadap kualitas pembangunan manusia dapat diterima (terbukti). Nilai adjusted R square model regresi ini cukup besar, yaitu 0,435 atau 43,6%. Hal ini berarti IPM dapat dijelaskan oleh belanja modal sebesar 43,6%, selebihnya dijelaskan oleh faktor/variabel lainnya.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan modal sosial dengan status gizi anak balita di Kabupaten Sragen

Hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan modal sosial dengan status gizi anak balita di Kabupaten Sragen

Kesehatan (JPS-BK), PKPS-BBM sejak tahun 1998 sampai sekarang serta upaya rujukan, biaya pemondokan gratis bagi anak balita gizi buruk, namun kasus gizi buruk masih tetap ada. Dengan demikian perlu dicari alternatif lain, bahwa penyebab tidak adanya ketersediaan pangan bukanlah satu-satunya faktor yang dominan dari pengalaman peneliti pada pelacakan gizi buruk dimungkinkan faktor dominan yang lain adalah pendapatan keluarga dan tingkat pendidikan ibu, serta modal sosial.

67 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects