Top PDF MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK F

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK F

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK F

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi terhadap guru BK, lembar validasi ahli dan lembar validasi praktisi untuk mengumpulkan data kualitatif serta skala psikologis keterampilan pengambilan keputusan studi lanjut siswa untuk mengumpulkan data kuantitatif. Peneliti menggunakan teknik analisis deskripsi kualitatif dan analisis data hasil uji statistik. Untuk membuktikan hipotesis, penulis membandingkan tingkat keterampilan pengambilan keputusan studi lanjut siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan rumus t-test dengan menggunakan bantuan perangkat lunak (software) SPSS 18.00 for Windows. Teknik fishbowl efektif untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan apabila hasil uji menunjukkan hasil yang signifikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA

Tujuan penelitian ini: mengetahui kondisi empiris pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, mengetahui kondisi komunikasi interpersonal siswa, merumuskan model yang efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa, mengetahui tingkat keefektifan bimbingan kelompok dengan teknik buzz group. Metode yang digunakan dalam penelitian ini R&D (research and development). Prosedur pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: studi pendahuluan, merancang model hipotetik, uji kelayakan model hipotetik, perbaikan model, uji lapangan dan model akhir. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan skala psikologis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Tes. Simpulan penelitian ini adalah model bimbingan kelompok teknik buzz group efektif dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP EMPU TANTULAR SEMARANG

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP EMPU TANTULAR SEMARANG

Dari hasil wawancara oleh guru BK SMP Negeri 15 Semarang, SMP Negeri 9 Semarang, SMP PGRI 01 Semarang, dan SMP Empu Tantular Semarang, pelaksanaan bimbingan kelompok dalam kedisiplinan pernah dilaksanakan namun hanya dalam waktu tertentu dan hasilnya belum efektif. Alasan pelaksanaan bimbingan kelompok dalam hal disiplin belajar karena guru BK menganggap pelaksanaan bimbingan kelompok kurang intens dan siswa suka menyepelekan jika diajak untuk melaksanakan bimbingan kelompok, serta siswa tidak pernah memperhatikan dalam bimbingan kelompok dan hanya bercanda sendiri, selain itu bimbingan kelompok kurang efektif pelaksanaannya dalam disiplin belajar karena dianggap kurang intensif dibanding dengan konseling inidividu. Sehingga guru BK lebih sering menggunakan konseling individu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

Development of the ability or potential of a person will not materialize for granted if it does not have to be and how far a person sought so manifest in the attitude as well as his habit. It can be retrieved if someone has at least the level of high self- esteem, so that it can improve the development of both by himself as well as an environment that will help to achieve them. Specially for students. The main goal of this research is (1) describes the implementation of the group guidance, (2) describe the level of self-esteem, (3) produces the model of group guidance with the game technique to enhance the self-esteem, (4) to find out the level of effectiveness of the group guidance with the game techniques to enhance self-esteem of students SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGA

PENERAPAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretes-postest design. Subjek penelitian adalah siswa SMP sebanyak 10 orang. Pelaksanaan penelitian terdiri dari 4 kali sesi pertemuan. Alat pengumpul data menggunakan skala kemampuan berfikir kreatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui skala kemampuan berfikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik mind mapping dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMP. Kemampuan berfikir kreatif siswa mengalami kenaikan sebesar 7.2% dari sebelumnya 67% meningkat menjadi 74.1%. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan nilai probabilitas dibawah 0,05 (0,0025<0,05), artinya bahwa bimbingan kelompok teknik mind mapping dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa. Disarankan bagi guru khususnya guru bimbingan dan konseling untuk selalu meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling, dan bimbingan kelompok dengan teknik mind mapping hendaknya dapat digunakan konselor sebagai salah satu layanan dalam membantu siswa SMP untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakaan, diperoleh kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok di SMKS Kesehatan Unaaha telah diprogramkan dan telah dilakasanakan, akan tetapi pelaksanaannya masih bersifat insidental, masih bersifat konvensional dengan hanya mengandalkan teknik diskusi kelompok serta belum memperhatikan nilai-nilai kebudayaan lokal untuk dikolaborasikan dalam layanan bimbingan kelompok. Mayoritas siswa kelas X SMKS Kesehatan Unaaha memiliki keterampilan sosial yang rendah, berdasarkan data dari hasil penyebaran skala keterampilan sosial, 4 orang siswa memiliki keterampilan sosial dengan kriteria sangat tinggi dengan persentase 5,4%, 29 orang siswa memiliki keterampilan sosial dengan kriteria tinggi dengan persentase 39,2%, 41 orang siswa memiliki keterampilan sosial dengan kriteria rendah dengan persentase 55,4%, dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan sosial dengan kriteria sangat rendah. Model layanan bimbingan kelompok berbasis nilai budaya suku Tolaki untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa telah melalui uji kelayakan dengan divalidasi oleh 2 orang pakar bimbingan dan konseling serta 2 orang praktisi bimbingan dan konseling. Hasil validasi dari pakar dan praktisi menunjukkan bahwa model layanan bimbingan kelompok yang telah dirancang layak untuk dilaksanakan disekolah. Model bimbingan kelompok berbasis nilai budaya suku Tolaki terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Uji kefektifan model melalui uji statistik parametrik dengan menggunakan t-test dengan menggunakan bantuan perangkat lunak (software) SPSS 18.00 for Windows. Hasil uji tersebut menghasilkan nilai signifikansi hitung yang lebih kecil dibandingkan 0,05 (0,002 < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor keterampilan sosial siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK  DENGAN  TEKNIK DISKUSI KELOMPOK SEBAYA   Efektifitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Sebaya Untuk Mengurangi Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa SMA.

EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK SEBAYA Efektifitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Sebaya Untuk Mengurangi Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa SMA.

Data analitycal using one way anova test to compare mean from all groups of experiment show that F value for pre test score in all experiement groups is 0,008 with p value amount 0,992 while for post tes gained F value is 7,17 wih p value 0,002. In pre test, mean difference for all groups have no significant result because F account (0,008) smaller than F table (2,58) which is ammount 3,16 even more

17 Baca lebih lajut

T1__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Modul Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Perilaku Seks Bebas pada Peserta Didik di SMA Theresiana T1  BAB II

T1__BAB II Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Modul Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Perilaku Seks Bebas pada Peserta Didik di SMA Theresiana T1 BAB II

Dengan adanya pengembangan model bimbingan kelompok teknik sosiodrama ini dapat memberikan sesuatu yang baru untuk siswa dalam memahami dampak dari perilaku seks bebas, karena ketika siswa dihadapkan dengan sesuatu hal yang baru atau belum pernah dilakukan, siswa cenderung mampu memahaminya. Teknik sosiodrama ini juga melibatkan diri dari peserta didik tersebut dalam bermain peran tentang dampak dari perilaku seks bebas. 2.3 Modul

20 Baca lebih lajut

The objective of research was to find out the effectiveness of jigsaw model discussion technique to improve the self-confidence. This study employed an experimental research design with Nonequivalent Control Group Design. The subject of research was the V

The objective of research was to find out the effectiveness of jigsaw model discussion technique to improve the self-confidence. This study employed an experimental research design with Nonequivalent Control Group Design. The subject of research was the V

Bimbingan kelompok dipandang dapat memberikan kontribusi pada peserta didik dalam memecahkan masalah yang dihadapi terutama masalah yang berkaitan dengan rasa percaya diri yang telah menjadi masalah bersama. Guru pembimbing dalam melaksanakan bimbingan kelompok dapat menggunakan berbagai macam tehnik seperti role playing , psikodrama, sosiodrama, diskusi dan masih banyak lagi teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kelemahan masing- masing. Menurut Damayanti (2012) dalam diskusi setiap peserta didik mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pikiran dan memecahkan suatu masalah sehingga akan menimbulkan tanggung jawab dan rasa percaya diri.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Sari, Erlina Permata. 2013 . Perkembangan Model Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Sikap Prososial , [online], Jurnal Bimbingan Konseling, 2013, 2 (2): 80-84, (http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk, diakses tanggal 20 Maret 2016).

2 Baca lebih lajut

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA

Oleh karena itu, penulis menyusun sebuah model layanan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran sebagai sebuah alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan interaksi sosial siswa. Rumusan model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran terdiri dari 6 komponen, yakni: (1) Rasional, (2) Visi dan Misi Bimbingan kelompok, (3) Tujuan Bimbingan kelompok, (4) Isi Bimbingan kelompok, yaitu membiasakan siswa berani di depan kelas, aktif dalam berbicara dan bertanya, bisa berinteraksi terhadap teman sebaya, bereaksi secara positif, kemampuan bermain dengan teman sebaya, (5) Pendukung Sistem Bimbingan, yaitu pengembangan program, pengembangan staf, dan menetapkan penataan kebijakan, prosedur dan petunjuk teknis, (6) Kualifikasi, Peran dan Fungsi Konselor, (7) Tahapan Pelaksanaan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Bermain Peran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kelayakan model tersebut telah divalidasi oleh 3 pakar bimbingan dan konseling serta 10 praktisi yaitu guru yang menangani siswa kelas 1 di SD. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa model yang dirancang layak untuk diimplementasikan di lapangan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LIFE MODEL UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ATLET PERSINAS ASAD KABUPATEN KUDUS TAHUN 2015

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LIFE MODEL UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ATLET PERSINAS ASAD KABUPATEN KUDUS TAHUN 2015

Perguruan silat sebagai anggota organisasi olahraga bela diri diharapkan mempunyai tugas tambahan baru untuk meningkatkan rasa percaya diri pada atlet, materi rasa percaya diri bukan hanya diberikan pada saat menjelang mengikuti suatu pertandingan akan tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan terprogram. Rasa percaya diri atlet sangat penting diperhatikan, dalam penelitian ini memberikan wacana baru dalam layanan bimbingan konseling, khususnya layanan bimbingan kelompok. Dalam layanan tersebut atlet secara sungguh-sungguh dapat mengikuti bimbingan kelompok secara terus menerus dan termotivasi dengan pengalaman yang diceritakan life model, sehingga atlet dapat mencontoh pemikiran, sikap dan perilaku life model tersebut
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA TERHADAP KEGIATAN KEPRAMUKAAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 1 DEMAK TAHUN 2012 2013

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA TERHADAP KEGIATAN KEPRAMUKAAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 1 DEMAK TAHUN 2012 2013

rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru dalam kehidupannya; b) pantang menyerah. Siswa tidak takut mengalami kegagalan dan apabila mengalaminya akan mencoba terus berusaha mencapai suatu keberhasilan; c) berani mengambil resiko. Siswa memberanikan diri mengambil resiko untuk mencapai keberhasilan yang menjadi tujuannya; d) ingin mencari pengalaman-pengalaman baru. Siswa tidak cepat merasa puas terhadap apa yang telah diperolehnya tetapi ingin selalu mencari sesuatu yang lebih dari apa yang diperoleh sebelumnya; e) optimis. Adanya keyakinan dalam menjalani kegiatannya; dan f) proaktif. Siswa memiliki kesadaran tinggi tanpa disuruh dan diperintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pelajar.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Ariyani, Diah. 2013. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Pada Sisa Kelas VII F SMP 1 Jati Kudus. Skripsi tidak diterbitkan. Kudus: Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Muria Kudus.

3 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SYMBOLIC MODELING DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA : Studi Quasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas IV SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru Tahun Ajaran 2014/2015.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SYMBOLIC MODELING DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA : Studi Quasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas IV SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru Tahun Ajaran 2014/2015.

This research based on how important to develop prosocial behavior for primary school students. Prosocial behavior is a behavior which gives the positive influence to others and it also part of social learning development of students, in other word is known as social skills. Symbolic modeling method is used to learn a new behavior of students by observe a model in symbolic signs from films, videos and stories. Therapeutic process in the form of symbolic modeling will help the students to increase and develop their behavior from weak become strong in order to can be learned and gave a quick respond. The purpose of this research is getting effectiveness of empiric study from symbolic modeling in order to increase prosocial behavior of grade 4 primary school students. The research apply a quantitative with Quasy Experiment method and designed with Non Equivalent Control Group Design. All data are collected through questionnaires. The results are 1) General representation of prosocial behavior; 2) appropriate and the right method program design of symbolic modeling for students based on four criteria from guide book empathy, generous, team work and affection; and 3) effectiveness of symbolic modeling method to increase prosocial behavior of grade 4 primary school students.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014.

Perilaku peduli terhadap lingkungan sekolah dapat dikembangkan dalam diri siswa melalui bimbingan kelompok yang kontiniu. Bimbingan kelompok yang kuat menumbuhkan penghayatan perilaku pada siswa. Salah satu teknik yang dapat dilakukan yaitu dengan bermain peran tentang perilaku – perilaku yang memperlihatkan kepedulian dan ketidak-pedulian terhadap lingkungan sekolah. Penghayatan yang mendalam diharapkan akan menumbuhkan kesadaran untuk peduli pada lingkungan sekolah. Harapan ini mendorong peneliti untuk meneliti dengan judul “Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS VB SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 20142015

MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS VB SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 20142015

Tahap ini merupakan tahapan berhentinya kegiatan, sebelum kegiatan berakhir, dilakukan kesepakatan kelompok terlebih dahulu. Kesepakatan tersebut mengenai apakah kelompok akan melanjutkan kegiatan dan bertemu kembali serta berapa kali kelompok itu bertemu. Dengan kata lain kelompok yang harus menetapkan sendiri kegiatan lanjutan sesuai dengan persetujuan bersama. Setelah semua rangkaian kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terlaksana dengan baik dari awal hingga tahap akhir. Pemimpin kelompok memimpin dan menutup kegiatan bimbingan kelompok dan melakukan penilaian segera secara lisan yang mencakup kefahaman, kenyamanan, dan perubahan perasaan setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Pemimpin kelompok mengakhiri dengan kesimpulan atas topik yang telah dibahas, ataupun mempersilahkan kepada anggota kelompok untuk menyampaikan kesimpulan. Dalam tahap ini pemimpin kelompok membahas rencana kegiatan lanjutan bila diperlukan.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Penelitian Pada Siswa Kelas 8 Di SMP N 11 Semarang Tahun Ajaran 2008/ 2009).

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Penelitian Pada Siswa Kelas 8 Di SMP N 11 Semarang Tahun Ajaran 2008/ 2009).

Hasil penilaian kegiatan layanan perlu dianalisis untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemajuan para peserta dan penyelenggaraan layanan. Dalam analisis perlu ditinjau kembali secara cermat, seperti pertumbuhan dan jalannya dinamika kelompok, peranan dan aktivitas sebagai peserta, homogenitas atau heterogenitas anggota kelompok, kedalaman dan keluasan pembahasan, kemungkinan keterlaksanaan alternatif pemecahan masalah yang dimunculkan dalam kelompok, dampak pemakaian teknik tertentu, dampak keyakinan penerapan teknik-teknik baru, perlunya narasumber, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK BERCERITA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK BERCERITA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai profil karakter siswa yang diperoleh berdasarkan angket yang telah disebar pada siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung Tahun Ajaran 2012-2013. Data yang diperoleh akan diolah dan menjadi landasan dalam rancangan program bimbingan kelompok melalui teknik bercerita untuk mengembangkan karakter siswa. Gambaran umum karakteristik sumber data penelitian yaitu profil karakter siswa yang akan dijadikan landasan dalam rancangan program bimbingan terlebih dahulu dilakukan pengelompokan data menjadi dua kategori yaitu kuat dan lemah.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...