Top PDF Model Otonomi Daerah Pada Masa Orde Lama Orde Baru Dan Reformasi Di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Model Otonomi Daerah Pada Masa Orde Lama Orde Baru Dan Reformasi Di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Model Otonomi Daerah Pada Masa Orde Lama Orde Baru Dan Reformasi Di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah pada orde lama, agak sukar untuk mengadakan penilaian secara umum, akan tetapi melihat beberapa muatan Undang- Undang yang pernah berlaku, maka dapat disimpulkan bahwa pada masa orde lama utamanya pada saat Undang-Undang No. 1 tahun 1945, dan Undang-Undang No. 22 tahun 1948 dan Undang-Undang No. 1 tahun 1957 daerah-daerah masih diberi keleluasaan yang besar untuk berotonomi, akan tetapi pasca Dekrit Presiden 5 Juli tahun 1959 pemerintahan daerah telah bernuansa sangat sentralisasi. 1 Dari kegagalan pemerintahan orde lama tersebut dibentuklah pemerintah orde baru. Sebagai koreksi atas kegagalan pemerintah orde lama. Pemerintah orde baru memang pernah mengadakan otonomi percontohan atau lebih tepatnya uji coba penerapan otonomi daerah yang dilaksanakan pada satu daerah kabupaten/kota pada masing-masing propinsi. Program tersebut gagal total, karena memang semangat orde baru bukan untuk mengadakan otonomi daerah, tetapi strategi yang matang agar ada alasan kuat untuk tetap menerapkan sentralisasi kekuasaan atau pemerintahan daerah. 2
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MODUL KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA ORDE BARU SAMPAI REFORMASI

MODUL KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA ORDE BARU SAMPAI REFORMASI

10 restrukturisas dan reformasi keuangan dengan melakukan pembaruan ketentuan perundang-undangan, meningkatkan pendapatan melalui pajak, cukai, mendorong kemajuan usaha kecil dan menengah, kerja sama ekonomi dan politik di luar Amerika. Keadaan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri terus mengalami kemajuan. Secara riil keadaan ekonomi masih belum sepenuhnya pulih, dan tingkat pengangguran masih tinggi, namun dari sejumlah indikator ekonomi makro tampak bahwa keadaan sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Mengingat pertumbuhan ekonomi nasional yang terpuruk pada lima tahun yang lalu akibat krisis ekonomi. Kebijakan ekonomi telah dijalankan selama tiga tahun memerintah. Masalah pokok dibidang ekonomi yang dihadapi kabinet gotong royong sejak awal adalah tidak terkendalinya fluktuasi nilai tukar rupiah, besarnya utang pemerintah dan belum tuntasnya penyehatan perbankan nasional. Hal ini berdampak pada pengangguran dan menurunnya tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat. Kurangnya dukungan prasarana, gangguan ketertiban dan keamanan serta ketidak pastian hukum sangat mengurangi investasi. Untuk itu, pemerintah melakukan langkah stabilisasi fiskal dan perbaikan ekonomi makro serta memulihkan fungsi intermediasi perbankan. Ada sejumlah faktor penting yang ikut mempengaruhi terus menguatnya fondasi perekonomian Indonesia, yaitu kebijakan moneter yang mampu menekan angka inflasi, pengelolaan hutang luar negeri yang semakin baik dan terus menurunnya defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ), dan tentu saja terus membaiknya stabilitas politik dan keamanan. Berkenaan dengan diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah mendorong daerah agar menciptakan suasana yang kondusif bagi iklim investasi, serta mengembangkan sarana dan prasarana yang diperlukan guna menarik minat investor.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN MATERI MUATAN KETETAPAN MPR PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ERA REFORMASI 1

PERBANDINGAN MATERI MUATAN KETETAPAN MPR PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ERA REFORMASI 1

Materi muatan Ketetapan MPR periode 1997-2002 yang dihasilkan pada Sidang Umum MPR tahun 1998 sama dengan materi muatan Ketetapan MPR periode sebelumnya. Penyelenggaraan Sidang Umum MPR tahun 1998 ini diadakan pada saat bangsa Indonesia dilanda krisis moneter dan keuangan. Hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bermuara pada berhentinya Presiden Soeharto dari jabatannya. Dengan Keputusan DPR Nomor 20/DPR RI/1998, DPR secara resmi meminta kepada MPR untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa. Untuk menjawab permintaan DPR tersebut MPR bersepakat untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa MPR yang dituangkan dalam Keputusan MPR RI Nomor 10/PIMP/1998. Materi muatan Ketetapan MPR hasil Sidang Istimewa tahun 1998 merupakan upaya untuk melakukan perombakan total demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengembalikan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membangun bangsa berdasarkan kehidupan bangsa yang berkeadilan, dan memenuhi aspirasi masyarakat yang menuntut diselenggarakannya pemilihan umum yang dipercepat. Jika pada periode sebelumnya pada masa pemerintahan Orde Baru materi muatan Ketetapan MPR hampir sama seluruhnya, maka materi muatan Ketetapan MPR hasil Sidang Istimewa setelah berhentinya Presiden Soeharto dari jabatannya berupaya untuk menghilangkan bayang-bayang Soeharto. Misalnya Ketetapan MPR Nomor XVIII/ MPR/1998 yang mencabut Ketetapan Nomor II/MPR/1978 Tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Narasi tragedi kemanusiaan 1965 pada masa orde baru dan pasca orde baru.

Narasi tragedi kemanusiaan 1965 pada masa orde baru dan pasca orde baru.

Secara fisik militer gerakan dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalion I Resimen Cakrabirawa, selaku pimpinan formal seluruh gerakan.Pada 1 Oktober 1965 dimulai pada dini hari penculikan dan pembunuhan trhadap 6 perwira tinggi dan seorang perwira pertama AD,semuanya dibawa ke desa Lubang Buaya di sebelah selatan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Jenazah para jendral dimasukan ke dalam sumur tua lalu ditimbun dengan sampah dan tanah. Mereka juga menguasai dua buah sarana komunikasi yang vital yaitu Studio Radio Republik Indonesia Pusat di JL. Medan Merdeka Barat dan gedung P.N. Telekomunikasi di JL. Medan Merdeka Selatan. Melalui RRI itu Untung menyiarkan pengumuman bahwa Gerakan 30 September ditujukan kepada Jenderal-jenderal, Anggota Dewan Jenderal yang akan mengadakan kudeta yang dilancarkan oleh perwira-perwira yang berfikir maju, pembentukan Dewan Revolusi serta pembubaran Kabinet Dwikora.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

MASA DAN ORDE BARU ULYA

MASA DAN ORDE BARU ULYA

Dengan berakhirnya Sidang Umum IV MPRS, berarti landasan awal Orde Baru berhasil ditegakkan. Demikian pula dua dari tiga tuntutan rakyat (Tritura) telah dipenuhi, yaitu pembubaran PKI dan pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI. Sementara itu, tuntutan ketiga, yaitu penurunan harga yang berarti perbaikan bidang ekonomi belum diwujudkan. Hal itu terjadi karena syarat mewujudkannya perlu dilakukan dengan pembangunan secara terus-menerus dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pelaksanaan agar lancer dan mencapai hasil maksimal memerlukan stabilitas nasional.

8 Baca lebih lajut

NARASI TRAGEDI KEMANUSIAAN 1965 PADA MASA ORDE BARU DAN PASCA ORDE BARU

NARASI TRAGEDI KEMANUSIAAN 1965 PADA MASA ORDE BARU DAN PASCA ORDE BARU

Salah satu forum, yakni sekber ’65 pernah beberapa kali melakukan kegiatan diskusi tentang Tragedi 1965 ini, diantaranya pada tanggal 2 Juli 2012, dari pukul 09.00-13.00 WIB SekBer’ 65 mengadakan Diskusidengan dua peneliti sejarah dari School of Historical Studies, The University of Melbourne Australia yaitu Kathrin Mc Gregor dan Vanessa Hearman, membahas mengenai perkembangan RUU KKR (Rancangan Undang Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) dan pernyataan tentang wacana permohonan maaf presiden terhadap para korban HAM berat. 29 Tanggal 19 Juli 2012 jam 09.00-11.30 Sekertariat Bersama ’65 ( Sekber’65 ) melakukan audiensi dengan DPRD Solo, membahas tentang penyelesaian dan penuntasan tragedi 1965/1966 yang diamanatkan dalam TAP MPR NO. V Tahun 2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional. Pada 15 September 2010 penulis, Romo Bakskara T Wardaya dan beberapa teman mahasiswa dari Yogyakarta ikut serta dalam diskusi para survivor untuk melihat langsung dinamika para mereka dalam memperjuangkan hak haknya yang sudah puluhan tahun hilang. Diskusi ini juga dimuat oleh Solo Pos :
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Hegemoni Negara Orde Baru dan

Hegemoni Negara Orde Baru dan

Ada tiga tingkatan hegemoni yang dikemukakan Gramsci, yaitu Pertama, hegemoni total (integral), hegemoni integral diandai dengan afiliasi massa yang mendekati totalitas. Masyarakat menunjukan tingkat kesatuan moral dan intelektual yang kokoh. Ini tampak dalam hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun etis. Kedua, hegemoni yang merosot (decadent hegemony). Dalam masyarakat kapitalis modern, dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. Dia menunjukan adanya potensi disintegtrasi disana. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi dibawah permukaan kenyataan sosial. Hegemoni yang tidak cukup efektif dan tidak berhasil melumpuhkan kepatuhan seluruh masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat sebenarnya melihat banyak ketimpangan dan dalam diri mereka terdapat danyak ketidak setujuan dan ketidak sepakatan namun tidak disertai dengan tindakan atau pemberontakan yang kongkret (passive resistance). Ketiga, hegemoni yang minimum (minimal hegemony). Bentuk hegemoni ini merupakan bentuk yang paling rendah dibandingkan dua bentuk diatas. Hegemoni ini bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis, politis, dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campurtangan massa dalam hidup bernegara. 15
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Masa dan Orde Baru (1)

Masa dan Orde Baru (1)

Selama masa kekuasaan Presiden Soekarno, state menyatakan keluar Dari Persian keanggotanan Perserikatan bangsa-bangsa akibat Dari Persian terpilihnya Asian country sebagai calon kuat Dewan Keamanan PBB padahal Asian country merupakan negara boneka Inggris. Maka dengan itu state mengancam Kwa keluar jika PBB tetap mencalonkan Asian country menjadi anggota dewan Keamanan. Setelah Chad pemerintahan berada dibawah kendali pemerintahan Soeharto, state menyatakan kembali menjadi anggota PBB dan

6 Baca lebih lajut

PEMILU PADA MASA ORDE BARU

PEMILU PADA MASA ORDE BARU

Dengan kemenangan Golkar yang selalu mencolok itu menguntungkan pemerintah. Golkar menguasai suara di MPR dan DPR dan itulah yang memungkinkan Soeharto menjadi presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. Hal itu pula yang menyebabkan pertanggungjawaban, rancangan undang-undang, dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Politik kekerasan menjadi isu utama.

14 Baca lebih lajut

Partisipasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Dalam Perubahan Orde Lama – Orde Baru

Partisipasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Dalam Perubahan Orde Lama – Orde Baru

gerilya.Mengetahui tentara Indonesia tak mendukungnya, Bung Karno kecewa dan mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Bung Karno dalam otobiografinya, mengakui bahwa ia seorang yang memiliki harga diri sangat tinggi, dan tak ada yang dapat dilakukan untuk merubah keinginannya mengganyang Malaysia. PKI menjadi pendukung utama gerakan "Ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek neokolonialisme, PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, motif PKI mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis. Dari sebuah dokumen rahasia badan intelijen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka tanggal 13 Januari 1965 menyebutkan adanya percakapan santai Bung Karno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia sehingga tidak bisa menindak tegas mereka. Namun Bung Karno pun menegaskan bahwa suatu waktu giliran PKI akan tiba. "Bung Karno berkata,"Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu...Untukku Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang." Kedudukan PKI semakin kuat dan menjadi ancaman serius bagi para penantangnya, ditambah hubungan internasional PKI dengan partai komunis sedunia, khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing-Moskow- Pyongyang-Phnom Penh. Soekarno mengetahui hal ini, tetapi mendiamkannya karena ia masih meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang tengah berlangsung, karena posisi Indonesia melemah di lingkungan internasional sejak ke luar dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa pada 20 Januari 1965.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Partisipasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Dalam Perubahan Orde Lama – Orde Baru

Partisipasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Dalam Perubahan Orde Lama – Orde Baru

Penelitian ini mencoba menguraikan tentang partisipasi organisasi PMKRI dalam perubahan orde lama menuju orde baru di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap perjalanan dan perjuangan yang dilakukan organisasi-organisasi mahasiswa khususnya oleh PMKRI. Oleh sebab itu skripsi ini lebih melihat bagaimana organisasi mahasiswa memiliki posisi tawar dalam transisi perubahan orde lama menuju orde baru. Peneliti juga melihat adanya pengaruh PKI yang menghegemoni di Indonesia yang menjadi tantangan terbesar di masa itu. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode studi pustaka dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data dan penelitian ini mengandalkan hasil analisis dari data pustaka dan fakta yang diperoleh dari wawancara tokoh-tokoh yang berperan pada masa itu.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

pendidikan pada masa orde baru

pendidikan pada masa orde baru

Pemerintahan Orde Baru 3 yang dipimpin Soeharto mengedepankan moto “membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia”. Pada tahun 1969-1970 diadakan Proyek Penilaian Nasional Pendidikan (PPNP) dan menemukan empat masalah pokok dalam pendidikan di Indonesia: pemerataan, mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Dan hasilnya digunakan untukmembentuk Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K). pada masa orde baru dibentuk BP-7 yang menjadi pusat pengarus utamaan (mainstreaming) pancasila dan UUD 1945 dengan produknya mata ajar Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan penataran P-4. Ditahun 1980 mulai timbul masalah pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah “pengangguran terdidik” Depdiknas di bawah Menteri Wardiman Djojohadiningrat (kabinet pembangunan VI) mengedepankan wacana pendidikan “link and match” sebagai upaya untuk memperbaiki pendidikan Indonesia pada masa itu.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

MAKALAH SEJARAH INDONESIA MASA ORDE BARU (1)

MAKALAH SEJARAH INDONESIA MASA ORDE BARU (1)

Pada waktu krisis melanda Thailand, keadaan Indonesia masih baik. Inflasi rendah, ekspor masih surplus sebesar US$ 900 juta dan cadangan devisa masih besar, lebih dari US$ 20 B. Tapi banyak perusahaan besar menggunakan hutang dalam US Dollar. Ini merupakan cara yang menguntungkan ketika Rupiah masih kuat. Hutang dan bunga tidak jadi masalah karena diimbangi kekuatan penghasilan Rupiah. Tapi begitu Thailand melepaskan kaitan Baht pada US Dollar di bulan Juli 1997, Rupiah kena serangan bertubi-tubi, dijual untuk membeli US Dollar yang menjadi murah. Waktu Indonesia melepaskan Rupiah dari US Dollar, serangan meningkat makin menjatuhkan nilai Rupiah. IMF maju dengan paket bantuan US$ 20B, tapi Rupiah jatuh terus dengan kekuatiran akan hutang perusahaan, pelepasan Rupiah besar- besaran. Bursa Efek Jakarta juga jatuh. Dalam setengah tahun, Rupiah jatuh dari 2,000 dampai 18,000 per US Dollar.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Masa akir Orde Baru (1)

Masa akir Orde Baru (1)

Pada waktu krisis melanda Thailand, keadaan Indonesia masih baik. Inflasi rendah, ekspor masih surplus sebesar US$ 900 juta dan cadangan devisa masih besar, lebih dari US$ 20 B. Tapi banyak perusahaan besar menggunakan hutang dalam US Dollar. Ini merupakan cara yang menguntungkan ketika Rupiah masih kuat. Hutang dan bunga tidak jadi masalah karena diimbangi kekuatan penghasilan Rupiah. Tapi begitu Thailand melepaskan kaitan Baht pada US Dollar di bulan Juli 1997, Rupiah kena serangan bertubi-tubi, dijual untuk membeli US Dollar yang menjadi murah. Waktu Indonesia melepaskan Rupiah dari US Dollar, serangan meningkat makin menjatuhkan nilai Rupiah. IMF maju dengan paket bantuan US$ 20B, tapi Rupiah jatuh terus dengan kekuatiran akan hutang perusahaan, pelepasan Rupiah besar-besaran. Bursa Efek Jakarta juga jatuh. Dalam setengah tahun, Rupiah jatuh dari 2,000 dampai 18,000 per US Dollar.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KUASA DALAM SASTRA PADA MASA ORDE BARU

KUASA DALAM SASTRA PADA MASA ORDE BARU

Kekuasaan tidak bersumber pada satu titik; ia datang dari mana pun. Menurut Foucault, kekuasaan adalah nama yang diberikan kepada suatu situasi strategis yang rumit dalam masyarakat (2008: 121-122). Gambaran di atas memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak lagi mengenai kekuasaan dan negara , melainkan mengenai kekuasaan dan subjek . Jika begitu, hal ini berarti kekuasaan memiliki hubungan yang banyak. Hubungan-hubungan itu dapat mencangkup dalam proses ekonomi, penyebaran ilmu pengetahuan, hubungan seksual. Kekuasaan terbentuk dari pemisahan, ketidaksamaan, ketidakseimbangan (diskriminasi). Artinya, kekuasaan terjadi dalam situasi di mana ada suatu perbedaan. Misalnya, di kantor (antara bos dan karyawan), dalam keluarga (antara suami dan istri atau orang tua dan anak). Tentu saja, perbedaan ini membentuk pertentangan, perlawanan, atau friksi-friksi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Krisis Hukum Pada Masa Orde Baru

Krisis Hukum Pada Masa Orde Baru

Sungguh ironi, dalam sistem politik yang relatif terbuka saat ini, pers Indonesia cenderung memperlihatkan performa dan sikap yang dilematis. Di satu sisi, kebebasan yang diperoleh seiring tumbangnya rezim Orde Baru membuat media massa Indonesia leluasa mengembangkan isi pemberitaan. Namun, di sisi lain, kebebasan tersebut juga sering kali tereksploitasi oleh sebagian industri media untuk mendapatkan keuntungan sebanyak- banyaknya dengan mengabaikan fungsinya sebagai instrumen pendidik masyarakat. Bukan hanya sekedar celah antara rakyat dengan pemimpin, tetapi pers diharapkan dapat memberikan pendidikan untuk masyarakat agar dapat membentuk karakter bangsa yang bermoral. Kebebasan pers dikeluhkan, digugat dan dikecam banyak pihak karena berubah menjadi ”kebablasan pers”. Hal itu jelas sekali terlihat pada media-media yang menyajikan berita politik dan hiburan (seks). Media-media tersebut cenderung mengumbar berita provokatif, sensasional, ataupun terjebak mengumbar kecabulan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

pemilu pada masa orde baru (2)

pemilu pada masa orde baru (2)

Tanggal 9 November 1945 bertempat di gedung Gereja Kristen Pasundan Jl.Kramat Raya No.45, Serentetan pertemuan diadakan oleh para tokoh Kristen (Protestan dan Katolik) di Jakarta untuk menggumuli pembentukan sebuah partai bagi seluruh umat Kristen Indonesia. Dari pihak Protestan hadir : Domine (Ds) Probowinoto, DR.Mr.Sutan Gunung Mulia, Ir. Fredrick Laoh, DR.Ir.W.Z.Johanes, J.K.Panggabean, Soedarsono, Maryoto dan Martinus Abe4dnego; dari pihak Katolik hadir Soeradi dan Hadi. Pertemuan dipimpin oleh Ds. Probowinoto. Ketika peserta pertemuan sepakat membentuk sebuah Partai Kristen, utusan Katolik mengundurkan diri dengan alasan akan membicarakannya dahulu dengan Pimpinan Gereja Katolik, yang akhirnya membentuk Partai Katolik. Akhirnya pertemuan malam itu sepakat membentuk sebuah partai untuk umat Kristen Protestan dengan nama Partai Kristen Nasional. Nama itu diusulkan oleh DR.Mr .Todung Sutan Gunung Mulia. Peserta pertemuan secara aklamasi memilih DR.Ir. W.Z.Johanes sebagai Ketua dan Maryoto sebagai Sekertaris. Tanggal 10 November 1945, para tokoh Kristen Protestan itu mendeklarasikan berdirinya Partai Kristen Nasional. Pada 10 Januari 1973, Parkindo difusikan dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Partai ini hanya mampu mengantongi 1,34% suara pada pemilihan umum 1971.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Krisis Hukum Pada Masa Orde Baru

Krisis Hukum Pada Masa Orde Baru

Orde Baru membawa banyak perubahan positif pada penegakan HAM. Dalam aspek ekonomi, Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Dalam hal ekonomi, masyarakat mendapatkan hak-hak mereka untuk mendapatkan hidup yang layak. Program transmigrasi, repelita, dan swasembada pangan mendorong masyarakat untuk memperoleh kemakmuran dan hak hidup secara layak. Dalam bidang

6 Baca lebih lajut

INDONESIA PADA MASA ORDE LAMA

INDONESIA PADA MASA ORDE LAMA

Tindakan pemerintah ini dikenal dengan penyederhanaan kepartaian. Pembatasan gerak-gerik partai semakin memperkuat kedudukan pemerintah terutama presiden. Kedudukan presiden yang kuat tersebut tampak dengan tindakannya untuk membubarkan 2 partai politik yang pernah berjaya masa demokrasi Parlementer yaitu Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). Alasan pembubaran partai tersebuat adalah karena sejumlah anggota dari kedua partai tersebut terlibat dalam pemberontakan PRRI dan Permesta. Kedua Partai tersebut resmi dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1960. Terbatasnya kebebasan pers sehingga banyak media masa yang tidak dijinkan terbit.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...