Top PDF Model Sistem Peringkat Untuk Penilaian Kinerja Lingkungan Pada Proyek Konstruksi Jalan

Model Sistem Peringkat Untuk Penilaian Kinerja Lingkungan Pada Proyek Konstruksi Jalan

Model Sistem Peringkat Untuk Penilaian Kinerja Lingkungan Pada Proyek Konstruksi Jalan

Eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan tak dapat dihindari dalam proyek kosntruksi jalan yang mengakibatkan limbah yang berdampak pada isu pemanasan global. Perlu dikembangkan pemantauan dan evaluasi kinerja lingkungan terhadap kegiatan konstruksi jalan dengan memberikan peringkat untuk membandingkannya terhadap benchmark yang disebut dengan model sistem peringkat. Model ini disusun berdasarkan aspek lingkungan dari ketiga pilar pembangunan transportasi berkelanjutan, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pada penelitian ini diusulkan empat kategori untuk menilai kinerja lingkungan, yaitu lingkungan dan air, energi dan atmosfer, material dan sumber daya, serta teknologi perkerasan dan inovasi. Masing-masing kategori ini terdiri atas beberapa sub-kategori yang memiliki poin berdasarkan dampak keberlanjutan dan daya tahannya. Nilai kinerja lingkungan diperoleh berdasarkan jumlah persentase poin yang dicapai pada masing-masing kategori dengan bobot tertentu. Hasil ini diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu tidak tersertifikasi, perunggu, perak, emas, dan platinum. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan jalan berwawasan lingkungan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MODEL RATING SYSTEM UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN RAYA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MODEL RATING SYSTEM UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN RAYA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

The 19 th Symposium of Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) was held in collaboration with Department of Civil Engineering, Faculty of Civil Engineering and Planning, Islamic University of Indonesia (UII). The symposium, which was organized during October 11-13, 2016 at UII Main Campus on Jalan Kaliurang KM 14.5, Besi, Sleman, Yogyakarta Special Region brought in a central theme, namely “Connecting regions and improving mobility to foster nation’s competitiveness and resilience” . Two respectable key-note speakers were invited to address the key issues highlighted in the central theme. During the plenary session, Prof. Siti Malkhamah of Gadjah Mada University talked about challenges faced by Indonesia in its effort to improve connectivity and mobility. On the other hand, Prof. Atsushi Fukuda shared Japan’s experiences in strengthening the role of transportation system to mitigate the impact of disaster on the society.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Fullpaper PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA RANTAI PASOK HIJAU PADA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN

Fullpaper PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA RANTAI PASOK HIJAU PADA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN

Penggunaan berbagai macam material dan alat berat dalam tahapan konstruksi proyek infrastruktur jalan ditengarai menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dampak tersebut bisa berasal dari proses produksinya maupun penggunaannya selama masa konstruksi. Terkait hal tersebut maka perlu dikembangkan konsep rantai pasok hijau yang bertujuan menciptakan efisiensi pengadaan, pengaturan, dan penggunaan material dan alat berat, dan meminimalkan dampak pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja rantai pasok hijau pada proyek infrastruktur jalan. Instrumen penilaian kinerja yang dikembangkan mencakup dua proses utama yaitu desain struktur model pengukuran kinerja rantai pasok hijau, dan formulasi pengukuran kinerja masing-masing Key Performance Indicators (KPI). Pada penelitian ini diusulkan 15 KPI untuk rantai pasok hijau material dan 9 KPI untuk rantai pasok hijau alat berat dengan kriteria utama mencakup kolaborasi dengan suplier ramah lingkungan, pengiriman dan penanganan material dan alat berat secara efisien dan ramah lingkungan, penggunaan material ramah lingkungan, operasional alat berat secara ramah lingkungan, pemeliharaan alat berat secara teratur, pengelolaan limbah material dan alat berat ramah lingkungan, peningkatan pengetahuan karyawan mengenai konstruksi hijau, kepuasan pelanggan terhadap mutu produk material, dan pengembangan teknologi alat berat menjadi lebih efisien. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode matematis dirancang untuk digunakan dalam pengaplikasian instrumen penilaian. Pengklasifikasian kinerja rantai pasok hijau total berdasarkan alat penilaian jalan berkelanjutan dikelompokan menjadi tidak memenuhi spesifikasi, perunggu, perak, emas, dan platinum. Pengembangan instrumen ini diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan penilaian kinerja rantai pasok hijau pada infrastruktur jalan dan menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan daya saing. Kata kunci: rantai pasok hijau, instrumen penilaian kinerja, proyek infrastruktur jalan, key
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MODEL PENETAPAN PROYEK KONSTRUKSI SISTEM KONTRAKTUAL ATAU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

MODEL PENETAPAN PROYEK KONSTRUKSI SISTEM KONTRAKTUAL ATAU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Hierarchy Process (AHP). Kontrak yang paling beresiko berdasarkan persepsi kontraktor adalah kontrak berbasis kinerja dengan prosentase bobot 56%, sedangkan kontrak tradisional sebesar 44%. Meskipun demikian, penerapan kontrak berbasis kinerja memiliki prospek yang cukup baik bagi peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Indonesia. Salah satu penentu keberhasilan dari penerapan kontrak berbasis kinerja adalah kesiapan kontraktor dan kemampuan kontraktor dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko. Oleh karena itu, Pemerintah. harus aktif melakukan pembinaan jasa konstruksi terhadap kontraktor terutama berkaitan dengan risiko dan sosialisasi terhadap dokumen kontrak berdasarkan kinerja serta diperlukan adanya regulasi yang jelas untuk menunjang keberhasilan implementasi kontrak berbasis kinerja.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

19. MODEL RATING SYSTEM UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN RAYA

19. MODEL RATING SYSTEM UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN RAYA

GreenLITES dikembangkan oleh New York State Department of Transportation (NYSDOT) untuk membantu mengintegrasikan prinsip transportasi keberlanjutan menggunakan sistem LEED pada industri bangunan sebagai pemodelan yang digunakan oleh internal NYSDOT (NYSDOT,2009). Model ini menilai kinerja proyek di beberapa bidang utama sekaligus mendorong praktik terbaik berkelanjutan. Hal ini mendorong pengembangan tanpa efek negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Selain itu dapat mendorong kelayakan desain, penyediaan sarana transportasi multimoda yang aman dan pembangunan yang murah tanpa biaya pemeliharaan jalan (Krekeler dkk, 2010).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI

SISTEM INFORMASI MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI

Dalam form rencana anggaran, user dapat menghitung seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek yang telah direncanakan berdasarkan dari upah material dan upah pekerja yang dibutuhkan untuk setiap item pekerjaan dalam proyek. Di form ini pula, user dapat membuat report mengenai rekapitulasi, detail RAB, analisa satuan pekerjaan, hingga report harga satuan pekerjaan.

8 Baca lebih lajut

DOK PENGADAAN Konstruksi   Jalan Lingkungan

DOK PENGADAAN Konstruksi Jalan Lingkungan

“SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang berkedudukan di __________ [alamat Pejabat Pembuat Komitmen], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen] (selanjutnya disebut “KPA”) dan __________ [nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut “Penyedia”).”]
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pengaruh Biaya Pekerjaan Dan Waktu Terhadap Struktur Konstruksi Dan Kinerja Proyek Pembetonan Jalan Di Kota Makassar

Pengaruh Biaya Pekerjaan Dan Waktu Terhadap Struktur Konstruksi Dan Kinerja Proyek Pembetonan Jalan Di Kota Makassar

Gulmen (2012) menegaskan bahwa kegiatan pembetonan jalan selalu mempertimbangkan biaya kerja, waktu pekerjaan, struktur konstruksi dan kinerja proyek. Variabel-variabel ini secara langsung maupun tidak langsung selalu menjadi pertimbangan untuk dilihat seberapa besar pengaruhnya dalam melakukan kegiatan pembangunan proyek pembetonan jalan. Norton (2011) menyatakan bahwa biaya kerja suatu proyek pembetonan dapat dilihat dari alokasi anggaran yang dilakukan untuk pembiayaan material, pembiayaan upah, pembiayaan pengadaan alat dan pembiayaan operasional. Wujud dari pembiayaan ini sangat menentukan struktur konstruksi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  ANALISIS HUBUNGAN KOMPETENSI PROJECT MANAGER DAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI JALAN.

BAB 1 PENDAHULUAN ANALISIS HUBUNGAN KOMPETENSI PROJECT MANAGER DAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI JALAN.

Sarana infrastruktur jalan merupakan suatu sarana transportasi yang berperan sangat penting bagi perkembangan suatu daerah, selain itu jalan menjadi suatu fasilitas transportasi yang digunakan masyarakat. Jalan merupakan sarana yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pembuatan jalan tersebut bertujuan untuk memberikan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan bagi pengguna jalan dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar jalan.

4 Baca lebih lajut

MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK MENYUSUN KURVA S UNTUK PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN  MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK MENYUSUN KURVA S UNTUK PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN JAVA.

MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK MENYUSUN KURVA S UNTUK PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK MENYUSUN KURVA S UNTUK PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN JAVA.

Bar-Charts dan Kurva S pada program Anggaran Biaya Konstruksi 1.00 ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman JAVA, basis data MySQL, NetBeans 6.1 untuk mendesain tampilan interface program, iReport-2.0.4 untuk mendesain tampilan interface dari data yang akan dicetak, Navicat 8.0 untuk mempermudah membuat tabel pada MySQL, MySQL Query Browser untuk mencoba query dalam pengolahan database, exe4j untuk mengubah format jar dari JAVA menjadi exe, dan Smart Install Maker 5.02 untuk membuat master program. Konsep dasar dalam pembuatan Bar-Charts dan Kurva S adalah dengan menggunakan data berupa tanggal mulai dan durasi yang sebelumnya telah dimasukkan oleh pengguna dan tersimpan dalam database. Untuk Kurva S, digunakan juga data total harga sub pekerjaan untuk menentukan bobot kegiatan per hari.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PROYEK KONSTRUKSI DI YOGYAKARTA  ANALISIS UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PROYEK KONSTRUKSI DI YOGYAKARTA.

ANALISIS UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PROYEK KONSTRUKSI DI YOGYAKARTA ANALISIS UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA PROYEK KONSTRUKSI DI YOGYAKARTA.

Penelitian ini dilaksanakan melalui penyebaran kuisioner dengan sasaran respondennya adalah pihak kontraktor dan manajemen konstruksi (MK) yang sedang menangani proyek di wilayah Yogyakarta yang dipilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan menghitung mean , SD ( standard deviation ), serta menganalisis interval nilai dari nilai mean yang didapat untuk mengetahui sejauh mana upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan.

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STRATEGI PENAWARAN UNTUK PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MODEL FRIEDMAN DAN GATES.

PENDAHULUAN STRATEGI PENAWARAN UNTUK PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MODEL FRIEDMAN DAN GATES.

tersebut adalah terfokus pada proyek jasa konstruksi yang ditawarkan hanya dibatasi pada pengadaan kontraktornya melalui tender. Data yang dikumpulkan merupakan data penawaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pekerjaan sejenis. Kriteria-kriteria yang mempengaruhi penentuan mark up ditujukan untuk pesaing tipikal, artinya tidak ada kontraktor yang mendapat perlakuan khusus.

5 Baca lebih lajut

PENUTUP  MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

PENUTUP MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Pengalaman Perencanaan Owner dalam membuat TOR pekerjaan Reward & punishment dari owner terhadap pelaksana pekerjaan Keterbatasan anggaran biaya yang dimiliki oleh Owner Keterlambatan pembayaran oleh client/owner Terlambat persetujuan shop drawing oleh konsultan 8 Aspek teknis/mutu (Masa Pelaksanaan Konstruksi)

14 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

TINJAUAN PUSTAKA MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan pada umumnya berjangka waktu pendek (Ervianto, 2005). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan konstruksi. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak- pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung.

8 Baca lebih lajut

RANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA KOORDINATOR PROYEK PT ATRIUM PROPUGNATORUM TEKNIKA

RANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA KOORDINATOR PROYEK PT ATRIUM PROPUGNATORUM TEKNIKA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa data perusahaan saat ini cukup untuk menjalankan sistem penilaian kinerja karyawan. Data perusahaan yang ada dapat diolah secara otomatis untuk menghasilkan informasi mengenai kinerja pegawai sesuai dengan predikat yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berdasarkan hasil tanggapan dari PT Atrium Propugnatorum Teknika, rancangan sistem penilaian kinerja ini sesuai dengan tujuan perusahaan untuk memantau kinerja karyawan. Rancangan sistem ini dapat dimaksimalkan dengan pembaharuan kompetensi dan parameter yang disesuaikan dengan kondisi ekternal dan internal perusahaan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN  MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN MODEL MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat Nya, penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Penulisan tesis ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Magister Teknik Sipil pada Fakultas Teknik Universita Atmajaya Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit untuk menyelesaikan studi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

13 Baca lebih lajut

Analisis Variabel-Variabel Risiko pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Jalan

Analisis Variabel-Variabel Risiko pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Jalan

Pada variabel risiko tenaga kerja, terdapat mean tertinggi sebesar 3.60 pada sub variabel X13.4 (Kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan). Risiko ini dapat diminimalisir dengan perhitungan produktifitas tenaga kerja sesuai dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia di construction site. Sehingga, jumlah kebutuhan tenaga kerja telah dideteksi sebelum memulai pelaksanaan proyek. Jika dibutuhkan, kontraktor mendatangkan tenaga kerja dari daerah lain sebelum pelaksanaan proyek. Selain itu, dibutuhkan perencanaan jadwal tenaga kerja yang terperinci dan sistematis. Perataan jumlah tenaga kerja (metoda resource leveling), dengan memanfaatkan durasi total float pada item kegiatan yang tidak kritis, dapat
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN  PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DAN JALAN DARI ASPEK  ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DAN JALAN DARI ASPEK TENAGA KERJA.

ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DAN JALAN DARI ASPEK ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DAN JALAN DARI ASPEK TENAGA KERJA.

3. Ferianto Raharjo, S.T., M.T., selaku Koordinator Tugas Akhir Manajemen Konstruksi dan selaku dosen pembimbing yang dengan sabar meluangkan waktu untuk memberi petunjuk dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects