Top PDF MODUL PROGRAM PEMBINAAN KARIER GURU MELA - 123dok.com

MODUL PROGRAM PEMBINAAN KARIER GURU MELA

MODUL PROGRAM PEMBINAAN KARIER GURU MELA

Kelima nilai utama di atas terintegrasi baik pada konten materi maupun pada kegiatan-kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, setelah mempelajari modul ini, diharapkan kompetensi guru Taman Kanak- Kanakmeningkat berkenaan dengan penataan sarana prasarana, pengembangan media, sumber belajar dan materi bermain sambil belajar yang terintegrasi dengan lima nilai karakter utama dalam upaya mengembangkan potensi dan kreativitas anak usia dini. Selain itu guru diharapkan mampu mengimplementasikan lima nilai utama tersebut bagi dirinya sendiri maupun dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan cara memberi penguatan pendidikan karakter bagi anak usia dini di TK. Hal ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya “branding” di setiap TK terkait implementasi penguatan pendidikan karakter. Sehingga nilai karakter sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan memberadabkan bangsa Indonesia dapat tercapai dan terbentuk guru-guru berkarakter. Dan pada akhirnya TK tersebut dapat menjadi wadah dalam mengajarkan, membiasakan, melatih dengan konsisten lima nilai karakter utama. Sehingga melalui proses pembiasaan di sekolah, nilai-nilai tersebut, dapat menjadi karakter dan budaya bangsa.
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

Pembinaan Modul Program Pembangunan Kepi

Pembinaan Modul Program Pembangunan Kepi

yang mengikuti kursus pendidikan lebih berminat pada kerjaya bukan dalam bidang perguruan. Malahan ada juga pelajar yang mendapat purata mata gred terendah ketika di matrikulasi tidak dapat memilih bidang profesional lain dan sekadar terpaksa memilih bidang pendidikan ini menjadikan bidang ini batu loncatan untuk memasuki universiti. Setelah tamat pengajian, bidang perguruan bukanlah menjadi tujuan utama sebaliknya lebih berminat pada kerjaya lain. Jadi pihak fakulti telah mengusahakan pelbagai program untuk memberi kesedaran kepada pelajar akan bidang yang diceburi, di samping membuka pemikiran pelajar akan tanggungjawab seorang guru supaya menimbulkan minat untuk meneruskan kerjaya sebagai guru. Selain itu, Dekan juga ada menekankan mengenai MedSI iaitu Malaysian Education Selection Inentory yang merupakan penetapan standard piawaian kepada semua pelajar yang ingin menceburi bidang pendidikan. Sebelum mengikuti kursus pendidikan, pelajar perlu menduduki ujian bertulis dan temu duga untuk menguji kecenderungan minat pelajar dalam bidang pendidikan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Contoh Porgram Kerja PKG (Penilaian Kinerja Guru) Format Microsoft Word | Dokumen Sekolah PROGRAM KERJA

Bagi guru PNS sebagaimana apa yang telah disampaikan diatas PK Guru dilaksanakan dalam rangka pembinaan karier, kepangkatan, dan jabatannya, sedangkan untuk guru non-PNS PK Guru inipun perlu dilaksanakan dalam rangka menilai tingkat kompetensi dari masing-masing guru tersebut dan kelayakan dalam melaksanakan proses pembelajaran kemudia dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian tugas mengajar pada tahun ajaran selanjutnya. Bagi guru non-PNS dengan hasil PK Guru baik akan tetap diberi hak untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya selama masih memungkinkan, dan apabila nilainya kurang, untuk menjamin kualitas proses pembelajaran maka dengan terpaksa guru tersebut tidak diberi hak untuk melaksanakn proses pembelajaran dan dicarikan penggantinya yang lebih berkompeten.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Sosialisasi Gender pada Pembinaan Karier Guru-Guru Perempuan di Lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Surakarta

Sosialisasi Gender pada Pembinaan Karier Guru-Guru Perempuan di Lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Surakarta

Depdiknas (2011) dalam kaitannya dengan persyaratan kepalasekolah/madrasah menetapkan beberapa syarat, antara lain: (1) persyaratan administrasi, (2) pengalaman dan kemampuan khusus sebagai nilai tambah, kemampuan membuat karya tulis (lembar tugas), (3) potensi untuk menjadi kepala sekolah, (4) pemahaman terhadap kebijakan dan program pendidikan, dan (5) kemampuan menyerap materi serta perilaku selama mengikuti pelatihan khusus calon kepala sekolah. Dari ke-empat syarat tidak ada satupun yang bias gender. Artinya bahwa guru perempuanpun memiliki peluang yang sama dengan guru laki-laki untuk menjadi kepala sekolah. Tetapi mengapa dalam realitas di masyarakat menunjukkan kuantitas perempuan yang menjadi kepala sekolah/madrasah masih sangat sedikit ?
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MODUL DIKLAT PKB GURU PAKET KEAHLIAN PED

MODUL DIKLAT PKB GURU PAKET KEAHLIAN PED

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Pembinaan Karir (GK) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Pembinaan Karier. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahaan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pembinaan Karir dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online) dan campuran (blended) tatap muka dengan online.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

PEDOMAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

PEDOMAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

• Peserta Penyegaran Narasumber Nasional/Pengampu atau Peserta Penyegaran Instruktur Nasional/Mentor Program Pembinaan Karier Guru melalui Peningkatan Kompetensi akan mendapatkan se[r]

29 Baca lebih lajut

MODUL PEMBINAAN KARIER GURU BIDANG TAMAN

MODUL PEMBINAAN KARIER GURU BIDANG TAMAN

Dari prinsip dasar ini maka tugas orangtua , dan guru lebih bersifat “pasif” daripada “aktif”. Lebih dari itu guru P AUD harus mengikuti kehendak anak didiknya dan tidak melakukan intervensi apalagi memaksa. Bahkan, terhadap hal-hal yang dianggap penting dipelajari anak didiknya, seorang gurupun tidak boleh memaksanya. Prinsip didaktis-metodis Maria Montesori selanjutnya adalah semua anak beajar melalui bermain, bermain dikalangan anak-anak sama halnya dengan “kerja” pada kalangan orang dewasa. Mungkin orang dewasa memandang bahwa permainan adalah main-main yang tanpa keseriusan. Namun bagi anak- anak, bermain adalah “kerja” yang dilakukan penuh kesungguhan. Orang awam pada umumnya memandang kegiatan yang dilakukan anak- anak di TK adalah “bermain” semata. Namun bagi Maria Montesori kegiatan apapun yang dilakukan anak didiknya adalah “kerja” dalam bahasa Maria Montesori atau belajar dal am bahasa orang yang mengetahui teori perkembangan anak. Esensi metode Montesori meliputi empat hal, yaitu semua pendidikan adalah pendidikan diri sendiri, kebebasan, ketertiban (termasuk hukuman), dan pengembangan indera (termasuk imajinasi).
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

12615 097 ilmu pengetahuan alam

12615 097 ilmu pengetahuan alam

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

444 Baca lebih lajut

 Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru PendidikanKewarganegaraan

Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru PendidikanKewarganegaraan

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

461 Baca lebih lajut

12615 100 ilmu pengetahuan sosial

12615 100 ilmu pengetahuan sosial

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

386 Baca lebih lajut

 Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru BahasaIndonesia

Materi Sertifikasi Dan Uji Kompetensi Guru BahasaIndonesia

Pada spektrum yang lebih luas, pengakuan atas profesi guru secara lateral memunculkan banyak gagasan. Pertama, diperlukan ekstrakapasitas untuk menyediakan guru yang profesional sejati dalam jumlah yang cukup, sehingga peserta didik yang memasuki bangku sekolah tidak terjebak pada ngarai kesia-siaan akibat layanan pendidikan dan pembelajaran yang buruk. Kedua, regulasi yang implementasinya taat asas dalam penempatan dan penugasan guru agar tidak terjadi diskriminasi akses layanan pendidikan bagi mereka yang berada pada titik-titik terluar wilayah negara, di tempat-tempat yang sulit dijangkau karena keterisolasian, dan di daerah-daerah yang penuh konflik. Ketiga, komitmen guru untuk mewujudkan hak semua warga negara atas pendidikan yang berkualitas melalui pendanaan dan pengaturan negara atas sistem pendidikan. Keempat, meningkatkan kesejahteraan dan status guru serta tenaga kependidikan lainnya melalui penerapan yang efektif atas hak asasi dan kebebasan profesional mereka. Kelima, menghilangkan segala bentuk diskriminasi layanan guru dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan jender, ras, status perkawinan, kekurangmampuan, orientasi seksual, usia, agama, afiliasi politik atau opini, status sosial dan ekonomi, suku bangsa, adat istiadat, serta mendorong pemahaman, toleransi, dan penghargaan atas keragaman budaya komunitas. Keenam, mendorong demokrasi, pembangunan berkelanjutan, perdagangan yang fair, layanan sosial dasar, kesehatan dan keamanan, melalui solidaritas dan kerjasama di antara anggota organisasi guru di mancanegara, gerakan organisasi kekaryaan internasional, dan masyarakat madani.
Baca lebih lanjut

374 Baca lebih lajut

12615 027 guru kelas sd

12615 027 guru kelas sd

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

444 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN Biologi

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN Biologi

Khusus untuk pendidikan profesi guru, beberapa amanat penting yang dapat disadap dari dua produk hukum ini. Pertama, calon peserta pendidikan profesi berkualifikasi S1/D-IV. Kedua, sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat, dan ditetapkan oleh pemerintah. Ketiga, sertifikasi pendidik bagi calon guru harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Keempat, jumlah peserta didik program pendidikan profesi setiap tahun ditetapkan oleh Menteri. Kelima, program pendidikan profesi diakhiri dengan uji kompetensi pendidik. Keenam, uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tertulis dan ujian kinerja sesuai dengan standar kompetensi. Ketujuh, ujian tertulis dilaksanakan secara komprehensif yang mencakup penguasaan: (1) wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar; (2) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi mata pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program yang diampunya; dan (3) konsep-konsep disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang secara konseptual menaungi materi pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program yang diampunya. Kedelapan, ujian kinerja dilaksanakan secara holistik dalam bentuk ujian praktik pembelajaran yang mencerminkan penguasaan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial pada satuan pendidikan yang relevan.
Baca lebih lanjut

416 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Khusus untuk pendidikan profesi guru, beberapa amanat penting yang dapat disadap dari dua produk hukum ini. Pertama, calon peserta pendidikan profesi berkualifikasi S1/D-IV. Kedua, sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat, dan ditetapkan oleh pemerintah. Ketiga, sertifikasi pendidik bagi calon guru harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Keempat, jumlah peserta didik program pendidikan profesi setiap tahun ditetapkan oleh Menteri. Kelima, program pendidikan profesi diakhiri dengan uji kompetensi pendidik. Keenam, uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tertulis dan ujian kinerja sesuai dengan standar kompetensi. Ketujuh, ujian tertulis dilaksanakan secara komprehensif yang mencakup penguasaan: (1) wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar; (2) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi mata pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program yang diampunya; dan (3) konsep-konsep disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang secara konseptual menaungi materi pelajaran, kelompok mata pelajaran, dan/atau program yang diampunya. Kedelapan, ujian kinerja dilaksanakan secara holistik dalam bentuk ujian praktik pembelajaran yang mencerminkan penguasaan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial pada satuan pendidikan yang relevan.
Baca lebih lanjut

604 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Tidak dapat dipisahkannya antara materi, media, dan sumber, dilihat dari pengertian dan klasifikasi media pembelajaran. Dalam Dictionary of Education dikemukakan bahwa instructional media is devices and other materials which present a complete body of information and are largely self-supporting rather than supplementary in the teaching-learning process. Media pembelajaran adalah alat atau materi lain yang menyajikan bentuk informasi secara lengkap dan dapat menunjang proses belajar mengajar. Ruseffendi (1982) menyatakan bahwa media pendidikan adalah perangkat lunak (software) dan atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar dan alat bantu belajar. Sementara itu, Brown, dkk. (1977) membuat klasifikasi media pembelajaran yang sangat lengkap yang mencakup sarana belajar (equipment for learning), sarana pendidikan untuk belajar (educational media for learning), dan fasilitas belajar (facilities for learning). Sarana belajar mencakup tape recorder, radio, OHP, video player, televisi, laboratorium elektronik, telepon, kamera, dan lain-lain. Sarana pendidikan untuk belajar mencakup buku teks, buku penunjang, ensiklopedi, majalah, surat kabar, kliping, program TV, program radio, gambar dan lukisan, peta, globe, poster, kartun, boneka, papan planel, papan tulis, dan lain-lain. Fasilitas belajar mencakup gedung, kelas, ruang diskusi, laboratorium, studio, perpustakaan, tempat bermain, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

409 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

434 Baca lebih lajut

 MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

MATERI SERTIFIKASI GURU SEMUA JURUSAN

Sebenarnya siapa siswa itu? Semua yang terlibat dalam pendidikan harus sadar bahwa (1) setiap peserta didik adalah unik. Peserta didik mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang; (2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Yang terjadi justru sebaliknya, pendidik memberikan materi pelajaran lewat ceramah seperti yang mereka peroleh dari bangku sekolah yang pernah diikuti; (3) dunia anak adalah dunia bermain tetapi materi pelajaran banyak yang tidak disajikan lewat permainan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pemberian materi pelajaran yang jarang diaplikasikan melalui permainan yang mengandung nuansa filsafat pendidikan; (4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Namun, dunia pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi kreativitas; dan (5) dunia anak adalah dunia belajar aktif. Banyak guru yang tidak mampu mengaktifkan belajar siswa karena menganggap siswa sebagai objek yang tidak dapat bertindak, berpikir, dan berlaku seperti yang diharapkan guru.
Baca lebih lanjut

432 Baca lebih lajut

MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP pedagogik - edit

MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP pedagogik - edit

Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya sediri, mereka akan bekerja sebaik-baiknya ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan temannya. Vigotsky merupakan salah satu pengagas teori konstruktivisme sosial. Pakar ini sangat terkenal dengan teori “Zone of Proximal Development” atau ZPD. Istilah ”Proximal” yang digunakan di sini bisa bermakna “next“. Menurut Vygotsky, setiap manusia (dalam konteks ini disebut peserta didik) mempunyai potensi tertentu. Potensi tersebut dapat teraktualisasi dengan cara menerapkan ketuntasan belajar (mastery learning). Akan tetapi di antara potensi dan aktualisasi peserta didik itu terdapat terdapat wilayah abu-abu. Guru memiliki berkewajiban menjadikan wilayah “abu- abu”yang ada pada peserta didik itu dapat teraktualisasi dengan cara belajar kelompok.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMA pedagogik   edit

MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMA pedagogik edit

Observasi dilakukan oleh guru PJOK langsung pada saat pembelajaran. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar bisa langsung teramati ketika proses pembelajaran. Observasi dilakukan terhadap proses belajar anak secara utuh, yaitu mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan motorik yang dipelajarinya. Mengidentifikasi kesulitan belajar dalam dimensi kognitif dapat dilakukan dengan teknik bertanya. Kesulitan belajar yang sifatnya teknis dan sederhana atau ringan dapat langsung diberikan bimbingan untuk mengatasinya baik secara individual maupun kelompok. Jika terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar yang disebabkan oleh kondisi internal, misalnya tingkat kemampuan motorik umumnya rendah, maka perlu diberikan bimbingan khusus. Untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar yang sifatnya internal memang tidak mudah, perlu pengamatan berkali-kali. Namun demikian guru harus berusaha maksimal untuk dapat mengidentifikasinya, sehingga langkah pemecahannya dapat diperoleh dengan segera.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Modul PKB BK SMA 2017 Ped KK A

Modul PKB BK SMA 2017 Ped KK A

perkembangan individu, khususnya menyangkut kawasan kematangan pendidikan dan Karier, kematangan personal dan emosional, serta kematangan sosial. Hasil-hasil bimbingan dan konseling pada kawasan itu menunjang keberhasilan pendidikan yang bermutu pada umumnya. Dengan kata lain, pendidikan dapat memanfaatkan bimbingan dan konseling sebagai mitra kerja dalam melaksanakantugasnya secara fungsional, bimbingan dan konseling sangat signifikan sebagai salah satu upaya pendidikan untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dan tuntutan lingkungan. Bimbingan dan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupan yang memiliki berbagai wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian, dan keterampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungan. Bimbingan dan bimbingan dan konseling merupakan proses yang menunjang pelaksanaan program pendidikan di sekolah, karena program-program bimbingan dan konseling meliputi aspek-aspek perkembangan individu, khususnya menyangkut kawasan kematangan pendidikan, kematangan Karier, kematangan persona dan emosional, serta kematangan sosial. Hasil bimbingan dan konseling dalam kawasan ini menunjang keberhasilan pendidikan umumnya.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...