Top PDF Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

permasalahan inilah seki diadakan penelitian yang tentang pentingnya kebudayaan Indonesia sec dan pengenalan macap khusus untuk para gene dengan sajian lebih m inovatif agar mampu me para generasi muda g mengenali dan memaham macapat secara lebih dalam Dari beberapa jenis pengetahuan tentang macapat, media pe interaktif merupakan sala yang akan penulis guna mengenalkan tembang kepada generasi muda. beberapa elemen multim teks tentang sejarah macapat, audio video tent masing-masing tembang serta game sebagai pemahaman tentang menjadi konten ya dimasukkan dalam pembelajaran interaktif membantu mengenalkan k tembang macapat kepad muda dan masyarakat seca
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SILABUS SENI TEMBANG I

SILABUS SENI TEMBANG I

Mahasiswa mampu dan terampil melagukan jenis-jenis tembang dolanan serta sebagian tembang macapat yang terdiri dari tembang mijil, pucung, pangkur, maskumambang, gambuh dan megatruh. Dengan penguasaan dasar-dasar lagu tersebut maka mahasiswa akan menjadi pecinta dan pengembang seni tembang.

3 Baca lebih lajut

FILOSOFI TEMBANG MACAPAT SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS.

FILOSOFI TEMBANG MACAPAT SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS.

Hasil dari pembahasan adalah sebagai berikut: 1). Konsep pada penciptaan lukisan yaitu memvisualisasikan interpretasi makna tembang Macapat dalam bentuk lukisan kubisme. Visualisasi lukisan menggunakan cat akrilik di atas kanvas dengan teknik opaque. 2). Tema dalam lukisan yaitu Maskumambang, Mijil dan Kinanthi, Sinom dan Dandhang Gula, Asmaradhana, Gambuh, Durma dan Pangkur, Megatruh dan Pocung. 3). Tahap visualisasi diawali dengan pembuatan sketsa pada kanvas, kemudian memindahkan sketsa pada kanvas. Proses selanjutnya yaitu pewarnaan objek pada lukisan diakhiri dengan finishing. 4). Bentuk karya yang dicapai yaitu lukisan kubistik yang terinspirasi dari tembang-tembang Macapat. Karya yang dikerjakan sebanyak 8 lukisan dengan berbagai ukuran antara lain yaitu :
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Macapat : tembang Jawa indah dan kaya makna - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Macapat : tembang Jawa indah dan kaya makna - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tembang macapat merupakan bagian dari tembang Jawa. Tembang ini digolongkan sebagai ‘tembang cilik ‘. Di samping tembang cilik, dalam budaya Jawa dikenal pula ‘tembang tengahan’ dan tembang ‘gedhe’. Tembang macapat ada sebelas jenis, yaitu (1) maskumambang, (2) mijil, (3) sinom, (4) kinanti, (5) asmarandana, (6) gambuh, (7) dandanggula, (8) durma, (9) pangkur, (10) megatruh, dan (11) pucung. Tiap-tiap tembang macapat tersebut mengisahkan kehidupan sejak manusia lahir hingga meninggal dunia. Setiap jenis tembang memiliki ciri-ciri atau watak tersendiri, seperti gembira, sedih, bijaksana, dan jenaka.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA TEMBANG MACAPAT KARYA KI JUNGKUNG DARMOYO

KAJIAN STILISTIKA TEMBANG MACAPAT KARYA KI JUNGKUNG DARMOYO

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah keseluruhan tembang Jawa karya Ki Jungkung Darmoyo. Jenis data dalam penelitian ini berupa data tulis dan wujud data berupa lirik tembang macapat. Sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil sebanyak 32 tembang macapat karya Ki Jungkung Darmoyo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik sadap untuk teknik dasar dan teknik catat untuk teknik lanjutan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan dengan teknik PUP (Pilah Unsur Penentu) dan metode agih dengan teknik BUL (Bagi Unsur Langsung). Metode penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode informal.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI “KESENIAN TEMBANG MACAPAT SOLO” BERBASIS ANDROID

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI “KESENIAN TEMBANG MACAPAT SOLO” BERBASIS ANDROID

Gambar 3. 24 Entity Relationship Diagram ........... Error! Bookmark not defined. Gambar 3. 25 Class Diagram ................................. Error! Bookmark not defined. Gambar 3.26Relasi Antar Tabel ............................. Error! Bookmark not defined. Gambar 3.27 Rancangan halaman Splash screen .. Error! Bookmark not defined. Gambar 3.28 Rancangan halaman Menu Aplikasi . Error! Bookmark not defined. Gambar 3.29 Rancangan halaman Menu Lirik Tembang .... Error! Bookmark not defined.

18 Baca lebih lajut

bawana ageng dan bawana alit

bawana ageng dan bawana alit

3 dalam baris tembang yang berbentuk Gambuh ini terlihat jelas dan lebih tegas diutarakan tentang arti bawana alit dan ageng, maka jelas pula langkah-langkah yang harus kita bawa untuk menelusuri samudra kehidupan ini. Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai ”Cipta Waskita” yang artinya kewaspadaan batin yang dapat mengetahui apapun yang bakal terjadi. Mengetahui benar dan salah, kharam dan batal serta mengetahui arti hukum dalam kehidupan dan sebagainya.

3 Baca lebih lajut

WACANA TEMBANG MACAPAT SEBAGAI PENGUNGKAP SISTEM KOGNISI DAN KEARIFAN LOKAL ETNIK JAWA

WACANA TEMBANG MACAPAT SEBAGAI PENGUNGKAP SISTEM KOGNISI DAN KEARIFAN LOKAL ETNIK JAWA

This study intends to understand the structure and characteristics of the dis- course of songs macapat Tripama, Wulangreh, and Kalatidha, sasmita, and cogni- tive systems as well as local wisdom ethnic Javanese. The research object of dis- course songs macapat data is provided by using the technique of literature, read and record techniques. Data analysis using discourse analysis methods. This re- search resulted: (1) The structure of macapat discourse Tripama, Wulangreh, and Kalatidha built in prototype sequence pattern, intermediate, and final discourse. The third structure has a whole discourse on the discourse by viewing the cohesion and coherence. This discourse has its own characteristics, (2) Sasmita in all three songs macapat discourse is requested that children and grandchildren to do good deeds, and otherwise prohibited from doing bad deeds. Also a good relationship between man and God, King, country, environment, and other humans in the ev- eryday life of ethnic Javanese; (3) The third discourse is express to be a cognitive system and Javanese ethnic local wisdom because there are concepts in the dis- course of thought or way of looking at ethnic communities on Java God, King, country, environment and other humans that is expressed through song.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Juri Tembang Macapat untuk Peserta Siswa SD se-DIY

Juri Tembang Macapat untuk Peserta Siswa SD se-DIY

Juara I adalah nomor undian 7 dan 16 Kisi-kisi penjurian berasal dari kantor dipdiknas, dan masih banyak aspek penilaian yang belum terentuh.. Sebagai contoh keelaan syair, etika, dll.[r]

5 Baca lebih lajut

Nilai-nilai Islam dalam Teks Tembang Macapat Karya Ranggawarsita.

Nilai-nilai Islam dalam Teks Tembang Macapat Karya Ranggawarsita.

Masyarakat Jawa khususnya pecinta budaya Jawa, sudah tidak asing atas kebesaran nama Raden Ngabei Ranggawarsita, seorang santri, ahli agama Islam, dan seorang pujangga ‘penulis’. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai Islam yang terdapat dalam teks-teks tembang macapat karya salah seorang pujangga Jawa yang sangat terkenal yaitu Ranggawarsita. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai Islam yang terdapat di dalam teks tembang Macapat karya Ranggawarsita. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi, 1) Penelitian ilmiah tentang karya Ranggawarsita, 2) Pemikiran-pemikiran tentang Ranggawarsita dan karyanya. Sehubungan dengan sifat maupun karakteristik kajian dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian Ranggawarsita yang dijadikan sebagai tinjauan pustaka, maka penelitian-penelitian tersebut tidak diterapkan sepenuhnya. Penelitian-penelitian tersebut masih perlu disempurnakan dan ditambah sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang akan dilakukan penulis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SILABUS BASA JAWA KELAS 3

SILABUS BASA JAWA KELAS 3

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 4.2 Melantunkan tembang macapat pocung, menggunakan cangkriman dan menyampaika[r]

39 Baca lebih lajut

Kreativitas dan Pola Pikir Masyarakat Jawa dalam Sasmita Tembang Macapat (Sebuah Kajian Pragmatik).

Kreativitas dan Pola Pikir Masyarakat Jawa dalam Sasmita Tembang Macapat (Sebuah Kajian Pragmatik).

Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Surakarta. Penyediaan data penelitian ini dengan menggunakan teknik pustaka. Analisis data ini menyangkut analisis penentuan bentuk sasmita tembang, fungsi sasmita tembang, dan maksud sasmita tembang. Penentuan bentuk STM ini dengan metode deskriptif. Teknik dasarnya dengan teknik pilah, yaitu semua bentuk STM yang diperoleh dari pustaka dipilahkan, dan teknik lanjutannya dengan teknik catat. Penentuan fungsi ini dilakukan dengan deskriptif fungsional. Penentuan maksud ini dengan menggunakan analisis pragmatik. Teknik dasarnya adalah dengan teknik pilah yaitu dengan cara memilah maksud (jawaban) sasmita tembang berdasarkan koteks (berdasarkan tuturan semata) dan maksud (jawaban) sasmita tembang berdarkan konteks (hal-hal yang ada di luar teks).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

AFINITAS TEMBANG MACAPAT ASMARADANA KARYA MANGKUNEGARA IV PADA PUISI ASMARADANA KARYA GOENAWAN MOHAMMAD

AFINITAS TEMBANG MACAPAT ASMARADANA KARYA MANGKUNEGARA IV PADA PUISI ASMARADANA KARYA GOENAWAN MOHAMMAD

Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, termasuk kehilangan seseorang yang sangat dicintai merupakan suatu kejadian yang memilukan. Tetapi, kembali lagi pada satu pedoman bahwa hidup tak ada yang abadi. Dalam penggalan syair macapat tersebut jelas terlihat bahwa hati Anjasmara tersayat-sayat karena akan ditinggal suaminya pergi bahkan kemungkinan mati di medan tempur melawan Minak Jingga. Sementara dalam puisi Asmaradana karya Goenawan, amanat dapat dilihat dari penggalan berikut.

10 Baca lebih lajut

BAB 1  Aplikasi Pengenalan Tokoh Wayang Kulit dan Lagu Jawa Interaktif Berbasis Android.

BAB 1 Aplikasi Pengenalan Tokoh Wayang Kulit dan Lagu Jawa Interaktif Berbasis Android.

b Karakter tokoh wayang yang diangkat adalah karakter tokoh dalam cerita Ramayana dan Mahabarata c Lagu Jawa dalam aplikasi ini adalah tembang macapat yang terdiri dari 11 jenis temba[r]

4 Baca lebih lajut

Babad PRACIMAHARJAKAPARINGAN nama serat Sri Udyana (suatu tinjauan filologis)

Babad PRACIMAHARJAKAPARINGAN nama serat Sri Udyana (suatu tinjauan filologis)

Data primer atau data utama dalam penelitian ini adalah naskah dan teks BPKNSSU yang merupakan koleksi perpustakaan Sasanapustaka Kraton Surakarta Naskah ini berbentuk tembang macapat [r]

31 Baca lebih lajut

INTERNALIZATION OF PHILOSOPHICAL VALUE “TEMBANG MACAPAT” IN GUIDANCE AND COUNSELING

INTERNALIZATION OF PHILOSOPHICAL VALUE “TEMBANG MACAPAT” IN GUIDANCE AND COUNSELING

Menurut Setiyadi (2013) menjelaskan “Sebuah tembang macapat berisi ekspresi yang menyatakan pengetahuan Jawa dan kearifan local disebut pesan pendidikan atau piwulang. Ini menyangkut dengan meliputi pendidikan karakter agama, etika, moral, dan perilaku sehari- hari”. Nilai-nilai budaya yang baik tersebut dapat dikelompokkan menjadi perwujudan kearifan lokal yang harus dimiliki siswa. Kearifan lokal ini adalah nilai-nilai sikap yang mendasari perilaku siswa, yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur budaya. Nilai-nilai luhur budaya kita dapat dilestarikan dengan cara mewariskan dari generasi terdahulu ke generasi muda melalui pendidikan, baik pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PengaRuH isLaM teRHadaP PeRkeMbangan budaYa Jawa: tembang Macapat

PengaRuH isLaM teRHadaP PeRkeMbangan budaYa Jawa: tembang Macapat

Islam datang ke Indonesia sejak abad ke tujuh Masehi memiliki pengaruh besar terhadap transformasi budaya setempat. Dari kebudayaan yang sebelumnya banyak dipengaruhi oleh agama Hindu terutama didasarkan pada dua karya besar dari India yaitu Ramayana dan Mahabharata menuju kepada kebudayaan baru yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Salah satu bentuk transformasi kebudayaan dalam bidang sastra Jawa adalah lahirnya tembang macapat. Tembang macapat merupakan bentuk transformasi sastra Jawa dari bentuk kakawin dan kidung menjadi sastra puisi yang berupa lagu/gending. Dalam perkembangannya, tembang macapat banyak mengandung nilai-nilai Islam sehingga dimanfaatkan oleh para guru, mubaligh, kyai maupun ulama’ untuk sarana pendidikan dan dakwah nilai-nilai Islam.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

POKOK BAHASAN DAN RINCIAN POKOK BAHASAN Minggu ke Pokok Bahasan Rincian Pokok Bahasan Waktu I Bentuk tembang Jawa pinathok Kakawin, tembang gedhe, tembang tengahan, macapat, sasmi[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...