Top PDF Nilai Budaya Jawa Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Nilai Budaya Jawa Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Nilai Budaya Jawa Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk menemukan nilai budaya Jawa dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif, bentuk kualitatif dan pendekatan sosiologi karya sastra. Hasil penelitian yaitu: 1) nilai budaya ditinjau dari hubungan manusia dengan manusia yakni tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, 2) manusia dengan alam yakni manusia tunduk kepada alam, manusia menjaga keselarasan alam, dan manusia yang berhasrat menguasai alam, 3) manusia dengan Tuhan yakni manusia patuh terhadap Tuhan dan manusia yang ingkar terhadap Tuhan. Saran untuk pembaca dapat mengambil manfaat dari nilai budaya yang ditemukan dalam penelitian ini dan guru juga dapat menggunakan novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar. Kata kunci: nilai budaya Jawa, novel.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Kutipan tersebut menggambarkan peranan atau tugas seorang Srintil sebagai seorang ronggeng di Dukuh Paruk. Seorang ronggeng selain mempunyai tugas menari dalam pentas, dia juga harus bisa memberikan jasa kepada laki-laki di Dukuh Paruk jika istri laki-laki tersebut sedang hamil tua atau baru melahirkan. Memang tugas itu tidak sepenuhnya dilaksanakan karena orang Dukuh Paruk tentu belum punya keberanian untuk mendekati Srintil. Srintil pun melakukan itu hanya sebagai kesadaran primordial yang dengan rela memberikan jasa. Srintil yang merupakan seorang ronggeng yang memiliki kedudukan serta dianggap membawa berkah, sehingga warga Dukuh Paruk tidak keberatan apabila suaminya yang tidak dapat dilayani oleh istrinya, mereka dapat memintanya kepada Srintil. Mereka menganggap suatu keberkahan apabila seorang suami Dukuh Paruk dapat tidur dan dilayani oleh Srintil. Tetapi karena orang Dukuh Paruk sadar bahwa Srintil seorang ronggeng yang bermartabat. Srintil tidak sama dengan ronggeng-ronggeng sebelumnya, yang menjadikan uang satu-satunya nilai tukar. Srintil hanya akan melayani laki-laki yang dia sukai atau catatan lain yang istimewa; Srintil senang menerima lelaki yang beristri cantik.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

Hasil klasifikasi gaya bahasa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk, ditemukan gaya bahasa bahasa retoris, yang semata-mata merupakan penyimpangan dan konstruksi biasa untuk mencapai efek tertentu. Macam-macam gaya bahasa retoris seperti yang dimaksud di atas adalah: (1) anastrof, (2) apofasis atau preterisio, (3) asindenton, (4) polisideto ,(5) kiasmus,(6) elipsis, (7) eufemismus, (8) litotis, (9) histeron proteron, (10) pleonasme dan tautologi, (11) perifrasis,(12) prolepsis atau antisipasi, (13) erotesis atau pertanyaan retoris, (14) silepsis dan zeugma, (15) koreksio atau epanortosis, (16) hiperbol, (17) paradoks, (18) oksimoron dan (19) apostrof, (20) Metafora, (21) Ironi.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

KAJIAN STILISTIKA ASPEK BAHASA FIGURATIF NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) karya Ahmad Tohari dipandang oleh para pengamat sastra sebagai salah satu fiksi Indo- nesia mutakhir yang memenuhi kriteria sastra literer dalam teori Hugh (dalam Aminuddin, 1990: 45). Kriteria itu adalah (1) relevansi nilai- nilai eksistensi manusia yang terdeskripsikan melalui jalan seni, imajinasi, dan rekaan yang membentuk kesatuan yang utuh, selaras, serta memiliki kepaduan dalam pencapaian tujuan tertentu (integrity, harmony, dan unity); (2) daya ungkap, keluasan, dan daya pukau yang disajikan lewat bentuk (texture) serta penataan unsur-unsur kebahasaan dan struktur verbalnya (adanya consonantia dan klaritas). Struktur novel dengan segala sesuatu yang dikomunikasikan, menurut Fowler (1977: 3), selalu dikontrol langsung oleh manipulasi bahasa pengarang. Demi efektivitas pengung- kapan, bahasa sastra disiasati, dimanipulasi, dieksploitasi, dan diberdayakan sedemikian rupa melalui stilistika. Oleh karena itu, bahasa karya sastra memiliki kekhasan yang berbeda dengan karya nonsastra (Wellek dan Warren, 1989: 15). Kekhasan bahasa sastra adalah penuh ambiguitas dan memiliki kategori- kategori yang tidak beraturan dan terkadang tidak rasional, asosiatif, konotatif, dan mengacu pada teks lain atau karya sastra yang lahir sebelumnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

PENDAHULUAN Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Sastra sebagai karya fiksi memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Sastra bukan hanya sekedar cerita khayal atau angan dari pengarang saja, melainkan wujud dari lahirnya kreativitas imajinatif seorang pengarang. Proses merenung, mengukir, mewarnai dan mengolah serta menghadirkan gagasan yang ada dalam pikiran sastrawan membuahkan wujud sastra. Penggunaan bahasa dalam teks sastra bukan merupakan sesuatu yang dominan sebagai alat komunikasi, karena kemampuan bahasa dapat dimanfaatkan tanpa adanya suatu batasan. Karena itu, sering sekali kita lihat kalimat dalam karya sastra bermakna ambigu, abstrak, simbolis, dan inkonvensional. Dengan demikian, dapat disebutkan bahwa dalam mengekpresikan sebuah estetika, bahasa sering disusun melalui permainan merakit dan melukis kata kata serta merefleksikan dengan ungkapan makna yang bersifat kreatif, inovatif, dan imajinatif. Makna inilah di antaranya yang mampu mengukir sebuah keindahan isi sebuah karya sastra yang penuh keunikan, kreativitas dan terjelma sebuah gagasan yang profesional.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Feminisme terhadap Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari perspektif Qur'ani

Analisis Feminisme terhadap Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari perspektif Qur'ani

Dengan demikian, keinginan Srintil untuk menjadi wanita somahan sebagaimana perempuan Jawa pada umumnya—perempuan Jawa kalangan wong cilik, dapat dipahami jika melihat pada tradisi budaya Jawa. Dalam tradisi Jawa wong cilik, wanita somahan memiliki lebih banyak ruang gerak dan lebih leluasa memilih jenis pekerjaan. Sebagian besar pekerjaan—termasuk berbagai corak pekerjaan seperti kerja sawah ladang, dagang kecil, jual-beli borongan, usaha kecil, membantu rumah tangga, dan mengajar—semuanya terbuka bagi mereka. Mereka juga dapat memiliki tanah pertanian dan mengawasi penggarapannya. 104 Sebagaimana strategi yang ditawarkan Beauvoir terhadap perempuan agar terlepas dari dominasi laki- laki; perempuan harus dapat bekerja, karena dengan bekerja (di luar rumah) bersama dengan laki- laki, perempuan dapat “merebut kembali transendensinya”. Perempuan akan secara konkret menegaskan statusnya sebagai subjek, sebagai seseorang yang secara aktif menentukan arah nasibnya. 105 Dengan demikian, menjadi wanita somahan merupakan suatu upaya yang dilakukan Srintil untuk mencapai “kebebasan”. Sebagaimana menurut filsuf eksistensialisme bahwa kebebasan adalah kodrat manusia. Manusia menunjukkan eksistensinya melalui “kebebasan”-nya—manusia adalah satu-satunya makhluk di mana eksistensi mendahului esensi. 106
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan gnomik. Karena terdapat acuan teks ke benda-benda yang sudah diketahui dan dikodifikasi oleh budaya. Yaitu pada kalimat “Aku tahu seorang ronggeng sering kali dianggap sebagai ternak piaraan oleh induk semangnya. ronggeng naik pentas setiap malam. Siang hari dia mesti melayani laki-laki yang menghendaknya”. Yang berarti Srintil tampil sebagai ronggeng untuk menari dan menghibur para tamu dan warga terutama para laki-laki pada malam hari, sedangkan pada siang hari Srintil melayani para laki-laki yang ingin menikmati tubuhnya. Pada leksia di atas menunjukkan bahwa masih ada tindak diskriminasi berbentuk pelecehan terhadap perempuan, perempuan bernama Srintil dikonstruksi melayani masyarakat dukuh paruk, sedangkan pada malam hari mau tidak mau bekerja menghibur para laki-laki.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya monumental. Pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk bernama Ahmad Tohari, seorang penulis dari Banyumas. Merupakan sastrawan Indonesia yang jeli dalam mengamati fenomena-fenomena sosial budaya. Kehidupan masyarakat yang kompleks dan rumit ia tuangkan dalam tulisan dengan menggunakan bahasa sederhana yang terkadang masih lekat dengan jawa. Lebih dari 50 skripsi dan tesis lahir dari novel ini. Selain itu novel ini telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa asing, yaitu bahasa, Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris, di samping dibuat pula dalam bahasa daerah Jawa. Bahkan di jurusan Sastra Asia Timur, novel ini menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya monumental. Pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk bernama Ahmad Tohari, seorang penulis dari Banyumas. Merupakan sastrawan Indonesia yang jeli dalam mengamati fenomena-fenomena sosial budaya. Kehidupan masyarakat yang kompleks dan rumit ia tuangkan dalam tulisan dengan menggunakan bahasa sederhana yang terkadang masih lekat dengan jawa. Lebih dari 50 skripsi dan tesis lahir dari novel ini. Selain itu novel ini telah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa asing, yaitu bahasa, Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris, di samping dibuat pula dalam bahasa daerah Jawa. Bahkan di jurusan Sastra Asia Timur, novel ini menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pemakaian majas perbandingan  dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk  karya Ahmad Tohari: kajian semantik

Pemakaian majas perbandingan dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari: kajian semantik

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Artinya, data maupun fakta yang telah dihimpun oleh peneliti kualitatif berbentuk kata atau gambar. Dalam hal ini mendeskripsikan berarti menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana suatu kejadian Ghony, (2012: 44). Penelitian deskriptif ini mengacu pada dokumen sebagai bahan penelitian yang digunakan sebagai bahan informasi penunjang dan sebagai bagian berasal dari kajian kasus yang merupakan sumber data pokok. Data yang ditemukan dalam penelitian dideskripsikan secara sistematis. Data yang ditemukan berupa frasa dan kalimat pada sebuah novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang mengangkat mengenai fenomena sosial dan dikemas dengan gaya bahasa yang menarik.
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

PENDAHULUAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Keistimewaan pemakaian bahasa dalam karya sastra sangat menonjol. Keistimewaan itu terjadi karena adanya konsep licentia poetika (kebebasan penyair atau penulis dalam menggunakan bahasa) atau pengarang mempunyai maksud tertentu. Tanpa keindahan bahasa, karya sastra menjadi hambar. Karena bahasa memiliki peran penting dalam menimbulkan daya pikat terhadap karya sastra, maka penulis menempuh berbagai macam jalan untuk menarik perhatian pembaca salah satunya melalui gaya kata (diksi). Oleh karena itu, analisis gaya kata dalam rangka membongkar sisi-sisi keunikan bahasa karya sastra selalu menarik untuk dilakukan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

1. Riwayat Hidup Ahmad Tohari ........................................ 2. Karya-karya Ahmad Tohari ............................................. 3. Latar Historis Ahmad Tohari ........................................... 4. Kondisi Sosial Budaya .................................................... 5. Karakteristik Kepengarangan Ahmad Tohari .................. 6. Faktor-faktor yang Melatari Lahirnya RDP ..................... B. Dianing Widya Yudhistira ..................................................... 1. Riwayat Hidup Dianing Widya Yudhistira ..................... 2. Karya-karya Dianing Widya Yudhistira .......................... 3. Latar Historis Dianing Widya Yudhistira ........................ 4. Kondisi Sosial Budaya ..................................................... 5. Karakteristik Kepengarangan Dianing Widya Yudhistira 6. Faktor-faktor yang Melatari Lahirnya Sintren .................
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

PENDAHULUAN ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Dipilihnya kajian intertekstualitas Ronggeng Dukuh Paruk (selanjutnya disebut RDP) karya Ahmad Tohari (selajutnya disebut Tohari) dan Sintren karya Dianing Widya Yudhistira (selanjutnya disebut Dianing) sebagai objek penelitian dilandasi beberapa alasan. Pertama, RDP melukiskan latar, peristiwa, dan tokoh-tokoh yang terdiri atas orang-orang desa yang sederhana dan menarik, bahkan tidak jarang sangat menarik (Damono dalam Al-Ma’ruf, 2010: 5). Kedua RDP disajikan dengan cara yang menggugah perasaan ingin tahu, suatu masalah yang bagi kita pun sebenarnya pun sangat lazim. Akan tetapi yang mengasyikkan dari kesemuanya itu adalah gambaran tandas yang berhasil dibangkitkan Tohari yang mengikis khayalan indah tentang kehidupan pedesaan di Jawa (Meier, dalam Al-Ma’ruf, 2010). RDP juga mengungkapkan budaya lokal Banyumas Jawa Tengah yang khas dengan karakteristik, keunikan, dan permasalahannya dengan cara khas sastra (Al-Ma’ruf, 2010: 5). Ketiga dalam RDP tokoh Srintil menjadi simbol resistensi perempuan terhadap hegemoni kekuasaan laki-laki.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.

Karya sastra merupakan imajinasi pengarang yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Imajinasi pengarang dituangkan dalam bentuk bahasa yang kemudian dinikmati oleh pembaca. Pengarang mempunyai bahasa yang khas dalam menuangkan hasil pikirannya ke dalam karya sastra. Wellek dan Weren (1993:109) menjelaskan sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Seni kreatif sastra menggunakan manusia dan segala macam segi kehidupannya sebagai media dalam menyampaikan ide. Kehadiran karya sastra tidak pernah terlepas dari identitas pengarangnya karena sebuah karya sastra bersumber dari lingkungan atau masyarakat pengarang. Salah satu yang tidak pernah terlepas atau selalu kental dengan pengarang yaitu dari latar belakang karya sastra itu sendiri. Latar belakang inilah yang akan mengarahkan karya sastra pada tujuan penelitian karya sastra tersebut berupa apa saja yang melatarbelakangi, bagaimana kondisi kejiwaan, bagaimana situasi masyarakat sekitarnya, faktor religi, latar belakang sosial-budaya atau masalah historis politik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

Masyarakat menganggap bahwa seorang ronggeng itu tidak berhak mencintai seorang laki-laki (mengikat diri), bagi masyarakat dalam tradisi ronggeng, ronggeng itu tidak perlu menikah, karena tugasnya hanyalah menari dan melayani laki-laki. Cinta yang ada bagi seorang ronggeng adalah cinta secara umum, cinta yang ia berikan selain sebuah perwujudan terhadap budaya ronggeng, juga cinta sebatas kulit yang akan berganti seiring pria-pria yang memang selalu berganti. Untuk menjadi seorang istri atau wanita somahan pun, hanya menjadi angan-angan Srintil. Banyak ketakutan yang dia rasakan saat membayangkan menjadi seorang istri. Seperti perkataan Srintil di bawah ini: (10) “tetapi, Nyai. Aku bekas ronggeng. Aku bukan perempuan somahan,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

Istilah ronggeng bukan merupakan sesuatu yang asing lagi. Di tanah Jawa yang merupakan tempat kelahiran ronggeng sendiri, ronggeng adalah sebuah produk seni dari kebudayaan. Ronggeng erat hubungannya dengan tayub, karena ronggeng secara harfiah berarti penari tayub. Sebagai artefak budaya, ronggeng memiliki sejarah yang sangat panjang. Dalam sejarahnya, ronggeng merupakan sebuah penyimbolan dunia sakral dan menjadi wakil dari kepercayaan mistis budaya Jawa di masa lalu. Sayangnya, pergeseran makna sakral menjadi profan pada ronggeng telah menjadikan ronggeng sebagai ‘perempuan penghibur’, yang bukan saja dilekatkan kepada seni tarian, namun justru kepada seksualitas mereka.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif sastra. Pendekatan objektif analisis ini menitikberatkan pada kebudayaan dan kepercayaan masyarakat terhadap ronggeng dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai kajian penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permasalahan ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk meliputi: 1) fungsi ronggeng sebagai kesenian, meliputi: fungsi upacara ritual, hiburan, dan pertunjukan. 2) syarat-syarat menjadi ronggeng dalam kebudayaan Banyumas yang meliputi: masuknya indang arwah Ki Secamenggala, upacara pemandian di depan makam Ki Secamenggala, dan upacara bukak- klambu. 3) fungsi penari ronggeng di kebudayaan Banyumas, meliputi: penari, penghibur, dan pembawa keberkahan. 4) pandangan masyarakat terhadap ronggeng, dalam masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng dianggap sebagai milik umum, pembawa keberkahan, dan simbol Dukuh Paruk. Namun, di luar masyarakat Dukuh Paruk ronggeng dianggap sebagai penghibur, pelacur, dan sundal. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat digunakan sebagai materi agar peserta didik dapat membangun karakter, kritis, menghargai dan menghormati sesama manusia, bertanggung jawab dan dapat memahami serta menyikapi nilai budaya dan nilai moral yang disampaikan dengan jelas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Kajian parodi dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk buku ke II (Lintang Kemukus Dini Hari) karya Ahmad Tohari : suatu tinjauan stilistika pragmatik - USD Repository

Kajian parodi dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk buku ke II (Lintang Kemukus Dini Hari) karya Ahmad Tohari : suatu tinjauan stilistika pragmatik - USD Repository

Melalui kalimat (5), (6), (7), dan (8) pengarang menggambarkan pemberontakan seorang perempuan yang ingin memperjuangkan kodratnya menjadi seorang perempuan yang sesungguhnya melalui tokoh Srintil. Seperti teori diatas bahwa parodi-parodi ini juga mengungkapkan kritik serius, polemik, sindiran atau hanya sekedar permainan dan lelucon dari bentuk - bentuk yang ada. Ahmad Tohari pada kalimat ke (5) bermaksud menggambarkan bagaimana sifat orang-orang kaya pada zaman dahulu hura-hura dengan melacur. Selain itu melalui kalimat ke (6) Ahmad Tohari juga ingin mengecam kebudayaan ronggeng yang disalahgunakan sebagai budaya free sex pada masa itu. Ia menginginkan ronggeng menjadi budaya yang adiluhung tanpa sex. Kebudayan ronggeng ini sangat dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai tontonan atau hiburan untuk mereka, tetapi juga untuk melestarikan peninggalan leluhur biasanya ronggeng di laksnakan ketika tasyukuran, merti desa, khitanan. Di samping itu, dahulu pagelaran ronggeng juga bertujuan untuk saling mempererat antar masyarakat.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

DAFTAR PUSTAKA Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Rohmi, Siti. 2010. “Kekerasan dalam Rumah tangga pada Novel Nikah Semusim: Kajian Feminisme Sastra dan Implementasinya dalam Pemebelajaran Sastra di Kelas VIII SMP N 1 Bancak”. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects