Top PDF OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

terbentuk kemudian dikeringkan dengan menggunakan suhu operasi tertentu yaitu 130 ℃ dan 160 ℃ . Hasil penelitian menunjukkan titik optimum waktu ektraksi terjadi pada waktu 210 menit dan suhu pengeringan 160 ℃ dengan kadar silika sebesar 68,89 % dan daya serap sebesar 33,59 %.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap struktur kristal dan luas permukaan spesifik zeolit berbasis silika sekam padi. Silika diperoleh dari sekam padi menggunakan teknik ekstraksi alkalis. Sementara, sintesis zeolit menggunakan metode sol gel dari sol silika dan sol sodium aluminat. Variasi suhu kalsinasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 450 o C, 550 o C, dan 650 o C dengan waktu tahan selama 3 jam. Karakterisasi sampel menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Surface Area Analyzer (SAA) dengan metode Brunaur, Emmet, Teller (BET). Hasil XRD menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk pada suhu 450 o C dengan munculnya fasa gmelinite, dan terbentuk fasa lainnya yaitu bohmite, aluminum oxide gamma, dan silicon oxide hydrate yang merupakan senyawa alumina dan silika sebagai kerangka dasar penyusun zeolit. Sementara, pada suhu 550 o C dan 650 o C hilangnya fasa bohmite dan fasa yang terbentuk yaitu aluminum oxide gamma, silicon oxide hydrate, dan gmelinite. Nilai luas permukaan yang diperoleh seiring kenaikan suhu kalsinasi, yaitu 216,21 m 2 /g, 159,46 m 2 /g, dan 149,94 m 2 /g. Semakin tinggi suhu kalsinasi maka ukuran kristalit semakin meningkat, sehingga menyebabkan luas permukaan spesifik menurun.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI PADA TEMPARATUR KAMAR.

SINTESIS ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI PADA TEMPARATUR KAMAR.

Penelitian lainnya yang juga memanfaatkan abu sekam padi sebagai sumber silika untuk pembuatan zeolit dilakukan oleh A.M. Fuadi, dkk (2012). Pembuatan zeolit sintetis dilakukan dengan menggunakan microwave pada berbagai variasi suhu dan waktu. Pada penelitian ini, sintesis dengan microwave yang dilakukan pada suhu rendah dapat menghasilkan kristal zeolit sintetis setelah 60 menit, pada kondisi med low kristal zeolit diperoleh setelah proses 20 menit, dan pada suhu sedang kristal zeolit sudah terbentuk meskipun proses baru berjalan 5 menit. Kesimpulan yang diperoleh yaitu suhu dan waktu reaksi berpengaruh pada proses pembuatan zeolit sintetis. Semakin besar suhu yang digunakan, maka akan semakin cepat kristal zeolit sintetis tersebut terbentuk sehingga lebih efisien waktu.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

Selain sumber-sumber silika diatas, alternatif sumber silika yang dapat dimanfaatkan karena ramah lingkungan, biaya relatif murah dan mudah diperoleh yakni silika nabati. Salah satu sumber silika nabati yang paling potensial adalah sekam padi, karena Indonesia merupakan negara agraris dengan produksi padi yang melimpah. Hal ini berarti juga bahwa sekam padi yang dihasilkan setiap tahun berjumlah sangat besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Li et al. (2011), diketahui dalam sekam padi terdapat silika dengan kadar yang relatif tinggi berkisar 20%. Silika sekam padi dengan mudah diperoleh dengan metode ekstraksi menggunakan larutan basa yaitu Kalium Hidroksida (KOH), sehingga menghasilkan silika dalam bentuk sol (Nurhayati, 2006). Selain itu, silika sekam padi bersifat amorf dan dengan mudah bereaksi dengan material lain. Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa pembuatan komposit MgO-SiO 2 menggunakan
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PENGARUH SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI KOMPOSISI ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 - POLSRI REPOSITORY

PENGARUH SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI KOMPOSISI ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 - POLSRI REPOSITORY

Curing harus dibuat pada setiap bahan bangunan, bagian konstruksi atau produk yang menggunakan semen sebagai bahan baku. Hal ini karena semen memerlukan air untuk memulai proses hidrasi dan untuk menjaga suhu di dalam yang dihasilkan oleh proses ini demi mengoptimalkan pembekuan dan kekuatan semen. Pengaturan suhu di dalam dengan air disebut curing. Proses hidrasi yang tidak terkontrol akan menyebabkan suhu semen kelebihan panas dan kehilangan bahan-bahan dasar untuk pengerasan dan kekuatan akhir produk semen seperti beton, mortar, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Sintesis Zeolit P1 dan Nanokomposit Zeolit P1/TiO2 dari Abu Terbang Batu Bara dan Sekam Padi serta Uji Kemampuan Adsorpsi dan Fotodegradasinya

Sintesis Zeolit P1 dan Nanokomposit Zeolit P1/TiO2 dari Abu Terbang Batu Bara dan Sekam Padi serta Uji Kemampuan Adsorpsi dan Fotodegradasinya

Sintesis natrium silikat dari abu sekam padi meliputi tahapan penyiapan abu dan tahapan reaksi dengan NaOH. Abu sekam padi disiapkan dengan cara sekam padi dicuci bersih kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah sekam kering, kemudian dilakukan proses pengarangan dan pengabuan dengan cara sekam padi dibakar dalam keadaan menumpuk. Abu sekam padi yang dihasilkan kemudian diabukan kembali dengan menggunakan tanur pada suhu 600ºC selama 1 jam. Abu sekam padi digerus dan diayak sehingga diperoleh serbuk abu sekam padi yang lolos pada ayakan 200 mesh. Abu sekam padi yang diperoleh kemudian dicuci dengan HCl 3%. Abu sekam padi dimasukkan ke dalam gelas piala. lalu dicampur dengan HCl 3% (hasil pengenceran HCl 37%), yaitu 10 ml untuk 1 g abu sekam, kemudian dipanaskan di atas penangas pada suhu 200ºC, disaring dan dinetralkan dengan akuades. Hasil pencucian dikeringkan dalam oven.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Uji Serapan danPermeabilitas Beton Mutu Tinggi (High Strength Concrete) dengan Bahan Tambah Abu Sekam Padi.

Uji Serapan danPermeabilitas Beton Mutu Tinggi (High Strength Concrete) dengan Bahan Tambah Abu Sekam Padi.

Meningkatkan kekuatan beton terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, dengan cara mengurangi porositas beton dengan cara mengurangi jumlah air dalam adukan beton. Kedua, menambah zat aditif mineral seperti abu terbang (fly ash) . Ketiga, dengan menggunakan agregat dengan kualitas yang baik . (Newman J. and Cho BS, 2003). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nabhan (2014) penambahan abu sekam padi dengan kadar 17% dari berat semen dimana abu sekam padi memiliki kadar Silika (SiO 2 ) cukup besar yaitu sebesar 82,59% dapat meningkatkan mutu kuat
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI SILIKA (SiO2) DARI ABU TERBANG BATUBARA DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAKTAN DAN UKURAN PARTIKEL ABU TERBANG

EKSTRAKSI SILIKA (SiO2) DARI ABU TERBANG BATUBARA DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAKTAN DAN UKURAN PARTIKEL ABU TERBANG

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar meninggalkan sejumlah permasalahan serius. Limbah abu terbang yang dihasilkan dalam jumlah besar membutuhkan banyak tempat untuk menimbunnya, selain itu abu terbang yang dihasilkan dari pembakaran batubara juga mengandung logam-logam berat yang signifikan jumlahnya. Abu terbang dapat digunakan untuk pengganti portland cement pada beton karena mempunyai sifat pozzolanic yang dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan dari beton. Penggunaan abu terbang pada beton juga dapat meningkatkan workability dari semen dengan berkurangnya pemakaian air (Wardani, 2008).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT B2O3-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI

KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT B2O3-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI

Limbah pertanian dapat berbentuk bahan buangan tidak terpakai dan bahan sisa hasil pengolahan. Penghancuran limbah secara alami berlangsung lambat, sehingga tumpukan limbah dapat mengganggu lingkungan sekitarnya dan berdampak terhadap kesehatan manusia. Padahal melalui pendekatan teknologi, limbah pertanian dapat diolah lebih lanjut menjadi hasil samping yang berguna disamping hasil utamanya. Salah satu limbah pertanian adalah sekam yang merupakan buangan pengolahan padi. Limbah sekam padi banyak terdapat didaderah pedesaan dengan potensi yang melimpah (Balai Penelitian Pasca Panen Pertanian, 2008).
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dalam Sintesis Magnesium Silikat Nanopartikel dari Silika Sekam Padi

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dalam Sintesis Magnesium Silikat Nanopartikel dari Silika Sekam Padi

Sekam padi biasanya dibakar atau dibiarkan sebagai limbah buangan. Dengan membakar sekam padi akan menghasilkan residu berupa abu sekam padi (Koteswara, et al., 2006). Abu ini sangat kaya akan silika amorf karena dapat mencapai 88.32% (Habeeb, et al., 2010). Tanaman padi banyak mengandung silika amorf karena secara alami tanaman padi menyerap dan mengangkut silikon dalam bentuk asam silikat pada epidermis tanaman padi (Singh, et al., 1978). Menurut Habeeb, et al., (2010), komposisi kimia dari abu sekam padi dapat dilihat pada Tabel 2.2 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT B2O3-SIO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI

KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT B2O3-SIO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI

Limbah pertanian dapat berbentuk bahan buangan tidak terpakai dan bahan sisa hasil pengolahan. Penghancuran limbah secara alami berlangsung lambat, sehingga tumpukan limbah dapat mengganggu lingkungan sekitarnya dan berdampak terhadap kesehatan manusia. Padahal melalui pendekatan teknologi, limbah pertanian dapat diolah lebih lanjut menjadi hasil samping yang berguna disamping hasil utamanya. Salah satu limbah pertanian adalah sekam yang merupakan buangan pengolahan padi. Limbah sekam padi banyak terdapat didaderah pedesaan dengan potensi yang melimpah (Balai Penelitian Pasca Panen Pertanian, 2008).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

tersebut, sekam padi terlebih dahulu dibersihkan dari senyawa-senyawa organik dengan cara mencuci sekam padi dengan air hingga bersih dan merendamnnya. Kemudian sekam padi yang telah tenggelam diambil sebab kandungan silikanya relatif tinggi dan direndam kembali dengan air panas selama 6 jam. Setelah itu, sekam padi pilihan siap untuk diekstraksi menjadi filtrat dengan cara melarutkannya sebanyak 50 g dengan larutan KOH 5% di dalam beaker glass dan diaduk hingga sekam padi tenggelam dalam larutan tersebut. Selama proses pengadukan campuran tersebut, perlu dilakukannya pemanasan selama 30 menit menggunakan kompor listrik. Proses pelarutan dan pemanasan, berguna untuk memperoleh hasil ekstraksi yang optimal. Setelah pemanasan selesai, silika sol disaring menggunakan saringan. Hasil penyaringannya (silika sol) dituangkan ke dalam beaker glass dan dilakukan proses penjenuhan (penuaan) selama 24 jam agar memperoleh silika sol (Si(OH) 4 ) yang homogen.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

Sudah lebih dari ratusan tahun yang lalu, para ilmuwan mulai tertarik untuk meneliti pembuatan nanomaterial berpori. Penelitian yang dilakukan baik dalam hal bentuk, komposisi, dan struktur nanomaterial, serta sifat atau karakteristiknya. Aplikasi potensial dari nanomaterial di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari, meliputi optik, elektronik, perangkat, sensor, katalis, dan obat-obatan (Nandiyanto, et al., 2010). Salah satu klasifikasi nanomaterial berpori yang cukup banyak diminati untuk diteliti adalah material mesopori. Material mesopori merupakan material yang memiliki ukuran diameter rata-rata porosnya antara 2-50 nm mengacu pada klasifikasi IUPAC. Contoh material mesopori adalah SiO 2 , TiO 2 , ZnO 2 , dan Fe 2 O 3 (Johansson, 2010).
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Recovery Cu (II) dengan Teknik Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Adsorben Silika dari Abu Sekam Padi – Kitosan

Recovery Cu (II) dengan Teknik Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Adsorben Silika dari Abu Sekam Padi – Kitosan

Pengembangan metode pemisahan dan analisis sampai saat ini terus dikembangkan. Salah satu metode yang dikembangkan adalah ekstraksi fasa padat (EFP) dengan menggunakan adsorben. Beberapa kelebihan estraksi fasa padat adalah proses ekstraksi lebih

6 Baca lebih lajut

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

Lampiran Gambar- gambar Penelitian Hasil kalsinasi abu sekam padi suhu 9000C larutan natrium silikat Natrium silikat + HCl 1N gel yang terbentuk setelah 18 jam Silika dengan template [r]

8 Baca lebih lajut

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Puji dan syukur penulis panjatkan pada Allah swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul “Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul” sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Dalam penulisan usulan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Sintesis Silika Gel Terimobilisasi Difenil Karbazon dari Abu Sekam Padi Melalui Teknik Sol-Gel.

Sintesis Silika Gel Terimobilisasi Difenil Karbazon dari Abu Sekam Padi Melalui Teknik Sol-Gel.

The results showed that the diphenylcarbazone immobilized silica gel has been successfully synthesized. It can be seen from the FTIR spectrum that silica-imobilized revealed peaks at wave numbers of ±1087.85cm -1 indicating the presence of Si-O-Si. The peak seen at wave numbers of ±952.84cm -1 indicating the presence of Si-O, at ±3361.93cm -1 due to the Si-OH bond which was the main functional group of silica gel. Another peaks at ±3313.71cm -1 , ±800.46cm -1 , ±1602.85cm -1 ,±1700 cm -1 , and ±1602.85cm -1 suggesting the presence of N-H, aromatic C-H (substituted benzene), aromatic C=C, N=N and C=O stretching. X-RD data showed that the structure of diphenilcarbazone immobilized silica gel was amorphous.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dan Asam Palmitat terhadap Ukuran Pori Silika dari Hasil Ekstraksi Silika Abu Boiler Pabrik Minyak Kelapa Sawit Chapter III V

Pengaruh Penambahan Asam Oleat dan Asam Palmitat terhadap Ukuran Pori Silika dari Hasil Ekstraksi Silika Abu Boiler Pabrik Minyak Kelapa Sawit Chapter III V

Ditimbang120 g boiler pabrik minyak kelapa sawit, lalu ditambahkan HCl 10 N sebanyak 200 mL. Kemudian dididihkan pada suhu 110°C sampai berhenti bereaksi. Setelah itu, didiamkan. Lalu ditambahkan aquadest dan disaring sambil dicuci dengan aquadest sampai filtratnya bening. Residu dikeringkan dengan oven pada suhu 120°C selama 4 jam. Kemudian difurnace pada suhu 750°C selama 3 jam. Lalu didinginkan dan ditimbang. Lalu dianalisis dengan XRD.

20 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri

Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri

Karakteristik Silika Sekam Padi dari Provinsi Lampung yang diperoleh dengan Metode Ekstraksi.. MIPA dan Pembelajarannya.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...