Top PDF OPTIMASI FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN HUMECTANT PROPILENGLIKOL DALAM BASIS VANISHING CREAM

OPTIMASI FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN HUMECTANT PROPILENGLIKOL DALAM BASIS VANISHING CREAM

OPTIMASI FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN HUMECTANT PROPILENGLIKOL DALAM BASIS VANISHING CREAM

Tabir surya merupakan salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dengan tujuan melindungi kulit dari paparan radiasi sinar matahari dan memiliki dua mekanisme yaitu dengan memantulkan dan menyerap sinar UV secara efektif sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kulit (Wehantouw et al., 2011). Tabir surya dapat dioleskan 10-15 menit sebelum beraktifitas di luar ruangan. Bahan aktif tabir surya dapat berupa bahan sintesis seperti para amino benzoic acid (PABA) dan bahan alam yang mengandung antioksidan (Harun, 1995).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

OPTIMASI TABIR SURYA LEMAK KAKAO DALAM BASIS VANISHING CREAM DENGAN HUMECTANT PROPILENGLIKOL

OPTIMASI TABIR SURYA LEMAK KAKAO DALAM BASIS VANISHING CREAM DENGAN HUMECTANT PROPILENGLIKOL

Kakao (Theobrama Cacao L.) merupakan salah satu tanaman yang hasil olahannya sangat digemari oleh penduduk di dunia. Selain digunakan untuk bahan makanan dan minuman, kakao bisa digunakan sebagai bahan dasar kosmetika. Biji kakao mengandung theobromine sebanyak 2-3% (Hii et al., 2009) yang berfungsi untuk menenangkan, menimbulkan rasa nyaman dan relaksasi. Pada bidang kecantikan dan perawatan tubuh kakao di manfaatkan untuk hair mask, facial hingga lulur. Kakao sudah lama beredar di pasaran dalam bentuk makanan dan minuman. Dewasa ini penggunaan kakao sebgaai bahan campuran perawatan tubuh dan kecantikan sudah banyak di aplikasikan. Contoh sediaan yang sudah beredar di pasaran yaitu produksi dari PT. Unilever Indonesia Tbk, meluncurkan Vaseline Cocoa Glow Body Lotion (www.wolipop.com, 2012) atau dalam bentuk lain yaitu lip care stick yang terbuat dari kakao (www.thebodyshop.co.id, 2012). Penggunaan kakao bisa disesuaikan untuk kebutuhan dan fungsi dari kandungan kakao. Untuk tujuan ini dapat dilakukan suatu inovasi untuk menciptakan suatu sediaan dari kakao yang memaksimalkan fungsi dari bahan buah kakao terutama pada lemak kakao. Lemak kakao disebut juga sebagai minyak Theobroma yang merupakan lemak alami yang diperoleh dari biji kakao. Lemak kakao memiliki sifat khas yaitu bersifat plastis dan memiliki kandungan lemak padat yang relatif tinggi. Lemak kakao mempunyai warna putih kekuningan dan mempunyai bau khas coklat melebur pada suhu 25 ⁰ C. Lemak kakao tidak larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol dingin dan larut sempurna dalam alkohol murni panas, dan sangat mudah larut dalam kloroform, benzene dan petroleum eter (Ristanti et al., 2010).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

Berdasarkan uraian diatas, akan dilakukan penelitian sediaan tentang vanishing cream atau krim tipe m/a dengan berbagai kadar (10%, 15%, 20%). Digunakan sediaan krim karena dari penelitian sebelumnya yaitu ekstrak biji kakao menggunkaan sediaan krim yaitu basis vanishing cream, selain itu sediaan vanishing cream bersifat mudah dicuci dan tidak lengket. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi karakteristik fisika, kimia, aseptabilitas dan efektivitas daya antioksidan sediaan krim lemak kakao (Theobroma cacao L.). Dilakukan uji daya antioksidan karena pada penelitian sebelumnya belum dilakukan pengujian antioksidan pada krim ekstrak biji kakao. Untuk pengujian efektivitas antioksidan dalam lemak kakao (Theobroma cacao L) secara in vitro dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang diamati pada panjang gelombang 400-700.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO

EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “ Efek Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao) sebagai Antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa secara In vitro ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Metode: Sediaan dibuat dalam 5 formula yaitu formula A (blanko), formula B (6% MBA), formula C (8% MBA), formula D (10% MBA), formula E (12% MBA) yang dalam formulanya masing-masing mengandung oksibenzon dan oktilmetoksisinamat (2 dan 5 % b/b). Evaluasi sediaan krim dilakukan terhadap homogenitas, tipe emulsi, pH, stabilitas (warna dan bau), iritasi kulit, dan efektivitas SPF sediaan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV. Selanjutnya nilai SPF yang diperoleh diuji dengan One Way Anova untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan diantara kelima formula. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel homogen dengan tipe emulsi m/a, rentang pH pada kisaran 6,53 - 6,56, tidak menyebabkan iritasi dan sediaan stabil selama penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai SPF sediaan, meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi minyak biji anggur yang ditambahkan dengan nilai SPF rata-rata dari masing-masing formula sebagai berikut: formula A 11,0714; formula B 11,9054; formula C 12,3189; formula D 12,7222; serta formula E 13,0343. Kelima formula tersebut dapat digunakan secara optimal sebagai tabir surya dengan kategori proteksi maksimal. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai SPF kelima formula sediaan. Kesimpulan: Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan minyak biji anggur dapat meningkatkan efektivitas sediaan tabir surya dari oksibenzon dan oktilmetoksisinamat dalam basis vanishing cream.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO

EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO

10. Teknisi Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Mbak Lilis dan Tim dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Ibu Ariza, Ibu Fitratin, terima kasih atas bantuan dan kerjasama, dukungan serta masukan selama penelitian skripsi ini;

17 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) KONSENTRASI 6% DAN 10% DENGAN  Formulasi Krim Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Konsentrasi 6% Dan 10% Dengan Basis Cold Cream Dan Vanishing Cream Serta U

FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) KONSENTRASI 6% DAN 10% DENGAN Formulasi Krim Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Konsentrasi 6% Dan 10% Dengan Basis Cold Cream Dan Vanishing Cream Serta U

Hasil pengujian organoleptis terhadap bau, rasa, dan warna hanya bersifat deskriptif dan tidak bisa dianggap sebagai standar kemurnian dari bahan tersebut. Hasil sifat organoleptis bisa berbeda dikarenakan pengamatan yang dilakukan secara individual. Ekstrak etanol herba pegagan cenderung bersifat asam dengan nilai pH 5. Nilai pH yang dihasilkan masih berkisar dalam rentang pH kulit yaitu 4,0-6,0 (Akhtar et al., 2011) sehingga ekstrak etanol herba pegagan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Kemampuan penyebaran ekstrak etanol herba pegagan relatif rendah, jika ekstrak dioleskan pada kulit akan sukar menyebar dan mempengaruhi keefektifan ekstrak. Daya lekat yang dihasilkan pun juga sangat tinggi sehingga jika dioleskan langsung pada kulit akan membuat ketidaknyaman pada pemakai karena konsistensinya yang sangat kental membuat ekstrak bersifat lengket.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Anggur (Vitis vinifera) merupakan salah satu buah yang penting dan menurut FAO (Food and Agliculture Organization) buah anggur diproduksi sekitar 58 juta ton metrik tiap tahun. Sekitar 80% dari hasil panen buah anggur hanya dimanfaatkan dalam industri pembuat minuman. Biji anggur adalah produk limbah yang dihasilkan dalam industri pembuat minuman (Yousefi, dkk., 2013).

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

metoksisinamat. Ekstrak ini dibuat dalam bentuk krim kombinasi avobenson dan oktil metoksisinamat. Bentuk sediaan krim memiliki kelebihan dibandingkan dengan bentuk sediaan lainnya seperti penyebaran yang merata dan mudah untuk dibersihkan, khususnya krim minyak dalam air (Ansel, 1989).

4 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

Cucumber (Cucumis sativus L) ha s efficacy as sunscreen which consist of flavonoid and polyphenol as a secondary metabolit that can provide absorption to UV radiation of the sun and protect skin from UVB induce photodamage. This research was aimed to make a stable, attractive, effective, and safe formulation of sunscreen cream from cucumber extract. Measurement of the Sun Protecting Factor (SPF) value of cucumber extract as active substance was done. Next step was formulation of cream by adding cucumber extract and measurement of SPF value into the cream The measurement of SPF value was done by Petro’s spectrophotometry method. Concentration of cucumber extract inside sunscreen cream which has SPF value above SPF 15 was 5% and 6,5% cucumber extract with SPF value 25,83 and 36,76. Physical observation toward cream was done by organoleptic observation, pH and viscosity measurement, centrifugation, and freeze thaw. Observation result show that sunscreen cream produced had physical quality during storage period, did not cause irritation to the skin, and gave effectiveness as sunscreen.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Basis yang dapat dicuci dengan air adalah emulsi minyak di dalam air, dan dikenal sebagai “krim”. Istilah krim secara luas digunakan dalam farmasi dan dunia kosmetik (Ansel, 1989). Secara umum krim yang sering kita lihat pada produk kosmetik adalah vanishing cream (Prianto, 2014). Vanishing cream umumnya merupakan emulsi minyak dalam air, mengandung air dalam persentase yang besar dan asam stearat dalam komposisi formulanya. Setelah pemakaian krim, air menguap meninggalkan sisa berupa selaput asam stearat yang tipis (Ansel, 1989).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)

OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)

Kemangi (Ocimum sanctum L.) adalah salah satu dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kemangi merupakan tanaman yang mudah didapatkan tersebar hampir diseluruh Indonesia karena dapat tumbuh liar maupun dibudidayakan (Sudarsono et al., 2002). Kemangi memiliki bau dan rasa yang khas, digunakan sebagai lalapan segar untuk dimakan dan memiliki berbagai macam khasiat (Hadipoentyanti & Wahyuni, 2008). Secara tradisional tanaman kemangi digunakan sebagai obat sakit perut, obat demam, dan menghilangkan bau mulut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Pemberian Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) Menghambat Penurunan Kadar Nitric Oxide (No) dan Jumlah Sel Endotel Korpus Kavernosa Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Wistar Diabetes

Pemberian Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) Menghambat Penurunan Kadar Nitric Oxide (No) dan Jumlah Sel Endotel Korpus Kavernosa Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Wistar Diabetes

meningkat setelah 4 hari konsumsi kakao kaya flavonoids. Selain itu penelitian lain membuktikan bahwa dosis rendah pemberian kakao yaitu 39 gram/hari dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan produksi NO (Taubert et al., 2007). Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian in vitro terdahulu yang mana stimulasi sel endotel dengan polifenol meningkatkan transkripsi eNOS dan selanjutnya sintesis NO (Leikert et al., 2002). Penelitan lain menunjukkan bahwa dosis fenol kumulatif dapat menentukan besarnya transkripsi eNOS (Taubert et al., 2007). Selain jalur tersebut, Steffen et al. (2007) menunjukkan bahwa epicathechin dapat meningkatkan produksi NO pada sel endotel dengan cara menginhibisi aktivitas NADPH oxidase. Karim et al. (2000) meneliti bahwa kandungan procyanidins pada kakao dapat meningkatkan aktivitas eNOS pada aorta kelinci sehingga akan meningkatkan produksi nitric oxide (NO).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Optimasi formula gel sunscreen ekstrak etanol rimpang kunir putih [Curcuma mangga Val.] : tinjauan terhadap sorbitol dan propilen glikol.

Optimasi formula gel sunscreen ekstrak etanol rimpang kunir putih [Curcuma mangga Val.] : tinjauan terhadap sorbitol dan propilen glikol.

Setelah didapatkan data sifat fisik dan viskositas dari pengukuran, selanjutnya dilakukan optimasi formula berdasarkan contour plot dari persamaan simplex lattice design. Optimasi ini dilakukan untuk percobaan daya sebar, viskositas awal, dan pergeseran viskositas. Tujuan dari optimasi ini adalah untuk mengetahui profil optimum dari penggunaan dua humectant yang berbeda yang memenuhi syarat daya sebar, viskositas, dan % pergeseran viskositas yang baik. Daya sebar yang optimum dapat menghasilkan sediaan yang mudah untuk diaplikasikan dan lebih nyaman karena penyebaran pada kulit yang baik. Viskositas yang optimum dapat membantu pengeluaran obat dari kemasan. Persentase pergeseran viskositas yang optimum untuk mengetahui kestabilan gel selama penyimpanan. Untuk mendapatkan komposisi optimum formula gel sunscreen, contour plot masing-masing uji digabungkan dalam contour plot super imposed.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Ditimbang semua bahan yang diperlukan. Bahan yang terdapat dalam formula dipisahkan menjadi dua kelompok yaitu fase minyak dan fase air. Fase minyak terdiri dari vaselin, asam stearat, gliseril monostearat, dan setil alkohol dilebur di atas penangas air dengan suhu 70°-75°C. Setelah dileburkan, ditambahkan oksibenzon. Fase air yang terdiri dari akuades, propilen glikol, natrium edetat, nipagin dan TEA dilarutkan dalam air panas. Dimasukkan fase minyak ke dalam lumpang panas, kemudian ditambahkan secara perlahan-lahan fase air ke dalamnya dengan pengadukan yang konstan pada suhu lebih kurang 70°C sampai diperoleh massa krim. Ditambahkan oktilmetoksisinamat dan minyak biji anggur sesuai konsentrasi yang divariasikan.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji iritasi dalam penelitian Rudy Chandra dengan judul penelitian Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksinamat Dalam Basis Vanishing Cream dan memenuhi kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM, 1985):

28 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Minyak Biji Anggur (Grape Seed Oil) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenzon dan Oktilmetoksisinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.. The Inhibitory Effect of DL-Alpha-Tocopheryl Ferulate in Lechitin on Melanogenesis.[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Asam Laktat Terhadap Nilai SPF Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenson Dan oktilmetoksin Oksi Sinamat Dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Asam Laktat Terhadap Nilai SPF Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenson Dan oktilmetoksin Oksi Sinamat Dalam Basis Vanishing Cream

AHA (Alpha Hydroxy Acid) merupakan asam alamiah yang terdapat dalam tumbuhan tertentu. Asam ini sering digunakan dalam sediaan tabir surya. Kelebihannya adalah karena mempunyai molekul yang kecil sehingga dapat dengan mudak masuk ke lapisan luar (tanduk) kulit dan mencapai lapisan dalam (dermis). Asam ini melarutkan lapisan yang menahan kulit mati, mempercepat pergantian sel, mengelupaskan dengan halus permukaan kulit yang kasar dan kusam, serta mempunyai daya melembabkan. Yang termasuk golongan AHA ini adalah baham-bahan asam glikolat (tebu), asam laktat (asam susu), asam malat (apel), asam tartrat (anggur) serta asam sitrat (jeruk-jerukan) (Anonim, 2001).
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan lipstik ekstrak etanol biji coklat (Theobroma Cacao L.) dalam bentuk creamy - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan lipstik ekstrak etanol biji coklat (Theobroma Cacao L.) dalam bentuk creamy - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Color of lips ( lipstick ) is one of the cosmetics ( makeup for our lip ). The uses of dyes in lipstick has an important role. Dyes of lipstick can be divided into synthetic and natural dyes. Synthetic dyes used in market not for cosmetics, such as rhodamine B which causes irritation to the lips and if used continuously will be cancer of liver because rhodamine B are carcinogenic. Cocoa beans (Theobroma cacao L.) can be used for a natural color of lipstick. Cocoa beans (Theobroma cacao L.) Sterculiaceae family, anthocyanins contained of natural color of pigments. The aim research was this formula the ethanol extract of cocoa beans in lipstick and how cocoa beans ethanol extract influenced the physical quality, effectiveness, efficacy and acceptability of creamy lipstick. Three concentrations of cocoa beans ethanol extract 12, 14 and 16 % was used in this research. Extract of cocoa beans obtained by maceration methode with 96 % ethanol and 2 % citric acid. The physical quality tested for the includes organoleptic, homogeneity, pH and stabilities of viscosity test. Effectiveness test includes the power of spread test, the power of dispersive test and the power of adhesion test. Safety testing and this test used for irritation test andacceptability test by using hedonic test. It can be concluded that the ethanol extract of the cocoa bean used as a good alternative dyes and it can be formulated as a natural ingredient lipstick based on the organoleptic test, and power hedonic topical test. The results of evaluation indicated the nature of quality test, physical test, safety test, acceptabilitytest and effectiveness test. The influence ofused different concentrations in the result of research evaluation to the viscosity test and the power dispersive. It can be concluded that the formula II with a concentration of 14% is the best formula among the three creamy lipstick formula preparation.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...