Top PDF Efek Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler GSM dan CDMA Terhadap Motilitas dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Efek Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler GSM dan CDMA Terhadap Motilitas dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Efek Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler GSM dan CDMA Terhadap Motilitas dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Tutor II : Oeij Anindita Adhika, dr., M.Kes. In this modern era, GSM and CDMA cellular phones are widely used, but most people have not been awared of the effects of radio frequency electromagnetic radiation to human health, especially to the male reproductive system. The aims of this study was to compare the biological effects of GSM and CDMA cellular phones radiation to the sperm motility and amount of BALB/c mice. This research is included in laboratoric experimental, prospective, comparative, and using completely random planning. Thirty mice are divided in three groups (n=10): group I were not exposed to the radiation of cellular phone, group II were exposed to GSM electromagnetic radiation 40 times/day at specific absorbent rate (SAR) 1,21 W/kg, and the group III were exposed to the CDMA 40 times/day at SAR 1,51 W/kg. Sperm motility were assesed manually on the Improved Neubauer and analyzed using non-parametrical scale Kruskal Wallis and continued by Mann Whitney test. Sperm count were assesed manually on the Improved Neubauer analyzed using one way ANOVA and continued by Tukey HSD. The result of sperm motility and sperm count were groups II (GSM) and III (CDMA) showed the significance difference with group I (Control), but showed unsignificance difference between groups II and III. The conclusions are the effects of GSM and CDMA cellular phones electromagnetic radiation on BALB/c mice sperm motility and count showed the unsignificance differences.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kecepatan Gerak dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Pengaruh Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kecepatan Gerak dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Kenyataan ini mendorong peneliti untuk mengetahui efek pajanan gelombang elektromagnetik terhadap spermatogenesis; yang peneliti batasi pada kecepatan gerak dan jumlah spermatozoa pada mencit. Kecepatan gerak yang abnormal dan jumlah sperma yang kurang merupakan bukti gangguan spermatogenesis. Meskipun hanya satu sperma yang akan membuahi ovum, namun seorang pria yang memiliki kurang dari dua puluh juta sperma dalam setiap mililiter semen cenderung mengalami infertilitas. Selain itu, kecepatan sperma yang lambat membuat sperma tidak dapat menembus ovum.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Jinten Hitam (Nigella sativa Linn.) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Swiss-Webster yang Dipajankan Radiasi Elektromagnetik Telepon Seluler.

Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Jinten Hitam (Nigella sativa Linn.) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Swiss-Webster yang Dipajankan Radiasi Elektromagnetik Telepon Seluler.

Pajanan radiasi elektromagnetik menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) secara signifikan dan menyebabkan apoptosis pada fibroblas embrionik tikus (NIH/3T3) yang diradiasi 1800 MHz telepon seluler GSM pada mode bicara dan Specific Absorbtion Rate (SAR) 2 W/kg (Huo, et al., 2014) . Hasil penelitian menunjukkan penurunan kecepatan (motilitas) spermatozoa yang sangat signifikan pada mencit galur BALB/C yang diberi perlakuan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler sebanyak 20, 40, dan 80 kali per hari selama 7 hari dibandingkan kelompok kontrol. Didapatkan penurunan jumlah spermatozoa mencit yang sangat signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Semakin tinggi jumlah paparan radiasi elektromagnetik, semakin rendah kualitas spermatozoa (Soeng, et al., 2007).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Kulit Manggis terhadap Motilitas dan Jumlah Spermatozoa Mencit Swiss Webster yang Diinduksi Latihan Fisik Berat.

Efek Ekstrak Kulit Manggis terhadap Motilitas dan Jumlah Spermatozoa Mencit Swiss Webster yang Diinduksi Latihan Fisik Berat.

Radikal bebas dapat menyebabkan gangguan sistem reproduksi manusia berupa gangguan pada spermatozoa yaitu 30-80% dari kasus infertil (Tremellen, 2008). Alat gerak spermatozoa terletak pada bagian ekor spermatozoa yang disusun oleh aksonema. Aksonema terdiri dari mikrotubulus, mikrotubulus terdapat dari subfibril yang disusun oleh protein dinein. Protein dinein dapat menghidrolisis ATP yang dipergunakan untuk motilitas sperma, peningkatan ROS menyebabkan penurunan produksi ATP pada mitokondria sehingga protein dinein tidak dapat menghidrolisis ATP dan mengakibatkan terganggunya motilitas spermatozoa (Purwaningsih, 1996). Membran sel juga merupakan salah satu target utama kerusakan atau cedera sel yang diakibatkan oleh berbagai stimuli dari luar termasuk radikal bebas (Sutarina dan Edward, 2004). Radikal bebas juga dapat menyebabkan kerusakan DNA spermatozoa khususnya pada integritas DNA pada inti selanjutnya dapat menimbulkan kematian sel (Tremellen, 2008; Aitken & Krausz, 2001).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Efek vitamin c terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diinduksi gentamisin

Efek vitamin c terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diinduksi gentamisin

Gentamisin merupakan antibiotik aminoglikosida yang dapat menyebabkan stres oksidatif sehingga terjadi keabnormalan jumlah spermatozoa. Vitamin C sebagai antioksidan berperan dalam menurunkan radikal bebas sehingga dapat meningkatkan jumlah spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek vitamin C terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diinduksi gentamisin. Penelitian eksperimental ini menggunakan 15 tikus mencit jantan strain DDY yang dibagi menjadi 3 kelompok dengan setiap kelompok terdapat 5 mencit. K1 merupakan kelompok tanpa perlakuan. K2 merupakan kelompok yang diberi gentamisin 5 mg/kgbb/hari selama 10 hari. K3 merupakan kelompok yang diberi gentamisin 5 mg/kgbb/hari selama 10 hari dan vitamin C 100 mg/kgbb/hari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C 100 mg/kgbb/hari pada mencit yang diinduksi gentamisin 5 mg/kgbb/hari meningkatkan jumlah spermatozoa secara signifikan (p<0.05). Simpulan penelitian adalah terjadi kenaikan persentase jumlah spermatozoa sebesar 60,3 % pada mencit yang diberikan vitamin C setelah diinduksi gentamisin secara bermakna.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

EFEK IMUNOMODULATOR EKSUDAT IKAN GABUS ( Channa s triata ) TERHADAP AKTIVITAS, KAPASITAS MAKROFAG DAN JUMLAH SEL LEUKOSIT,LIMFOSIT, NEUTROFIL PADA MENCIT JANTAN GALUR BALB/c - repository perpustakaan

EFEK IMUNOMODULATOR EKSUDAT IKAN GABUS ( Channa s triata ) TERHADAP AKTIVITAS, KAPASITAS MAKROFAG DAN JUMLAH SEL LEUKOSIT,LIMFOSIT, NEUTROFIL PADA MENCIT JANTAN GALUR BALB/c - repository perpustakaan

Hasil: Kapasitas, aktivitas makrofag dari kelompok eksudat ikan gabus lebih tinggi dari kontrol positif dan negatif. Eksudat ikan gabus pada dosis 3,9 mg/hari lebih tinggi dari kelompok yang lain dan berbeda bermakna dari data statistic. Eksudat ikan gabus tidak meningkatkan jumlah sel leukosit, lymfosit, neutrofil dari darah mencit.

16 Baca lebih lajut

EFEK PROTEKTIF PEMBERIAN KOMBINASI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DAN ZINK TERHADAP MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMA TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus L.) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULER

EFEK PROTEKTIF PEMBERIAN KOMBINASI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DAN ZINK TERHADAP MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMA TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus L.) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULER

Likopen adalah salah satu antioksidan yang mempunyai kemampuan untuk melawan kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas di dalam aliran darah dengan cara mengurangi efek toksik dari reactive oxygen spesies (ROS). Pada penelitian populasi secara in vitro, likopen berperan sebagai antioksidan yang bekerja melindungi DNA dari kerusakan oksidatif, menonaktifkan hidrogen peroksidase dan nitrogen dioxide, serta melindungi limphosit dari nitrogen oxide (NO) yang merusak membran dan terjadinya kematian sel dua kali lebih efisien di banding ß-karoten (Sulistyowati, 2006).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Efek Gelombang Elektromagnetik Telepon S

Efek Gelombang Elektromagnetik Telepon S

atas papan bedah, kemudian dengan menggunakan jarum dilekatkan dalam posisi terlentang dan kemudian dilakukan pembedahan dari pangkal penis ke arah proksimal secukupnya (kurang lebih setengah badan). Kauda epididimis diambil dan dimasukkan ke dalam cawan petri yang berisi larutan PBS, kemudian kauda epididimis dihancurkan dengan menggunakan gunting mata. Hasil akhir berupa suspensi epididimis yang mengandung spermatozoa.

11 Baca lebih lajut

Hubungan pajanan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler atau laptop dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran HALAMAN AWAL

Hubungan pajanan radiasi gelombang elektromagnetik telepon seluler atau laptop dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran HALAMAN AWAL

Hasil. Penelitian ini melibatkan 41 mahasiswa laki-laki dan 109 mahasiswa perempuan. Sebanyak 139 subjek (92,7%) menggunakan telepon seluler dalam tingkatan tinggi, sedangkan 73 subjek menggunakan laptop dengan meletakkannya di atas pangkuan. Dari 73 subjek tersebut, 52 subjek (71,2%) menggunakan laptop dalam tingkatan rendah. Uji analisis Spearman mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pajanan elektromagnetik telepon seluler dengan kualitas tidur (p=0,198; r=0,106), sebagaimana pajanan elektromagnetik laptop dengan kualitas tidur (p=0,133; r=- 0,178) mahasiswa kedokteran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perbedaan Kepuasan Konsumen Antara Pengguna operator Telepon Seluler  Global System for Mobile Communication (GSM) dan Code Division Multiple  Access (CDMA)

Perbedaan Kepuasan Konsumen Antara Pengguna operator Telepon Seluler Global System for Mobile Communication (GSM) dan Code Division Multiple Access (CDMA)

Tarif yang ditetapkan oleh operator CDMA lebih murah dibandingkan dengan operator GSM. Tarif adalah biaya yang dibebankan kepada konsumen atas jasa yang digunakannya. Perbedaan tarif ini terjadi karena biaya frekuensi yang ditanggung oleh operator CDMA jauh lebih murah dibandingkan dengan operator GSM. Disamping itu, CDMA dengan basis teknologi wireless Local Code Division Multiple Access (WLL-CDMA) menyebabkan fleksibilitas komunikasi para pengguna terbatas pada cakupan daerah tertentu saja (fixed mobility). Sementara GSM menggunakan sistem mobile wireless dan beroperasi secara global. Operator CDMA juga tidak membebankan biaya airtime pada konsumennya (Theodora, 2008).
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Efek Vitamin C Terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Yang Diinduksi Gentamisin. 2014.

Efek Vitamin C Terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Yang Diinduksi Gentamisin. 2014.

Gentamisin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang diproduksi dari fermentasi Micromonospora purpurea. Gentamisin digunakan untuk pengobatan infeksi berat seperti sepsis atau pneumonia akibat bakteri gram negatif. 7 Walaupun gentamisin merupakan antibiotik yang efektif, gentamisin dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas yang berpengaruh terhadap perubahan struktur testis. Selain itu, gentamisin dapat berpengaruh terhadap spermatozoa sehingga menyebabkan keabnormalan jumlah, morfologi maupun motilitas, serta menurunkan kadar antioksidan. 6,8,9 Spermatozoa yang mengalami kelainan baik jumlah, morfologi, dan motilitas akan mempengaruhi kemampuan spermatozoa untuk menembus zona pelusida ovum sehingga mengganggu proses pembuahan. 10
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Efek Protektif Ekstrak Etanol Herba Purwoceng (Pimpinella alpina) Terhadap Radiasi Gelombang Elektromagnetik Ponsel Dengan Parameter Konsentrasi Spermatozoa Pada mencit.

Efek Protektif Ekstrak Etanol Herba Purwoceng (Pimpinella alpina) Terhadap Radiasi Gelombang Elektromagnetik Ponsel Dengan Parameter Konsentrasi Spermatozoa Pada mencit.

Kebutuhan akan berkomunikasi jarak jauh semakin dimudahkan dengan berkembangnya teknologi informasi, dari mulai sejak ditemukannya sampai dengan di zaman sekarang. Pada umumnya masyarakat tidak terlalu mempedulikan masalah efek samping dari pada penggunaan alat komunikasi ini, karena sebagian besar dari masyarakat lebih mementingkan desain maupun fasilitas dari sebuah alat komunikasi, khususnya telepon seluler atau yang sering disingkat ponsel. Bila diperhatikan lebih cermat lagi, tentunya banyak kelemahan kelemahan dari suatu alat, dan dalam hal ini adalah ponsel pintar yang seringkali memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik, apalagi ketika individu tersebut sudah sangat tergantung terhadap ponsel. Sejak mulai bangun tidur, kemudian dalam kegiatan kegiatan rutin sehari hari seperti mandi, makan, berkendaraan, bahkan bekerja ponsel menjadi salah satu ‘teman setia’ bagi sebagian individu. Ketika menjelang tidur pun ponsel selalu aktif dan disimpan di dekat tempat tidur. Dari keadaan keadaan di atas sudahlah jelas bagaimana radiasi elektromagnetik itu sangatlah dekat dan sepertinya hampir selalu berhubungan dengan seseorang.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Efek Vitamin C Terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Yang Diinduksi Gentamisin. 2014.

Efek Vitamin C Terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit Yang Diinduksi Gentamisin. 2014.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan hewan coba mencit jantan dewasa (Mus musculus L.). Mencit (Mus musculus L.) merupakan hewan pengerat yang banyak digunakan sebagai model hewan dalam penelitian eksperimental disebabkan pemeliharaan yang mudah dan tidak mahal, secara genetik memiliki kesamaan dengan manusia, serta tingkat kesuburan yang tinggi. Mencit strain DDY merupakan inbred strain dari strain ddY (Deutschland, Denken, Yonken). Mencit ini menunjukkan pertumbuhan dan sistem reproduksi yang baik. 50,51

57 Baca lebih lajut

PENGARUH PAJANAN LAMPU MERKURI TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.)

PENGARUH PAJANAN LAMPU MERKURI TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.)

dan fisiologisnya terkarakterisasi dengan baik. Mencit merupakan hewan mamalia yang mempunyai peranan penting bagi manusia untuk tujuan ilmiah karena memiliki daya adaptasi baik. Mencit yang banyak digunakan sebagai hewan model laboratorium dan peliharaan adalah tikus putih. Mencit memiliki beberapa keunggulan antara lain penanganan dan pemeliharaan yang mudah karena tubuhnya kecil, sehat dan bersih, kemampuan reproduksi tinggi dengan masa kebuntingan singkat, serta memiliki karakteristik produksi dan reproduksi yang mirip dengan mamalia lainnya (Malole dan Pramono, 1989).
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETANOLIK KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) YANG TERPAPAR 2-METHOXYETHANOL Repository - UNAIR REPOSITORY

PENGARUH EKSTRAK ETANOLIK KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) YANG TERPAPAR 2-METHOXYETHANOL Repository - UNAIR REPOSITORY

Rumanta, M., T.W. Surjowo dan S. Sudarwati, 2001, Pengaruh Asam Methoxyacetat terhadap Organ Reproduksi Mencit (Mus Musculus) Swiss Webster Jantan, Proceding Institute Technology Bandung, Bandung. Sax NI dan Lewis RJ, 1989, Dangerous Properties of industrial Materials , 7 th

6 Baca lebih lajut

Paparan gelombang elektromagnetik telepon seluler pada mencit bunting serta pengaruhnya terhadap implantasi dan anak lahir

Paparan gelombang elektromagnetik telepon seluler pada mencit bunting serta pengaruhnya terhadap implantasi dan anak lahir

Mencit (Mus musculus albinus) merupakan hewan multipara, yang mampu menghasilkan beberapa sel telur (oosit) dalam satu siklus estrus. Mencit bersifat poliestrus dan mengalami estrus pasca melahirkan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi anak. Mencit betina mulai berahi pada umur 28-40 hari dan biasanya dikawinkan pada umur lebih dari 50 hari dengan berat badan berkisar 20-30 g. Siklus estrus terdiri atas fase proestrus, estrus, metestrus, dan diestrus yang berlangsung selama 4-5 hari. Deteksi siklus estrus mencit betina, dapat dilakukan melalui ulas vagina dengan mengamati reruntuhan sel-sel pada selaput lendir vagina (Djuwita et al. 1989). Fase estrus terjadi pada malam hari dengan lama estrus sekitar 12 jam. Dalam satu kali ovulasi, mencit mampu menghasilkan 8-12 oosit, tergantung pada galurnya (Hogan et al. 1994). Ovulasi dapat dipengaruhi oleh kadar hormon, umur, berat, dan jenis mencit yang digunakan. Menurut Monk (1987), mencit umumnya dikawinkan secara single mating (satu jantan dengan satu betina), trios (satu jantan dengan dua betina), atau harems (satu jantan dengan lebih dari dua betina)
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Perbandingan Efektivitas Pemberian Kombinasi Vitamin C dan Zinc dengan Pemberian Secara Tunggal terhadap Jumlah Sel Spermatogenik Testis Mencit Balb/C yang Diberi Paparan Asap Rokok.

DAFTAR PUSTAKA Perbandingan Efektivitas Pemberian Kombinasi Vitamin C dan Zinc dengan Pemberian Secara Tunggal terhadap Jumlah Sel Spermatogenik Testis Mencit Balb/C yang Diberi Paparan Asap Rokok.

Mathiesen L., Malterud E.K., Sund B.R. 1995. Antioxidats Activity of Fruit Exudate and C-MethilatedDihydrochancones from Myrica gale.Planta Med., 61,515-518,Gutteridge JMC . 1996. Antioxidant in Nutrion, Health, and Disease. Oxford University Press, United States.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Kecepatan Gerak, Jumlah, dan Viabilitas Spermatozoa Pada Mencit Galur Balb/c Yang Mengalami Spermiotoksisitas Akibat Induksi Sisplatin.

Pengaruh Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Kecepatan Gerak, Jumlah, dan Viabilitas Spermatozoa Pada Mencit Galur Balb/c Yang Mengalami Spermiotoksisitas Akibat Induksi Sisplatin.

Reactive oxygen species (ROS) mempunyai peranan penting dalam sistem reproduksi pria. Secara fisiologis, ROS diperlukan oleh spermatozoa untuk mencapai maturasi fungsional. Senyawa ROS dalam kadar rendah esensial untuk fertilisasi normal, kapasitasi, hiperaktivasi, motilitas, dan reaksi akrosom (de Lamirande et al., 1998; Aitken et al., 2004; Allamaneni et al., 2004). Sedangkan dari segi patologis, terbukti bahwa ROS dalam kadar tinggi memediasi kerusakan pada banyak elemen seluler pada testis termasuk DNA dari spermatozoa matur. Ketidakseimbangan antara pembentukan ROS dan kapasitas antioksidan menyebabkan stres oksidatif dan mengakibatkan disfungsi spermatozoa.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...