Top PDF Pedoman Perbaikan Gizi di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)_2000

persepsi anak asuh tentang pelayanan sosial di panti sosial asuhan anak psaa tambatan hati subang bab 2

persepsi anak asuh tentang pelayanan sosial di panti sosial asuhan anak psaa tambatan hati subang bab 2

Pekerja sosial membantu anak-anak terlantar dalam menciptakan situasi serta kesempatan-kesempatan yang memungkinkan mereka berusaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan kondisi kehidupannya, kebebasan bagi mereka agar muncul sikap kemandirian berkelompok dengan kekuatan kerja sama mereka. Dalam peranan ini pekerja sosial membantu anak asuh mengaktualisasikan kebutuhan-kebutuhan mereka, menjelaskan dan mengidentifikasi kemampuan mereka serta upaya yang mungkin dilakukan dalam memecahkan masalah-masalah mereka secara efektif.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PERANAN PANTI ASUHAN TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL ANAK DI PANTI ASUHAN MAHMUDAH DI DESA SUMBEREJO SEJAHTERA KECAMATAN KEMILING BANDAR LAMPUNG

PERANAN PANTI ASUHAN TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL ANAK DI PANTI ASUHAN MAHMUDAH DI DESA SUMBEREJO SEJAHTERA KECAMATAN KEMILING BANDAR LAMPUNG

Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penelitian ini adalah ternyata meskipun ada wadah tempat pemberdayaan anak yatim piatu yang diharapkan dapat mengatasi masalah yang dihadapi orang tua asuh untuk mebentuk sikap sosial anak yatim piatu agar dapat melaksanakan fungsi sosial dalam masyarakat. Ternyata masih banyak anak-anak di Bandar Lampung ini yang tidak memiliki orang tua dan menjadi sosok anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dan pendidikan moral dan budi pekerti yang baik, serta tidak mampu melaksanakan fungsi sosial dalam masyarakat dan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus meningkat, dan bisa sewaktu-waktu akan merusak ahlak mereka.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terhadap Anak Terlantar Di Panti Sosial Asuhan Anak (Psaa) Putra Utama 03 Tebet Jakarta Selatan

Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terhadap Anak Terlantar Di Panti Sosial Asuhan Anak (Psaa) Putra Utama 03 Tebet Jakarta Selatan

“iyah kak aku emang pernah punya masalah waktu itu, aku tuh dulu sering banget kak bolos sekolah. kadang suka ikutin temen, kalo temen bolos yaudah aku ikutan aja. Bilang ke panti mah sekolah, tapi padahal ngga pergi ke sekolah. engga tau kak males aja gitu kadang juga males gitu sama gurunya. Karena ngajarnya gitu lagi bikin males sekolah, jadi yaudah bolos.” 15 Sedangkan pada aspek makro, Aspek makro disini adalah memberikan pelayanan yang tepat untuk membantu permasalahan yang dialami oleh klien. Dalam aspek ini, klien “V” diberikan pelayanan- pelayanan yang dapat membantu permasalahan mereka. Apa yang diberikan dalam pelayanan tersebut untuk memberikan pertolongan ke mereka. Pekerja sosial kemudian memberikan pelayanan konseling, pelayanan keagamaan sebagai bimbingan mental klien, bimbingan fisik, bimbingan sosial, pelayanan kesehatan, pelayanan keterampilan, pelayanan pendidikan, dan pelayanan tabungan. Pelayanan-pelayanan yang diberikan ini bukan hanya asal diberikan, tetapi terdapat alasan dari pekerja sosial mengapa memberikan pelayanan-pelayanan ini sebagai proses pertolongan mereka. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Loren Siska Ginting, S.ST sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

undangan pembuktian kualifikasi PSAA ALYATAMA Jambi

undangan pembuktian kualifikasi PSAA ALYATAMA Jambi

Berdasarkan Berita Acara Evaluasi Dokumen Penawaran dan Kualifikasi Nomor 05/ PAN- PSAA/ JBI / 2013 Tanggal 21 Januari 2013 pada pekerjaan Pengadaan Bahan Permakanan Bagi 100 Orang (Klien Dan Petugas Piket) Panti Sosial Asuhan Anak Alyatama Jambi Tahun Anggaran 2013, kami berkesimpulan bahwa dokumen penawaran yang Saudara sampaikan pada pekerjaan tersebut diatas telah memenuhi syarat evaluasi koreksi aritmatik, administrasi, teknis, kewajaran harga, dan penilaian kualifikasi.

1 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Perbedaan Tingkat Depresi Antara Remaja Terlantar Yang Orangtuanya Lengkap Dan Yang Tidak lengkap Di Panti Rehabilitasi Sosial Kumuda Putra Putri Magelang.

BAB 1 PENDAHULUAN Perbedaan Tingkat Depresi Antara Remaja Terlantar Yang Orangtuanya Lengkap Dan Yang Tidak lengkap Di Panti Rehabilitasi Sosial Kumuda Putra Putri Magelang.

Gangguan dalam keutuhan keluarga misalnya kematian salah satu atau kedua orangtua, perceraian, dan peran orangtua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani menyebabkan masalah keterlantaran dialami oleh anak dan berakibat pada terganggunya tumbuh kembang anak (Hawari, 1999).

4 Baca lebih lajut

pengumuman lelang pengadaan bahan makanan

pengumuman lelang pengadaan bahan makanan

PANITIA PELELANGAN UMUM PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK ALYATAMA JAMBI TAHUN ANGGARAN 2012 PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor : 01/ PAN-PSAA/ JBI / 2012 Panitia Pel[r]

1 Baca lebih lajut

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL : Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang - repository UPI S PKN 1105068 Title

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL : Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang - repository UPI S PKN 1105068 Title

PERANAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL Studi Deskriptif di Panti Sosial Asuhan Anak Al-Kautsar Lembang Oleh: Tris Yuniar 1105068 Sebuah sk[r]

3 Baca lebih lajut

Kualitas pengasuhan anak di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) di Indonesia: PSAA Al-Ikhlas kabupaten Lombok Barat provinsi Nusa Tenggara Barat

Kualitas pengasuhan anak di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) di Indonesia: PSAA Al-Ikhlas kabupaten Lombok Barat provinsi Nusa Tenggara Barat

Panti tidak punya tempat konseling khu- sus akan tetapi anak biasa menyendiri di mas- jid. Tidak ada juga ruangan atau tempat khusus untuk pengunjung bagi anak. Di tempat mana pun anak bisa ditemui oleh keluarganya. Perse- diaan kebersihan dan perawatan diri (personal hygiene) diberikan langsung oleh pengasuh ke- pada masing-masing anak untuk dimiliki dan dipakai secara pribadi oleh anak. Namun menu- rut anak-anak, mereka menerima perlengka- pan panti dari PA secara tidak tentu. Anak- anak pernah menerima sabun, odol, sabun cuci, dan shampo, akan tetapi tidak rutin. Seringkali jatah yang diberikan habis sebelum masa pem- bagian bulan berikutnya datang. Kalau persedi- aan perlengkapan mandi mereka habis, mereka tidak berani meminta kepada pengurus. Menu- rut penuturan mereka karena panti juga tidak punya, panti sedang susah, sedang butuh biaya untuk membangun. Anak-anak sering diberi perlengkapan mandi oleh Mas Burhanudin, orang yang sering datang ke panti. Anak-anak juga biasa membelinya dengan uangnya sen- diri jika mereka membutuhkannya, demikian yang dikatakan koordinator anak asuh, ”Anak akan cari sendiri dengan uang yang dimilikinya.” 93
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

S SOS 1205075 Chapter1

S SOS 1205075 Chapter1

kebiasaannya di rumah yang memang tidak pernah melakukan pekerjaan rumah, karena pekerjaan itu selalu dikerjakan oleh ibunya. Atas perceraian kedua orang tuanya yang membuat anak tersebut dititipkan di panti asuhan karena sudah tidak mampu mengurusi dan membiayai anak tersebut, setelah keberadaannya di Panti Sosial Asuhan Anak Bhakti Pertiwi, anak ini tetap tidak bisa beradaptasi sehingga mengganggu kestabilitasan panti karena anak yang lain pun berontak meminta keadilan. Di sini peneliti ingin mengetahui mengapa sampai saat ini terdapat beberapa anak yang memiliki sikap kurang peduli / acuh tak acuh, padahal mereka sudah ditampung oleh pengurus panti dan diberikan fasilitas yang memadai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S SOS 1205075 Table of content

S SOS 1205075 Table of content

72 4.2.1 Pola Asuh yang Digunakan Pengurus Panti Asuhan dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial Antar Anak di Panti Sosial Asuhan Anak Bhakti Pertiwi Kabupaten Bandung .... 72 4.2.2 Pera[r]

8 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORI 2.1.Kedisiplinan Pada Anak - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Pengasuh dalam Membantu Menerapkan Perilaku Disiplin pada Anak: Studi Kasus di Panti Asuhan Salib Putih Salatiga

BAB II KAJIAN TEORI 2.1.Kedisiplinan Pada Anak - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Pengasuh dalam Membantu Menerapkan Perilaku Disiplin pada Anak: Studi Kasus di Panti Asuhan Salib Putih Salatiga

Disiplin adalah proses bimbingan yang memiliki tujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu dan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Sebenarnya disiplin adalah membiasakan anak untuk menaati peraturan yang ada dilingkungannya. Tujuan awal dari disiplin adalah untuk melatih dan mengontrol anak, untuk mencapai itu dibutuhkan orang dewasa untuk mengajarkan kedisiplinan. Ketika anak sudah disiplin dengan sendirinya anak akan dapat mengarahkan dirinya sendiri tanpa pengaruh atau disuruh oleh orang lain, dalam hal ini berarti anak sudah mampua menguasi tingkah lakunya sendiri dengan berpedoman pada norma-norma yang jelas , standar-standar dan aturan-sturan yang sudah menjadi milik sendiri, untuk itu orang dewasa atau orang tua harus secara aktif dan terus menerus melakukan pendampingan pada anak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelayanan Sosial Terhadap Perilaku Anak Asuh Di Panti Asuhan Bait Allah Medan

Pengaruh Pelayanan Sosial Terhadap Perilaku Anak Asuh Di Panti Asuhan Bait Allah Medan

Penanganan masalah kesejahteraan sosial anak terlantar melalui sistem panti adalah dimana asuhan diberikan kepada anak-anak yang sangat terlantar atau karena tingkah lakunya yang tidak bisa diterima oleh keluarga asuhnya. Asuhan dalam panti adalah sebagai pengganti orangtua bagi anak yang terlantar sehingga anak merasa terjamin hidup dalam kelompok anak-anak. Dimana pelayanan yang diberikan berupa penyediaan fasilitas-fasilitas, pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, pendidikan, bimbingan rohani serta keterampilan dimana diharapkan anak- anak tersebut dapat mengembangkan pribadi, potensi, kemampuan dan minatnya secara optimal. Sedangkan asuhan non-panti adalah asuhan secara berkelompok dalam rumah bagi anak-anak remaja yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan keluarga asuhnya.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI PANTI SOSIAL ANAK ASUH (PSAA) MARDHATILLAH KARTASURA SUKOHARJO  Penanaman Nilai-nilai Pancasila Di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Mardhatillah Kartasura Sukoharjo.

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI PANTI SOSIAL ANAK ASUH (PSAA) MARDHATILLAH KARTASURA SUKOHARJO Penanaman Nilai-nilai Pancasila Di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Mardhatillah Kartasura Sukoharjo.

Seperti yang dikemukakan Winarno (2012:7), “Sesuai dengan penggagas awal Ir. Soekarno, Pancasila itu digali dari bumi Indonesia sendiri dan dikristalisasikan dari nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan rakyat Indonesia yang beraneka ragam”. Pancasila wajib ditanamkan atau diwariskan pada generasi muda bangsa Indonesia. Pancasila tidak hanya ditanamkan melalui pendidikan formal, melainkan juga di tempat-tempat non formal dan informal, seperti pada lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan juga di tempat- tempat yang berbentuk yayasan seperti pondok atau panti asuhan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI PANTI SOSIAL ANAK ASUH (PSAA) MARDHATILLAH KARTASURA SUKOHARJO  Penanaman Nilai-nilai Pancasila Di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Mardhatillah Kartasura Sukoharjo.

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI PANTI SOSIAL ANAK ASUH (PSAA) MARDHATILLAH KARTASURA SUKOHARJO Penanaman Nilai-nilai Pancasila Di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Mardhatillah Kartasura Sukoharjo.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktek pengamalan nilai-nilai Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh keluarga besar panti antara lain, Kepela Panti, Pengasuh, dan anak asuh PSAA Mardhatillah Kartasura. 2) Bentuk-bentuk penanaman nilai-nilai Pancasila antara lain: a) Pemberian contoh (imitasi) dari sikap dan perilaku para pengasuh; b) Pemberian latihan-latihan; c) Suritauladan dari para pengasuh. 3) Pelaksanaan penanaman nilai-nilai Pancasila, berupa contoh, latihan-latihan dan suritauladan dari pengasuh, pihak PSAA Mardhatillah memberikan motivasi kepada anak asuh berupa pemberian hadiah dan mengundang motivator dari luar. Selama mengikuti kegiatan anak asuh melakukan kegiatan dengan baik, mereka melakukannya dengan ihklas. Hasil yang didapat dari upaya penanaman nilai-nilai Pancasila di PSAA Mardhatillah anak asuh memiliki kepribadian yang baik, mandiri dan bisa diterima oleh masyarakat dengan baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PANTI ASUHAN AL RIFDAH SEMARANG DALAM PEMENUHAN HAK ANAK

PENGELOLAAN PANTI ASUHAN AL RIFDAH SEMARANG DALAM PEMENUHAN HAK ANAK

Dalam Konvensi Hak Anak (pasal 20), anak berhak untuk mendapatkan keluarga atau keluarga pengganti agar kehidupan dan perkembangannya bisa dipenuhi dengan baik. Keluarga atau keluarga pengganti tersebut bertanggung jawab untuk memenuhi hak-hak dasar anak. Negara berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah agar hak-hak anak untuk memperoleh keluarga atau keluarga atau keluarga pengganti dapat terpenuhi dan agar keluarga atau keluarga pengganti dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan maksimal. Secara umum, ketentuan-ketentuan yang tercakup, dalam kelompok lingkungan keluarga atau pengasuhan pengganti meliputi antara lain: tanggung jawab keluarga dalam pengasuhan anak, penempatan bagi anak-anak yang terpisah dari keluarganya, yatim piatu, terlantar dan sebagainya. (dengan kafalah sebagaimana yang dikenal dalam hukum islam, adopsi atau panti-panti yang dikelola oleh Negara), serta melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan oleh orang tua, keluarga atau keluarga pengganti.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Kesejahteraan siswa yang tinggal di panti asuhan.

DAFTAR PUSTAKA Kesejahteraan siswa yang tinggal di panti asuhan.

Prabawa, J. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Kristen Tanah Putih Semarang Dilihat dari Teori Rogers. Skripsi. Universitas Katolik Soegijapranata Semarang: Fakultas Psikologi

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...